243
DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman, Benjamin. (2014). “Destination Management Organization (DMO): Diskursus Konsep Dasar Tata Kelola Kawasan Pariwisata dalam Konteks Collaborative
Governance di Indonesia”. Jurnal Kepariwisataan Indonesia. Vol.9 No 2 Juni, 207-227.
………... (2014). “Kelemahan Regulasi dan Kebijakan Tumpulkan Inovasi Pembangunan Daerah”. Jurnal Pembangunan Daerah. Vol. 11, edisi 2, hlm: 51-57.
Ahimsa-Putra, Heddy-Shri. (2009). “Paradigma, Epistemologi, dan Metode Ilmu Sosial Budaya”. Makalah disampaikan pada Pelatihan “Metodologi
Penelitian”diselenggarakan CRCS Sekolah Pascasarjana. UGM Yogyakarta pada 12 Februari-19 Maret. Tidak diterbitkan.
……… (2011). “Pariwisata di Desa dan Respons Ekonomi: Kasus Dusun Brayut di Sleman Yogyakarta”. Patrawidya.Vol. 12,635-659.
Ansell C & Gash A. (2007). ‘Collaborative Governance in Theory and Practice’. Working paper research in progress. Berkeley: Department of Political Science. University of California.
Arif, Kholiq dan Otto Sukatno. (2010). Mata Air Peradaban Dua Millenium Wonosobo, Yogyakarta : LKiS.
Arida, Nyoman Sukma. (2015). Dinamika Ekowisata Tri Ning Tri di Bali. Bali : Pustaka Larasan.
Arida, Nyoman Sukma dan Rohman (ed). (2019). Perencanaan Pariwisata & Keberlanjutan Lingkungan: Potret Perencanaan Pariwisata di Karangasem. Bali : Cakra
Media Utama.
Anwar, Tataq. T. (2016). “Sengketa Tata Kelola antar Instansi Pemerintah” : Studi Kasus Pengelolaan Obyek Wisata Telaga Warna Dieng 2012-2015. Jurnal Ilmu
Pemeritahan. Fisipol Undip.
Arie Stoffelen & Dominique Vanneste (2017) “Tourism and cross-border regional development: insights in European contexts”, European Planning Studies, 25:6, 1013- 1033, DOI: 10.1080/09654313.2017.1291585
Arifin, Ati Rosemary, M., Zurani Md Ali, R Zainol, S Rahman, Ang Kean Hua (2014).
“Sustainable Highland Development through Stakeholder’s Perceptions on Agroecotourism in Cameron Highlands : A Preliminary Finding. DOI: 10.1051/ C Owned by the authors, published by EDP Sciences, 2014 /201412010shsconf ,010 2014)12SHS Webof Conferences
Ardika, I Wayan. (2006). “Pengelolaan Pusaka Budaya sebagai Objek dan Daya Tarik Pariwisata di Bali”,dalam Bali Bangkit, Bali Kembali. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata-Universitas Udayana.
Asker, S. Boronyak, L., Carrad, N., & Paddon M. (2010). Effective Community Based Tourism, A Best Practise Manual. Sustainable Tourism Cooperative Research: Singapore.
Anonim,(2009). Undang-Undang No 10 Tahun 2009 tentang Undang-Undang Kepariwisataan.
Anonim, (2014). Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Jawa Tengah.
Balogh. S. Kirk Emerson, T. Nabatchi.(2012). “An Integrative Framework for Collaborative Governance”. Journal of Public Administration Research and Theory Advance, 1-31.
Baiquni, M. (2015). “Pariwisata yang Berakar pada Budaya Perdesaan”. Dalam Arida, N.S.
Pengantar buku Dinamika Ekowisata Tri Ning Tri di Bali, Pustaka Larasan
bekerjasama dengan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana.
