• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SELATAN PASAR LEGI SURAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SELATAN PASAR LEGI SURAKARTA."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

i

EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TAK BERSINYAL

SELATAN PASAR LEGI

SURAKARTA

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Jurusan Teknik Sipil F akultas Teknik

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Disusun Oleh :

BENEDICTA NOVITA PRIMASARI NIM. I 8210005

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

(2)

commit to user

(3)

commit to user

(4)

commit to user

iv

Moto

“Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apapun yang diperbuatnya berhasil”

(Mazmur 1:3)

“Sesungguhnya Allah telah mendengarkan, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan”

(Mazmur 66:19)

Persembahan

Karya ini ku persembahkan untuk,

Tuhan Yesus Kristus,

Terimakasih atas segala kasih yang telah Engkau

berikan sehingga aku dapat bersemangat, berpengharapan dan setia dalam

proses untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan lancar

.

Dengan

rendah hati pula, karya ini kupersembahkan untuk

,

1.

Ayah dan ibu

Terimakasih untuk setiap doa, dukungan dan restu yang

selalu engkau berikan.

2.

Dhek Ria dan dhek Ine

Terimakasih untuk setiap senyum yang selalu membuatku

rindu.

(5)

commit to user

v

ABSTRAK

BENEDICTA NOVITA P , 2013, “

EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG

TAK BERSINYAL SELATAN PASAR LEGI

Simpang merupakan suatu elemen yang cukup penting dalam sistem transportasi

di kota besar. Simpang Selatan Pasar Legi merupakan simpang 4 tak bersinyal.

Simpang ini merupakan pertemuan antara Jalan S. Parman dan Jalan Sutan

Syahrir. Pengamatan arus lalu lintas simpang tersebut cukup padat karena

berdekatan dengan pasar, sekolah, pertokoan dan bank. Tujuan pengamatan

adalah mengetahui kinerja pada simpang tak bersinyal Selatan Pasar Legi.

Hasil analisis operasional digunakan sebagai dasar desain ulang simpang untuk

mendapatkan kinerja yang lebih baik. Data dalam pengamatan ini berdasarkan

data primer yaitu data yang diambil secara langsung di lapangan meliputi data

geometrik dan arus kendaraan. Kinerja yang diamati berdasarkan metode MKJI

1977 adalah: Derajat Kejenuhan, Panjang Antrian, dan Tundaan.

Hasil perhitungan kinerja yang dilakukan pada simpang Selatan Pasar Legi, pada

jam sibuk sore memiliki DS sebesar 0.75 terjadi tundaan 12.05 detik. Oleh karena

itu direncanakan alternative 1 yaitu pemasangan rambu dilarang parkir dengan

hasil simulasi yang didapat DS sebesar 0.66 dan tundaan simpang 10.33 detik.

Alternative ke 2 yaitu penggunaan lampu lalu lintas dengan hasil simulasi yang

didapat DS Timur 0.54 dan Selatan 0.56 dengan tundaan simpang sebesar 17.42

detik.

(6)

commit to user

vi

PRAKATA

Salam Sejahtera,

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan kasih-Nya, sehingga Tugas Akhir ’EVALUASI KINERJA

SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG SELATAN PASAR LEGI

SURAKARTA” dapat diselesaikan dengan baik.

Penyusunan tugas akhir ini sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Ahli

Madya pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

Surakarta. Ucapan terima kasih kami haturkan kepada :

1. Dekan dan Jajarannya, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Ketua Program D III Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

Surakarta.

3. Ir. Djoko Sarwono, MT selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir.

4. Ir. Sofa Marwoto, selaku Dosen Pembimbing Akademik

5. Dosen penguji yang telah memberikan segenap waktunya.

6. Rekan-rekan yang telah membantu penyusunan Tugas Akhir ini .

Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan yang ada. Saran

dan kritik yang membangun sangat diharapkan. Semoga penelitian ini dapat

bermanfaat bagi kami dan para pembaca.

