• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN 1. SURAT SURAT TERKAIT PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAMPIRAN 1. SURAT SURAT TERKAIT PENELITIAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

LAMPIRAN

(2)

LAMPIRAN 1.SURAT –SURAT TERKAIT PENELITIAN

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

LAMPIRAN 2.TRANSKIP WAWANCARA

(10)

TRANSKIP WAWANCARA

1. Informan : Bapak Made Suka Kerta Raptyasa Jabatan : Kepala Bagian Perencanaan Anggaran Tanggal : 25 Mei 2020

Peneliti : Apakah pihak rumah sakit menganggarkan biaya untuk pengelolaan limbah?

Informan : Untuk kegiatan pengelolaan limbah kami sudah tentu menganggarkannya, karena limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit sangat berisiko bagi lingkungan sekitar dan memang diwajibkan untuk mengelola limbah dengan baik.

Jadi untuk anggaran pengolahan limbah B3 kami anggarkan di biaya operasional sebesar Rp. 1.280.000.000 dari biaya operasional sebesar Rp. 118.067.240.984,04.

Peneliti : Biaya apa saja yang diperlukan rumah sakit untuk pengelolaan limbah medis?

Informan : Untuk limbah padat medis kan kami kerja sama dengan pihak ketiga jadi ada biaya pengelolaan limbah yang muncul untuk pembayaran jasa pengangkutan dan pengelolaan limbah ke pihak ketiga. Untuk biaya nya terhitung per kg limbah dengan harga rata – rata Rp.21.000 sebelum PPN. Selain itu ada biaya gaji cleaning service untuk petugas pengelola limbah medis dan untuk mesin Incinerator kami hanya mengeluarkan biaya penyusutan nya saja, karena Incinerator disini sudah tidak dioperasionalkan lagi jadi tidak ada biaya perawatannya

Peneliti : Biaya apa saja yang diperlukan rumah sakit untuk pengelolaan limbah non medis?

Informan : Nah untuk limbah padat medis ini kan bukan merupakan limbah B3, jadi untuk pengolahannya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, dan tidak dikenakan biaya karena rumah sakit ini milik pemerintah. Jadi yang menangani sampah pihak DLH sendiri. Namun tetap ada biaya yang muncul dari limbah padat non medis ini, seperti biaya cleaning service dan biaya pengadaan tempat sampah

Peneliti : Biaya apa saja yang diperlukan rumah sakit untuk pengelolaan limbah cair?

Informan : untuk pengelolaan limbah cair kami mengelolanya sendiri, kami punya 1 (satu) unit IPAL. Dalam mengelola IPAL, kami memerlukan petugas IPAL yang sudah mengikuti pelatihan. Nah biaya yang dibutuhkan dalam mengelola

(11)

IPAL ini ada biaya petugas IPAL, biaya perawatan IPAL, biaya bahan perawatan IPAL, biaya uji kualitas air limbah yang dilakukan sebulan sekali untuk memastikan kualitas air limbah tidak mengganggu pasien, pengunjung, dan tenaga kerja rumah sakit

Peneliti : Dasar pengukuran apa yang digunakan rumah sakit dalam mengukur nilai dari biaya tersebut?

Informan : nominal yang kita gunakan berdasarkan pada realisasi anggaran sebelumnya, paling bertambah tidak jauh dari realisasi sebelumnya

Peneliti : Terkait prasarana yang dimiliki untuk pengolahan limbah, seperti IPAL dan Incinerator apakah dilakukan penyusutan?Metode apa yang digunakan untuk menilai atau mengukur penyusutan tersebut?

Informan : Kalo metode nya kita sesuai SAP ya pake metode garis lurus karena lebih mudah juga.

2. Informan : Ibu Nengah Adnyani

Jabatan : Kepala Sub Bagian Keuangan dan Verifikasi Tanggal : 11 Juni 2021

Peneliti : Satuan moneter apa yang digunakan dalam mengukur biaya lingkungan?

Informan : untuk pengukuran seluruh biaya termasuk biaya terkait pengelolaan limbah ini, kami menggunakan satuan moneter rupiah dan sesuai dengan transaksi yang dikeluarkan pihak rumah sakit terkait pengelolaan limbah Peneliti : Dasar pengukuran apa yang digunakan rumah sakit dalam

mengukur nilai dari biaya tersebut?

