• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUSTAINABILITY REPORT DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM BURSA EFEK INDONESIA) KERTAS KERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SUSTAINABILITY REPORT DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM BURSA EFEK INDONESIA) KERTAS KERJA"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

i

SUSTAINABILITY REPORT DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR

DALAM BURSA EFEK INDONESIA)

Oleh :

Kevin Diaz Prasetyo NIM : 232011246

KERTAS KERJA

Diajukan kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai

Gelar Sarjana Ekonomi

FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS

PROGRAM STUDI : AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA 2015

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi

MOTTO

“Put your works into the hands of the Lord, and your purposes will be made certain”

(Proverb 16 : 3)

“What matters most is not how many times you fail, but that you never stop trying”

(Abraham Lincoln)

“What would you do if you weren't afraid?”

(7)

vii ABSTRACT

A concept of sustainability development is used to solve the stagnancy of corporate economic development’s problem. Sustainability report is conclusive evidence that used by companies to account their activities which refers to sustainability development concept. This research attempts to examine the effect of corporate’s performance in 2012 to sustainability report disclosure in 2013 and also the effect of sustainability report disclosure in 2013 to corporate performance in 2014. It consists of 26 companies listed on Indonesian Stock Exchange that published sustainability report in 2013. Sustainability Reporting Guidelines from Global Reporting Initiative (GRI) is used as the basis of calculating the index score. The company’s performance is measured using Return on Assets (ROA) Ratio. This research uses secondary data collected from company’s website and Indonesian Stock Exchange. This result shows that company’s performance influences the disclosure of sustainability report. However, sustainability report disclosure had no effect on the company’s performance.

(8)

viii

SARIPATI

Sustainability development merupakan konsep yang digunakan untuk

mengatasi masalah kemandekan pembangunan ekonomi perusahaan.

Sustainability report merupakan bukti nyata yang dapat digunakan perusahaan

dalam mempertanggungjawabkan aktivitas operasionalnya yang mengacu pada konsep sustainability development. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja perusahaan tahun 2012 terhadap pengungkapan sustainability report tahun 2013 dan pengaruh pengungkapan sustainability report tahun 2013 terhadap kinerja perusahaan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 26 perusahaan yang terdaftar di BEI dan mempublikasikan

sustainability report pada tahun 2013. Pengungkapan sustainability report

menggunakan panduan yang disediakan oleh Global Reporting Initiatve (GRI) yang digunakan sebagai dasar perhitungan nilai indeks. Kinerja perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Return on Asset (ROA). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder diperoleh dari website perusahaan dan website Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tahun 2012 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan sustainability report tahun 2013 dan pengungkapan sustainability

report tahun 2013 tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan di masa

mendatang.

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Sustainability Report adalah laporan yang diungkapkan perusahaan dalam

rangka memberi bukti nyata kepada stakeholder bahwa aktivitas operasional perusahaan akan terus berlangsung secara berkelanjutan. Sustainability report menggambarkan dampak positif dan negatif yang ditimbulkan akibat aktivitas operasional perusahaan. Hal yang dilaporkan dalam sustainability report diantaranya kinerja ekonomi, kinerja sosial dan kinerja lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh antara kinerja perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report dan melihat pengaruh pengungkapan

sustainability report terhadap kinerja perusahaan. Penulis menyadari bahwa

bahwa masih terdapat kekurangan dalam penulisan ini, namun demikian penulis berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada peneliti selanjutnya dan juga kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih.

Salatiga, 1 November 2015

(10)

x

UCAPAN TERIMA KASIH

Segala puji dan syukur hanya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberi nafas kehidupan dan kekuatan kepada penulis sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Peneliti sungguh bersyukur atas rahmat yang diberikan sehingga penulis mampu menikmati proses selama menempuh pendidikan di Salatiga hingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih juga kepada berbagai pihak yang telah ikut berperan selama berlangsungnya penelitian hingga tugas akhir ini dapat terselesaikan dengan baik. Secara khusus penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Orangtua penulis yang tercinta , Bapak Budi dan Ibu Henny atas cinta kasih, pengorbanan, serta keras kerasnya dari awal peneliti lahir di di dunia hingga sekarang. Penulis bersyukur atas kesabaran mereka dan segala nasihat dan semangat yang diberikan kepada peneliti.

2. Ka Shielly yang selalu mendoakan dan memberi semangat kepada penulis, serta memberi contoh dan harapan agar penulis mampu menyelesaikan tugas akhir ini.

3. Om Agung, Tante Evi, Marcel, Bulik Hermin, dan Wawan yang selalu memperhatikan peneliti selama penulis menempuh pendidikan Salatiga hingga mampu menyelesaikan tugas akhir ini.

4. Pakde Edi dan keluarga yang selalu memberikan doa dan semangat kepada penulis.

5. Ibu Elisabeth Penti Kurniawati selaku dosen pembimbing yang telah memberikan waktu, arahan dan bimbingan selama menyelesaikan tugas akhir.

6. Sdr. Giovania, SE, yang telah membantu penulis dalam mengolah data. 7. Sdr. Reza Parningotan Malau yang kerap memberikan bantuan

(11)

xi

8. Teman-teman seperjuangan selama penulis menempuh perkuliahan Rio, Haris, Peter, Yosi, Susan, Rabin, Adith, Renhart, Gerrard, Raja atas dukungan, semangat dan kebersamaan yang diberikan kepada peneliti untuk menyelesaikan tugas akhir.

9. Bang Gerald, Bang Mesak, Bang Wempi yang turut memotivasi dan memberi semangat selama penulis menyelesaikan tugas akhir.

10. Teman-teman pemuda GKI Salatiga Selfi, Amel, Kak Dede atas semangat dan kebersamaan yang diberikan selama peneliti menyelesaikan tugas akhir.

11. Elisa Christina yang selalu memberikan perhatian dan doa. Terima kasih selalu menjadi orang yang mengingatkan dan memberi semangat kepada peneliti untuk menyelesaikan tugas akhir ini.

12. Teman-teman dari Tangerang Yahya, Anang, Isak, Joeska, Fajar, Restu yang kerap kali datang mengunjungi peneliti selama menempuh pendidikan di Salatiga. Terima kasih atas kebersamaan dan dorongan yang diberikan.

Serta berbagai pihak dan kalangan yang tidak dapat penulis sebutkan secara khusus yang telah mendukung dalam penyelesaian tugas akhir ini.

Salatiga, 1 November 2015

(12)

xii

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Pernyataan Tidak Plagiat... ii

Pernyataan Persetujuan Akses...iii

Halaman Persetujuan ... iv

Pernyataan Keaslian Karya Tulis ... v

Halaman Motto... vi

Abstract ... vii

Saripati ...viii

Kata Pengantar ... ix

Ucapan Terima Kasih ... x

Daftar Isi... xii

Daftar Tabel ... xiv

Daftar Gambar ... xv

Daftar Rumus ... xvi

BAB I – Pendahuluan ... 1

BAB II – Telaah Pustaka dan Pengembangan Hipotesis Teori Stakeholder ... 5

Teori Legitimasi ... 6

Teori Agensi ... 6

Sustainability Report ... 7

Kinerja Perusahaan... 10

Hubungan Kinerja Perusahaan terhadap Pengungkapan Sustainability Report ... 11

Hubungan Pengungkapan Sustainability Report terhadap Kinerja Perusahaan... 11

(13)

xiii

BAB III – Metode Penelitian

Populasi dan Sampel ... 13

Deskripsi Sampel ... 14

Definisi Operasional Variabel ... 14

Metode Analisis Data ... 15

BAB IV – Hasil dan Pembahasan Statistik Deskriptif ... 17

Uji Hipotesis pertama ... 23

Uji Hipotesis kedua ... 25

BAB V – Kesimpulan, Implikasi dan Saran Kesimpulan ... 27

Implikasi ... 27

Keterbatasan dan Saran ... 28

Daftar Pustaka ... 29

Daftar Riwayat Hidup ... 32

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Ringkasan Penelitian Terdahulu ... 3

Tabel 2. Deskripsi Sampel ... 14

Tabel 3. Statistik Deskriptif ... 17

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

(16)

xvi

DAFTAR RUMUS

Rumus 1. Menghitung ROA ... 14

Rumus 2. Menghitung SRDI ... 15

Rumus 3. Persamaan Regresi Hipotesis Pertama ... 17

(17)

1

PENDAHULUAN

Pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam yang tidak memperhatikan aspek lingkungan pada akhirnya akan berdampak negatif pada lingkungan pada lingkungan, karena pada dasarnya sumber daya alam dan lingkungan memiliki kapasitas daya dukung yang terbatas. (Fauzi, 2006). Dengan kata lain, pembangunan ekonomi yang tidak memperhatikan kapasitas sumber daya alam dan lingkungan akan menyebabkan kemandekan pembangunan itu sendiri.