Bidder, Christy, Silverina A Kibath, and Boyd Sun Fattc (2016). “Cultural Interpretation toward Sustainability: A Case of Mount Kinabalu”, Procedia - Social and Behavioral Sciences 224 ; 632 – 639
Buhalis, D. (2000). “Marketing the Competitive Destination of The Future”, Tourism Management Vol. 21. P; 97-116.
Burns, Peter. (1999). An Introduction to Tourism and Anthropology. Routledge : London.
Center for Tourism Destination Studies (CTDS). (2017). Handbook Pengantar Pengelolaan Destinasi Pariwisata. Bandung : Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.
Cole, S. (2007b) Tourism, Culture and Development: Hopes, Dreams and Realities in Eastern Indonesia. Channel View, Clevedon. ISBN 1–84541–069–6 (pbk); ISBN 1–
84541– 070-X (hbk); ISBN 1–84541–071–8 (ebook).
Choi, H-C.; Murray, I. (2010). “Resident attitudes toward sustainable community tourism.
Journal of Sustainable Tourism, Volume 18, Issue 4, 575-594.
Damanik, Janianton. (2005). “Kebijakan Publik dan Praksis Democratic Governance di Sektor Pariwisata”. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 8 No. 3 Maret, 331-350.
Damanik, Janianton dan Helmut Weber. (2006). Perencanaan Ekowisata. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Damanik, Janianton dan Frans Teguh. (2013). Manajemen Destinasi Pariwisata :Sebuah Pengantar Ringkas. Yogyakarta: Kepel Press.
Davidson, T. Lea. (2010).“What are travel and tourism : are they really an industry”?, William F. Theobald (ed). Global Tourism, (third edition).Elsevier Inc: USA.
De Kadt, E. (1979). Tourism, Passport to Development? Perspectives on the social and cultural effects on tourism developing countries. Oxford University Press for the World Bank and Unesco.
Dewi Urmila, Made Henny, Chafid Fandeli, J. Damanik, & M. Baiquni. (2013).“Pengelolaan Sumber Daya Pariwisata Desa Candikuning Kabupaten Tabanan, Bali”, Jurnal Kepariwisataan Indonesia,Vol. 8 No. 3 September, hlm: 323-338.
Dwiyanto, Agus. (2015). Manajemen Pelayanan Publik : Peduli, Inklusif dan Kolaboratif.
Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.
Dowling and Fennel. (2003). Ecotourism Policy and Planning. Cambridge : CABI Publishing Dwyer, L. et al. (2010). Tourism Economics and Policy. Toronto : Channel View Publication Elliott, James. (1997). Tourism : Politics and Public Sector Management. London : Routldge.
Fairuza, M. (2017). “Kolaborasi antar Stakeholder dalam Pembangunan Inklusif pada Sektor Pariwisata”. Kebijakan dan Manajemen Publik. Vol. 5 No. 3, Sept-Des, 1-13.
Febrian, RA. (2016). “Collaborative Governance dalam Pembangunan Kawasan Perdesaan (Tinjauan Konsep dan Regulasi), Wedana Jurnal Pemerintahan, Politik dan
Birokrasi. Vol. II/No.1 Oktober, 200-208.
Freeman, R. E and Phillips, R. A. (2002). “Stakeholder Theory: A Liberitarian Defense”
Business Ethics Quarterly, Vol. 12(3). 331-349
Gray, B. (1985). “Condition Facilitating Inter organizational Collaboration”. Human Relations. 38: 911-936.
Goeldner, CR & JR.B Ritchie. (2009). Tourism : Principles, Practices and Philosophies (11th ed). John Wiley & Sons : New Jersey
Gunn, CA & T.Var. (2002). Tourism Planning (4th ed). New York : Routldge Gunn, (1988). Tourism Planning. New York : Taylor and Francis.
Hall, C. Michael. (1999). Rethinking Collaboration and Partnership: A Public Policy Perspective. Journal of Sustainable Tourism, Vol 7 No. 3 & 4.
Hermantoro, Henky. (2013). Creative-Based Tourism : Dari wisata rekreatif menuju wisata
kreatif. Depok : Aditri.
