• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TUNJAUAN PUSTAKA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

8

BAB II

TUNJAUAN PUSTAKA

2.1 Media Promosi 2.1.1 Pengertian media

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti “ tengah”, “, perantara”, “pengantar”. Dalam bahasa arab media adalah perantara dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely (1971 dalam Arsyad 2011) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia atau kejadian yang membangun kondisi setiap orang untuk memperoleh pengetahuan, sikap maupun keterampilan.

Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Associatoin of Education and Communication Technology/ AECT) di amerika, membatasi bahwa media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi (Sudirman dkk, 2012). Gagne ( 1970 dalam sudirman dkk,2012) mengatakan media adalah sebagai jenis komponen dalam lingkungan seseorang yang dapat merangsangnya untuk belajar.

(2)

2.1.2 Manfaat media

Manfaat penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar menurut Arsyad (2013) adalah

a. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.

b. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswi dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri- sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

c. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.

d. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa terhadap peristiwa- peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat dan lingkungannya.

2.1.3 Pemilihan media

Pemilihan media menurut Arsyad (2013), dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor- faktor sebagai berikut:

(3)

b. Persyaratan isi, tugas dan jenis pembelajaran. Isi pembelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafalan, penerapan keterampilan, pengertian hubungan- hubungan, atau penalaran dan pemikiran tingkat yang lebih tinggi.

c. Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dan menggunakan komputer dan kriteria lainnya. d. Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan (preferensi lembaga, guru dan

pelajar) dan keefektivan biaya.

Pemilihan media sebaiknya mempertimbangkan pula:

a. Kemampuan mengakomodasi penyajian stimulus yang tepat (visual/ audio)

b. Kemampuan mengakomodasi respons siswa yang tepat ( tertulis, audio dan kegiatan fisik)

c. Kemampuan mengakomodasikan umpan balik

d. Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes (sebaiknya latihan dan tes menggunakan media yang sama). Misalnya untuk tujuan belajar yang melibatkan penghafalan.

(4)

2.1.4 Media Pendidikan Kesehatan

Media Pendidikan Kesehatan adalah upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin di sampaikan oleh komunikator, baik melalui media cetak, elektronik dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkatkan pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatannya.

1. Media Leaflet

Media Leaflet adalah selembaran kertas yang berisikan tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah di mengerti dan gambar- gambar yang sederhana. Media leaflet digunakan untuk memberikan keterangan singkat tentang suatu masalah. Kelebihan media leaflet adalah menarik untuk dilihat, mudah di mengerti, merangsang imajinasi dalam pemahaman isi leaflet, lebih ringkas dalam penyampaian informasi (Dinkes Sleman,2012). Sedangkan menurut hasil penelitian Putu dan Dewa (2012) mengatakan kelebihan dari media leaflet adalah efektif untuk pesan singkat, padat dan mudah di bawa .Kelemahan media leaflet adalah salah dalam desain tidak akan menarik pembaca, media leaflet hanya untuk dibagikan, tidak bisa ditempel dan dibutuhkan kemampuan untuk membaca (Dinkes Sleman, 2012).

2. MediaBooklet

(5)

biaya yang dikeluarkan bisa lebih murah, proses media booklet agar sampai ke masyarakat bisa dilakukan sewaktu- waktu, proses penyampaiannya juga disesuaikan dengan kondisi yang ada, lebih terperinci dan jelas, karena lebih banyak mengulas tentang pesan yang disampaikan.Sedangkan menuruthasil penelitian Putu dan Dewa (2012) mengatakan bahwa keuntungan media booklet yaitu dapat disajikan lebih lengkap, dapat disimpan lama, mudah di bawa dan memberikan informasi yang lebih detail yang mungkin belum disampaikan secara lisan. Kelemahan media booklet adalah media booklet ini tidak bisa menyebar ke seluruh masyarakat, karena keterbatasan penyebaran booklet, tidak langsungnya proses penyampaiannya, sehingga umpan balik dari objek ke penyampai pesan tidak secara langsung, memerlukan banyak tenaga dalam penyebarannya (Purwanto, 2008).Penelitian yang dilakukan oleh Punia (2009), dalam pengujian efektivitas media booklet dan media leaflet secara bersamaan, diperolah booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dari pada leaflet dan memiliki keefektivan yang sama untuk meningkatkan sikap.

2.2 Kader Posyandu 2.2.1 Posyandu 1. Pengertian posyandu

(6)

2. Manfaat posyandu

Menurut Kemenkes RI, (2012) manfaat Posyandu yaitu: a) Bagi Masyarakat

Mempermudahan mendapatkan informasi dan pelayanan kesehaan bagi ibu, bayi dan anak balita, Pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau buruk, bayi dan balita mendapatkan kapsul vitamin A, bayi memperoleh imunisasi lengkap, ibu hamil akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet tambah darah (Fe) serta imuisasi Tetanus Toksoid (TT), ibu nifas memperoleh kapsul vitamin A dan tablet tambah darah (Fe), memperoleh penyuluhan kesehatan terkait tentang kesehatan ibu dan anak, apabila terdapat kelainan pada bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan di rujuk ke Puskesmas dan dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu, bayi dan anak balita.

b). Bagi Kader

Mendapatkan berbagai informasi kesehatan lebih dahulu dan lebih lengkap, ikut berperan serta nyata dalam perkembangan tumbuh kembang anak balita dan kesehatan ibu, citra diri meningkat di mata masyarakat sebagai orang yang terpercaya dalam bidang kesehatan dan menjadi panutan karena telah mengabdi demi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu.