Untuk mengatasi masalah kemandekan pembangunan, muncul konsep keberlanjutan (sustainability) atau lebih dikenal sebagai pembangunan berkelanjutan (sustainability development). Keberlanjutan itu sendiri bukan merupakan akhir yang harus dicapai, tetapi target yang secara terus-menerus harus dicapai (Mitchel, Setiawan dan Rahmi, 2010). Konsep sustainability development diungkapkan oleh Elkington (1997) untuk menyelaraskan profit, people, planet. Profit di sini lebih dari sekadar keuntungan, dimana profit berarti menciptakan

fair trade dan ethical trade. People lebih menekankan pentingnya praktek bisnis

suatu perusahaan yang mendukung kepentingan tenaga kerja. Planet berarti mengelola dengan baik penggunaan energi, terutama atas sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Dengan kata lain, keseimbangan antara profit, people, dan

planet membawa perusahaan menuju pada sustainability development.

Dalam mengimplementasikan konsep sustainability development,

perusahaan memerlukan sebuah kerangka global dengan bahasa yang konsisten dan dapat diukur dengan tujuan agar lebih jelas dan mudah dipahami, hal ini dikenal dengan sebutan laporan keberlanjutan atau sustainability report (Suryono dan Prastiwi, 2011). Sustainability Report merupakan wujud nyata berupa laporan yang bersifat sukarela yang memuat konsep yang dikemukakan oleh Elkington mengenai Triple Bottom Line (TBL). Dalam sustainability report itu sendiri diharapkan perusahaan mampu mengungkapkan pembangunan berkelanjutan perusahaan yang tertuang dalam keselarasan aktivitas operasional perusahaan terhadap profit, people, dan planet. Dengan diterapkannya sustainability report,

(18)

2

Daniri (2010) mengungkapkan akan terciptanya lingkungan bisnis yang beretika dan berkembang secara berkelanjutan (swa.co.id). Sementara, kondisi lingkungan bisnis yang beretika dan berkembang secara berkelanjutan seperti yang dikemukakan oleh Daniri merupakan harapan bagi pihak yang terlibat di dalam lingkungan bisnis, termasuk stakeholder.

Bagi stakeholder, pelaporan merupakan komponen penting untuk dijadikan dasar pertimbangan dalam menginvestasikan ke dalam perusahaan dananya maupun untuk menggunakan produk perusahaan baik itu barang maupun jasa. Sebagai pemakai informasi yang diungkapkan perusahaan, stakeholder membutuhkan informasi baik berupa laporan keuangan maupun non keuangan, seperti yang diungkapkan Eipstein dan Freedmen (1994 dalam Marina 2009), bahwa stakeholder tertarik kepada informasi tambahan yang dilaporkan dalam laporan tahunan. Menurut Novita dan Djakman (2008), pengungkapan kinerja lingkungan, sosial dan ekonomi di dalam laporan tahunan atau laporan terpisah adalah untuk mencerminkan tingkat akuntabilitas, responsibilitas, dan transparansi perusahaan kepada investor dan stakeholders lainnya. Oleh karena itu,

sustainability report diharapkan mampu mengatasi kebutuhan para stakeholder

sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memenuhi kebutuhan

stakeholder dalam rangka menselaraskan konsep sustainability development. Sustainability report dewasa ini telah menjadi tren dan menjadi perhatian

banyak perusahaan, namun belum ada aturan khusus yang dikeluarkan oleh badan pemerintah dan badan industri yang mengatur bahwa perusahaan harus mengungkapkan sustainability report. Dalam prakteknya di Indonesia, perusahaan menggunakan panduan yang disediakan oleh Global Reporting Initiative (GRI).

Global Reporting Initiative ini merupakan organisasi non profit yang berkantor

pusat di Amsterdam, Belanda dimana organisasi ini merangkum dan menyajikan panduan yang dapat digunakan perusahaan untuk mengungkapkan sustainability

(19)

3

Sustainability report merupakan hal yang menarik untuk dicermati lebih dalam karena pada praktiknya di Indonesia, terdapat puluhan perusahaan yang telah mengeluarkan sustainability report walaupun belum ada aturan tertulis bahwa perusahaan harus mempublikasikan sustainability report. Dalam SWA Online (2013) diinformasikan bahwa pada tahun 2013 terdapat sekitar 40-an perusahaan yang membuat sustainability report dan menyebutkan bahwa jumlah perusahaan di Indonesia yang membuat sustainability report paling tinggi di kawasan Asia Tenggara. Di Malaysia, jumlah perusahaan yang membuat

sustainability report hanya sekitar 10 perusahaan, sementara di Singapura terdapat

15 perusahaan yang membuat sustainability report. Selain itu Indonesia merupakan negara penggerak sustainability report yang menggelar pemberian penghargaan pada perusahaan yang mengungkapkan sustainability report terbaik. Pada tahun 2012 ajang penghargaan tersebut juga mengikutsertakan perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara meliputi Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand (ncsr-id.org). Tren sustainability report memunculkan dugaan bahwa pengungkapan sustainability report oleh perusahaan memberikan manfaat positif terhadap aktivitas perusahaan misalnya kinerja perusahaan, khususnya di Indonesia, karena akan menjadi sia-sia apabila perusahaan mengungkapkan informasi yang tidak memberi manfaat bagi kepentingan perusahaan. Dugaan lain yang muncul bahwa pengungkapan sustainability report dipicu oleh tanggung jawab perusahaan terhadap kinerjanya yang baik sehingga mendorong perusahaan memperluas pengungkapan informasi mengenai aktivitasnya. Berkaitan dengan hal di atas banyak peneliti terdahulu yang meneliti isu mengenai sustainability

report, diantaranya:

Tabel 1. Ringkasan Penelitian Terdahulu

No Nama Peneliti Judul Metode Analisis Hasil 1 Burhan dan Rahmanti (2012) The Impact of Sustainablity Reporting on Company Performance Regresi berganda Sustainability report berpengaruh terhadap kinerja keuangan

(20)

4 2 Adhima (2012) Pengaruh Pengungkapan Sustainability Report terhadap Profitabilitas Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia) Regresi sederhana Sustainability report berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan

3 Sari (2013) Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan dan Corporate Governance terhadap Pengungkapan Sustainability Report Regresi berganda Kinerja keuangan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan sustainability report 4 Suryono dan Prastiwi (2011) Pengaruh Karakteristik Perusaan dan Corporate Governance (CG) terhadap Praktik Pengungkapan Sustainability Report (SR) Regresi Logistik Kinerja perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report

Sumber: Olahan peneliti dari berbagai jurnal (2015)

Berdasarkan ringkasan penelitian terdahulu, beberapa peneliti memperoleh hasil bahwa kinerja perusahan berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability

report. Beberapa peneliti lain juga memperoleh hasil bahwa pengungkapan sustainability report berpengaruh terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang.

Namun, dalam penelitian sebelumnya dilakukan pada objek dan jumlah sampel yang berbeda beda, misalnya saja Adhima (2012), menggunakan objek pada sektor manufaktur sedangkan Sari (2013) menggunakan objek seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Oleh sebab itu, belum dapat ditentukan manakah yang memberikan pengaruh lebih besar antara kinerja

(21)

5

perusahaan kepada pengungkapan sustainability report atau pengungkapan

sustainability report kepada kinerja perusahaan.

Pada Penelitian kali ini mencoba melihat pengaruh kinerja perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report dan pengaruh pengungkapan

sustainability report terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan yang terdaftar

di Bursa Efek Indonesia yang mempublikasikan sustainability report pada tahun 2013, sehingga hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat memberikan informasi, apakah pengungkapan sustainability report didorong kinerja perusahaan yang telah meningkat atau pengungkapan sustainability report akan yang memberikan manfaat terhadap peningkatan kinerja perusahaan di masa mendatang.