Surakarta, Juli 2013

Penulis

(7)

commit to user

vii

PENUTUP

Demikian Tugas Akhir Evaluasi Kinerja Pada Simpang Tak Bersinyal Selatan

Pasar Legi kota Surakarta telah selesai kami susun.

Semoga apa yang telah kami sajikan ini dapat menambah pengetahuan dan

wawasan mengenai Teknik Lalu Lintas khususnya masalah kinerja pada simpang

baik di bangku kuliah maupun di lapangan.

Kami menyadari Tugas Akhir ini jauh dari sempurna dan masih banyak

kekurangan, maka kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi

kesempurnaan laporan ini selanjutnya.

Akhirnya kami mengharapkan semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat

(8)

commit to user

viii

DAFTAR PUSTAKA

MKJI, 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia, DEPARTEMEN PEKERJAAN

UMUM DIREKTORAT JENDRAL BINA MARGA, Jakarta.

Tikna, Silvia P ,2013, Evaluasi Kinerja Pada Simpang Tak Bersinyal Simpang

Purwosari Surakarta, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Mohammad, Bahtiar DN, 2013, Evaluasi Kinerja Pada Simpang Tak Bersinyal

Mangkunegaran Kota Surakarta, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret,

Surakarta.

(9)

commit to user

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

ABSTRAK ... v

1.3. Ruang Lingkup Pengerjaan TA ... 4

(10)

commit to user

3.6. Pelaksanaan Pengamatan ... 45

3.7. Analisa Data ... 47

BAB IV PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum ... 51

4.2. Data survei Geometrik simpang ... 51

4.3. Data Volume Lalu-lintas ... 52

(11)

commit to user

x

Halaman

4.4. Geometrik,Pengaturan Lalu-lintas dan Kondisi Lapangan ... 57

4.5. Analisa ... 61

4.8. Panjang Antrian,Jumlah Kendaraan Terhenti,Tundaan ... 86

4.9. Kinerja Simpang Setelah Pasar Legi Setelah ada Redesain (Desain Ulang) ……….90

BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN TIME SCHEDULE 5.1. Analisa Perhitungan Pekerjaan ... 92

5.2. Perhitungan Volume Pekerjaan ... 92

5.3. Analisa Harga Satuan ... 94

5.4. Analisa Perhitungan Waktu Pelaksanaan Proyek ... 97

5.4.1. Pekerjaan Umum ... 97

5.4.2. Pekejaan Pemasangan Traffic Light... 97

5.3.3. Pekerjaan Pelengkap ... 97

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan ... 101

6.2. Saran ... 102

PENUTUP ... xxi

(12)

commit to user

xi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Notasi,Istilah dan Definisi Simpang Tak Bersinyal ...

Tabel 2.2. Lebar Pendekat dan Jumla Lajur ...

Tabel 2.3. Kode Tipe Simpang (IT)………...

Tabel 2.4. Kapasitas Dasar (DS)………..

Tabel 2.5. Faktor Penyesuaian Median Jalan Utama ...

Tabel 2.6. Faktor Penyesuaian Median Jalan Utama……….

Tabel 2.7. Faktor Penyesuaian tipe Lingkungan jalan,hambatan Samping dan

dan Kendaraan Tak Bermotor ...………...42

Tabel 2.8. Tipe Kendaraan ...42

Tabel 2.9. Daftar Faktor Konversi SMP ...45

Tabel 2.10. Faktor Penyesuaian Ukuran Kota ...46

Tabel 2.11. Faktor Koreksi Hambatan Samping...

Tabel 2.12. Waktu Siklus yang Layang Untuk Simpang………

Tabel 2.13. Perilaku Lalu lintas Tundaan Rata-rata...

Tabel 4.1. Data Geometrik Simpang Selatan Pasar Legi……….

Tabel 4.2. Rekapitulasi Pencacahan Arus Lalu Lintas Simpang Empat

Selatan Pasar Legi Pukul 06.00-08.00………

Tabel 4.3. Rekapitulasi Pencacahan Arus Lalu Lintas Simpang Empat

Selatan Pasar Legi Pukul 12.00-14.00……….

