4
Wheleen dan Hunger (1983), bahwa menjemen strategi adalah serankain keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka waktu panjang. Termasuk formulasi strategi, implementasi dan evaluasi. Sedangkan menurut perspektif Umar (1999), dalam buku “Mengenal Manajemen Strategik” menjelaskan bahwa manajemen strategi adalah suatu seni dan ilmu mengenai pembuatan rumusan, penerapan dan evaluasi keputusan strategis antara fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan di masa depan.
Selain itu menurut penuturan Suwarno (1996) menerangkan bahwa manajemen strategi dapat diartikan sebagai usaha manajerial dalam mengembangkan kekuatan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan misi yang telah ditetapkan. Dengan kata lain seorang entrepreneur harus bisa menyusun strategi agar dia dapat menerima dan mengerjakan berbagai macam keinginan pelanggan. Selain itu, seorang entrepreneur harus mampu menekan biaya seminimal mungkin agar profit yang didapatkan lebih besar daripada pengeluarannya. Akan tetapi, strategi bisnis yang sering diterapkan masih belum mampu meningkatkan suatu kinerja dari sebuah bisnis baik dalam pertumbuhan asset, penjualan, ataupun keuntungan ( Rahayu puji, 2009).
2.2 Strategi pemasaran
2.2.1 Pengertian Strategi Pemasaran
Menurut Assauri (2007) strategi pemasaran adalah rencana menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran yang memberikan sebuah pedoman tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan perusahaan melalui periklanan, program promosi, penjualan, program produk, dan pendistribusian. Menurut Craven dalam Purwanto (2008), strategi pemasaran yaitu suatun cara
untuk menganalisa strategi untuk proses pengembangan dan pelaksanaan yang digunakan untuk menentukan sasaran pasar di setiap unit bisnis, menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan, menentukan posisi pasar yang keudian dirancang guna memenuhi keinginan konsumen.
Menurut Cravens (1996), konsep pemasaran memiliki tiga aspek dasar yang dianggap penting, yaitu:
a) Kebutuhan dan keinginan dari konsumen sebagai dasar dan tujuan suatu bisnis
b) Pendekatan organisasi dengan tujuan memuaskan keinginan pelanggan
c) Kepuasan pelanggan merupakan pencapaian dari semua tujuan organisasi
Salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu mendukung dalam memasarkan produk untuk menciptakan kepuasan konsumen adalah penggunaan marketing mix (bauran pemasaran) yang meliputi product, price, promotion, dan physical evidence atau place (Pawitra dan Rachmawati, 2011). Dengan demikian, faktor yang ada dalam bauran pemasaran (marketing mix) merupakan variabel-variabel yang diharapkan mampu menciptakan kepuasan konsumen. Kepuasan pelanggan akan berimbas kepada loyalitas pelanggan, sehingga usaha yang dibangun akan terus bertahan dan berkembang.
2.2.2 Perumusan Strategi Pemasaran
Menurut Wibowo (2015) merumuskan strategi pemasaran berarti melaksanakan prosedur tiga langkah secara sistematis, antara lain : 2.2.2.1 Strategi Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar ke dalam pembeli yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan, karakteristik, ataupun perilaku yang membutuhkan produk dan pasar tersendiri. Atau dengan kata lain segmentasi pasar merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar terdiri atas beberapa segmen yang
berbeda-beda. Dalam jurnal Dadang yang dikutip dari Kotler dijelaskan bahwa ada beberapa semen pasar antara lain :
1. Geografis adalah aktivitas pemasaran dengan membagi pasar ke dalam beberapa daerah yang berbeda seperti wilayah, populasi, kepadatan dan iklim.
2. Demografis adalah aktivitas pemasaran dengan membagi-bagi pasar dalam beberapa grup dengan beberapa variabel berbeda seperti jenis kelamin, pekerjaan, penghasilan, agama, usia, ukuran keluarga, ras, kewarganegaraan, dan kelas sosial.
3. Psikografis adalah aktivitas pemasaran dengan membagi konsumen ke beberapa grup berbeda dengan basis variabel kepribadian dan gaya hidup.
4. Perilaku adalah aktivitas pemasaran dengan membagi konsumen ke dalam beberapa grup yang berbeda dengan variabel seperti status pengguna, kesempatan penggunaan, tingkat penggunaan, kesetiaan merek, kesiapan membeli, manfaat yang dicari, dan sikap terhadap produk.
