• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN METODE EMISI AKUSTIK UNTUK PENENTUAN TEGANGAN IN SITU DI AB TUNNEL PT FREEPORT INDONESIA TUGAS AKHIR MUHAMMAD INSAN KAMIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGGUNAAN METODE EMISI AKUSTIK UNTUK PENENTUAN TEGANGAN IN SITU DI AB TUNNEL PT FREEPORT INDONESIA TUGAS AKHIR MUHAMMAD INSAN KAMIL"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN METODE EMISI AKUSTIK

UNTUK PENENTUAN TEGANGAN IN SITU DI AB TUNNEL

PT FREEPORT INDONESIA

TUGAS AKHIR

Sebagai salah satu syarat untuk gelar Sarjana Teknik Pertambangan di Institut Teknologi Bandung

Oleh :

MUHAMMAD INSAN KAMIL

12102036

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

PENGGUNAAN METODE EMISI AKUSTIK

UNTUK PENENTUAN TEGANGAN IN SITU DI AB TUNNEL PT

FREEPORT INDONESIA

TUGAS AKHIR

Bandung, Oktober 2007

Disetujui untuk

Program Studi Teknik Pertambangan

Oleh:

Dr. Ir. Ridho K Wattimena, MT

Pembimbing

(3)

Hidup bukanlah untuk mengeluh dan mengaduh

Hidup adalah mengolah hidup

Bekerja membalik tanah

Memasuki rahasia langit dan samudera, serta mencipta dan mengukir dunia

Kita menyandang tugas

Karena tugas adalah tugas

Bukan hanya demi surga dan neraka,

Tetapi demi kehormatan seorang manusia

WS Rendra

Kupersembahkan untuk:

Allah S.W.T, Keluargaku dan Bangsaku

(4)

RINGKASAN

Salah satu parameter penting dalam perancangan dan penggalian bawah tanah adalah besar dan arah tegangan in situ. Emisi akustik adalah metode untuk menentukan tegangan in situ secara tidak langsung melalui pengujian contoh batuan di laboratorium. Emisi akustik didefinisikan sebagai gelombang elastik frekuensi tinggi yang timbul karena adanya pelepasan energi secara cepat dan teratur oleh satu atau lebih sumber dalam suatu material yang mengalami pembebanan. Uji emisi akustik mendasarkan analisi s pada munculnya efek Kaiser, yaitu suatu emisi akustik yang terdeteksi saat suatu material mengalami pembebanan yang mendekati atau melampaui tingkat tegangan yang pernah dialaminya.

Pengujian emisi akustik ini dilakukan pada contoh batuan dari enam buah lubang bor yang memiliki arah dan kemiringan berbeda . Nilai tegangan pada saat efek Kaiser terdeteksi (σKE) pada lubang bor N 329° E / 0°, N 59° E / 5°, N 239° E / 85°, N 282° E / 32°, N 107° E / 39°, dan N 11° E / 39° adalah 32, 24 MPa, 17,5 MPa, 12,81 MPa, 31,98 MPa, 12,65 MPa, dan 31,45 Mpa.

Dengan data awal σKE dan melalui transformasi matriks, akan dapat dihitung nilai-nilai tegangan yang bekerja pada arah acuan sistem sumbu koordinat kartesian tiga dimensi (σx, σy, σz, τxy, τyz, τxz). Nilai σx, σy, σz, τxy, τyz, dan τxz hasil perhitungan adalah 25 MPa, 24,3 M Pa, 13,2 MPa, -8,4 MPa, -6,3 MPa, dan 14,8 MPa.

Nilai tegangan utama dihitung berdasarkan persamaan invarian tegangan Brandy & Brown (1985) sebagai berikut :

σp3– I1σp2 + I2σp– I3 = 0

dimana :

I1 = σx + σy + σz

I2 = σxσy + σy σz + σz σx- (σ2xy + σ2yz + σ2zx)

I3 = σx σy σz+ 2 σxy σyz σzx– (σx σ2yz + σy σ2zx + σz σ2xy)

Sedangkan arah sumbu utama dihitung berdasarkan teori cosinus arah Brady & Brown (1985). Hasil perhitungan nilai dan arah tegangan utama diberikan sebagai berikut :

 σ1 = 41,4 MPa, dengan arah N 323,38° E / 28,93°  σ2 = 18 MPa, dengan arah N 62,18° E / 15,47°  σ3 = 3,1 MPa, dengan arah N 356,86° E / 303,50°

(5)

iii

ABSTRACT

One of the most important parameter in underground designing and excavating process is the value of in situ stress and its direction. Acoustic emission is an indirect method to determine in situ stress by doing laboratory test on rock specimens. Acoustic emission by definition is a high frequency of elastic wave emerged by quick and consistent energy released caused by one or more sources on a material subjected to stress. Analysis of acoustic emission test based on the appearance of Kaiser effect, which is an acoustic emission detected in a material while subjected to stress aproaching or exceeding the stress level experienced before by the material (ASTM E 610 -77).

