• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN AKHIR RENCANA STRATEGIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RANCANGAN AKHIR RENCANA STRATEGIS"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKHIR

RENCANA STRATEGIS

2021-2026

DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN PANGANDARAN

(2)

i | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

KATA PENGANTAR

Segenap puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas bimbingan-Nya, Dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik.

Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026ini disusun sebagai tindaklanjut Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026 dan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah serta merujuk kepada Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2018-2025.

Akhir kata, atas diselesaikannya Dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026 ini, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan semoga dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terkait.

Pangandaran, 21 September 2021 KEPALA DINAS

PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PANGANDARAN

UNTUNG SAEFUL ROHMAN, S.Sos.Msi.

Pangkat : Pembina Tk. I, IV/b NIP. 19721108 200312 1 004 KEPALA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN

KABUPATEN PANGANDARAN

(3)

ii | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iii

DAFTAR DIAGRAM ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 2

1.2. Landasan Hukum ... 3

1.3. Maksud dan Tujuan ... 6

1.4. Sistematika Penulisan ... 6

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN 8 2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi... 9

2.2. Sumber Daya Dinas Pariwisata dan Kebudyaan ... 16

2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran ... 19

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran .... 31

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS ... 34

3.1. Identifikasi Permasalahan ... 35

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 38

3.3. Telaah Renstra K/L Dan Renstra ... 43

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 47

3.5. Penentuan Isu-Isu Strategis ... 48

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN... 54

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 60

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN ... 64

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN ... 88

BAB VIII PENUTUP ... 91

(4)

iii | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

DAFTAR TABEL

TABEL 2.1 Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Kabupaten Pangandaran ... 17

TABEL 2.2 Aset Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran 18

TABEL 2.3 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran ... 20

TABEL 2.4 Skala Nilai Perangkat Kinerja ... 21

TABEL 2.5 Jumlah PAD Sektor Pariwisata ... 24

TABEL 2.6 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran ... 29

TABEL 3.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat ... 46

TABEL 3.2 Matrriks Analisa Lingkungan Strategis (SWOT) ... 49

TABEL 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka menegah Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran .... 57

TABEL 4.2 Formulasi Perhitungan Indikator Tujuan dan Sasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran .... 58

TABEL 5.1 Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran .... 60

TABEL 6.1 Rencana Program, Kegiatan dan Pendanaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran .... 66

TABEL 7.1 Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ... 89

TABEL 7.2 Formulasi Perhitungan Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ... 90

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 1.1 Keterkaitan Renstra Perangkat Daerah Dan Renstra K/L ... 3

GAMBAR 1.2 Keterkaitan Renstra Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya .. 3

GAMBAR 2.1 Kegiatan Safari Budaya atau Diplomasi Kebudayaan Tahun 2020 ... 23

GAMBAR 2.2 Pembinaan Pelaku Kreatif Tahun 2020 ... 24

GAMBAR 4.1 Arsitektur Kinerja Pembanguna Daerah ... 55

GAMBAR 4.2 Hubungan Kinerja Pembanguna Daerah ... 55

DAFTAR DIAGRAM

DIAGRAM 2.1 Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KabupatenPangandaran ... 9

(5)

1 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Landasan Hukum

1.3 Maksud dan Tujuan

1.4 Sistematika Penulisan

(6)

2 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

1.1 Latar Belakang

Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Organisasi Perangkat Daerah mempunyai kewajiban untuk menetapkan Rencana Strategis OPD untuk periode lima tahunan.

Rencana Strategis Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Renstra Perangkat Daerah adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Renstra Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif. Dalam rangka penyusunan Renstra Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud, Perangkat Daerah melakukan koordinasi, sinergi dan harmonisasi dengan BAPPEDA dan pemangku kepentingan.

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bupati Pangandaran Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026 dalam rangka mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan dan berkelanjutan guna terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik maka disusun Perubahan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026, disusun dengan tahapan :

1. Persiapan penyusunan;

2. Penyusunan rancangan awal;

3. Penyusunan rancangan;

4. Pelaksanaan forum perangkat daerah/lintas perangkat daerah;

5. Perumusan rancangan akhir; dan 6. Penetapan.

Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran dipergunakan sebagai acuan perencanaan operasional kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran yang dituangkan dalam Rencana Kerja (RENJA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran setiap tahunnya serta penyusunan anggaran berdasarkan kinerja yang telah ditetapkan (Perjanjian Kinerja).

Renstra Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026 dilakukan mencakup :

1. Penyesuaian tugas pokok dan fungsi;

2. Penyempurnaan tujuan dan sasaran OPD;

3. Penyempurnaan indikator dan target kinerja;

4. Penyesuaian nomenklatur program dan kegiatan;

5. Penyederhanaan kegiatan.

Rencana Strategis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang mengacu pada Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran 2021-2026 yang disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan

(7)

3 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

perencanaan pembangunan selama lima tahun kedepan berdasarkan visi, misi, tujuan, strategi yang dirumuskan dan disepakati sebagai dasar untuk melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026.

