7
PERANAN METODE DEMONTRASI DALAM MATA PELAJARAN PAK BAGI PESERTA DIDIK DI SEKOLAH
Faransina Ndolu STT Paulus Jakarta
ABSTRACT
The achievement of goals that are not optimal is a problem in the teaching and learning process. The purpose of a learning will be achieved supported by a method that is in accordance with the learning material and the participants who receive the learning. Learning methods can be said to be the main factor in helping students achieve maximum goals. One of the methods in learning is the demonstration method. In this case, this demonstration method describes a learning material by explaining and directly demonstrating it to students through props. The demonstration method using teaching aids can be used by various subjects such as Christian Religious Education, Biology, Mathematics and other subjects. By presenting directly to children what is being studied will make it easier for children to understand clearly rather than just explaining theoretically without showing the form of what is being studied.
Keywords: demonstration method
ABSTRAK
Pencapaian tujuan yang tidak maksimal merupakan satu masalah dalam proses belajar mengajar. Tujuan suatu pembelajaran akan tercapai didukung oleh suatu metode yang sesuai dengan materi pembelajaran dan peserta yang menerima pembelajaran. Metode pembelajaran dapat dikatakan sebagai faktor utama dalam membantu siswa dalam pencapaian tujuan yang maksimal. Salah satu metode dalam pembelajaran adalah metode demonstrasi. Dalam hal ini metode demonstrasi ini memaparkan suatu materi pembelajaran dengan menjelaskan dan langsung mendemonstrasikan kepada para murid melalui alat peraga.
Metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga dapat di gunakan oleh berbagai mata pelajaran misalnya Pendidikan Agama Kristen, Biologi, Matematika dan mata pelajaran lainnya. Dengan menyajikan secara langsung kepada anak-anak apa yang sedang dipelajari akan memudahkan anak memahami dengan jelas dari pada hanya menjelaskan secara teori tanpa menunjukkan wujud dari yang sebenarnya.
Kata kunci: metode demonstrasi
PENDAHULUAN
Metode demonstrasi ini memudahkan anak untuk melihat dan memahami secara nyata apa yang sedang disampaikan oleh guru. Misalnya berbicara tentang sifat-sifat air, guru dapat dengan langsung mendemonstrasikan bagaimana sifat-sifat air di dalam kelas.
Secara jelasnya dalam tulisan ini akan dipaparkan bagaimana metode demonstrasi menggunakan alat peraga secara teoritis dan juga menurut hasil penelitian, apa kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi menggunakan alat peraga, serta salah satu
Peranan Metode Demontrasi Bagi Peserta Didik di Sekolah (Faransina Ndolu)
8
contoh metode demonstrasi menggunakan alat peraga yang dipelajari dalam mata pelajaran IPA tetapi dapat dihubungkan dengan Pendidikan Agama Kristen yaitu tentang sifat-sifat air.
Pengertian Istilah Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu penyajian yang dilakukan dengan persiapan yang sangat baik. Penyajian disertai gambar, bagan, foto atau alat-alat tertentu yang tujuannya menjelaskan suatu prosedur dan pelaksanaan suatu kegiatan. Setelah penyajian anggota kelompok diberi kesempatan tanya-jawab.1 Dalam metode demonstrasi ini, seorang guru harus mempersiapkan diri dan betul-betul menguasai apa yang akan di sajikan di depan kelas.
Ketika berada di dalam kelas, guru dapat membuat formasi tempat duduk murid dengan bentuk melingkar sehingga tidak ada yang saling menutupi antara yang satu dengan yang lain. Dengan bentuk melingkar, murid dapat melihat dengan jelas apa yang sedang diajarkan oleh guru. Melalui metode demonstrasi menggunakan alat peraga, murid dapat melihat, mengikuti tahap-tahap yang sedang diperagakan oleh guru dan bahkan lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan guru dengan baik.
Metode demonstrasi ini sangat cocok digunakan dalam mengajarkan PAK tetapi dengan catatan ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita memilih metode demonstrasi untuk menyampaikan materi pembelajaran.