The acoustic emission test was performed to rock specimens taken from six bor holes with orientation and dipping. The stress rate when Kaiser effect occured (σKE) at bor hole N 329° E / 0°, N 59° E / 5°, N 239° E / 85°, N 282° E / 32°, N 107° E / 39°, and N 11° E / 39° are 32,24 MPa, 17,5 MPa, 12,81 MPa, 31,98 MPa, 12,65 MPa, dan 31,45 Mpa.

With σKE defined and through the operation of matrix transformation, t he stress components acting on three dimensional Cartesian system of coordinate axis ( σx, σy, σz, τxz, τyx, τzy) will be able to calculate. The result of calculation for σx, σy, σz, τxy, τyz, and τxz given as follow 25 MPa, 24,3 MPa, 13,2 MPa, -8,4 MPa, -6,3 MPa, dan 14,8 MPa.

The value of principal stress calculated by Brady & Brown stress invariant equation given below (Brady & Brown, 1985) :

σp3– I1σp2 + I2σp– I3 = 0

where :

I1 = σxx + σyy + σzz

I2 = σxxσyy + σyy σzz + σzz σxx- (σ2xy + σ2yz + σ2zx)

I3 = σxx σyy σzz+ 2 σxy σyz σzx– (σxx σ2yz + σyy σ2zx + σzz σ2xy)

While the direction of principal axis calculated by Brady & Brown equation of direction cosines (1985). The calculation result of principal stress value and principal axis direction are :

 σ1 = 41,4 MPa, dengan arah N 323,38° E / 28,93°  σ2 = 18 MPa, dengan arah N 62,18° E / 15,47°  σ3 = 3,1 MPa, dengan arah N 356,86° E / 303,50°

(6)

KATA PENGANTAR

Pertama-tama penulis panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini tepat waktu. Tugas akhir ini adalah salah satu syarat untuk dapat meraih gelar sarjana teknik di Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung. Tugas akhir ini penulis lakukan di Laboratorium Geomekanika Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan.

Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada pih ak-pihak yang telah membantu penulis dalam pelaksanaan tugas akhir dan penyusunan laporan selama ini, yaitu kepada :

1. Keluarga penulis tercinta : Mamah dan Papah yang tanpa kenal lelah senantiasa berusaha memberikan yang terbaik bagi penulis, terimakasih a tas doa dan kasih sayangnya dari dulu, sekarang, dan sampai nanti. Nenek tersayang, Ni Incu, yang kasih sayangnya telah mewarnai hidup penulis delapan tahun terakhir. Neng Nisa dan De Irfan, adik-adikku yang telah memberikan dukungan yang sangat berarti.

2. Dr. Ir. Ridho Kresna Wattimena selaku dosen pembimbing yang telah banyak membantu penulis dalam pelaksanaan tugas akhir.

3. Dr. Ir.Budi Sulistianto MT. selaku Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung.

4. Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautam a, selaku Ketua Kelompok Keahlian Tambang Umum

5. Dr. Ing. Ir. Aryo Prawoto Wibowo M.Eng, selaku Dosen Wali yang telah memberikan bimbingan selama penulis berkuliah di Program Studi Teknik Pertambangan .

6. Dr. Ir. Suseno Kramadibrata M.Sc. yang telah banyak memb erikan bantuan dalam proses penulisan tugas akhir ini.

7. Seluruh Dosen Pengajar Departemen Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung atas semua ilmu yang telah diberikan.

(7)

8. Keluarga besar penulis yang telah banyak memberikan masukan selama ini, Mang Ibub, Tante Farda, serta Yahya, Ifa, dan Karima. Mang Iop, Mang Ade, dan Tante Ine. Juga Mang Ageung, Tante Aini, dan De Agam. Serta seluruh keluarga besar penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu karena media penulisan yang terbatas . Terimakasih atas doanya.

9. Mas Ginting dan Mas Udin yang telah banyak membantu dalam pengolahan data laporan akhir penulis. Pak Dibyo yang tanpa tenaga dan keahliannya, penelitian ini tidak akan selesai. Kang Iwan, atas kepercayaannya meminjamkan kunci. Terimaksih semua.