Kedudukan dan keterkaitan antar dokumen perencanaan dalam sistem perencanaan pembangunan dan sistem keuangan dapat dilihat dalam bagan sebagai berikut :

Gambar 1.1 Keterkaitan Renstra Perangkat Daerah Dan Renstra K/L

Gambar 1.2 Keterkaitan Renstra Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

1.2 Landasan Hukum

Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026 ini berpedoman pada:

1. Landasan Idiil yaitu Pancasila,

2. Landasan Konstitusional yaitu UUD 1945, 3. Landasan Operasional

a. Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;

c. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

d. Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;

e. Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya;

(8)

4 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

f. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat

g. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

h. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan;

i. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif;

j. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional;

k. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah;

l. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

m. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional 2010 – 2025;

n. Instruksi Presiden Nomor 16 Tahun 2005 tentang Kebijakan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Daerah;

o. Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif;

p. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Rancana Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tahun 2020-2024;

q. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

r. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

s. Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 50-3078 Tahun 2020 Tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

t. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra dan Aksara Daerah;

u. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Kesenian;

v. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional dan Museum;

w. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan;

(9)

5 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

x. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2009 Nomor 6 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 64);

y. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029;

z. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025;

aa. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daertah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023;

bb. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 79 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

cc. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2025;

dd. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jawa Barat Tahun 2019-2039;

ee. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 14 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan

ff. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 15 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pangandaran Tahun 2016- 2025;

gg. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 16 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021.

hh. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 24 Tahun 2016 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;

ii. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 31 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;

jj. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2018-2025;

kk. Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026;

ll. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 26 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pangandaran;

mm. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 28 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pangandaran;

nn. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi serta Tata Kerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran;

oo. Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 73 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 54 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran.

(10)

6 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

1.3 Maksud Dan Tujuan

1. Maksud

Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran pada tahun 2021-2026 disusun sebagai pedoman/dokumen perencanaan untuk periode lima tahun dimaksudkan untuk menjabarkan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan Kabupaten Pangandaran bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026.

Program/kegiatan dalam RENSTRA Tahun 2021-2026 merupakan implementasi dari RPJMD Kabupaten Pangandaran dan RPJPD Kabupaten Pangandaran yang diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pusat maupun daerah lainnya untuk dilaksanakan seluruh stakeholder secara terpadu, sinergis, dan berkelanjutan

2. Tujuan

a. Menerjemahkan visi dan misi Kabupaten Pangandaran ke dalam tujuan dan sasaran pembangunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan periode tahun 2021-2026 beserta program prioritas dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026;

b. Merumuskan rancangan program dan kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran serta rencana penganggarannya untuk periode Tahun Anggaran 2021-2026;

c. Menetapkan berbagai program prioritas yang disertai dengan indikasi pagu anggaran, indikator kinerja dan target kinerja yang akan dilaksanakan setiap tahunnya selama periode tahun 2021-2026.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan Rencana Strategis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2021-2026 adalah sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra Perangkat Daerah, fungsi Renstra Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra Perangkat Daerah, keterkaitan Renstra Perangkat Daerah dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota, dan dengan Renja Perangkat Daerah. Penjelasan tentang Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas dan fungsi, kewenangan Perangkat Daerah, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran dan penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra Perangkat Daerah. Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra Perangkat Daerah, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah

Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Perangkat Daerah periode sebelumnya, mengemukakan capaian

(11)

7 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

program prioritas Perangkat Daerah yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra Perangkat Daerah ini.

BAB III Permasalahan Dan Isu-Isu Strategis Perangkat Daerah

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan Perangkat Daerah beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Identifikasi permasalahan, Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih, Telaahan Renstra K/L dan Renstra Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis serta Penentuan Isu-isu Strategis.Selanjutnya dikemukakan metode penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu strategis tersebut. Dengan demikian, pada bagian ini diperoleh informasi tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra Perangkat Daerah tahun rencana.

BAB IV Tujuan dan Sasaran

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah Perangkat Daerah.

BAB V Strategi dan Arah Kebijakan

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan arah kebijakan Perangkat Daerah.

BAB VI Rencana Program dan Kegiatan Serta Pendanaan

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif.

BAB VII Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja Perangkat Daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Perangkat Daerah dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

BAB VIII Penutup

(12)

8 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

2.2 Sumber Daya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

2.4 Tantangan dan Peluang Pelayanan Dinas

Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten

Pangandaran

(13)

9 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

Tugas Pokok Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran tertuang dalam Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 73 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupai Pangandaran Nomor 54 Tahun 2016 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif;

2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif;

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif;

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Adapun Struktur organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran adalah sebagai berikut :

Diagram 2.1 Struktur Organisasi

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

Tugas pokok, fungsi dan uraian tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran adalah sebagai berikut :

1. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan merupakan unsur pelaksana Otonomi Daerah, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

2. Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, merumuskan kebijakan teknis operasional, mengkoordinasikan, melaksanakan kerja sama dan mengendalikan pelaksanaan dalam rangka membantu Bupati melaksanakan Urusan Pemerintahan bidang pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif yang menjadi kewenangan Daerah.

3. Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Dinas mempunyai fungsi:

(14)

10 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

a. perumusan, pengaturan dan pelaksanaan kebijakan teknis operasional pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif sesuai dengan kebijakan nasional dan provinsi serta kebijakan umum daerah;

b. pembinaan, pengendalian dan fasilitasi pelaksanaan tugas kesekretariatan Bidang pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif.

c. penyelenggaraan dan pengelolaan sumber daya aparatur, keuangan, sarana dan prasarana Dinas;

d. penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pelaksanaan tugasnya;

e. penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Dinas.

4. Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Dinas mempunyai uraian tugas:

a. mengkoordinasikan perumusan dan menetapkan kebijakan teknis di bidang pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif;

b. menyelenggarakan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;

c. mengkoordinasikan kebijakan pemerintah dan provinsi serta kebijakan umum daerah dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan bidang pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif;

d. memimpin, mengatur, membina, mengawasi, mengendalikan, mengkoordinasikan, monitoring, evaluasi, pelaporan dan pelaksanaan kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif;

e. menyelenggarakan perumusan rencana kebutuhan bidang pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif;

f. menyelenggarakan penetapan program dan rencana kerja lingkup bidang pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif;

g. menyelenggarakan perancangan dan pengembangan sistem informasi dan dokumentasi teknis pelaksanaan program pembangunan bidang pariwisata, kebudayaan dan ekonomi kreatif;

h. mendistribusikan tugas kepada staf secara lisan maupun tertulis sesuai bidang tugasnya;

i. menyelenggarakan konsultasi tugas dengan pihak-pihak yang terkait baik teknis maupun administratif, untuk keserasian dan keharmonisan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dinas;

j. menjelaskan perkembangan kebijakan-kebijakan dan prioritas kepada staf;

k. memantau pelaksanaan tugas staf melalui rapat-rapat intern dan petunjuk langsung untuk keterpaduan pelaksanaan tugas;

l. mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan program kerja dinas;

m. membina staf sesuai ketentuan kepegawaian untuk peningkatan kualitasi dan karier staf;

n. mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian sasaran kerja pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;

o. mengadakan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait baik teknis maupun administratif untuk sinkronisasi pelaksanaan tugas;

(15)

11 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

p. melaporkan pelaksanaan tugas secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai kebutuhan kepada pimpinan;

q. memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan yang menyangkut bidang tugas dinas; dan

r. melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.

