1
PENGARUH PENGARAHAN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA
Disusun Oleh : Putri Wahyu Novika,SE.,MM
ABSTRACT
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Kedisiplinan terhadap Efektivitas Kerja. Makalah ini merupakan studi kepustakaan yang bertujuan untuk mengetahui dan menguatkan apa yang telah dikemukakan oleh para ahli terdahulu. Metode yang digunakan dalam makalah ini adalah metode deskriptif dengan menggabungkan pendapat dari beberapa sumber. Hasil dari studi kepustakaan menunjukan banyak faktor penentu efektivitas kerja, diantaranya pengarahan. Pengarahan diartikan kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan di dalam suatu organisasi untuk membimbing, menggerakkan, mengatur segala kegiatan yang telah ditentukan. Efektivitas diartikan suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) yang telah dicapai oleh manajemen, yang mana target tersebut sudah ditentukan terlebih dahulu.
Kata Kunci : Pengarahan dan Efektivitas Kinerja
Penddahuluan
Manajemen1 sumber daya manusia yang baik akan sangat berpengaruh dan berdampak positif terhadap efektivitas pekerjaan dalam suatu intansi atau organisasi perusahaan. Tanpa adanya pengelolaan atau manajemen terhadap sumberdaya manusia2 sebagai pelaku kerja, suatu intansi atau perusahaan tidak akan bisa mencapai output yang diharapkan sebagai hasil akhir. Oleh karena itu manajemen pengelolaan sumberdaya manusia menjadi bagian penting dalam organisasai manapun baik itu instansi pemerintah ataupun perusahaan yang dimiliki oleh sekelompok orang.
1 Atik & Ratminto, Manajemen Pelayanan Disertai dengan Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), Hal. 1
2 Sedarmayanti, Tata Kerja dan Produktivitas Kerja, (Jakarta: Mandar Maju, 2009), hal 6
Kemajuan perekonomian, organisasi, instansi pemerintahan ataupun perusahaan yang semakin pesat dewasa ini membuat sumber daya manusia menjadi unsur yang sangat penting bagi kemajuan organisasi. Pemanfaatan sumber daya manusia3 akan sangat berpengaruh dan memiliki dampak positif untuk meningkatkan kwaliatas yang dihasilkan dalam sebuah organisasi.
Pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi tidak lepas dari pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan. Dalam organisasi manapun termasuk dalam perusahaan, pimpinan memegang peranan yang sangat strategis dan penting. Oleh karena itu, kedudukan pemimpin sangat mendominasi semua aktivitas yang dilakukan suatu organisasi. Kepemimpinan4 merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.
Salah satu fungsi yang sangat penting dalam sebuah manajemen adalah fungsi pengarahan. Semakin baik fungsi pengarahan yang dilakukan seorang pimpinan akan berdampak baik pula terhadap efektivitas kerja karyawan. kondisi sebaliknya rendahnya efektivitas pegawai selain disebabkan oleh pengawasan, disebabkan juga oleh kurangnya pengarahan dari pimpinan.
Seorang pimpinan yang baik hendaknya sering memberi pengarahan kepada karyawannya karena hal tersebut dapat menunjang prestasi kerja karyawan. Pengarahan ini dapat dilakukan dengan cara persiasif atau bujukan dan intruksi, tergantung cara mana yang dianggap paling efektif terhadapa karyawan di tempat tersebut. Pengarahan dilakukan bertujuan untuk memberikan arahan kepada sumber daya manusia sebagai pegawai di dalam suatu organisasi atau perusahaan agar pegawai tersebut mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.
3 Syafrinaldi, Pengaruh Pengawasan dan Pengarahan Pimpinan Terhadap Semangat Kerja Pegawai KPU Kabupaten Pasaman Barat,(E-Jurnal Apresiasi Ekonomi, September 2013), Vol. 1, Hal. 181-189
4 Priono, Pengatar manjeme,(Sidoarjo: Zifatma Publshing, 2010), hal. 43
Pengarahan 5berhubungan erat dengan kepemimpinan dan aktivitas dalam fungsi pengarahan anatara lain pendelgasian, komunikasi, pelatihan dan motivasi.
