sertifikat ISPO tidak diikuti oleh perbaikan tata kelola industri kelapa sawit, yang ditandai dengan masih banyaknya persoalan seperti :
Teks penuh
Dokumen terkait
Penerapan kriteria industri minyak sawit berkelanjutan di Indonesia tercermin dengan dibentuknya Indonesian Sustainable Palm Oil System ISPO yang merupakan suatu kebijakan yang
11/Permentan/OT.140/3/2015 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO).. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
Upstream Industri versus Downstream Industri – Regulasi Tata Kelola Industri Kelapa Sawit – INDONESIA v.s MALAYSIA.. Ekspansi besar – besaran perusahaan kelapa sawit di Malaysia,
pembentukan lembaga yang pada fungsi dasarnya menjadi institusi pengelola dana untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan, justru memunculkan masalah baru dalam tata kelola dana
Pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No.19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa sawit Berkelanjutan Indonesia ISPO pada tahun 2011,
Peraturan ini mengatur pelaksanaan sertifikasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun
Dengan demikian, pembangunan sektor pertanian dan perkebunan, dengan fokus pada industri kelapa sawit, menjadi kunci dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya
Adapun manfaat sertifikasi ISPO antara lain: 1 Meningkatnya kepatuhan pelaku usaha industri sawit Indonesia terhadap Peraturan per Undang-undangan RI, memperbaiki tata kelola industri