Melalui penelitian ini, perusahaan yang mengungkapkan sustainability

report dapat memperoleh informasi apakah pengungkapan sustainability report

memberikan manfaat terhadap kenaikan kinerja perusahaan satu tahun mendatang dan bagi perusahaan yang belum mengungkapkan sustainability report dapat memperoleh informasi apakah kinerja perusahaan yang semakin membaik dapat menjadi pemicu perusahaan dalam memberikan informasi tambahan berupa

sustainability report sehingga hasil ini berguna bagi pengelola perusahaan dalam

menentukan keputusan internal perusahaan. Bagi investor, banyaknya penelitian mengenai isu pengungkapan sustainability report, diharapkan laporan ini, yaitu

sustainability report dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk menginvestasikan

dananya kepada perusahaan.

TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Teori Stakeholder

Teori stakeholder merupakan teori yang menjelaskan kapada pihak mana saja perusahaan bertanggung jawab (Freeman, 2001 dalam Tarigan 2014). Dalam hal ini stakeholder menjadi fokus perusahaan dalam mengimplementasikan tanggung jawab perusahaan. Menurut Deegan (2004), manajeman harus mempunyai pertimbangan yang sama untuk kepentingan stakeholder, dan semua

(22)

6

stakeholder memiliki hak minimal yang tidak boleh dilanggar, yaitu memperoleh

informasi tentang bagaimana perusahaan memberi dampak kepada mereka tentang kesejahteraan, keselamatan, dan keamanan yang berkaitan dengan sosial dan lingkungan. Perusahaan harus menjaga hubungan dengan stakeholder-nya, terutama stakeholder yang mempunyai power terhadap ketersediaan sumber daya yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan, misal tenaga kerja, pasar atas produk perusahaan, dan lain-lain (Chariri dan Ghozali, 2007). Pengungkapan informasi yang lengkap mengenai aktivitas perusahaan menjadi harapan para

stakeholder sebagai pertimbangan mereka dalam mengambil keputusan

berinvestasi. Melalui pengungkapan aktivitas perusahaan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam sustainability report menjadi tanggung jawab perusahaan dalam memenuhi harapan stakeholder untuk memperoleh informasi yang lengkap.

Teori Legitimasi

Teori legitimasi menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya untuk memastikan bahwa mereka terus beroperasi dalam bingkai dan norma yang ada dalam masyarakat atau lingkungan dimana perusahaan berada, dimana mereka berusaha untuk memastikan bahwa aktifitas perusahaan diterima oleh pihak luar sebagai suatu yang “sah” (Deegan, 2004). Sehingga, perusahaan diharapkan menjelaskan praktik pengungkapan tanggung jawabnya agar aktivitasnya dapat diterima oleh masyarakat. Ghozali dan Chariri (2007) menyatakan bahwa hal yang melandasi teori legitimasi adalah “kontrak sosial” yang terjadi antara perusahaan dengan masyarakat dimana perusahaan beroperasi dan menggunakan sumber ekonomi. Oleh karena itu, perusahaan harus mampu mengungkapkan transparansi kinerja ekonomi, sosial dan lingkungannya dalam bentuk sustainability report agar tercipta kontrak sosial antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.

Teori Agensi

Teori agensi merupakan konsep yang menjelaskan hubungan kontraktual antara principals dan agents (Scott, 2000 dalam Ahmad, 2008). Pihak principals

(23)

7

adalah pihak yang memberikan mandat kepada pihak lain, yaitu agents, untuk melakukan semua kegiatan atas nama principals dalam kapasitasnya sebagai pengambil keputusan. Baik principals maupun agents diasumsikan sebagai pihak yang memiliki rasionalitas ekonomi, dimana setiap tindakan yang dilakukan termotivasi oleh kepentingan pribadi atau akan memenuhi kepentingannya terlebih dahulu sebelum memenuhi kepentingan orang lain. Pada kondisi ini, pengungkapan informasi kinerja perusahaan yang baik menjadi kepentingan pihak

agent sementara itu, pengelolaan dana yang baik oleh pihak manajemen

perusahaan sehingga menghasilkan kinerja perusahaan yang baik menjadi kepentingan pihak principal. Hal ini didukung oleh pernyataan Almiyanti (2014) bahwa apabila perusahaan dapat mencapai rasio kinerja yang tinggi, maka akan memicu pihak manajemen untuk mengungkapkan informasi sehingga mengurangi resiko adanya pandangan yang negatif dari stakeholder. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa semakin baik kinerja perusahaan menjadi alasan pihak agent untuk mengungkapkan informasi yang semakin luas.

Sustainability Report

Sustainability Report menurut Global Reporting Initiative (GRI)

(globalreporting.org) adalah laporan yang dikeluarkan perusahaan mengenai dampak ekonomi, lingkungan dan sosial yang dihasilkan akibat aktivitas operasional perusahaan. Sustainability report membentuk perusahaan untuk mengukur, menjelaskan dan menginformasikan kinerja ekonomi, kinerja lingkungan dan kinerja sosial perusahaan, menentukan tujuan perusahaan dan mengelola perusahaan dengan efektif. Komponen dalam sustainability report yang meliputi pengungkapan kinerja ekonomi, kinerja lingkungan dan kinerja sosial memiliki dasar pengungkapan sebagai berikut: (1) Pengungkapan kinerja ekonomi berkaitan dengan dampak organisasi terhadap ekonomi bagi pemangku kepentingannya dan terhadap system ekonomi di tingkat lokal, nasional, dan global. Pengungkapan ini menggambarkan arus modal di antara pemangku kepentingan yang berbeda, dan dampak ekonomi utama dari organisasi di seluruh lapisan masyarakat; (2) Pengungkapan kinerja lingkungan berkaitan dengan

(24)

8

dampak organisasi pada sistem alam yang hidup dan tidak hidup, termasuk tanah, udara, air, dan ekosistem. Pengungkapan ini meliputi dampak yang terkait dengan input (seperti energi dan air) dan output (seperti emisi, efluen, dan limbah), termasuk juga keanekaragaman hayati, transportasi, dan dampak yang berkaitan dengan produk dan jasa serta kepatuhan dan biaya lingkungan; (3) Pengungkapan kinerja sosial membahas dampak yang dimiliki organisasi terhadap sistem sosial dimana organisasi beroperasi. Kategori sosial terdiri dari empat sub-kategori, yaitu: praktik ketenagakerjaan dan kenyamanan bekerja, hak asasi manusia, masyarakat, dan tanggung jawab produk. Sustianability report merupakan laporan non kauangan yang disusun oleh perusahaan setiap tahun dan dibuat terpisah dari laporan non keuangan lain seperti annual report dan integrated report. Global

Reporting Initiative (GRI) adalah organisasi internasional non profit yang

berkantor pusat di Amsterdam, Belanda. Organisasi ini yang merangkum, menyajikan, dan menawarkan panduan pelaporan yang mengacu pada konsep

sustainability development kepada khalayak internasional. National Center for Sustainability Reporting (NCSR) merupakan organisasi independen di Indonesia

yang terdaftar dalam GRI dan memiliki misi yang mengacu pada GRI, yaitu berupaya mensosialisasikan pengungkapan sustainability report kepada

perusahaan-perusahaan. NCSR didirikan pada tahun 2005 oleh lima organisasi terkemuka di Indonesia yaitu: Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMII),

Indonesian-Netherlands Association (INA), Forum for Corporate Governance

(KNKG) dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).

Pada bulan Maret 2013, Global Reporting Initiavite (GRI) meluncurkan pedoman versi terbaru, yaitu versi G4 dimana versi sebelumnya adalah G3.1. Tahun 2013 merupakan masa transisi dari panduan versi G3.1 menjadi G4, sehingga belum semua perusahaan yang mempublikasikan sustainability report menggunakan pedoman G4. Pada pedoman G4 diberi catatan tambahan bahwa

Global Reporting Initiative (GRI) masih mengakui penggunaan pedoman versi

G3.1 dan pelapor yang menggunakan G3.1 diberi keleluasaan untuk memutuskan sendiri kapan akan beralih ke pedoman G4, namun laporan yang diterbitkan

(25)

9

setelah 31 Desember 2015 harus disusun sesuai dengan pedoman G4. Meskipun terjadi perubahan versi dari G3.1 menjadi G4, kedua pedoman ini tetap berpegang pada prinsip yang sama untuk menentukan kualitas laporan, diantaranya:

1. Keseimbangan

Melalui prinsip keseimbangan, laporan harus mencerminkan aspek-aspek positif dan negatif dari kinerja organisasi untuk memungkinkan dilakukannya asesmen yang beralasan atas kinerja organisasi secara keseluruhan.