………....(2014). Perubahan Pola Pikir dalam Pembangunan Kepariwisataan Nasional. Depok ; Aditri.
………, (2015). Kepariwisataan, Destinasi Pariwisata, Produk Pariwisata. Depok : Aditri.
Hermanto, Heri, A. Djunaedi, Sudaryono, (2014). “Konsep Ruang Sakral-Profan pada Tata Permukiman di Dataran Tinggi Dieng”, Jurnal PPKM, II, 102-114.
Hermanto, Heri, (2015). “Tunggal Bagenen-Botolan sebagai Kesadaran Transedental Pada Pembentukan Permukiman di Pegunungan Dieng”, Disertasi pada Fakultas Tenik.
Universitas Gadjah Mada. Tidak diterbitkan.
Holden, Andrew. (2008). Environment and Tourism. New York: Routledge.
Howie, F. (2003). Managing the Tourist Destination. Thomson: Thomson.
Hsu, Cathy. H.C., Liping A.Cai and Mimi Li. (2010). “Expectation, Motivation, and Attitude:
A Tourist Behavioral Model”. Journal of Travel Research, 49 (3), 282-296.
Inskeep, E.(1991). Tourism Planning: An Intergrated and Sustainable Development Approach. New York: Van Nostrand Reinhold.
Jamal, Tazim, B and Donald Getz. (1995). “Collaboration Theory and Community Tourism Planning”. Annals of Tourism Research, Vol. 22, No 1, 186-204.
Jiang, Y. and B.W. Ritchie. (2017). “Disaster Collaboration in Tourism : Motives,
Impediments, and Success Factors”. Journal of Hospitality and Tourism Management.
31, pp : 70—82.
Kadir, Abd, San Afri Awang, Ris Hadi P, & Erny P. (2013)”Analisis Stakeholder
Pengelolaan TN Bantimurung Sulawesi Selatan”. Jurnal Manusia dan Lingkungan.
Vol. 20, No. 1 Maret, 11-21.
Keliwar, Said. (2009). “Pola Pengelolaan Ekowisata Berbasis Komunitas di Kampung Cipta Gelar TN Gunung Halimun Salak”. Tesis. Kajian Pariwisata UGM. Tidak diterbitkan.
Kusworo, A.H, J. Damanik dan Baiquni. (2003). “Manajemen Kolektif Pengembangan Kawasan Dieng” dalam Prosiding seminar setengah hari Mendorong Kebangkitan ODTW Dieng, 5 Agustus 2003. Penyelenggara Puspar UGM-Pemkab Banjarnegara dan Java Promo. Tidak dipublikasikan.
Kusworo, Hendrie Adji. (2015). Framing Poverty : An Instutional Entrepreneurship Approach to Poverty Alleviaton Through Tourism. PhD Thesis pada University of Groningen.
Kladou, S. M. Kavaratzis, Irini R, and E Salonika, (2017). “The Role of Brand Elements in Destination Branding”, Journal of Destination Marketing & Management 6, 426- 435.
Martono, Nanang. (2015). Metode Penelitian Sosial : Konsep-Konsep Kunci. Jakarta : Raja Grafindo Persada
MHA. Ridhwan, (2018). “Jadikan Daerah Ujung Tombak Pariwisata”, Opini, di Kompas, tgl.
14/November.
Mira, Fairuza. (2017). “Kolaborasi antar Stakeholder dalam Pembangunan Inklusif pada Sektor Pariwisata”, Kebijakan Manajemen Publik, Vol. 5 Nomor 3, September- Desember, 1-13.
Morrison, A.M. (2013). Marketing and Managing Tourism Destinations. New York : Routledge.
Muji Listyo Widodo, Rinekso Soekmadi, Hadi Susilo Arifin.(2018). Analisis Stakeholder dalam Pengembangan Ekowisata di Taman Nasional Betung Kerihun, Kapuas Hulu”, Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Vol. 8, No. 1, 55-61.