5. Dalam melaksanakan Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), (3) dan (4) Kepala Dinas membawahkan :

a. Sekretariat;

b. Bidang Destinasi Pariwisata;

c. Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif;

d. Bidang Analisa dan Pemasaran Pariwisata;

e. Bidang Kebudayaan.

a. Sekretariat

(1) Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas, mempunyai tugas pokok merumuskan, mengkoordinasikan rencana kerja, evaluasi dan pelaporan kesekretariatan yang meliputi pelayanan kepegawaian dan umum, keuangan serta program yang meliputi perencanaan, evaluasi dan pelaporan.

(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretaris mempunyai fungsi:

a) penyusunan rencana kerja kesekretariatan;

b) pengumpulan, pengolahan usulan program dan kegiatan;

c) penyelenggaraan tugas-tugas kesekretariatan;

d) penyelenggaraan pengendalian pelaksanaan kegiatan pelayanan umum dan kepegawaian, keuangan serta perencanaan, evaluasi dan pelaporan;

e) penyelenggaraan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

f) penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja sekretariat.

(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekretaris mempunyai uraian tugas:

a) koordinasi kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan;

b) koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran Dinas sesuai peraturan yang berlaku;

c) pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip dan dokumentasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan;

d) pengelolaan barang milik/kekayaan/aset daerah yang menjadi tanggung jawab Dinas sesuai peraturan yang berlaku;

e) mengkoordinasikan penyusunan dokumen perencanaan dinas sesuai peraturan yang berlaku;

f) mengelola adminstrasi keuangan pada dinas sesuai peraturan yang berlaku;

(16)

12 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

g) mengelola ketatausahaan, kearsipan dan rumah tangga dinas untuk kelancaran pelaksanaan dinas;

h) melaksanakan penyiapan bahan koordinasi, perencanaan, evaluasi dan pelaporan, pelayanan administrasi kepegawaian, keuangan, ketatausahaan, keprotokolan dan rumah tangga;

i) mengelola urusan keprotokolan dan humas untuk kelancaran tugas dinas;

j) mengelola urusan kepegawaian sesuai peraturan yang berlaku;

k) mengkoordinasikan penyusunan dokumen evaluasi kinerja sesuai peraturan yang ada; dan

l) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(4) Dalam melaksanakan Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas sebagaimana ayat (1), (2) dan (3) Sekretariat membawahkan:

a) Sub Bagian Kepegawaian dan Umum b) Sub Bagian Keuangan

c) Sub Bagian Program b. Bidang Destinasi Pariwisata

(1) Bidang Destinasi Pariwisata dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian dan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata.

(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Destinasi Pariwisata mempunyai fungsi:

a) penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

b) koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

c) penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

d) pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

e) pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata.

(3) Dalam melaksanakan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Bidang Destinasi Pariwisatamempunyai uraian tugas:

a) menyelenggarakan pengkajian program kerja bidang destinasi pariwisata;

b) mempersiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

c) menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

d) melaksanakan kebijakan perintisan pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

e) menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis, fasilitasi dan pengembangan pengelolaan daya tarik wisata;

(17)

13 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

f) menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis, fasilitasi dan pengembangan Infrastruktur dan sarana dan prasarana kepariwisataan;

g) menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis, fasilitasi dan pengembangan Investasi Pariwisata;

h) pelaksanaan pemantauan dan pelaporan kegiatan di bidang destinasi pariwisata;

i) melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan tata kelola daya tarik wisata, infrastruktur, ekosistem dan investasi pariwisata;

j) menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(4) Dalam melaksanakan Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas sebagaimana ayat (1), (2) dan (3) Bidang Destinasi Pariwisata membawahkan:

a) Seksi Pengembangan dan Pengelolaan Daya Tarik Wisata;

b) Seksi Pengembangan Infrastruktur, Ekosistem dan Investasi Pariwisata.

c. Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

(1) Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai fungsi:

a) penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan teknis, fasilitasi dan pengembangan Industri Pariwisata;

b) penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

c) koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

d) penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

e) pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

f) pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

(3) Dalam melaksanakan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai uraian tugas:

a) menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis, fasilitasi dan pengembangan Industri Pariwisata;

b) mempersiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

(18)

14 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

c) menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

d) menyusun norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

e) melaksanakan kebijakan perintisan pengembangan pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

f) melaksanakan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

g) melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan industri dan regulasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, kerja sama antarlembaga dan pengembangan ekonomi kreatif;

h) pelaksanaan pemantauan dan pelaporan kegiatan bidang industri pariwisata dan ekonomi kreatif;

i) menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(4) Dalam melaksanakan Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas sebagaimana ayat (1), (2) dan (3) Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membawahkan:

a) Seksi Pengembangan Industri Pariwisata;

b) Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif.

d. Bidang Analisa dan Pemasaran Pariwisata

(1) Bidang Analisa dan Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata.

(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Analisa dan Pemasaran Pariwisata mempunyai fungsi:

a) penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

b) koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

c) penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

d) pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

e) pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata.

