PT MORPHOSA INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2019
LAPORAN KEUANGAN
Laporan Posisi Keuangan………. 1 - 2
Laporan Laba Rugi………. 3
Laporan Perubahan Ekuitas……….. 4
Laporan Arus Kas……….. 5
Catatan atas Laporan Keuangan………. 6 - 13
=== oOo ===
PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2019
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
DAFTAR ISI
Halaman
LAPORAN KEUANGAN
4
Saldo laba
Penyertaan yang belum Jumlah dicadangkan
Saldo 1 Januari 2018 100.000.000 2.079.277.374 2.179.277.374
Laba bersih tahun berjalan - 2.509.861.639 2.509.861.639
Saldo Per 31 Desember 2018 100.000.000 4.589.139.013 4.689.139.013
Laba bersih tahun berjalan - 656.133.795 656.133.795
Saldo Per 31 Desember 2019 100.000.000 5.245.272.808 5.345.272.808 PT MORPHOSA INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
2019 2018
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba setelah pajak penghasilan 656.133.795 2.509.861.639
Beban pajak penghasilan 353.906.383 239.705.187
Beban penyusutan 188.534.454 145.766.493
Beban bunga 22.499.623 24.003.871
Pendapatan bunga (9.573.514) (8.720.662)
Perubahan modal kerja:
Piutang usaha (1.949.878.990) 1.620.305.076
Pajak dibayar dimuka 5.000.000 (5.000.000)
Uang Muka biaya (251.720.111) (48.680.502)
Piutang lain-lain (859.921.262) (1.039.320.721)
Biaya dibayar dimuka (11.220.998) (16.235.246)
Piutang karyawan (2.159.181) (4.349.220)
Utang pajak 81.501.642 (158.143.893)
Utang lain - lain - (1.311.692.160)
Uang Muka diterima 1.813.995.900 43.160.000
Utang Usaha 140.626.605 -
Biaya yang masih harus dibayar 90.644.396 164.841.493
Utang Leasing 47.749.623
Utang Pemegang Saham - 92.910.526 Pembayaran pajak penghasilan (353.906.383) (239.705.187)
Penerimaan bunga 9.573.514 8.720.662
Pembayaran bunga (23.409.703) (24.003.871)
Arus kas bersih diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas operasi (51.624.207) 1.993.423.485
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (325.467.250) (562.275.000)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (325.467.250) (562.275.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan - - Kenaikan bersih kas dan kas dibank (377.091.457) 1.431.148.485 Selisih kurs belum direalisasi kas dan kas dibank
Kas dan kas dibank awal tahun 1.655.223.542 224.075.057 Kas dan kas dibank akhir tahun 1.278.132.085 1.655.223.542
PT MORPHOSA INDONESIA LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak teripsahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
6
1. Pernyataan kepatuhan penyusunan laporan keuangan
2. Kebijakan Akuntansi
2.1. Dasar penyusunan laporan keuangan
2.2. Mata uang pelaporan dan transaksi, dan saldo dalam mata uang asing
2.3. Kas dan kas di bank
2.4. Piutang usaha
2.5. Aset tetap
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019
Kas dan kas di bank merupakan saldo kas dan saldo kas di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak dijadikan jaminan suatu pinjaman.
Direktur Perseroan menyatakan bahwa laporan keuangan tahun 2019 dan 2018 telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) dan telah memenuhi semua persyaratannya.
Laporan keuangan Perseroan terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Perseroan menyajikan laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas secara tersendiri.
Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas di bank entitas, yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Perseroan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode tidak langsung.
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perseroan menetapkan SAK-ETAP sebagai basis penyusunan laporan keuangan dan penentuan kebijakan akuntansi penting yang diterapkan untuk mengakui dan mengukur transaksi dan peristiwa yang relevan dengan Perseroan.
Laporan keuangan disusun berdasarkan basis kesinambungan usaha dan biaya historis. Laporan keuangan juga disusun berdasarkan basis akrual, kecuali laporan arus kas yang disusun berdasarkan basis kas.
Perseroan tidak membuat penyisihan piutang tidak tertagih, akan tetapi piutang akan langsung dihapuskan dalam periode dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.
Mata uang pelaporan yang digunakan oleh entitas adalah mata uang Rupiah, sekaligus sebagai mata uang fungsional. Semua jumlah-jumlah transaksi dan saldo akun disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain.