Metode demonstrasi juga mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan secara lisan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.2
Metode demonstrasi baik digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan (1) proses mengatur sesuatu, (2) proses membuat sesuatu, (3) proses bekerjanya sesuatu, (4) proses mengerjakan atau menggunkan komponen-komponen yang membentuk sesuatu, (5) membandingkan suatu cara dengan cara yang lain, dan (6) untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu.
B.S. Sijabat mengatakan bahwa metode demonstrasi adalah metode yang hanya menekankan komunikasi satu arah, yaitu dari pihak guru kepada peserta didiknya.3 Dalam waktu tertentu ketika guru mendemonstrasikan terjadi komunikasi satu arah, namun berikutnya dalam mengembangkan pemahaman anak, maka akan diberi kesempatan untuk tanya-jawab dan bahkan kepada murid diberi kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung apa yang telah didemonstrasikan oleh guru sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Pengertian Alat Peraga
Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien
1 Andar Ismail, Ajarlah Mereka Melakukan, Jakarta-BPK-Gunung Mulia, 2011, hlm. 98
2 Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 2010, hlm. 90
3 B.S. Sidjabat, Mengajar Secara Profesional, Bandung, Yayasan Kalam Hidup, 2011, hlm. 231
ARYA SATYA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 2, Juni 2022
9
(Sudjana, 2002:59 ). Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dalam hal ini metodenya adalah metode demonstrasi dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapain tersebut, peranan alat bantu atau alat peraga memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat dipahami oleh siswa. Alat peraga sering disebut audio visual, dari pengertian alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga. Alat tersebut berguna agar pelajaran yang disampaikan guru lebih mudah dipahami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar alat peraga dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien.
Alat peraga adalah alat bantu bagi seorang guru dalam menjelaskan materi pelajaran. alat peraga dapat digunakan di sekolah umum maupun sekolah Minggu yang dilaksanakan oleh Gereja. Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM)4 di Sekolah Minggu pada dasarnya merupakan suatu aktivitas komunikasi edukatif kristiani dari berbagai komponen antara lain Guru Sekolah Minggu dan anak-anak. Agar KBM di Sekolah Minggu dapat berjalan dengan baik, sangat diperlukan berbagai alat penunjang. Salah satu di antaranya, yang sampai dengan saat ini menjadi pergumulan banyak Guru Sekolah Minggu, adalah alat peraga. Alat peraga di Sekolah Minggu merupakan alat bantu yang dipergunakan oleh para Guru Sekolah Minggu untuk mengkomunikasikan iman Kristen kepada anak-anak. Selain sebagai alat bantu, alat peraga di Sekolah Minggu merupakan alat beraktivitas dalam rangka mengkomunikasikan pendidikan kristiani.
Kehadiran alat peraga dalam suatu KBM/PBM di Sekolah Minggu memiliki beberapa fungsi antara lain: untuk pencapaian tujuan, membangkitkan minat belajar, menarik perhatian, memusatkan perhatian, keterlibatan/partisipasi, memperjelas (menghadirkan hala-hal yang tidak dapat dihadirkan secara langsung), menghindari terlalu banyak verbalisasi (kata-kata secara lisan).
Pengelompokan alat peraga
Alat peraga di dapat dikelompokkan menjadi alat peraga alamiah dan non-alamiah.
Alat peraga alamiah adalah alat peraga yang telah Allah ciptakan, misalnya bulan, bintang, matahari, berbagai tumbuhan dan binatang, manusia, dll. Sedangkan alat peraga non- alamiah adalah alat peraga yang dibuat oleh manusia, misalnya berbagai gambar, media elektronik, media masa, kreativitas, dll.
Selain mempergunakan alat peraga almiah, para Guru dapat juga memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengadakan atau membuat alat peraga, dan mengembangkan berbagai kreativitas sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Dalam hubungan dengan hal tersebut, maka pemilihan dan/atau pengadaan alat peraga perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
Tujuan pembelajaran, Materi pembelajaran,
4 Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) atau sering disebut juga Proses Belajar-Mengajar
Peranan Metode Demontrasi Bagi Peserta Didik di Sekolah (Faransina Ndolu)
10 Siapa yang akan diajar,
Keterlibatan/partisipasi pelajar/murid,
Perubahan apa yang ingin dicapai dari pembelajaran (pengetahuan, sikap, keterampilan),
Kegiatan pelajar/murid (mendengar, melihat, berpikir, berbuat), ketersediaan/kemudahan memperoleh media pembelajaran, waktu, kemampuan/keterampilan pengajar dalam mempergunakan alat peraga.
