• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Petra 3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran Populasi

3.1.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kausal dimana penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebab akibat perpindahan merek ditinjau dari ketidakpuasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi.

3.1.2 Populasi dan Pengambilan Sampel

Menurut Cooper Emory (1995), “Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat kita gunakan untuk membuat kesimpulan.”

Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berasal dari sampel suatu populasi untuk mewakili seluruh populasi. Populasi dari penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki kesamaan karakter status pernikahan yaitu yang mempunyai status menikah atau janda dan sebagai pemakai kecap merek-merek ABC, Bango, Indofood di Surabaya, kecap-kecap yang dipergunakan sebagai sampel ini, merupakan kecap yang memiliki segmen pasar yang sama yaitu ibu rumah tangga yang berorientasi kepada merek-merek yang terkenal.

Menurut Nasir (1999) sebuah sampel adalah bagian dari populasi. Peneliti dalam konteks penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling yang merupakan pemilihan sekelompok subyek yang memiliki ciri-ciri terdiri dari :

Konsumen ibu rumah tangga yang membeli kecap ABC, Bango dan Indofood di Surabaya.

Menurut Hadi (1996) dalam purposive sampling subyek dipilih berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat yang dipandang mempunyai hubungan dengan tujuan penelitian.

( )

2 2

P 1 P e

 −





= Z 2

n

α

(1,96)2 (0,25)

= (0,1)2

32

(2)

Universitas Kristen Petra 3,8416 x 0,25

= 0,01

= 0,9604 0,01

= 96,04

Dalam penelitian ini pengambilan sampel yang berasal dari populasi tak terhingga, jumlah sampel yang tepat adalah sebesar 100 orang (dibulatkan) dengan menggunakan tingkat kesalahan 5% karena peneliti ingin mendapatkan kesalahan prediksi sekecil mungkin dimana mempunyai tingkat kebenaran 95 %.

Berdasarkan perhitungan di atas diketahui dengan P maksimal P = 0,5, serta menetapkan α = 5 %, dan error = 0,1, maka sampel yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebesar 96 dibulatkan menjadi sebesar 100.

3.2 Prosedur dan Teknik Pengumpulan Data 3.2.1 Definisi Operasional variabel Penelitian

Penguraian definisi operasional variabel-variabel yang akan diteliti merupakan suatu cara untuk mempermudah pengukuran variabel penelitian.

Selain itu juga bertujuan memberikan batasan-batasan pada obyek-obyek yang akan diteliti.

Definisi operasional variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Ketidakpuasan Konsumen atau X1, artinya ketidakpuasan konsumen muncul karena pengharapan konsumen tidak sama atau lebih tinggi daripada kinerja yang diterimanya dari pemasar.

Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Product, berupa desain kemasan, info pada label, komposisi, aroma kecap manis, rasa kecap dan kekentalan.

2. Price, berupa harga yang terjangkau dan bersaing 3. Place, berupa kemudahan mendapatkan produk

4. Promotion, berupa program iklan di TV menarik, diskon, demo masak, adanya hot line service, penanganan keluhan

(3)

Universitas Kristen Petra 2. Kebutuhan Mencari Variasi (afektif) atau X2, artinya kebutuhan mencari vari-

asi merupakan keinginan seorang konsumen untuk mencoba produk baru yang baru muncul di pasar atau produk lama yang belum dicobanya.

Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah, konsumen yang memiliki kecenderungan untuk berpindah-pindah merek dengan didasarkan pada :

1) Lebih suka merek yang biasa dibeli daripada mencoba sesuatu yang tidak diyakini.

2) Merasa aman jika membeli merek kecap yang sudah familiar.

3) Jika menyukai merek, maka jarang beralih untuk sekedar mencoba sesuatu yang berbeda.

4) Sangat berhati-hati dalam mencoba merek baru/berbeda

5) Meski merek tertentu tersedia dalam sejumlah variasi rasa, tetap cenderung membeli rasa yang sama.

6) Menikmati peluang membeli merek yang tidak familiar demi mendapatkan variasi dalam suatu pembelian.

3. Perpindahan merek (Y), artinya Perpindahan merek merupakan gambaran dari beralihnya pengkonsumsian konsumen atas suatu produk ke produk lainnya perpindahan merek yang dilakukan konsumen disebabkan oleh pencarian variasi.

Adapun indikator yang digunakan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut : - Tidak Pindah kekecap lain.

- Pindah kekecap merek lain.

Perilaku perpindahan merek pada pelanggan merupakan suatu fenomena yang sangat hangat dan dapat terjadi disetiap produk.

3.2.2 Teknik Pengumpulan Data 3.2.2.1 Sumber Data

Ada dua jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer (primary data) dan data skunder (secondary data). Penjelasan dari kedua jenis data tersebut sebagai berikut :

(4)

Universitas Kristen Petra

a. Data primer (primary data) adalah data yang dikumpulkan langsung melalui obyeknya (sumber pertama) melalui daftar pertanyaan atau kuisioner yaitu para ibu rumah tangga yang membeli kecap ABC, Bango dan Indofood di Surabaya.

b. Data Sekunder (secondary data) Prosedur pengumpulan data penunjang yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Adapun data penunjang yang digunakan peneliti adalah data dari hasil wawancara dengan konsumen pengguna kecap, dan data yang diperoleh dari koran, buku, majalah, dan internet.

Kuisioner yang telah diisi oleh responden akan dikumpulkan untuk diedit sesuai dengan kebutuhan pengolahan dan kemudian kembali diolah.