(3) Dalam melaksanakan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Bidang Analisa dan Pemasaran Pariwisatamempunyai uraian tugas:

a) mempersiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

(19)

15 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

b) menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

c) menyusun norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

d) melaksanakan kebijakan perintisan pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

e) melaksanakan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

f) melaksanakan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan analisa data dan pemasaran pariwisata;

g) pelaksanaan pemantauan dan pelaporan kegiatan;

h) menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(4) Dalam melaksanakan Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas sebagaimana ayat (1), (2) dan (3) Bidang Analisa dan Pemasaran Pariwisatamembawahkan:

a) Seksi Analis Data Pariwisata;

b) Seksi Pengembangan Pemasaran Pariwisata.

e. Bidang Kebudayaan

(1) Bidang Kebudayaan dipimpin oleh Kepala Bidang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinasyang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pembinaan, pengelolaan dan penyelenggaraan Bidang Kebudayaan.

(2) Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Kebudayaan mempunyai fungsi:

a) penyelenggaraan perumusan kebijakan teknis operasional Bidang Kebudayaan, meliputi peninggalan sejarah dan kepurbakalaan, Seni dan Budaya;

b) penyelenggaraan rencana kerja Bidang Kebudayaan, meliputi Seni dan Budaya serta Sejarah dan Kepurbakalaan;

c) penyelenggaraan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

d) penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Bidang Kebudayaan

(3) Dalam melaksanakan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Bidang Kebudayaan mempunyai uraian tugas:

a) perencanaan Inventarisasi kebudayaan di daerah, tradisi masyarakat, tempat sejarah dan juru kunci;

b) menyelenggarakan perumusan kebijakan teknis Dinas di bidang kebudayaan;

c) penggalian kebudayaan daerah dan tradisi daerah;

d) fasilitasi layanan kebudayaan yang meliputi Cagar Budaya dan Permuseuman, Sejarah dan Nilai Budaya serta Pembinaan Kesenian;

e) penggalian/penumbuh kembangan dan pelestarian kebudayaan daerah;

f) penyiapan bahan-bahan pembinaan yang berkaitan dengan kebudayaan daerah;

g) pengkajian, Penelitian dan Pemeliharaan benda koleksi Cagar Budaya, Sejarah, Permuseuman dan Nilai Budaya;

h) penyelenggaraan kerjasama dengan instansi terkait yang menangani kebudayaan dan tradisi masyarakat;

(20)

16 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 i) pelaksanaan pembinaan dan pertunjukan dibidang kebudayaan;

j) penyelenggaraan pagelaran yang berkaitan dengan kebudayaan, tradisi masyarakat dan karya seni/kesenian;

k) fasilitasi terbentuknya organisasi budayawan;

l) pemberian insentif kepada pengelola benda peninggalan sejarah;

m) penyusunan inventarisasi, dokumentasi dan publikasi sejarah yang berkaitan dengan peninggalan purbakala, legenda rakyat, religi dan tradisi;

n) pengadaan kerjasama dengan instansi terkait untuk mengembangkan potensi peninggalan purbakala, legenda rakyat, religi dan tradisi sebagai komoditi usaha wisata;

o) penyusunan laporan kegiatan di bidang tugasnya;

p) pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.

(5) Bidang Kebudayaan sebagaimana pada ayat (1), membawahkan:

a) Seksi Seni dan Budaya;

b) Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan.

f. Unit Pelayanan Teknis Dinas

Pada organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran dibentuk 2 (dua) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), yaitu:

1) UPTD Pariwisata dan Kebudayan Wilayah Pangandaran;

2) UPTD Pariwisata dan Kebudayan Wilayah Cijulang.

Tugas pokok dan fungsi UPTD ditetapkan dengan Peraturan Bupati tersendiri, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

g. Kelompok Jabatan Fungsional

Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional dimaksud, diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.2 Sumber Daya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

A. Sumber Daya Manusia

Jumlah personil Sumber Daya Manusia yang mendukung tugas dan fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran sampai Bulan Juli Tahun 2021 adalah sebanyak 34 pegawai ASN dan 209 Non ASN. Adapun 34 orang pegawai ASN terdiri dari 16 pejabat struktural dan 17 fungsional umum, untuk penempatan pegawai di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran sebanyak 27 orang, di UPT Wilayah Cijulang sebanyak 4 orang dan UPT Wilayah Pangandaran sebanyak 3 orang.

a) Berdasarkan Tingkat Pendidikan:

1) Pasca Sarjana : 4 Orang

2) Sarjana/Diploma IV : 11 Orang

3) SMA sederajat : 23 Orang

b) Berdasarkan Jabatan Struktural:

1) Pejabat Eselon II : 1 Orang 2) Pejabat Eselon III : 4 Orang 3) Pejabat Eselon IV : 11 Orang

(21)

17 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 c) Berdasarkan Pangkat dan Golongan:

1) Pembina, IV/a : 4 Orang

2) Penata Tk. I, III/d : 6 Orang

3) Penata, III/c : 6 Orang

4) Penata Muda Tk. I, III/b : 2 Orang 5) Penata Muda, III/a : 4 Orang 6) Pengatur Tk. I, II/d : 5 Orang

7) Pengatur, II/c : 5 Orang

8) Pengatur Muda Tk. I, II/b : 1 Orang

Kuantitas dan kualitas sumber daya manusia adalah salah satu faktor penting dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran dalam mencapai target yang telah ditentukan.

B. Sarana dan Prasarana (Aset Dinas)

Untuk menjalankan tugas dan fungsi sehari-hari didukung oleh sarana dan prasarana.

