40
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan di SD Al-Azhar Syifa Budi Solo, Jl.
Haryo Panular No.64.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2016.Untuk lebih jelasnya rincian waktu dan jenis kegiatan penelitian sebagai berikut :
Tabel 1. Rincian Waktu dan Jenis Kegiatan Penelitian
No Kegiatan Tahun 2016
Jan Feb Maret April Mei Juni 1 Persiapan
a. Observasi
b. Identifikasi Masalah c. Penentuan Tindakan d. Pengajuan judul e. Penyusunan proposal d. Pengajuan ijin penelitian 2 Pelaksanaan
a. Seminar Proposal
a. Pengumpulan data penelitian 3 Penyusunan Laporan
a. Penulisan laporan b. Ujian Skripsi
(Sumber. Agus Kristiyanto, 2010 : 135)
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV Amru SD Al-Azhar Syifa Budi Solo Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 25 peserta didik.
Dengan rincian putra 12 anak dan putri 13 anak.
C. Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh melaluui observasi secara langsung di lokasi penelitian mengenai proses pembelajaran aktivitas ritmik pada peserta didik kelas IV Amru SD Al-Azhar Syifa Budi Solo tahun pelajaran 2015/2016, berupa hasil belajar.
Sumber data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai berikut :
1. Peserta didik, untuk mendapatkan data tentang hasil belajar aktivitas ritmik melalui pendekatan audio visual pada peserta didik kelas IV Amru SD Al-Azhar Syifa Budi Solo tahun ajaran 2015 / 2016.
2. Guru sebagai kolaborator, untuk melihat tingkat keberhasilan penerapan pendekatan audio visual dalam pembelajaran aktivitas ritmik pada peserta didik kelas IV Amru SD Al-Azhar Syifa Budi Solo tahun ajaran 2015 / 2016.
3. Peneliti sebagai Observer, untuk mengamati dan menilai tingkat keberhasilan penerapan pendekatan audio visual dalam dalam pembelajaran aktivitas ritmik pada peserta didik kelas IV Amru SD Al-Azhar Syifa Budi Solo tahun ajaran 2015 / 2016.
D. Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpuan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini terdiri dari :
a. Tes, digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar aktivitas ritmik pada peserta didik.
b. Observasi, digunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data tentang aktivitas peserta didik dalam mengikuti proses belajar
mengajar saat penggunaan media audio visual yang diterapkan oleh guru.
2. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang digunakan penelitian sebagai berikut : Tabel 2. Teknik/Alat Pengumpulan Data
No Sumber
Data Jenis Data
Teknik Penegumpulan
Data
Instrumen
1 Peserta didik
Observasi Penilaian sikap melalui observasi lapangan (sesuai dengan rubrik peneliaan aspek afektif pada RPP) 2 Guru Hasl belajar
aktivitas ritmik
Tes tertulis / lisan Soal tes ( sesuai dengan rubrik penilaian aspek kognitif pada RPP)
3 Peneliti Observasi +
Praktik Unjuk Kerja Siswa
Tes praktik yang meliputi kemampuan gerak
aktivitas ritmik (sesuai dengan rubrik penilaian aspek psikomotor)
(Sumber. Agus Kristiyanto, 2010:137) E. Uji Validitas Data
Uji validitas merupakan suatu cara untuk menentukan suatu keabsahan data yang diperoleh, dalam hal ini untuk meningkatkan validasi data yang diperoleh peneliti menggunakan triangulasi data. Triangulasi yang digunakan yaitu:
a. Triangulasi data b. Triangulasi sumber c. Triangulasi metode Dengan penjelasan :
a. Triangulasi data yaitu data yang sama akan lebih mantap kebenarannya apabila diperoleh dari beberapa sumber.
b. Triangulasi sumber yaitu menyamakan data yang diperoleh dari nara sumber yang lebih baik, dari siswa dan guru atau pihak lain.
c. Triangulasi metode yaitu mengumpulkan data dengan metode yang berbeda agar hasil yang diperoleh lebih mantap (metode observasi atau metode wawancara) sehingga akan diperoleh hasil yang akurat menggunakan subjek
F. Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis tesebut dilakukan karena sebagian besar data yang dikumpulkan berupa uraian deskriptif tentang perkembangan proses pembelajaran yakni kompetensi peserta didik dalam pembelajaran aktivitas ritmik. Dalam penelitian ini ada tiga jenis data yang dianalisis yaitu:
1. Keterampilan senam irama dengan mencari rata-rata nilai dari ranah psikomotor dengan materi rangkaian individu dan rangkaian berpasangan, sesuai dengan rubrik penilaian aspek psikomotor yang terdapat pada RPP 1 (rangkaian individu) dan RPP 2 (rangkaian berpasangan).