Pengertian secara sederhana tentang pengarahan6 dapat diartikan sebagai suatu proses pembimbingan, pemberian petunjuk dan instruksi kepada pegawai agar mereka bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Adapun kegiatan yang berada di bawah fungsi pengarahan7 meliputi beberapa hal, dan kegiatan-kegiatan ini harus dilakukan oleh seorang manajer demi mencapai tujuan organisasi. Aktivitas dalam fungsi pengarahan antara lain komunikasi, delegasi, memotivasi bawahan, pengawasan, promosi staf, manajemen konflik dan melakukan bimbingan.
Seorang karyawan layaknya manusia biasa yang senang dengan adanya suatu perhatian dari yang lain, apabila perhatian tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja mereka. Salah satu bentuk perhatian yang dapat dilakukan oleh seorang pimpinan adalah dengan memberikan arahan-arahan yang sesuai dengan keperluan perusahaan. Tujuannya adalah agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik. Para ahli banyak berpendapat kalau fungsi pengarahan merupakan fungsi terpenting dalam manajemen.
Fungsi pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan juga akan berpengaruh besar terhadap efektivitas kinerja karyawan pada suatu organisasi. Secara umum, efektivitas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu organisasi untuk melakukan tugas pokoknya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Efektivitas8 merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5 Mazly Astuty, Hubungan Pelaksanaan Fungsi Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Haji Jakarta, (Tesisi Magister Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016), hal. 34.
6 Syafrinaldi, Pengaruh Pengawasan dan Pengarahan Pimpinan Terhadap Semangat Kerja Pegawai KPU Kabupaten Pasaman Barat,(E-Jurnal Apresiasi Ekonomi, September 2013), Vol. 1, Hal. 181-189
7 Marquis & Huston, Leadership Roles and Mangemen Function in Nursing: theory &
aplication, 6th (ed. Philadelphia: Lippincott, 2009)
8 Handoko, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, (Yogyakarta: BPFE, 2011), hal. 74
Efektivitas merupakan unsur pokok aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas berkaitan dengan keseimbangan atau pendekatan yang optimal dalam pencapaian tujuan, kemampuan, dan pemanfaatan tenaga manusia. Jadi konsep tingkat efektivitas menunjukkan pada tingkat sejauh mana organisasi melaksanakan kegiatan atau fungi-fungsi tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan menggunakan alat-alat dan sumber daya secara optimal.
Pengertian efektivitas dikemukakan oleh beberapa ahli diantaranya Efektivitas9 adalah kemampuan untuk memilih tujuan-tujuan atau sasaran-sasaran yang tepat dan mencapainya. Efektivitas ditinjau dari sudut pencapaian tujuan10, dimana keberhasilan suatu organisasi harus mempertimbangkan bukan saja sasaran organisasi tetapi juga mekanisme mempertahankan diri dalam mengejar sasaran.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa efektivitas merupakan suatu keadaan yang menunjukan keberhasilan kerja yang baik dan sempurna atau prestasi yang optimal. Efektivitas kerja juga merupakan keberhasilan sesorang melakukan suatu pekerjaan secara maksimal sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebeumnya sehingga tidak menimbulkan pemborosan baik waktu, tenaga, biaya maupun segala sesuatu yang berakibat tidak berhasilnya suatu pekerjaan. Oleh karena itu perusahaan dalam meningkatkan efektivitas kerja segala fungsi manajemen harus dilaksanakan termasuk fungsi pengarahan.
