• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ir. EDISON PANJAITAN, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Ir. EDISON PANJAITAN, M.Si"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Oleh:

Ir. EDISON PANJAITAN, M.Si

(WAKIL KETUA CPMU DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH)

DISAMPAIKAN PADA RAPAT KOORDINASI REGIONAL II PROGRAM PAMSIMAS II TA. 2015 Makassar, 5 Nopember 2015

(2)

TUJUAN NEGARA DALAM ALINEA IV PEMBUKAAN UUD 1945

1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

2. Memajukan kesejahteraan umum.

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.

4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

2

(3)

K E K U A S A A N P E M E R I N TA H A N

PRESIDEN

Pemerintahan Daerah KEMENDAGRI

Kementerian/LPNK

Koordinasi

Koordinasi Sebagian

Urusan

Tanggungjawab

PUSAT

DAERAH

Otonomi Seluas-luasnya Ps 18 (5) UUD ‘45

Psl 17 UUD 1945 PEMEGANG KEKUASAAN

PEMERINTAHAN – PSL 4 (1) UUD 1945

PERATURAN PERUNDANGAN PELAKSANAAN

Koordinator binwas dlm penyeleng. urusan pem.

di daerah

Psl 8 ayat 3 UU 23/2014

(4)

K E B I J A K A N P E N Y E L E N G G A R A A N P E M E R I N TA H A N D A E R A H

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Memajukan kesejahteraan umum.

Mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ikut melaksanakan ketertiban dunia

Hak Warga Negara

Ps. 27, 28 H, PS. 34 UUD 1945

Pendidikan, Kesehatan, Hak atas Pekerjaan, Hak atas Penghidupan yg layak, dan Jaminan Sosial

Indonesia Negara Kesatuan yg

Terdesentralisasi dgn Presiden Memegang Kekuasaan Pemerintahan (Pasal 4 UUD 1945)

Pasal 18, 18A dan 18B UUD 1945

 NKRI dibagi atas prov, Kab, dan Kota

 Asas Ootonomi dan Tugas Pembantuan

 Dipimpin Gub, Bupati, Walkot yg dipilih demokratis – memiliki DPRD dipilih melalui Pemilu

 Menjalankan Urusan Pemerintahan

 Hub. Wewenang antar Tingkatan Pemerintahan

 Hub. Keuangan, Pelayanan umum,

pemanfaatan SDA dan SDA lainnya dilaks.

Adil & diatur dengan UU

 Negara mengakui & menghormati satuan2 pemerintahan daerah yg bersifat khusus atau istimewa yg diatur dgn UU

Otonomi Daerah

Hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus

sendiri Urusan Pemerintahan dan Kepentingan Masyarakat setempat dalam

sistem NKRI Tujuan Demokrasi

Memposisikan Pemda sebagai instrumen pendidikan politik di tingkat lokal, yg akan menyumbang terhadap pendidikan politik nasional demi terwujudnya civil society Kesejahteraan

Pemda menyediakan pelayanan publik yg efektif, efisien dan ekonomis untuk masyarakat lokal

Selaras dg tujuan Otda penyelenggaraan Pemda diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat

melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, & peran serta masyarakat

serta peningkatan daya saing daerah dg memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kakhasan suatu

daerah dalam sistem NKRI

4

(5)

 Konsekuensi dari negara kesatuan adalah tanggung jawab akhir pemerintahan ada di tangan Presiden. Urusan Pemerintahan yang diserahkan ke Daerah berasal dari kekuasaan pemerintahan yang ada di tangan Presiden.

 Presiden menetapkan pedoman penyelenggaraan urusan pemerintahan dan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

 Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemda Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat.

 Dengan demikian hubungan Presiden dengan Gubernur dan Bupati/Walikota bersifat hierarkis dan hubungan Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat dengan Bupati/Walikota bersifat hierarkis.