Tabel 4.4. Rekapitulasi Pencacahan Arus Lalu Lintas Simpang Empat

Selatan Pasar Legu Pukul 16.00-18.00……….

Tabel 4.5. Arus Lalu Lintas dan Pencacahan Jam Sibuk (smp/jam)………

Tabel 4.6. Formulir USIG-I Simpang Selatan Pasar Legi Jam Puncak

Pagi……….

Tabel 4.7. Formulir USIG-I Simpang Selatan Pasar Legi Jam Puncak

Siang………

Tabel 4.8. Formulir USIG-I Simpang Selatan Pasar Legi Jam Puncak

(13)

commit to user

xii

Halaman

Tabel 4.9. Formulir USIG II Simpang Pasar Legi Pagi... 63

Tabel 4.10. Formulir USIG II Simpang Pasar Legi Siang... 64

Tabel 4.11. Formulir USIG II Simpang Pasar Legi Sore………. 65

Tabel 4.17. Formulir SIG II Simpang Selatan Pasar Legi Jam Siang…… 75

Tabel 4.18. Formulir SIG II Simpang Selatan Pasar Legi Jam Sore…….. 76

Tabel 4.19. Waktu Antar Hijau dan Waktu Hilang………. 78

Tabel 4.19. Penentuan Waktu Sinyal dan Kapasitas Simpang Selatan Pasar Legi Periode Pagi……… 81

Tabel 4.20. Penentuan Waktu Sinyal dan Kapasitas Simpang Selatan Pasar Legi Periode Siang………. 82

Tabel 4.21. Penentuan Waktu Sinyal dan Kapasitas Simpang Selatan Pasar Legi Periade Sore……… 83

Tabel 4.22. Panjang Antrian, Jumlah Kendaraan Terhenti Simpang Selatan pasar Legi Periode Pagi……….. 86

Tabel 4.23. Panjang Antrian, Jumlah Kendaraan Terhenti Simpang Selatan Pasar Legi Periode Siang…………... 87

Tabel 4.24. Panang Antrian, Jumlah Kendaraan Terhenti Simpang Selatan Pasar Legi Periode Sore……… 88

Tabel 4.25. Perbandingan Hasil Pengolahan Data dari Alternative 1dan2.. 91

Tabel 5.1. Harga Satuan Rambu Dilarang Parkir……… 94

Tabel 5.2. Harga Satuan galian dan Urugan………..……….. 94

Tabel 5.3. Harga Satuan APILL ……….. 96

(14)

commit to user

xiii

Tabel 5.5. Harga Satuan Pengecoran……… 96

Tabel 5.6. Renana Anggaran Biaya ………. 98

Tabel 5.7. Time Schedule dan Kurva S……… 100

Tabel 6.1 DS dan Tundaan Simpang Tak Bersignyal………. 101

(15)

commit to user

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1. Denah Lokasi Survei ... ..3

Gambar 1.2. Bentuk Geometri Simpang Selatan Pasar Legi………. Gambar 2.1. Jumlah Lajur dan Lebar Pendekat Jalan rata-rata ...8

Gambar 2.2. Grafik Faktor Penyesuaian Lebar Pendekat ... . Gambar 2.3. Grafik Faktor Penyesuaian Belok Kiri (FLT) ... ..3

Gambar 2.4. Grafik Faktor Penyesuaian Belok Kanan (PRT) ... ..3

Gambar 2.5. Grafik Faktor Penyesuaian Rasio Arus Jalan Minor ... ..3

Gambar 2.6. Crossing ... ..3

Gambar 2.7. Diverging ... ..3

Gambar 2.8. Merging ... ..3

Gambar 2.9. Weafing ... ..3

Gambar 2.10. Model Dasar untuk Arus Jenuh ... ..3

Gambar 2.11. Titik Konflik Kritis dan Jarak untuk Keberangkatan dan Kedatangan... Gambar 2.12. Penentuan Tipe Pendekat ... ..3

Gambar 2.13. Grafik Arus Jenuh Dasar ... ..3

Gambar 2.14. Grafik Rasio Belok Kiri dan Kanan 10% untuk Ukuran

Kota1-3 Juta ... .