Fungsi pengarahan yang kurang baik akan berpengaruh terhadap efektivitas pekerjaan dari setiap program yang direncanakan baik itu dari segi waktu, tugas, produktivitas, motivasi, evaluasi kerja dan pengawasa. Tanpa pengarahan yang baik dapat dipastikan segala program yang direncanakan tidak akan berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan perencanaan. Penjelasan di
9 Silalahi, Ulbert,. Asas-asas manajemen Cetakan ke 1. (Jakarta :PT. Refika, 2011), hal.
461
10 Tannembaum, Manajemen perilaku Organisasi Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, (Jakarta : Penerbit Erlangga, 2005), hal. 50
atas merupakan bagaimana pentingnya pengarahan pimpinan terhadap efektivitas kerja karyawan.
Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas agar permasalahan dalam makalah ini tidak melebar, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
“Bagaiman Pengaruh Pengarahan Terhadap Efektivitas Kerja?”.
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan malah yang telah ditentukan, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengarahan Terhadap Efektivitas Kerja.
Pembahasan 1. Pengarahan
Organisasi merupakan sesuatu komunitas tempat pimpinan dan para pegawai bekerja secara harmonis, tanpa salah satu pihak menguasai pihak yang lain, serta mampu menyelesaikan segala perbedaan dan pertentangan yang ada melalui diskusi. Pimpinsn dalam suatu organisasi memiliki kewajiban untuk membantu pegawai dalam organisasi untuk saling bekerja bersama mencapai kepentingan-kepentingan yang terintegrasi. Salah satu kewajiban dan keharusan seorang pimpinan dalam membantu pegawai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ialah memberikan pengarahan pada setiap tujuan tindakan yang dilakukan.
Pengarahan merupakan salah satu fungsi terpenting dalam sebuah manjemen, dimana fungsi-fungsi yang ada dalam manjemen tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan
sumber daya yang ada. Adapun fungsi-fungsi11 dalam suatu manajemen terdiri dari :
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah proses dari rangkaian kegiatan untuk menetapkan terlebih dahulu tujuan yang diharapkan pada suatu jangka waktu tertentu atau periode waktu yang telah ditetapkan serta tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah proses dan kegiatan dalam pembagian oekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan, penentuan hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka serta pemeliharaan lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang pantas.
c. Pengarahan (Directing)
Pengarahan adalah satu rangkaian kegiatan untuk memberi petunjuk atau intruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau beberapa bawahan, atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
d. Pemotivasian (Motivating)
Pemberian motivasi adalah suatu proses dalam rangkaian kegiatan seorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat dan kegairahan kerja serta dorongan kepada karyawan untuk dapat melakukan kegiatan sebagaimana yang diharapakan.
e. Pengendalian (controlling)
Pengendalian adalah suatu proses dan rangkaian kegiatan untuk mengusahakan agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tahapan yang harud dilalui. Dengan demikian apabila ada kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana dan tahapan, perlu diadakan suatu perbaikan.
Fungsi-fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Namun terdapat perbedaan
11 Sastrorahardiwiroyo , Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hal. 25
pandangan mengenai fungsi-fungsi manajemen oleh beberapa ahli. Berikut ini gamabaran sederhana tetang fungsi pengarahan yang dikemukakan oleh beberapa ahli :
Gambar 2.2
Fungsi-fungsi Manajemen dari Pendapat Beberapa Ahli
George R. Terry12 Menurut Henry Fayol13 Ricki W. Griffin14 Perencanaan
(planning) Pengorganisasian (organizing)
Pengarahan (actuating) Pengendalian
(controlling)
Perencanaan (planning) Pengorganisasian(organizing) Pengarahan (commanding) Pengkoordinasian
(coordinating)
Pengendalian (controlling)
Perencanaan dan
Pengambilan Keputusan (planning and decision making)
pengorganisasian (organizing)
Pengarahan (leading) pengendalian (controlling)
1.1. Pengertian Pengarahan
Fungsi pengarahan dapat menstimulus orang untuk berperilaku dan bertindak sesuai denga tujuan organisasi, dimana tujuan organisasi ini di tentukan dan dirumuskan secara bersama-sama pada fase perencanaan funsi menajemen.