H U B U N G A N P E M E R I N TA H P U S AT D A N D A E R A H

(6)

K L A S I F I K A S I U R U S A N P E M E R I N TA H A N

KONKUREN ABSOLUT

1. POLITIK LUAR NEGERI

2. PERTAHANAN 3. KEAMANAN 4. YUSTISI 5. AGAMA 6. MONETER &

FISKAL NASIONAL

PILIHAN (8) WAJIB

PELAYANAN DASAR (6)

NON PELAYANAN

DASAR (18) S P M

URUSAN PEMERINTAHAN

UMUM

1. PEMBINAAN WAWASAN KEBANGSAAN;

2. PEMBINAAN PERSATUAN KESATUAN;

3. PEMBINAAN KERUKUNAN ANTAR SARA

4. PKS;

5. KOORDINSASI TUGAS ANTARISNTANSI YG ADA DI DAERAH;

6. PENGEMBANGAN DEMOKRASI;

7. PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN YG BUKAN MRP KEWENANGAN DAERAH/

TDK DILAKSANAKAN INSTANSI VERTIKAL

APBN

FORKOPIMDA FORKOPIM KEC

U R U S A N P E M E R I N TA H A N

6

(7)

1. Urusan Pemerintahan Absolut: urusan pemerintahan yang mutlak menjadi kewenangan Pemerintah Pusat .

2. Urusan Pemerintahan Konkuren: urusan pemerintahan yang dibagi antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

3. Urusan Pemerintahan Umum: urusan Pemerintah Pusat yang dilimpahkan pelaksanaannya kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di wilayahnya masing-masing.

U R U S A N P E M E R I N TA H A N

K L A S I F I K A S I U R U S A N P E M E R I N TA H A N

(8)

WAJIB PELAYANAN

DASAR NON PELAYANAYAN DASAR

S P M

PILIHAN

1. Pendidikan 2. Kesehatan 3. PU & Penataan

Ruang

4. Perumahan Rakyat

& Kawasan Permukiman 5. Tramtibum &

Linmas 6. Sosial

Tenaga Kerja,

Pemberdayaan Perempuan &

Pelindungan Anak, Pangan, Pertanahan, LH, Adminduk &

Capil, PMD, pengendalian pddk &KB, perhubungan, Kominfo, Koperasi, Usaha Kecil & Menengah,

Penanaman Modal,

Kepemudaan & Olahraga, Statistik, Persandian, Kebudayaan, Perpustakaan dan Kearsipan

1. Kelautan &

Perikanan 2. Pariwisata 3. Pertanian 4. Kehutanan 5. ESDM

6. Perdagangan 7. Perindustrian 8. Transmigrasi

Dibagi berdasarkan prinsip Eksternalitas, Akuntabilitas dan

Efisiensi dan Kriteria tertentu

U R U S A N P E M E R I N TA H A N

P E M B A G I A N U R U S A N P E M E R I N TA H A N K O N K U R E N

8

(9)

PRESIDEN

MENDAGRI

Pembinaan Pengawasan

Binwas Umum Binwas Teknis

K/L

Secara Nas.

DIKOORDINASIKAN

MENDAGRI

Provinsi

Gubernur sbg wakil Pem. Binwas umum & teknis

(PP 19/2010 & PP 23/2011)

Kab/Kota

Pemegang kekuasaan pemerintahan – Psl 4 (1) UUD 1945

Psl 17 UUD 1945 Koordinator Binwas

dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah UU 23/2014 Psl 8 (3)

Koordinasi

Otonomi Seluas-luasnya Ps 18 (5) UUD ‘45

Tanggung jawab

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

(10)

PEMERINTAH PUSAT PEMERINTAH DAERAH 1. Menetapkan NSPK, paling lama 2

(dua) tahun terhitung sejak

peraturan pemerintah mengenai pelaksanaan urusan konkuren diundangkan serta melaksanakan pembinaan dan pengawasan;

1. Dalam jangka waktu 2 (dua)

tahun, Pusat belum menetapkan NSPK, Pemda melaksanakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah;

2. Membatalkan kebijakan daerah yang tidak berpedoman pada NSPK;

2. Menetapkan kebijakan daerah untuk menyelenggarakan Urusan Pemerintahan yang menjadi

kewenangan Daerah berpedoman pada NSPK;

3. Menetapkan SPM 3. Memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib yg berkaitan dengan Pelayanan Dasar berpedoman pada SPM

KEWENANGAN PUSAT DAN DAERAH

10

(11)

KEWAJIBAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

Salah satu Kewajiban Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah : (pasal 67 UU No. 23 Tahun 2014)

“Melaksanakan Program Strategis Nasional”

Yang dimaksud dengan

“Program Strategis Nasional”

adalah program yang ditetapkan presiden sebagai program yang memiliki sifat strategis secara nasional dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan serta menjaga pertahanan dan keamanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan msyarakat

PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT UNIVERSAL ACCES

Program Strategis Nasional

(12)

SANKSI KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

Kepala daerah dan/atau wakil kepala Daerah yg tidak melaksanakan Program Strategis Nasional dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis oleh Menteri untuk Gubernur dan/atau wakil Gubernur serta oleh Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat untuk Bupati dan/atau Wakil Bupati atau Walikota dan/atau Walikota

Dalam hal teguran tertulis telah disampaikan 2 (dua) kali berturut-turut dan tetap tidak dilaksanakan, Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah diberhentikan sementara selama 3 (tiga) bulan

Dalam hal Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah telah selesai menjalani pemberhentian sementara, tetap tidak melaksanakan program strategis nasional, yang bersangkutan diberhentikan sebagai Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah

(Pasal 68 UU No. 23 Tahun 2014) 12

(13)

1. Mendorong kebijakan Pemerintah Daerah berupa Peraturan Daerah

dan/atau Peraturan Kepala Daerah.

2. Memfasilitasi peningkatan kapasitas aparatur daerah.

3. Mendorong Pemerintah Daerah

mengalokasikan dukungan pembiayaan dalam APBD.

DUKUNGAN KEMENDAGRI TERHADAP PROGRAM PAMSIMAS

(14)

5 (LIMA) KOMPONEN PROGRAM PAMSIMAS

14

1. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN DAERAH

2. PENINGKATAN PERILAKU HIGIENIS DAN PELAYANAN SANITASI

3. PENYEDIAAN SARANA AIR MINUM DAN SANITASI UMUM 4. HIBAH INSENTIF KABUPATEN DAN DESA

5. DUKUNGAN MANAGEMENT PELAKSANAAN PROGRAM

KPI DITJEN BINA BANGDA KEMENDAGRI :

1. MINIMAL 70% PEMERINTAH KABUPATEN MEMILIKI DOKREN BIDANG AIR MINUM DAN SANITASI UNTUK MENGADOPSI DAN

PENGARUSUTAMAAN DAN PENDEKATAN PAMSIMAS

2. MINIMAL 60% PEMERINTAH KABUPATEN MENGALOKASIKAN ANGGARAN DARI APBD

(15)

LOGO

1. TARGET CAPAIAN PENYUSUNAN

RAD-AMPL

(16)

TARGET PENYUSUNAN RAD-AMPL

 Target penyusunan RAD-AMPL selama PAMSIMAS-2 secara akumulasi sebesar : 80 %

 Dengan Jumlah Kabupaten/Kota sebanyak 220, maka target sampai dengan akhir Pamsimas-2 sebanyak : 176 Kabupaten Kota.

 Selama Pamsimas-1 RAD-AMPL yang telah tersusun sebanyak 72 Kabupaten/Kota.

 Dengan demikian selama Pamsimas-2 target minimal

RAD-AMPL yang tersusun sebanyak 176-72 = 104

Kabupaten/Kota.

(17)

STATUS PENYUSUNAN RAD-AMPL KABUPATEN/KOTA

REGIONAL 2 WILAYAH TIMUR

TOTAL PROSES PENYUSUNAN

SELESAI

PENYUSUNAN Sudah PERBUP

TOTAL NASIONAL 219 73 75 91

TOTAL 113 46 28 39

I KALIMANTAN SELATAN 10 5 0 5

II KALIMANTAN TIMUR 1 1 0 0

III KALIMANTAN BARAT 11 9 2 0

IV KALIMANTAN TENGAH 3 3 0 0

V BANTEN 3 1 0 2

VI JAWA BARAT 11 11 0 3

VII BALI 1 0 1 0

VIII NUSA TENGGARA BARAT 6 2 4 0

IX NUSA TENGGARA TIMUR 19 10 3 5

X SULAWESI UTARA 2 0 2 0

XI SULAWESI TENGAH 10 1 2 7

XII GORONTALO 4 0 0 4

XIII MALUKU 5 1 3 1

XIV MALUKU UTARA 1 0 1 0

XV SULAWESI SELATAN 15 0 5 10

XVI SULAWESI TENGGARA 4 0 4 0

XVII SULAWESI BARAT 2 0 1 1

XVIII PAPUA 2 1 0 0

XIX PAPUA BARAT 3 1 0 1

NO. PROVINSI

JUMLAH KABUPATEN/KOTA

(18)

