• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

No. Daftar FPIPS : 4531/UN.40.2.4/PL/2015

No. Daftar FPIPS : 2087/UN.40.2.4/PL/2014

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD

BANDUNG RAYA

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Geografi

Oleh :

M. IKHSAN KURNIAWAN 1001328

DEPARTEMEN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

(2)

No. Daftar FPIPS : 4531/UN.40.2.4/PL/2015

No. Daftar FPIPS : 2087/UN.40.2.4/PL/2014

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD

“BANDUNG RAYA”

Oleh

Mohammad Ikhsan Kurniawan

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Departemen Pendidikan Geografi Fakultas

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Mohammad Ikhsan Kurniawan 2015

Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

(3)

No. Daftar FPIPS : 4531/UN.40.2.4/PL/2015

No. Daftar FPIPS : 2087/UN.40.2.4/PL/2014

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD BANDUNG RAYA

M. IKHSAN KURNIAWAN 1001328

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH PEMBIMBING I

Drs. H. Wahyu Eridiana, M.Si.

NIP. 19550505 198601 1 001

PEMBIMBING II

Drs. H. Dadang Sungkawa, M.Pd.

NIP. 19550210 198002 1 001

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia

Dr. Hj. Epon Ningrum, M.Pd.

(4)

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ii ABSTRAK

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Mohammad Ikhsan Kurniawan 1001328

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penumpang, karakteristik perjalanan penumpang, dan bentuk mobilitas penumpang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif . Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diambil dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel kereta adalah purposive sampling, sedangkan teknik pengambilan sampel penumpang menggunakan teknik

accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis persentase.

Hasil penelitian menunjukan bahwa penumpang Kereta Rel Diesel (KRD)

“Bandung Raya” terdiri dari penumpang usia produktif (15 thn – 64 thn),

setengahnya berjenis kelamin perempuan, berpendidikan sekolah menengah, bekerja di sektor swasta, dan berpenghasilan rendah sampai sedang. Tujuan perjalanan penumpang KRD adalah Kota Bandung dengan maksud untuk bekerja dan bersekolah, transportasi yang digunakan oleh penumpang dari dan menuju stasiun adalah angkot dan sepeda motor, alasan penumpang menggunakan KRD adalah murah, cepat, aman, dan nyaman. Pola mobilitas penumpang KRD adalah ulak-alik (commuting) dengan lama berada di daerah tujuan adalah kurang dari satu hari dengan frekuensi perjalanan setiap hari. Penambahan jadwal keberangkatan KRD, penyediaan gerbong khusus penumpang perempuan, peningkatan sarana dan prasarana, dan penggunaan kembali kartu langganan kereta kepada para penumpang sangat diperlukan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada seluruh penumpang. .

(5)

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii ABSTRACT

This research was purposed to describe the characteristics of the passengers,

passenger’s trip and type of passenger’s mobility. This research is using

descriptive method. The data resources of this research are primary data and secondary data which taken by interview, observation, and documentation. The method that is used for sampling the train is purposive sampling, while the method used for sampling the passengers is accidental sampling technique. The result shows that the passengers of KRD Bandung Raya consist of 99% of productive age (15 years old – 64 years old), female (55.6%), high school education, working in private sector, and has low to moderate income. The destination of the passengers is to Bandung City for working and going to school, transportation which used from and to train station is motorcycle and public transportation, the reason passengers using KRD Bandung Raya are cheap, fast, safe and comfortable. The passengers mobility pattern of KRD Bandung Raya is commuting with staying period is less than one day with the frequency of trip is every day. The authors recommend adding departures KRD, provision of special women's carriages, reuse train subscription card, and enhancing the quality and quantity of services to passengers.

(6)

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

25

BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian terletak di kawasan Metropolitan Bandung daerah ini

berbatasan dengan:

Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kab. Garut

Sebelah Barat : berbatasan dengan Kab. Cianjur

Sebelah Utara : berbatasan dengan Kab. Subang

Sebelah Timur : berbatasan dengan Kab. Garut dan Kab. Sumedang

Luas daerahnya mencakup 3.535,5 Km2. Secara administratif kawasan

Metropolitan Bandung terdiri dari beberapa kota/kabupaten yaitu Kota

Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung dan

sebagian wilayah Kabupaten Sumedang meliputi Kecamatan Jatinangor,

Cimanggung, Tanjungsari, Sukasari, Rancakalong dan Pamulihan (Bappeda,

2014).