Pengarahan merupakan proses untuk menumbuhkan semangat pada karyawan . Definisi fungsi pengarahan secara sederhana dikemukakan oleh Handoko15 yang menjelaskan bahwa fungsi pengarahan bertujuan adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan, dan harus mereka lakukan. Pengertian ini menunjukan bahwa pengarahan dilakukan untuk memberikan arahan kepada sumber daya manusia sebagai pegawai di dalam
12 Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hal. 38
13 Safroni, Manajemen dan Reformasi Pelayanan Publik dalam Konteks Birokrasi Indonesia, (Surabaya: Aditya Media Publishing, 2012), hal. 47
14 Safroni, Manajemen dan Reformasi Pelayanan Publik dalam Konteks Birokrasi Indonesia, (Surabaya: Aditya Media Publishing, 2012), hal. 47
15 Handoko, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, (Yogyakarta: BPFE, 2011), hal. 25
suatu organisasi atau perusahaan agar pegawai tersebut mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Pengertian yang sama diungkapkan oleh Siswanto mengatakan bahwa pengarahan16 dapat diartikan sebagai suatu proses pembimbingan, pemberian petunjuk dan instruksi kepada pegawai agar mereka bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
George R. Terry17 dalam Hasibuan mengemukakan bahwa pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok agar mau bekerjasama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian. Pengarahan adalah fase kerja manajemen, dimana manajer berusaha memotivasi, membina komunikasi, menangani konflik, kerja sama, dan negosiasi18.
Pemaparan diatas menunjukan bahwa fungsi pengarahan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan di dalam suatu organisasi untuk membimbing, menggerakkan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksananakan suatu kegiatan usaha.
2.2.1. Ruang Lingkup Pengarahan
Seorang pimpinan yang baik hendaknya sering memberi pengarahan kepada anggotanya karena hal tersebut dapat menunjang prestasi kerja karyawan.
Seorang karyawan juga layaknya manusia biasa akan merasa senang dengan adanya arahan dari pimpinan. Beberapa ahli managemen mengemukakan aktivitas pengarahan yang dilakuakn oleh pimpinan bervariasi sepanjang pengarahan tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan bersama. Swansbrug19 menyatakan bahwa “pengarahan berhubungan erat dengan kepemimpinan, dan aktivitas dalam
16 Siswanto, Pengatar Semangat Kerja Terhdap Karyawan, (Jakarta : Gramedia, 2010), hal. 111
17 Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hal. 183
18 Marquis & Huston, Leadership Roles and Mangemen Function in Nursing: theory &
aplication, 6th (ed. Philadelphia: Lippincott, 2009)
19 Swansbrug, R.C. Intoductory Mangemen and leadership for nurse, 2th ( Canada:
Jones and Bartlett, 1999)
fungsi pengarahan antara lain pendelegasian, komunikasi, pelatihan dan motivasi.
Marquis dan Huston dalam Astuty20 menyebutkan “Aktivitas dalam fungsi pengarahan mencakup motivasi, komunikasi, delegasi dan manajemen konflik”.
Ahli lain memiliki pendapat yang kurang lebih sama antara satu dengan yang lainnya terkait dengan fungsi pengarahan. Korn dalam Swsnburg21 mengatakan “Aktivitas pengarahan mencakup pengawasan, membuat penugasan, memberikan pengarahan, observasi, evaluasi dan kepemimpinan serta hubungan interpersonal dengan teman sejawat dan pemberian motovasi kepada karyawan”.
2.2.2. Konsep Pengarahan
Menurut Bechtel yang dikutip oleh Sutrisno22, pengraham terdiridari 4 komponen yang dilakukan secara berurutan yang terdiri dari:
1. Greeting merupakan saat dimana terdapat kesempatan untuk menyambut satu sama lain baik melalui salam maupun berjabat tangan.
