PENGARUH ROI, CR, DAN KURS VALAS TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMENT DI BEI
Ragil Nur Safitri1, Untung Lasiyono2
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 1 Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 2
[email protected] ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Return On Investment (ROI), Current Ratio (CR), dan Kurs Valuta Asing terhadap Harga Saham pada perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan tekstil dan garment di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel penelitian sebanyak 14 perusahaan tekstil dan garment yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling.Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder, adapun metode analisa yang digunakan adalah metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Return On Investment (ROI) berpengaruh negatif signifikan, sedangkan Current Ratio (CR) dan kurs valuta asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Dan secara simultan Return On Investment (ROI), Current Ratio (CR) dan kurs valuta asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan Tekstil dan Garment di BEI.
Kata kunci: ROI, CR, Kurs Valas, harga saham ABSTRACT
This study aims to examine and analyze the effect of Return on Investment (ROI), Current Ratio (CR), and Foreign Exchange Rates on Stock Prices in textile and garment companies in the Indonesia Stock Exchange (IDX). The research population comprised a textile and garment companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX). The research sample of 14 textile and garment companies was selected by means of the purposive sampling technique. The type of data in this study is secondary data, while the analysis method used is multiple linear regression method. The results of the research showed that partially Return on Investment (ROI) had a significant negative effect on the stock prices, while Current Ratio (CR) and foreign exchange rates did not have significant effects on the stock prices. And simultaneously the Return on Investment (ROI), Current Ratio (CR) and foreign exchange rates do not have a significant effect on the stock prices of Textile and Garment companies in IDX.
Keywords:ROI, CR, foreign exchange rates, stock prices PENDAHULUAN
Globalisasi ekonomi juga berpengaruh besar terhadap berbagai sektor, salah satunya sektor
investasi. Instrumen investasi dana jangka panjang banyak dilakukan di pasar modal. Kehadiran pasar modal
atau pasar saham ini memperbanyak pilihan sumber dana bagi perusahaan, serta menambah pilihan investasi yang dapat diartikan kesempatan untuk memperoleh tambahan dana bagi perusahaan akan semakin besar.
Daya tarik saham bagi investor salah satunya terletak pada harga saham. Perubahan harga saham dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran.
Penelitian ini menggunakan harga saham penutupan. Harga saham penutupan merupakan harga jual saham yang ditawarkan di bursa pada saat penutupan atau harga perdagangan terakhir untuk suatuperiode. Harga saham ini menggambarkan suatu reputasi atau kesimpulan kinerja perusahaan.
Sebelum melakukan investasi, investor memperhitungkan keuntunganyang akan didapat dari investasinya.Selain itu, investor juga memperhatikan setiap risiko yang akan dihadapi dalam melakukan investasi, salah satunya risiko likuiditas. Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan.
Analisis yang digunakan adalah Return On Investment (ROI). Analisis Return On Investment (ROI) ini digunakan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva untuk operasi perusahaan dalam rangka menghasilkan keuntungan atau profitabilitas. Sedangkan rasio likuiditas menunjukkan kemampuan
suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi. Analisis yang digunakan adalah Current Ratio (CR). Analisis Current Ratio (CR) digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancar menggunakan asset lancar yang dimiliki/seberapa besar jaminan asset lancar untuk memenuhi kewajiban lancar.
Beberapa peneliti menemukan bahwa kinerja keuangan yang diukur dengan rasio keuangan berpengaruh terhadap harga saham Catarina (2015) dan Endah dan Rishi (2017). Hasil penelitian menurut Catarina (2015) menunjukkan bahwa variabel ROI, EPS, dan Perceived RiskSaham baik secara simultan maupun parsial memiliki hubungan yang positif dengan Harga Saham Perusahaan Manufaktur di BEI.
Sama dengan halnya penelitian yang dilakukan oleh Endah dan Rishi (2017) dalam jurnalnya menunjukkan variabel CR secara parsial berpengaruh positif dan signifikan dengan Harga Saham pada Industri Farmasi di BEI.