Kawasan Metropolitan Bandung merupakan dataran tinggi yang dikelilingi

perbukitan dan gunung api kuarter yang secara struktural merupakan suatu

cekungan, dikenal sebagai Cekungan Bandung. Untuk gambaran lebih jelas

mengenai lokasi penelitian dapat dilihat pada Peta Kawasan Metropolitan

(7)

26

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Ga

mbar

3.1 P

eta

Admini

stra

ti

f Me

tropoli

tan Band

(8)

27

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B. Metode Penelitian

“Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek penelitian, sebagai

upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara

ilmiah dan termasuk keabsahannya” (Ruslan 2003, hlm.24). Adapun pengertian

penelitian menurut Sukmadinata (2005, hlm.5) yaitu:

Penelitian adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis, untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara ilmiah, baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif, eksperimental maupun non eksperimental, interaktif maupun non interaktif.

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah

Suatu kegiatan ilmiah untuk mengumpulkan dan menganalis data yang

dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Secara

umum Sugiyono (2006, hlm.6) menejelaskan bahwa

Metode penelitian adalah cara-cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid, dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah.

Berdasarkan tujuan, cara, serta langkah yang akan dilakukan dalam

pengambilan sampel dari sebuah populasi maka metode yang digunakan

dalam peneitian ini adalah metode survey deskriptif. Penelitian deskriptif

merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi

mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa

adanya pada saat penelitian dilakukan (Arikunto: 2005).

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sumaatmadja (1988, hlm.112) populasi adalah “semua kasus,

individu, dan gejala yang ada di daerah penelitian”. Sedangkan menurut Tika

(2005, hlm.24) bahwa populasi adalah himpunan individu atau obyek yang

banyaknya terbatas atau tidak terbatas. Berdasarkan kedua definisi diatas, dapat

disimpulkan bahwa populasi adalah himpunan individu, obyek, gejala yang

banyaknya terbatas atau tidak terbatas di daerah penelitian. Populasi yang akan

(9)

28

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Populasi Kereta

Populasi Kereta dalam penelitian ini adalah kereta KRD “Bandung Raya”

yang terdidri dari KRD Ekonomi Bandung Raya, KRD Patas AC, dan KRD

Patas Non-AC, Berikut daftar kereta kereta KRD “Bandung Raya” yang

termasuk dalam populasi penelitian disajikan secara lengkap melalui Tabel 3.1

di bawah ini:

Tabel 3.1 Data Populasi KRD “Bandung Raya”

No No. KRD Jenis KRD Relasi / Rute

1 345 Patas AC Cicalengka - Bandung

2 347 Patas AC Cicalengka - Bandung

3 349 Patas AC Cicalengka - Bandung

4 351 Patas AC Cicalengka - Bandung

5 353 Patas AC Cicalengka - Bandung

6 355 Patas AC Cicalengka - Bandung

7 346 Patas AC Bandung - Cicalengka

8 348 Patas AC Bandung - Cicalengka

9 350 Patas AC Bandung - Cicalengka

10 352 Patas AC Bandung - Cicalengka

11 354 Patas AC Bandung - Cicalengka

12 356 Patas AC Bandung - Cicalengka

13 249 Patas Non-AC Cicalengka - Bandung

14 251 Patas Non-AC Cicalengka - Padalarang

15 253 Patas Non-AC Cicalengka - Bandung

16 255 Patas Non-AC Cicalengka - Bandung

17 257 Patas Non-AC Cicalengka - Bandung

18 259 Patas Non-AC Cicalengka - Bandung

19 252 Patas Non-AC Bandung - Cicalengka

(10)

