• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Aplikasi Perangkat Mobile Sebagai Pengirim Data Dari Lapangan Menuju Pusat Data Menggunakan Algoritme Flooding

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengembangan Aplikasi Perangkat Mobile Sebagai Pengirim Data Dari Lapangan Menuju Pusat Data Menggunakan Algoritme Flooding"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya 6764

Pengembangan Aplikasi Perangkat Mobile Sebagai Pengirim Data Dari Lapangan Menuju Pusat Data Menggunakan Algoritme Flooding

Fauzan Pahlawan1, Adhitya Bhawiyuga2, Reza Andria Siregar3

Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

Abstrak

Internet of Things (IoT) adalah sebuah jaringan yang terbentuk dari kumpulan objek benda yang mampu berkomunikasi mengenai informasi keadaan sekitarnya dengan objek benda lain dengan menggunakan perangkat komputasi sederhana, komunikasi dan sensor dalam bentuk data tanpa memerlukan interaksi dari manusia. Pada umumnya data-data tersebut pada akhirnya akan dikumpulkan ke suatu komputer utama yang akan mengolah dan mengirim data yang terkumpul ke pusat data melalui internet. Namun pada daerah yang tidak memiliki infrastruktur jaringan internet data ini tidak dapat dikirimkan ke pusat data. Maka dikembangkan aplikasi perangkat mobile yang dapat mengambil dan membawa data tersebut ke daerah yang terdapat infrastruktur jaringan internet untuk kemudian dikirimkan ke pusat data. Untuk membantu pengiriman aplikasi juga dapat mengirimkan data ke aplikasi perangkat lain tanpa menggunakan internet dengan menggunakan WiFi- Direct, diimplementasikan juga algoritme flooding sebagai metode pengiriman data jika pembawa data bertemu dengan lebih dari satu perangkat dan ingin mengirimkan data ke semua perangkat yang ditemukan, algoritme flooding juga cocok dengan keterbatasan WiFi-Direct yaitu hanya mendukung pembentukan jaringan ke perangkat yang terhubung secara langsung dimana cara kerja algoritme flooding juga mengirimkan pesan ke semua node yang terhubung secara langsung. Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan pendekatan berorientasi objek, melalui tahapan analisis, perancangan, dan implementasi. Aplikasi perangkat mobile telah berhasil dibangun dan dapat memenuhi semua fungsionalitas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan pengiriman data dari lapangan ke pusat data berdasarkan hasil black box testing yang menunjukkan hasil pengujian valid 100%. Dengan kinerja yang telah diukur berdasarkan, jarak maksimal koneksi, jarak optimal koneksi, lama waktu pembentukan koneksi antar perangkat mobile, dan lama waktu pengiriman data antar perangkat mobile.

Kata kunci: IoT, Pengiriman, Aplikasi, Mobile, Flooding Abstract

Internet of Things (IoT) is a network of things which able communicate about surrounding information with other things by using simple computer, communication device, and censor without the need of human interaction. Generally the data in the network will be collected to a main computer which will be processed and send to the data centre using internet connection. However in the case where there is no internet infrastructure the data cannot be send to data centre. Hence the development of mobile application which can be used to gather and bring the data to area with internet infrastructure and send it to the data centre. To help the process of the data delivery the developed application has a feature to be able to send data to other mobile device without using internet connection using WiFi- Direct. To handle multiple data transmission, in the case the courier of the data meet more than once device, the developed application also implement flooding algorithm where the data will only be sent to the directly connected adjacent which suitable with the WiFi-Direct constraint that is not able to form multi-hop connection. The development of the application is completed using object oriented approach through analysis, design, and implementaion stage. The mobile application has been successfully developed and is able to fulfill all the required functions to solve the problem of sending the data from the field to data centre based on the 100% validation test result from the black box testing. With tested performance of maximum connection range, optimal connection range, total time required to form a connection between mobile application and total time required to send data between mobile application.

Keywords: IoT, Delivery, Application, Mobile, Flooding

(2)

1. PENDAHULUAN

Internet of Things (IoT) merupakan sebuah jaringan yang terdiri dari benda-benda atau things yang saling bertukar informasi mengenai keadaan disekitarnya dengan memanipulasi teknologi dasarnya dengan ditanamkan perangkat komputasi, komunikasi, dan sensor (Shah & Yaqoob, 2016). IoT dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas hingga membuka peluang teknologi baru pada berbagai sektor seperti transportasi, agrikultur, industri, retail, logistik, bisnis, dan berbagai sektor lainnya (Ray, 2016).

