Analisis Kinerja Angkutan Umum Perkotaan Jalur 01B dan 06 di Wilayah Surakarta.
Teks penuh
Dokumen terkait
Pengaturan jadwal operasi angkot dilakukan dengan, untuk jalur 1 (Kreneng- Sanglah) yang memiliki jumlah armada 10 unit, sementara armada yang dibutuhkan hanya 3 angkot maka
Jumlah armada jalur 1 memiliki kelebihan 6 armada dan jalur 2 sebesar 15 armada.Untuk meningkatkan kinerja pelayanan angkutan umum, armada yang jumlahnya berlebihan dialihkan
Dari hasil penelitian yang dilakukan didaptkan bahwa pelayanan rute angkutan umum pada beberapa kawasan belum optimal dan menjangkau seluruh wilayah dalam memenuhi
Angkutan Perdesaan adalah angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam satu daerah Kabupaten yang tidak termasuk dalam trayek kota yang berada pada wilayah
Berdasarkan survei yang dilakukan di jalur Kupang–Noelbaki merupakan jalur yang sangat ramai dengan banyaknya kendaraan dari berbagai penjuru, banyaknya
Frekuensi rata-rata belum memenuhi standartnya, Waktu antara (Headway) melebihi dari nilai Headway ideal 10-15 menit, Frekuensi rata-rata trayek LA belum memenuhi standartnya
Propinsi D.I.Yogyakarta" kondisi dan pelayanan angkutan umum saat ini buruk, dikarenakan jumlah bis yang sulit dikontrol, jadwal dan trayek yang masih sulit diatur, dan load
Berdasarkan kinerja angkutan umum yang telah ditinjau dengan standar world Bank (1986), maka dapat dikatakan untuk trayek A memiliki kecepatan, waktu perjalanan,