2. Kemampuan pemahaman tentang senam irama dari ranah kognitif dengan materi rangkaian individu dan rangkaian berpasangan, berupa soal tes sesuai dengan rubrik penilaian aspek kognitif pada RPP 1 (rangkaian individu) dan RPP 2 (rangkaian berpasangan).
3. Menunjukkan sikap keaktifan dalam ranah afektif melalui observasi lapangan selama pembelajaran senam irama dengan materi rangkaian individu dan rangkaian berpasangan sesuai dengan rubrik penilaian aspek afektif pada RPP 1 (rangkaian individu) dan RPP 2 (rangkaian berpasangan).
Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis dengan menggunakan persentase untuk melihat peningkatan hasil kompetensi senam irama tanpa alat dalam kegiatan pembelajaran. Hasil kompetensi pola gerak dasar berirama pada pembelajaran aktivitas ritmik dikategorikan dalam batas tuntas dan tidak tuntas berdasarkan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).
G. Indikator Kinerja Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar aktivitas ritmik pada peserta didik kelas IV Amru SD Al-Azhar Syifa Budi Solo tahun pelajaran 2015/2016 melalui penggunaan media audio visual. Dan untuk mencapai tujuan tersebut dirancang dalam beberapa langkah yang meliputi: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi untuk tiap siklusnya dan perencanaan siklus berikutnya.
Tabel 3. Persentase Target Capaian
Siklus akan dihentikan apabila pencapaian keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas ini sudah mencapai target 88 % dari jumlah siswa (25 siswa) dapat memperoleh ketuntasan hasil belajar aktivitas ritmik sama atau lebih dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu nilai 75.
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus dilalui oleh peneliti dalam menerapkan metode yang akan digunakan dalam penelitian. Menurut Agus Kristiyanto (2010:54)“ Langkah- langkah PTK pada prinsipnya meliputi 4 (empat) langkah pokok pada setiap
Aspek yang dinilai
Presentase Siswa yang ditargetkan
Cara Mengukur
Afektif 88% Diamati saat proses pembelajaran berlangsung
Kognitif 88% Tes Tertulis
Psikomotor 88% Tes pola gerak dasar berirama (langkah individu dan berpasangan)
Ketuntasan
Hasil Belajar 88%
Diukur melalui ketuntasan belajar siswa pada materi aktivitas ritmik melalui hasil penjumlahan (aspek afektif, kognitif dan psikomotor) sesuai dengan KKM sekolah adalah 75
siklusnya. Keempat langkah tersebut meliputi, (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi.Langkah-langkah tersebut merupakan satu kesatuan yang disebut sebagai satu siklus tindakan.”
1. Langkah-langkah siklus
Adapun tahap-tahap siklus dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tersebut dipaparkan sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan (planing)
Tahap ini adalah tahapan awal dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Secara garis besar pelaksanaannya meliputi:
1) Pembuatan skenario pembelajaran
2) Persiapan saran dan prasaran pembelajaran
3) Persiapan instrumen penelitian untuk pembelajaran 4) Simulasi pelaksanaan tindakan.
Pada tahap ini peneliti utama dan kolabolator telah bekolaborasi untuk menyusun perencanaan tindakan yang akan dilakukan dalam bentuk skenario pembelajaran dan indikator-indikator capaian pada tiap siklusnya, indikator tersebut merupakan tolak ukur menentukan apakah dapat dilaksanakan siklus selanjutnya atau harus kembali ke siklus I.
b. Tahap Pelaksanaan (Action)
Tahap pelaksanaan tindakan adalah tahap untuk implementasi skenario yang telah direcanakan. Pelaksanaan tersebut hasrus berjalan secara alamiah bukan di treatmen-kan seperti penelitian eksperimen.