3.2.2.2 Prosedur Pengumpulan Data a. Melakukan studi kepustakaan

Studi kepustakaan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam buku yang dipakai untuk penyusunan daftar pertanyaan atau kuisioner dan pembahasan teoritis. Penulis juga membaca beberapa artikel yang relevan dari jurnal-jurnal ilmiah dan buku- buku lain yang berkaitan dengan materi.

b. Studi Lapangan

Studi lapangan merupakan penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data yang sebenarnya. Penelitian ini meliputi penyebaran kuisioner atau daftar pertanyaan yang ditujukan konsumen pembeli ataupun yang memiliki niat beli yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh peneliti. Teknik penarikan kuisioner dilakukan secara personal, sehingga peneliti dapat berhubungan langsung dengan responden dan memberikan penjelasan seperlunya, kuisioner dapat langsung dikumpulkan setelah selesai dijawab responden.

Setelah semua kuisioner selesai dibagikan, maka peneliti memberikan penilaian yang sesuai dengan bobot alternatif jawaban berdasarkan pada jawaban responden.

(5)

Universitas Kristen Petra 3.3 Teknik Analisa Data

Setelah data berhasil dikumpulkan maka data tersebut untuk selanjutnya akan dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan :

3.3.1 Uji Validitas dan Reliabilitas a. Validitas

Azwar (1997 : 5) menyatakan validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya atau untuk mengetahui sah tidaknya ktepatan butir soal agar pengujian dan pengolahan data bisa dilanjutkan. Dalam menguji validitas untuk instrumen yang berbentuk skala likert, yang paling sering digunakan ialah uji t.

Jika : thitung ≥ + ttabel atau t ≥ + ttabel , maka instrumen tersebut dinyatakan valid.

Valid: diperlihatkan oleh tingginya nilai korelasi hasil ukur suatu tes, lebih besar dibandingkan dengan nilai r tabel

Tidak valid: rendahnya nilai korelasi hasil ukur suatu tes lebih kecil dibandingkan dengan nilai r tabel

Umar (2002) memberikan langkah pengujian validitas, yaitu : menghitung nilai korelasi antara data pada masing-masing pernyataan dengan skor total memakai rumus teknik korelasi product moment, yang rumusnya seperti berikut :

[

][ ∑ ∑

]

= n X2 ( X)2 n Y2 ( Y)2

Y) X ( - XY) r n(

keterangan : X = skor pernyataan tiap nomor

Y = skor total

b. Reliabilitas

Azwar (1997) menyatakan reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya atau tingkat keterandalan suatu variabel.

Reliabel, bila nilai alpha Cronbanch > 0,60.

Tidak reliabel, bila nilai alpha Cronbanch < 0,60.

(6)

Universitas Kristen Petra 3.3.2 Analisis Regresi Logistik

Regresi logistik digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat keputusan konsumen berpindah merek, Analisis regresi logistik biner adalah suatu analisis regresi logistik antara variabel prediktor dengan variabel respon yang terdiri dari dua buah kategori (Lemeshow : 989).

Disebut sebagai variabel biner apabila variabel respon (y) menghasilkan 2 kategori, yaitu 0 dan 1. Langkah-langkah analisis regresi logistik adalah sebagai berikut :

a. Melakukan analisa regresi logistik secara parsial, dengan meregresikan masing-masing variabel bebas (hubungan ketidakpuasan konsumen dan kebutuhan mencari variasi) terhadap variabel respon (variabel tingkat perpindahan merek). Analisa ini digunakan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing faktor terhadap tingkat keputusan perpindahan merek kecap.

Melakukan analisa regresi logistik secara serentak dengan meregresikan semua variabel bebas yang signifikan dari analisa regresi logistik parsial terhadap variabel tingkat keputusan perpindahan merek kecap.

Menurut Agung (2002:154 ) bentuk model regresi logistik adalah :

) (

exp 1

) (

) exp (

1 1

x x x

o o

β β

β π β

+ +

= +

b. Menguji kesignifikansian model yang didapatkan dengan menggunakan uji serentak. Jika dari uji serentak tersebut model dikatakan telah sesuai atau signifikan, maka dilanjutkan ke uji parsial untuk menguji parameter model.

Uji yang digunakan adalah menggunakan metode Maximum Likelihood.

Referensi

Dokumen terkait

Bangsa Arab pada zaman jahiliyah tidak mempuyai ahli-ahli Filsafat yang mengajak kepad aliran atau faham tertentu sebagaimana Yunani, seperti Epicurus, Zeno, Plato,

Hal ini dimungkinkan tidak menyalahi aturan syariah Islam karena dalam fatwa Nomor 04/ DSN-MUI/ IV/ 2000 Tanggal 1 April 2000 tentang murabahah, sebagai landasan

Kandungan abu pada kedelai hitam sebesar 5,49% menurun setelah proses fermentasi pada tempe menjadi sebesar 2,70%, penurunan mineral tersebut.Menurut Astuti, et al

• Bioteknologi merupakan suatu bidang yang menggunakan teknologi atau kaedah untuk memanipulasikan organisma bagi tujuan. menghasilkan atau mengubah suai hasil sesuatu

 Kemampuan perawat melakukan komunikasi Kemampuan perawat melakukan komunikasi verbal akan menentukan kualitas asuhan yang. verbal akan menentukan kualitas

Pewangi Laundry Rejang Lebong Beli di Toko, Agen, Distributor Surga Pewangi Laundry Terdekat/ Dikirim dari Pabrik BERIKUT INI TARGET MARKET PRODUK NYA:.. Kimia Untuk Keperluan

Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul Pengaruh Kemudahan Penggunaan Terhadap Kepuasan Pada

Menetapkan : PERATURAN BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI TENTANG PENGATURAN DAN PENGAWASAN ATAS PELAKSANAAN PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BAHAN