PENINGKATAN KETANGKASAN MENANGKAP DAN MELEMPAR BOLA SISWA KELAS IV SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015
PADA PEMBELAJARAN PJOK MELALUI PERMAINAN BOLA ZIG- ZAG DI SDN 1 KARANGAN KECAMATAN KARANGAN KABUPATEN
TRENGGALEK
Oleh:
Toha
SDN 1 Karangan, Karangan, Trenggalek
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan permainan bola zig-zag yang dapat meningkatkan ketangkasan siswa kelas IV dalam menangkap dan melempar bola pada bidang studi PJOK di SDN 1 Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek Tahun 2014/2015 semester I. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun 2014/2015 di kelas IV SDN 1 Karangan dengan jumlah siswa sebanyak 25. Penelitian dilakukan dalam dua siklus.
Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Guru dalam menerapkan permainan bola zig-zag membagi siswa menjadi tim 2 tim. Dua tim saling berhadapan, siswa melempar bola secara zig-zag. Tim yang tidak menjatuhkan bola menjadi pemenang. Pada siklus II kegiatan pembelajaran PJOK dalam meningkatkan ketangkasan menangkap dan melempar bola menggunakan dua bola yang dilempar bersamaan oleh siswa yang berada pada ujung sebelah kiri dan kanan. Tim yang tidak menjatuhkan bola akan menjadi pemenang. Ketangkasan siswa dalam menangkap dan melempar bola dinyatakan dengan rerata skor unjuk kerja siswa untuk pra siklus sebesar 64,00 dengan ketuntasan sebesar 40,00 meningkat menjadi 71,60 dengan ketuntasan sebesar 68,00% pada siklus I dan meningkat lagi pada akhir siklus II dengan nilai rata-rata 81,40 dan persentase ketuntasan 100%.
Kata kunci: Permainan bola zig-zag, ketangkasan menangkap dan melempar bola, Kelas IV
Kemampuan dasar dalam olahraga sepak bola, basket dan kasti adalah ketangkasan mennagkap dan menerima bola. Ketang- kasan menangkap dan melem-par bola diperlukan seorang penjaga gawang dalam permainan sepak bola. Begitu juga dalam permainan bola basket ketangkasan pemain dalam menerima, mengoper dan melakukan shooting sangat diperlukan. Ketangkasan adalah kecepatan, kepandaian serta kecer- dasan yang dimiliki seseorang. Untuk mela- tihnya, seseorang bisa dilakukan melalui se- buah game atau olahraga. Fungsi ketang- kasan adalah untuk melatih untuk meng- optimalkan fungsi otak. Sedangkan fungsi-
nya melalui sebuah olahraga adalah untuk menjaga kebugaran serta melatih pertahan diri.(Soedarto.2013:hal 12)
Akan tetapi kemampuan dasar ini ja- rang sekali diberikan. Guru PJOK cende- rung melakukan kegiatan praktik langsung bersama siswa tanpa membekali kemampu- an dasar kepada siswa. Untuk itu dalam penelitian ini akan digunakan model per- mainan bola zig zag untuk melatih ketang- kasan siswa dalam menangkap dan melem- par bola.
Lempar Bola Zig-Zag dimainkan oleh dua tim yang berbaris saling berhadapan.
Pemain nomor 1 akan melempar bola kepa-
da pemain nomor 2 di hadapannya, begitu seterusnya hingga membentuk pola lem- paran zig-zag.
Langkah-langkah permainan bola zig- zag, diantaranya: (1) Kelas dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan B; (2) Se- tiap kelompok berbaris menghadap ke depan dan berhitung 1, 2, 3, 4, dan seterusnya; (3) Kelompok A dan B saling berhadapan; (4) Perhatikan siapa anggota kelompok di de- panmu yang memiliki angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Mereka adalah timmu; (5) Anggota nomor 1 melempar bola ke anggota di hadapannya yang memiliki nomor 2.
Nomor 2 harus menangkapnya dan melem- parkannya ke anggota no 3; (6) Kelompok yang menyelesaikan lempar tangkap tanpa menjatuhkan bola adalah pemenangnya. (M.
Sajoto.2012:hal 32-36).
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu melakukan aktivitas jasmani. Akti- vitas jasmani itu berupa gerak yang membutuhkan keaktifan setiap anggota ba- dan, sesuai dengan fungsinya masing-ma- sing. Kemampuan bergerak merupakan wu- jud dari pengembangan, peningkatan dan pemeliharaan kesegaran jasmani. Salah satu kemampuan gerak yang banyak digemari manusia yaitu olahraga. (Dangsima Morloek, 2012:hal 55)
Olah raga adalah serangkaian gerak raga atau tubuh yang teratur dan terencana yang dilakukan orang untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu. (Satojo 2013:10). Olahraga merupakan aktifitas fi- sik manusia yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Dalam melakukan olah- raga, manusia mempunyai empat tujuan da- sar, yaitu: 1. Olahraga untuk pendidikan, 2.