Berikut gambaran kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran sampai dengan Bulan Januari tahun 2020 dapat dilihat pada table 2.4 berikut ini :

Tabel 2.1 Sarana dan Prasarana

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

No Nama Bidang Barang Jenis Barang Jumlah

Barang Keterangan 1

Bangunan Gedung Kantor

Bangunan Gedung Kantor

Permanen 16

10 Baik 1 Kurang Baik 5 Rusak Berat 2

Bangunan Gedung Kantor Lain-

Lain 45

20 Baik 8 Kurang Baik 17 Rusak Berat 3 Bangunan Gedung Tempat Ibadah Bangunan Gedung Tempat Ibadah

Permanen 1 Kondisi Baik

4

Bangunan Gedung Tempat Pertemuan

Bangunan Gedung Pertemuan

Permanen 1 Kondisi Baik

5 Bangunan Gedung Tempat

Pertemuan Lain-Lain 2 Kondisi Baik

6 Bangunan Gedung

Hiburan/Kesenian Permanen 1 Kondisi Baik 7 Bangunan Gedung Tempat Pendidikan Bangunan Gedung Pendidikan

Permanen 1 Kondisi Baik

8

Bangunan Gedung Tempat Olah Raga

Gedung Olah Raga Tetutup

Permanen 4 Kondisi Baik

9 Bangunan Olah Raga Terbuka

Permanen 3 Kondisi Baik

10

Bangunan Gedung

Pertokoan/Koperasi/Pasar

Gedung

Pertokoan/Koperasi/Pasar Permanen

11 Kondisi Baik

11 Gedung

Pertokoan/Koperasi/Pasar Semi Permanen

1 Rusak Berat 12

Bangunan Gedung Untuk Pos Jaga

Gedung Pos Jaga Permanen 4

1 Baik 2 Kurang Baik 1 Rusak Berat

13 Gedung Pos Jaga Semi Permanen 1 Kondisi Baik

14 Gedung Menara Peninjau

Permanen 1 Kondisi Baik

15 Bangunan Gedung Untuk Pos Jaga

Lain-Lain 6 5 Baik

1 Rusak Berat

(22)

18 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 16

Bangunan Gedung Garasi/Pool

Gedung Garasi/Pool Permanen 1 Kondisi Baik

17 Gedung Garasi/Pool Semi

Permanen 3 2 Baik

1 Rusak Berat

18 Bangunan Terbuka Bangunan Terbuka Lain-Lain 17 Kondisi Baik

19

Bangunan Gedung Tempat Kerja Lainnya

Bangunan Gedung Tempat Kerja

Lainnya Permanen 16 7 Baik 9 Rusak

Berat

20 Gedung Pengujian Kendaraan

Lainnya 5 4 Baik

1 Rusak Berat

21 Bangunan Gedung Tempat Kerja

Lainnya Lain-Lain 2 Kondisi Baik

22 Bangunan Stasiun Bus Bangunan Stasiun Bus Lain-Lain 1 Kondisi Baik

23 Taman Taman Lain-Lain 6 5 Baik

1 Rusak Berat 24

Mess/Wisma/Bungalow/Tempat Peristirahatan

Mess/Wisma/Bungalow/Tempat

Peristirahatan Permanen 12 11 Baik 1 Rusak Berat

25 Mess/Wisma/Bungalow/Tempat

Peristirahatan Semi Permanen 1 Kondisi Baik

26 Hotel Hotel Permanen 5 3 Baik

2 Rusak Berat

27 Motel Motel Lain-Lain 3 1 Baik

2 Rusak Berat 28

Tugu

Tugu Peringatan Lainnya 6 5 Baik

1 Rusak Berat

29 Bangunan Pintu Gerbang 11 Kondisi Baik

30 Monomen/Bangunan Bersejarah

Lainnya 2 Kondisi Baik

31 Bangunan Peninggalan Tempat Ibadah Bersejarah

Lainnya 1 Kondisi Baik

32 Bangunan Menara Perambuan Penerangan Pantai

Bangunan Menara Perambuan

Penerangan Pantai Lain-Lain 5 1 Baik 4 Rusak Berat

33 Pagar Pagar Lain-Lain 6 Kondisi Baik

Sumber: Bagian Aset Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran 2020

Sumber daya sarana dan prasarana pendukung kerja Dinas Pariwista dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran sampai dengan Tahun 2020 pada umumnya mempunyi kondisi baik dan dapat mendukung kerja dinas.

Tabel 2.2 Aset

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

NO URAIAN UNIT KETERANGAN

1 2 3 4

ASET TETAP 9

99

Tanah 13

01 Tanah 13

Peralatan Dan Mesin 61

01 Alat Besar 1

02 Alat Angkutan 23

03 Alat Bengkel Dan Alat Ukur 2

04 Alat Pertanian 6

05 Alat Kantor Dan Rumah Tangga 3 81 06 Alat Studio, Komunikasi Dan

Pemancar

1 05 07 Alat Kedokteran Dan Kesehatan 17

08 Alat Laboratorium 1

18

09 Alat Persenjataan 9

10 Komputer 96

11 Alat Eksplorasi -

12 Alat Pengeboran -

(23)

19 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 13 Alat Produksi, Pengolahan Dan

Pemurnian -

14 Alat Bantu Eksplorasi -

15 Alat Keselamatan Kerja -

16 Alat Peraga -

17 Peralatan Proses/Produksi -

18 Rambu - Rambu 3

19 Peralatan Olah Raga -

Gedung Dan Bangunan 1

49

01 Bangunan Gedung 1

27

02 Monumen 16

03 Bangunan Menara 1

04 Tugu Titik Kontrol/Pasti 5 Jalan, Irigasi Dan Jaringan 33

01 Jalan Dan Jembatan 20

02 Bangunan Air 12

03 Instalasi -

04 Jaringan 1

Aset Tetap Lainnya 32

01 Bahan Perpustakaan 18

02 Barang Bercorak

Kesenian/Kebudayaan/Olahraga 14

03 Hewan -

04 Biota Perairan -

05 Tanaman -

06 Barang Koleksi Non Budaya - 07 Aset Tetap Dalam Renovasi - Kostruksi Dalam Pengerjaan 11 01 Konstruksi Dalam Pengerjaan 11