Aset tetap disajikan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Biaya perolehan meliputi harga beli aset tetap termasuk biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang siap digunakan serta estimasi awal biaya pembongkaran aset, biaya pemindahan aset dan biaya restorasi relokasi. Pajak-pajak yang dapat dikreditkan dan semua diskon dikurangkan dalam menentukan biaya perolehan. Penyusutan dimulai pada saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan berhenti ketika aset tetap dihapuskan. Penyusutan tidak berhenti ketika aset tetap tidak digunakan. Penyusutan diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi, kecuali memenuhi syarat untuk dikapitalisasi sebagai perolehan suatu aset berdasarkan SAK ETAP.
7
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. Kebijakan Akuntansi - lanjutan 2.5. Aset tetap - lanjutan
Jenis aset tetap Masa Manfaat Persentase
Kelompok 1 4 tahun 25%
Kelompok 2 8 tahun 12,5%
2.6. Perpajakan
2.7. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan diakui pada saat jasa diserahkan dengan dikirimkannya invoice kepada pelanggan.
Beban diakui pada saat terjadinya atau saat timbulnya kewajiban atas beban tersebut (accrual basis).
2.8. Imbalan kerja
Pendapatan Perusahaan dari jasa perencanaan merupakan subjek pajak penghasilan final 6%, sedangkan pendapatan Perusahaan dari jasa kontraktor merupakan subjek pajak penghasilan final 4%.
Perusahaan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar.
Pengeluaran untuk perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi.
Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan, dan laba atau rugi yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Undang-undang Republik Indonesia No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mewajibkan untuk membayarkan imbalan kerja kepada karyawannya pada saat berhenti bekerja dalam hal mengundurkan diri, pensiun normal, meninggal dunia dan cacat tetap. Besarnya imbalan pascakerja tersebut terutama berdasarkan lamanya masa kerja dan besarnya kompensasi karyawan pada saat penyelesaian hubungan kerja. Pada dasarnya imbalan kerja berdasarkan UU RI No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah program imbalan pasti.
Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan.
Penyusutan aset tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method ) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dengan rincian sebagai berikut:
Pendapatan dicatat sebesar nilai wajar atas pembayaran yang diterima atau masih harus diterima secara bruto, tidak termasuk diskon penjualan dan potongan volume. Jumlah yang menjadi bagian pihak ketiga seperti pajak pertambahan nilai dikeluarkan dari pendapatan. Jika terjadi pembayaran tangguh, maka entitas mengakui pendapatan sebesar nilai wajar yaitu sebagai nilai kini dari seluruh penerimaan masa depan yang ditentukan berdasarkan tingkat bunga terkait (imputed interest rate).
SAK-ETAP Bab 23 "lmbalan Kerja" mengatur perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas imbalan kerja.
Laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 2018, belum menerapkan SAK ETAP Bab 23 tentang Imbalan Kerja.
8
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. Kebijakan Akuntansi - lanjutan 2.9. Pinjaman
2.10. Liabilitas kontijensi
3. Kas dan kas di bank 2019 2018
Kas 9.000 -
Kas di Bank
PT Bank J Trust Indonesia Tbk - IDR 733.536.155 7.716.345 PT Bank Mandiri Persero Tbk - IDR 383.071.311 1.025.821.351
PT Bank CIMB Niaga Tbk - IDR 160.639.383 620.594.272
PT Bank Victoria International Tbk - IDR 876.236 1.091.574
Jumlah kas dan kas di bank 1.278.132.085 1.655.223.542
4. Piutang usaha 2019 2018
Terdiri dari:
PT. Telekomunikasi Indonesia 817.549.150 - PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia 558.052.000 -
PT. Berau Coal 313.290.000 -
PT. Gema Graha Sarana Tbk 165.000.000 - PT Colliers International Indonesia 110.175.340 23.187.500
PT Omega Moverindo Sukses 72.000.000 72.000.000
PT. Duta Realtindo Jaya 9.000.000 -
PT Avra Indonesia 1.424.573 1.424.573
Jumlah piutang usaha 2.046.491.063 96.612.073
Analisa umur piutang usaha sebagai berikut: 2019 2018
1 - 30 hari 1.241.014.490 23.187.500
31 - 60 hari 732.052.000 -
> 91 hari 73.424.573 73.424.573
Jumlah umur piutang usaha 2.046.491.063 96.612.073
5. Piutang lain-lain
Merupakan piutang kepada Tuan Okky Wardhana sebesar Rp 3.505.500.000,- pada tahun 2019 dan pada tahun 2018 sebesar Rp 2.645.578.738,-.