3. Kegiatan posyandu

(7)

dan pengamatan penyakit potensial kejadian luar biasa, pos pendidikan anak usia dini, usaha kesehatan gigi masyarakat desa, penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman, tanaman obat keluarga, kegiatan ekonomi produktif, tabungan ibu bersalin, tabungan masyarakat, kesehatan usia lanjut, kesehatan reproduksi remaja dan pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat dan penyandang masalah kesejahteraansosial.

4. Sasaran posyandu

Sasaran posyandu adalah samua anggota masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dasar yang ada di posyandu terutama bayi dan anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui, pasangan usia subur dan pengasuh anak (Kemenkes RI,2012).

2.2.2 Kader Posyandu

1. Pengertian kader posyandu

Pengertian Kader Posyandu, menurut Depkes RI (2003) adalah anggota masyarakat yang dipilih dari dan oleh masyarakat, mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan secara sukarela. Sementara menurut WHO (1998) Kader Posyandu merupakan laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani, masalah-masalah kesehatan perorangan maupun yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan (publichealth,2014).

2. Syarat sebagai kader posyandu

(8)

3. Tugas kader posyandu menurut Kemenkes RI (2011) yaitu:

Persiapan hari buka posyandu adalah menyebarluaskan hari buka posyandu melalui pertemuan warga setempat, mempersiapkan tempat pelaksanaan posyandu, mempersiapkan sarana posyandu, melakukan pembagian tugas antar kader. kader berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan petugas lainnya dan mempersiapkan bahan PMT penyuluhan.

Pelaksanaan posyandu (pelayanan 5 meja) Tabel 2.1 Pelaksanaan Posyandu

Meja 1 Pendaftaran bayi, balita, bumil, menyusui dan PUS Meja 2 Penimbangan balita dan mencatat hasil penimbangan Meja 3 Pencatatan di buku KIA/KMS

Meja 4 Penyuluhan

1. Menjelaskan data KIA/KMS berdasarkan hasil timbang

2. Menilai perkembangan balita sesuai umur berdasarkan buku KIA. Jika ditemukan keterlambatan kader mengajarkan ibu untuk memberikan rangsangan di rumah

3. Memberikan penyuluhan sesuai dengan kondisi saat itu 4. Memberikan rujukan ke Puskesmas apabila diperlukan

Meja 5 Pelayanan kesehatan dan KB yang dilakukan oleh petugas kesehatan

(9)

2.3 Perilaku Kesehatan

2.3.1 Pengetahuan (Knowledge)

Benyamin Blomm (1908) seorang ahli psikologi pendidikan , pengetahuan merupakan hasil dari tahu, ini terjadi karena seseorang melakukan penginderaan. Penginderaan terjadi melalui pancaindera manusia yaitu indera pengelihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.

Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum seseorang mengadopsi perilaku baru, di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan yakni Awarenes

s(kesadaran), Interest (tertarik), Evaluatoin (mempertimbangkan), Trial (mencoba

perilaku baru), Adoption ( adopsi). Mengukur pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan tes tulis maupun tes lisan dan perbuatan (Notoatmodjo, 2007).

Menurut Syah (2007) Pengetahuan seseorang dapat dikelompokkan manjadi katagori sebagai berikut terlihat pada tebel 2.1

Tabel 2.1 Katagori Skor dan Kriteria penilaian pengetahuan

(10)

2.3.2 Perilaku

Secara umum perilaku adalah totalitas dari penghayatan dan reaksi seseorang yang langsung terlihat atau yang tidak tampak. Timbulnya perilaku akibat adanya stimulus internal dan eksternal yang di proses melalui kognitif, afektf dan motorik (Pieter,HZ. Dan Lubis,NL, 2010). Dari segi biologis perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme (mahluk hidup) mulai dari tumbuh- tumbuhan, binatang sampai manusia, karena mereka mempunyai aktivitas masing- masing.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengukuran yang diperoleh pada kondisi parameter percobaan; pH fasa umpan 3 fasa umpan larutan standar induk unsur samarium dan yttrium

Adapun perbedaan dan persamaan kedua penelitian di atas dengan penelitian yang penulis lakukan adalah perbedaannya terletak pada jenis penelitian, tempat, waktu,

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengalisis penerapan media sosial KPU Kota Surabaya dalam sosialisasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018. Hal ini

1) Return On Asset bepengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai return on asset yang tinggi tidak menjamin

Buah dampiang merupakan ungkapan kesedihan atas perpisahan yang akan terjadi antara mempelai laki-laki dengan keluarga asalnya (terutama ibunya) karena setelah menikah

Tuturan di atas merupakan kesantunan berbahasa yang melanggar prinsip kesantunan maksim pujian, dimana maksim pujian berpusat pada orang lain, maksim pujian menuntut

Dalam program iuran pasti, jumlah manfaat masa depan yang diterima oleh peserta ditentukan dari jumlah iuran yang dibayarkan pemberi kerja, peserta atau keduanya