Peneliti utama dan kolabolator harus benar-benar yakin bahwa kesepakatan dalam skenario itu dapat dilaksanakan.
c. Tahap Observasi (Observation)
Tahap Observasi yaitu tahap pengamatan terhadap kejadian yang terjadi saat pelaksanaan tindakan oleh peneliti utama dan kolabolator.
Pengamatan dilakukan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat pada tahap perencanaan. Peneliti utama dan kolabolator berperan sebagai observer yang bertugas untuk mencatat hal-hal yang diamati saat itu juga,
sehingga menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan refleksi dalam setiap akhir siklusnya.
d. Tahap Refleksi (Reflecting)
Tahap refleksi pada dasarnya adalah bentuk perenungan yang mendalam dan lengkap terhadap segala sesuatu yang terjadi. Refleksi pada akhir siklus merupakan sharing of idea yang terjadi anatara peneliti utama dengan kolabolator tentang segala sesuatu yang telah direncanakan. Bisa diartikan tahap refleksi merupakan tahap evaluasi untuk membuat keputusan akir siklus.
Gambar 11 Siklus PTK sebagai prosedur Mikro (Pedoman Skripsi 2016:37)
2. Pelaksanaan Siklus a. Rancangan Siklus I
1) Tahap perencanaan
a) Menganalisis isi kurikulum dengan memfokuskan pada kompetensi dasar sesuai mata pelajaran penjaskes yang diajarkan di Sekolah Dasar.
Perencanaan
Pengamatan Perencanaan
Pelaksanaan Refleksi
Pelaksanaan Pengamatan
Refleksi
Apakah indikator SUDAH Tercapai?
SIKLUS I
SIKLUS II
PENETAPAN FOKUS MASALAH
Sudah, penelitian bisa diakhiri Belim, perlu didakan siklus III
b) Menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) aktivitas ritmik.
c) Menyusun instrumen tes aktivitas ritmik.
d) Menyusun lembar observasi .
e) Menyiapkan lembar tes aktivitas ritmik.
f) Menyiapkan media yang diperlukan untuk membantu dalam proses belajar mengajar.
g) Menyiapkan tempat penelitian.
2) Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dilakukan dengan melaksanakaan skenario pembelajaran yang telah dilaksanakan, tahap ini dilakukan bersamaan dengan tahap observasi terhadap dampak tindakan langkah-langkah kegiatan:
a) Ikut serta dalam proses pembelajaran
b) Menjelaskan kegiatan belajar mengajar aktivitas ritmik.
c) Melakukan pemanasan.
d) Melakukan pembelajaran aktivitas ritmik, dengan langkah- langkah :
1) Guru memberi contoh dan menjelaskan rangkaian pola gerak dasar berirama pada pembeajaran aktivitas ritmik.
2) Kemudian peserta didik mencoba pola gerak dasar berirama yang telah dicontoh kan oleh guru.
3) Melakukan pembelajaran aktivitas ritmik dengan menggunakan media audio visual.
3) Tahap Observasi
Kegiatan observasi dilakukan bersama dengan kegiatan pelaksanaan tindakan. Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap penggunaan media audio visual yang digunakan terhadap proses pembelajaran aktivitas ritmik.
4) Tahap Refleksi
Dilakukan dengan menganalisis hasil observasi dan interprestasi sehingga diperoleh kesimpulan apa saja yang perlu diperbaiki dan apa saja yang perlu dipertahankan. Tahap ini mengemukakan hasil penemuan dari pelaksanaan tindakan pertama yang memerlukan perbaikan pada siklus berikutnya.
b. Rancangan siklus II
Pada rancangan siklus II tindakan dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai pada siklus I. Rancangan siklus II merupakan upaya perbaikan dari siklus sebelumnya dengan materi pembelajaran yang sama yaitu aktivitas ritmik. Apabila hasil siklus I menunjukan bahwa pembelajaran belum mencapai indikator yang telah ditargetkan, maka akan dilakukan rancangan siklus II untuk memperbaiki hasil belajar dari siklus sebelumnya.