Liabilitas kontinjensi merupakan kewajiban potensial yang belum pasti. Perseroan tidak mengakui liabilitas kontinjensi sebagai kewajiban. Liabilitas kontinjensi diungkapkan pada tanggal pelaporan, uraian dan sifat kewajiban kontinjensi jika praktis dilakukan.
Biaya pinjaman diakui sebagai beban dalam laba rugi pada periode terjadinya. Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek kecuali Perseroan memiliki diskresi dan niat untuk memperpanjang sesuai persyaratan perjanjian dan akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan.
9
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. Aset tetap
1 Januari 2019 Penambahan Pengurangan 31 Agustus 2019 Harga perolehan
Inventaris kantor 165.131.851 6.054.750 - 171.186.601 Mesin dan peralatan kantor 258.503.045 56.097.500 - 314.600.545 Kendaraan 528.170.000 263.315.000 - 791.485.000
951.804.896
325.467.250 - 1.277.272.146 Akumulasi penyusutan
Inventaris kantor 130.218.981 34.913.995 - 165.132.976 Mesin dan peralatan kantor 132.853.527 60.170.563 - 193.024.090 Kendaraan 62.148.750 93.449.896 - 155.598.646
325.221.258
188.534.454 - 513.755.712
Nilai buku 626.583.638 763.516.434
1 Januari 2018 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2018
Harga perolehan
Inventaris kantor 165.131.851 - - 165.131.851 Mesin dan peralatan kantor 208.228.045 50.275.000 - 258.503.045 Kendaraan 16.170.000 512.000.000 - 528.170.000
389.529.896
562.275.000 - 951.804.896 Akumulasi penyusutan
Inventaris kantor 88.936.019 41.282.962 - 130.218.981 Mesin dan peralatan kantor 80.412.496 52.441.031 - 132.853.527 Kendaraan 10.106.250 52.042.500 - 62.148.750
179.454.765
145.766.493 - 325.221.258
Nilai buku 210.075.131 626.583.638
7. Perpajakan
a. Pajak dibayar dimuka 2019 2018
Terdiri dari:
PPN - 5.000.000
Jumlah pajak dibayar dimuka - 5.000.000
b. Utang pajak 2019 2018
Terdiri dari:
PPN 82.862.516 8.379.585
PPh Ps. 21 24.020.706 17.719.126
PPh Ps. 23 202.283 356.723
PPh Ps. 26 152.891 191.400
Jumlah utang pajak 107.238.396 26.646.834
2019
2018
10
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. Perpajakan - lanjutan
c. Beban pajak penghasilan 2019 2018
Perhitungan PPh Badan adalah sebagai berikut:
Pendapatan subjek PPh final 4% 7.656.569.617 5.764.387.440 Pendapatan subjek PPh final 6% 794.060.000 152.161.500
PPh final 353.906.383 239.705.188
2019 2018
1.010.040.178
2.749.566.827
Koreksi fiskal:
Penghasilan final (8.460.203.131) (5.925.269.602)
Beban sehubungan penghasilan final 7.450.162.953 3.175.702.775 Penghasilan kena pajak - -
d. Administrasi
8. Utang leasing 2019 2018
Saldo awal pinjaman 280.065.871 358.053.394
Ditambah:
Kontrak leasing tahun berjalan 196.234.000 -
Dikurangi:
Bagian liabilitas jangka panjang jatuh
tempo dalam satu tahun 167.025.257 115.224.378
Pembayaran 148.484.377 77.987.523
Liabilitas jangka panjang 160.790.237 164.841.493
9. Modal saham
Susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perseroan menghitung, menetapkan, dan membayar sendiri jumlah pajak terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perhitungan laba (rugi) akuntansi sebelum pajak penghasilan untuk tahun 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Laba sebelum taksiran beban pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi
Tingkat suku bunga pada tahun 2019 berkisar antara 7,36% (2018: berkisar 4,99%).
Beban bunga pinjaman yang dibebankan dalam laporan laba rugi berjalan tahun 2019 dan 2018, masing- masing sebesar Rp.22.499.623,- dan Rp.24.003.871,-.