1. Langkah-langkah menggunakan alat peraga Petunjuk untuk memilih Alat Peraga
ü Pikirkan apakah alat peraga ini bisa menolong anak untuk mengerti kebenaran Firman Tuhan?
ü Apakah sesuai dengan umur anak?
ü Apakah tujuan yang hendak dicapai dapat dicapai melalui alat peraga tersebut?
ü Apakah anda sudah menguasai untuk menggunakannya?
Hal-Hal yang harus diperhatikan dalam membuat/mempersiapkan Alat Peraga
• Gambar dan letak harus baik dan menarik
• Tulisan (huruf) harus jelas dan mudah di baca
• hati-hati dalam memutuskan suku kata dan kalimat
• Sederhana dan gambar jangan terlalu asing pada perasaan anak Kelebihan Metode Demonstrasi Dengan Alat Peraga
Dengan formasi yang melingkar dan menggunakan metode demonstrasi maka murid dapat melihat langsung dan dapat mengikuti tahap-tahap yang ditampilkan oleh guru.
Secara umum, kelebihan metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga adalah: 5 Ø Dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga
menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat).
Ø Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
Ø Proses pembelajaran lebih menarik.
Ø Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri.
Ø Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih menarik.
Ø Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah memahaminya Ø Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah bosan Ø Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti:mengamati, melakukan dan
mendemonstrasikan dan sebagainya.
5 Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 2010, hlm. 91
ARYA SATYA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 2, Juni 2022
11
Ronald W. Leigh dalam Melayani dengan Efektif (1991) yang dikutip oleh B.S.
Sidjabat mengatakan bahwa metode demonstrasi ini sesuai untuk segala usia.6 Dengan catatan harus disesuaikan dengan usia, materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran.
Adapun tujuan dari metode demonstrasi menggunakan alat peraga adalah untuk:
1. Memperkenalkan, membentuk, memperkaya, serta memperjelas.
2. Mengembangkan sikap yang dikehendaki.
3. Mendorong kegiatan siswa lebih lanjut.
Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi anak dan memberikan kesan yang mendalam dalam mengajar, panca indra dan seluruh kesanggupan seorang anak perlu dirangsang, digunakan dan libatkan, sehingga tak hanya mengetahui, melainkan dapat memakai dan melakukan apa yang dipelajari. Panca indera yang paling umum dipakai dalam mengajar adalah “ mendengar” melalui pendengaran, anak mengikuti peristiwa-peristiwa dan ikut merasakan apa yang disampaikan. Seolah-olah telinga mendapatkan mata. Anak melihat sesuatu dari apa yang diceritakan. Namun ilmu pendidikan berpendapat, bahwa hanya 20% dari apa yang didengar dapat diingat kemudian hari. Kesan yang lebih dalam dapat dihasilkan jikalau apa yang diceritakan “dilihat melalui sebuah gambar “.
Dengan demikian, melalui” mendengar “ dan “ melihat” akan diperoleh kesan yang jauh lebih mendalam. Kegunaan dari alat peraga:
• Alat Peraga menarik perhatian anak-anak
• Alat Peraga mempertahankan perhatian anak-anak lebih lama
• Alat Peraga menolong anak-anak untuk mengerti dan mengingat pelajaran dengan lebih mudah dan banyak
Menurut ilmu pendidikan sesuatu yang kita ingat 20% dari apa yang kita dengar, 50% dari apa yang kita dengar dan lihat, 70% dari apa yang kita dengar, liat dan ulangi atau diskusi serta hampir 90% dari apa yang kita dengar, liat, diskusi, dan lakukan.
Kekurangan metode demonstrasi7
Setiap metode pasti memiliki kekurangan masing-masing yang membuat satu metode membutuhkan kolaborasi dengan metode yang lain sehingga menjadi efektif.