Mubin, Nurul. (2016). Ritual Cukur Rambut Gimbal : Studi Makna Ritual bagi Pendidikan
Moral Lingkungan dalam Komunitas Muslim Penghayat Kepercayaan Tunggul Sabdo Jati di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Nash, Dennison. (1996). Anthropologhy of Tourism. New York : Oxford.
Nepal, Sanjay K and R. Chipeniuk (2005). “Mountain Tourism : Toward a Conceptual Framework.” Tourism Geographies, Vol. 7, No 3, 313—333.
Netto, Alexandre Panosso. (2009).“What is Tourism? Definitions, Theoretical Phases and Principles”, dalam Philosophical Issues in Tourism. John Tribe (ed), 43-61.
UK : Channel View Publications
Ngabekti, Sri, Dewi Liesnoor Setyowati, R.Sugiyanto. (2007). “Tingkat Kerusakan
Lingkungan di Dataran Tinggi Dieng sebagai Data Base Guna Upaya Konservasi”, Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol. 14 No. 2, Juli, 93-102.
Nugraha, Angga Surya. (2013). “Pusaka Saujana Dataran Tinggi Dieng” : Dampak Kegiatan Pariwisata dan Pertanian terhadap Kemenerusan Pusaka Saujana di Dataran Tinggi Dieng”. Tesis pada Prodi Arsitektur UGM. Tidak diterbitkan.
Nugroho, Riant. (2018). Kebijakan Pariwisata : Sebuah Pengantar untuk Negara Berkembang. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Nurlaila, (2014). “Tinjauan terhadap Konflik Kepentingan Pada Destinasi Wisata Dieng Plateau”, Buletin Penelitian Destinasi Pariwisata”, edisi Desember Vol. 1, 91- 98.
Osborne, S.P., (2010). The New Public Governance? Emerging perspectives on the theory and practice of public governance. Oxford : Routledge.
Pitana, I Gde dan Putu Gayatri. (2005). Sosiologi Pariwisata. Andi Offset:Yogyakarta.
Priatna, (2014a). “Awan Berarak Asap Mengalun di Bumi Dieng”, dalam GeoMagz, September, 35-43.
………, (2014b). “Karakteristik Gas Vulkanik dan Implikasinya terhadap Daerah Wisata di Dataran Tinggi Dieng”, Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 3 Desember. 159-172.
Priambodo, M.P. (2015). “Implementasi Kebijakan Ekonomi Pariwisata dan Perwujudan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Batu”. JESP. Vol. 7 No. 2 November, 27-34.
Prasiasa, Dewa Putu Oka, (2013). Destinasi Pariwisata Berbasis Masyarakat. Penerbit Salemba Humanika : Jakarta.
Prasetyo, Jimmi Sandi, 2015. “Model Pengelolaan Kawasan Candi Cetho sebagai Wisata Budaya di Kabupaten Karanganyar”. Tesis pada Prodi Kajian Pariwisata UGM. Tidak diterbitkan.
Raharjana, Destha Titi. (2010). “Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pengelolaan Pariwisata”, Laporan Akhir Hibah Penelitian Dosen Sekolah Pascasarjana, UGM : Yogyakarta. Tidak diterbitkan.
………..., (2012). “Membangun Pariwisata Bersama Rakyat : Kajian Partisipasi Lokal dalam Membangun Desa Wisata di Dieng Plateau”, Kawistara, Volume 2 Nomor 3, Desember. 225-237.
………, (2014). “ Homestay di Dieng Plateau : Respon Masyarakat terhadap Pengembangan Pariwisata Dieng”. Jurnal Kepariwisataan Indonesia", Vol. 9 No. 4 Desember. 347-364.
………, 2018. “Deswita, Lokomotif Ekonomi Desa”, dalam Opini di Kedaulatan Rakyat, 24/04, 11.