11
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. Modal saham - lanjutan
Jumlah lembar Persentase Nilai
saham kepemilikan nominal
Tuan Okky Wardhana 90 90% 90.000.000
Tuan Fajri Febrian 10 10% 10.000.000
Jumlah 100 100% 100.000.000
10. Pendapatan
11. Beban langsung 2019 2018
Terdiri dari:
Beban furniture 3.367.536.618 130.000.000
Beban pembelian material 632.726.454 656.274.100
Beban gaji, upah, Tenaga Ahli dan komisi 425.076.760 183.491.125 Beban langsung lainnya (dibawah Rp 100 juta) 4.556.000 2.468.800
Jumlah beban langsung 4.429.895.832 972.234.025
12. Beban usaha
Terdiri dari beban administrasi dan umum dengan rincian sebagai berikut:
2019 2018
Terdiri dari:
Beban gaji dan tunjangan 2.010.659.336 1.522.110.301
Beban pemeliharaan 188.845.929 127.595.414
Beban Penyusutan 188.534.454 145.766.493
Beban konsultan 117.350.705 108.515.929
Beban telepon, listrik, dan internet 87.315.465 77.080.981
Beban transportasi 39.244.752 47.132.110
Beban rumah tangga kantor 26.238.100 21.050.420
Beban ATK dan cetakan 27.304.782 20.966.640
Lain-lain (di bawah Rp 10 juta) 312.326.384 95.539.692
Jumlah beban usaha 2.997.819.907 2.165.757.980
13. Sumber utama ketidakpastian estimasi
Pendapatan Perseroan sebesar Rp 8.450.629.617,- dan Rp 5.916.548.940,- masing-masing pada tahun 2019 dan 2018.
Nama Pemegang Saham
Dalam menyusun laporan keuangan, Perseroan menggunakan basis estimasian dan pertimbangan untuk menentukan saldo-saldo dalam laporan keuangan. Estimasi dan pertimbangan yang digunakan tersebut terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang diyakini wajar. Meskipun estimasi dan pertimbangan tersebut disusun berdasarkan pengetahuan terbaik Perseroan atas peristiwa dan kondisi pada saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah estimasi semula. Berikut penjelasan sifat beberapa akun yang menggunakan estimasi dan pertimbangan secara signifikan, sedangkan terkait dengan penyajian jumlah dan saldo dapat dilihat pada catatan yang relevan.
12
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. Sumber utama ketidakpastian estimasi - lanjutan Penyusutan
Pajak Penghasilan
Ketidakpastian liabilitas perpajakan
14. Umum
14.1. Pendirian
14.2. Susunan dewan komisaris dan dewan direksi
Komisaris : Tuan Fajri Febrian
Direktur : Tuan Okky Wardhana
14.2. Maksud dan tujuan
Perseroan mengakui beban penyusutan aset tetap berdasarkan estimasi umur manfaat berdasarkan suatu metode penyusutan sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan. Metode penyusutan ditetapkan berdasarkan ekspektasi pola pemanfaatan ekonomi aset pada masa mendatang. Pada setiap akhir tahun, Perseroan mereviu umur manfaat dan metode penyusutan untuk mendapatkan basis estimasi yang paling optimal.
Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang jasa, pembangunan, perdagangan, percetakan dan perbengkelan. Kegiatan utama Perseroan adalah dalam bidang jasa pembangunan dan Lihat catatan 7. Aset tetap yang mengungkapkan besarnya beban dan akumulasi penyusutan.
PT Morphosa Indonesia (“Perseroan”) didirikan berdasarkan akta No. 06 tanggal 11 Januari 2012, dari Merryana Suryana, S.H., notaris di Jakarta. Anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan nomor AHU-03595.AH.01.01 Tahun 2012 pada tanggal 20 Januari 2012.
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan per 31 Desember 2019 dan 2018 adalah sebagai berikut:
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Perseroan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan penghasilan badan. Lihat catatan 7 atas laporan keuangan untuk penjelasan rinci.
Dalam situasi tertentu, Perseroan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah kewajiban pajak pada saat ini, atau masa depan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak dimasa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui, terkait dengan kewajiban pajak yang tidak pasti, Perseroan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah kewajiban yang harus diakui sesuai dengan Bab 24 SAK ETAP - "Pajak Penghasilan". Perseroan membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan apakah kewajiban pajak atas beban pajak yang belum diakui harus diakui.
13
PT MORPHOSA INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Periode Berakhir 31 Desember 2019 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. Umum - lanjutan
14.2. Maksud dan tujuan - lanjutan
design.
Perseroan berkedudukan dan melaksanakan kegiatan usaha di Jl. Wijaya 1 No. 3C, Jakarta 12170.
14.3. Tanggal penyelesaian laporan keuangan
Direksi Perseroan bertanggung jawab atas penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tahun berakhir pada 31 Desember 2019 yang diselesaikan pada tanggal 27 April 2020.