Gambar 2.15. Grafik Faktor Penyesuaian untuk Kelandaian ...

Gambar 2.16. Grafik Faktor Penyesuaian untuk Pengaruh Parkir dan

Lajur Belok Kiri (FP) ...

Gambar 2.17. Grafik Faktor Penyesuaian untuk Belok Kanan (FRT) ...

Gambar 2.18. Grafik Faktor Penyesuaian untuk Belok Kiri (FLT) ...

Gambar 2.19. Grafik Penentuan Waktu Siklus Sebelum Penyesuaian ...

Gambar 2.20. Grafik Perhitungan Jumlah Antrian SMP (NQMAX)...

Gambar 2.21. Grafik Perhitungan Jumlah Antrian (NQMAX) dalam SMP ...

Gambar 2.22. Grafik Penetapan Tundaan Lalu Lintas Rata-rata” DT

(16)

commit to user

xv

Halaman

Gambar 3.1. Penempatan Surveyor Simpang Selatan Pasar Legi...

Gambar 3.2. Bagan Air Prosedur Perhitungan Simpang Tak Bersignal...

Gambar 3.3. Bagan Air Prosedur Perhitungan Simpang Bersignal…………

Gambar 4.1. Kondisi Eksisting Simpang Empat Selatan Pasar Legi……….

Gambar 5.2 Sket Marka Jalan Dash Line………..

Gambar 5.3. Sket Marka Tepi Perkerasan Dalam……….

Gambar 5.1. Sket Marka Tepi Perkerasan Luar……….

Gambar 5.2. Sket Zebra Cross...

Gambar 5.1. Desain Ulang Simpang Empat Selatan Pasar Legi... 99 46

48

50

52

92

93

93

(17)

commit to user

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Form Pelengkap TA.

A-1 Soal Tugas Akhir.

A-2 Surat Permohonan Bimbingan TA.

A-3 Surat Penyerahan KP ke Perpustakaan

A-4 Lembar Pemantauan dan Komunikasi.

A-8 Berkas Surat Keterangan Bebas Teori dan Praktikum .

Lampiran B Data Jam Sibuk.

B-1 Data Jam Sibuk Pagi

B-2 Data Jam Sibuk Siang

B-3 Data Jam Sibuk Sore

Lampiran C Perhitungan Simpang Sebelum Desain Ulang

( Perhitungan Simpang Tak Bersinyal).

C-1 Perhitungan Simpang Sebelum Desain Ulang Pagi

C-2 Perhitungan Simpang Sebelum Desain Ulang Siang

C-3 Perhitungan Simpang Sebelum Desain Ulang Sore

Lampiran D Perhitungan Simpang Setelah Desain Ulang (Simpang Bersinyal)

D-1 Perhitungan Simpang Setelah Desain Ulang Pagi

D-2 Perhitungan Simpang Setelah Desain Ulang Siang

D-3 Perhitungan Simpang Setelah Desain Ulang Sore

Lampiran E E-1 Gambar Sebelum Desain Ulang

E-2 Gambar Setelah Desain Ulang

(18)

commit to user

xvii

DAFTAR NOTASI

Pendekat : Daerah dari suatu lengan persimpangan jalan untuk kendaraan

mengantri sebelum keluar melewati garis henti.

Emp : Ekivaken Mobil Penumpang. merupakan faktor dari berbagai tipe

kendaraan sehubungan dengan keperluan waktu hijau untuk keluar dari

antrian apabila dibandingkan dengan sebuah kendaraan ringan(untuk

mobil penumpang dan kendaraan ringan yang sasisnya sama, emp=1,0).

smp : Satuan Mobil Penumpang, merupakan satuan arus lalu lintas dari

berbagai tipe kendaraan yang diubah menjadi kendaraan ringan

(termasuk mobil penumpang) dengan menggunakan faktor emp.

