Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016
“Inovasi-Hilirisasi Produk Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan dan Berdaya Saing”
http://senaspro.umm.ac.id Print ISBN: 978-979-796-223-4
http://research-report.umm.ac.id/index.php/research-report/issue/view/70
Malang, 17-18 Oktober 2016
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang
ii SENASPRO 2016
Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016 (SENASPRO 2016)
“Inovasi-Hilirisasi Produk Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan dan Berdaya Saing”
Hak cipta @ 2016 pada panitia, dilarang keras mengutip, menyalin sebagian maupun
keseluruhan isi prosiding ini tanpa sepengetahuan dan mendapat ijin dari panitia atau penerbit.
REVIEWER
ISBN 978-979-796-223-4 Dicetak Oktober 2016
Isi makalah di luar tanggung jawab editor dan penerbit UMM Press
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomasno. 246 Malang Ilmu Pertanian : 1. Prof. Dr. Sujono, M.Kes
2. Dr. Syarif Husen, MP 3. Dr. Ahmad Wahyudi, MP 4. Dr. Ir. Fatimah Nursandi, MP Psikologi dan Ilmu
Kependidikan
: 1. Dr. Iswinarti, M.Si 2. Dr. Nida Hasanati, M.Psi 3. Dr. Moh. Agus Krisno, M.Kes 4. Dr. Nurul Zuriah, M.Si
Sosial Humanoria : 1. Dr. Vina Salviana, M.Si 2. Dr. Masduki, M.Si
3. Dr. Oman Sukmana, M.Si 4. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si 5. Dr. Widayat, M.Si
Keteknikan dan Rekayasa Teknologi
: 1. Zulfatman, M.Eng, PhD 2. Dr. Lailis Syafa’ah, MT 3. Dr. Sunarto, MT
4. Dr. Suwarsono, MT
5. Ilyas Masyudin, ST, M.ScLog, PhD Kesehatan dan
Lingkungan
: 6. Dr.dr. Meddy Setiawan, Sp.PD 7. dr. Sulistyo Mulyo Agustin, Sp.PK 8. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si.
9. Dr. Ahmad Mubin, MT.
SUSUNAN PANITIA
Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016 (SENASPRO 2016)
Penanggung Jawab : Prof. Dr. Sujono, M.Kes (Direktur DPPM) Wakil Penanggung Jawab : 1. Dr. Vina Salviana DS, M.Si
: 2. Dr. Masduki, M.Si
Ketua : Drs. Wiyono, MM
Wakil Ketua : Dr. Nurul Zuriah, M.Si
Sekretaris : Ir. Ahmad Yani, M.P
Bendahara : Luluk Asmawati, S.Pd.
Koord. Kesekretariatan : Ir. Muhammad Irfan, MT
Anggota : 1. Agus Eko Minarno, S.Kom., M.Kom
: 2. Suripto, SE
: 3. Dikky Cahyo Hariyanto, S.Kom : 4. Moh. Afif Setiawan, ST
Koord. Gelar Produk : Hendra Kusuma, SE. M.SE
Anggota : 1. Drs. Muhammad Jufri, ST., MT
: 2. Ir. Suwignyo, MT
Koord. Sie. Penerimaan Tamu : Dra. Thathit Manon Andini, M.Hum
Anggota : 1. Dr. Untung Santoso, M.Si
: 2. Drs. Krishno Hadi, M.A Koord. Sie. Persidangan : Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si
Anggota : 1. Dr. Ir. Syarif Husen, MP.
: 2. Dr. Ir. Fatimah Nursandi, M.Si : 3. Pradana Boy, S.Ag, MA, P.hD Koord. Sie. Konsumsi : Dra. Zulaikhah, S.Pd
Anggota : 1. Maya Saraswati KD, SE
Koord. Sie Pubdok,Sponsorship dan Perlengkapan
: Novin Farid Setyo W, S.Sos, M.Si.
Anggota : 1. Drs. Farid Rusman, M.Si
: 2. Apdani, S.Sos Koord. Sie. Transportasi : Drs. Amir Syarifuddin, MP.
Anggota : 1. Husamah, S.Pd., M.pd
: 2. Musadad Dwi Permana, S.Pt
Anggota Umum : 1. Mohammad Syaikhul Ulum
: 2. Fidrianti
iv SENASPRO 2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas Rahmad dan HidayahNya sehingga Prosiding Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016 , dengan tema “Inovasi-Hilirisasi Produk Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan dan Berdaya Saing”yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat pada tanggal 17-18 Oktober 2016 dapat kami selesaikan.
Penyusunan prosiding ini bertujuan agar para pemakalah dan masyarakat luas dapat mengetahui berbagai pengetahuan yang terkait dengan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Akhir kata semoga prosiding ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak khususnya para perguruan tinggi.