CAPAIAN PENYUSUNAN RAD-AMPL SECARA NASIONAL S/D 2015

RAD-AMPL yang telah selesai disusun dan telah disahkan melalui Peraturan Bupati/Walikota,

sejumlah : 20 Kabupaten/Kota

RAD-AMPL yang telah selesai disusun , telah workshop expose dan saat ini sedang dalam proses pengesahan, sebanyak : 55

Kabupaten/Kota

RAD-AMPL yang telah selesai disusun dan telah workshop expose, sebanyak : 75 Kabupaten/Kota

Akhir tahun 2015 selesai disusun sebanyak 75+

72 = 147 Kabupaten/Kota atau sebesar 67 %

(19)

PREDIKSI PAMSIMAS-3

 Perhitungan Capaian s/d Akhir Pamsimas-2

 Capaian s/d akhir Desember 2015 = 147 Kab/ Kota atau sebesar 67 %.

 Target Pamsimas-2 sebesar 80 % sehingga masih ada kekurangan 13 % atau 29 Kab/ Kota yang akan diselesaikan di tahun 2016 atau sebanyak 147 + 29 = 176 Kabupaten/kota.

 Perhitungan Capaian Pamsimas-3

 Target Pamsimas-3 sebesar 70% dari 353 Kab/ Kota

= 248 Kab/Kota

 Perhitungan capaian Pamsimas-3 = 248 – 176 = 72

Kabupaten/kota atau sebesar 20 %

(20)

LOGO

KENAIKAN REALISASI APBD UNTUK AMPL

KABUPATEN/KOTA

(21)

TARGET REALISASI APBD UNTUK AMPL

Realisasi Anggaran Kabupaten/Kota (APBD) dalam Sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDGs.

 Target Tahun 2014 : 50 %

 Capaian Tahun 2014 : 62 %

 Target Tahun 2015 : 60 %

(22)

PERSENTASE KENAIKAN APBD UNTUK AMPL

Persentase kenaikan tahunan realisasi APBD untuk AMPL sebesar: 0,60 %

Persentase kenaikan kumulatif realisasi

APBD untuk AMPL sebesar: 1,74 %

(23)

CAPAIAN REALISASI APBD UNTUK AMPL (1)

No.

Provinsi Jum lah

Kab/Kota

Jum lah Kab/Kota Yang Melaporkan

Realisasi APBD

Jum lah Kab/Kota Yang Tidak Melaporkan Realisasi APBD

Nasional (218 desa) 218 132 86

1 Nanggroe Aceh Darussalam 3 0 3

2 Sum atera Utara 4 0 4

3 Sum atera Barat 14 1 13

4 Riau 10 0 10

5 Jam bi 4 4 0

6 Sum atera Selatan 10 10 0

7 Bengkulu 4 4 0

8 Lam pung 2 0 2

9 Kepulauan Bangka Belitun g 2 2 0

10 Kepulauan Riau 2 0 2

11 Jaw a Barat 11 8 3

12 Jaw a Tengah 28 25 3

13 Di Yogyakarta 2 2 0

14 Jaw a Tim ur 20 11 9

15 Banten 3 1 2

(24)

CAPAIAN REALISASI APBD UNTUK AMPL (2)

No.

Provinsi Jum lah

Kab/Kota

Jum lah Kab/Kota Yang Melaporkan

Realisasi APBD

Jum lah Kab/Kota Yang Tidak Melaporkan Realisasi APBD

Nasional (218 desa) 218 132 86

17 Nusa Tenggara Barat 6 6 0

18 Nusa Tenggara Tim ur 19 18 1

19 Kalim antan Barat 11 1 10

20 Kalim antan Tengah 3 3 0

21 Kalim antan Selatan 10 2 8

22 Kalim antan Tim ur 1 0 1

23 Sulaw esi Utara 2 2 0

24 Sulaw esi Tengah 10 2 8

25 Sulaw esi Selatan 15 15 0

26 Sulaw esi Tenggara 4 4 0

27 Gorontalo 4 3 1

28 Sulaw esi Barat 2 2 0

29 Maluku 5 0 5

30 Maluku Utara 1 0 1

31 Papua Barat 3 3 0

32 Papua 2 2 0

(25)