29

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 3.1 Lanjutan

21 256 Patas Non-AC Bandung - Cicalengka

22 258 Patas Non-AC Bandung - Cicalengka

23 260 Patas Non-AC Bandung - Cicalengka

24 397 Ekonomi Cicalengka - Bandung

25 399 Ekonomi Cicalengka - Bandung

26 401 Ekonomi Cicalengka - Bandung

27 403 Ekonomi Cicalengka - Bandung

28 405 Ekonomi Cicalengka - Bandung

29 407 Ekonomi Cicalengka - Bandung

30 409 Ekonomi Cicalengka - Bandung

31 411 Ekonomi Cicalengka - Bandung

32 413 Ekonomi Cicalengka - Bandung

33 398 Ekonomi Bandung - Cicalengka

34 400 Ekonomi Bandung - Cicalengka

35 402 Ekonomi Bandung - Cicalengka

36 404 Ekonomi Bandung - Cicalengka

37 406 Ekonomi Bandung - Cicalengka

38 408 Ekonomi Bandung - Cicalengka

39 410 Ekonomi Bandung - Cicalengka

40 412 Ekonomi Bandung - Cicalengka

41 414 Ekonomi Bandung - Cicalengka

Sumber : PT. Kereta Api Indonesia DAOP 2 Bandung

b. Populasi Manusia

Populasi manusia dalam penelitian ini adalah seluruh penumpang yang

menggunakan moda transportasi KRD “Bandung Raya” baik itu. KRD

Ekonomi, KRD Patas AC, dan KRD Non-AC.

2. Sampel

(11)

30

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

adalah bagian dari populasi (cuplikan, contoh) yang mewakili populasi

bersangkutan.

Berdasarkan definisi diatas, maka metode pengambilan sampel baik

sampel kereta maupun sampel manusia dilakukan dengan metode purposive

sampling. Metode pengambilan sampel ini menjadi satu-satunya metode

alternatif yang paling cocok karena tidak adanya sample frame yang jelas

(Ariani, 2012). Sampel purposif atau judgemental sampling diambil

berdasarkan pertimbangan mendalam dan diyakini oleh peneliti akan

benar-benar mewakili karakter atau populasinya (Yunus, 2010).

a. Sampel Kereta

Penentuan sampel kereta pada penelitian ini menggunakan metode

purposive sampling dengan pertimbangan adanya perbedaan kepadatan kereta

dalam setiap jadwal keberangkatannya. Sampel kereta dalam penelitian ini

dipilih berdasarkan analisis dari Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA)

KRD “Bandung Raya” per 1 Juni 2014 dengan pertimbangan kepadatan

penumpang dalam setiap jadwal keberangkatannya. Jadwal keberangkatan

diambil pada jam pagi dan sore hari sesuai dengan jam masuk/ keluar sekolah

dan kerja. Dari 3 jenis KRD dengan 41 jadwal keberangkatan yang diambil

menjadi sampel penelitian 12 jadwal keberangkatan. Berikut disajikan secara

rinci melalui Tabel 3.2 (di halaman 33)

b. Sampel Manusia

Penentuan sampel manusia pada penelitian ini menggunakan metode

accidental sampling. Metode ini merupakan sebuah metode pengambilan

sampel dengan memilih siapa saja yang kebetulan ada atau dijumpai. Tidak ada

ketentuan pasti mengenai besarnya jumlah sampel yang diambil yang

terpenting adalah sampel yang diambil adalah sampel yang represtatif yang

dapat mewakili populasi penelitian. Peneliti menetapkan sebanyak 180 orang

penumpang yang dibagi dalam 3 jenis KRD dalam 12 waktu keberangkatan.

Dengan jumlah sampel sebanyak 180 orang maka setiap keberangkatan pada

masing-masing jenis kereta diambil sampel sebanyak 15 orang. Penetepan

(12)

31

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

adalah luasnya wilayah penelitian, adanya keterbatasan tenaga, waktu, serta

keterbatasan biaya.