Walaupun, seperti telah disebutkan di atas, menurut Ruth Kadarmanto, metode demonstrasi itu tidak memiliki kekurangan atau kelemahan, tetapi metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga ini memiliki kekurangan, yaitu:
Ø Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
Ø Fasilitas, seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
6 B.S. Sidjabat, Mengajar Secara Profesional, Bandung, Yayasan Kalam Hidup, 2011, hlm. 235
7 Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 2010, hlm. 91
Peranan Metode Demontrasi Bagi Peserta Didik di Sekolah (Faransina Ndolu)
12
Ø Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran yang lain.
Ø Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntut guru.
Ø Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan.
Ø Perlu kesediaan berkorban secara materil.
CONTOH ALAT PERAGA DARI HASIL PENELITIAN Informasi Yang Diperoleh dari Wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian dengan metode wawancara yang kelompok lakukan kepada Nara Sumber yang diwawancarai:
ð Ibu Erni Sirait, SPd. Guru Matematika di SMP Negeri 40 Jakarta Pusat.
ð Ibu Rusmina Sinaga, SPd. Guru Kelas di SD PSKD 3 Jakarta.
Salah satu contoh alat peraga adalah air pada saat menjelaskan tentang sifat-sifat air, Ibu Rusmina Sinaga secara langsung mendemonstrasikan dengan alat peraga yang telah disediakan yaitu air, beberapa jenis wadah untuk tempat air (seperti gelas, botol, cawan, sloki besar, piring kecil), kertas, tissu, meja. Ketika menjelaskan sifat-sifat air, Ibu Erni secara langsung melakukannyany. Adapun ketujuh sifat-sifat air yang dijelaskan secara demonstrasi oleh Ibu Erni adalah:
Air yang menempati ruang sebuah wadah, bentuknya akan mengikuti bentuk wadah yang ditempatinya tanpa mengubah unsur yang ada di dalam air tersebut.
Air yang ditepatkan di dalam ember, bentuknya akan mengikuti bentuk ember. Air yang ditempatkan di dalam sebuah gelas, akan mengikuti bentuk gelas. Air yang ditempatkan dalam botol akan mengikuti bentuk botol, air yang ditempatkan dalam piring kecil akan mengikuti bentuk piring kecil.
Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah: akan mencari dan mengisi tempat yang terendah.
Air yang mengalir akan mengisi tempat di mulai dari tempat yang paling rendah.
Air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang terendah: mengalir ke segala arah dengan lentur dan kemudian bergerak naik secara merata.
Air yang mengalir akan menekan dan mengisi semua ruang yang rendah dan akan bergerak naik bersama-sama. Ketika air bergerak dan berjumpa dengan batu atau pohon, air tidak akan memaksanya untuk pindah, air akan mengalir dengan lentur melewati semuanya.
Air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah: ketika keduanya bertemu, keduanya bertemu secara sama dan rata.
Air dari gunung yang tinggi yang bergerak turun dan berjumpa di samudra akan berada dalam keadaan yang sama datar. Air sungai yang berasal dari tempat yang tinggi tidak akan lebih tinggi dari air laut/samudera. Air samudera yang lebih besar jumlahnya akan tetap sama rata dengan air sungai yang lebih sedikit jumlahnya.
ARYA SATYA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 2, Juni 2022
13
Air bisa berubah wujud dari cair, uap, dan padat.
Air dapat berubah wujud, ketika dipanaskan atau dididihkan, air akan berubah menjadi uap. Air yang didinginkan akan berubah menjadi padat.
Air selalu mudah memasuki ruang terkecil, mudah diserap.
Air memiliki sifat meresap ke celah-celah kecil. contohnya air hujan yang turun dari langit ke permukaan tanah akan menggenangi permukaan tanah tersebut tetapi lama- kelamaan air tersebut akan habis karena air itu meresap melalui celah-celah kecil tanah.
Air yang Mudah menyerap itu memberi faedah, kehidupan bagi alam dan makhluk hidup.
Air hujan yang meresap ke dalam tanah, akan menjadi sumber air bagi hewan, tumbuhan dan manusia.
Menurut guru yang diwawancarai dan menurut hasil pengamatan, guru lebih mudah dalam menjelaskan/mendemonstrasikan bahan ajar dan murid lebih cepat mengerti atas apa yang diajarkan. Walaupun, guru juga terkadang harus meluangkan banyak waktu dan materi untuk mempersiapkan alat peraga yang sesuai dengan setiap materi pelajaran, misalnya seperti contoh yang telah disebut di atas.