ASET LAINNYA 1

89 Kemitraan Dengan Pihak Ketiga - 01 Kemitraan Dengan Pihak Ketiga -

Aset Tidak Berwujud 11

01 Aset Tidak Berwujud 11

Aset Lain-Lain 1

78

01 Aset Lain-Lain 1

78

Sumber: Bagian Aset Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran 2020

2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

Kinerja pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan secara langsung dapat dilihat secara garis besar sesuai tugas pokok dan fungsi Disparbud Kabupaten Pangandaran, kinerja pelayanan yang dicapai selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

(24)

20 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

Tabel 2.3

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran

NO.

INDIKATOR KINERJA SESUAI

TUGAS DAN FUNGSI PERANGKAT

DAERAH

TARGET NSPK

TARGET IKK

TARGET INDIKAT

OR LAINNYA

TARGET RENSTRA PERANGKAT DAERAH

TAHUN REALISASI CAPAIAN TAHUN RASIO CAPAIAN PADA TAHUN

2018 2019 2020 2021 2018 2019 2020 2021 2018 2019 2020 2021

1 2 3 4 5 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1

Nilai akuntabilitas kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

CC B BB BB BB BB A 137,29% 138,89% 122,20%

2

Persentase Pemajuan Kebudayaan lokal

25% 35% 70% 80% 20% 50% 60% 80,00% 142,86% 85,71%

3

Persentase pengembangan ekonomi kreatif

20% 30% 50% 70% 27,08% 39,58% 45,83% 135,40% 131,93% 91,66%

4

Jumlah PAD sektor

Pariwisata

25 M 25 M 27,5 M 30 M 19.836.147.250,00 18.472.858.000,00 13.786.568.250,00 79,34% 73,89% 50,13%

5

Persentase pemenuhan kriteria GSTC-D sektor pariwisata

40% 60% 80% 100% 58,53% 63,41% 63,41% 146,33% 105,68% 79,26%

Pangandaran, 21 September 2021 Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Kabupaten Pangandaran

UNTUNG SEAEFUL R, S.Sos., M.Si NIP. 10721108 200312 1 004

(25)

21 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 2.3.1 Nilai akuntabilitas kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran sesuai dengan Renstra Perubahan selama tiga tahun terakhir belum optimal, namun untuk nilai AKIP sudah memenuhi target dengan beberapa faktor seperti rekomendasi hasil evalusi segera ditindaklanjuti dan dokumen dokumen pendukung segera disusun berikut skala nilai untuk penilaian evaluasi AKIP:

Table 2.4

Skala Nilai Peringkat Kinerja

No Interval Nilai Realisasi Kinerja Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja

1 9 % ≤ % Sangat Baik

2 % ≤ 9 % Tinggi

3 % ≤ % Sedang

4 % ≤ % Rendah

5 ≤ % Sangat Rendah

Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017

Pada tahun 2020 nilai AKIP Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran mendapatkan Nilai 85,54 yang masuk kriteria Tinggi atau nilai A.

2.3.2 Persentase Pemajuan Kebudayaan lokal

Perhitungan persentase pemajuan kebudayaan lokal dihitungan dari jumlah objek pemajuan kebudayaan lokal yang dikembangkan dibagi dengan jumlah objek pemajuan kebudayaan lokal. Untuk memajukan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, diperlukan langkah strategis berupa Pemajuan Kebudayaan melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan objek pemajukan kebudayaan guna mewujudkan masyarakat yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam Kebudayaan. Objek pemajuan kebudayaan dimaksud menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan meliputi:

1. Tradisi lisan;

2. Manuskrip;

3. Adat istiadat;

4. Permainan rakyat;

5. Olahraga tradisional;

6. Pengetahuan tradisional;

7. Teknologi tradisional;

8. Seni;

9. Bahasa;

10. Ritus.

Dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan tersebut di atas, pada tahun 2020 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran telah melaksanakan pengembangan dan penanganan 6 (enam) objek pemajuan kebudayaan. Berikut 6 (enam) objek pemajuan kebudayaan yang dikembangkan di Kabupaten Pangandaran:

1. Ritus seperti pada proses karasemen adat pada kegiatan Hajat Laut yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Muhharam;

2. Seni seperti tarian Ronggeng yang dipentaskan pada acara Karnaval Seni Budaya dan Kegiatan di Ruang Publik;

3. Tradisi Lisan seperti cerita tentang Nyai Rengganis yang dilakukan sebelum pementasan tari

(26)

22 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 ronggeng dimulai (dalam penyamapaian sinopsis);

4. Pengetahuan Tradisional seperti ketika Karnaval Budaya ada pagelaran busana;

5. Pemainan Tradisional seperti Permainan Layang-layang ketika pelaksanaan event Kite Festival dan pengenalan permainan tradisional kepada Finalis Mojang Jajaka (MOKA) Kabupaten Pangandaran untuk dapat disosialisasikan kepada anak-anak sekolah ketika mereka melakukan kegiatan MOKA Goes to School;

6. Manuskrip seperti di Kecamatan Cijulang (bulan Muharam) oleh tokoh masyarakat/adat dilaksnakan tradisi ngabuku tahun dimana kegiatan membaca manuskrip yang disebut Purwaning Jagat.