Tabel 3.2 Data Sampel KRD “Bandung Raya”

No No. KRD Jenis KRD Relasi / Rute Berangkat )*

1 345 Patas AC Cicalengka - Bandung 6.00

2 347 Patas AC Cicalengka - Bandung 9.10

3 354 Patas AC Bandung - Cicalengka 13.15

4 356 Patas AC Bandung - Cicalengka 16.03

5 249 Patas Non-AC Rancaekek - Bandung 5.15

6 251 Patas Non-AC Cicalengka - Padalarang 7.35

7 258 Patas Non-AC Bandung - Cicalengka 14.53

8 260 Patas Non-AC Bandung - Cicalengka 17.10

9 397 Ekonomi Cicalengka – Bandung 6.19

10 399 Ekonomi Cicalengka – Bandung 10.00

11 398 Ekonomi Bandung – Cicalengka 5.35

12 400 Ekonomi Bandung – Cicalengka 7.00

Sumber : Hasil Analisis, 2014

Keterangan )* Jadwal keberangkatan kereta dari stasiun pertama (WIB) D. Definisi Operasional

Definisi operasional dibuat untuk membatasi ruang lingkup variabel dan

menghindari perbedaan menginterpretasi sebuah varabel. Pendefinisian

varaiabel harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. “Variabel adalah

segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik

kesimpulannya” (Sugiyono, 2011). Sementara itu Arikunto (2010)

menyebutkan bahwa variabel adalah objek penelitian atau apa saja yang

menjadi titik perhatian suatu penelitian.

Berdasarkan judul dan rumusan masalah yang diajukan serta variabel yang

harus didefinisikan, maka definisi operasional untuk variabel dan indikator

penelitian “Karakteristik Dan Pola Mobilitas Penumpang KRD “Bandung

(13)

32

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Karakteristik Penumpang KRD “Bandung Raya”

Karakteristik adalah ciri khas yang dimiliki oleh penumpang KRD

“Bandung Raya” yang dapat dijadikan faktor pembeda antara satu penumpang

dengan penumpang lainnya. Karakteristik penumpang dalam penelitian ini

berupa :

a. Usia

Usia adalah satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan seorang

penumpang dan diukur sejak seseorang lahir sampai saat sekarang.

b. Jenis kelamian

Jenis kelamin adalah perbedaan antara peremupan dan laki-lai secara

biologis secara lahir.

c. Pendidikan

Tingkat pendidikan ialah tahapan pendidikan seorang penumpang yang

ditetapkan berdasarkan berdasarkan jenjang pendidikan sekolah

seperti, SD, SMP,SMA, dan Perguruan tinggi.

d. Pekerjaan

Jenis pekerjaan adalah kedudukan seorang penumpang dalam

melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatan.

e. Pendapatan

pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari

aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada

pelanggan.

2. Karakteristik Perjalanan Penumpang KRD “Bandung Raya”

Adapun indikator yang digunakan dalam menentukan pola atau jenis

mobilitas penumpang KRD “Bandung Raya” adalah sebagai berikut:

a. Tempat asal

Tempat asal ialah tempat seorang penumpang tinggal atau menetap. b. Tujuan perjalanan

Tujuan perjalanan adalah motif atau tujuan utama dilakukannya

perjalanan oleh penumpang

(14)

33

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Adalah jenis kendaraan yang digunakan oleh penumpang menuju

stasiun pemberangkatan.

d. Transportasi yang digunakan dari stasiun

Adalah jenis kendaraan yang digunakan oleh penumpang dari stasiun

pemberhentian menuju tempatnya beraktivitas.

e. Alasan penggunaan KRD “Bandung Raya”

Motif atau alasan penumpang menggunakan KRD “Bandung Raya”

3. Pola Mobilitas Penumpang KRD “Bandung Raya”

Mobilitas penduduk ialah gerak (movement) penduduk yang melintas batas

wilayah menuju ke wilayah lain dalam periode waktu tertentu (Mantra, 2013,

hml.172). Indikator yang digunakan adalah batas wilayah dan waktu. Batas

wilayah yang digunakan adalah batas administratif yaitu kota/kabupaten

sedangkan batas waktu jam, hari, dan bulan. Untuk lebih jelasnya, berikut

disajikan pola mobilitas dengan batasan ruang dan waktu berdasarkan Mantra

(2013) melalui Tabel 3.3.