Type O : Keberangkatan dengan konflik antara gerak belok kanan dan gerak

lurus/belok kiri dari bagian pendekat dengan lampu hijau pada fase yang

sama. (Arus Berangkat Terlawan)

Type P : Keberangkatan tanpa konflik antara gerakan lalu lintas belok kanan dan

lurus. (Arus Berangkat Terlindung)

LV : Kendaraan bemotor ber as 2 dengan 4 roda dan dengan jarak as 2,0-3,0

m (melewati: mobil penumpang, oplet, mikrobis, pick-up, dan truk kecil

sesuai sistim klasifikasi Bina Marga),atau Kendaraan Ringan.

(19)

commit to user

xviii

HV : Kendaraan bermotor dengan lebih dari 4 roda (meliputi: bis, truk 2as,

truk 3as, dan truk kombinasi sesuai sistim klasifikasi Bina Marga), atau

Kendaraan Berat

MC : Kendaraan bermotor dengan 2 atau 3 roda (meliputi: sepeda motor dan

kendaraan roda 3 sesuai sistim klasifikasi Bina Marga).

UM ) : Kendaraan dengan roda yang digerakkan oleh orang atau hewan

(meliputi: sepeda, becak, kereta kuda, dan kereta dorong sesuai sistim

klasifikasi Bina Marga), atau Kendaraan Tak Bermotor.

LT : Indeks untuk lalu lintas yang berbelok kiri.

LTOR : Indeks untuk lalu lintas belok kiri yang diijinkan lewat pada saat sinyal

merah. (Belok Kiri Langsung)

ST : indeks untuk lalu lintas yang lurus.

RT : Indeks untuk lalu lintas yang belok kekanan.

T : Indeks untuk lalu lintas yang berbelok (Pembelokan)

PRT : Rasio untuk lalu lintas yang belok kekanan. (Rasio Belok Kanan)

Q : Jumlah unsur lalu lintas yang melalui titik tak terganggu dihulu,

pendekat per satuan waktu (sbg. Contoh: kebutuhan lalu lintas kend/jam;

amp/jam), atau Arus Lalu Lintas.

QO : Arus lalu lintas dalam pendekat yang berlawanan, yang berangkat

dalam fase antar hijau yang sama. (Arus Melawan)

QRTO : Arus dari lalu lintas belok kanan dari pendekat yang berlawanan

(kend/jam; smp/jam), atau Arus Melawan Belok Kanan

S : Besarnya keberangkatan antrian di yang ditentukan (smp/jam hijau),

atau Arus Jenuh

SO : Besarnya keberangkatan antrian di dalam pendekat selama kondisi ideal

(smp/jam hijau). Atau Arus Jenuh Dasar

DS : Rasio dari arus lalu lintas terhadap kapasitas untuk suatu pendekat.

(Derajat Kejenuhan)

FR : Rasio arus terhadap arus jenuh dari suatu pendekat. (Rasio Arus)

(20)

commit to user

xix

IFR : Jumlah dari rasio arus kritis (=tertinggi) untuk semua fase sinyal yang

berurutan dalam suatu siklus. (Rasio Arus Simpang)

PR : Rasio arus kritis dibagi dengan rasio arus bersimpang. (Rasio Fase)

C : Arus lalu lintas maksimum yang dapat dipertahankan. (Kapasitas)

F : Faktor koreksi untuk penyelesaian dari nilai ideal ke nilai sebenarnya

dari suatu variabel. (Faktor Penyesuaian)

D : Waktu tempuh tambahan yang diperlukan untuk melalui simpang

apabila dibandingkan lintasan tanpa melalui simpang. (Tundaan)

QL : Panjang antrian kendaraan dalam suatu pendekat (m).

NQ : Jumlah kendaraan yang antri dalam suatu pendekat (kend;smp).

NS : Jumlah rata-rata berhenti per kendaraan (terberhenti berulang-ulang

dalam antrian), atau disebut Angka Henti.