Malang, Oktober 2016 Tim Penyusun Prosiding Panitia Senaspro 2016,
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada :
1. Drs. H. Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur; Dr. Gautam Kumar Jha Universitas Jawaharlalnehru India; Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc (Dirjen Ristekdikti); Prof. Dr. Bambang Subianto, M.Sc (LIPI); Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara S, M.Si (staf Ahli Menteri Pertahanan); Prof. Dr. Yus Mochamad C, M.Si (UMM)
2. Bapak/Ibu Pemakalah dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016
3. Para sponsorship yang telah membantu dana dalam kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016
4. Semua pihak yang telah memberi dukungan dalam kegiatan Seminar Nasional dan Gelar Produk 2016
vi SENASPRO 2016
DAFTAR ISI
Susunan Panitia………. iii
Kata Pengantar……… iv
Ucapan Terima Kasih ……… v
Makalah Bidang Ilmu Pertanian
1. Uji kimia, Mikrobiologi dan Organoleptik “ Indonesian Sauerkraut”
dengan Cabai dan Bawang Putih.
Sri Susilowati ; Handini 1
2. Peranan Biochar untuk Peningkatan Produksi Wijen (Sesamun Indicum l.) Di Lahan Sawah Sesudah Padi Dengan 2 Varietas dan Pola Tata Tanam.
Eny Dyah Yuniwati; Djohar Noeriati Rd; Djumali; Hadi Sudarmo
11
3. Optimasi Ekstraksi Antosianin Ubi Jalar Ungu Dengan Metode Permukaan Respon.
Kukuk Yudiono; Lisa Kurniawati;Handini
20 4. Tepung Pempek Sebagai Bahan Pengembangan Produk Pempek.
A. D. Murtado 27
5. Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan Kecil Dan Menengah Produk Olahan Makanan Dan Minuman.
Hary Sastrya Wanto
33 6. Analisis Pelaksanaan Kebijakan Pengadaan Dan Distribusi Pupuk
Bersubsidi Di Kabupaten Karawang Jawa Barat.
Sularno; Bambang Irawan
41 7. Perbandingan Penambahan Glukosa Dan Sukrosa Terhadap Kualitas
Permen Susu Kambing Peranakan Etawa (Pe) Berdasarkan Preferensi Konsumsi.
Lili Zalizar;Emma Ratna Sapitri;Nilam Karunia Putri; Gita Indah Nurrahma; Lailatul Khoirun Nisa
49
8. Potensi Ekonomi Pemakaian Antelmintika Pada Peternakan Ayam Petelur.
Lili Zalizar; Wehandaka Pancapalag; Dian Indratmi 56 9. Model Pengembangan Wirausaha Perempuan Berbasis Etika Bisnis Di
Kota Malang.
Gumoyo Mumpuni Ningsih
62 10. Pemetaan Daerah Rawan Kebakaran Hutan/Lahan Pada Lahan Basah
Dikecamatan Gambut Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.
Fonny Rianawati; Mufidah Asyari;Fatriani; Asysyifa
71
11. Spesies Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Dalam Pengobatan Oleh Tiga Etnis Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Rosidah Radam; Mochammad Arief Soendjoto;
Eva Prihatiningtyas; Adi Rahmadi; Arfa Agustina Rezekiah
81
12. Pemanfaatan Hasil Tangkapan Sampingan Untuk Meningkatkan Nilai Jual Perikanan Sero Di Pulau Bungkutoko.
Fajriah; Ary Tamtama; Kobajashi Togo Isamu 94
13. Teknologi Aquaponik Untuk Memperkuat Ekonomi Warga Rw 10 Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang.
Mikael Adri Budi Sulistyo; Taufikkurrahman; Djohar Noeriati
99 14. Manfaat Anggur Laut (Caulerpa Racemosa) Dan Penanganannya Dengan
Melibatkan Masyarakat Pantai Di Desa Rumba-Rumba. Lely Okmawaty Anwar; Rita L. Bubun; Rosmawati
110 15. Pemberdayaan Masyarakat Petani Rumput Laut Melalui Penerapan
Teknologi Tepat Guna Di Desa Lemobajo.
Kobajashi Togo Isamu; Ahmad Mustafa; Hasnia Arami; Fajriah
117 16. Penyuluhan Dampak Metode Penangkapan Ikan Destructive Terhadap
Perikanan Berkelanjutan.
Rita .L. Bubun; Lely Okmawaty Anwar
125 17. Performa Domba Lokal Yang Diberi Konsentrat Berbasis Limbah
Agroindustri Selama Masa Kebuntingan.
Ristika Handarini;Deden Sudrajat;Adhi Prastyo
133 18. Perbandingan Berbagai Teknik Mikroenkapsulasi Pakan Dalam
Menghasilkan Daging Sapi Sehat.
Nur Hidayah
143 19. Analisis Stakeholders Rantai Pasok Beras Di Kabupaten Indramayu.
Yayat Rahmat Hidayat 152
20. Ibikk Roti Dan Kue Kering Fungsional Dari Pati Garut Termodifikasi.
Damat; Elfi Anis Saati; Anas Tain; Rahmat Pulung Sudibyo; Rahmad Wijaya
161 21. Pengelolaan Rumpon Terpadu Berbasis Pokjamas Untuk Meningkatkan
Stok Ikan Dan Penguatan Umkm Nelayan.