LOGO

KEWAJIBAN REPLIKASI

KABUPATEN/KOTA

(26)

REKAP KEWAJIBAN REPLIKASI (1)

TOTAL NASIONAL 6262 792 747 -139 31

Wilayah Timur 123 2842 373 324 -101 22

TOTAL BANTEN 3 125 12 13 0 0

TOTAL JAWA BARAT 11 303 29 36 0 0

TOTAL KALIMANTAN SELATAN 10 477 111 106 -26 4

3 BALANGAN 62 18 13 -5 1

4 KOTA BARU 59 15 5 -10 1

5 BANJAR 61 18 13 -5 1

10 TANAH BUMBU 51 15 9 -6 1

TOTAL KALIMANTAN TENGAH 3 0 0 0 0 0

TOTAL KALIMANTAN BARAT 11 0 0 0 0 0

TOTAL KALIMANTAN TIMUR 1 0 0 0 0 0

1 KUTAI BARAT 0 0 0 0

TOTAL BALI 1 0 0 0 0 0

1 TABANAN 0 0 0 0

TOTAL NUSA TENGGARA BARAT 6 0 0 0 0 0

TOTAL SULAWESI TENGAH 10 419 41 50 -3 2

5 TOJO UNA-UNA 60 6 4 -2 1

7 PARIGI MOUTONG 60 6 5 -1 1

TOTAL SULAWESI SELATAN 19 388 45 32 -15 3

4 KOTA PALOPO 12 2 0 -2 1

5 PINRANG 55 5 0 -5 1

6 SIDENRENG RAPPANG 48 8 4 -4 1

Jumlah Kabupaten

/Kota

Jumlah Kab/Kota Yang Belum

Memenuhi Desa

Reguler APBN

Relikasi

Kewajiban Realisasi Kekurangan

No. KABUPATEN / KOTA

(27)

REKAP KEWAJIBAN REPLIKASI (2)

TOTAL NASIONAL 6262 792 747 -139 31

Wilayah Timur 123 2842 373 324 -101 22

TOTAL BANTEN 3 125 12 13 0 0

TOTAL JAWA BARAT 11 303 29 36 0 0

TOTAL SULAWESI BARAT 4 157 29 14 -15 2

2 MAMUJU 58 10 7 -3 1

3 MAMUJU UTARA 53 15 3 -12 1

TOTAL SULAWESI UTARA 2 0 0 0 0 0

TOTAL SULAWESI TENGGARA 4 0 0 0 0 0

TOTAL NUSA TENGGARA TIMUR 20 588 52 45 -13 7

1 SUMBA BARAT 49 4 3 -1 1

2 MANGGARAI BARAT 55 5 4 -1 1

4 TIMOR TENGAH UTARA 52 5 3 -2 1

5 KOTA KUPANG 46 4 2 -2 1

6 KUPANG 54 5 3 -2 1

7 TIMOR TENGAH SELATAN 49 4 2 -2 1

10 SIKKA 59 5 2 -3 1

TOTAL GORONTALO 5 175 16 13 -3 1

2 POHUWATO 56 5 2 -3 1

TOTAL MALUKU 5 64 6 6 0 0

TOTAL MALUKU UTARA 3 94 27 1 -26 2

1 KAB. TIDORE KEPULAUAN 43 12 0 -12 1

2 KAB. HALMAHERA BARAT 51 15 1 -14 1

TOTAL PAPUA 2 0 0 0 0 0

Jumlah Kabupaten

/Kota

Jumlah Kab/Kota Yang Belum

Memenuhi Desa

Reguler APBN

Relikasi

Kewajiban Realisasi Kekurangan

No. KABUPATEN / KOTA

(28)

