• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan Perilaku merokok pada remaja.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Hubungan antara interaksi teman sebaya dengan Perilaku merokok pada remaja."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

67

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi,A. (1999). Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Ali,M & Asrori,M. (2004). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Asrori, A. (2009). Hubungan Kecerdasan Emosi dan Interaksi Teman Sebaya dengan Penyesuaian Sosial pada Siswa Kelas VIII Program Akselerasi di SMP Negeri 9 Surakarta. Skripsi [tidak diterbitkan]. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret.

Azwar, S. (2010). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Berk, Laura.E. (2012). Development Through The Lifespan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Chaplin, J.P. (2011). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Chotidjah, S. (2012). Pengetahuan Tentang Rokok Pusat Kendali Kesehatan Eksternal dan Perilaku Merokok. Jurnal Sosial Humaniora. Vol.16,No.1.49-56.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas). 2013.

Djauzi, S. (2009). Raih Kembali Kesehatan. Jakarta: Kompas.

E.D. Firdaus, TA. Larasati, Zuraida, & Sukohar. (2014). Hubungan Pergaulan Teman Sebaya terhadap Tindakan Merokok Siswa Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Jurnal Psikologi. Vol.3, No 3:56-61.

Fajri, W. (2014). Pria Perokok Indonesia Kedua Tertinggi Di Dunia. Kompas.com [on-line] diakses pada tanggal 25 april 2014 dari http://health.kompas.com/read/2014/01/10/1503085/Pria.Perokok.Indone sia.Kedua.Tertinggi.di.Dunia.

(2)

68

Haditono, Monks, R. Siti, dan Knoers. (1983). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Hasanah, A.U & Sulastri. (2011). “Hubungan antara Dukungan Orang Tua, Teman Sebaya dan Iklan Rokok dengan Perilaku Merokok Pada Siswa Laki-Laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali”. Jurnal ilmu kesehatan. Vol. 8, No. 1: 695 – 705.

Hurlock, B.E. (2012).Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Jaya, M. (2009). Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok. Yogyakarta: Riz’ma.

Kemala, I dan Hasnida. (2005). “Hubungan antara Stress dan Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki”. Jurnal Psikologia vol.1, No.2: 105-111.

Kharie, R, Pondaag, L, dan Lolong, J. (2014). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Merokok pada Anak Laki-Laki usia 15-17 Tahun di Kelurahan Tanah Raja Kota Ternate. Jurnal Keperawatan. Vol.2 no.1. http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/view/4056/3572

Komalasari, D & A.F.Helmi. (2006). Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok pada Remaja. Jurnal Psikologi. No.28: 37-47.

Lia. (2011). Pemkot Solo Resmikan 3 Klinik Berhenti Merokok di 3 Puskesmas. Solopos.com [on-line] diakses pada tanggal 27 pebruari 2014 dari http://www.solopos.com/2011/11/16/pemkot-solo-resmikan-3-klinik-berhenti-merokok-di-3-puskesmas-249440

Lestari, R & Purwandari,E. (2012). Perilaku Merokok pada Remaja SMA/SMK di Kota dan Luar Kota. Jurnal Psikologi. 136-145.

Maseda, D.R, Suba, B, dan Wongkar, D. (2013). Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Bahaya Merokok dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Putra Di SMA Negeri 1 Tompasobaru. Jurnal keperawatan. Vol.1, No.1:1-8.

Mappiare, A. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

(3)

69

Mutadin, Z. (2002). Remaja dan Rokok. e-psikologi.com. diakses pada tanggal 25 april 2014 dari http://www.epsikologi.com/artikel/individual/remaja-rokok.

Nainggolan R.A. (2009). Anda Mau Berhenti Merokok Pasti Berhasil. Bandung: Indonesia Publishing Hause.

Ormrod, J.E. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga.

Papalia,D.E, Olds,S.W, dan Feldman,R.D. (2009). Human Development Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Permatasari, I & Wahyuni. (2011). Hubungan Pola Asuh Keluarga dan Lingkungan Teman Sebaya dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Usia 11- 20 Tahun di Desa Nambohan Kecamatan Purwodadi Kota Purwodadi Kabupaten Grobogan. Jurnal ilmu kesehatan. Vol. 8 No. 1: 706-721.

Pratiwi, A. (2013). Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Perilaku Merokok pada Remaja di Kelurahan Juwiring. Skripsi [tidak diterbitkan]. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahayu, E.D. (2013). Hubungan antara Depresi dengan Kecenderungan Perilaku Merokok pada Remaja. Skripsi [diterbitkan]. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sari,A.T, Ramdhani,N, & Eliza,M. (2003). Empati dan Perilaku Merokok di Tempat Umum. Jurnal Psikologi. Vol.30, No.2: 81-90.

Saefullah. (2012). Psikologi Perkembangan dan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Santoso,S. (2010). Teori-Teori psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Santrock, J.W. (2005) Adolescence: Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

Sitopoe. (2009). Kekhususan Rokok Indonesia. Jakarta: Grafindo

Soetjiningsih. (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.

Sonna, L. (2007). Memahami Segalanya Tentang Membimbing Anak Remaja. Batam: Karisma publising group.

(4)

70

Susanti,Y.E. (2007). Hubungan antara Kecenderungan Mencari Sensasi dan Konformitas dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Putri. Skripsi [tidak diterbitkan]. Surakarta: Fakultas Psikologi universitas Muhammadiyah Surakarta.

Syam, F. (2014). Sekali Lagi Katakan Tidak Memilih Caleg Perokok. Kompas.com [on-line] diakses pada tanggal 21 april 2014 dari http://health.kompas.com/read/2014/04/07/1524508/Sekali.Lagi.Katakan .Tidak.Memilih.Caleg.Perokok.

Walgito, B. (2007). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan Iklan Rokok, uang saku dan teman sebaya terhadap perilaku merokok pada siswa SMA adalah melihat hubungan iklan rokok, uang saku dan teman sebaya dengan

lingkungan teman sebaya yang melakukan perilaku merokok, dapat dengan cara. tidak memperlihatkan kepada remaja cara dan

Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: ada hubungan positif yang sangat signifikan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku pacaran pada

Menyatakan bahwa dalam skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya dengan Perilaku Pacaran pada Remaja” ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan di

Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan perilaku merokok pada siswa laki-laki Madrasah Aliyah Negeri 2

Hipotesa penelitian ini adalah ada hubungan antara dukungan teman sebaya dan kontrol perilaku merokok dengan intensi berhenti merokok pada remaja SLTA, dimana semakin

Berkenaan dengan paparan di atas dan kemungkinan adanya hubungan antara dukungan teman sebaya dan kontrol perilaku dalam merokok dengan intensi berhenti merokok,

Hubungan Iklan Rokok, uang saku dan teman sebaya terhadap perilaku merokok pada siswa SMA adalah melihat hubungan iklan rokok, uang saku dan teman sebaya dengan