La Ode Abdul Rajab Nadia; Abdullah; Amadhan Takwir;Abdul Muis Balubi
168
22. Kopigmentasi Tiga Esktrak Antosianin Dengan Secang (Caesalpania Sappan l.) dan Aplikasinya Pada Permen Jelly Sirsak.
Elfi Anis Sa’ati; Iin Arifatul Khoridah; Moch. Wachid; Sri Winarsih
178 23. Peningkatan Produktivitas Dan Kualitas Buah Mangga (Mangifera Indica
l) CV. Gedong Gincu Melalui Penerapan Teknologi Off Season Dan Penyiraman Melalui Teknologi Drip Irrigation Sebagai Upaya Meningkatkan Ekspor Buah Nasional.
Dodi Budirokhman
187
viii SENASPRO 2016
24. Program Ipteks Bagi Inovasi Dan Kreatifitas Kampus (Ibikk) Usaha Peternakan Ayam Kampung Organik (Punik).
Wahyu Widodo; Adi Sutanto; Trisakti Handayani
195 25. Kajian Zat Aktif Jamu-Jamuan Dalam Pakan Organik Ayam Kampung
Sebagai Upaya Ketahanan Pakan Dan Pangan Di Indonesia.
Imbang Dwi Rahayu
202 26. Penerapan Azolla Pada Budidaya Tanaman Padi Sawah.
Syarif Husen; Erny Ishartati; Hartawati; Sukardi 208 27. Uji Potensi Berbagai Formula Bakteri Endofitik Sebagai Pupuk Hayati
Tiga Varietas Padi (Oryza Sativa) Di Lahan Kering.
Ali Ikhwan; Sufianto; Detaliya
214 28. Keragaan Morfologi Dan Daya Hasil Beberapa Nomor Hasil Persilangan
Jatropha Curcas. L dan Tetuanya.
Maftuchah; Agus Zainudin; Teguh Mulyanto
223 29. Kajian Efektivitas Program Csr Di Daerah Penyangga Taman Nasional
Gunung Gede Pangrango.
Tun Susdiyanti; Linar Humaira; Muhamad Sukandar
234 30. Potensi Pembuatan Tepung Umbi Bentul (Colocasia Esculenta (l.) Schott)
Dengan Penambahan Natrium Metabisulfit Sebagai Fortifikasi Produk Pangan.
Ambar Fidyasari; Lely Kusumawati Negri; Wigang Sulandjari
240
31. Pemberdayaan Warga Panti Pesantren Mandiri Mahasiswa Dengan Model Pertanian Integratif.
Sujono
252 32. Etnobotani Tumbuhan Penghasil Bahan Bangunan, Kerajinan Dan Rumah
Adat Masyarakat Suku Sambori Kabupaten Bima NTB.
Zulharman; Nirmala Ayu Aryanti
256 33. Karakterisasi Pembangunan Dan Pembentukan Bakal Buah Apel (Malus
X Domestica Borkh “Manalagi”, “Rome Beauty” And “Anna”) Untuk Mendapatkan Kultivar Baru Dalam Program Pemuliaan Apel.
Sukardi; Erny Ishartati; Misbah Ruhiyat
266
34. Analisis Usaha Tani Masyarakat Pada Berbagai Tingkat Perkembangan Agroforetri Rph Pujon Kidul Bkph Malang, Kph Malang.
Joko Triwanto
273 35. Pengaruh Konsentrasi Naoh Dan Lama Pemaparan Microwave Terhadap
Kandungan Selulosa, Hemiselulosa Dan Lignin Tongkol Jagung.
Sri Winarsih
285 36. Pemberdayaan Masyarakat
Dengan Membuat dan Memanfaatkan Limbah Organik.
Sufianto; Wiyono ; Sri Mursiani Arifah
291
37. Ibm Implementasi Teknologi Pengolahandan Pemasaran Hasil Budidaya
“Cacing Tanah”Organik.
Juli Astutik;Sri Samsundari;Su’adah;Zaenal Abidin
297
38. Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Media Pembawa Jamur Antagonis Trichoderma Harzianum Dan Trichodermaviride Sebagai Agents Pengendali Penyakit Tanaman.
Dyah Roeswitawati
305
39. Komposisi Bahan Kantong Media Tanam Berbahan Limbah Organik Pada Produksi Bibit Mpts (Multi Purposes Tree Species).
Mochamad Chanan;Aniek Iriany
312 40. The Improvement Of Goat Milk Powder Physical Quality By Emulsifier
Addition.
Endang Sri Hartatie
319
Makalah Bidang Keteknikan dan Rekayasa Teknologi
1.
Karakteristik Laju Pembakaran Minyak Jarak Pagar Dengan Penambahan Partikel Karbon Bio.
Lalu Mustiadi
325
2.
Rancang Bangun Smart E-Commerce Pada Program Ipteks Bagi
Masyarakat (IbM) Untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Handicraft Reog Pada UMKM Di Kabupaten Ponorogo.
