28
3.1 Setting dan Karakteristik Subyek
Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas jenis kolaboratif.Penelitian tindakan kelas jenis kolaborasi ini,peneliti bekejasama dengan guru kelas. Peneliti sebagai pemberi ide, serta observer dan guru kelas yang melaksanakan kegiatan pembelajaran atau sebaliknya. Yang dilakukan pada semester genap tahun 2012-2013 di SD Negeri Ngabean Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Subyek dari penelitian tindakan kelas adalah siswa Kelas IV SD Negeri Ngabean Tahun Ajaran 2012-2013 dengan jumlah siswa 41 siswa, yang terdiri atas 21 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Siswa kelas IV ini hasil belajarnya masih rendah dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi pokok
“Gaya Tarikan dan dorongan”.Dari 41 siswa terdapat 25 siswa mendapatkan nilai dibawah 80 atau belum mencapai KKM yang ditentukan.Karakteristik siswa kelas IV ini adalah berumur antara 9 tahun sampai 11 tahun, kelompok umur tersebut sesuai dengan teori perkembangan kognitif tergolong dalam tahap berpikir konkrit atau nyata.Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani dan buruh tani, sehingga cenderung kurang memperhatikan perkembangan kognitif anak, di sini peran sekolah atau guru sangat menentukan proses belajar anak.
3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini terdapat dua variabel yang menjadi obyek penelitian, yaitu:
1.) Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT). sebagai variabel bebas atau variabel X yaitu model pembelajaran IPA dengan menggunakan langkah-langkah :
- Presentasi kelas (class precentation) - Kelompok (teams)
- Permainan (game)
- Pertandingan (tournament)
2.) Hasil belajar sebagai variabel terikat atau variabel dependen atau variabel Y.
3.3 Prosedur Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang mengacu pada model Kemmis & Mc Taggart dalam Arikunto (2006: 98). Langkah-langkah penelitian tindakan yang ditempuh dalam setiap siklus mencakup 3 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, pengamatan/observasi, dan (4) evaluasi- refleksi. Rincian prosedur tindakan dapat digambarkan pada bagan sebagai berikut:
Gambar 3.1
Alur Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Sumber: Arikunto, 2006: 98)
Perencanaan Refleksi
Observasi
Tindakan
Perencanaan
Tindakan Observasi
Refleksi
Berdasarkan skema diatas penelitian akan dilaksanakan melalui Siklus I dan Siklus II, sebelum dilaksanakan penelitian, menyusun suatu perencanaan mengenai apa yang akan dilaksanakan dan diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran.
3.3.2 Siklus Tindakan
Prosedur dalam kegiatan penelitian ini ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1. Siklus I
a) Perencanaan dan Pesiapan
Peneliti merancang dan merencanakan pembelajaran IPA kelas IV dengan cara meyusun RPP pokok bahasan gaya “dorongan dan tarikan.”
(Lampiran 1)
Merancang/menyusun Lembar Kerja Siswa. (Lampiran 1)
Mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan seperti kelereng, bola pingpong, meja, kursi, balon, papan, dan sebagainya.
Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan/soal yang akan dibagikan kepada setiap keompok siswa
Menentukan lamanya waktu dalam kegiatan pembelajaran.
Menetapkan teknik pembelajaran.
Melakukan observasi dan pengamatan pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran.
Menyusun format pengamatan/ observasi pada siklus b) Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menggunakan Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT). melalui tahap-tahap berikut: (1) melaksanakan tahap orientasi (tahap awal), (2) kegiatan inti (eksplorasi), (3) kegiatan pertandingan (tournament), (4) kegiatan konfirmasi.
Guru menjelaskan pembelajaran tentang gaya tarikan atau dorongan dapat merubah gerak dan bentuk suatu benda.
Guru mempresentasikan atau menyajikan materi dengan langkah- langkah presentasi kelas, kelompok, pertandingan dan permainan serta menyampaikan tujuan, dan memberikan motivasi.
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil, terdiri dari 5-6 orang siswa, dan setiap siswa diberikan nomor untuk nantinya dipanggil mempresentasikan jawaban dari kelompok
Guru memberikan materi tentang Perubahan Sifat Benda dan Penyebabnya
Guru memberikan lembar soal yang akan dikerjakan secara kelompok dan dipresentasikan sesuai perwakilan setiap kelompok.
Masing-masing kelompok beradu kecepatan dalam menyelesaikan tugas kelompoknya untuk mendapatkan skor ranking tercepat dan mempresentasikan hasil kerjanya lebih awal dari kelompok yang lain.
Guru menunjuk perwakilan setiap kelompok untuk maju ke depan kelas dan menyampaikan hasil pekerjaannya.
Penentuan pemenang berdasarkan kecepatan waktu dan kelayakan jawaban yang benar. Tujuan dari model pembelajaran TGT ini adalah untuk memotivasi siswa supaya mengikuti pembelajaran dengan baik,
Guru memberi penghargaan kelompok (team recognition), yaitu penghargaan terhadap kelompok yang memperoleh skor terbanyak.
c) Refleksi
Kegitan refleksi yang dilakukan untuk menganalisis terhadap proses dan tindakan dengan memanfaatkan hasil kerja siswa melalui pembelajaran menggunakan model TGT.
Kegitan refleksi juga untuk melihat kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam pelaksanaan siklus I serta melihat perubahan yang terjadi selama tindakan siklus I.