10. Teman-teman seperjuangan di Laboratorium Geomekanika : Ardian Rosadi B., Donald Sihombing, Achmad Rizky ( Nuhun pisan Bos, Nald, Moy, Can’t survive without you, hehehe). Teman-teman Teknik Pertambangan angkatan 2002 : Andri Abdullah, Ahmad Jafnie Neezom, Drajat Duta Subantara, Andrey K, M. Choldun MS, Titus Deus, Jimmy Ginting, Andri Kusmawan, Kresno Adi, Edward Petrus, Ranto Bagus dan teman-teman lain yang tidak dapat disebut satu persatu. All for one 2002. 11. Teman-teman loteng : Pisko Arisandi, Fiksi Sast rakencana, Fathir Shalihat, dan Rizky

Rinaldi Wandaru. Terimakasih atas keceria an dan kegilaan hidup selama ini mates . Homogen forever, friends, hehehehe.

12. Kawan-kawan penghuni mekbat : Yudhi, Peter, Akbar, Eeng, Gepe, Simon dan Atmo. 13. Himpunan Mahasiswa Tambang ITB

14. Semua pihak yang tida k dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu penulis baik secara langsung maunpun tidak langsung.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu semua kritik dan saran yang bersifat mem bangun sangat diharapkan. Semoga laporan tugas akhir yang penulis susun dapat bermanfaat.

Bandung, Oktober 2007

Penulis

(8)

DAFTAR ISI

HALAMAN

ABSTRACT ... ... ... ... iii

RINGKASAN ... ... ... ... iv

KATA PENGANTAR... ... ... v

DAFTAR ISI ... ... ... ... vii

DAFTAR GAMBAR ... ... ... x

DAFTAR TABEL ... ... ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... ... ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... ... ... I-1 1.1 Latar Belakang Masalah ... ... I-1 1.2 Tujuan Penelitian ... ... .. I-2 1.3 Manfaat Penelitian ... ... I-3 1.4 Metodologi Penelitian ... ... I-3

BAB II LATAR BELAKANG TEORI ... ... II-1 2.1. Tegangan In Situ ... ... ... II-1 2.1.1 Pengertian Umum ... ... II-1 2.1.2 Transformasi Tegangan ... ... II-4 2.1.3 Tegangan Prinsipal ... ... II-9 2.1.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tegangan In Situ . II-11 2.2. Penentuan Tegangan In Situ ... ... II-13

2.2.1 Pendekatan Teoritis ... ... II-13 2.2.2 Pengukuran Tegangan In Situ Melalui Pengujian ... II-19 2.3. Emisi Akustik ... ... ... II-21 2.3.1 Sumber-sumber Emisi Akustik Pada Contoh Batuan .. II-22 2.3.2 Efek Kaiser ... ... II-22

(9)

2.3.3 Pola Kurva Emisi Akustik Menurut Mogi (1962) dan

Boyce (1981) ... ... II-23 2.3.4 Noise ... ... ... II-26 2.4. Perhitungan Tegangan In Situ den gan Metode Emisi Akustik II-26

BAB III PELAKSANAAN PENGUJIAN ... ... III-1 3.1 Pengeboran dan Preparasi Contoh Batuan ... III-1 3.2 Uji Sifat Fisik ... ... ... III-3 3.3 Uji Sifat Mekanik ... ... .. III-4 3.4 Uji Emisi Akustik ... ... .. III-5 3.4.1 Peralatan ... ... .... III-5 3.4.2 Persiapan Uji Emisi Akustik ... ... III-6 3.4.3 Akusisi Data Uji Emisi Akustik ... III-8

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN ... IV-1 4.1. Uji Sifat Fisik ... ... ... IV-1 4.2. Uji Kuat Tekan ... ... ... IV-2 4.3. Uji Emisi Akustik ... ... .. IV-4

4.3.1. Grafik Keluaran Uji Emisi Akustik Menggunakan

Mistras 2001 ... ... IV-4 4.3.2. Penentuan Efek Kaiser Secara Grafis ... IV-6 4.4. Perhitungan Tegangan In Situ ... ... IV-7 4.4.1. Data Masukan ... ... IV-7 4.4.2. Penentuan Cosinus Arah Contoh Batuan ... IV-8 4.4.3. Pembentukan Persamaan Matriks dan Perhitungan ... IV-9 4.5. Penentuan Nilai dan Arah Tegangan Utama ... IV-11

4.5.1. Perhitungan Nilai Tegangan Utama ... IV-11 4.5.2. Penentuan Arah Sumbu Utama ... .. IV-12 4.6. Pembahasan ... ... ... IV-15

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... ... V-1 5.1. Kesimpulan ... ... ... V-1

(10)

5.2. Saran ... ... ... V-1

DAFTAR PUSTAKA ... ... ... xiv LAMPIRAN

(11)

DAFTAR TABEL

TABEL

HALAMAN

3.1

Data Arah Contoh Batuan Uji Emisi Akustik ...