Fauzan Masykur
330
3.
Pembuatan Gas Analyzer Dan Analisis AkurasiSensor Oksigen Dengan Variasi Perubahan Panjang Selang.
Bayu Agung Wicaksono; Anggit Murdani
336
4.
Pengaruh Penggunaan Pasir Besi Pada Heat Absorber Plate Terhadap Produktifitas Dan Efisiensi Solar Destillation.
Mietra Anggara
345
5.
Quality Function Deployment Analysis (QFD) Produk Unggulan Dan Hazard Analysis Critical Control Point(HACCP).
Mohammad Lukman
354
6.
Pengukuran Suhu Ruang Pengompos Biopori Berbahan Baku Limbah/Sisa Makanan.
B. S. Rahayu Purwanti; Wartiyati; Indriyani Rebet
364
7.
Analisis Unsur Dan Struktur Mikro Nanokristalin ZnO Doping Mangan Sebagai Kandidat Material Diluted Magnetic Semiconductors.
Heru Harsono
372
8. IbM Model Usaha Kecil Menengah Bengkel Mobil Mesin Dan Bodi.
Mohammad Lukman; Heri Mujayin Kholik 376
9.
Rancang Bangun Alat Hidrolis Untuk Overhaul Part Crankshaft Sepeda Motor Sebagai Solusi Mitra UKM di Pandaan.
Mulyadi;Iswanto; Rosdeawan 386
x SENASPRO 2016 10.
Karakteristik Kecelakaan Dan Solusi Penanganan Untuk Mengurangi Angka Kecelakaan Di Kota Bengkulu.
Elly Tri Pujiastutie; Sazuatmo; Elviza Diana
398
11.
PendampinganManajemenPengelolaan Dan Diversifikasi Usaha Paving danBatakopada Home Industri Tunas Asri Kabupaten Malang.
Rini Febri Utari; Erwin Rommel
408
12.
Penggunaan Batu Karang, Tanah Sebagai Pengganti Agregat Dalam Pembuatan Beton K-175 Untuk Bangunan Sederhana.
Mekar Ria Pangaribuan; Nurlis Nasir
416
13.
IbM Peternak Lele Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo.
Munaji; Arif Hartono; Didik Riyanto
423
14.
Replikasi Database Dua Arah Dengan Kendali Raspberry PI Pada Integrasi Sistem Informasi Geografis Penyakit Menular.
Angga Prasetyo
428
15.
IbM Pembersih Bulu Ayam Pada Pelaksanaan Abdimas Di Kelurahan Porong.
Ribangun Bamban Jakaria; Hindarto; M. Alfan Rosid
435
16.
Inovasi Packaging Produk Jilbab Annora Guna Meningkatkan Daya Saing.
Indah Sulistiyowati; Dwi Hadidjaja
443
17.
Membangun Layanan Kampung Internet Sebagai Alternatif Usaha Bagi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.
Eka DwiNurcahya; Desriyanti
449
18.
Pengaruh Campuran Biobriket Dari Kulit dan Cangkang Karet Terhadap Kecepatan Pembakaran.
I Wayan Wawan Mariki
455
19.
Implementasi Rekayasa Listrik Tenaga Matahari Pada Kompor Gas Brown.
Yovi Litanianda
468
20.
Analisa Optimasi Alat Penghisap Gas / Bau Asam di Home Industry Electroplating Pasuruan.
Nurul Hidayat;Prantasi Harmi Tjahjanti
474
21.
Analisa Nilai Kalor Briket Dari Campuran Ampas Tebu Dan Biji Buah Kepuh.
Hidro Andriyono; Prantasi Harmi Tjahjanti
483
22.
Analisa Produk Elektroplating As Sepeda Motor Dari Home Industry Di Pasuruan.
Darmalia Cahyono; Prantasi Harmi Tjahjanti
491
23. AnalisadanPerancanganSistemInformasiKepegawaian di BBTA3 – BPPT.
Gunawan Wijiatmoko; Sunarno;;Wijaya Indra Surya 499
24. ImplementasiSistemKepegawaian di BBTA3 – BPPT.
Sunarno; Gunawan Wijiatmoko; Wijaya Indra Surya 507 25.
Rancang Bangun Mesin Pengiris Tempe Multi Fungsi Pada UKM Sanan – Malang.
Annisa Kesy Garside; Sudjatmiko
513
26. Pengabdian Masyarakat pada UMKM Bakso Daging Sapi.
Yulian Findawati; Roni Pambudi;Arasy Fahrudin 520 27.
Peningkatan Kapasitas Produksi Kerupuk Ikan Gresea Melalui Pembuatan Mesin Pengaduk Adonan Dan Tatakelola Manajemen.
Saidah; Richa Watiasih; Eko Prasetyo
526
28.
Peningkatan Dayasaing Carang Mas Telo Dengan Alih Teknologi Di Kota Wisata Batu.
Siti Asmaul Mustaniroh; Arie Febrianto Mulyadi
534
29.