Olahraga untuk rekreasi, 3. Olahraga untuk kesegaran jasmani, 4. Olahraga untuk men- capai prestasi tertentu. (M. Satojo, 2013:10)
Tujuan pengajaran PJOK adalah: 1.
Siswa mengerti dan dapat mengembangkan kesehatan, kesegaran jasmani, dan keteram- pilan gerak melalui berbagai permainan dan cabang olah raga, 2.siswa mengerti dan melaksanakan peraturan, ketentuan dan suka bekerja sama dengan siswa lain, 3. Siswa berpartisipasi secara positif untuk mengisi waktu luang dengan berolahraga, 4. Siswa mengerti dan dapat melakukan pencegahan penyakit/bahaya yang berkaitan dengan lingkungan dan kegiatan olahraga, 5. Siswa mengerti upaya penanggulangan dan perawatan penyakit secara sederhana.
(Moch. Soebroto.2010:hal45) METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas berupaya untuk memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa. Hal ini sesuai dengan karakteristk penelitian tindakan kelas yang bersifat situasional yaitu mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu.
Pada tahap ini kegiatan penelitian memuat beberapa kegiatan pra tindakan dan kegiatan tindakan pelaksanaan tindakan yaitu: (1) Kegiatan Pra Tindakan. Kegiatan pra tindakan dilakukan untuk mendata permasalahan yang terjadi pada saat pem- belajaran berlangsung yaitu pada pembela- jaran PJOK sekaligus melakukan studi do- kumentasi. Studi dokumentasi dilakukan terhadap hasil nilai siswa pada mata pela- jaran PJOK dari hasil unjuk kerja siswa pa- da pembelajaran sebelumnya, serta rencana pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru kelas. (2) Kegiatan Pelaksanaan Tin-
dakan, meliputi: (a) Perencanaan Tindakan;
(b) Pelaksanaan Tindakan; (c) Pengamatan;
(d) Refleksi.
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2014/2015 di SDN 1 Karangan. SDN 1 Karangan merpakan salah satu sekolah dasar negeri yang berada di Desa Karangan Ke- camatan Karangan Kabupaten Trenggalek.
Jumlah subyek penelitian ini adalah 25 siswa. Siswa kelas IV dipilih sebagai subyek penelitian karena siswa kelas IV SDN 1 Karangan mengalami kesulitan dalam pem- belajaran PJOK materi ketangkasan me- nangkap dan melempar bola, sekaligus se- bagai tempat peneliti melaksanakan tugas sebagai guru PJOK di sekolah tersebut.
Ada beberapa jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yakni tes, Observasi, angket, catatan lapangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus 1
Refleksi Awal
Pada tahap ini merupakan haisl re- fleksi dari kegiatan pra tindakan yang dila- kukan oleh peneliti dengan kolaborator penelitian selaku observer. Peneliti bersama kolaborator penelitian mengidentifikasi per- masalahan yang ada di Kelas IV yaitu ten- tang rendahnya ketangkasan menangkap dan melempar bola pada mata pelajaran PJOK.
Hasil observasi awal dan studi dokumentasi dalam pembelajaran PJOK di Kelas IV dapat direfleksikan bahwa rendahnya pres- tasi belajar siswa pada pembelajaran PJOK disebabkan oleh penerapan metode pem- belajaran yang kurang tepat. Pembelajaran cenderung monoton dan membosankan se-
hingga aktivitas belajar siswa tidak berkembang.
Hal ini dibuktikan dengan hasil pres- tasi belajar PJOK sebelum siklus dengan nilai rata-rata 6,00 dengan ketuntasan belajar 40,00%, kondisi ini masih berada di bawah standar ketuntasan klasikal.
Untuk itu diperlukan metode pem- belajaran baru yang sesuai dengan karakter permasalahan di Kelas IV dengan meng- gunakan permainan bola zig-zag.
Perencanaan
Langkah selanjutnya peneliti bersama kolaborator menyusun rencana tindakan per- baikan yang meliputi: (1) Menyusun Ren- cana Pembelajaran yang mengacu pada per- mainan bla zig-zag; (2) Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas ketika metode tersebut diaplikasikan; (3) Membuat/ mem- persiapkan alat bantu mengajar yang diper- lukan dalam rangka memperlancar proses pembelajaran tersebut; (4) Mempersiapkan media pemmbelajaran berupa bola dan nomor dada.