2. Sharing membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik dan komplek seperti memfokuskan ide dan mengajukan pertanyaan yang memperluas topik. Selama kegiatan sharing, peserta pengarahan mendengarkan dan kemudian memiliki kesempatan untuk merespon dengan pertanyaan atau komentar.
3. Group activity merupakan aktivitas kelompok dengan berbagai kegiatan yang membantu membangun komunitas dan memungkinkan semua orang untuk berkontribusi pada tingkat mereka sendiri. Beberapa kegiatan group activity seperti mendengarkan, mengikuti petunjuk dari pimpinan, dan menerapkan penguasaan diri.
4. Newsand announcement merupakan kegiatan yang dilakukan pada akhir pengarahan, peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat pratinjau dari kegiatan selanjutnya dan mendapatkan beberapa pengumuman dari peserta yang lain.
20 Mazly Astuty, Hubungan Pelaksanaan Fungsi Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Haji Jakarta, (Tesisi Magister Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016), hal. 34
21 Swansbrug, R.C. Intoductory Mangemen and leadership for nurse, 2th ( Canada:
Jones and Bartlett, 1999)
22 Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hal. 67
2. Efektivitas
1. Pengertian Efektivitas Kerja
Kata efektif berasal dari bahasa Inggris yaitu effective yang berarti berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Kamus ilmiah populer mendefinisikan efetivitas sebagai ketepatan penggunaan, hasil guna atau menunjang tujuan. Efektivitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan di dalam setiap organisasi, kegiatan ataupun program. Disebut efektif apabila tercapai tujuan ataupun sasaran seperti yang telah ditentukan.
Pengertian tentang efektivitas dikemukakan oleh Silalahi23 yang mengemukakan bahwa “Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan- tujuan atau sasaran-sasaran yang tepat dan mencapainya”. Karena itu efektivitas menunjuk pada kaitan antara output atau apa yang sudah dicapai atau hasil yang sesungguhnya dicapai dengan tujuan atau apa yang sudah ditetapkan dalam rencana atau hasil yang diharapkan. Sedangkan Georgopolous dalam Tannembaum24 mengemukakan “Efektivitas ditinjau dari sudut pencapaian tujuan, dimana keberhasilan suatu organisasi harus mempertimbangkan bukan saja sasaran organisasi tetapi juga mekanisme mempertahankan diri dalam mengejar sasaran. Dengan kata lain, penilaian efektivitas harus berkaitan dengan mesalah sasaran maupun tujuan”. Definisi dari efektivitas pun dikemukakan oleh Sedarmayanti25 yang mengemukakan bahwa “efektivitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target yang dapat tercapai”.
Dari beberapa pendapat di atas mengenai efektivitas, dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) yang telah dicapai oleh manajemen, yang mana target tersebut sudah ditentukan terlebih dahulu. Dalam hal ini efektivitas
23 Ulbert, Silalahi Asas-asas manajemen Cetakan ke 1. (Jakarta: PT. Refika, 2011), hal.
416
24 Tannembaum 2005. Manajemen perilaku Organisasi Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, (Jakarta : Erlangga, 2005),
25 Sudarmayanti, Sumberdaya Manusia dan Produktivitas Kerja, (Jakarta: CV mandar Maju, 2011), hal. 59
merupakan pencapaian tujuan organisasi melalui pemanfaatan sumber daya yang dimiliki secara efisien, ditinjau dari sisi masukan (input), proses, maupun keluaran (output).
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja
Untuk terwujudnya kerja yang efektif, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, menurut Richard M.Steers dalam Rahayu26 (2012:26) terdapat empat macam faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja, yaitu:
1. Karakteristik Organisasi
Karakteristik organisasi terdiri dari struktur dan teknologi. Struktur diartikan sebagai hubungan yang relatif tetap sifatnya, merupakan cara suatu organisasi menyusun orang-orangnya untuk menciptakan sebuah organisasi yang meliputi faktor- faktor seperti desentralisasi pengendalian., jumlah spesialisasi pekerjaan, cakupan perumusan interaksi antar pribadi dan seterusnya.