2. Komparabilitas

Dalam prinsip ini organisasi harus memilih, mengumpulkan, dan melaporkan informasi secara konsisten. Informasi yang dilaporkan harus disajikan dengan cara yang memungkinkan para pemangku kepentingan menganalisis perubahan kinerja organisasi dari waktu ke waktu, dan yang dapat mendukung analisis relative terhadap organisasi lain.

3. Akurasi

Informasi yang dilaporkan harus cukup akurat dan terperinci bagi para pemangku kepentingan untuk dapat menilai kinerja ekonomi.

4. Ketepatan Waktu

Organisasi harus membuat laporan dengan jadwal yang teratur sehingga informasi tersedia tepat waktu bagi para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan yang tepat.

5. Kejelasan

Organisasi harus membuat informasi tersedia dengan cara yang dapat dimengerti dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan yang menggunakan laporan.

6. Keandalan

Organisasi harus mengumpulkan, mencatat, menyusun, menganalisis, dan mengungkapkan informasi serta proses yang digunakan untuk menyiapkan laporan agar dapat diuji, dan hal itu akan menentukan kualitas serta materialitas informasi.

(26)

10

Oleh sebab itu, pengungkapan sustainability report yang berpedoman pada versi G4 maupun versi G3.1 dapat diukur dengan cara penghitungan yang sama.

Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan adalah suatu tampilan keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode waktu tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki (Helfert, 1996). Salah satu pengukuran kinerja perusahaan dapat dilihat dari segi keuangan. Kinerja keuangan adalah hasil keputusan berdasarkan penilaian terhadap kemapuan perusahaan, baik dari aspek likuiditas, aktifitas solvabilitas dan profitabilitas yang dibuat oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan (Tarigan, 2014). Kinerja keuangan dipakai manajeman sebagai salah satu pedoman untuk mengelola sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Kinerja keuangan merefleksikan kinerja fundamental perusahaan yang akan diukur dengan menggunakan data yang berasal dari laporan keuangan. Laporan dari kinerja keuangan dibuat untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan masa lalu dan diginakan untuk memprediksi keuangan di masa yang akan datang. Salah satu cara mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah dengan menilai profitabilitas. Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu (Moin, 2007). Profitabilitas suatu perusahaan akan mempengaruhi kebijakan stakeholder atas investasi yang akan dilakukan. Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas yang akan dipakai adalah Return on Assets (ROA). ROA merupakan salah satu rasio untuk mengukur profitabilitas perusahaan dengan membandingkan antara laba bersih dengan total aktiva. Rasio ini melihat seberapa besar efektivitas yang dilakukan manajemen dalam mengelola aset perusahaan untuk mencapai peningkatan profitabilitas. Menurut Albahi (dalam Wibowo, 2014) analisis ROA merupakan rasio terpenting diantara rasio profitabilitas dan merupakan teknik analisis yang lazim digunakan untuk mengukur tingkat evektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan.

(27)

11

Hubungan Kinerja Perusahaan terhadap Pengungkapan Sustainability

Report

Perusahaan yang memiliki kemampuan kinerja yang baik, akan memiliki kepercayaan yang tinggi untuk menginformasikan kepada stakeholdernya, karena perusahaan mampu menunjukkan kepada mereka bahwa perusahaan dapat memenuhi harapan para stakeholder (Suryono dan Prastiwi, 2011). Dalam hal ini, teori stakeholder dimana perusahaan berupaya memenuhi harapan stakeholder menuntut perusahaan mampu mengelola dan fokus terlebih dahulu terhadap kinerja operasional perusahaan. Setelah perusahaan mampu mempertahankan kinerjanya dengan baik, perusahaan akan berupaya untuk mengungkapkan hasil kinerja nya kepada stakeholder. Semakin tinggi rasio profitabilitas, maka semakin tinggi pula informasi yang diberikan dikarenakan pihak manajemen ingin meyakinkan stakeholder mengenai profitabilitas dan kompetensi manajer (Sari, 2013). Dalam teori agensi, menunjukkan pihak manajemen perusahaan memiliki kepentingan untuk mengungkapkan informasi untuk menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengelola perusahaan. Ketika perusahaan mampu menjual produknya baik itu barang atau jasa kepada stakeholder, hasilnya akan tertuang dalam kinerja perusahaan, terutama profitabilitas. Dengan memiliki profitabilitas yang baik perusahaan cenderung mengungkapkannya dalam sustainability report, karena profitabilitas merupakan salah satu indikator kinerja yang harus diungkapkan dalam SR. Dalam hal ini, luas pengungkapan yang tekandung dalam

sustainability report dipengaruhi oleh kinerja perusahaan yang semakin baik,

sehingga dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H1 : Kinerja perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan

sustainability report

Hubungan Pengungkapan Sustainability Report terhadap Kinerja Perusahaan

Mengelola hubungan dengan stakeholder merupakan tujuan perusahaan dengan cara mengungkapkan sustainability report. Dalam teori stakeholder,

(28)

12

mengelola hubungan antara perusahaan dengan stakeholder merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap stakeholder-nya. Melalui pengungkapan

sustainability report diharapkan dapat memberikan bukti nyata bahwa aktivitas

operasional yang dilakukan perusahaan tidak hanya berorientasi pada profit semata, tetapi juga memperhatikan isu sosial dan lingkungan serta keberlanjutannya di masa depan. Pengungkapan ini juga memberikan nilai lebih bagi perusahaan untuk memperoleh citra positif perusahaan di kacamata

stakeholder, hal ini disebabkan perusahaan meyakinkan investor bahwa dampak

positif maupun negatif yang disebabkan oleh aktivitas operasional perusahaan tidak akan mengganggu keberlanjutan stakeholder dalam mempertahankan kegiatan operasionalnya, akibatnya kepercayaan stakeholder meningkat terhadap perusahaan sehingga barang/jasa yang dihasilkan perusahaan menjadi produk yang terpercaya. Citra positif yang diupayakan perusahaan merupakan usaha perusahaan untuk memperoleh penerimaan atau legitimasi dari masyarakat seperti yang tertuang dalam teori legitimasi. Kaitanya dengan teori agensi bahwa perusahaan memiliki kepentingan untuk mengungkapkan informasi dalam

sustainability report dalam rangka memperoleh image yang baik dari stakeholder.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi pelanggan terhadap barang/jasa yang dihasilkan perusahaan, akibatnya penjualan barang/jasa yang dilakukan perusahaan dapat meningkat yang berujung pada meningkatnya laba perusahaan. Peningkatan laba yang diperoleh perusahaan dapat tergambar pada rasio profitabilitas yang diukur menggunakan ROA. Hubungan antara pengungkapan sustainability report dengan kinerja perusahaan dapat dirumuskan dalam hipotesis penelitian sebagai berikut:

H2: Pengungkapan sustainability report berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Gambar 1. Model Kerangka Penelitian

Sustainability Report RRReport Kinerja Perusahaan PerusahaanPeru Kinerja Perusahaan {Perusahaan

(29)

13

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah

purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut:

1. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mempublikasikan Sustainability Report pada tahun 2013 dan dapat diakses melalui website perusahaan atau website BEI (www.idx.co.id). Ini menunjukkan bahwa informasi yang terdapat dalam Laporan Tahunan perusahaan dapat diakses oleh publik. Pemilihan tahun pengungkapan

sustainability report pada tahun 2013 berdasarkan pada versi panduan

terbaru mulai Maret 2013 yang disusun oleh Global Reporting Initiative, yaitu versi G4.