Pada arsitektur IoT terdapat beberapa elemen yang membangun fungsi IoT yaitu Sensing, Communication, Computation dan Service. Sensing merupakan proses pengambilan informasi mengenai keadaan sekitar menggunakan perangkat sensor yang dilakukan oleh sebuah things, dimana perangkat sensor yang digunakan merupakan Single Board Computer (SBC) yang terintegrasi dengan alat sensor dan alat komunikasi.

Communication adalah proses komunikasi antara benda-benda pada suatu infrastruktur IoT, tujuan dari komunikasi ini adalah untuk bertukar data mengenai informasi yang didapatkan melalui proses sensing, pada umumnya data akan dikumpulkan ke sensor gateway (Steenkamp, et al., 2009) atau tempat penyimpanan data yang terdapat pada jaringan lokal dimana data ini akan dikirimkan ke pusat data untuk dilakukan proses Computation.

Computation merupakan proses pengolahan data yang disimpan pada pusat data seperti Data Warehouse, Storage atau Cloud Platform sehingga data dapat disajikan pada proses Service. Service merupakan proses penyajian data hasil Computation kepada end-user melalui internet untuk dimanfaatkan lebih lanjut (Al-Fuqaha, et al., 2015).

Pada kasus infrastruktur IoT yang berada pada daerah yang tidak terdapat infrastruktur internet proses pengiriman data menuju pusat data tidak dapat dilakukan.

Berdasarkan permasalahan tersebut penulis mengusulkan untuk mengembangkan aplikasi perangkat mobile yang dapat digunakan untuk mengambil dan menyimpan data dari sensor gateway, atau juga dapat disebut sebagai data yang terdapat di lapangan, untuk kemudian dibawa ke daerah yang terjangkau jaringan internet agar dapat dikirimkan ke pusat data.

Selain itu untuk membantu proses pengiriman data ke pusat data, aplikasi perangkat mobile yang dikembangkan juga dapat melakukan pengiriman data ke sesama pengguna aplikasi perangkat mobile lain tanpa menggunakan internet, hal ini dapat dicapai dengan menggunakan Wi-Fi direct sebagai media komunikasi ke sesama aplikasi perangkat mobile lain dikarenakan jarak maksimal Wi-Fi direct yang lebih jauh dibandingkan bluetooth yang juga terdapat pada perangkat mobile sebagai media komunikasi yang dapat digunakan tanpa membutuhkan jaringan internet. Proses pengiriman antar sesama pengguna aplikasi perangkat mobile juga membutuhkan algoritme yang dapat digunakan jika perangkat yang membawa data bertemu secara langsung dengan lebih dari satu perangkat. WiFi-Direct tidak secara langsung mendukung pembentukan jaringan yang bersifat multi-hop, melainkan hanya dapat membentuk jaringan dengan perangkat yang terhubung secara langsung maka pada kasus ini dipilih algoritme flooding sebagai algoritme pengiriman data karena sifatnya yang mengirimkan data ke semua node yang terhubung secara langsung dengan node pengirim (Jeong, et al., 2012), dengan menggunakan algoritme flooding juga dapat dipastikan bahwa semua perangkat yang ditemukan mendapatkan pengiriman data.

Muncul usulan untuk membuat penelitian dengan judul Pengembangan Aplikasi Perangkat Mobile Sebagai Pengirim Data Dari Lapangan Menuju Pusat Data Menggunakan Algoritme Flooding. Pada penelitian ini penulis akan mengembangkan aplikasi pada platform Android dikarenakan populernya penggunaan perangkat mobile berbasis android pada saat ini (Li, et al., 2014).

2. LANDASAN KEPUSTAKAAN 2.1. Penelitian Terkait

Penelitian ini dibuat dengan menggunakan beberapa referensi dari penelitian terdahulu yang membahas tentang penggunaan WiFi- Direct pada perangkat mobile atau smartphone berbasis android, penggunaan algoritme Flooding sebagai algoritme pengiriman data antar perangkat, dan penelitian yang mengembangkan aplikasi perangkat mobile android.

