• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi kinerja pada simpang bersinyal Pungkruk Dan Gambiran Kabupaten Sragen AWAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Evaluasi kinerja pada simpang bersinyal Pungkruk Dan Gambiran Kabupaten Sragen AWAL"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 5.1. Hasil jumlah perhitungan uraian pekerjaan simpang pungkruk ......... 86
Gambar dan Grafik MKJI 1997

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis data kondisi existing, untuk aspek lalu lintas, volume arus lalu lintas yang terjadi melebihi kapasitas simpang yaitu mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,86

Penggunaan lampu lalu lintas menghasilkan nilai derajat kejenuhan DS = 0,607 pada pendekat Timur dan Utara, sehingga pemasangan lampu lalulintas merupakan alternatif terbaik

mendapatkan nilai Derajat Kejenuhan (DS) yaitu volume arus lalu lintas rerata jam puncak dibagi dengan nilai kapasitas simpang pada jam puncak sehingga mendapat nilai

Dan Derajat Kejenuhan di pendekat Jalan Demang lebar Daun sebesar 0,90 yaitu tingkat pelayanan E yang berkarakteristik arus lebih rendah, kapasitas arus

Dari hasil analisis data kondisi existing, untuk aspek lalu lintas, volume arus lalu lintas yang terjadi melebihi kapasitas simpang yaitu mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,86

Menurut MKJI (1997), Derajat kejenuhan (DS) didefinisikan sebagai rasio arus terhadap kapasitas, digunakan sebagai faktor utama dalam penentuan perilaku lalu lintas pada suatu

Data yang didapat dari hasil pengamatan yang berupa arus lalu lintas kemudian dianalisa untuk mendapatkan kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, angka henti, dan

NQ2 = Jumlah smp yang datang selama fase merah GR = Rasio hijau DS = Derajat kejenuhan c = Waktu siklus dt C = Kapasitas smp/jam Q = Arus lalu lintas pada pendekat tersebut smp/jam