Informan : Biaya yang dianggarkan biasanya pake acuan realisasi anggaran sebelumnya

Peneliti : Terkait prasarana yang dimiliki untuk pengolahan limbah, seperti IPAL dan Incinerator apakah dilakukan penyusutan? Metode apa yang digunakan untuk menilai atau mengukur penyusutan tersebut?

Informan : Kalo masalah biaya penyusutan pasti ada, karena mesinnya masih ada. Untuk metode penyusutannya di pemerintahan semua pakai metode garis lurus karena kita menyesuaikan dengan kebijakan yangberlaku di pemerintah

Peneliti : Bagaimana penyajian biaya pengelolaan limbah dalam laporan keuangan?

Informan : Untuk biaya – biaya pengelolaan limbah masuk ke LRA dan juga ke Laporan Operasional sebagai beban pemakaian jasa, jadi beban diakui saat sudah menerima manfaat

Peneliti : Apakah biaya terkait pengelolaan limbah diungkapkan

(12)

dalam Catatan Atas Laporan Keuangan?

Informan : Biaya pengelolaan limbah ini diungkapkan juga di CALK, karena kan biaya ini masuk dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Operasional jadi nanti kan di CALK ada penjelasan tentang masing – masing laporan keuangan ini

3. Informan : Ibu Kadek Dwi Wahyuni Jabatan : Staf Bagian Pelaporan Tanggal : 11 Juni 2021

Peneliti : Basis akuntansi apa yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan?

Informan : Basis akuntansi kita pake kas kalo LRA, kalau yang lain akrual

Peneliti : Dasar pengukuran apa yang digunakan rumah sakit dalam mengukur nilai dari biaya tersebut?

Informan : Pake realisasi anggaran sebelumnya

Peneliti : Terkait prasarana yang dimiliki untuk pengolahan limbah, seperti IPAL dan Incinerator apakah dilakukan penyusutan?Metode apa yang digunakan untuk menilai atau mengukur penyusutan tersebut?

Informan : Sebenarnya incinerator disini sudah tidak digunakan lagi karena masalah izin, tapi namanya mesin harus tetap disusutkan. Untuk metode yang kami gunakan dalam menghitung nilai penyusutan dari mesin Incinerator dan IPAL yaitu metode garis lurus.

Peneliti : Berapa tahun umur ekonomis dari IPAL dan Incinerator dan berapa nilai penyusutan pertahunnya ?

Informan : Incinerator dan IPAL memiliki masa manfaat masing – masing 24 tahun dengan nilai penyusutan Incinerator 1 sebesar Rp. 14.506.250, Incinerator 2 sebesar Rp.

8.145.833,33, dan IPAL sebesar 102.949.458,33

Peneliti : Bagaimana pengakuan untuk masing – masing biaya yang terkait dengan biaya pengelolaan limbah?

Informan : Kalau kita bayar ke pihak ketiga kita masukan dalam belanja pihak ketiga atau pihak lain, kalau untuk gaji petugas masuk ke belanja jasa tenaga kerja karena termasuk pegawai kontrak

Peneliti : Bagaimana penyajian biaya pengelolaan limbah dalam laporan keuangan?

Informan : Biaya – biaya tadi kan diakui sebagai belanja, jadi disajikan ke Laporan Realisasi Anggaran dalam belanja realisasi anggaran dan juga disajikan di Laporan Operasional sebagai Beban Pemakaian Jasa

Peneliti : Apakah biaya terkait pengelolaan limbah diungkapkan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan?

(13)

Informan : Tentu diungkapkan dik

Peneliti : Informasi apa saja yang diungkap dalam Catatan Atas Laporan Keuangan terkait kegiatan pengelolaan limbah?

Informan : Biaya pengelolaan limbah ini diungkapkan pada CALK.

Karena di Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Operasional biaya ini kan tidak mengkhusus, masih jadi satu dengan akun lain, jadi di CALK diungkapkan informasi bahwa biaya yang termasuk dalam kegiatan pengelolaan limbah diakui sebagai beban jasa tenaga kerja selama satu tahun

4. Informan : Bapak Made Ardana

Jabatan : Kepala Bagian Instalasi Pengolahan Limbah Tanggal :25 Mei 2021

Peneliti : Terkait berita bahwa incinerator tidak diijinkan untuk beroperasi, apakah permasalahannya?