Penelitian pertama membahas penggunaan

(3)

WiFi-Direct untuk membentuk jaringan Mobile Ad Hoc Network (MANET), menggunakan beberapa perangkat mobile atau smartphone android. Jaringan MANET yang dibentuk mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan banyak group atau disebut dengan multi group dan juga dapat berkomunikasi melalui banyak hop atau disebut dengan multi hop (Liu, et al., 2016) penelitian ini digunakan sebagai referensi penggunaan WiFi-Direct seabgai medium komunikasi data antar perangkat mobile.

Penelitian kedua membahas analisis penggunaan algoritme Flooding sebagai algoritme pengiriman antar dua node bergerak.

Node yang digunakan diimplementasikan menggunakan perangkat Single Board Computer (SBC) yaitu Raspberry (Rahmataufany, et al., 2018) penelitian ini digunakan sebagai referensi penggunaan algoritme flooding untuk mengirimkan data.

Penelitian ketiga mengembangkan aplikasi perangkat mobile atau smartphone berbasis Android yang dapat membuat graf pada peta Google Map terkhusus pada area Universitas Brawijaya untuk menentukan rute atau jalur terdekat, pembuatan graf dibuat oleh pembuat rute sehingga rute yang muncul dapat sesuai dengan aturan perjalanan yang berlaku di Universitas Brawijaya (Akmal, et al., 2018) penelitian ini digunakan sebagai referensi dalam pengembangan aplikasi perangkat mobile yang dikembangkan dalam penelitian ini.

2.2. Android

Android merupakan tumpukan dari perangkat lunak terintegrasi yang terdiri dari Sistem Operasi, Key Applications, dan Middleware. Dalam Android Framework terdapat Android Software Development Kit (SDK), Android SDK menyediakan tools dan API yang dibutuhkan dalam melakukan pengembangan aplikasi Android menggunakan

bahasa pemrograman JAVA

(developer.android.com, n.d.)

Android SDK merupakan kumpulan dari tools dan API yang disediakan oleh Android Framework untuk para developer yang ingin mengembangkan aplikasi untuk perangkat mobile berbasis Android. Android SDK menyediakan alat-alat pengembangan yang komprehensif yaitu debuggers, libraries, emulator untuk menjalankan aplikasi, dokumentasi library, contoh implementasi

kode, dan tutorial yang disediakan secara gratis dan dapat diakses langsung menggunakan internet (Akmal, et al., 2018).

Beberapa perangkat bergerak yang menggunakan touch screen sebagai perantara input perintah dari pengguna menggunakan Android sebagai sistem operasi, diantaranya adalah perangkat smartphone. Smartphone adalah sebuah perangkat komputer yang memiliki kemampuan yang dapat dikatakan menyaingi kemapuan komputasi komputer desktop. Smartphone dengan perkembangan teknologinya pada saat ini dilengkapi dengan teknologi jaringan 3G dan 4G sehingga pengguna smartphone dapat mengakses internet secara on-demand. Smartphone saat ini juga dilengkapi dengan kapasitas prosesor yang tinggi dan juga memliki kapasitas Random- access memory (RAM) yang tinggi sehingga smartphone pada saat ini dapat melakukan komputasi yang pada dasarnya sama kompleksnya dengan perangkat komputer desktop (Christou, 2014).

2.3. Wi-Fi Direct

Wi-Fi direct merupakan fitur yang disediakan oleh berbagai perangkat modern seperti Perangkat Mobile, Printer, PCs, Camera, dan perangkat Gaming, yang terhubung satu sama lain secara langsung tanpa harus memerlukan sebuah infrastruktur jaringan internet.

Dengan menggunakan Wi-Fi Direct perangkat-perangkat tersebut dapat melakukan komunikasi serta transfer data one-to-one atau group secara langsung tanpa memerlukan perantara. Untuk menggunakan Wi-Fi Direct sebuah perangkat biasanya menyediakan sebuah antarmuka yang mudah dimengerti oleh pengguna sehingga pengguna dapat mengoperasikan fitur Wi-Fi Direct, atau sebuah tombol yang akan melakukan hubungan Wi-Fi Direct secara otomatis.

Wi-Fi Direct terverifikasi menggunakan sistem keamanan WPA2, yang merupakan sistem keamanan Wi-Fi yang paling terbaru (Wi-Fi Alliance, n.d.)