2.2.2.2 Strategi Penentuan Sasaran Pasar
Strategi penentuan target pasar adalah suatu segmen yang sesuai dengan kemampuan perusahaan untuk masuk ke segmen tersebut.
Sebagian besar perusahaan berusaha untuk memasuki pasar baru yang melayani satu segmen. Ketika terbukti berhasil, mereka menambah segmen tersebut dan kemudian melakukan ekspansi baik secara vertikal atau horizontal.
Menurut Dadang Munandar, untuk memilih suati target pasar yang optimal, perlu diperhatikan beberapa kriteria berikut:
1. Responsif
Target pasar harus responsif terhadap produk atau program pemasaran yang dikembangkan. Langkah ini harus dimulai dengan studi segmentasi yang jelas. Hal ini dikarenakan tanpa
adanya target pasar yang jelas, produsen akan menanggung berbagai risiko baik kecil ataupun besar.
2. Potensi penjualan
Potensi penjualan harus mencakup area yang cukup luas.
Semakin besar suatu target pasarnya, semakin besar nilainya.
Besar kecilnya produk tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk tetapi juga ditentukan berdasarkan daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
3. Pertumbuhan yang memadai
Pasar tumbuh secara perlahan sampai akhirnya meluncur dengan cepat dan mencapai titik tertinggi.
4. Jangkauan media
Target pasar akan tercapai secara optimal jika pemasar mampu memilih suatu media yang tepat dalam mempromosikan dan memperkenalkan produknya kepada pelanggan.
2.2.2.3 Strategi Penentuan Posisi Pasar
Penentuan posisi pasar adalah strategi untuk merebut posisi di benak konsumen menyangkut dalam perihal tentang bagaimana membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi terhadap pelanggan. Menurut Dadang yang dikutip dari Lupiyoadi (2001).
Positioning bukan hanya tentang apa yang dilakukan terhadap
produk, akan tetapi meliputi apa yang kita lakukan terhadap pikiran konsumen. Strategi ini erat kaitannya dengan cara konsumen menempatkan produk organisasi dalam ingatan mereka, sehingga calon konsumen dan segmen terpilih yang dibidik memiliki penilaian tertentu dan mengidentifikasikan diri dengan produk tersebut.
2.2.3 Jenis Strategi Pemasaran
Menurut Assauri (2007) ada tiga jenis strategi pemasaran yang dapat ditempuh oleh organisasi atau perusahaan, yaitu sebagai berikut : 2.2.3.1 Strategi Pemasaran tanpa membedakan pasar
Strategi ini mengasumsikan pasar secara keseluruhan, sehingga suatu perusahaan atau organisasi hanya berfokus pada pasar secara umum. Produk yang diproduksi dan ditawarkan di pasar biasanya hanya satu jenis produk dan sehinga dapat menarik konsumen dengan menggunakan satu rencana pemasaran saja. (Swatsha dalam jurnal Violita, 2010)
2.2.3.2 Strategi Pemasaran dengan membedakan pasar
Jenis strategi ini melayani kebutuhan kelompok tertentu dengan satu jenis produk tertentu, sehingga produsen memproduksi produk yang berbeda sesuai segmentasi pasar. Dengan demikian, produsen menawarkan berbagai macam produk yang sesuai dengan keinginan berbagai konsumen. (Swatsha dalam jurnal Violita, 2010 )
2.2.3.3 Strategi pemasaran yang terkonsentrasi
Tujuan strategi yaitu memasarkan produknya ke beberapa segmen pasar dengan memperhatikan keterbatasan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini produsen memilih segmen pasar tertentu dengan menawarkan produk sesuai dengan kebutuhan kelompok konsumen yang tentunya lebih spesifik. Sehingga perusahaan dapat memfokuskan perhatian dan aktivitasnya yag kemudian dapat memberikan manfaat optimal bagi mereka.