Informan : memang benar incinerator disini sudah tidak digunakan lagi oleh pihak rumah sakit sejak tahun 2016. Padahal kita sudah mengajukan izin penggunaan incinerator ke instansi terkait namun izinnya belum keluar smpai saat ini. Usut punya usut, ternyata prinsipnya incinerator ini hanya bisa digunakan di daerah industri, sedangkan Bali tidak termasuk daerah industri, jadi masih dilarang penggunaannya. Jadi untuk saat ini pengolahan limbah medis kita bekerja sama dengan pihak ketiga dengan membayar per/kg limbah nya.

Peneliti : Sejak kapan RSUD Kabupaten Buleleng ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19?

Informan : Ditunjuknya bulan Maret 2020

Peneliti : Setelah menjadi rumah sakit rujukan Covid-19, apakah terjadi peningkatan terkait volume limbah?

Informan : Tentu dik, apalagi pada bulan maret sewaktu menjadi rumah sakit rujukan. Karena masih bingung dengan kebijakannya.

Peneliti : Bagaimana tahap pengelolaan limbah medis?

Informan : Kalo limbah medis, kita kumpulin dari masing – masing ruangan lalu ditimbang oleh petugas di ruang incinerator, setelah itu ditampung selama 2 hari di TPS Limbah B3 khusus. Karena setiap 2 hari sekali limbah medis akan diangkut oleh pihak ketiga.

Peneliti : Bagaimana tahap pengelolaan limbah non medis?

Informan : Non medis nya hampir sama juga tahapannya, dari pengumpulan setiap ruangan namun tidak ditimbang, lalu dikirim ke TPS khusus limbah non medis. Setiap hari sampah akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Peneliti : Bagaimana tahap pengelolaan limbah cair?

(14)

Informan : Limbah dari tindakan medis masing-masing memiliki septic tank jadi dibuang kesana nanti akan ngalir ke IPAL, setelah di IPAL akan diolah dibantu dengan bakteri sehingga limbah akan aman dialirkan ke lingkungan, dan tiap bulan hasil pengolahan ini dilakukan uji lab

5. Informan : Bapak MadeYudi

Jabatan : Petugas Instalasi Pengolahan Air Limbah Tanggal : 10 Juni 2021

Peneliti : Apa saja jenis limbah yang masuk dalam proses IPAL ini?

Informan : Cairan – cairan dari tindakan medis dan dari penggunaan air masing-masing bed

Peneliti : Bagaimana proses pembuangan limbah cair tersebut?

Informan : Masing-masing ruangan nanti punya septic tank, setelah itu akan dialirkan ke IPAL, nanti di IPAL diproses dengan bahan bantuan bakteri setelah diproses dengan baik, sebelum dilepaskan ke lingkungan harus diuji dulu kualitas airnya di lab kabupaten atau provinsi

Peneliti : Apa saja yang dibutuhkan dalam mengelola limbah cair?

Informan : Tentunya IPAL dengan dibantu bahan pendukung seperti bakteri

Peneliti : Upaya apa yang dilakukan untuk memastikan limbah cair yang sudah dikelola di IPAL aman bagi lingkungan?

Informan : Setiap bulan kita selalu lakukan uji lab air limbah ini, dan sebelum dibuang ke lingkungan ditampung pada sebuah kolam dengan indicator ikan sbagai uji cobanya, jika ikan tersebut dapat bertahan hidup artinya sudah dipastikan air tersebut sudah aman

6. Informan : Bapak Gede Antara Jaya Jabatan : Petugas Incinerator Tanggal : 10 Juni 2021

Peneliti : Bagaimana proses pembuangan limbah padat tersebut?

Informan : Awalnya sampah dari masing-masing ruangan yang sudah disediakan bak berwarna kuning untuk limbah medis dan hijau untuk non medis, nanti bak berwarna kuning ini dibawa ke ruang incinerator untuk ditimbang sebelum dibawa k TPS limbah khusus B3, untuk pengolahahnnya kita kerja sama dengan pihak ketiga jadi diangkut setiap 2 hari sekali.