2.4. Algoritme Flooding

Pada Jaringan Komputer Algoritme Flooding merupakan teknik pengiriman pesan atau routing yang dilakukan oleh suatu perangkat node berdasarkan pengetahuan lokal atau node lain yang terhubung secara langsung

(4)

oleh node tersebut. Pesan yang akan dikirimkan akan langsung dikirimkan ke semua node yang terhubung dan node lain yang menerima pesan tersebut juga akan melakukan hal yang sama hanya saja tidak mengirimkan kembali ke pengirim yang sebelumnya (Tanenbaum &

Wetherall, 2010). Pada Gambar 1 dijelaskan cara kerja algoritme flooding dimana node 1 mengirim pesan atau routing ke node yang terhubung secara langsung ke node 1 yaitu node 2 dan 3, kemudian node 3 akan melakukan routing ke node 2, 4, dan 5, namun tidak ke node 1 karena asal pesan atau routing dikirimkan dari node 1.

Gambar 1. Cara kerja Algoritme Flooding Algoritme flooding memiliki kelemahan yaitu akan terjadi banyak paket yang duplikasi pada tujuan akhir pengiriman pesan, namun hal ini dapat ditangani dengan melakukan berbagai rekayasa seperti melakukan pegecekan dengan terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan node lain sebelum melakukan pengiriman data.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi yang digunakan dalam penelitian Pengembangan Aplikasi Perangkat Mobile Sebagai Pengirim Data Dari Lapangan Menuju Pusat Data Menggunakan Algoritme Flooding Android digambarkan pada Gambar 2, metodologi ini mengadopsi sebagian dari metode Network Development Life Cycle (NDLC), dan menambahkan metode tambahan agar sesuai dengan tujuan akhir dari penelitian yang dilakukan.

Gambar 2. Metodologi Penelitian

4. PERANCANGAN SISTEM

Aplikasi Perangkat Mobile Sebagai Pengirim Data Dari Lapangan Menuju Pusat Data Menggunakan Algoritme Flooding menggunakan perangkat mobile sebagai komponen utama sistem. Perangkat mobile mengambil data dari sensor gateway dimana sensor gateway harus menyediakan layanan REST Server, perangkat mobile akan menggunakan REST Client dengan request HTTP GET ke sensor gateway untuk mengambil data, setelah diambil data disimpan dan kemudian dibawa oleh perangkat mobile untuk dikirimkan ke pusat data yaitu Firebase Database. Jika saat membawa data perangkat mobile tidak menemukan adanya koneksi internet perangkat akan mengirimkan data ke perangkat lain dengan cara perangkat yang membawa data membentuk grup jaringan lokal kemudia perangkat lain bergabung dengan jaringan lokal perangkat yang membawa data, perangkat yang membawa data kemudian dapat mengirimkan data bawaan ini ke perangkat lain, perangkat lain ini bisa menjadi perangkat yang membuat grup juga jika ingin ikut mengirimkan data perangkat lain, akhirnya perangkat mobile yang membawa data akan mengirimkan data ke Firebase Database yang bertindak sebagai pusat data. Perancangan Arsitektural Sistem dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Perancangan Arsitektur Sistem 4.1. Identifikasi Aktor

Identifikasi aktor adalah bagian dari tahapan analisis kebutuhan sistem yang dilakukan untuk mengidentifikasi aktor-aktor yang akan berinteraksi dengan sistem.

Berdasarkan analisis yang dilakukan ditetapkan 1 aktor yang terlibat dengan sistem ini, yaitu Pengguna. Tabel 1 Menjelaskan aktor-aktor yang terlibat dan perannya masing-masing pada sistem.

Tabel 1. Identifikasi Aktor Aktor Deskripsi

(5)

Pengguna Pengguna merupakan aktor yang dapat menggunakan fungsi fungsi utama aplikasi yaitu Mengambil Data, Mulai Mengirim Data, Mulai Menerima Data, dan Mengirim Data ke Pusat Data.

4.2. Use Case Diagram

Use case diagram yang digambarkan pada Gambar 4 menggambarkan interaksi aktor dengan fungsi yang dapat dijalankan pada aplikasi berdasarkan sudut pandang pengguna.

Pada identifikasi aktor terdapat 1 aktor yaitu pengguna yang berinteraksi dengan 5 use case, yaitu Mengambil Data, Menyimpan Data, Mulai Mengirim Data, Mulai Menerima Data, dan Mengirim Data ke Pusat Data.

Gambar 4. Use Case Diagram 4.3. Sequence Diagram

Sequence Diagram menggambarkan proses interaksi antar entitas yang digunakan dalam menjalankan suatu fungsionalitas aplikasi.