(Swatsha dalam jurnal Violita, 2010) 2.3 Analisis SWOT sebagai Alat Formulasi Srategi
Analisis SWOT dilakukan setelah mengumpulkan berbagai informasi yang mempengaruhi keberlangsungan perusahaan. Kemudian langkah selanjutnya yaitu dengan memanfaatkan semua informasi dalam model kuantitatif dan dalam bentuk matriks SWOT. Melalui matriks ini, dapat dengan jelas menggambarkan peluang dan ancaman eksternal yang akan dihadapi perusahaan. Matriks ini memiliki empat alternatif strategis seperti pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Matriks SWOT
Eksternal /
Internal Strenghts (S) Weaknesses (W)
Opportunities (O)
Strategi SO Strategi WO
Menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan peluang
Menggunakan suatu strategi untuk menutupi suatu kelemahan yang dimiliki perusahaan agar mendapatkan peluang
Threats (T)
Strategi ST Strategi WT
Menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk menghilangkan ancaman
Menggunakan suatu strategi untuk menutupi suatu kelemahan yang dimiliki perusahaan agar menghilangkan ancaman
Adapun penjelasan mengenai Tabel 2.1 adalah sebagaimana berikut : 2.3.1 Strategi SO ( Strength / Opportunities )
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan peluang yang sebesar-besarrnya.
2.3.2 Strategi ST ( Strength / Threats )
Menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk menghilangkan ancaman.
2.3.3 Strategi ( Weakness / Opportunities )
Strategi ini diterapkan dengan menggunakan suatu strategi untuk menutupi suatu kelemahan yang dimiliki perusahaan agar mendapatkan peluang.
2.3.4 Strategi ( Weakness / Threats )
Menggunakan suatu strategi untuk menutupi suatu kelemahan yang dimiliki perusahaan agar menghindari ancaman.
2.4 Blue Ocean Strategy
2.4.1 Pengertian Blue Ocean Strategy
Wilopo (2016) dalam jurnanya yang berjudul “Implementasi Blue Ocean Strategy pada Amstirdam Coffee ” menerangkan bahwa sebelum Kim dan Mauborgne menciptakan konsep Blue Ocean Strategy. Kim dan Mauborgne telah melakukan riset terlebih dahulu dalam kurun waktu 15 tahun terhadap 150 lebih perusahaan di seluruh dunia. Hasil dari riset tersebut menyatakan bahwa terdapat 2 terminologi dalam penggunaan Blue Ocean Strategy yaitu dengan cara red ocean dan blue ocean. Perusahaan memiliki potensi penetrasi pasar secara luas dengan menawarkan nili tertinggi yang merupakan hasil penerapan konsep Blue Ocean Strategy yang baik. Sedangkan suatu perusahaan yang tidak mampu menerapkan Blue Ocean Strategy, maka perusahaan tersebut berpotensi mengalami kondisi red ocean atau samudra merah.
Lantas yang memunculkan pertanyaan adalah seperti apa sebernarnya Blue Ocean Strategy ? Kim dan Mauborgne (2005) menerangkan Blue Ocean Strategy adalah suatu metode tentang bagaimana membuat ruang pasar yang belum terjelajahi yang mampu menciptakan permintaan dan serta memberikan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan dan atau dengan kata lain, Blue Ocean Strategy adalah suatu konsep strategi pemasaran untuk menciptakan samudera birudi mana samudera biru tersebut merupakan idiom dari pengupayaan bagaimana perusahaan mampu menciptakan produk dengan berbagai variasi yang selama ini tidak dipandang oleh para pesaing. Tidak lepas dari penjelasan sebelumnya, Ardian (2017) mengemukan bahwa Blue Ocean Strategy bukan strategi untuk memenangkan persaingan akan tetapi strategi untuk keluar dari dunia persaingan dengan menciptakan ruang pasar yang baru dan membuat pesaing dan kompetisi menjadi tidak relevan.
2.4.2 Perbandingan Red Ocean dan Blue Ocean
Seperti yang jeaskan di atas bahwa ada dua terminologi ruang pasar yang berlawanan dalam menggunakan Blue Ocean Strategy yaitu Red Ocean dan Blue Ocean. Menurut Kim dan Mauborgne (2009) dalam ruang pasar zona red ocean, perusahaan akan bersaing satu sama lain dengan keras untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar.
Hal ini, akan menyebabkan antar perusahaan sebagai pelaku bisnis akan merasakan medan pertarungan yang sengit, dimana dalam medan persaingan tersebut diperebutkan oleh para pelaku bisnis dengan menawarkan keseragaman produk, sehingga Red Ocean bisa dikategorikan sebagai kondisi di mana kondisi pasar sering terjadi serang-menyerang antar pelaku bisnis yang sama.