2. Perusahaan yang mempublikasikan sustainability report juga mengungkapkan laporan tahunan atau laporan keuangan pada tahun 2012 dan 2014 dengan informasi yang lengkap terkait variabel kinerja keuangan. Pemilihan kinerja perusahaan tahun 2012 dikarenakan informasi yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan di tahun 2012 akan segera diungkapan oleh pihak manajemen perusahaan pada periode pengungkapan selanjutnya, yaitu tahun 2013 melalui sustainability report. Pemilihan tahun kinerja perusahaan di masa mendatang, yaitu tahun 2014 dimana tahun kinerja perusahaan tahun 2014 memiliki rentang waktu satu tahun sejak dipublikasikannya sustainability report tahun 2013. Alasan pemilihan tahun tersebut disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi yang membuat penyebaran informasi dapat diketahui dengan mudah mengakibatkan stakeholder dapat mengakses dan memperoleh

sustainability report serta mengambil keputusan satu tahun setelah sustainability report dipublikasikan.

(30)

14

Deskripsi Sampel

Berdasarkan hasil seleksi sampel, terdapat 26 perusahaan yang memenuhi kriteria yang dapat ditindaklanjuti untuk diolah. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat dapada tabel berikut ini:

Tabel 2. Deskripsi sampel

Keterangan Jumlah

Perusahaan yang terdaftar di BEI 520 Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangan tahun

2012 dan 2014

(0)

Perusahaan yang tidak mempublikasikan sustainability report (487) Perusahaan yang tidak mempublikasikan sustainability secara

lengkap dan terpisah

(7)

Total sampel 26

Sumber: Hasil Olahan deskripsi sampel (2015)

Untuk menguji hipotesis pada penelitian ini digunakan dua variabel, yaitu luas pengungkapan sustainability report dan kinerja perusahaan. Pada hipotesis pertama dalam penelitian ini variabel independennya adalah kinerja perusahaan, yang dikerucutkan dalam kinerja keuangan perusahaan, sedangkan variabel dependennya adalah pengungkapan sustainability report. Dalam hipotesis ke dua, variabel independennya adalah luas pengungkapan sustainability report, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja keuangan perusahaan.

Definisi Operasional Variabel ROA

Pada penelitian ini kinerja perusahaan diukur dengan rasio profitabilitas, yaitu rasio return on assets (ROA). Rumus perhitungan ROA dapat ditulis sebagai berikut:

(31)

15

Pengungkapan sustainability report

Pada penelitian ini pengungkapan sustainability report diukur dengan menggunakan Sustainability Report Disclosure Index (SRDI). Pada pedoman G4 terdapat 91 item yang diharapkan diungkapkan oleh perusahaan, sementara pada pedoman G3.1 terdapat 84 item yang diharapkan diungkapkan perusahaan. Perhitungan SRDI dilakukan dengan memberikan skor 1 jika satu item diungkapkan dan 0 jika tidak diungkapkan. Setelah dilakukan pemberian skor pada seluruh item, skor tersebut kemudian dijumlahkan untuk memperoleh skor setiap perusahaan. Rumus perhitungan SRDI adalah sebagai berikut:

………... (2)

Dimana:

SRDI = Sustainability Report Disclosure Index Perusahaan

V = Jumlah item yang diungkapkan perusahaan m = Jumlah item yang diharapkan

Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Analisis ini diolah dalam bentuk angka-angka dan pembahasannya melalui perhitungan statistik. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana untuk melihat pengaruh kinerja perusahaan terhadap pengungkapan

sustainability report dan pengungkapan sustainability report terhadap kinerja

perusahaan. Data penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan analisis yang meliputi:

1. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas merupakan masalah dalam model regresi, dimana heteroskedastisitas merupakan pengganggu variabel bebas (Supranto, 2001). Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan yang lain. Uji heteroskedastitas pada penelitian

(32)

16

ini menggunakan grafik Scatter plot untuk menentukan model regresi tidak terdapat heteroskedastisitas. Apabila pada grafik scatter plot tidak membentuk pola yang teratur, maka hal tersebut dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas, sebaliknya jika hasil membentuk pola yang teratur, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

2. Uji Normalitas

Pengujian normalitas mengunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil pengujian normalitas tersebut digunakan untuk melihat apakah variabel-variabel tersebut telah berdistribusi normal. Dalam pengujian ini uji normalitas dilakukan terhadap nilai eror atau residualnya. Kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan alpha (5%). Jika nilai signifikansinya lebih besar dari alpha (5%) maka residualnya terdistribusi normal (Ghozali, 2005). Apabila data tersebut terdistribusi normal, maka dilanjutkan uji hipotesis dengan menggunakan uji regresi sederhana.

3. Uji Korelasi

Pengujian korelasi menggunakan uji pearson. Hasil pengujian korelasi digunakan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Apabila hasil korelasi yang ditunjukkan semakin mendekati angka satu, hal itu menunjukkan bahwa korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat semakin kuat. Namun apabila hasil yang ditunjukkan semakin mendekati angka nol, korelasi yang ditunjukkan antara variabel bebas dan terikat semakin lemah. Dalam Sarwono (2006) untuk memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel adalah sebagai berikut:

- 0 : tidak ada korelasi antara dua variabel. - 0 – 0,25 : korelasi sangat lemah.

- 0,25 – 0,5 : Korelasi cukup. - 0,5 – 0,75 : Korelasi kuat. - 0,75 – 0,99 : Korelasi sangat kuat. - 1 : Korelasi sempurna

(33)

17

4. Uji Regresi Sederhana

Pengujian hipotesis dengan uji regresi sederhana digunakan untuk menguji pengaruh kinerja perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report dan pengaruh pengungkapan sustainability report terhadap kinerja perusahaan. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Hipotesis Pertama

Y = a + bX + e ………. (3) Dimana:

Y = SRDI (Sustainability Report Disclosure Index) tahun 2013 a = Konstanta persamaan regresi

X = ROA tahun 2012

b. Hipotesis Kedua

Y = a + bX + e ………. (4) Dimana:

Y = ROA tahun 2014

A = Konstanta persamaan regresi

X = SRDI (Sustainability Report Disclosure Index) tahun 2013

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 3. Statistik Deskriptif

Terendah (%) Tertinggi (%) Rentang (%) Rata-rata (%) SRDI 16.48 100 83.52 47.31 Ekonomi 11.11 100 88.89 65.39 Lingkungan 5.88 100 94.12 44.80 Sosial 10.42 100 89.58 45.65 ROA 2012 1.62 23.41 21.79 9.55 ROA 2014 -3.51 18.25 21.76 5.60 Sumber: Data olahan (2015)

(34)

18

Tabel 3 menggambarkan deskripsi statistik pada kinerja perusahaan tahun 2012 dan 2014 serta pengungkapan sustainability report berserta komponennya yang terdiri dari komponen ekonomi, lingkungan dan sosial. Berdasarkan tabel 3, pengungkapan sustainability report paling rendah di tahun 2013 sebesar 16.48%. Nilai ini menunjukkan bahwa perusahaan hanya mengungkapkan sebesar 16.48% item pengungkapan dari total item keseluruhan pada sustainability report. Nilai tertinggi pada pengungkapan sustainability report tahun 2013 sebesar 100%. Nilai ini menunjukkan perusahaan telah mengungkapkan seluruh item pengungkapan pada sustainability report. Rentang menunjukkan selisih antara nilai pengungkapan sustainability report paling rendah dengan nilai pengungkapan

sustainability report tertinggi. Rentang pengungkapan sustainability report adalah

sebesar 83.52%. Rata-rata perusahaan mengungkapkan sustainability report sebesar 47.31% dari keseluruhan item pengungkapan sustainability report yang diharapkan diungkapkan oleh perusahaan.

Pada komponen ekonomi dalam sustainability report, rata-rata perusahaan mengungkapan sebesar 65% dari kriteria pengungkapan ekonomi. Rentang nilai pengungkapan kinerja ekonomi adalah sebesar 88.89% dengan nilai pengungkapan terendah sebesar 11.11% dari kriteria yang diharapkan diungkapkan perusahaan. Nilai pengungkapan tertinggi adalah sebesar 100% menunjukkan perusahaan mengungkapkan seluruh item pada komponen ekonomi. Pada komponen lingkungan, rata-rata perusahaan mengungkapkan 44.80% dari total item pengungkapan komponen lingkungan. Rentang nilai pengungkapan kinerja lingkungan adalah sebesar 44.80% dengan nilai pengungkapan terendah sebesar 5.88% dari kriteria yang diharapkan diungkapkan perusahaan. Nilai pengungkapan tertinggi sebesar 100%, dengan kata lain perusahaan telah mengungkapkan seluruh item pengungkapan komponen lingkungan. Pada komponen sosial, rata-rata perusahaan mengungkapkan sebesar 45.65% dari kriteria pengungkapan sosial. Rentang nilai pengungkapan kinerja sosial adalah sebesar 89.58% dengan nilai pengungkapan terendah sebesar 10.42% dari kriteria yang diharapkan diungkapkan perusahaan. Nilai pengungkapan tertinggi sebesar

(35)

19

100% yang artinya seluruh item pengungkapan komponen sosial telah diungkapkan perusahaan.