Pelaksanaan
Selanjutnya peneliti melakukan akti- vitas pembelajaran PJOK dengan pokok ba- hasan Ketangkasan Menangkap dan Melem- par Bola, sesuai dengan rencana pembe- lajaran yang telah dirancang dengan lang- kah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
(a) Pada tanggal 15 September 2014, pukul 07.00, guru memasuki ruang kelas dan meminta siswa untuk menuju lapangan se- kolah; (b) Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa bersama; (c) Guru menyam- paikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa; (d) Pada pukul 07.15 WIB, guru melakukan kegiatan inti; (e) Guru meminta 2 siswa untuk
memimpin pemanasan di depan teman- teman yang lain; (f) Kelas dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan B; (g) Setiap kelompok berbaris menghadap ke depan dan berhitung 1, 2, 3, 4, dan 5; (h) Kelompok A dan B saling berhadapan; (i) Perhatikan siapa anggota kelompok di depanmu yang memiliki angka 1, 2, 3, 4 dan 5. Mereka adalah timmu; (j) Anggota nomor 1 melempar bola ke anggota di hadapannya yang memiliki nomor 2. Nomor 2 harus menangkapnya dan melemparkannya ke anggota no 3.2. Setiap kelompok berbaris menghadap ke depan dan berhitung 1, 2, 3, 4, dan 5; (k) Kelompok yang menyelesaikan lempar tangkap tanpa menjatuhkan bola adalah pemenangnya; (l) Pada pukul 09.15 WIB, guru melakukan kegiatan penutup;
(m) Siswa melakukan pendinginan; (n) Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa Observasi
Kegiatan observasi aktivitas siswa dilakukan oleh observer dengan mengguna- kan format catatan aktivitas siswa. ada siklus I ini siswa memperoleh persentase aktivitas sebesar 75,00%. Artinya siswa da- pat dengan baik menerima tindakan perbaik- an pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Sedangkan untuk ketangkasan siswa dalam menangkap dan melempar bola memperoleh persentase sebesar 68,00% dengan nilai rata- rata 71,60.
Refleksi
Dari hasil observasi terhadap aktivitas pembelajaran dan perolehan hasil belajar siswa dapat direfleksikan bahwa Siswa ma- sih belum mampu menerima secara maksi- mal pemberian tindakan perbaikan pembela- jaran yang diberikan oleh guru, siswa masih tampak takut, dan kurang percaya diri dalam
melakukan teknik dasar ketangkasan me- nangkap dan melempar bola.
Dengan adanya kendala yang muncul dalam pembelajaran PJOK pada siklus I, maka prestasi belajar yang dicapai tidak maksimal. Ketuntasan belajar siswa yang di- capai hanya 68,00% masih berada di bawah ketuntasan yang telah ditentukan sebesar 85%. Untuk itu masih diperlukan rencana perbaikan tindakan pada siklus selanjutnya.
Siklus II Perencanaan
Perencanaan pembelajaran pada siklus II secara umum hampir sama dengan peren- canaan pada siklus I. Akan tetapi dengan adanya kendala yang muncul dalam pembel- ajaran siklus I, maka pada siklus II terdapat beberapa perubahan tindakan sebagai beri- kut: (a) Guru harus mampu menumbuhkan kerjasama, kejujuran, menghargai, sema- ngat, percaya diri, dan sportivitas siswa, sehingga semua siswa aktif dalam kegiatan latihan; (b) Guru lebih meningkatkan peran sebagai motivator sehingga siswa dapat ber- aktivitas secara maksimal dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan tanpa ada rasa takut atau bersalah dalam melakukan teknik dasar Ketangkasan Menangkap dan Melempar Bola.