KEWAJIBAN REGULER APBD 2013 s/d 2015

Provinsi

2013 2014 2015 2013 2014 2015 TOTAL 2013 2014 2015 TOTAL

Total Nasional 1103 1447 1449 290 379 383 1052 255 488 491 1234 -26 20

Total Wilayah Tim ur 417 776 746 114 196 195 505 101 216 233 550 -13 10

11 JAWA BARAT 50 72 79 14 18 20 52 10 23 27 60 0 0

12 BANTEN 23 24 24 6 6 6 18 6 9 9 24 0 0

13 KALIMANTAN TENGAH 22 22 0 6 6 12 6 6 12 0 0

14 KALIMANTAN BARAT 66 62 0 17 16 33 14 19 33 0 0

15 KALIMANTAN SELATAN 76 53 50 20 12 15 47 22 21 18 61 0 0

16 KALIMANTAN TIMUR 8 8 0 2 2 4 2 1 3 -1 1

93 KUTAI BARAT 8 8 0 2 2 4 2 1 3 -1 1

20 BALI 8 8 0 2 2 4 2 2 4 0 0

21 NUSA TENGGARA BARAT 38 38 0 10 10 20 10 10 20 0 0

22 NUSA TENGGARA TIMUR 97 135 134 28 35 35 98 24 39 46 109 -2 1

164 SUMBA BARAT 6 4 4 2 1 1 4 1 1 2 -2 1

23 GORONTALO 19 28 24 5 7 6 18 4 8 7 19 0 0

24 MALUKU 10 35 37 3 10 10 23 2 9 11 22 -1 1

175 MALUKU TENGAH 10 6 6 3 2 2 7 2 2 2 6 -1 1

25 MALUKU UTARA 4 4 0 1 1 2 1 1 2 0 0

26 SULAWESI UTARA 14 14 0 4 4 8 4 4 8 0 0

27 SULAWESI TENGAH 80 72 70 21 19 19 59 19 21 22 62 -3 2

182 BANGGAI KEPULAUAN 17 6 7 4 2 2 8 2 2 2 6 -2 1

184 MOROWALI 9 8 8 2 2 2 6 1 2 2 5 -1 1

28 SULAWESI BARAT 10 16 16 3 4 4 11 2 9 6 17 0 0

29 SULAWESI TENGGARA 28 24 0 7 6 13 8 6 14 0 0

30 SULAWESI SELATAN 37 113 100 10 28 25 63 8 28 28 64 -3 3

199 BULUKUMBA 10 8 8 3 2 2 7 2 2 2 6 -1 1

209 TANA TORAJA 10 8 8 3 2 2 7 2 2 2 6 -1 1

211 LUWU TIMUR 8 8 0 2 2 4 1 2 3 -1 1

31 PAPUA BARAT 15 24 24 4 6 6 16 4 2 8 14 -2 1

32 PAPUA 8 8 0 2 2 4 3 3 -1 1

Jumlah Kab yg belum

penuhi

No Kewajiban APBD APBD

Selisih

Kabupaten/Kota

APBN

(29)

1. Komitmen kuat seluruh jajaran

pemerintah di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat

Desa/Kelurahan.

2. Tersedia sumber daya yang cukup baik tenaga, alat maupun biaya.

3. Dukungan seluruh lapisan masyarakat termasuk tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi agama,

organisasi profesi, kalangan swasta dan dunia usaha.

KUNCI KEBERHASILAN PROGRAM PAMSIMAS

(30)

TERIMA KASIH

30

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor : BA.03/BOR.132.LPSE/ULP_POKJA III/LMD/VIII/2014 tanggal 3 Agustus 2014 untuk Pekerjaan Belanja Pembangunan Rumah Dinas Staff

Berdasarkan Hasil Evaluasi Kualifikasi yang tertuang dalam Berita Acara Evaluasi Kualifikasi Nomor : 08/PU-PEGAF/JL-KOBDUG/V/2016 tanggal 04 Juni 2016 dinyatakan

Berdasarkan Berita Acara Pembuktian Kualifikasi Nomor : 11/PU-PEGAF/JL- SURDICI/V/2016 Tanggal 03 Juni 2016 dengan ini kami umumkan PEMENANG hasil pelelangan paket

Sehubungan dengan evaluasi Penawaran Pekerjaan peningkatan sarana dan fasilitas kesehatan (pembangunan pagar puskesmas lereh ), maka bersama ini kami Panitia Pengadaan Barang/jasa dan

Most of the major car rental (http://www.easycar.com/aspx/car-hire/location/Berlin.aspx/EN ) firms have a presence in the city and the road network in the city itself and throughout

Kelompok Kerja Pokja ULP Pengadaan Barang/Jasa Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, telah melakukan Penjelasan (Aanwijzing) Dokumen di website

If a Managed Server shares its root directory with the Administration Server, ConfigurationManagerMBean does not copy the pending configuration files; the Managed Server uses

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami perkembangan isu dan konsep online journalism diantaranya tantangan jurnalistik online di masa depan,