E-Lun Online : Media Promosi Kampung Wirausaha Berbasis Web Responsive.
Nur Hayatin: Dini Kurniawati
539
30.
Optimasi Radius Pojok Terhadap Kualitas Hasil Bubut CNC TU 2A Ditinjau Dari Kebisingan (Noise).
Sudjatmiko; Darto; Rusdijanto
543
31.
Pengembangan Kawasan Minapolitan Melalui Pemberdayaan UKM Pengolahan Ikan Pasca Produksi.
Ach. Muhib Zainuri; Sigit Hadiantoro; Wahyu Prihanta
552
32.
Kinerja Mesin Roll Press Untuk Mengolah Batang Rumput Payung Menjadi Serat Bahan Baku Komposit.
Danang Murdiyanto; Nereus Tugur Redationo
566
33.
Mesin Teknologi Tepat Guna Sabut Kelapa di UKM Sumber Rejeki Kabupaten Kediri
Soeparno Djiwo; Eko Yohanes Setyawan
576
34.
IbM Pemanfaatan Batu Karang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Paving Block.
Mekar Ria Pangaribuan; Popi Puspita
583
35.
Pengembangan Sarana Air Bersih, Fasilitas River Tubing, dan Promosi pada Lokasi Wisata Sungai.
Chauliah Fatma Putri;Fachrudin Hunaini;Muhammad Agus Sabhana
594
36.
Aplikasi Android Sebagai Sistem Monitoring Status Gizi Anak Pada Posyandu.
Anis Yusrotun Nadhiroh; Nikmatul Maula; Ika Fitriyatul Mukaromah
601
37.
Pengelola Posko Kesehatan Guna Mendukung Eko Wisata Pada PLTMH Sumbermaron Ds. Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kab. Malang.
Ali Mokhtar;Ali Saifullah;Fatiya Safitri
607
38.
Kontrol Proportional-Integral (PI) Optimal Pada Motor Servo DC Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO).
Lailis Syafaah;Diding Suhardi;Ilham Pakaya
613
Lili Zalizar1, Wehandaka Pancapalaga2, Dian Indratmi3
1,2,3Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
Jl. Raya Tlogomas No.246 Malang, Jawa Timur.
E-mail:1)[email protected],2)[email protected]3)[email protected] Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi ekonomi pemakaian antelmintika di Kabupaten Blitar,Propinsi Jawa Timur dan Nasional. Subyek penelitian adalah peternak ayam petelur yang memakai antelmintik. Pengambilan data primer dilakukan dengan wawancara terstruktur dan dilanjutkan dengan in-depth interview. Data sekunder berupa data populasi ayam petelur di Kabupaten Blitar diperoleh dari Dinas Peternakan propinsi Jatim, wilayah propinsi Jawa Timur dan Nasional diperoleh dari Kementrian Pertanian, sedangkan data mengenai harga produk antelmintika diperoleh dari perusahaan obat hewan. Data dianalisis secara deskriptif dengan statistik sederhana. Hasil penelitian secara nasional kebutuhan akan antelmintika sangat tinggi. Di Kabupaten Blitar dalam satu tahun sedikitnya dibutuhkan 5.702.980 dosis antelmintika, di propinsi Jawa Timur mencapai 165.615.134 dosis dan kebutuhan nasional mencapai596.158.830 dosis.Biaya yang dikeluarkan peternak ayam di Kabupaten Blitar untuk membeli antelmintika mencapai Rp 4.625.790.000. Biaya yang dikeluarkan peternak ayam di PropinsiJawa Timur dan nasional untuk membeli antelmintika sangat besar yaitu masing-masing mencapaiRp 12.917.980.452, dan Rp 46.500.388.740 Diharapkan perguruan tinggi dan dinas peternakan untuk bekerja sama memberikan penyuluhan kepada peternak untuk mengurangi sedikit demisedikit ketergantungan mereka terhadap obat-obatan kimiawi dan mulai menggunakan obatherbal. Selain itu, penyuluhan tentang pencegahan terhadap resistensi obat perlu diberikan kepada para peternak ayam.
Kata kunci: Ayam petelur, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dan Potensi ekonomi pemakaian antelmintika
1. PENDAHULUAN
Salah satu hak azazi manusia adalah terpenuhinya kebutuhan pangan.Ketahanan pangan merupakan bagian terpenting dari pemenuhan hak atas pangan. Oleh karena itu ketahanan pangan penting harus diwujudkan mulai dari tingkat rumah tangga, desa, kecamatan dan seterusnya sampai di tingkat nasional.Petani memiliki kedudukan strategis dalam ketahanan pangan: petani adalah produsen pangan, namun sekaligus merupakan kelompok konsumen terbesar.Jawa Timur merupakan propinsi dengan populasi ayam petelur terbesar di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 41.650.725ekor. [1] Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra peternakan ayam petelur terbesar di Jawa Timur dengan populasi pada tahun 2015 mencapai 14.973.000 ekor [2].
