• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : Muhammad Arif M. S.Pi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh : Muhammad Arif M. S.Pi"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh : Muhammad Arif M. S.Pi

(2)

GENETIKA BAKTERI

(MATERI GENETIK)

GENOM

KROMOSOM KROMOSOM

GEN GEN GEN GEN

DNA DNA

DNA DNA

DNA DNA

GENETIKA

BAKTERI

(3)

keragaman ... biodiversity kemiripan ... similarity kekhasan ... speciality

PENGONTROL ???

(4)

Unit-unit hereditas yang diwariskan dari generasi ke generasi disebut GEN.

Gen-gen tersebut berada di dalam suatu molekul pan- jang yang disebut dengan asam deoksiribonukleat

(deoxyribose nucleic acid) atau populer disebut DNA Setiap gen menempati posisi yang spesifik di

kromosom yang disebut lokus.

(5)

(> 99%)

(<1%)

materi genetik ada di mana ???

(6)
(7)
(8)

struktur dan dimensi materi

genetik ?

(9)
(10)

organisasi materi genetik ...

...

genom

...

gen

500-1500 pasang basa

...

DNA

A G T C T C A G

...

kromosom

gen 1, 2, 3, 4, ..., n

(total genom ikan 50.000 gen)

(11)
(12)

Struktur kromosom

Kromosom berbentuk seperti untaian yang mengandung unit pewarisan sifat yang

disebut DNA. Kromosom memiliki bagian sentral yang disebut dengan sentromer dan lengan kromosom yang disebut dengan

kromatid. Kromatid memiliki diameter

kurang lebih 600 nm yang terdiri atas serat

kromatid berdiameter 30 nm dan nukleosom

berdiameter 10 nm. Selain itu kromosom

terdapat protein histon dan DNA

(13)

Berdasarkan posisi sentromernya, kromosom digolongkan kedalam empat macam, yaitu :

Metasentrik adalah sentromer terletak di tengah-tengah kromosom.

Sub-metasentrik adalah sentromer terletak agar mengarah ke pinggir kromsom.

Akrosentrik adalah sentromer terletak didekat ujung kromosom.

Telosentrik adalah sentromer terletak di ujung kromosom

(A) Metasentrik (B) Sub-metasentrik (C) Akrosentrik

(D) Telosentrik

(14)

Struktur DNA dan RNA

Gen disusun oleh suatu substansi yang disebut dengan deoxyribonucleic acid (DNA). DNA terdiri atas dua untaian panjang terpilin yang membentuk heliks ganda (double helix). Setiap urutan DNA disusun oleh unit-unit nukleotida yang

teridiri atas

1. Basa nitrogen,

2. Gula dioksiribosa dan

3. Asam fosfat.

(15)

Basa

 Dua macam basa

 Purin

Adenine A DNA RNA

Guanine G DNA RNA

 Pyrimidines

Cytosine C DNA RNA

Thymine T DNA

Uracil U RNA

(16)
(17)

Struktur nukleotida

Nukleotida terdiri dari:

 Gula pentosa

 Yaitu gula dengan 5 karbon

 Pada DNA gula ini adalah deoksiribosa.

 Pada RNA gula

berupa gula ribosa.

(18)

 Sebuah group fosfat

 Fosfat ini

menghubungkan gula pada satu nukleotida ke fosfat pada nukleotida berikutnya untuk

membentuk

polinukleotida

(19)

Basa nitrogen

DNA :

Timin (T)

Adenine (A)

Sitosin (C)

Guanin (G)

RNA :

Urasil (U)

Adenin (A)

Sitosin (C)

Guanin (G)

(20)

Pasangan basa

(21)

Karena ada 4 jenis basa → Ada 4 jenis Nukleotida dari DNA

Antar Nukleotida yg menjadi Polinukleotida DNA

dihubungkan dgn ikatan Fosfodiester → setiap

gugusan P menghubungkan atom C no.3 dari

deoksiribose sebuah nukleotida dengn atom C no.5

dari deoksiribose nukleotida berikutnya dst, dgn

gugusan P terletak di luar rantai (Gambar).

(22)

Ikatan-ikatan lemah, yg dikenal dengan Ikatan

Hidrogen, menghubungkan basa dari satu rantai dgn

basa dari rantai yg lain.