Kinerja perusahaan tertinggi pada tahun 2012 adalah 23.41% dan kinerja perusahaan terendah adalah 1.62%. Rentang kinerja perusahaan tahun 2012 dari yang terendah ke tertinggi sebesar 21.79%. Rata-rata kinerja perusahaan pada tahun 2012 adalah sebesar 9.54%. Pada tahun 2014, kinerja perusahaan tertinggi sebesar 18.25% dan kinerja perusahaan terendah pada -3.51%. Rentang kinerja perusahaan tahun 2014 dari yang terendah ke tertinggi sebesar 21.76%. Rata-rata pada tahun 2014 menghasilkan kinerja sebesar 5.60%.

Tabel 4. Analisis ROA dan Komponen Sustainability Report

PERUSAHAAN ROA 12 (%) ECO (%) ENV (%) SOC (%) SRDI 13 (%) ROA 14 (%) Adaro Energy 5.70 100.00 91.18 79.17 85.71 2.86 Adira Dinamika Multi

Finance 5.60 33.33 11.76 35.42 26.37 2.64 Aneka Tambang 15.19 77.78 76.47 31.25 52.75 -3.51 Astra Agro Lestari 20.29 88.89 70.00 64.44 69.05 14.12 Astra Internasional 12.00 44.44 35.29 20.83 28.57 9.37 Bank CIMB Niaga 2.15 44.44 5.88 25.00 19.78 1.00

Bank Danamon Indonesia 2.64 55.56 14.71 27.08 25.27 1.37 Bank Internasional Indonesia 1.62 44.44 8.82 25.00 20.88 0.67 Bank Mandiri 3.55 44.44 8.82 16.67 16.48 2.41 Bank Negara Indonesia 2.11 44.44 8.82 25.00 20.88 3.49 Bank Pembangungan

Daerah Jawa Barat dan Banten 1.68 100.00 60.00 80.00 75.00 1.47 Bank Rakyat Indonesia 3.38 77.78 35.29 66.67 56.04 4.70 Express Trasindo Utama 4.45 11.11 52.94 10.42 26.37 3.92 Holcim Indonesia 11.00 88.89 91.18 77.08 83.52 3.88 Indika Energy 3.69 33.33 29.41 16.67 23.08 -1.33 Indocement 20.93 100.00 100.00 100.00 100 18.25 Jasa Marga 6.47 55.56 11.76 33.33 27.47 4.41

(36)

20 Perusahaan Gas Negara 23.41 55.56 26.47 52.08 42.86 12.02 Petrosea 9.26 77.78 86.67 40.00 60.71 0.49 Semen Indonesia 18.52 66.67 79.41 35.42 54.95 16.24 Tambang Batubara Bukit Asam 22.85 55.56 44.12 56.25 51.65 13.63 Telekomunikasi Indonesia 16.48 66.67 14.71 43.75 35.16 15.22 Timah 11.31 100.00 100.00 95.56 97.62 6.94 United Tractors 11.43 66.67 35.29 27.08 34.07 8.02 Wijaya Karya 4.74 66.67 5.88 27.08 23.08 4.71 XL Axiata 7.79 100.00 60.00 75.56 72.62 -1.39 Rata-rata 9.55 65.39 44.80 45.65 47.31 5.60 Sumber: Data diolah (2015)

Tabel 4 menggambarkan kinerja perusahaan tahun 2012 yang ditunjukkan pada kolom ROA 12 dan komponen pengungkapan sustainability report yang terdiri dari kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dalam melakukan olah data, tabel dirutkan berdasarkan ROA dari yang tertinggi ke ROA terendah (lihat lampiran 4). Rata-rata kinerja perusahaan tahun 2012 adalah sebesar 9.55% dimana terdapat 11 perusahaan yang memiliki nila ROA lebih tinggi dari rata-rata. Berdasarkan tabel terlihat bahwa rata-rata pengungkapan kinerja ekonomi menjadi komponen yang paling banyak diungkapkan oleh perusahaan. Hal ini terlihat pada rata-rata pengungkapan kriteria ekonomi sebesar 65.39% dimana persentasi tersebut merupakan nilai paling tinggi bila diantara komponen sustainability

report yang lain.

Pengungkapan kriteria lingkungan memiliki angka sebesar 44,80% dan pengungkapan kriteria sosial sebesar 45.65%. Dari 11 perusahaan dengan ROA di atas rata-rata, terdapat 8 perusahaan yang mengungkapkan komponen ekonomi lebih dari 65.39%. Pada pengungkapan komponen lingkungan terdapat 6 perusahaan yang memiliki ROA di atas rata-rata yang mengungkapan komponen lingkungan lebih besar dari 44.80% yaitu Indocement, Astra Agro Lestari, Semen Indonesia, Aneka Tambang, Timah, Holcim Indonesia.

(37)

21

Pada komponen sosial terdapat 6 perusahaan dengan ROA di atas rata-rata yang mengungkapan kinerja sosial lebih dari 45.65%, yaitu Perusahaan Gas Negara, Tambang Batubara Bukit Asam, Indocement, Astra Agro Lestari, Timah, dan Holceim Indonesia. Berdasarkan tabel tersebut, jumlah perusahaan dengan ROA tahun 2012 lebih dari 9.55% paling banyak mengungkapkan komponen ekonomi dibandingkan dengan pengungkapan komponen lingkungan dan sosial. Hal ini menunjukkan kecenderungan perusahaan yang memiliki ROA tinggi untuk mengungkapkan informasi perusahaan ke dalam komponen ekonomi lebih besar dibandingkan kecenderungan perusahaan untuk mengungkapkan informasi perusahaan ke dalam komponen lingkungan dan sosial.

Pada tabel tersebut juga menunjukkan ketika data diurutkan berdasarkan ROA tahun 2012 terdapat 7 perusahaan yang mengungkapkan sustainability

report (ditunjukkan pada kolom SRDI 2013) lebih dari angka rata-rata

pengungkapan (lihat lampiran 4). Rata- rata nilai pengungkapan SRDI tahun 2013 adalah 47.31%. Perusahaan yang mengungkapkan lebih dari 47.31% diantaranya Timah, Bank Pembangungan Daerah Jawa, Adaro Energy, Holcim Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Perusahaan Gas Negara dan Telekomunikasi Indonesia.

Tabel 4 juga menggambarkan komponen pengungkapan sustainability

report yang terdiri dari kinerja ekonomi, lingkungan dan sosial dengan kinerja

perusahaan tahun 2014 pada kolom ROA 14. Rata-rata kinerja perusahaan tahun 2014 adalah sebesar 5.60%. Dalam pengolahan data mencoba mengurutkan tabel berdasarkan komponen pengungkapan sustainability report. Pertama kali tabel diurutkan berdasarkan komponen ekonomi dari nilai pengungkapan tertinggi menuju nilai pengungkapan terendah (lihat lampiran 5). Terdapat 14 perusahaan yang mengungkapkan komponen ekonomi di atas rata-rata, yaitu lebih dari 65.39%. Dari 14 perusahaan yang mengungkapkan komponen ekonomi di atas rata-rata, terdapat 6 perusahaan yang memiliki kinerja perusahaan lebih dari 5.60% yaitu Indocement, Timah, Astra Agro Lestari, Semen Indonesia, United Tractors, dan Telekomunikasi Indonesia.