Kurs valuta asing adalah salah satu alat pengukur lain yang digunakan dalam menilai kekuatan suatu perekonomian. Perubahan kurs merupakan faktor ekonomi yang turut serta menggerakkan indeks harga saham karena perubahan nilai tukar mengakibatkan pendapatan dan biaya pengeluaran perusahaan juga
ikut berubah, sehingga harga saham menjadi berubah sejalan dengan perubahan operasional perusahaan.
Fenomena krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1997 menunjukkan hubungan antara kondisi makro ekonomi terhadap kinerja saham sehingga dengan melemahnya nilai tukar rupiah telah berdampak besar terhadap pasar modal di Indonesia.
Berdasarkan peneliti sebelumnya Ike Nofiatin (2013), Yulida Yosiana (2014) dan Susi (2017) menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah signifikan positif terhadap harga saham, sedangkan
penelitian Alifah
(2015)menunjukkan bahwa nilai kurs rupiah secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham, tetapi secara simultan variabel inflasi, kurs, dan suku bunga memiliki hubungan signifikan dengan harga saham.
Penelitian ini mengangkat tema harga saham dengan menggunakan laporan keuangan Perusahaan Tekstil dan Garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Sektor Industri Tekstil dan Garment dipilih karena sektor ini mempengaruhi perekonomian Indonesia.Industri ini di Indonesia mempunyai potensi dan peluang perkembangan yang cukup baik terutama dalam kegiatan ekspor dan impor.Di dalam penelitian ini peneliti membatasi faktor yang mempengaruhi harga saham yaitu Return On Investment
(ROI), Current Ratio (CR) dan kurs valuta asing.
Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah pengaruh Return On Invenstment (ROI), Current Ratio (CR), dan kurs valuta asing terhadap harga saham pada perusahaan Tekstil dan Garment di BEI baik secara parsial maupun simultan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ROI, CR, dan kurs valuta asing terhadap harga saham baik secara simultan maupun parsial untuk penyelesaian karya tulis ilmiah pada jenjang Stratum Satu (S1) di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data tersebut diperoleh dari laporan bulanan Bank Indonesia yang terdapat di situs
resmi Bank Indonesia
(www.bi.go.id) dan laporan keuangan periode 2013-2017 pada Perusahaan Tekstil dan Garment yang terdapat di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) (www.idx.co.id). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan tekstil dan garment di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel penelitian sebanyak 14 perusahaan tekstil dan garment yang diperoleh menggunakan teknik purposive
sampling. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : 1. Perusahaan tekstil dan garment
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013- 2017.
2. Perusahaan yang lengkap harga sahamnya selama periode 2013- 2017.
3. Memiliki data-data yang lengkap terkait penelitian.
Adapun metode analisa yang digunakan adalah metode regresi linear berganda yang memenuhi kriteria uji BLUE (normalitas, multikolinieritas,,heteroskedastisitas dan autokorelasi).
Variabel Penelitian
Return On Investment (ROI) bahwa di beberapa referensi lainnya rasio ini juga ditulis dengan Return On Assets (ROA). Rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan (Irham Fahmi, 2011:137).
Current Ratio menurut Kasmir (2014:134) menyatakan bahwa rasio lancar atau (Current Ratio) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
Kurs valuta asing adalah
perbandingan nilai atau harga antara mata uang asing yang dinyatakan atau ditukarkan dengan nilai mata uang dalam negeri. Kurs tengah dapat dirumuskan sebagai berikut:
Harga saham merupakan salah satu indikator pengelolaan perusahaan. Harga saham perusahaan yang dimaksud pada penelitian ini adalah nilai jual dari saham yang ditawarkan di bursa pada saat penutupan. Data harga saham yang digunakan adalah rata- rata harga closing price bulanan mulai tahun 2013-2017.