(23)

Perbedaan DNA dan RNA

Karakteristik DNA RNA

Untai Ganda Tunggal Gula Deoksiribosa Ribosa

Basa Timin Urasil

(24)

REPLIKASI DNA

Replikasi DNA pada cetakan 3’ – 5’ terjadi seutas demi seutas dengan arah 5’ – 3’.

Utas-utas pendek tersebut

dihubungkan oleh enzim ligase

DNA.

(25)

RNA & SINTESA PROTEIN

DNA RNA PROTEIN TRANSKRIPSI : sintesa mRNA dng menggunakan bagian tertentu

dari DNA sebagai cetakan

A U

T A

G C

C G

A U

T A

Template DNA mRNA

Hanya 1 untai DNA yg bertindak sebagai template  SENSE STRAND Untai DNA pasangannya  ANTI SENSE STRAND

Enzim yg berperan : RNA-polymerase Titik Awal Transkripsi  Promoter Site Titik Akhir Transkripsi  Terminator Site

TRANSKRIPSI TRANSLASI

(26)

PROSES TRANSKRIPSI

(27)

TRANSLASI

Proses menggunakan informasi urutan nirogenous base dari mRNA untuk menyusun asam amino suatu protein

 mRNA berhubungan dng RIBOSOME (terdiri atas rRNA & protein)

 Asam amino tertentu melekat pada tRNA

 Pada bag tertentu dari tRNA tdp 3 nukleotida  ANTICODON

 Segmen 3 nukleotida pada mRNA  CODON

 Ribosome bergerak sepanjang rantai mRNA, setiap kali asam-asam amino berikatan membentuk polypeptides

 Bila beberapa ribosome melekat pada satu rantai mRNA disebut POLYRIBOSOMES

(28)

KODE GENETIK

Codon mRNA dan Asam Amino yang disandinya Terdapat kemungkinan 64 codons, tetapi Asam Amino hanya 20

∴ 1 Asam Amino bisa disandi oleh beberapa codons

keadaan ini disebut : DEGENERACY OF THE CODE 61 mrpk SENSE CODONS  menyandi Asam Amino

3 mrpk NONSENSE CODONS  mengakhiri sintesa protein (TERMINATOR CODONS) : UAA, UAG, UGA

INITIATOR CODON  AUG utk Methionine  memulai sintesa protein

(29)

GENETIC CODES

(30)

BEBERAPA ISTILAH

GENOM seluruh gen yg tdp dlm suatu organisme GENOTYPE komposisi genetik suatu organisme

gen normal/mutasi  membawa sifat ttt PHENOTYPE ekspresi gen  sifat morfologi/biokimia

yg dpt dilihat

PROTOTROPH strain bakteri normal yg baru diisolir

AUXOTROPH strain yang mengalami mutasi

(31)

Ukuran Genom

Genom E. Coli berukuran sebesar 4.6

Mb(4.600kbp), sedangkan genom prokariot umumnya berukuran antara 5- 10 Mb.

Ukuran genom merupakan ciri spesifik

spesies.

(32)

MUTASI DAN REKOMBINASI

Mutasi = Perubahan basa nukleotida pada genom yang dapat diwariskan dan dapat

berakibat baik atau buruk pada organisme yang bersangkutan., . Perubahan yang

terjadi adalah akibat adanya rekombinasi

genetika.

(33)

MUTASI DAN MUTAN

Mutan adalah Galur yang menunjukkan adanya perubahan, yang mempunyai perbedaan genotip atau sekuen nukleotida genom, dengan galur

induk.

Contoh : Gen his C Escherichia coli

menyandikan protein HisC yang terlibat dalam biosintesis asam amino histidin.

 ( Mutan His C : HisC1, HisC2 kode His

-

menyebabkan galur tidak mampu mensintesis

histidin)

(34)

MUTASI BAKTERI

 Perubahan pada gen  morfologi/biokimia

 Melindungi thd seleksi alam

 Dapat terjadi secara spontan

 Dapat diturunkan ke generasi berikutnya

 Dapat kembali ke bentuk semula  BACK MUTATION KECEPATAN MUTASI  relatif konstan

dalam 1 generation time Rumus : a = M

N1 – N0

a : kecepatan mutasi M : jumlah mutasi N0 : jml sel mula-mula

N1 : jml sel setelah doubling

(35)