Peneliti : Sejak kapan Incinerator tidak digunakan lagi?

Informan : Sejak 2015, karena ini berkaitan dengan belum

(15)

dikeluarkannya izin dari instansi terkait untuk mengoperasionalkan kembali incinerator.

(16)

LAMPIRAN 3.DOKUMENTASI PENELITIAN

(17)

Gambar 1. Wawancara dengan Kepala Bagian Perencanaan Anggaran

Gambar 2. Wawancara dengan Kasubag Keuangan & Verifikasi dan Staf Bagian Pelaporan

(18)

Gambar 3. Wawancara dengan Kepala Bagian Kesehatan Lingkungan

Gambar 4. Wawancara dengan Petugas Incinerator

(19)

Gambar 5. Wawancara dengan Petugas IPAL

Gambar 6. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

(20)

Gambar 7. Kolam Air Limbah yang Sudah Diolah

Gambar 7. Proses Pengambilan Sampel Air Limbah

(21)

Gambar 8. Tempat Incinerator

Gambar 9. Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3

(22)

Gambar 10. Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Non Medis

(23)

RIWAYAT HIDUP

Kadek Ayu Mas Mirayani merupakan anak perempuan yang lahir di Singaraja pada tanggal 11Juni 1999. Peneliti merupakan anak pertama yang lahir dari pasangan I Ketut Sumadiasa dengan Kadek Purnawati. Peneliti berkebangsaan Indonesia dan memeluk agama Hindu.

Saat ini Peneliti tinggal di JL. Bisma Gang Mutiara V No.

21, Banjar Tegal, Singaraja, Buleleng, Bali.

Peneliti memulai pendidikan sekolah dasar pada tahun 2005 di SD 1 Banjar Jawa dan lulus sekolah dasar pada tahun 2011. Peneliti kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 2 Singaraja pada tahun 2011 dan berhasil lulus pada tahun 2014. SMK Negeri 1 Singaraja merupakan tempat Peneliti menempuh pendidikan menengah kejuruan dengan mengambil jurusan Administrasi Perkantoran dan pada akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 2017.

Lalu setelah melalui pendidikan menengah atas, Peneliti memilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Pendidikan Ganesha dengan bergabung di Jurusan Ekonomi dan Akuntansi dengan memilih prodi Akuntansi Program S1 untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi. Kini Peneliti telah berhasil menyelesaikan skripsi dengan judul “MENGUNGKAP PERLAKUAN AKUNTANSI BIAYA LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG”

Gambar

Gambar 1. Wawancara dengan Kepala Bagian Perencanaan Anggaran
Gambar 3. Wawancara dengan Kepala Bagian Kesehatan Lingkungan
Gambar 5. Wawancara dengan Petugas IPAL
Gambar 7. Kolam Air Limbah yang Sudah Diolah
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tesis. Gamal Rindarjono, M.Si. Program Studi Magister Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas

5 Maka setiap anak mendapatkan bermacam-macam problema pendidikan, khususnya pada pendidikan Agama, yang ditemui oleh anak dalam keluarga antara lain adalah, kurangnya

Pengaruh penerapan sistem E-Billing terhadap kepatuhan wajib pajak dengan pemahaman internet sebagai variabel moderasi berdasarkan hasil regresi bahwa koefisien

CT-Scan thorax dapat memperlihatkan berbagai kelainan atau penyakit pada rongga dada, misalnya: tumor jinak maupun ganas, tuberculosis, pneumonia, bronchiectasis dan cystic

14.1 Untuk lebih menjamin ketertiban pembayaran kembali atas segala apa yang terhutang oleh 

Di kelompok lain yang menggunakan larvisida kimiawi temefos sand granule (TSG 1%) dosis 1 ppm hanya menurunkan HI dari 88% menjadi 22% setelah pemakaian selama 11 minggu dan

Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (difus). Pemantulan teratur adalah pemantulan yang berkas cahaya pantulnya

Biaya Satuan tersebut sudah termasuk biaya perlengkapan personil pengatur lalu-lintas dan biaya perijinan yang diperlukan dengan pihak terkait dengan manajemen lalu-lintas.