(38)

22

Selanjutnya tabel diurutkan berdasarkan komponen lingkungan pada

sustainability report (lihat lampiran 6). Komponen ini memiliki rata-rata sebesar

44.80%. Berdasarkan tabel, terdapat 11 perusahaan yang mengungkapkan komponen lingkungan lebih tinggi dari rata-rata. Dari 11 perusahaan tersebut, terdapat 4 perusahaan yang memiliki kinerja perusahaan tahun 2014 di atas 5.60% yaitu Indocement, Timah, Semen Indonesia dan Astra Agro Lestari.

Setelah tabel diurutkan berdasarkan komponen lingkungan, selanjutnya tabel diurutkan berdasarkan komponen sosial. Rata-rata pengungkapan komponen sosial adalah sebesar 45.65% dan terdapat 10 perusahaan yang mengungkapkan komponen sosial lebih tinggi dari rata-rata pengungkapan (lihat lampiran 7). Dari 10 perusahaan tersebut, terdapat 5 perusahaan dengan kinerja perusahaan tahun 2014 lebih dari 5.60% yaitu Indocement, Timah, Astra Agro Lestari, Tambang Batubara Bukit Asam dan Perusahaan Gas Negara. Pengolahan dengan mengurutkan tabel berdasarkan komponen ekonomi, lingkungan dan sosial menunjukkan bahwa hanya terdapat tiga perusahaan, yaitu Indocement, Timah dan Astra Agro Lestari yang mengungkapkan komponen ekonomi, lingkungan dan sosial dalam sustainability report secara luas. Selain mengungkapkan setiap komponen secara luas, perusahaan tersebut juga memiliki persentase kinerja perusahaan yang lebih tinggi dari rata-rata.

Bila tabel diurutkan berdasarkan pengungkapan sustainability report dari yang tertinggi ke yang rendah dimana pengungkapan sustainability report merupakan gabungan dari komponen ekonomi, lingkungan dan sosial, diperoleh 12 perusahaan yang memiliki angka lebih rata-rata pengungkapan sustainability

report (lihat lampiran 8). Rata-rata angka pengungkapan sustainability report

(ditunjukkan pada kolom SRDI 2013) adalah 9.55%. Dari 12 perusahaan tersebut, terdapat empat perusahaan yang memiliki angka kinerja tahun 2014 lebih dari 9.55%, diantaranya adalah Perusahaan Gas Negara, Telekomunikasi Indonesia, Semen Indonesia dan Timah.

(39)

23

Uji Hipotesis

Hipotesis Pertama

Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini menggunakan uji scatter plot. Hasil pada uji scatter plot menunjukkan bahwa pada hipotesis pertama tidak terdapat pola, hal ini dapat disimpulkan bahwa pada hipotesis pertama tidak terjadi heteroskedastisitas.

Pengujian distribusi normal dilakukan dengan cara melihat besarnya nilai

Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Jika hasil Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan nilai di atas 0.05 maka data residual terdistribusi

normal, sebaliknya jika menunjukkan hasil di bawah 0.05 maka data residual tidak terdistribusi normal. Pada penelitian ini, nilai signifikasi Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro Wilk menunjukkan nilai masing-masing 0.200 dan 0.547. Kedua alat uji ini menghasilkan nilai diatas α = 0.05, hal ini menunjukkan bahwa variabel ROA tahun 2012 dan luas pengungkapan sustainability report tahun 2013 pada hipotesis pertama terdistribusi normal.

Setelah melakukan uji heterokedastisitas dan uji normalitas pada hipotesis pertama, menunjukkan hasil bahwa ROA tahun 2012, pengungkapan

sustainability report tahun 2013 layak untuk diuji, maka selanjutnya dilakukan uji

korelasi. Pengujian korelasi pada penelitian ini menggunakan uji Pearson. Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kinerja perusahaan tahun 2012 dengan luas pengungkapan sustainability report tahun 2013. Setelah dilakukan uji korelasi, output korelasi menunjukkan angka 0.515. Hasil ini menunjukkan bahwa antara kinerja perusahaan dengan luas pengungkapan

sustainability report memiliki korelasi yang kuat ditandai dengan nilai r di atas

0,5. Hasil juga menunjukkan korelasi yang positif dimana semakin tinggi kinerja perusahaan semakin tinggi pula luas pengungkapan sustainability report. Selain itu, nilai signifikansi menunjukkan menghasilkan angka 0.007, nilai yang dihasilkan lebih kecil dari 0.05 menunjukkan kedua variabel ini memiliki korelasi yang signifikan.

(40)

24

Setelah diperoleh korelasi yang signifikan antara kinerja dengan luas pengungkapan sustainability report, selanjutnya dilakukan uji regresi sederhana. Tabel anova menggambarkan apakah ada pengaruh ROA tahun 2012 terhadap pengungkapan sustainability report. Apabila signifikansi menghasilkan nilai dibawah 0.05, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ROA tahun 2012 terhadap pengungkapan sustainability report, namun apabila nilai yang dihasilkan berada di atas 0.05, menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh ROA tahun 2012 terhadap pengungkapan sustainability report.

Nilai signifikansi pada tabel anova sebesar 0,007 < alfa (0,05), hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima bahwa kinerja perusahaan memiliki pengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. Semakin tinggi kinerja perusahaan, atau semakin tinggi rasio return on asset yang diperoleh sebuah perusahaan berdampak semakin luas pula tingkat pengungkapan

sustainability report oleh perusahaan.

Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi cenderung untuk mengungkapkan informasi yang luas pada sustainability report. Mengacu pada teori agensi, bahwa perusahaan memiliki kepentingan untuk mengungkapkan untuk mengungkapkan hasil kinerja yang telah dilakukannya. Selain untuk mengkomunikasikan hasil yang telah dicapai, perusahaan juga cenderung untuk menunjukkan kemampuan pihak manajemen dalam mengelola perusahaan. Pencapaian kinerja yang baik, yang diukur melalui profitabilitas menunjukkan bahwa pihak manajemen memliki tanggung jawab kepada stakeholder untuk mengelola aktivitas perusahaan, Seperti yang diungkapkan pada teori stakeholder bahwa perusahaan berupaya melaksanakan tanggung jawab kepada stakeholder, perusahaan memiliki fokus untuk meningkatkan kinerja sebagai bukti bahwa perusahaan dapat memenuhi harapan stakeholder sebelum mengungkapkan

sustainability report. Apabila perusahaan telah mencapai kinerja yang baik,

perusahaan akan mengungkapkan tanggung jawab tersebut dalam sustainability

report. Setelah perusahaan mampu mencapai kinerja yang baik, perusahaan akan

(41)

25

kontrak sosial dari stakeholder, perusahaan harus mampu mengelola kinerja operasionalnya dengan baik. Dalam teori legitimasi dijelaskan bahwa perusahaan berupaya agar aktivitasnya diterima olah stakeholder. Namun, ada hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan dalam upaya nya menjadi suatu yang sah di tengah stakeholder, yaitu mencapai kinerja yang baik yang diukur melalui profitabilitas.

Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian Sari (2013) dimana kinerja perusahaan memberikan pengaruh negatif terhadap luas pengungkapan kinerja perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik kinerja suatu perusahaan, keterbukaan terhadap informasi khususnya informasi non keuangan semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan penelitian Suryono dan Prastiwi (2011) bahwa ketika perusahaan mengalami kinerja yang baik yang diukur menggunakan profitabilitas maka pihak manajemen akan terdorong untuk menyebarluaskan informasi perusahaan dalam bentuk sustainability report.

Hipotesis Kedua

Hasil uji scatter plot menunjukkan bahwa pada hipotesis kedua tidak terdapat pola, hal ini dapat disimpulkan bahwa pada hipotesis kedua tidak terjadi heteroskedastisitas.

Nilai signifikasi Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro Wilk menunjukkan nilai masing-masing 0.168 dan 0.180. Kedua alat uji ini menghasilkan nilai diatas α = 0.05, hal ini menunjukkan bahwa pengungkapan sustainability report tahun 2013 dan ROA tahun 2014 pada hipotesis kedua terdistribusi normal.