Dengan realisasi tersebut capaian kinerja persentase pemajuan kebudayaan lokal masuk ke dalam kategori tinggi. Pada tahun 2018 ada 2 obyek pemajuan kebudayaan yang sudah ditangani atau dimajukan secara langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran adalah Seni dan Ritus, terdapat kenaikan atau percepatan pencapaian kinerja sebanyak 3 objek pemajuan kebudayaan tahun 2019 dan pada tahun 2020 sebanyak 1 objek yaitu manuskrip yang dilaksanakan oleh masyarakat di Kecamatan Cijulang dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran dalam hal ini membantu menginventarisasi dan mentransilitasi naskah kuno ke dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 2020 setelah pada bulan Maret diumumkan tentang Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia banyak hal yang direfocusing dan banyak kegiatan yang dibatasai, hal tersebut juga berpengaruh pada capaian kinerja sasaran strategis 2 yakni persentase objek pemajuan kebudayaan lokal. Sehingga pada tahun 2020 objek pemajuan yang dikembangkan yakni hanya manuskrip.

Apabila dibandingkan dengan target akhir periode Renstra sebanyak 80% pemajuan kebudayaan maka masih ada 20% atau 2 objek pemajuan yang harus ditangani dan dikembangkan.

Beberapa faktor penghambat terhadap capaian target antara lain:

1. Pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 yang mengharuskan semua kalangan untuk membatasi kegiatan berkerumun sehingga banyak kegiatan kebudayaan yang dibatalkan;

2. Keterbatasan sumberdaya yang dimiliki untuk menginventraisir dan mengklasifikasikan objek pemajuan kebudayaan yang ada di Kabupaten;

Beberapa faktor pendukung untuk mencapai target akhir resntra antara lain:

1. Masih banyak masyarakat Kabupaten Pangandaran yang masih memegang teguh tradisi,adat istiadat dan budaya lainnya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat;

2. Para pelaku budaya tradisional di Kabupaten Pangandaran banyak yang masih hidup sehingga masih dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya;

3. Generasi muda mulai banyak yang peduli dan menggali serta mau mempelajari seni dan budaya tradisional di Kabupaten Pangandaran. Mereka secara perlahan dapat mengapresiasi seni dan kreatifitas Karya Budaya yang dimiliki masyarakat Kabupaten Pangandaran.

(27)

23 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 Gambar 2.1 Kegiatan Safari Budaya atau Diplomasi Kebudayaan Tahun 2020 2.3.3 Persentase Pengembangan Ekonomi Kreatif

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang terbagi ke dalam 16 subsektor, diperlukan sumber daya manusia memiliki kompetensi yang baik dengan daya inovatif dan kreativitas yang tinggi.

Selain sumber daya manusia tentu hal-hal lain juga diperlukan dalam pengembangan tersebut seperti alat dan wadah untuk sumber daya manusia tersebut berkreasi. Kebijakan bidang ekonomi kreatif sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 yaitu aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Dari hasil analisa persentase pengembangan ekonomi kreatif yang dicapai pada Tahun 2020 sebesar 45,83 % dari hasil perhitungan sebagai berikut :

110 x 100% = 45,83%

240

Dari 240 pelaku ekonomi kreatif yang berada di Kabupaten Pangandaran yang terdata sampai dengan Tahun 2018. Pada tahun 2018 yang telah dibina sebanyak 65 orang dan 30 orang pada tahun 2019 dan 15 orang pada tahun 2020 apabila dijumlahkan pelaku ekonomi kreatif yang telah dibina sampai tahun 2020 sebanyak 110 orang, jadi capaian kinerja Tahun 2020 sebesar 91,66% masuk ke dalam kategori sangat baik. Apabila dibandingkan dengan tahun 2019 ada penurunan capaian sekitar 15 orang dan apabila dibandingkan dengan periode akhir renstra masih sekitar 58 pelaku yang belum dibina atau sekitar 24,17%. Penurunan capaian pada tahun 2020 dikarena sumber daya yang dimiliki belum bisa mendukung secara optimal pada sasaran meningkatnya pengembangan ekonomi kreatif.

Beberapa faktor penghambat terhadap capaian yang melebihi target antara lain:

1. Dampak pandemic covid-19 yang terjadi dari awal tahun 2020 sampai saat ini;

2. Keterbatasan sumber daya yang dimiliki sehingga dukungan untuk pelaku ekonomi kreatif belum bisa diberikan secara maksimal.

(28)

24 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6 Gambar 2.2 Pembinaan Pelaku Kreatif Tahun 2020

2.3.4 Jumlah PAD sektor Pariwisata

Sedangkan untuk jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pariwisata (retribusi wisata) dihitung berdasarkan jumlah dari setiap jenis kendaraan/orang yang masuk ke 5 daya tarik wisata yang dikelola Pemerintah Daerah dikalikan dengan harga tiket dari masing-masing jenis kendaraan/orang, adapun jumlah PAD sebagimana tabel di bawah ini :

Tabel 2.5

Jumlah PAD Sektor Pariwisata

NO DAYA TARIK WISATA REALISASI TAHUN 2018 REALISASI TAHUN 2019 REALISASI TAHUN 2020 1 Pantai Pangandaran 13.949.525.000 13.326.055.000 10.185.207.500 2 Pantai Karapyak 968.037.000 941.513.000 988.259.500 3 Pantai Batukaras 2.976.225.000 2.604.620.000 1.746.387.500 4 Pantai Batuhiu 1.090.380.000 902.520.000 321.150.000 5 Green Canyon 829.480.250 698.150.000 545.563.750

Jumlah 19.813.647.250 18.472.858.000 13.786.568.250

Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tahun 2020

Kabupaten Pangandaran memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan, dari mulai potensi wisata alam, budaya dan buatan. Karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah, baru 5 (lima) daya tarik wisata yang dikelola Pemerintah Daerah dan menjadi sumber PAD sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran, kelima daya tarik wisata tersebut adalah:

1. Pantai Karapyak yang berada di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran;

2. Pantai Pangandaran yang berada di wilayah tiga Desa yaitu Desa Pananjung, Desa Pangandaran dan Desa Cikembulan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran;