Kesehatan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas ayam. Salah satu penyakit yang sering mengancam kesehatan peternakan ayam petelur adalah akibat penyakit infeksius seperti akibat cacing dan bakteri. Dalam pengendalian penyakit tersebut, peternak umumnya menggunakan antelmintika (obat cacing) dan antibiotik.
Pemberian antelmintika dapat menurunkan jumlah larva cacing dan meningkatkan bobot badan ayam petelur .Pada peternakan ayam petelur, pemakaian antelmintika (obat cacing) telahlama digunakan untuk pengendalian penyakit cacing. Mudahnya memperoleh antelmintika di
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2016
No Keterangan Blitar
Frekuensi Persentase
1 Setiap 1 bulan sekali 1 2.08
2 Setiap 2 bulan sekali 17 35,42
3 Setiap 3 bulan sekali 17 35,42
4 Setiap 4 bulan sekali 4 8.33
5 Setiap 6 bulan sekali 5 10.42
5 Setiap 7 bulan sekali 1 2.08
6 Setiap 8 bulan sekali 1 2.08
8 Tidak menjawab 2 4.17
Total 48 100
Berbeda dengan peternak ayam pedaging, peternak ayam petelur secara rutin memberikan antelmintika sepanjang tahun tanpa pemeriksaan terlebih dahulu apakah ternak yang dipelihara terinfeksi cacing atau tidak. Oleh karena itu diduga potensi ekonomi dari pemakaian antelmintika di peternakan ayam petelur sangat tinggi.
Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui potensi ekonomi pemakaian antelmintika di peternakan ayam petelur, total kebutuhan dosis untuk seluruh ayam petelur, harga rataan masing-masing antelmintika, biaya pemakaian antelmintika per ekor ayam serta total biaya yang dibutuhkan untuk membeli antelmintika pada seluruh ayam petelur di Kabupaten Blitar , propinsi Jawa Timur dan nasional.
2. METODE
Penelitian dengan metode survei dilakukan pada empat puluh delapan (48) peternakan ayam petelur yang berlokasi di Kabupaten Blitar yang memakai obat cacing (antelmintika) dengan cara wawancara dengan memakai alat kuisioner. Variabel yang diamati potensi ekonomi pemakaian antelmintika di peternakan ayam petelur meliputi jenis antelmintika yang dipakai, pola pemberian antelmintika, harga rataan masing-masing antelmintika, biaya pemakaian antelmintika per ekor ayam, biaya untuk membeli antelmintika pada ayam di Kabupaten Malang dan Propinsi Jawa Timur..Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan statistik sederhana.Data sekunder tentang populasi ternak ayam petelur didapat dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, dan Kementrian Pertanian. Sedangkan data harga antelmintika didapatkan dari perusahaan distributor obat hewan.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada Tabel 1 terlihat bahwa mayoritas frekuensi pemberian antelmintik di Kabupaten Blitar adalah setiap 2 bulan atau 3 bulan sekali. Apabila setiap 3 bulan sekali maka dalam setahun berarti ada 4(empat) kali pemberian obat.
Tabel 1. Frekuensi Pemberian Antelmintik*
*Tanpa pemeriksaan telur cacing dalam tinja atau cacing dewasa di dalam saluran cerna ayam terlebih dahulu
Berdasakan wawancara dengan peternak diketahui jenis antelmintika yang paling sering digunakan para peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar dari Kelas Benzilmidazol (seperti albendazol, fenbendazol) dan Levamisol. Hal ini sama dengan peternak di Kabupaten Malang [3].
57
mencapai 14.486.250 ekor. Hasil wawancara diketahui para peternak di Kabupaten Blitar memberikan antelmintika setiap2- 3 bulan sekali tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Oleh karena itu dalam setahun apabila 3 bulan sekali maka kebutuhan antelmintika di Kabupaten Blitar mencapai 59.305.000 dosis.Sedangkan total kebutuhan antelmintika dalam setahun di propinsi Jawa Timur sangat besar mencapai 165.615.134dosis (Tabel 4).
Mengingat jenis obat yang digunakan peternak ayam petelur di Blitar terutama adalah golongan Benzilmidazol (contohnya albendazol),levamisol, dan piperazin, maka untuk mengetahui biaya antelmintika per ekor ayam digunakan contoh jenis antelmintik tersebut (Tabel 2).
