• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN DESA TEGALREJO NOMOR 9 TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERATURAN DESA TEGALREJO NOMOR 9 TAHUN 2021"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KEPALA DESA TEGALREJO

KECAMATAN PONCOWARNO KABUPATEN KEBUMEN

PERATURAN DESA TEGALREJO NOMOR 9 TAHUN 2021

TENTANG

PUNGUTAN DESA

DESA TEGALREJO

KECAMATAN PONCOWARNO KABUPATEN KEBUMEN

PEMERINTAH DESA TEGALREJO

KECAMATAN PONCOWARNO KABUPATEN KEBUMEN

TAHUN 2021

(2)

KEPALA DESA TEGALREJO

KECAMATAN PONCOWARNO KABUPATEN KEBUMEN

PERATURAN DESA TEGALREJO

KECAMATAN PONCOWARNO KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 09 TAHUN 2021

TENTANG PUNGUTAN DESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA TEGALREJO,

Menimbang a. bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 14 Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 8 Tahun 2017 tentang Sumber Pendapatan Desa, segala pungutan yang dilakukan Pemerintah Desa diatur dengan Peraturan Desa ;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, maka perlu menetapkan Peraturan Desa tentang Pungutan Desa;

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 42);

2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

3.

4.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

5. Undang-Undang Nomor 2 3 Tahun 2014 tentang P e m e r i n t a h a n D a e r a h (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587); sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

(3)

6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintahan Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);

9. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pengaturan Kewenangan Desa di Kabupaten Kebumen (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2004 Nomor 6);

10. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2007 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 1);

11. Peraturan Daerah kabupaten Kebumen Nomor 11 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2008 Nomor 11, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 22);

12. Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 8 Tahun 2017 tentang Sumber Pendapatan Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2017 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 138);

Dengan Persetujuan Bersama

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA TEGALREJO DAN

KEPALA DESA TEGALREJO MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DESA TEGALREJO TENTANG PUNGUTAN DESA.

(4)

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan :

1. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

3. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.

4. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah Lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.

5. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh BPD bersama Kepala Desa.

6. Pungutan Desa adalah segala pungutan baik berupa uang maupun barang atau benda yang dilakukan oleh Pemerintah Desa kepada masyarakat desa berdasarkan pertimbangan kemapuan social ekonomi masyarakat desa yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.

7. Pologoro adalah salah satu jenis pungutan desa yang dibebankan kepada masyarakat atas peralihan hak atas tanah.

8. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa adalah selanjutnya disingkat APB Desa adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama Pemerintah Desa dan BPD yang ditetapkan dengan Peraturan Desa.

9. Nilai Jual Obyek Pajak yang selanjutnya disingkat NJOP adalah harga rata yang diperoleh dari transaksi jual beli secara wajar dan bilamana tidak terjadi jual beli, NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan obyek lain yang sejenis atau nilai perolehan baru atau NJOP pengganti.

BAB II

JENIS PUNGUTAN DESA Pasal 2

Jenis Pungutan Desa yang dapat dipungut oleh Pemerintah Desa antara lain :

a. Pungutan yang berasal dari iuran warga sesuai dengan mata pencaharian masyarakat Desa berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat;

b. Pologoro;

c. Pungutan atas jasa usaha;

d. Pungutan yang berasal dari ijin fasilitas umum;

e. Pungutan lainnya sesuai kewenangan desa.

(5)

BAB III

RINCIAN JENIS DAN BESARNYA PUNGUTAN DESA Pasal 3

Rincian Jenis dan Besarnya Pungutan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ditetapkan sebagai berikut:

a. Pungutan atas jasa/retribusi yang usahanya di dalam pasar milik Desa dalam waktu pertahun dengan ukuran 3X3 m2 ditetapkan sebagai berikut;

1. Pungutan /retribusi terhadap pemakai los pasar/Petak/Plong Rp. 200.000,00

2. Pungutan /retribusi terhadap pemakai kios pasar Rp. 350.000,00 3. Pungutan /retribusi terhadap parkir kendaraan

*mobil Rp. 2.000,00 *motor Rp. 1.000,00

b. Pungutan atas jasa/retribusi yang usahanya lainnya di dalam Desa dalam waktu pertahun ditetapkan sebagai berikut;

1. Pungutan terhadap pemilik usaha mesin traktor Rp. 50.000,00 2. Pungutan terhadap pemilik usaha pengolahan kayu Rp. 100.000,00 3. Pungutan terhadap pemilik usaha kerajinan kayu Rp. 50.000,00 4. Pungutan terhadap pemilik mobil truk/bak Rp. 50.000,00 5. Pungutan terhadap pemilik usaha pengeras suara Rp. 30.000,00 6. Pungutan terhadap kelompok Ternak Rp. 200.000,00

c. Pungutan yang berasal dari ijin penggunaan fasilitas umum ditetapkan sebagai berikut:

1. Sewa LCD / hari Rp. 50.000,00

2. Sewa Jenset / hari Rp. 150.000,00

3. Sewa Mesin Diesel Rp. 50.000,00

4. Sewa Gedung / hari Rp. 300.000,00

5. Sewa Molen/zak pc Rp. 8.000,00

6. Sewa Mesin Perontok Padi/hari Rp. 25.000,00 7. Sewa Mobil Siaga (dalam kota) Rp. 100.000,00

d. Pungutan lainnya sesuai kewenagan desa ditetapkan sebagai berikut : 1. Pungutan terhadap pemohon ijin mendirikan bangunan/usaha Rp. 50.000,00

2. Pungutan terhadap pemohon ijin menggunakan pengeras suara Rp. 50.000,00

3. Pungutan terhadap pemohon ijin mengadakan hiburan Rp. 100.000,00

Pasal 4

Selain jenis-jenis pungutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pemerintah Desa dapat melakukan pungutan Desa untuk kegiatan sosial tertentu yang bersifat mendesak yang ditetapkan dengan Peraturan Kepala Desa setelah mendapat persetujuan Badan Permusyawaratan Desa.

(6)

BAB IV

PELAKSANAAN PUNGUTAN DESA Pasal 5

(1) Orang perorangan atau badan organisasi yang membutuhkan pelayanan surat- menyurat wajib membayar Pungutan Desa secara lunas sesuai ketentuan yang berlaku.

(2) Pungutan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilaksanakan oleh Pemerintah Desa atau Petugas yang ditunjuk.

BAB VI

PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN PUNGUTAN DESA Pasal 7

(1) Hasil Pungutan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 merupakan Pendapatan Asli Desa.

(2) Perencanaan penggunaan dan pengelolaan hasil Pungutan Desa sebagaimana dimaksud Pasal 3 ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

(3) Semua pendapatan dan pengeluaran yang berasal dari Pungutan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimasukan dalam Buku Kas Umum Desa dan oleh Bendahara Desa dicatat dalam buku Administrasi Keuangan Desa dan/atau Buku Bantu Kas lainnya.

(4) Pungutan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 tidak dibenarkan digunakan untuk membiayai kegiatan lain dari rencana yang telah ditetapkan.

(5) Hasil Pungutan Desa dipergunakan untuk kepentingan penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan kemasyarakatan Desa.

BAB VII

PERTANGGUNGJAWABAN DAN PENGAWASAN Pasal 8

(1) Pertanggungjawaban dan pengawasan Pendapatan Desa yang berasal dari Pungutan Desa dilaksanakan sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBDesa dan disampaikan dalam Laporan Pertangungjawaban Kepala Desa.

(2) Pengawasan terhadap pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh BPD.

BAB VIII PENUTUP

Pasal 9

(1) Dengan berlakunya Peraturan Desa ini maka semua ketentuan yang mengatur tentang Pungutan Desa yang bertentangan dan/atau tidak sesuai dengan Peraturan Desa ini dinyatakan tidak berlaku.

(2) Peraturan Desa ini berlaku selama tidak ada perubahan yang ditetapkan dengan Peraturan Desa penggantinya.

Pasal 10

Pada saat Peraturan Desa ini berlaku, Peraturan Desa Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pungutan Desa dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

(7)

Pasal 11

Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini dalam Lembaran Desa Tegalrejo, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen.

Ditetapkan di Tegalrejo

pada tanggal 15 Desember 2021

KEPALA DESA TEGALREJO

INDRO HARYANTO Diundangkan di Desa Tegalrejo

pada tanggal 15 Desember 2021 SEKRETARIS DESA TEGALREJO

M I S D AL

LEMBARAN DESA TEGALREJO TAHUN 2021 NOMOR 6

Referensi

Dokumen terkait

Melalui dua garis sejajar dipotong oleh garis lain diperoleh dan (sudut dalam berseberangan). Garis-garis Istimewa dalam Segitiga 1. Namakan titik potong

Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 26 Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 20 Tahun 2014 tentang Keuangan Desa, Kepala Desa menetapkan rancangan Peraturan

Bahwa sesuai dengan ketentuan pasal 8 Peraturan daerah kabupaten Kebumen Nomor 13 tahun 2004 .Tentang sumber pendapatan Desa,untuk segala pungutan baik berupa

Sedangkan kegiatan adalah bagian dari program yang memuat sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya sebagai masukan (input), untuk menghasilkan keluaran (output)

2.) Dalam proses instalasi kabel jaringan fiber optic diperlukan beberapa alat khusus yang untuk saat ini memang masih sangat mahal. 3.) Mengingat kabel jaringan

Grafik target kinerja, realisasi kinerja dan capaian kinerja pada Kegiatan Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala dari tahun 2014 s.d 2018. No Sasaran

Kesehatan merupakan harapan semua orang saat ini, ditengah hiruk pikuk, polusi dan kesibukan kerja di perkotaan. Pentingnya menjaga kesehatan menjadi salah satu tujuan hidup

tidak dapat secara efektif memenuhi setiap tujuan yang diinginkan, sehingga manajemen harus memilih tujuan-tujuan yang spesifik yang diyakini paling penting