Sebaliknya pada zona blue ocean ditandai dengan adanya ruang pasar yang belum terjelajah, penciptaan permintaan dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. Ketika ruang pasar semakin sesak dan ketat, laba yang dihasilkan serta pertumbuhan perusahaan akan berkurang dan produk juga produk akan bergeser menjadi komoditas. Untuk itu perusahaan harus mampu memenangi kompetisi untuk dapat meraup laba dengan kesempatan pertumbuhan pasar yang baru dengan menciptakan samudra biru (blue ocean). Adapun perbedaan dari kedua terminologi dapat dilihat pada tabel 2.2 dibawah ini :
Tabel 2.2 Perbedaan Red Ocean dan Blue Ocean
Samudra Merah ( Red Ocean ) Samudra Biru ( Blue Ocean ) Bersaing dalam ruang pasar yang sudah
terbentuk sebelumnya
Menciptakan ruang pasar baru dimana belum adad pesaing di dalamnya
Mengalahkan beeberapa competitor untuk
memenangkan kompetisi Menjadikan kompetisi seakan tidak relevan Mengeksploitasi permintaan yang sudah ada
sebelumnya
Menangkap dan menciptakan permintaan baru
Memilih antara nilai-biaya ( value – cost
trade-off ) Mendobrak pertukaran nilai – biaya
Memadukan sistem kegiatan yang dimiliki oleh perusahaan dengan pilihan antara diferensiasi atau biaya rendah
Memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dalam mengejar diferensiasi dan biaya rendah
2.4.3 Inovasi Nilai: Landasan Strategi Samudra Biru
Salah satu yang sangat penting dalam landasan Blue Ocean Strategy adalah inovasi nilai. Inovasi nilai dalam wilayah dimana tindakan perusahaan secara positif mempengaruhi struktur biaya dan tawaran nilai bagi pembeli. Penghematan biaya dilakukan dengan menghilangkan dan mengurangi faktor-faktor yang menjadi titik persaingan dalam industri.
Nilai pembeli ditingkatkan dengan menambah dan menciptakan elemen- elemen yang belum ditawarkan dalam industri.
Gambar 2.1 Inovasi Nilai
Seperti yang telah ditunjukkan gambar 2.1, menciptakan samudra biru adalah tentang menurunkan biaya sekaligus meningkatkan nilai bagi pembeli. Ini adalah bagaimana lompatan nilai bagi perusahaan dan pembeli dicapai. Karena nilai pembeli berasal dari utilitas (manfaat) dan harga yang ditawarkan perusahaan kepada pembeli dan karena nilai bagi perusahaan dihasilkan dari struktur harga dan biaya, inovasi nilai dicapai hanya jika seluruh sistem aktivitas utilitas, harga, dan biaya terintegrasi dengan baik. Pendekatan seperti inilah yang menjadikan penciptaan samudra biru sebagai strategi yang berkelanjutan.
2.4.4 Prinsip Blue Ocean Strategy
Untuk mendorong kesuksesan perumusan dan pengeksekusian strategi untuk keluar dari dunia persaingan dengan menciptakan ruang pasar yang baru dan membuat pesaing dan kompetisi menjadi tidak relevan, Blue Ocean Strategy memberikan delapan prinsip. Berikut mengenai prinsip-prinsip Blue Ocean Strategy (Tabel.2.3)
Tabel 2.3 Prinsip Blue Ocean Strategy
Prinsip – Prinsip Perumusan Faktor Resiko Yang Diredam Oleh Masing-Masinng Prinsip Merekontruksi batasan-batasan pasar Resiko pencarian
Fokus pada gambaran besar, bukan angka Resiko perencanaan Menjangkau untuk melampaui permintaan Resiko skala Menjalankan rangkaian strategi yang benar Resiko model bisnis
Prinsip – Prinsip Perumusan Faktor Resiko Yang Diredam Oleh Masing-Masinng Prinsip
Mengatasi kendala utama organisasi Resiko organisasi Memadukan eksekusi dalam strategi Resiko manajemen
Menyelaraskan proporsi nilai,laba dan
layak. Resiko kesinambungan
Memperbaharui samudra biru Resiko pembaharuan
Jadi dari tujuan blue ocean strategy tidak untuk melakukan kompetisi pada industri yang ada, tetapi untuk menciptakan ruang pasar yang baru atau dengan demikian blue ocean membuatkopetisi tidak relevan. Maka dari itu Cotrugli Business School (2012) menyatakan bahwa blue ocean srategy menawarkan serangkaian metodologi adan alat untuk menciptakan ruang pasar yang baru seperti canvas strtegy, kurva nilai, kerangka kerja empat langkah, kerangka kerja enam langkah, siklus pengalaman pembeli, peta kegunaan konsumen, dan indeks ide blue ocean.