Tabel 2. Nama Obat dan Harga Antelmintika (Rp) per Ekor Ayam*
No Nama Obat Dosis Sediaan/kemasan Harga (Rp) Harga per Ekor Ayam (Rp)**
1 Piperazin 32 mg/kgBB 400 gram 80.000/kg 6,4
2 Levamisol 36-48 mg/kgBB 100 gram 120.000/liter 57,6
3 Albendazol 0,1-0,15 ml/kgBB 100 ml 170.000/liter 170
Rata-rata (Rp) 78
*Data dari perusahaan obat hewan
**Harga untuk ayam dengan bobot badan 1 kg
Tabel 3.Populasi ayam petelur di Kabupaten Blitar* dan Jawa Timur**serta kebutuhan antelmintika (dosis) dan Biaya yang harus dikeluarkan untuk antelmintik (Rp) dalam setahun
No Kab/kota 2014 2015 Rataan Kebutuhan Biaya
obat (dosis) (Rp) 1 Blitar 14.679.500 14.973.000 14.826.250 59.305.000 4.625.790.000 2 Jawa Timur 41.156.842 41.650.725 41.403.784 165.615.134 12.917.980.452
* Sumber : Dinas Peternakan Jawa Timur, 2016
**Sumber Data populasi ternak dari Kementrian Pertanian, 2016
Untuk memudahkan peneliti dalam menentukan harga obat per ekor ayam diasumsikan bobot badan ayam adalah minimal 1 kg. Hasil perhitungan didapatkan rata-rata harga antelmintika untuk setiap ekor ayam adalah Rp 78,- (Tabel 2). Apabila dalam setahun kebutuhan pemakaian antelmintika pada ayam petelur di Kabupaten Blitar sebesar 59.305.000 dosis maka biaya yang diperlukan untuk membeli antelmintika mencapai Rp 4.625.790. Kebutuhan antelmintika di propinsi Jawa Timur mencapai 165.615.134 dosis. Biaya yang diperlukan untuk membeli antelmintika di propinsi Jawa Timur sebesar Rp 12.917.980.452. Kebutuhan antelmintika secara nasional mencapai 596.158.830 dosis dan biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 46.500.388.740 (Tabel 3 dan 4).
Tabel 4. Populasi ayam petelur nasional*, kebutuhan antelmintika dan biaya yang harus dikeluarkan untuk antelmintika
No Provinsi 2014 2015 Rataan Kebutuhan Biaya
obat(dosis) (Rp)
1 Aceh 209.476 219.950 214.713 858.852 66.990.456
2 Sumatra Utara 14.838.083 14.962.637 14.900.360 59.601.440 4.648.912.320 3 Sumatra barat 8.393.469 8.494.959 8.444.214 33.776.856 2.634.594.768
4 Riau 67.798 68.768 68.283 273.132 21.304.296
5 Jambi 704.612 567.529 636.071 2.544.282 198.453.996
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2016
9 Keplauan Bangka Belitung
88.801 97.681 93.241 372.964 29.091.192
10 Kepulauan Riau 388.750 425.812 407.281 1.629.124 127.071.672
11 DKI Jakarta - - - - -
12 Jawa Barat 13.290.146 13.569.356 13.429.751 53.719.004 4.190.082.312 13 Jawa Tengah 20.293.547 20.565.694 20.429.621 81.718.482 6.374.041.596 14 DI Yogyakarta 3.518.393 3.721.947 3.620.170 14.480.680 1.129.493.040 15 Jawa Timur 41.156.842 41.650.725 41.403.784 165.615.134 12.917.980.45
16 Banten 4.787.304 5.647.627 5.217.466 20.869.862 21.627.849.236
17 Bali 4.357.340 4.400.912 4.379.126 17.516.504 1.366.287.312
18 Nusa Tenggara Barat 297.441 419.819 358.630 1.434.520 111.892.560
19 Nusa Tenggara Timur 199.604 179.537 189.571 758.282 59.145.996
20 Kalimantan barat 3.383.306 3.552.471 3.467.889 13.871.554 1.081.981.212
21 Kalimantan Tengah 94.912 145.329 120.121 480.482 37.477.596
22 Kalimantan Selatan 4.538.185 3.933.015 4.235.600 16.942.400 1.321.507.200
23 Kalimantan Timur 686.278 720.591 703.435 2.813.738 219.471.564
24 Kalimantan Utara 45.085 45.085 45.085 180.340 14.066.520
25 Sulawesi Utara 1.396.291 1.413.011 1.404.651 5.618.604 438.251.112 26 Sulawesi Tengah 1.040.733 1.228.783 1.134.758 4.539.032 354.044.496 27 Sulawesi Selatan 10.481.875 11.382.852 10.932.364 43.729.454 3.410.897.412
28 Sulawesi Tenggara 158.108 150.376 154.242 616.968 48.123.504
29 Gorontalo 368.194 373.655 370.925 1.483.698 115.728.444
30 Sulawesi barat 102.242 102.537 102.390 409.558 31.945.524
31 Maluku 20.539 14.500 17.520 70.078 5.466.084
32 Maluku Utara 18.260 16.410 17.335 69.340 5.408.520
33 Papua 62.117 66.862 64.490 257.958 20.120.724
34 Paua Barat 279.398 308.601 294.000 1.175.998 91.727.844
Total 146.660.415 151.419.000 149.039.708 596.158.830 46.500.388.74
*Sumber : Kementrian Pertanian, 2016 0
59
obatyang digunakan efektivitasnya berkurang yang menyebabkan peternak harus mengulangi pengobatan atau menambah dosis obat. Hal tersebut akan meningkatkan biaya produksi dan menurunkan keuntungan peternak ayam. Penurunan efektivitas dapat terjadi apabila ada gen cacing yang menjadi resisten terhadap antelmintika. Resistensi terhadap antelmintika dapat terjadi akibat pemakaian obat jenis yang sama dalam jangka lama [4,5,6].
