Pemetaan Daerah Rawan Longsor dengan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Data curah hujan bulanan dari tahun 1998 sampai 2010 dari TRMM 3B43 dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) digunakan dalam penelitian ini untuk memetakan daerah
Overlay dilakukan pada peta curah hujan, kemiringan lereng, peta infiltrasi tanah dan peta penggunaan lahan yang merupakan parameter kerentanan banjir yang digunakan
Tingkat rawan kekeringan lahan sawah tinggi memiliki persentase luas 25,85% dengan penyusun satuan lahan mayoritas berjenis sawah tadah hujan dengan variasi lereng yang
Variabel input metode Fuzzy logic merupakan parameter dari tanah longsor yaitu tutupan lahan, curah hujan, kemiringan, dan ketinggian.. Hasil keanggotaan Fuzzy dari ke empat
3 Peta klasifikasi tutupan lahan Kabupaten Tanah Datar 15 4 Peta klasifikasi kemiringan lereng Kabupaten Tanah Datar 18 5 Peta klasifikasi curah hujan Kabupaten Tanah Datar 21 6
Data curah hujan bulanan dari tahun 1998 sampai 2010 dari TRMM 3B43 dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) digunakan dalam penelitian ini untuk memetakan daerah
Sebaran Spasial Daerah Rawan Longsor Berdasarkan pengolahan data primer dan sekunder, variabel tutupan lahan ditemui pada 6 titik sampel yang diteliti terdapat 2 jenis tutupan lahan
Analisis Daerah Rawan Longsor Dari hasil analisis, beberapa faktor seperti jenis tanah, kelerengan, curah hujan, tutupan lahan, daerah Kota Batu secara garis besar memiliki tingkat