Sequence Diagram pengiriman data antar aplikasi perangkat mobile dijelaskan oleh dua sequence diagram, sequence diagram yang pertama menjelaskan proses saat aplikasi perangkat berperan sebagai pengirim data dan sequence diagram yang kedua menjelaskan proses saat aplikasi perangkat berperan sebagai penerima data. Sequence Diagram yang menjelaskan proses aplikasi sebagai pengirim data dijelaskan pada Gambar 5.

Gambar 5. Sequence Diagram Mulai Mengirim Data

Pada Sequence Diagram Mulai Mengirim Data pengguna pertama kali akan berinteraksi dengan halaman aktifitas MainActivity pada halaman tersebut pengguna dapat menekan tombol Start Delivery untuk memulai proses pengiriman data, kemudian aplikasi akan menampilkan halaman aktifitas DeliverDataActivity pada tahap ini aplikasi akan berjalan secara otomatis untuk membuat grup jaringan, membuat lokal service yang berisi informasi grup jaringan dan menyebarkan informasi tersebut, dan menjalankan socket server yang akan terus berjalan dan menerima koneksi yang masuk, dimana setiap koneksi client yang masuk nantinya akan diberikan pesan balasan berupa data.

Sequence Diagram yang menjelaskan proses aplikasi sebagai penerima data dijelaskan pada Gambar 6.

Gambar 6. Sequence Diagram Mulai Menerima Data

Pada Sequence Diagram Mulai Menerima Data pengguna pertama kali akan berinteraksi dengan halaman aktifitas MainActivity pada halaman tersebut pengguna dapat menekan tombol Start Receiving untuk memulai proses penerimaan data, kemudian aplikasi akan menampilkan halaman aktifitas ReceiveDataActivity pada tahap ini aplikasi akan berjalan secara otomatis untuk mencari grup jaringan, setelah ditemukan informasi grup jaringan akan dibaca dan digunakan untuk bergabung dengan grup jaringan kemudian aplikasi menjalankan socket client menuju alamat IP pemilik grup jaringan, untuk mendapatkan pesan balasan berupa data. Proses keseluruhan fungsi akan ditampilkan pada halaman aplikasi kepada pengguna yang berupa Log.

(6)

5. IMPLEMENTASI SISTEM

Pada tahapan ini dilakukan implementasi yang didasarkan dari perancangan yang telah dilakukan. Implementasi yang dilakukan adalah implementasi kode, dan implementasi antarmuka. Implementasi kode adalah implementasi dari algoritme yang telah dirancang ke bentuk program aplikasi yang dapat digunakan untuk menjalankan fungsionalitas aplikasi. Algoritme diimplementasi ke dalam kode menggunakan bahasa pemrograman Java.

Implementasi antarmuka menjelaskan implementasi antarmuka yang didasarkan pada rancangan aplikasi yang telah dirancang pada tahap perancangan ke bentuk antarmuka aplikasi yang dapat digunakan sebagai antarmuka fungsionalitas aplikasi. Antarmuka diimplementasi ke dalam kode program menggunakan bahasa pemrograman XML.

Implementasi antarmuka pengambilan data dari sensor gateway dan penyimpanan data pada perangkat mobile ditunjukkan pada Gambar 7.

Gambar 7. Implementasi Antarmuka Pengambilan dan Penyimpanan Data Implementasi antarmuka pengiriman data antar perangkat mobile dan pengiriman ke pusat data ditunjukkan pada Gambar 8.

Gambar 8. Implementasi Antarmuka Pengambilan dan Penyimpanan Data 6. PENGUJIAN

6.1. Pengujian Fungsi

Pengujian fungsi bertujuan untuk menguji validitas sistem dalam menjalankan fungsionalitas sesuai dengan spesifikasi kebutuhan yang didefinisikan pada bagian analisis kebutuhan, untuk menguji validitas fungsi digunakan metode pengujian blackbox testing dimana fungsi-fungsi yang diujikan adalah fungsi Mengambil Data, fungsi Menyimpan Data, fungsi Melihat Data, fungsi Mulai Mengirim Data, fungsi Mulai Menerima Data, dan fungsi Mengirim Data ke Pusat Data.

Hasil pengujian semua fungsi tersebut menghasilkan hasil pengujian dengan nilai validitas 100% ringkasan pengujian tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.