Kebutuhan yang tinggi terhadap antelmintika diakibatkan peternak sangat bergantung kepada obat-obatan kimiawi dari perusahaan obat hewan. Hanya sedikit peternak yang menggunakan obat herbal. Sedangkan sejumlah penelitian sudah membuktikan manfaat obat herbal termasuk untuk obat cacing (antelmintik). Bahan herbal yang sudah banyak diteliti mempunyai daya membunuh cacing antara lain yaitu larutan bawang putih [7]; getah papaya [8], serta ekstrak biji labu merah [9].
Selain itu bahan herbal juga berpotensi untuk meningkatkan kekebalan tubuh [10].
4. KESIMPULAN
Secara nasional kebutuhan akan antelmintika sangat tinggi. Di Kabupaten Blitar dalam satu tahun sedikitnya dibutuhkan 5.702.980 dosis antelmintika, di propinsi Jawa Timur mencapai 165.615.134 dosis dan kebutuhan nasional mencapai 596.158.830 dosis.Biaya yang dikeluarkan peternak ayam di Kabupaten Blitar untuk membeli antelmintika mencapai Rp 4.625.790.000 Biaya yang dikeluarkan peternak ayam di Propinsi Jawa Timur dan nasional untuk membeli antelmintika sangat besar yaitu masing-masing mencapai Rp 12.917.980.452, dan Rp 46.500.388.740 Diharapkan perguruan tinggi dan dinas peternakan untuk bekerja sama memberikan penyuluhan kepada peternak untuk mengurangi sedikit demi sedikit ketergantungan mereka terhadap obat-obatan kimiawi dan mulai menggunakan obat herbal. Selain itu, penyuluhan tentang adanya pencegahan tentang resistensi obat perlu diberikan kepada para peternak ayam.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih penulis sampaikan kepada KEMENRISTEKDIKTI atas dana hibah penelitian yang diberikan kepada peneliti. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Unggulan Perguruan tinggi tahun anggaran 2016.
DAFTAR PUSTAKA
[1] KEMENTRIAN PERTANIAN. 2016. Produksi telur di propinsi Jawa Timur [Online]. From:
www.kemenpan.go.id. [Accessed on: 16 September 2016]
[2] DINAS PETERNAKAN PROPINSI JAWA TIMUR. 2016. Populasi Ayam Petelur di Kabupaten Blitar.www.disnakjatim.go.id. [Accessed on: 16 September 2016]
[3] Zalizar L.,R Relawati., W Pancapalaga. 2015. Perilaku Dan Sikap Peternak Ayam Petelur Dalam Manajemen Pemberian Antelmintik.Prosiding Seminar Naional dan
Lokakarya Teknologi dan Agribisnis Peternakan di Universitas Jenderal (UNSOED), Purwokerto,30-31 Mei 2015
[4] Ridwan Y., F. Satrija, E. Novianti, E.B. Retnani, R. Tiuria. 2000. Resistensi Haemonchus contortus terhadap Albendazol pada Peternakan Domba di Bogor. Prosiding International Seminar of Soil Transmitted Helminth dan Seminar Nasional Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasitik Indonesia, 2011 Indonesia. Bali, Indonesia. 21-24 February 2000.
[5] Bartley, D.J., E. Jackson, K. Johnston, R. L. Coop, G. B. B. Mitchell, J. Sales, F. Jackson.
Seminar Nasional dan Gelar Produk | SENASPRO 2016 M. B. Molento, C. Santos. 2010. Anthelmintic efficacy and management practices in sheep
farms from the state of Rio de Janerio, Brazil. Vet. Parasitol. 170: 340–343.
[7] Zalizar L., I. D. Rahayu. 2001. Pengaruh Penggunaan Larutan Bawang Putih terhadap Penampilan Produksi Ayam Lurik Penderita Cacing parasit. Jurnal Agritek 9 (2): 874-879.
[8] Zalizar L., dan A. Maliki. 2000. Pengaruh Tingkat Pemberian Getah Pepaya (Carica papaya) Sebagai Anthelmintika Terhadap Jumlah Telur Tiap Gram Tinja (TTGT) dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Buras. Animal Production. Jurnal Produksi Ternak. Universitas Soedirman (terakreditasi). Edisi Khusus. Buku 1, Februari.
[9] Zalizar. L. 2009. Dampak Perbedaan Dosis Infeksi Ascaridia galli dan Pemberian Albendazol terhadap Jumlah Cacing Dan Bobot Hidup Ayam Petelur. Jurnal Saintek 6(1):29-33.ISSN No 1693-8917
[10] Zalizar L.2013. Flavonoids of Phylanthus Niruri as Immunomodulators A Prospect to Animal Disease Control. ARPN Journal of Science and Technology (3)5: 529-532
61