3. Pantai Batuhiu yang berada di Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran;

4. Green Canyon yang berada di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran;

5. Pantai Batukaras yang berada di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran

Banyak hal yang mempengaruhi ketidaktercapaian Jumlah PAD Sektor Pariwisata tersebut, diantaranya :

1. Pandemi Covid-19 yang terjadi dari awal tahun 2020;

2. Wisawatan sebagian besar mengetahui Pangandaran sebagai destinasi wisata yang mengandalkan daya tarik wisata pantai dan bahari, padahal ada banyak daya tarik wisata lainya seperti kebudayaan masyarakat, kuliner, wisata petualang, wisata gua, wisata desa dan lain sebagainya;

3. Terbatasnya aksesibilitas, seperti sarana dan prasarana atau pilihan moda transportasi menuju Kabupaten Pangandaran dan didalam destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran;

(29)

25 | R e n s t r a D i s p a r b u d K a b . P a n g a n d a r a n T a h u n 2 0 2 1 - 2 0 2 6

4. Ketidakmerataan pengembangan fasilitas wisata di destinasi wisata seperti ketersedian akomodasi menimbulkan penumpukan wisatawan di satu destinasi wisata yaitu Pantai Pangandaran dan kurangnya ketersediaan lahan parkir yang aman dan nyaman terutama di Pantai Pangandaran menjadi salah satu penyebab kemacetan ketika volume kendaraan naik pada liburan panjang seperti libur hari raya, tahun baru dan libur sekolah;

5. Belum optimalnya penyelenggaraan event-event wisata yang bersifat viral dan massif baik dalam skala nasional ataupun internasional yang mampu menarik wisatawan baik pada musim liburan atapun musim sepi kunjungan;

6. Banyaknya informasi isu-isu bencana dan berita hoax yang belum optimal dalam penanganannya, ditambah lagi dengan kondisi alam yang tidak menentu mempengaruhi psikologi wisatawan dalam memutuskan untuk berkunjung ke Kabupaten Pangandaran;

7. Kunjungan wisatawan masih terfokus pada akhir pekan dan hari libur;

Solusi :

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata dengan cara menciptakan, meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepariwisataan, serta kemudahan pergerakan wisatawan di destinasi pariwisata. Pembangunan destinasi wisata berupa pengembangan daya tarik wisata/atraksi, pembangunan prasarana, penyediaan fasilitas umum, pembangunan fasilitas pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.;

2. Mempermudah pergerakan wisatawan menuju ke Kabupaten Pangandaran dan destinasi pariwisata dilakukan dengan cara peningkatan aksesibilitas berupa prasarana, sarana, dan sistem transportasi;

3. Meningkatkan Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat meliputi, peningkatan kapasitas sumber daya masyarakat, dan peningkatan kesadaran dan peran masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan;

4. Mengembangkan investasi pariwisata dengan menerapkan sejumlah strategi di antaranya memberikan insentif, kemudahan, serta melakukan promosi investasi;

5. Mengembangkan pasar dengan fokus pada kepuasan wisatawan, ketika wisatawan puas dengan destinasi wisata yang kita tawarkan, kemungkinan besar mereka akan berkunjung kembali dan loyal dengan destinasi wisata kita dan akan merekomendasikan destinasi wisata kita kepada wisatawan lain (promosi dari mulut ke mulut);

6. Setelah kedaan kembali seperti semula mengembangkan pengelolaan destinasi wisata musiman dengan menciptakan event-event yang bersifat viral dan massif yang dapat menarik wisatawan untuk datang pada musim sepi kunjungan dan musim libur. Selain itu juga melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengelola destinasi wisata pada musim ramai kunjungan sehingga wisatawan yang datang merasa puas akan pelayanan kepariwisataan yang diberikan dan pada akhirnya ingin berkunjung kembali dengan mengajak teman dan saudaranya;

7. Mengembangkan sistem informasi terpadu dimana setiap orang akan lebih mudah mengakses informasi seputar kepariwisataan Pangandaran sehingga isu-isu negative dan informasi yang tidak benar dapat diminimalisir. Selain itu juga mengembangkan system respon cepat pemberian informasi dan klarifikasi akan suatu pemberitaan yang merugikan sehingga semua orang mengetahui hal yang sebenernya tanpa termakan isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan merugikan semua pihak;

Gambar

Gambar 1.2 Keterkaitan Renstra Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya
Diagram 2.1 Struktur Organisasi
Tabel 2.1  Sarana dan Prasarana
Tabel 2.2  Aset
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kegiatan praktik mengajar tersebut, praktikan masih perlu dibina oleh guru pamong dan dosen pembimbing sehingga tidak terjadi salah konsep. Nilai tambah yang

Abstrak: Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dengan menerapkan model

pertambangan. Mereka yang membiayai hal ini terdorong oleh keuntungan yang dat diperoleh dari tiap ons akstraksi logam mulia dan harga tinggi pasar emas selama ini

atas segala nikmat cahaya ilmu pengetahuan, kemudahan serta petunjuk yang telah diberikan sehingga dapat terselesaikan dengan baik penulisan tesis dengan Pengujian Keseragaman

EFEKTIFITAS FLASH CARD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA SISWA TUNARUNGU KELAS TK-A2 DI SLB NEGERI CICENDO KOTA BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Laporan Tugas Akhir ini mengkaji tentang masalah potensi wisata yang terdapat di Pasar Jumat Karanganyar, strategi pengembangan Pasar Jumat Karanganyar, dan

Dan sebaliknya apabila IRR mengalami penurunan sebesar satu persen maka akan terjadi peningkatan pada variabel terikat ROA (Y) sebesar 0,004 persen dengan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor finansial, latar belakang pendidikan menengah, pengaruh orang lain, pengakuan profesional, pelatihan