Mengambil Data Valid Menyimpan Data Valid Melihat Data Valid Mulai Mengirim Data Valid Mulai Menerima Data Valid Mengirim Data ke

Pusat Data Valid

Tabel 2. Hasil Pengujian Fungsi 6.2. Pengujian Availability

Pengujian availability bertujuan untuk memvalidasi jarak maksimal koneksi antar aplikasi perangkat mobile yang telah dikembangkan. Hasil pengujian availability dijelaskan pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengujian Availability Jarak Status Koneksi

10M Dapat terhubung 20M Dapat terhubung 30M Dapat terhubung 40M Dapat terhubung 50M Dapat terhubung 60M Dapat terhubung 70M Dapat terhubung 80M Dapat terhubung 90M Dapat terhubung 100M Dapat terhubung

Hasil pengujian availability menunjukkan bahwa aplikasi perangkat mobile yang dikembangkan dapat melakukan koneksi

(7)

dengan jarak maksimal yaitu 100M. Pengujian ini dilakukan pada area bebas pandang dengan posisi perangkat yang digunakan untuk pengujian berada pada ketinggian yang sejajar, berada pada satu garis lurus, dan tidak terdapat interferensi objek-objek benda yang bersifat padat diantara pengirim dan penerima. Dengan hasil yang diharapkan terpenuhi oleh hasil pengujian yang didapat dapat dinyatakan pengujian availability bernilai valid.

6.3. Pengujian Reliability

Pengujian reliability bertujuan untuk memvalidasi jarak optimal koneksi antar aplikasi perangkat mobile yang telah dikembangkan. Pengujian Reliability dijelaskan pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil Pengujian Reliability Jarak Jumlah

Percobaan

Jumlah Berhasil

Tingkat Keberhasilan

10M 10 10 100%

20M 10 10 100%

30M 10 10 100%

40M 10 10 100%

50M 10 10 100%

60M 10 10 100%

70M 10 10 100%

80M 10 8 80%

90M 10 8 80%

100M 10 6 60%

Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi perangkat mobile yang dikembangkan memiliki jarak optimal sejauh 70M, pada jarak tersebut semua percobaan pembuatan koneksi antar perangkat pengirim dan penerima berhasil 100%. Dengan catatan, pengujian ini dilakukan pada area bebas pandang dengan posisi perangkat yang digunakan untuk pengujian berada pada ketinggian yang sejajar, berada pada satu garis lurus, dan tidak terdapat interferensi objek- objek benda yang bersifat padat diantara pengirim dan penerima. Dengan hasil yang diharapkan terpenuhi oleh hasil pengujian yang didapat dapat dinyatakan pengujian reliability bernilai valid.

6.4. Kecepatan Pembuatan Koneksi

Pengujian Kecepatan Pembuatan Koneksi bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh aplikasi perangkat mobile yang dikembangkan dalam membuat koneksi antar

perangkat pengirim dan penerima. Pengujian dilakukan dengan melakukan pembuatan koneksi perangkat penerima ke 3 perangkat pengirim yang berbeda dalam jarak optimal.

Waktu dihitung dimulai dari saat perangkat penerima mendeteksi perangkat pengirim sampai koneksi antar perangkat sudah benar- benar terbentuk.

Gambar 9. Grafik Sebaran Data Waktu Pembuatan Koneksi

Berdasarkan grafik pada Gambar 9. hasil pengujian waktu pembuatan koneksi ke perangkat pengirim dengan menggunakan 3 model perangkat yang berbeda sebagai penerima menunjukkan bahwa setiap masing- masing model memiliki kisaran waktu yang berbeda dalam hal pembuatan koneksi ke perangkat pengirim. Hal ini bisa disebabkan oleh optimasi penggunaan OS Android dari masing-masing model perangkat, jumlah background task yang dijalankan secara default oleh masing-masing model perangkat, yang dapat mempengaruhi tahap pembuatan koneksi, dimana perangkat dengan optimasi tinggi dan background task yang sedikit akan lebih cepat memproses tahap-tahap pembuatan koneksi sedangkan perangkat dengan optimasi rendah dan bacgkround task yang banyak akan lebih lama dalam memproses tahap-tahap pembuatan koneksi. Dengan hasil uji yang didapatkan dari pengujian sesuai dengan hasil uji yang diharapkan dapat dinyatakan bahwa pengujian ini valid.