Tabel 3.3

Pola Mobilitas Penumpang Berdasarkan Batasan Ruang dan Waktu

No Pola Mobilitas Batas Wilayah Batas Waktu

1 Ulak alik (commuting) Kota/Kabupaten

Enam jam atau lebih dan kembali pada hari yang sama

2 Menginap/mondok di daerah tujuan

(sirkuler)

Kota/Kabupaten Lebih dari satu hari, tetapi kurang dari enam bulan

3 Permanen/Menetap di daerah tujuan

Kota/Kabupaten Enam bulan atau lebih menetap di daerah tujuan Sumber : Mantra, 2013

Sementara itu pola mobilitas penumpang ialah bentuk atau model gerak

(movement) penduduk yang menggunakan jasa KRD “Bandung Raya” sebagai alat transportasi yang melintas batas wilayah menuju ke wilayah lain dalam

periode waktu tertentu. Indikator lain yang digunakan untuk mengetahui pola

mobilitas penumpang adalah sebagai berikut:

(15)

34

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Adalah waktu berangkat seorang penumpang dari daerah asal dan waktu

pulang kembali ke tempat asal

b. Frekuensi perjalanan

Frekuensi perjalanan adalah sebuah ukuran yang menyatakan seberapa

sering penumpang melakukan mobilitas menggunakan KRD

4. KRD “Bandung Raya”

Kereta Rel Diesel (KRD) Bandung Raya adalah salah satu kereta api

komuter yang beroperasi di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung yang melayani

rute Cicalengka ke Padalarang pada umumnya, dan Cicalengka ke Bandung

untuk hanya satu kali perjalanan pergi pulang (PP). KRD “Bandung Raya”

terdidri dari KRD Ekonomi Bandung Raya, KRD Patas AC, dan KRD Patas

Non-AC.

Dalam penelitian ini terdiri dari variabel-variabel tunggal. Berikut

diuraikan secara rinci variabel tungal tersebut dalam Tabel 3.4

Tabel 3.4 Variabel Penelitian

No Variabel Indikator

1

Waktu berangkat dan kembali ke tempat asal

Frekuensi Perjalanan

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dan

strategis dalam sebuah penelitian karena data yang didapatakan harus sesuai

dengan teknik yang digunakan.. Sugiyono (2011) menyebutkan bahwa teknik

(16)

35

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya. Sementara itu

Arikunto (2006) menyebutkan bahwa metode pengumpulan data terdiri dari

tes, angket, wawancara, observasi, sakal bertingkat, dan dokumentasi. Adapun

teknik pengumulan data dalam penelitian ini adalah:

1. Observasi

Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai

karakteristik yang spesifik apabila dibandingkan dengan teknik yang lain.

Teknik pengumpulan data dengan observasi ini digunakan apabila penelitian

berkenan dengan perilaku manusia, proses kera, gejala-gejal alam dan bil

responden yang diamati tidak terlalu besar (Sugiyono, 2011).

Adapun jenis observasi yang digunakan dalam penelitian adalah jenis

obervasi terstruktur yaitu teknik obervasi yang diperlakukan secara sistematis

tentang apa yang diobservasi. Metode ini digunakan peneliti untuk melihat

karateristik penumpang KRD “Bandung Raya”.

2. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data untuk mengetahui

hal-hal dari responden yang lebih detail dan mendalam. Wawancara digunakan

peneliti untuk mengetahui secara mendalam karakteristik dan pola mobilitas

penumpang KRD “Bandung Raya”.

Jenis wawancara yang digunakan dalam penlitian ini adalah jenis

wawancara terstruktur. Jenis wawancara ini digunakan karena peneliti tau pasti

data atau informasi yang hendak diambil dari responden. Oleh karena itu dalam

malakukan wawancara peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa

pertanyaan-pertanyaan tertulis beserta alternatif jawabannya telah disediakan.