2.4.5 Alat dan Kerangka Kerja Analisis Blue Ocean Strategy
Agar dapat berjalan dengan sistematis dan praktis dalam perumusan dan pengeksekusian inovasi nilai Blue Ocean Strategy maka
kita perlu memahami seperangkat alat dan kerangka kerjanya. Berikut adalah alat dan kerangka kerja dalam analisis Blue Ocean Strategy:
2.4.5.1 Tiga Ciri Strategi yang Baik
Tiga ciri strategi yang baik sebagaimana ditunjukkan oleh kanvas strategi, di mana kurva nilai memiliki tiga kualitas yang saling melengkapi, yaitu (Kim & Mauborgne, 2009):
1. Fokus setiap strategi yang hebat memiliki fokus, dan suatu profil strategis atau kurva nilai perusahaan harus jelas menunjukkan fokus itu. Dari profil Soutwest Airlines pada gambar 2.2, menurut Kim & Mauborgne ( 2009 ) kita bisa melihat bahwa perusahaan maskapai ini hanya berfokus pada tiga faktor yaitu pelayanan yang ramah, kecepatan dan keberangkatan dari kota ke kota secara berkala.
2. Divergensi/gerak menjauh dengan menciptakan empat langkah, yaitu kurangi, hilangkan, tambahkan dan ciptakan. Strategi ini membedakan profil mereka dari profil umum sektor. Menurut Kim & Mauborgne ( 2009 ) Southwest Airlines, misalnya mempelopori penerbangan antar kota-kota yang berukuran sedang, dikarenakan sebelumnya hanya ada penerbangan yang beroperasi melalui system hub-and-spoke (yang menghubungkan antara ibu kota Negara dengan kota-kota yang masih ada di negara tersebut).
3. Moto yang memikat, sebuah strategi yang baik bagi perusahaan harus memiliki slogan yang jelas dan memikat. Menurut penuturan Kim & Mauborgne ( 2009 ) salah satu moto yang baik bisa kita melihat pada moto yang dimiliki Southwest Airlines yaitu “ Kecepatan pesawat dengan harga mobil, kapanpun anda membutuhkannya “. Karena sebuah moto yang bagus tidak hanya harus mampu menyampaikan pesan secara jelas, tapi juga harus mengiklankan penawaran produk yang jujur. Karena
kalau tidak demikian bisa jadi konsumen bisa hilang kepercayaan dan minat pada produk yang kita tawarkan.
2.4.5.2 Kanvas Strategi
Kanvas strategi adalah kerangka aksi sekaligus diagnosis untuk membangun Blue Ocean Strategy yang baik dan juga berfungsi sebagai perangkum keadaan saat ini dalam ruang pasar yang sudah dikenal. Dengan adanya kanvas strategi ini perusahaan akan mampu memahami di mana persaingan saat ini sedang digeluti dan dapat memberikan gambaran untuk -dapat memahami faktor- faktor apa yang sedang menjadi panggung persaingan. Pada gambar 2.2 dibawah ini merangkum semua informasi dalam bentuk grafik.
Gambar 2.2 Kanvas Strategi Perusahaan southwest airlines
Cara untuk membaca canvas strategy (Gambar 2.2) ialah sebagai berikut (Kim dan Mauborgne, 2009).
1. Bila kurva nilai memenuhi tiga kriteria yang mendefinisikan Blue Ocean Strategy, yaitu fokus, divergensi dan mempunyai moto/tagline maka hal ini menunjukkan perusahaan berada di Blue Ocean.
2. Bila kurva nilai suatu perusahaan bertemu dengan kurva nilai pesaingnya, menunjukkan bahwa perusahaan terperangkap dalam kompetisi Red Ocean.