Setelah melakukan uji heterokedastisitas dan uji normalitas pada hipotesis pertama, menunjukkan hasil bahwa luas pengungkapan sustainability report tahun 2013 dan kinerja perusahaan tahun 2014 layak untuk diuji, maka selanjutnya dilakukan uji korelasi. Pengujian korelasi pada penelitian ini menggunakan uji

Pearson. Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dengan luas

(42)

26

2014. Setelah dilakukan uji korelasi, output korelasi menunjukkan angka 0.261. Hasil ini menunjukkan bahwa antara kinerja perusahaan dengan luas pengungkapan sustainability report memiliki korelasi cukup ditandai dengan nilai r di antara 0.25 – 0.5. Selain itu, nilai signifikansi menunjukkan menghasilkan angka 0.198, nilai yang dihasilkan lebih besar dari 0.05 menunjukkan korelasi kedua variabel ini tidak signifikan.

Meskipun tidak terdapat korelasi yang signifikan antara luas pengungkapan sustainability report tahun 2013 dengan kinerja perusahaan tahun 2014, uji regresi tetap dilakukan untuk melihat pengaruh luas pengungkapan

sustainability report tahun 2013 terhadap kinerja perusahaan tahun 2014. Tabel

anova menggambarkan apakah ada pengaruh pengungkapan sustainability report terhadap ROA tahun 2014. Nilai signifikansi pada tabel anova sebesar 0,195 > alfa (0,05), hal ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua ditolak, sehingga pengungkapan sustainability report tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang.

Hipotesis kedua dari penelitian ini menyatakan bahwa pengungkapan

sustainability report berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Dalam penelitian

ini tidak terbukti bahwa pengungkapan sustainability report memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang. Bila dikaitkan dengan teori agensi dimana antara principal dan agents memiliki kepentingan yang berbeda bahwa ketika pengelola perusahaan berupaya untuk mengungkapkan laporan non keuangan namun di sisi lain stakeholder beranggapan bahwa laporan non keuangan belum seperti sustainability belum sepenuhnya dijadikan pertimbangan

stakeholder dalam mengambil keputusan, akibatnya usaha perusahaan dalam

menyelaraskan konsep pembangungan berkelanjutan dengan menyeimbangkan antara people, profit dan planet belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan laba perusahaan yang tergambar dalam profitabilitas.

Menyinggung teori stakeholder bahwa perusahaan berupaya memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan dengan mengungkapkan sustainability

(43)

27

report, belum mampu digunakan sebagai media dalam memenuhi kebutuhan stakeholder. Tanggung jawab yang diupayakan perusahaan belum sepenuhnya

tertuang dalam sustainability report. Hal ini membuat perusahaan harus mampu menganalisa kebutuhan yang menjadi harapan stakeholder. Upaya perusahaan untuk memperoleh citra positif setelah mengungkapkan sustainability report agar mendapatkan penerimaan dari masyarakat yang dijelaskan dalam teori legitimasi pun belum bisa diperoleh oleh perusahaan tidak hanya dari pengungkapan

sustainability report, namun dengan memenuhi kepentingan stakeholder untuk

mempertanggungjawabkan dana yang diinvestasikan ke dalam perusahaan untuk memperoleh kinerja perusahaan yang baik.

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Kesimpulan

Dalam penelitian tentang pengaruh kinerja perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report dan pengaruh pengungkapan sustainability

report terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang didapatkan hasil bahwa

kinerja perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report, sedangkan sustainability report tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang.

Implikasi

Penelitian yang dilakukan pada 26 perusahaan menunjukkan bahwa

sustainability report tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini tidak

sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Burhan dan Rahmanti (2012) dan penelitian Adhima (2012). Penelitian sebelumnya berhasil menunjukkan bahwa pengungkapan sustainability report berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hasil dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa belum sepenuhnya stakeholder menjadikan sustainability report sebagai dasar pengambilan keputusan dan memberikan manfaat peningkatan laba terhadap perusahaan. Untuk menghasilkan pengungkapan sustainability report yang baik, perusahaan harus mampu

(44)

28

meningkatkan kinerja perusahaan. kinerja perusahaan merupakan dorongan bagi pengelola perusahaan dalam mengungkapkan informasi yang menyelaraskan pembangunan berkelanjutan. Selain itu stakeholder yang condong terhadap perusahaan yang sudah baik dalam mengungkapkan sustainability report akan melihat bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik. Hal ini ditunjukkan oleh pengaruh kinerja perusahaan terhadap pengungkapan

sustainability report dimana hasil ini sejalan dengan penelitian dari Suryono dan

Prastiwi (2011) semakin baik pengungkapan ssustainability report merupakan daya dukung yang diperoleh dari pencapaian kinerja perusahaan yang baik.

Keterbatasan dan Saran

Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah data, karena hingga tahun 2013 belum banyak perusahaan di Indonesia yang mengungkapan

sustainability report. Selain itu pertimbangan invetor dalam mengambil keputusan

juga menjadi keterbatasan dalam penelitian ini dikarenakan investor belum tentu memberikan respon satu tahun setelah sustainability report dipublikasikan. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih dalam tentang praktik pengungkapan sustainability report dengan melihat kualitas sustainability report, misalnya mengkaji pengungkapan berdasarkan penilaian dari pihak ketiga yaitu pihak ekternal perusahaan seperti organisasi National Center for Sustainability

Reporting (NCSR), untuk menghindari penilaian yang dilakukan oleh perusahaan

(45)

29

DAFTAR PUSTAKA

Adhima, 2012, Pengaruh Pengungkapan Sustainability Report terhadap Profitabilitas Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia), Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB

Brawijaya, Vol 1, No 1.

Ahmad, A.W. dan Yossi S., 2008, Konflik Keagenan: Tinjauan Teoritis dan Cara Menguranginya, Jurnal Akuntansi dan Manajemen Politeknik Negeri

Padang, Vol 3: 47-55.

Almiyanti, Vira, 2014, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Likuiditas dan Basis Kepemilikan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) pada Perusahaan Telekomunikais yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2009-2012, Umrah e-journal, jurnal.umrah.ac.id, 6 Agustus 2015. Burhan dan Rahmanti, 2012, The Impact of Sustainability Reporting on Company

Performance, Journal of Economics, Business and Accountancy Ventura, Vol 15, No 2 : 257 – 272.

Chariri, A. dan Gozali, I, 2007, Teori Akuntansi, Badan Penerbit UNDIP, Semarang.

Deegan, C., 2004, Financial Accounting Theory, Mc Graw-Hill Book Company, Sydney.

Elkington, J., 1997, Cannibals with Forks : The Triple Bottom Line of 21st

Century Bussiness, Capstone, Oxford.

Eva, 2013, Perusahaan Pembuat Laporan Keberlanjutan Kian Banyak di Indonesia, swa.co.id, 6 Agustus 2015.

Fauzi, Akhmad, 2006, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Teori

dan Aplikasi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Global Reporting Initiative (GRI), 2011, Sustainability Reporting Guidelines G3.1, globalreporting.org, 4 Agustus 2015.

Global Reporting Initiavite (GRI), 2013, Sustainability Reporting Guidelines G4, globalreporting.org, 4 Agustus 2015.

Gozali, H. Imam, 2005, Aplikasi Multivariate dengan Program SPSS, Universitas Diponegoro, Semarang.

Gambar

Gambar 1. Model Kerangka  Pemikiran .......................................................
Tabel 1. Ringkasan Penelitian Terdahulu
Gambar 1. Model Kerangka Penelitian
Tabel 2. Deskripsi sampel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin

[r]

Tujuan penulis melakukan kerja praktek adalah untuk mengetahui macam-macam bahan baku dan bahan penolong, penggunaan bahan baku dan bahan penolong serta untuk mengetahui biaya

Banyak orang yang asyik berkomunikasi menggunakan telephone, menggunakan handphone, dan lain sebagainya tetapi semua yang mereka gunakan terkena biaya yang sangat mahal sehingga

Mencantumkan bukti pembayaran pajak tahun terakhir pada daftar isian kualifikasi, tetapi tidak melampirkan bukti pembayaran pajak tahun terakhir.

saat ini SBU kami sedang perpanjangan di LPJK..kira kira bukti surat keterangan bahwa sedang penguurusan SBU bisa ndak dijadikan sebagai bukti

Peyebaran sedimen di muara sungai jeneberang memperlihatkan bahwa pasir halus berada di bagian hulu muara, yang selanjutnya akan terbawa menuju ke laut dan

Barang Bukti lainnya telah disita dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa penyerahan hadiah atau sesuatu kepada Pemeriksa Pajak pada KPP Bandung