Analisis penelitian
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat dianalisis bahwa metode demonstrasi menggunakan alat peraga dalam mata pelajaran IPA dapat digunakan untuk menjelaskan/mendemonstrasikan tentang pendidikan agama Kristen. Dalam hal ini akan dipaparkan bagaimana penjelasan sifat-sifat air itu dapat dihubungkan dengan PAK, yaitu:
Air yang menempati ruang sebuah wadah, bentuknya akan mengikuti bentuk wadah yang ditempatinya tanpa mengubah unsur yang ada di dalam air tersebut.
Air yang ditepatkan di dalam ember, bentuknya akan mengikuti bentuk ember. Air yang ditempatkan di dalam sebuah gelas, akan mengikuti bentuk gelas. Air yang ditempatkan dalam botol akan mengikuti bentuk botol, air yang ditempatkan dalam piring kecil akan mengikuti bentuk piring kecil.
Sifat air ini dapat digambarkan seperti Yesus yang bisa menempatkan diri dimanapun Dia berada, dapat menyesuaikan diri dengan keadaan disekitarnya tanpa mengubah nilai yang ada dalam diri-Nya. Dia turun ke dalam dunia, tanpa kehilangan ke- Ilahian-Nya, tidak menjadi orang berdosa, tetapi justru untuk menyelamatkan orang berdosa. Sebagai contoh, Yesus dan Zakheus si pemungut cukai. Yesus berkunjung dan bergaul dengan si pemungut cukai tanpa harus berubah menjadi pemungut cukai. Justru dengan cara itu, Zakheus menjadi berubah.
Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah: akan mencari dan mengisi tempat yang terendah.
Air yang mengalir akan mengisi tempat di mulai dari tempat yang paling rendah.
Sifat air yang selalu mencari tempat terendah juga menggambarkan seperti Yesus.
Dia sebagai anak Allah, Raja di atas segala raja datang merendahkan diri dan datang menyelamatkan manusia. Dia merendahkan diri-Nya demi pendamaian antara manusia
Peranan Metode Demontrasi Bagi Peserta Didik di Sekolah (Faransina Ndolu)
14
dengan Allah. Ketika berada di dalam dunia ini, Yesus juga datang kepada orang-orang miskin dan sakit yang membutuhkan pertolongan. Dia tidak langsung datang menjumpai raja pada saat itu. Dan bahkan jika semakin kita selidiki, Yesus bahkan lahir di dalam kandang domba. Itulah gambaran Yesus yang adalah Anak kasih-Nya kepada manusia.
Dan dalam Matius 12:15b-21, Yesus sebagai Hamba Tuhan. Sebagai Hamba Tuhan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa (bukan hanya kepada Israel saja). Tetapi bagimanakah ia melakukannya? “ Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak” (ay.19).
“ Orang tidak akan mendengar suaraNya di jalan-jalan”. Ia tidak akan menghakimi. Jika para murid meneruskan citra Hamba Tuhan ini di dalam gambaran Gereja (sebagai persekutuan dan tidak mesti sebagai institusi), maka kita akan mengubah cara evangelisasi dari yang agresif-demonstratif ke sikap yang rendah hati. Sikap rendah hati esensial bagi pengemban amanat sang Guru Raja. (Singgih Emanuel Gerrit, 2000, hl. 155-157).
Demikian juga Yesus dalam memanggil murid-murid, berbeda dengan cara para rabi. Pertama-tama, jelas bahwa Yesus yang mengambil prakarsa untuk mencari, bukan murid-muridNya. Demikian juga dengan pergaulan Yesus dengan orang-orang berdosa, pelacur-pelacur, pemungut cukai.( ten Napel Henk, 1991, hl. 24).
Air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang terendah: mengalir ke segala arah dengan lentur dan kemudian bergerak naik secara merata.
Air yang mengalir akan menekan dan mengisi semua ruang yang rendah dan akan bergerak naik bersama-sama. Ketika air bergerak dan berjumpa dengan batu atau pohon, air tidak akan memaksanya untuk pindah, air akan mengalir dengan lentur melewati semuanya.