2. Karakteristik Lingkungan
Karakteristik lingkungan ini mencakup dua aspek, yaitu internal dan eksternal. Lingkungan internal dikenal sebagai iklim organisasi. Yaitu meliputi macam-macam atribut lingkungan yang mempunyai hubungan dan segi-segi dan efektivitas, khususnya atribut yang diukur pada tingkat individual. Lingkungan eksternal adalah kekuatan yang timbul dai luar batas organisasi, yang mempengaruhi keputusan serta tindakan didalam organisasi seperti kondisi ekonomi, pasar dan peraturan pemerintah.
3. Karakteristik Pekerja
Karateristik pekerja berhubungan dengan peranan perbedaan individu para pekerja dalam hubungannya dalam efektivitas
4. Kebijakan dan Praktek Manajemen
Manajer mempunyai peranan penting dalam keberhasilan suatu organisasi melalui perencanaan, koordinasi dan memperlancar kegiatan ke arah yang menjadi sasaran.
26 Rahayu (2012). Pengaruh Disiplin Kerja dan Pengawasan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. (Penelitian Fakultas Ilmu Sosia Universitas Negeri Semarang, 2012), hal. 26
3. Indikator Efektivitas Kerja
Banyak para ahli mengemukakan indikator terkait dengan efektivitas diantaranya Richard M.Steers dalam Rahayu27, mengungkapkan usaha membina pengertian efektivitas yang semula bersifat abstrak itu menjadi sedikit banyak mengidentifikasi segi-segi yang lebih menonjol yang berhubungan dengan konsep ini. Walaupun ada sederetan panjang kriteria evaluasi yang dipakai, namun kriteria yang paling banyak digunakan adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan menyesuaikan diri
Kemampuan menyesuaikan diri sangatlah penting, karena hal ini merupakan tujuan organisasi, dimana dengan mampu menyesuaikan diri pegawai akan dapat bekerjasama dengan orang lain sehingga pemenuhan kebutuhan dan tujuan organisasi tercapai. Kemampuan kerja manusia terbatas baik fisik, waktu, tempat, pendidikan serta faktor lain yang membatasi kegiatan manusia.
Kemampuan menyesuaikan diri ini sangat penting karena hal tersebut merupakan sarana tercapainya kerjasama antara karyawan yang dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi.
2. Kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah faktor yang berhubungan langsung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai karyawan dalam pencapaian tujuan organisasi. Dalam hal ini Richard M. Steers mengemukakan hal sebagai berikut : Kepuasan kerja adalah tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaan dalam organisasi. Tingkat rasa puas individu, bahwa mereka dapat imbalan yang setimpal, dari bermacam-macam aspek situasi pekerjaan dan organisasi tempat mereka berada.
3. Prestasi kerja
Prestasi kerja adalah suatu penyelesaian tugas pekerjaan yang sudah dibebankan sesuai dengan target yang telah ditentukan, bahkan ada yang melebihi
27 Rahayu (2012). Pengaruh Disiplin Kerja dan Pengawasan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. (Penelitian Fakultas Ilmu Sosia Universitas Negeri Semarang, 2012), hal. 29
target yang telah ditentukan sebelumnya. Prestasi kerja yang telah dicapai akan mempengaruhi orang lain untuk dapat melakukan hal yang sama, dengan demikian maka hasil kerja dalam suatu organisasi menjadi lebih baik.
Sedangkan kriteria atau indikator dari pada efektivitas menurut Tangkilisan28 yaitu diantaranya sebagai berikut :
1. Pencapaian target: maksud dari pencapaian target disini diartikan sejauh mana target dapat ditetapkan organisasi, dapat terealisasikan dengan baik.