6.5. Pengujian Kinerja Algoritme Flooding Pengujian kinerja algoritme flooding bertujuan untuk mengukur kinerja algoritme flooding yang diimplementasikan pada aplikasi perangkat mobile. Pengujian dilakukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan oleh

0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Waktu (ms)

Jumlah Percobaan Waktu Pembuatan Koneksi

Perangkat 1 Perangkat 2 Percobaan 3

(8)

perangkat pengirim dalam mengirim data sebesar 1MB dengan 3 kondisi pengiriman yaitu, 1, 2, dan 3 perangkat penerima. Waktu yang dihitung adalah total waktu mulai dari perangkat pengirim membuka socket untuk mengirim data ke perangkat penerima pertama sampai socket ditutup untuk perangkat penerima terakhir dengan jumlah perangkat penerima sesuai dengan kondisi pengujian.

Gambar 10. Grafik Sebaran Data Waktu Pengiriman Data

Berdasarkan grafik pada Gambar 10. hasil pengujian pengiriman data dari pengirim ke penerima dengan tiga buah kondisi menggunakan algoritme flooding menunjukkan bahwa jumlah perangkat yang ditangani oleh perangkat pengirim untuk mengirimkan data hanya sanga sedikit mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data. Hal ini disebabkan oleh socket server yang dapat menerima koneksi ganda secara bersamaan dari banyak client. Denga hasil uji yang sesuai dengan hasil yang diharapkan pengujian ini dapat dinyatakan valid.

7. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan melalui tahap Perancangan Sistem Implementasi Sistem, dan Pengujian didapatkan kesimpulan bahwa aplikasi telah dapat menyelesaikan masalah pengiriman data dari lapangan menuju pusat data pada daerah yang tidak terdapat infrastruktur internet berdasarkan kepada hasil pengujian fungsi yang menghasilkan nilai validitas sebesar 100%

artinya semua fungsi yang dibutuhkan oleh aplikasi untuk menyelesaikan permasalahan dapat dijalankan oleh sistem sesuai dengan

hasil yang diharapkan.

Dengan jarak maksimal koneksi antar perangkat sebesar 100M yang didapatkan dari hasil pengujian availability dan jarak optimal bekisar antara 0-70M yang didapatkan dari hasil pengujian reliability.

Dengan kinerja waktu pembentukan koneksi dari 1 pengirim ke 3 penerima yang didapatkan dari hasil pengujian yaitu, kisaran waktu yang dibutuhkan oleh perangkat 1 untuk membuat koneksi ke pengirim berkisar antara 1456,94ms sampai 5587ms dengan rata-rata sebesar 865ms, kisaran waktu yang dibutuhkan oleh perangkat 2 untuk membuat koneksi ke pengirim berkisar antara 1257ms sampai 3476ms dengan rata-rata sebesar 879ms, dan kisaran waktu yang dibutuhkan oleh perangkat 3 untuk membuat koneksi ke pengirim berkisar antara 2356,79ms sampai 7528ms dengan rata- rata sebesar 1109ms.

Dengan kinerja pengiriman data menggunakan algoritme flooding dari 1 pengirim ke 1-3 penerima dengan besar data 1MB yang didapatkan dari hasil pengujian, kisaran waktu yang dibutuhkan oleh pengirim dalam mengirimkan data ke 1 perangkat berkisar antara 30ms sampai 110ms dengan rata-rata kisaran waktu sebesar 45,1ms, kisaran waktu yang dibutuhkan oleh pengirim dalam mengirimkan data ke 2 perangkat secara bersamaan berkisar antara 30ms sampai 150ms dengan rata-rata kisaran waktu 52,6ms, dan kisaran waktu yang dibutuhkan oleh pengirim dalam mengirimkan data ke 3 perangkat secara bersamaan berkisar antara 20ms sampai 100ms dengan rata-rata kisaran waktu sebesar 49,4ms..

8. DAFTAR PUSTAKA

Akmal, D. F., Pinandito, A. & Priyambadha, B., 2018. Rancang Bangun Aplikasi Mobile Struktur Data Graf Berbasis Google Maps.

Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 2(10), pp. 3173-3181.

Al-Fuqaha, A. et al., 2015. Internet of Things:

A Survey on Enabling Technologies, Protocols, and Applications. IEEE COMMUNICATION SURVEYS &

TUTORIALS, Volume 17, pp. 2347-2376.

Christou, C. S., 2014. Investigating smartphone and smartphone-apps utilization: A survey among Cypriot university students. 2014 International Conference on Interactive Mobile Communication Technologies and

0 20 40 60 80 100 120 140 160

0 20 40 60 80 100

Waktu (ms)

Jumlah Percobaan Waktu Pengiriman Data

1 Perangkat 2 Perangkat 3 perangkat

(9)

Learning , pp. 368-372.

developer.android.com, n.d. [Online]

Available at: https://developer.android.com [Accessed 13 2 2018].

