• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DAN PENGINDERAAN JAUH DI KABUPATEN SABU RAIJUA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DAN PENGINDERAAN JAUH DI KABUPATEN SABU RAIJUA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Peta Kemiringan Lereng Kabupaten Sabu  Raijua
Gambar 3. Peta Tutupan Lahan Kabupaten Sabu  Raijua
Gambar 5. Peta Rawan Longsor Kabupaten  Sabu Raijua

Referensi

Dokumen terkait

Parameter-parameter yang digunakan dalam pemetaan bencana tanah longsor adalah kemiringan lereng, intensitas curah hujan, penggunaan lahan, jenis tanah, faktor

Cek lapangan Peta Geologi Peta Kontur Peta Kemiringan Lereng Peta rerata Curah Hujan Skoring dan pembobotan Overlay Peta Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap

Hasil perhitungan erosi dengan raster calculator pada peta curah hujan, peta jenis tanah, peta panjang dan kemiringan lereng, peta tutupan lahan menghasilkan peta bahaya

Pemetaan menggunakan tujuh parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, tata guna lahan, geologi, kedalaman solum, tekstur tanah, permeabilitas tanah dan masing-masing

Berdasarkan dari peta rawan erosi daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi dan kemiringan lereng yang sangat curam, curam atau berbukit dengan tutupan lahan

Pemetaan menggunakan tujuh parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, tata guna lahan, geologi, kedalaman solum, tekstur tanah, permeabilitas tanah.dan

Pengolahan Sistem Informasi Geografis SIG berdasarkan parameter curah hujan hasil pengukuran curah hujan di 3 stasiun hujan dari Balai Wilayah Sungai BWS, kemiringan lereng menggunakan

Peta peta yang digunakan untuk overlay adalah Peta Kemiringan Lereng, Peta Curah Hujan, Peta Penggunaan Lahan dan peta Jenis tanah sebagai indikator dalam pengkelasan zona tingkat