PSV : Rasio dari arus lalu lintas yang terpaksa berhenti sebelum melewati

garis henti akibat pengendalian sinyal. (Rasio Kendaraan Terhenti)

WA : Lebar dari bagian pendekat yang diperkeras, diukur dibagian tersempit

disebelah hulu (m), atau disebut Lebar Pendekat.

WMASUK : Lebar dari bagian pendekat yang perkeras, diukur pada garis henti (m) ,

atau disebut Lebar Masuk

WKELUAR : Lebar dari bagian pendekat yang diperkeras, yang digunakan oleh lalu

lintas buangan setelah melewati persimpangan jalan (m) , atau disebut

Lebar Keluar

We : Lebar dari bagian pendekat yang diperkeras, yang digunakan dalam

perhitungan kapasitas (yaitu dengan pertimbangan terhadap WA, WMASUK

dan WKELUAR dan gerakan lalu lintas membelok; m). Atau (Lebar Efektif)

L : Panjang jarak segmen jalan (m).

GRAD : Kemiringan dari suatu segmen jalan dalam arah perjalanan (+/-%).

(Landai Jalan)

COM : Tata guna lahan komersial (contoh: toko restoran, kantor) dengan jalan

(21)

commit to user

xx

RES : Tata guna lahan tempat tinggal dengan jalan masuk langsung bagi

perjalan kaki dan kendaraan. (Permukiman)

RA : Jalan masuk langsung terbatas atau tidak ada sama sekali (contoh:

karena adanya hambatan fisik, jalan samping,dsb), (Akses Terbatas)

CS : Jumlah penduduk dalam suatu daerah perkotaan. (Ukuran Kota)

SF : Interaksi antara arus lalu lintas dan kegiatan disamping jalan yang

menyebabkan pengurangan terhadap arus jenuh di dalam pendekat.

(Hambatan Samping)

i : Bagian dari siklus sinyal dengan lampu hijau disediakan bagi kombinasi

tertentu dari gerakkan lalu lintas (i = indek untuk nomor fase).

c : Waktu untuk urutan lengkap dari indikasi sinyal (contoh: diantara dua

saat permulaan hijau yang berurutan didalam pendekat yang sama; m),

atau (Waktu siklus)

g : Waktu nyala hijau dalam pendekat (det).

M : Daerah yang memisahkan arah lalu lintas pada suatu segmen jalan.

(Median)

Gambar

Tabel 6.2 DS dan Tundaan Simpang Bersignyal…………………………   101
Gambar 3.1.     Penempatan Surveyor Simpang Selatan Pasar Legi.................

Referensi

Dokumen terkait

orang tua untuk memperbolehkan anaknya menggunakan sepeda - Adanya penjaminan keselamatan berupa asuransi bagi para pelajar yang menggunakan sepeda ke sekolah -

pada system e-learning Universitas Bina Darma oleh mahasiswa dan dosen fakultas ilmu komputer program studi sistem informasi.. Sesuai dengan rumusan masalah di

Metafora MURUKEN bagi BINATANG ‘marah sebagai binatang’ adalah orang yang marah akan menyerang orang lain baik fisik maupun batin secara emosional hal ini juga dikonsepkan

Penelitian ini dilakukan untuk menguji beban kerja fisik dan mental pekerja untuk jenis pekerjaan dan jenis kelamin yang berbeda dan kemudian dilihat apakah terdapat perbedaan

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh, diharapkan pihak Berly Bakery menerapkan cetakan sederhana untuk produksi roti bulat sehingga persentase

THE EFFECTS OF CELEBRITY ENDORSEMENT ON CONSUMERS’ ATTITUDE TOWARDS THE BRAND AND PURCHASING

celebrity endorsement, source credibility, purchase intention and consumer. behaviour, and other related

Strategi penjualan dalam penelitian pada produksi Bakpia 29 lebih baik menggunakan metode Linear Programming karena menghasilkan penjualan lebih besar dari metode