Iriyanto, J. E., 2013. Pemrograman Smartphone Menggunakan SDK Android dan Hacking Android. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Jeong, H., Jeong, H. & Yoo, Y., 2012. Dynamic Probabilistic Flooding Algorithm based-on Neighbor Information in Wireless Sensor Networks. ICOIN.

Li, K., Xu, Z. & Chen, X., 2014. A Platform for Searching UI Component of Android Application. International Conference on Digital Home.

Liu, K. et al., 2016. Development of Mobile Ad-hoc Networks over Wi-Fi Direct with Off-the-Shelf Android Phones. IEEE ICC 2016 Ad-hoc and Sensor Networking Symposium.

Mustaqim, I., 2010. Java. Jakarta: Ekex Media.

Rahmataufany, B. A., Primananda, R. &

Suharsono, A., 2018. Analisis Pengiriman Data Di Daerah Terpencil Menggunakan Dua Node Bergerak Berbasis Delay Tolerant Network (DTN) Dengan Algoritme Flooding. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 2(9), pp. 2882-2891.

Ray, P. P., 2016. A survey on Internet of Things architectures. Journal of King Saud University – Computer and Information Sciences, pp. 0-29.

Shah, S. H. & Yaqoob, I., 2016. A Survey:

Internet of Things (IOT) Technologies, Applications and Challenges. IEEE International Conference on Smart Energy Grid Engineering, pp. 381-385.

Steenkamp, L. d. T., Kaplan, S. & Wilkinson, R. H., 2009. Wireless Sensor Network Gateway. IEEE AFRICON, pp. 23-25.

Tanenbaum, A. S. & Wetherall, D. J., 2010.

Computer Networks 5th Edition. 5 ed.

Boston: Pearson Education.

Tolle, H., Pinandito, A., Kharisma, A. P. &

Dewi, R. K., 2017. Pengembangan Aplikasi Perangkat Bergerak. Malang: UB Press.

Wi-Fi Alliance, n.d. Discover Wi-Fi, Wi-Fi Direct. [Online]

Available at: https://www.wi-fi.org/discover- wi-fi/wi-fi-direct

[Accessed 13 2 2018].

Gambar

Gambar 2. Metodologi Penelitian
Gambar 5. Sequence Diagram Mulai Mengirim  Data
Tabel 3. Hasil Pengujian Availability  Jarak  Status Koneksi
Tabel 4. Hasil Pengujian Reliability  Jarak  Jumlah  Percobaan  Jumlah  Berhasil  Tingkat  Keberhasilan  10M  10  10  100%  20M  10  10  100%  30M  10  10  100%  40M  10  10  100%  50M  10  10  100%  60M  10  10  100%  70M  10  10  100%  80M  10  8  80%  9
+2

Referensi

Dokumen terkait

Penghargaan tersebut dapat berupa anggaran yang diberikan kepada Inspektorat harus sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2008 yang nantinya digunakan untuk

Pada Tabel 5 dapat diamati bahwa tidak terdapat pola peningkatan ataupun penurunan yang sama terhadap kadar protein pada ikan bandeng dari kedua pasar dan dosis

Rabbani, dkk (2015: 4) melaporkan bahwa dengan adanya modifikasi pada pati, maka fungsi pati yang tadinya sebagian besar dijadikan sebagai bahan pangan, dapat juga

Kegiatan pembuatan pot gantung berjalan lancar. Siswa kelas 4-6 antusias mengikuti kegiatan meskipun ada sebagian kecil yang pasif tidak mau mengikuti kegiatan. Selain

Karena sejak kecil melihat latihan reog, Bagas jadi suka meniru penari yang sedang berlatih.. Sejak dua tahun lalu, ia mulai belajar ganongan atau

Mengingat mengajar pada hakekatnya merupakan upaya guru dalam menciptakan situasi belajar yang harmonis dan menyenangkan, maka diharapkan mampu menumbuhkan berbagai

umumnya perusahaan akan mempergunakan prosedur penerimaan bahan,di mana salah satu mata rantainya adalah pemeriksaan bahan baku.berdasarkan pada keadaan tersebut

Di dalam Undang-Undang ini diatur beberapa perubahan pokok tentang Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,