Hal ini dapat dilihat dari sejauh mana pelaksanaan tujuan organisasi dalam mencapai target sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
2. Kemampuan adapatasi: keberhasilan suatu organisasi dilihat dari sejauh mana organisasi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi baik dalam organisasi dan luar organisasi.
3. Kepuasan kerja: suatu kondisi yang dirasakan oleh seluruh anggota organisasi yang mampu memberikan kenyamanan dan motivasi bagi peningkatan kinerja organisasi. Yang menjadi fokus elemen ini adalah antara pekerjaan dan kesesuaian imbalan atau sistem intensif yang diberlakukan bagi anggota organisasi yang berprestasi dan telah melakukan pekerjaan melebihi beban kerja yang ada.
4. Tanggung jawab: organisasi dapat melaksanakan mandat yang telah diembannya sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat sebelumnya. Dan bisa menghadapi serta menyelesaikan masalah yang terjadi dengan pekerjaannya.
Kesimpulan
Pemaparan diatas menunjukan bahwa fungsi pengarahan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan di dalam suatu organisasi untuk membimbing, menggerakkan, mengatur segala kegiatan yang telah diberi tugas dalam melaksananakan suatu kegiatan usaha. Salah satu fungsi yang sangat penting dalam sebuah manajemen adalah fungsi pengarahan. Semakin baik fungsi pengarahan yang dilakukan seorang pimpinan akan berdampak baik pula terhadap efektivitas kerja karyawan. kondisi sebaliknya rendahnya efektivitas pegawai
28 Tangklissan, Hessel, Nogi, Manajemen Publik. (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2010), hal. 314
selain disebabkan oleh pengawasan, disebabkan juga oleh kurangnya pengarahan dari pimpinan
Secara umum, efektivitas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu organisasi untuk melakukan tugas pokoknya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Atik & Ratminto. 2012. Manajemen Pelayanan Disertai dengan Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Handoko. 2011. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta:
BPFE
Hasibuan. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
Marquis & Huston. 2009. Leadership Roles and Mangemen Function in Nursing:
theory & aplication, 6th.ed. Philadelphia: Lippincott.
Mazly Astuty. 2016. Hubungan Pelaksanaan Fungsi Pengarahan Kepala Ruangan Dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Haji Jakarta. Tesisi Magister Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Priono. 2010, Pengatar manjeme. Sidoarjo: Zifatma Publshing
Rahayu. 2012. Pengaruh Disiplin Kerja dan Pengawasan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. Penelitian Fakultas Ilmu Sosia Universitas Negeri Semarang Safroni. 2012. Manajemen dan Reformasi Pelayanan Publik dalam Konteks
Birokrasi Indonesia. Surabaya: Aditya Media Publishing
Sastrorahardiwiroyo. 2010. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional. Jakarta: Bumi Aksara
Sedarmayanti. 2009. Tata Kerja dan Produktivitas Kerja. Jakarta: Mandar Maju Silalahi. 2011. Asas-asas manajemen Cetakan ke 1. Jakarta :PT. Refika
Siswanto. 2010. Pengatar Semangat Kerja Terhdap Karyawan. Jakarta : Gramedia
Sudarmayanti. 2011. Sumberdaya Manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta: CV mandar Maju
Sutrisno.2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Pertama. Jakarta: Rineka Cipta
Swansbrug, R.C. 1999. Intoductory Mangemen and leadership for nurse, 2th .Canada: Jones and Bartlett
Syafrinaldi. 2013. Pengaruh Pengawasan dan Pengarahan Pimpinan Terhadap Semangat Kerja Pegawai KPU Kabupaten Pasaman Barat. E-Jurnal Apresiasi Ekonomi. Vol. 1, Hal. 181-189
Tangklissan, Hessel, Nogi. 2010. Manajemen Publik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Tannembaum. 2005. Manajemen perilaku Organisasi Pendayagunaan Sumber Daya Manusia. Jakarta : Penerbit Erlangga