MORPHOLOGIC MUTANTS

Normal bakteria

Agar plate + mutagen

Observasi koloni bakteri yang tumbuh Bandingkan dengan koloni kuman normal

MUTASI dapat dipercepat 10 – 100 x dng bahan MUTAGEN Fisis  sinar x, sinar uv, sinar α, γ

Kemis  nitrat, acridine, N-mustard

(36)

AKIBAT MUTASI

Mutant strain memiliki daya resistensi

Misalnya terhadap : - antibiotika ,UV light, Bacteriophage Dapat juga terjadi DRUG DEPENDENCE, mis. thd

sulfa(sulfaquinoxalin)

Bakteri kebal  dpt mensintesa PABA (para amino benzoic acid)

dlm jumlah banyak

(37)

PEMINDAHAN MATERI GENETIK

HARUS ADA SEL DONOR & SEL RESIPIEN

MACAM :

1.TRANSFORMATION (transformasi) 2.TRANSDUCTION ( Transduksi)

3. CONJUGATION ( Konjugasi)

(38)

 Rekombinasi genetik  pemindahan secara langsung bahan genetik (DNA) di antara dua sel bakteri melalui proses berikut:

1.

Transformasi  perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain.

2.

Transduksi  pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain dengan perantaraan virus.

3.

Konjugasi  transfer DNA (berupa plasmid) karena adanya kontak sel dengan membentuk jembatan

untuk pemindahan materi genetik.

(39)

TRANSFORMASI

- Kali pertama diamati oleh Frederick Griffith (1928) pada bakteri Streptococcus pneumoniae

- Sel Donor lisis  mengeluarkan DNA

- Sel Resipien mengambil DNA terlarut yang dilepaskan

oleh sel Donor

(40)

Percobaan Griffith

(41)

TRANSFORMATION

(42)

TRANSDUCTION

Pemindahan materi genetik dari suatu bakteri ke bakteri yang lain dengan perantara bacteriophage (virus)

1. Generalized Transduction

2. Restricted Transduction

(43)

TRANSDUCTION

(44)

CONJUGATION

Pada proses ini perlu kontak antara 2 sel  SEX PILI Sel donor adalah F

+

, sel resipen F

-

F

+

( F factor ) merupakan Plasmid  dapat ditransfer Jika F factor  integrasi ke dlm khromosom  HFr

( High Frequency of Recombination)

(45)

Konjugasi

(46)

Pili sex

(47)

PLASMID

Plasmid adalah molekul DNA sirkuler yang terpisah dari DNA kromosomal dan bisa membelah sendiri. Ini

berbentuk melingkar and double-stranded.

Ukuran dari plasmid beragam dari 1 sampai lebih dari 250 kb, sehingga hanya sebagian kecil dari plasmid alami yang dapat bermanfaat sebagai vektor kloning

Plasmid terdiri dari plasmid F untuk konjugasi, plasmid R

untuk memberikan sifat resisten terhadap antibiotik, col

plasmid, plasmid virulensi dan plasmid degradatif.

(48)

Plasmid

(49)

Terimakasih...ilaliqoooo...

Referensi

Dokumen terkait

1952 Alfred Hershey dan Martha Chase menggunakan virus (bakteriofag T2) untuk mengkonfirmasi DNA sebagai materi genetik dengan menunjukkan memasuki bakteri, sedangkan protein

Pemakaian penamaan tersebut tidak memadai karena banyak enzim mengkatalisis substrat yang sama tetapi dengan reaksi yang

Menyangkut ketentuan tentang mengimpor, mengekspor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, membeli, menyerahkan, menerima menjadi perantara dalam jual beli atau menukar

Pada tahap replikasi virus terjadi perbanyakan komponen-komponen virus yang baru sebab pada tahap adsorbsi telah terjadi pemindahan materi genetic dari virus

Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, mejadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika golongan 1 dalam

2 Materi genetik virus Avian Influenza (H5N1) tidak ditemukan pada sampel unggas air di Propinsi Lampung.. 3 Materi genetik virus Avian Influenza H5Nx dan HxN1 ditemukan pada

Perpindahan materi genetik dari sel bakteri satu ke sel bakteri sejenis dengan proses fisiologis

REPRODUKSI VIRUS • Virus dapat bereplikasi Karena memiliki substansi genetik • Reproduksi hanya di dalam sel/jaringan yang hidup→ dengan cara penggandaan materi genetik • Virus