HASIL
1. Uji BLUE (Best Linear Unbias Estimator)
Tabel 1 Hasil Uji BLUE
Sumber : Hasil Output SPSS
Hasil Uji BLUE yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 24.0
Uji Asumsi Hasil Kriteria Keterangan
Normalitas 0,078 Sig.>0,05 Normal
Multikolinieritas
ROI (X1) 1,105 VIF<10 Bebas Multikolinieritas CR (X2) 1,051 VIF<10 Bebas Multikolinieritas Kurs Valas (X3) 1,065 VIF<10 Bebas Multikolinieritas Heterokedastisitas
ROI (X1) 0,108 Sig.>0,05 Bebas Heterokedastisitas CR (X2) 0,244 Sig.>0,05 Bebas Heterokedastisitas Kurs Valas (X3) 0,496 Sig.>0,05 Bebas Heterokedastisitas Auto korelasi 1,879 dU<dW<4-
dW
Bebas Auto korelasi
menunjukkan bahwa data yang diolah telah memenuhi syarat dan dapat digunakan untuk pengujian berikutnya yaitu regresi linear berganda.
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Berdasarkan hasil dari SPSS 24.0 dapat diperoleh model regresi sebagai berikut:
Harga Saham = 1,996– 1,512 ROI + 0,291 CR – 0,003 Kurs Valas + e 1. Nilai konstanta sebesar 1,998
menunjukkan angka positif, yang berarti bahwa jika semua variabel independen yaitu ROI, CR, dan kurs valuta asing bernilai nol, maka nilai dependen yaitu harga saham sebesar 1,998.
2. Nilai Koefisien β1 sebesar -1,512 menunjukkan angka negatif, yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 dari ROI maka akan diikuti oleh penurunan harga saham sebesar 1,512.
3. Nilai Koefisien β2 sebesar0,291 menunjukkan angka positif, yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 dari CRmaka akan diikuti oleh peningkatan harga saham sebesar 0,291.
4. Nilai Koefisien β3 sebesar -0,003 menunjukkan angka negatif, yang berarti bahwa setiap kenaikan 1 dari kurs valuta asing maka akan diikuti oleh penurunan harga saham sebesar 0,003.
3. Koefisien Determinasi
Tabel 2 Hasil Uji Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi
Variabel
Dependen R R Square
Adjusted R Square Harga
Saham
0,427 0,182 0,080
Sumber : Hasil Output SPSS
Berdasarkan tabel diatas, dapat diperoleh informasi nilai koefisien korelasi adalah 0,427. Nilai ini menunjukkan bahwa hubungan antara semua variabel bebas dengan variabel terikat adalah termasuk korelasi cukup. Selain itu, menunjukkan nilai koefisien determinasi (R square) yang mendekati 0 yaitu sebesar 0,182 atau sama dengan 18,2%. Artinya, ROI, CR, dan kurs valuta asing secara simultan berpengaruh terhadap harga saham sebesar 18,2%, dan sisanya 81,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian.
4. Uji Hipotesis a. Uji t
Nilai ttabel berdasarkan uji t 2 pihak yang dapat dihitung dengan ( -k-1). Hal tersebut dapat diperoleh ttabel dari df 66 dan taraf signifikansi 0,025 sebesar 1,996.
Tabel 3 Hasil Uji t Variabel
Independen
beta t Sig ROI
CR Kurs Valas
-0,405 0,217 -0,196
-2,087 1,145 -1,031
0,048 0,264 0,313
Sumber: Hasil Output SPSS
Hasil pengujian statistik t diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Return On Investment (ROI) memiliki nilai –thitung< ttabel yaitu - 2,087 < 1,996 yang berarti H0
ditolak. Disamping itu juga menunjukkan nilai signifikansi <
kesimpulannya yaitu Return On Investment (ROI) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham.
b. Current Ratio (CR) memiliki nilai yang berarti H0 diterima. Jadi kesimpulannya yaitu Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
c. Kurs Valuta Asing memiliki nilai 0,05yang berarti H0 diterima. Jadi kesimpulannya yaitu kurs valuta asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
b. Uji F
Nilai Ftabel dapat dihitung dengan df untuk pembilang (k) dan df untuk penyebut (n-k-1). Maka dapat diperoleh Ftabel dari df untuk pembilang yaitu 3, df untuk penyebut yaitu 66 dan taraf signifikansi 0,05 sebesar 2,74.