Dengan berbagai kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan teknik ini,

wawancara menajadi teknik pengumpulan data dalam penelitian ini untuk

mengetahui secara pasti karakteristik serta mobilitas penumpang KRD

“Bandung Raya”.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dimana kegiatan yang

dilakukan peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku,

(17)

36

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Teknik pengambilan data ini digunakan untuk mendapatkan data sekunder

seperti data curah hujan, data monografi, serta data pendukung lainnya untuk

melengkapi data yang tidak bisa didapat menggunakan dua metode

sebelumnya.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat pengumpuldata yang digunakan

dalam sebuah penelitian dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaanya lebih

muda serta data yang dikumpulkan lebih sistematis dan lengkap. Adapun

instrumen penelitian yang digunakan berdasarkan metode pengumpulan data

yang telah ditetapkan adalah pedoman wawancara dan check-list. Selain kedua

intrumen tersebut beberapa alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Peta dasar (base map) Metropolitan Bandung

2. Data Monografi Metropolitan Bandung

3. GPS, untuk menentukan lokasi tempat penelitian

4. Kamera digital

Dalam penyusunan instrument penelitian ini, peneliti menyusunnya sesuai

dengan prosedur dan tahapan yang dikemukakan oleh Sugiyanto (2011) yaitu:

1. Perencanaan, meliputi perumusan tujuan, menentukan variabel, dan sub

variabel.

2. Penulisan butir soal, atau item pedoman wawancara dan lembar observasi.

3. Penyuntingan, yaitu melengkapi dengan pedoman pengerjaan dan yang

lainnya.

4. Uji coba, dilakukan dalam skala kecil guna menguji validitas dan

reliabilitas instrumen.

5. Penganalisaan hasil, analisi item, melihat pola jawaban dan sebagainya

6. Mengadakan revisi terhadap item-item yang dirasa kurang baik sesuai

dengan data yang diperoleh sewaktu uji coba.

Berikut disajikan kisi-kisi instrumen penelitian penelitian pola mobilitas

(18)

37

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Waktu, sumber data, objek, luasnya wilayah, serta keterbatasan dana yang

dimiliki peneliti mejadi pertimbangan utama dalam menentukan metode serta

instrument penelitian yang digunakan.

G. Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau

sumber data lain terkumpul. Kegiatan ini terdiri dari pengelompokan data

berdasarkan varaiabel, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh

responden, menyajikan data, dan melakukan perhitungan untuk menjawab

rumusan masalah. Adapun teknik analisis data yang akan dilakukan dalam

penelitian ini adalah analisis presentase. Analisis ini digunakan untuk

mengitung dan mendeskripsikan data-data karakteristik dan pola mobilitas

penumpang KRD “Bandung Raya”. Rumus yang digunakan dalam analisis ini

adalah:

Dimana :

P = Nilai presentase

f = Frekeunsi munculnya data

n = Jumlah data keseluruhan

Tabel 3.6 Kalsisikasi Data

Persentase (%) Keterangan

0 Ditafsirkan tidak ada

1 – 24 Sebagian kecil

25 – 49 Hampir setengahnya

50 – 74 Setengahnya

75 – 99 Hampir Seluruhnya

100 Seluruhnya

(19)

38

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 3.5 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

No Variabel Indikator Jumlah

(20)

39

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

H. Kerangka Pemikiran

Gambar 3. 2 Kerangka Berfikir

Pergerakan (Mobilitas) menuju Kota Bandung tinggi

Penduduk

Mobilitas Non Permanen

Kereta Api Metropolitan Bandung

sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN)

Mobilitas Pemanen

Pemanfaatan SDA sangat tinggi

Karakteristik Penumpang

 Usia

 Pendidian

 Jenis Pekerjaan

 Pendapatan

 Pekerjaan

Transportasi Pola Mobilitas

(21)

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

71

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Berdasarkan hasil kajian dan analis data yang telah dilakukan sebelumnya,

pada bagian ini akan dikemukakan beberapa kesimpulan. Adapun kesimpulan

yang dimaksud adalah sebagi berikut:

A.Kesimpulan

1. Penumpang KRD “Bandung Raya” hampir semua berusia produktif (15 thn –

64 thn), hampir setengahnya berjenis kelamin perempuan, berpendidikan

sekolah menengah, bekerja di sektor swasta, dan berpenghasilan kurang dari

Rp. 2.500.000.

2. Tujuan perjalanan penumpang KRD “Bandung Raya” adalah Kota Bandung

dengan maksud perjalanan untuk bekerja dan bersekolah. Transportasi yang

digunakan dari dan menuju stasiun adalah angkot dan sepeda motor. Alasan

penumpang menggunakan KRD “Bandung Raya” adalah murah, cepat, aman,

dan nyaman.