III-2

3.2

Ketentuan dan Persyaratan Ukuran Contoh untuk Uji Laboratorium

Menurut Standar ASTM D 3967 -86 dan ISRM (1985) ...

III-3

4.1

Hasil Uji Sifat Fisik Batuan ...

IV-2

4.2

Nilai σ

KE

Rata-rata dan Orientasi Setiap Contoh Batuan ...

IV-7

4.3

Cosinus Arah Contoh Batuan ...

IV-9

4.4

Nilai Tegangan Utama dan Orientasi Sumbu Utama ...

IV-14

(12)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR

HALAMAN

1.1

Bagan Alir Penelitian ...

I-4

2.1

Kondisi Tegangan Pada Sisi-sisi Suatu Kubus Massa Batuan ...

II-2

2.2

Analisis Tegangan Pada Sebuah Tetrahedron

OABC (Brady & Brown, 198 5) ...

II-5

2.3

Pengukuran Tegangan Vertikal pada Kedalaman Tertentu di

Bawah Permukaan Bumi (Hoek & Brown, 1980 ) ...

II-14

2.4

Variasi Perbandingan Antara Tegangan Horisontal dan Tegangan

Vertikal Pada Kedalaman Tertentu di Bawah Permukaan Bumi

(Hoek & Brown, 1980) ...

II-16

2.5

Rasio Tegangan Sebagai Fungsi Kedalaman Versi Hoek & Brown

Vs Herget Pada Beberapa Lokasi di Kanada (Herget, 1988) ...

II-17

2.6

Peta Tegangan In Situ di Seluruh Dunia ...

II-19

2.7

Skema Rangkaian Pengujian Emisi Akustik ...

II-21

2.8

Efek Kaiser Pada Kurva Hasil Uji Emisi Akust ik ...

II-23

2.9

Modifikasi Grafik Karakteris tik Reaksi Emisi Akustik

Berhubungan Dengan Lima Daerah Perilaku Deformasi

Bieniawski (Holcomb, 1993) ...

II-24

2.10 Pola Kurva Emisi Akustik (Boyce, 1981) ...

II-25

2.11 Sistem Koordinat Lingkaran (r, Φ, θ) ...

II-28

(13)

3.1 Pengeboran Contoh Batuan ...

III-1

3.2 Mesin Bor ...

III-2

3.3 Peralatan Uji Emisi Akustik ...

III-6

4.1 Kurva Tegangan-Regangan ...

IV-3

4.2 Berbagai Grafik Keluaran Program Mistras 2001 ...

IV-4

4.3 Grafik Hits vs Gaya Keluaran Program Mistras 2001 ...

IV-5

4.4 Pembacaan Efek Kaiser Secara Grafis ...

IV-6

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN HALAMAN

Lampiran A : Data sifat fisik ... ... ... A-1 Lampiran B : Data sifat mekanik ... ... . B-1 Lampiran C : Data uji emisi akustik ... ... C-1

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dikonsep dalam dua kerangka cara: (1) masalah yang harus diselesaikan dan (2) alat untuk memecahkan masalah. Masalah yang harus dipecahkan adalah untuk

Sebanyak 8 Latihan resos yang mendapat ranking tertinggi dan sesuai digunakan dalam Modul Pembelajaran WQPKes Untuk Guru Pelatih Murid Masalah pembelajaran

mengungkapkan simpanan mudharabah tidak sebagai dana syirkah temporer, yaitu mengakui dana simpanan keanggotaan dan simpanan modal koperasi sebagai simpanan mudharabah

Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah

Ketahanan HIC ditentukan dari crack length ratio, CLR (CRACK LONG RATIO), yang dapat menggambarkan ukuran inklusi pada plat. Panjang dan lebar retak yang

Hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa sirup glukosa yang paling baik kandungan gula reduksinya adalah produk dengan variasi waktu hidrolisis 150 menit

Pada penelitian ini diselesaikan persamaan difusi menggunakan skema Crank-Nicolson, dalam penyelesaiaannya dilakukan diskritisasi menggunakan metode beda hingga skema

Tahap pelaksanaan evaluasi SOP merupakan fase penting dalam kegiatan evaluasi SOP, yang meliputi pembicaraan awal dengan pimpinan objek/unit kerja yang akan