Hal-hal yang harus dicermati guru dalam kegiatan refleksi adalah keaktifan siswa yang mencerminkan motivasi siswa belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan keadaan-keadaan yang menghambat, factor-faktor yang menjadi pendorong, dan alternatif solusinya. Dengan penelitian ini secara teknis, refleksi ditentukan dengan analisis dan sintesis dengan pola berpikir deduktif dan induktif sebagaimana yang dikembangkan oleh Muhajir (1997) dan Simbolon (1999).
2. Siklus II
Berdasarkan hasil siklus I maka diadakan perencanaan ulang. Rencana yang dibuat pada prinsipnya sama dengan rencana pada siklus I. Hal itu disebabkan siklus II merupakan perbaikan proses belajar pada siklus I. Pada tahap ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: (1) menyusun Rencana Pembelajaran, (2) menyusun Lembar Kerja Siswa, (3) mempersiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan.
Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan TGT (Teams games tournament) melalui tahap-tahap berikut: (1) melaksanakan tahap orientasi (tahap awal), (2) kegiatan inti (eksplorasi), (3) kegiatan pembelajaran dengan pertandingan , (4) kegiatan konfirmasi. Hasil evaluasi-refleksi pada tahapan ini merupakan analisis dari observasi siklus II.Hasil evaluasi-refleksi siklus II ini digunakan untuk menarik kesimpulan apakah penelitian yang dilakukan sudah mencapai indikator yang ditetapkan.
3.4 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data
Data penelitian tindakan kelas dikumpulkan dengan cara pengamatan,menggunakan panduan pengamatan, wawancara dan pemberian tugas.
Jenis data dari penelitian tindakan kelas ini adalah data kuantitatif yang berupa skor hasil belajar siswa dari kegiatan pembelajaran pada siklus I dan II.Data tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis diskriptif. Untuk memperoleh
signifikasi tindakan yang dilakukan terhadap hasil belajar dengan bantuan program SPSS For Windows versi 19,0.
Setelah data diperoleh langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengolah dan menganalisis hasil belajar siswa baik nilai test maupun lembar observasi.
Data hasil tes
Untuk menghitung rata-rata kelas setiap siklus adalah:
Keterangan:
x = rata-rata kelas Σ x = jumlah seluruh skor N = banyaknya siswa
3.4.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 3.4.2 Uji Validitas
Sebelum soal tes diberikan kepada siswa, maka untuk menguji valid dan tidaknya suatu item menggunakan validitas instrument berkaitan dengan sejauh mana suatu instrumen sesuai atau tepat untuk mengukur tujuan. Untuk menentukan suatu item tertentu valid atau tidak digunakan pedoman dari Santoso (2003) menggunakan SPSS versi 19.0, suatu item instrument penelitian dianggap valid jika memiliki koefisien corrected item to total correlation ≥ 0,2. Sumanto (1995).
Tabel 3.4 Uji Validitas
Nomor Soal
Corrected Item-Total
Correlation Keterangan
1 .350 Valid
2 .401 Valid
3 .089 Tidak Valid
4 .581 Valid
5 .100 Tidak Valid
6 -.050 Tidak Valid
7 .248 Valid
8 .509 Valid
9 .382 Valid
10 .524 Valid
11 .361 Valid
12 .205 Valid
13 -.057 Tidak Valid
14 .379 Valid
15 .207 Valid
16 .319 Valid
17 .511 Valid
18 .677 Valid
19 .259 Valid
20 .005 Tidak Valid
21 .589 Valid
22 .428 Valid
23 .412 Valid
24 .491 Valid
25 .466 Valid
Berdasarkan perhitungan validitas tes pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai validitas dari 25 ada 5 soal yang nilai validitasnya kurang dari 0,2 yaitu soal nomor 3, 5, 6, 13, dan 20. Oleh karena itu dilakukan perhitungan validitas 20 soal yang nilai validitasnya lebih dari 0,2.
3.4.3 Uji Reliabilitas
Reliabilitas instrumen dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keajegan instrumen dari variabel yang hendak diukur. Pengukuran reliabilitas instrument dalam penelitian ini dengan menggunakan Sekaran (1992) sebagai berikut :
α ≥ 0,6 : batasan minimal diterima α ≥ 0,7 : dapat diterima
0,8<α ≤ 0,9 : reliabilitas bagus α> 0,9 : reliabilitas memuaskan
Tabel 3.6
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes di SD N Ngabean
Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2012/2013
Berdasarkan tabel 3.5 di atas dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas instrument sebesar 0,814 termasuk dalam kategori reliabel. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan untuk mengukur variabel penelitian.
3.5 Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan penelitian adalah harapan terjadinya kenaikan hasil belajar dari peningkatan kompetensi dasar menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah gerak suatu benda pada siswa kelas IVyang ditunjukkan adanya kenaikan nilai rata-rata hasil evaluasi pembelajaran 75%
tuntas sesuai Kretiria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 80.Ditargetkan nilai rata-rata hasil belajar pada kompetensi dasar tersebut mencapai 80, dengan demikian harapan peningkatan standar kompetensi pembelajaran IPA dapat tercapai.Target pencapaian ketuntasan minimal 75% dari siswa yang belum tuntas pada pembelajaran kompetensi dasar tersebut adalah target pencapaian sesuai harapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.842 25
Keterangan :
P : prosentase ketuntasan belajar Σ : jumlah