Yesus dalam pelayanan-Nya dan melalui pengajaran yang disampaikan-Nya, selalu menempatkan para pendengar-Nya pada pilihan untuk percaya atau tidak. Dan setiap setiap orang yang mendengar-Nya, menerima dan percaya pasti akan memiliki kehidupan kekal.
Air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah: ketika keduanya bertemu, keduanya bertemu secara sama dan rata.
Air dari gunung yang tinggi yang bergerak turun dan berjumpa di samudra akan berada dalam keadaan yang sama datar. Air sungai yang berasal dari tempat yang tinggi tidak akan lebih tinggi dari air laut/samudera. Air samudera yang lebih besar jumlahnya akan tetap sama rata denggan air sungai yang lebih sedikit jumlahnya.
Konteks Yesus ditandai oleh kemajemukan dan keanekaragaman. Sebagaimana anak-anak Yahudi lainnya, Yesus bertumbuh dalam tradisi iman komunitasnya. Dalam tradisi agama Yahudi sendiri, terdapat kelompok berbeda yang mengajarkan hal-hal yang berbeda mengenai Allah dan kehidupan. Contohnya Saduki, Farsisi, dan Zelot. Terdapat juga orang Yunani dan orang Romawi dengan pengaruh mereka di bidang pendidikan, pemerintahan dan filsafat dan lain sebagainya. Dalam konteks yang majemuk ini Yesus mengajarkan Kasih dan pengampunan Allah yang merangkul. Karena Yesus tinggal di tengah-tengah kemajemukan, kita dapat belajar bagaimana Yesus dalam hubungannya dengan orang lain.
(Antone Hope S, 2010. hl. 72).
Yesus ketika berjumpa dengan orang berdosa, Dia tidak memandang rendah mereka. Yesus menempatkan semua orang sama berharganya, dengan cara itu Yesus
ARYA SATYA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2, No. 2, Juni 2022
15
memulihkan kembali harkat kemanusiaan manusia berdosa itu. Selain pemungut cukai, sebagai contoh orang berdosa yang tidak dipandang rendah atau hina oleh Yesus, Nikodemus sang pemimpin agama Yahudi yang diam-diam datang menjumpai Yesus di malam hari adalah contoh lain. Ada juga orang yang sakit lumpuh yang kepadanya Yesus katakan “dosamu sudah diampuni” dan masih banyak contoh tentang Yesus yang mengangkat harkat hidup manusia. Yesus datang untuk orang berdosa, dan setiap yang percaya kepadaNya akan memperoleh hidup yang kekal.
Air bisa berubah wujud dari cair, uap, dan padat.
Air dapat berubah wujud, ketika dipanaskan atau dididihkan, air akan berubah menjadi uap. Air yang didinginkan akan berubah menjadi padat.
Allah dalam kedaulatan-Nya dan untuk rancangan damai sejahtera, pengampunan dan penebusan manusia berdosa telah mengambil rupa seorang manusia dalam diri Yesus Kristus. Berperan dalam lintasan sejarah hidup manusia melalui Yesus anak Yusuf dan Maria dari Nazareth. Allah dalam kedaulatan-Nya dan rancangan pemeliharaan-Nya menjaga dan memelihara kehidupan ini melalui kuasa Roh Kudus-Nya yang tidak kelihatan tetapi nyara karya-Nya. Bandingkan dengan Filipi 2: 5-11.
Air selalu mudah memasuki ruang terkecil, mudah diserap.
Air memiliki sifat meresap ke celah-celah kecil. Contohnya air hujan yang turun dari langit ke permukaan tanah akan menggenangi permukaan tanah tersebut tetapi lama- kelamaan air tersebut akan habis karena air itu meresap melalui celah-celah kecil tanah.
Kuasa Tuhan itu tidak kelihatan, tetapi selalu nyata pekerjaan-Nya dalam diri setiap orang. Yesus menawarkan diri-Nya dan pengampunan-Nya adalah suatu sumbangan yang sangat berharga bagi kehidupan manusia, sebagai makluk hidup, manusia sangat memerlukan air. Jika manusia tidak mampu hidup tanpa air, maka demikian pula hidup orang percaya, tidak akan mampu hidup tanpa Yesus. Cerita Perempuan Samaria yang berbicara dengan Yesus di dekat Sumur Yakub.( Yohanes 4: 1-42).