Tabel 4 Hasil Uji F Variabel
Dependen
F Sig
Harga Saham 1,780 0,178
Sumber: Hasil Output SPSS
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai signikansi 0,05 yang berarti ROI, CR, dan kurs valuta asing
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham.
Penelitian ini yang berjudul
“Pengaruh Return On Investment (ROI), Current Ratio (CR) dan Kurs Valuta Asing Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Tekstil dan Garment di Bursa Efek Indonesia”
memiliki 3 variabel bebas yaitu Return On Investment (ROI), Current Ratio (CR), dan kurs valuta asing.
Sedangkan variabel terikatnya adalah harga saham.
Hasil pengujian pertama menunjukkan bahwa Return On Investment memiliki nilai –thitung< -
ttabel yaitu -2,087 < -1,996 dan nilai
signifikansi < 0,05 yaitu 0,048 < 0,05, yang berarti bahwa Return On Investment berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan Tekstil dan Garment yang terdaftar di BEI periode 2013-2017. Koefisien yang negatif menunjukkan ketika ROI mengalami kenaikan maka akan diikuti penurunan nilai harga saham, dan sebaliknya ketika ROI mengalami kenaikan maka terjadi penurunan nilai harga saham.
Brigham dan Houston (2010) yang menyatakan bahwa Return On Investment merupakan kemampuan suatu perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan yang mencapai laba menunjukkan perusahaan tersebut dapat mengelola seluruh aktivanya dengan
baik. Keadaan baik dalam perusahaan, akan menjadi hal yang menarik bagi investor untuk berinvestasi (Isyani, 2015).
Semakin tinggi ROI maka semakin baik keadaan suatu
perusahaan. Hal ini
menggambarkan apabila
penggunaan dan pengelolaan aset perusahaan yang optimal maka profitabilitas dan harga saham akan naik. ROI yang rendah tidak selalu buruk, karena hal ini disebabkan oleh keputusan manajemen perusahaan yang sengaja menggunakan hutang dalam jumlah yang besar, beban bunga yang tinggi juga menyebabkan laba bersih menjadi relatif rendah. Sehingga membuat pasar atau pasar investor tidak mengapresiasikan atas kenaikan ROI. Selain itu juga, laba yang diperoleh dari kenaikan ROI cenderung tidak dibagikan dalam deviden namun digunakan untuk aktivitas pengelolaan asset perusahaan dan pembayaran hutang. Hal tersebut mengakibatkan jika nilai ROI naik maka harga saham akan turun.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Putra dkk (2014) yang menyatakan bahwa ROI berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham, sedangkan hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Rahayu Mega Sari (2013) yang menyatakan bahwa ROI tidak berpengaruh terhadap harga saham.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan tersebut maka ROI dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan investor dalam melakukan investasi pada perusahaan tekstil dan garment di BEI.
Hasil pengujian kedua menunjukkan bahwa Current Ratio memiliki nilai thitung < ttabel yaitu sebesar 1,145 < 1,996 dan nilai signifikansi > 0,05 yaitu 0,264 > 0,05, yang berarti bahwa Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan Tekstil dan Garment yang terdaftar di BEI periode 2013- 2017.