Raharjana, Heddy Shri Ahimsa-Putra, Djoko Wijono, H.Adjie Kusworo. (2019).“Dieng Culture Festival : Preserve to Prosper”. Paper dipresentasikan pada 24th
International Joint World Cultural Tourism Conference, May 25-27, 2019. Chiang Mai : Thailand.
Richins, Harold and John S.Hull. (2016). Mountain Tourism : Experiences, Communities, Enviroments and Sustainable Futures. London : CAB International.
Rohadi, Slamet. (2006). “Kajian Pengembangan Dieng Plateau Berbasis Pariwisata Berkelanjutan”, Tesis pada Prodi Ilmu Kehutanan, UGM . : Tidak dipublikasikan.
Rocharungsat, Pimrawee. 2008. “Community Based Tourism in Asia”. Building Community Development for Tourism Development, Gianna Moscardo (editor). CAB International : United Kingdom.pp :60-74.
Setyobroto, Sudibjo (1959). Tindjauan Sosiografi Daerah Dieng (Kab. Wonosobo). Fak.
Pedagogik, Djurusan : Pendidikan Sosial. Tidak diterbitkan.
Scheltema, JF. (2018). Monumental Java : sejarah candi dan monumen di Jawa. Yogyakarta:
Alexander Books.
Selin, S and Chavez, D. (1995). “Developing collaborative model for environmental planning and management”. Enviromental Management. 19(2), 189-195.
Setiawan, TH, Heru Purboyo HP, Pradono., (2019). “Model Pengembangan Angkutan Umum Kawasan Wisata Dieng Jawa Tengah”. Jurnal Transportasi Vol. 19 No 1 April, 49-58.
Supeno, Hadi. (2016). Inilah Dieng : Pesona, Potensi dan Misteri. Banjarnegara : CV. Natural Digital Printing.
Sudibyakto, H S Yunus, Suratman Worosuprodjo, Sukwardjono, M Baiquni.
(2002).“Pemetaan Kondisi Sumberdaya Alam Kawasan Dataran Tinggi Dieng”, prosiding Seminar hasil-Hasil Penelitian Fakultas Geografi UGM, Tahun 2001-2002.
Penyunting : Sudibyakto et al, Penerbit : Fakultas Geografi UGM Yogyakarta.
Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.
Sukatno,Otto (2004). Dieng Poros Dunia : Menguak Jejak Peta Surga yang Hilang.
Yogyakarta : IRCiSoD.
Sumedi, Nur, (2013). Strategi Pengelolaan Ekosistem Gunung: Menjaga dan Merawat Kehidupan. Balai Penelitian Teknologi Konservasi SDA, Balikpapan.
Suwantoro, Gamal. (2004). Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Sururi, Ahmad. (2018). “ Collaborative Governance Sebagai Inovasi Kebijakan Strategis (Studi Revitalisasi Kawasan Wisata Cagar Budaya Banten Lama) “. Humanika, Vol. 25 No.1. 24-37.
Soekadijo.(1996). Anatomi Pariwisata : Memahami Pariwisata sebagai Systemic Linkage.
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Sonjaya, Jajang Agus. (2005).“Pengelolaan Warisan Budaya di Dataran Tinggi Dieng”, Tesis, pada Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya UGM. Tidak diterbitkan.
Sonya, Graci (2013) “Collaboration and Partnership Development for Sustainable Tourism”, Tourism Geographies, 15:1, 25-42, DOI: 10.1080/14616688.2012.675513
Sheretha, Manjeet. (2017) ”Nepal as a Tourist Destination – Finnish Traveler’s Perspective”.
Bachelor Thesis. Degree Programme in International Business Global Customer Relationship Management and Communication. Haaga-Helia University of Applied Sciences.
Swarbrooke, J. (1999). Sustainable Tourism Management. UK : CAB International.
Smith, Valene L. (1978). Host and Guests : The Anthropology of Tourism. UK : Basil Blackwell
Spillane, James. (1987). Ekonomi Pariwisata : Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta : Kanisius.