Pelaksanaan
Adapun langkah-langkah pembelajar- an pada siklus II adalah sebagai berikut: (a) Tanggal 29 September 2014; (b) Pada pukul 07.00, guru memasuki ruang kelas dan meminta siswa untuk menuju lapangan se- kolah; (c) Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa bersama; (d) Guru menyam- paikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa; (e) Pada pukul 07.15 WIB, guru melakukan kegiatan
inti; (f) Guru meminta 2 siswa untuk memi- mpin pemanasan di depan teman- teman yang lain; (g) Kelas dibagi menjadi dua ke- lompok, kelompok A dan B; (h) Permainan bola zig-zag ini menggunakan dua bola; (i) Setiap kelompok berbaris menghadap ke depan dan berhitung 1, 2, 3, 4, sampai de- ngan 10; (j) Kelompok A dan B saling ber- hadapan; (k) Perhatikan siapa anggota ke- lompok di depanmu yang memiliki angka 1, 2, 3, 4 sampai dengan 10. Mereka adalah timmu; (l) Anggota nomor 1 melempar bola ke anggota di hadapannya yang memiliki nomor 2. Bersamaan itu siswa bernomor 10 melempar bola ke anggota dihadapannya yang memiliki nomor 8. Nomor 2 dan 8 ha- rus menangkapnya dan melemparkannya ke anggota no 3 dan 9 sampai bola ke siswa paling ujung; (m) Kelompok yang menyele- saikan lempar tangkap tanpa menjatuhkan bola adalah pemenangnya; (n) Pada pukul 09.15 WIB, guru melakukan kegiatan penu- tup; (o) Siswa melakukan pendinginan; (p) Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa.
Observasi
Pada siklus I ini siswa memperoleh persentase aktivitas sebesar 80,00%. Artinya
siswa dapat dengan baik menerima tindakan perbaikan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Sedangkan untuk ketangkasan siswa dalam menangkap dan melempar bola mem- peroleh persentase sebesar 100% dengan nilai rata-rata 81,40.
Refleksi
Dari hasil observasi terhadap aktivitas pembelajaran dan perolehan hasil belajar siswa dapat direfleksikan bahwa pembela- jaran PJOK dengan pokok bahasan Ketang- kasan Menangkap dan Melempar Bola dapat berjalan secara optimal setelah diterapkan- nya permainan menangkap bola zig-zag.
Kendala pembelajaran yang muncul pada siklus I dapat teratasi dengan baik pada si- klus II. Ketuntasan belajar secara klasikal dapat tercapai pada akhir siklus II sebesar 100,0%.
Dari Tabel 1 tampak bahwa persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 75,00%
meningkat menjadi 80.00% pada akhir si- klus II. Artinya penerapan permainan lem- par bola zig-zag yang diterapkan oleh guru dapat dilakukan dengan baik oleh siswa.
Aktivitas Siswa
Tabel 1 Aktivitas Siswa
No Nama Siswa Siklus I Siklus II
A B C Jumlah A B C Jumlah
1 Achile K A 3 3 3 75 4 3 3 83,33
2 Ahmad M H 3 3 3 75 4 3 3 83,33
3 Bondan T W 3 3 3 75 4 3 3 83,33
4 Danu S 3 3 3 75 3 3 3 75,00
5 Dyah R F 3 3 3 75 3 3 3 75,00
6 Dyah T Y 3 3 3 75 3 3 3 75,00
7 Febricha S V 3 3 3 75 4 3 3 83,33
8 Garda W A 3 3 3 75 4 3 3 83,33
9 Jovita W 3 3 3 75 3 3 3 75,00
10 M. Solikin 3 3 3 75 3 3 3 75,00
11 Miko R S 3 3 3 75 3 3 3 75,00
12 Nabilla Amany N A 3 3 3 75 4 3 3 83,33
13 Nanda Ayu T I 3 3 3 75 4 3 3 83,33
14 Oktafianza A Z 3 3 3 75 4 3 3 83,33
No Nama Siswa Siklus I Siklus II
A B C Jumlah A B C Jumlah
15 Piki Candra F A 3 3 3 75 4 3 3 83,33
16 Ringga N M 3 3 3 75 4 3 3 83,33
17 Rosid J K 3 3 3 75 4 3 3 83,33
18 Windi H R 3 3 3 75 4 3 3 83,33
19 Yoga F P 3 3 3 75 4 3 3 83,33
20 Alifia S M 3 3 3 75 4 3 3 83,33
21 Angga D Y 3 3 3 75 4 3 3 83,33
22 Arfan M N 3 3 3 75 3 3 3 75,00
23 Debita F G 3 3 3 75 3 3 3 75,00
24 Darma H W 3 3 3 75 3 3 3 75,00
25 Dyah S 3 3 3 75 3 3 3 75,00
Jumlah 1875 2000,00
Rata-rata 75,00 80,00
Keterangan tabel:
A : Disiplin B : Kerjasama C : Tanggungjawab
Ketangkasan menangkap dan melempar bola
Dari hasil penelitian tentang situasi pembelajaran dengan permainan bola zig- zag tampaknya pembelajaran PJOK dengan menggunakan metode ini membuat pem- belajaran menjadi bergairah dibanding yang biasa dilakukan sebelumnya. Di dalam penelitian ini diketahui bahwa siswa aktif dalam kegiatan melempar dan menangkap bola. Latihan sangat memudahkan karena guru lebih mudah mengarahkan jalannya proses belajar mengajar. Profil (data) hasil penelitian dapat dilihat dalam Tabel 2.