Meningkatnya current ratio tidak selalu berdampak baik pada perusahaan, current ratio yang meningkat bisa saja menunjukkan banyaknya dana yang menganggur dan pada akhirnya dapat
mengurangi kemampuan
perusahaan dalam memperoleh laba (Sawir, 2009:10). Hal tersebut mengartikan bahwa Current Ratio yang tinggi belum tentu menjelaskan kondisi perusahaan tersebut dalam kondisi baik, sehingga investor dalam menanamkan modal pada saham cenderung memperhatikan aspek profitabilitas dan mengamati trend harga saham.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penellitian I Dewa Gede Suryawan dan I Gde Wirajaya (2017) yang menyatakan bahwa CR tidak akan berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan bertentangan
dengan penelitian Endah Sriwahyuni dan Rishi Septa Saputra (2017) yang menyatakan bahwa CR secara parsial berpengaruh positif terhadap harga saham.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan tersebut maka CR tidak dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan investor dalam melakukan investasi pada perusahaan tekstil dan garment di BEI.
Hasil pengujian ketiga menunjukkan bahwa kurs valuta asing memiliki nilai - ttabel< thitung <
ttabel yaitu sebesar -1,996<-1,031<
1,996 dan nilai signifikansi > 0,05 yaitu 0,264 > 0,05, yang berarti bahwa kurs valuta asingtidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan Tekstil dan Garment yang terdaftar di BEI periode 2013-2017.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Alifah Nur Windasari (2015) yang menyatakan bahwa nilai kurs tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham. Dan adapun penelitian ini bertentangan dengan penelitian Susi Ulandari (2017) yang menyatakan bahwa secara parsial variabel nilai tukar rupiah berpengaruh dan signifikan terhadap harga saham.
Menurut Bodie, et al (2007) faktor makro ekonomi yang dapat mempengaruhi harga saham, antara lain suku bunga, inflasi, dan nilai tukar. Sehingga jika kondisi nilai tukar rupiah diperkirakan buruk, maka kemungkinan besar refleksi
pada indeks harga saham yang akan menurun. Hal ini dikarenakan pelemahan kurs rupiah terhadap mata uang asing merupakan sinyal negatif bagi investor sehingga akan mempengaruhi harga saham tersebut. Selan itu, terdapat perbedaan perilaku investor pasar uang dan pasar modal. Investor pada pasar uang lebih memperhatikan kurs, sedangkan investor pada pasar modal lebih memperhatikan harga saham.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan tersebut maka kurs valuta asing tidak dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan investor dalam melakukan investasi pada perusahaan tekstil dan garment di BEI.
Hasil pengujian keempat yang dilakukan secara simultan menunjukkan bahwa Return On Investment (ROI), Current Ratio (CR) dan kurs valuta asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2013-2017. Hal ini dibuktikan dengan pengujian statistik melalui program SPSS 24.0.
Hasil statistik uji f ROI, CR, dan kurs valuta asing memiliki nilai Fhitung <
Ftabel yaitu 1,780 < 2,74 dan nilai
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012:102) harga saham adalah harga yang terjadi di bursa pada waktu tertentu. Harga saham bisa berubah naik ataupun turun dalam hitungan waktu yang begitu
cepat. Ia dapat berubah dalam hitungan menit bahkan dapat berupa dalam hitungan detik. Hal tersebut dikarenakan tergantung dengan permintaan dan penawaran antara pembeli saham dengan penjual saham. Selain itu juga, terdapat faktor yang mempengaruhi harga saham yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internalnya yaitu dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan seperti ROI, CR, dan rasio lainnya. Sedangkan, salah satu faktor eksternalnya yaitu kurs valuta asing.
Namun didalam penelitian ini tidak terdapat pengaruh simultan antara ROI, CR dan kurs valuta asing terhadap harga saham, dikarenakan pada variable ROI laba yang diperoleh dari kenaikan ROI cenderung tidak dibagikan dalam deviden namun digunakan untuk aktivitas pengelolaan asset perusahaan dan pembayaran hutang, sedangkan indicator CR belum mampu menjelaskan bagaimana kondisi perusahaan.
Sehingga kedua rasio tersebut tidak dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan karena investor lebih memilih mengamati jumlah laba perusahaan dan tren harga saham.