3. Pola mobilitas penumpang KRD “Bandung Raya” adalah ulak-alik

(commuting). Lama berada di daerah tujuan adalah kurang dari satu hari

dengan frekuensi perjalanan setiap hari.

B.Rekomendasi

Berdasarkan kesimpulan dan hasil kajian, dibawah ini dikemukakan

beberapa rekomendasi dengan harapan dapat dijadikan pertimbangan bagi

berabagi pihak yang berkepentingan:

1. Penumpang KRD “Bandung Raya” didominasi oleh penumpang perempuan

oleh karena itu, perlu perlu disediakan gerbong khusus atau pemisahan

penumpang laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi tindakan kriminalitas

yang merugikan kaum perempuan.

2. Jenis pekerjaan penumpang didominasi oleh pegawai swasta dan

pelajar/mahasiswa dengan frekuensi perjalanan setiap hari. Berdasarkan hal

tersebut, perlu dipertimbangkan penggunaan kembali kartu langgan kereta api

berdiskon khusus bagi penumpang yang setiap hari menggunakan jasa KRD

(22)

72

M. IKHSAN KURNIAWAN, 2015

POLA MOBILITAS PENUMPANG KRD “BANDUNG RAYA”

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Alasan utama penumpang masih menggunakan jasa kereta api adalah harga

tiket yang relatif murah, waktu tempuh pendek, dan sarana prasarana yang

cukup memadai. Hal harus menjadi perhatian bagi pihak yang berkepentingan

agar tetap menjaga dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para

penumpang.

4. Pola mobilitas penumpang KRD “Bandung Raya” adalah ulak-alik atau

commuting dimana penumpang pulang dan pergi pada hari itu juga.

Berdasarkan hal tersebut penambahan jumlah jam keberangkatan terutama

pada jam-jam sibuk perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan penumpang

di stasiun apalagi setelah diterapkannya peraturan pembatasan jumlah

penumpang pada setiap keberangkatan kereta.

5. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pendorong untuk dilakukan lagi

penelitian sejenis baik itu dari displin ilmu geografi atau dari berbagai disiplin

ilmu lainnya. Penulis merekomendasikan agar penelitian selanjutnya bisa

Gambar

Gambar 3.1 Peta Administratif Metropolitan Bandung
Tabel 3.1 Data Populasi KRD “Bandung Raya”
Tabel 3.2 Data Sampel KRD “Bandung Raya”
Tabel 3.3
+5

Referensi

Dokumen terkait

Volume lalulintas di ruas-ruas jalan yang menuju ke pusat Kota Bandung dipengaruhi oleh jumlah kendaraan yang digunakan oleh siswa-siswa sekolah favorit yang terletak di pusat

Rute F (jalur II/jalur raya) merupakan rute KA yang berasal dari Stasiun Nagreg menuju Stasiun Haurpugur, difungsikan bagi perjalanan KA penumpang tanpa pemberhentian

Berdasarkan analisa Matriks Asal Tujuan (MAT), maka untuk rute Terminal Porong – Terminal Purabaya menun- jukkan bahwa pola perjalanan penumpang paling banyak adalah

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata kota semarang belum sepenuhnya menjadi Smart City ditinjau dari pola transportasi mobil penumpang, separuh lebih yang sudah

Studi ini menemukan bahwa jenis distribusi dari data gabungan waktu tunggu penumpang Trans Metro Bandung rute 2 selama satu minggu adalah distribusi eksponensial dengan

Transportasi umum yang sering digunakan dalam hal ini adalah Bus Umum yang berfungsi untuk mengantarkan penumpang ke suatu tujuan, baik dalam Kota ataupun antar Kota.. Bandung dan

Dari kedua hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa travel adalah angkutan umum yang melayani antar jemput perjalanan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain baik antar wilayah

Kondisi Eksisting di Stasiun Bandung terhadap persyaratan perjalanan perkeretaapian dalam masa pandemi Covid-19 No Parameter Indikator Atribut Kondisi Eksisting Kesesuaian Gambar