Tabel 2 Profil (data) hasil penelitian No Indikator Tindakan
(hasil observasi) Tahapan Pra-
siklus Siklus
I Siklus II A Hasil Belajar
Nilai rata-rata 64,00 71,60 81,40
Ketuntasan
klasikal 40,00 68,00 100,00 B Aktivitas siswa - 75,00 80,00
Untuk lebih jelasnya gambaran ten- tang peningkatan prestasi hasil belajar siswa yang dicapai dari sebelum siklus sampai siklus II, penulis ekspresikan dalam bentuk grafik peningkatan prestasi hasil belajar seperti pada Gambar 1.
Gambar 1 Peningkatan Ketangkasan Menangkap Dan Melempar Bola
Ketangkasan siswa dalam menangkap dan melempar bola dinyatakan dengan re- rata skor unjuk kerja siswa untuk pra siklus sebesar 64,00 dengan ketuntasan sebesar 40,00 meningkat menjadi 71,60 dengan ke- tuntasan sebesar 68,00% pada siklus I dan meningkat lagi pada akhir siklus II dengan nilai rata-rata 81,40 dan persentase ketun- tasan 100%.
Respon Siswa terhadap Pembelajaran Dari hasil angket yang diberikan kepa- da siswa dapat diketahui seberapa jauh res- pon siswa terhadap pembelajaran. Setelah dilakukan verifikasi terhadap hasil angket, diperoleh hasil dengan nilai rata-rata sebesar 97,60%, termasuk kategori sangat positif.
Hal ini menunjukkan respon siswa terhadap pembelajaran PJOK menggunakan permain- an bola zig-zag mendapat respon yang sa- ngat baik dari siswa Kelas IV SDN 1 Ka- rangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang te- lah dilaksanakan selama dua siklus dapat di- simpulkan bahwa, dengan menggunakan permainan bola zig-zag dapat meningkatkan Ketangkasan Menangkap dan Melempar Bo- la pada bidang studi PJOK pada siswa kelas IV SDN 1 Karangan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek. Guru dalam mene- rapkan permainan bola zig-zag membagi siswa menjadi tim 2 tim. Dua tim saling ber- hadapan, siswa melempar bola secara zig- zag. Tim yang tidak menjatuhkan bola men-
jadi pemenang. Pada siklus II kegiatan pem- belajaran PJOK dalam meningkatkan ke- tangkasan menangkap dan melempar bola menggunakan dua bola yang dilempar ber- samaan oleh siswa yang berada pada ujung sebelah kiri dan kanan. Tim yang tidak men- jatuhkan bola akan menjadi pemenang. Ke- tangkasan siswa dalam menangkap dan me- lempar bola dinyatakan dengan rerata skor unjuk kerja siswa untuk pra siklus sebesar 64,00 dengan ketuntasan sebesar 40,00 me- ningkat menjadi 71,60 dengan ketuntasan sebesar 68,00% pada siklus I dan meningkat lagi pada akhir siklus II dengan nilai rata- rata 81,40 dan persentase ketuntasan 100%.
Saran
Pembelajaran yang menggunakan per- mainan bola zig-zag perlu dikembangkan untuk mata pelajaran PJOK untuk dapat meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa. Perlu dicoba melakukan kombinasi pola pembelajaran yang menggunakan per- mainan bola zig-zag dengan model belajar yang lain. Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang studi PJOK siswa diberi macam-macam tes. Penggunaan model Pe- mbelajaran yang menggunakan permainan bola zig-zag perlu terus dilakukan karena pembelajaran ini lebih menyenangkan bagi siswa, mendorong dan membiasakan siswa untuk belajar disiplin dan tertib. Untuk me- ningkatan kemampuan guru dalam mengem- bangkan model Pembelajaran yang meng- gunakan permainan bola zig-zag, pelatihan perlu diberikan agar guru dapat mengem- bangkan kemampuannya.
DAFTAR RUJUKAN
Dangsima Morloek. 2012. Kesehatan Olah- raga. Jakarta FK – UI
Moch, Soebroto. 2010. Masalah-masalah Kedokteran Olahraga. Jakarta
M. Sajoto. 2012. Peningkatan Kekuatan Kondisi Fisik. Semarang
Soedarto. 2013. Diklat Atletik Untuk SGO.
Kediri
Satojo. 2013. Penunjang Olahraga Prestasi.
Jakarta
Winarno Surahmad. 2012. Metodologi Penelitian. Jakarta