3. Bila kurva nilai menunjukkan tingkat nilai yang tinggi dalam semua faktor, maka harus dipertanyakan apakah pangsa pasar dan profitabilitas perusahaan mencerminkan investasi. Jika tidak, berarti perusahaan mungkin memberikan pasokan berlebihan atau memberikan penawaran terlalu banyak kepada pelanggannya
2.4.5.3 Kerangka Kerja Empat Langkah
Kerangka kerja empat langkah adalah sebuah alat yang menjadi dasar untuk melakukan rekonstruksi pada elemen-elemen pembeli agar dapat membantu perusahaan memperoleh wawasan baru dalam membuat kurva nilai baru.
Ada empat pertanyaan kunci untuk menantang logika strategi dan model bisnis sebuah industri ( Kim dan Mauborgne, 2009) : 1. Faktor apa saja yang harus dihapuskan dari faktor-faktor yang
telah diterima begitu saja oeh perusahaan ?
2. Faktor-faktor apa saja yang harus dikurangi hingga dibawah standard perusahaan ?
3. Faktor-faktor apa saja yang harus ditingkatkan hingga diatas standard perusahaan ?
4. Faktor apa saja yang belum ditawarkan oeh perusahaan sehingga harus diciptakan ?
Pertanyaan pertama tentang hapuskan memaksa anda mempertimbangkan penghilangan faktor – faktor apa saja yang sudah lama menjadi ajang persaingan bagi perusahaan – perusahaan dalam industri anda. Sebagaimana contoh yang dikemukakan oleh Sony Ardian (2017) dalam thesisnya, menawarkan franchase tanpa biaya royalti dapat merugikan founder karena ketika terjadi transaksi putus-beli dan tidak ada pengecekan kualitas untuk franchase
sehingga ketika salah satu franchase tidak bisa menjaga kualitasnya maka akan berdampak buruk terhadap brand.
Pertanyaan kedua tentang kurangi memaksa anda agar menentukan apakah produk atau jasa yang selama ini dirancang terlalu berlebihan untuk mengikuti irama kompetisi dan mengalahkannya. Dalam jurnal Sirojul Lutfi (2019) tentang penelitian di kedai bento dijelaskan bahwa salah satu variabel yang bisa dihilangkan adalan varian menu minuman kopi bukan karena variebel ini bukan karena sangat berlebihan akan tetapi didasari kurang memiliki daya tarik yang tinggi sehingga perlu dikurangi penjualan produk varian minuman kopi tersebut.
Pertanyaan ketiga tentang meningkatkan, mendorong anda untuk menguak dan menghilangkan kompromi – kompromi yang dipaksakan industri kepada konsumen. Dalam jurnal Sirojul Lutfi (2019) tentang penelitian di kedai bento dijelaskan pula bahwa salah satu variabel yang harus ditingkatkan adalah peningkatan kecepatan Wi-Fi agar dapat menunjang konsumen dalam memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengerjakan tugas kuliah dan aktivitas lainnya.
Pertanyaan keempat tentang ciptakan, membantu anda untuk menemukan sumber-sumber nilai yang sepenuhnya baru bagi pembeli dan menciptakan permintaan baru serta mengubah pemberian harga strategis indutri. Salah satu contohnya adalah dengan menciptakan varian kopi yang bercitarasa sehingga dapat menarik minat konsumen wanita. Hal ini senada yang dikemukkan penuturan Nathania dan Febryanti dalam jurnal Sirojul Lutfi (2019), dalam wawancaranya bersama tribunnews.com mengemukan bahwa wanita lebih menyukai jenis kopi yang berkonsep citarasa manis, seperti kopi latte dan cappucino. Sebab itulah mengapa pengadaan variabel ini perlu diciptakan.
Gambar 2.3 Skema Kerangka Kerja Empat Langkah
2.4.5.4 Skema Hapuskan, Kurangi, Tingkatkan, dan Ciptakan
Alat ketiga untuk menciptakan samudera biru dalam Blue Ocean Strategy adalah skema hapuskan, kurangi, tingkatkan, dan ciptakan. Skema ini merupakan alat analisis pelengkap bagi kerangka kerja empat langkah, yang di mana dalam skema ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya menanyakan empat pertanyaan tersebut dalam kerangka kerja empat langkah saja, akan tetapi juga mengimplementasikan keempat pertanyaan tersebut untuk menciptakan suatu kurva nilai baru.