Air yang Mudah menyerap itu memberi faedah, kehidupan bagi alam dan makhluk hidup.
Air hujan yang meresap ke dalam tanah, akan menjadi sumber air bagi hewan, tumbuhan dan manusia.
Yesus bekerja bukan saja untuk memulihkan manusia berdosa dan menjamin kehidupan kekal manusia itu. Karya Yesus juga berlaku universal dan untuk semua makhluk.
Ketika Yesus lahir di kandang Betlehem, para malaikat bernyanyi, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi dan damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Jaminan hidup dalam damai karena pemulihan itu bukan hanya kepada manusia yang berkenan kepada-Nya, tetapi juga kepada bumi, kepada seluruh alam semesta.
Kebutuhan air dalam hidup ini begitu penting, apalagi kerohanian kita. Kita sering lupa untuk memberi minum jiwa dan roh kita dan hanya sibuk memberi minum tubuh kita saja. Tuhan SUDAH menyediakan air hidup itu, air yang bisa menyegarkan kehausan rohani kita untuk selama-lamanya. "Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus
Peranan Metode Demontrasi Bagi Peserta Didik di Sekolah (Faransina Ndolu)
16
untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Yesus adalah Alfa dan Omega, dan Dia memberikan air kehidupan dengan cuma-cuma. Itu artinya Yesus akan selalu memberi minum siapapun yang datang kepadaNya dengan air mata kehidupan tanpa henti selamanya.
Bagi yang sudah menerima Yesus, menyerap Firman Allah, berarti kepada mereka diberikan tujuan dan pengarahan hidup yang baru. Mulai saat itu tujuan hidup mereka adalah melaksanakan tugas dan karya Yesus. (ten Napel Henk, 1991, hl. 25).
PENUTUP
Metode demonstrasi dengan alat peraga sangat memudahkan siswa dalam memahami apa yang sedang disampaikan oleh guru. Dengan metode ini siswa dapat melihat, mengamati secara langsung dan dapat mempraktekkan sendiri yang mempermudah siswa untuk mengerti dan memahami bahkan mengaplikasikan apa yang telah didapatkan dari seorang guru. Alat peraga menjadi alat bantu bagi seorang guru dalam menjelaskan materi pelajaran dengan metode demonstrasi.
Metode demonstrasi adalah salah satu metode dalam pembelajaran. Metode ini membutuhkan kecakapan khusus dari seorang guru untuk melaksanakan metode demonstrasi ini. tanpa keahlian khusus dari seorang guru maka metode ini menjadi kurang efektif jika digunakan di dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dalam mempersiapkan metode ini agak sedikit rumit bagi guru karena sebelum pembelajaran harus menyiapkan beberapa alat peraga untuk mendukung penyajian di dalam kelas.
Metode demonstrasi ini sangat terbantu dengan alat peraga. Tanpa alat peraga metode demonstrasi sangat sulit untuk melakukannya. Untuk memilih alat peraga, guru juga harus menyesuaikan dengan materi pelajaran, keadaan siswa, dan juga mempertimbangkan tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, jika guru memilih metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga, guru harus betul-betul memahami bagaimana cara mengajar menggunakan metode ini karena jika kurang memahami maka pembelajaran akan menjadi kurang efektif.
Metode demonstrasi menggunakan alat peraga ini juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Jika guru melihat secara seksama, kelebihan metode ini sangat banyak dibandingkan dengan kekurangannya yang masih bisa diminimalisisir. Seorang guru harus betul-betul mempersiapan materi pelajaran dan alat peraga dan merancang kegiatan pembelajaran dalam kelas.
DAFTAR PUSTAKA
AD. Rooijakkers 1990Mengajar Dengan Sukses, Jakarta: Gramedia
Antone Hope S, 2010 Pendidikan Kristiani Kontekstual, Jakarta BPK-Gunung Mulia Djamarah, Syaiful Bahri 2010 Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta Ismail, Andar 2009 Ajarlah Mereka Melakukan, Jakarta:BPK-Gunung Mulia Leigh, Ronald W. 1991 Melayani Dengan Efektif
Sidjabat, B.S. 2011 Mengajar Secara Profesional, Bandung: Yayasan Kalam Hidup