Untuk faktor eksternal seperti kurs valuta asing alasan tidak berpengaruhnya terhadap harga saham karena terdapat perbedaan perilaku investor pasar uang dan pasar modal, investor pada pasar uang lebih memperhatikan kurs,
sedangkan investor pada pasar modal lebih memperhatikan harga saham.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Gumilang dkk (2016) yang menyatakan bahwa Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Nilai Tukar Mata Uang, Return On Equity (ROE), dan Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil pengujian pengaruh Return On Investment (ROI), Current Ratio (CR) dan kurs valuta asing terhadap harga saham pada perusahaan tekstil dan garment periode 2013-2017 baik secara parsial maupun simultan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Return On Investment (ROI) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2013-2017.
2. Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2013-2017.
3. Kurs valuta asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2013-2017.
4. Return On Investment (ROI), Current Ratio (CR) dan kurs valuta
asing tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di BEI periode 2013-2017.
IMPLIKASI
Hasil penlitian ini akan memberikan masukan bagi para investor yaitu perlu memperhatikan perubahan faktor kurs valuta asing, ROI, dan CR yang menentukan harga saham perusahaan tekstil dan garment. Terutama ROI yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan.
KETERBATASAN PENELITIAN
Peneliti telah
menguasahakan penelitian ini dilakukan dengan benar, namun didalam penelitian ini masih terdapat keterbatasan, yaitu sebagai berikut:
1. Penelitian hanya mengambil 1 faktor eksternal (kurs valuta asing) yang mempengaruhi harga saham.
2. Hasil penelitian belum tentu dapat dijadikan sebagai acuan karena dapat berubah sewaktu- waktu saat pengambilan data yang sesuai periode.
DAFTAR RUJUKAN
Bodie, Z., A. Kane, dan A. J, Marcus.
2007. Investment, (7th Ed). New York: McGrow-Hill.
Brigham, E. F. dan Houston J. F.
2010.Dasar-Dasar Manajemen KeuanganJilid 1. Edisi Sebelas, alih bahasa oleh Ali Akbar Yulianto. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Gumilang, Prima Aulia., Yunita, Irni., dan Iradianty, Aldilla.
2016. Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Nilai Tukar Mata Uang, ROE dan CR Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Rokok Yang Terdaftar Di Bei Periode 2012 - 2015).Skripsi.
Univesitas Telkom.
Isyani, Catarina Putri Mariska. 2015.
Pengaruh Return On Investment (ROI) dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan Dengan Memperhatikan Perceived Risk Saham Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011- 2013).Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Kasmir. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Pertama.
Cetakan Ketujuh. Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persada.
Munawir S. 2010. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat.
Cetakan Ketiga. Yogyakarta : Liberty.
Putra, Yoga Pratama., Dzulkirom, Mochammad., Rahayu, Sri Mangesti. 2014. Pengaruh Return On Investment, Return On Equity, Net Profit Margin, dan Earning Per Share Terhadap Harga Penutupan Saham Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010- 2012).Skripsi. Universitas Brawijaya.
Sawir, Agnes. 2009. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Sriwahyuni, Endah dan Saputra, Rishi Septa. 2017. Pengaruh CR, DER, ROE, TAT, dan EPS Terhadap Harga Saham Industri Farmasi di BEI Tahun 2011-2015. Jurnal Online Insan Akuntan, Vol.2, No.1, 119 – 136 E-ISSN: 2528-0163, Akademi Akuntansi Bina Insani.
Ulandari, Susi. 2017. Pengaruh Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham di Sektor Industri Barang Konsumsi Pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Tahun 2012-2016.Skripsi.
Universitas Islam Negeri Raden Patah Palembang.
Windasari, Alifah Nur. 2015.
Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Nilai Kurs Rupiah,
Tingkat Suku Bunga terhadap Harga Saham di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009 – 2013.Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Yosiana, Yulida. 2014. Pengaruh BI Rate dan Kurs Rupiah Terhadap Harga Saham di Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2009-2012.Skripsi.
Universitas Islam Negeri Raden Patah Palembang.