Spradley,James. (1997). Metode Penelitian Etnografi. Yogyakarta : Tiara Wacana Stronza, A. (2008). “Partnerships for Tourism Development”. Building Community
Development for Tourism Development, Gianna Moscardo (editor). CAB International : United Kingdom. 101-115.
Tadjudin, D. (2000). Manajemen Kolaborasi. Bogor : Pustaka Latin.
Timur, Seldjan & Donald Getz.(2008).“A Network Perspective On Managing Stakeholder For Sustainable Urban Tourism”, International Journal of Contemporary Hospitality Management, Vol. 20 Iss 4. 445 – 46.
Timothy, DJ. (1999). “Participatory Planning: a View of Tourism in Indonesia “Annals of Tourism Research. 26(2): 27-40.
Timothy DJ.(2002). “Tourism and community development issues”. In: Sharpley R, Telfer D, eds. Tourism and Development: Concepts and Issues. Clevedon, Avon, UK: Channel View. 149–164.
Timothy, D.J. (1999). “Cross-Border Partnership in Tourism Resource Management International Park Along the US-Canada Border”. Journal of Sustainable Tourism, 7:3-4,182-205.
Thohir, Mudjahirin. (2005). Memahami Kebudayaan:Teori, Metodologi, dan Aplikasi.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
UNWTO. (2002). Tourism and Poverty Alleviation. Madrid: United Nations World Tourism Organization.
Wachowiak, Helmut and Daniel Engels. tanpa tahun. Academic Contributions on Cross- border Issues in Tourism around the World A Commentary International Literature Bibliography”, Dalam Helmut Wachowick (ed). Tourism and Borders : Contemporary Issues, Policies and International Research. ASHGateEBook.
Walker, K. (2008). “Tools to Enhance Community Capacity to Critically Evaluate Tourism Activities. Building Community Development for Tourism Development, Gianna Moscardo (editor). UK : CAB International, :86-100.
Wahab, Salah and John J. Pigram. (1997). Tourism Development and Growth : The Challenge of Sustainability. London : Routledge.
Wahyudi, (2010). “Kajian Kerjasama Daerah Dalam Pengeloaan dan Pengembangan kawasan Dataran Tinggi Dieng”, Tesis pada Magister TeknikPerencanaan- PWK,UNDIP;Semarang.Tidak diterbitkan.
Warsono, Hardi. (1998). “ Kajian Setting Kawasan Wisata Dieng kaitannya dengan Model Perencanaan dan Manajemen : kasus pada kawasan wisata di wilayah perbatasan administrasi daerah. Tesis MPKD UGM Yogyakarta. Tidak dipublikasikan.
Widiarta, I Nyoman. (2015). “Pengelolaan Daya Tarik Wisata Pura Taman Ayun sebagai Bagian dari Warisan Budaya Dunia”. Tesis. Universitas Udayana. Tidak diterbitkan.
Widaningrum, Ambar. (2016). “Pemangku Kepentingan”. Modul Workshop dan Sosialisasi Kemitraan dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Manajemen Destinasi Pariwisata Labuan Bajo – Taman Nasional Komodo. 2-3 Agustus, 2016. Tidak diterbitkan.
Yusuf, M. Arry Retnowati, Destha T Raharjana. (2018). “Penguatan Kapasitas Pokdarwis Dieng Pandawa untuk Pengurangan Resiko Bencana di Destinasi Pariwisata Dieng”.
Laporan Akhir Hibah Pengabdian Masyarakat (ESD) UGM: Yogyakarta. Tidak dipublikasikan.
Yoeti, H.O. (1997). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT Pradnya Paramita : Jakarta.
Zaenuri, Muchamad. (2016). “Tata Kelola Pariwisata-Bencana dalam Perspektif Collaborative Governance” : Studi Pariwisata-Bencana Volcano Tour Merapi Kabupaten Sleman”. Seminar hasil penelitian dosen jurusan Ilmu Pemerintahan, 7 Nov 2016.