• Tidak ada hasil yang ditemukan

Embun Pagi. February 13, Bring investment to Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Embun Pagi. February 13, Bring investment to Indonesia"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Mimi Halimin +62-21-515-1141 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]

Embun Pagi

Bring investment to Indonesia

Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% dari presiden Jokowi, Indonesia harus mulai menambah tenaga dalam memacu perekonomian.

Berdasarkan data BKPM, total realisasi investasi yang terdiri dari FDI (Foreign Direct Investment) dan DDI (Domestic Direct Investment) selama Januari sampai Desember 2014 adalah sebesar IDR463.1tr, naik 16.2% dari tahun 2013 sebesar IDR398.6tr. Kenaikan tersebut ternyata jauh lebih kecil dari kenaikan realisasi investasi 2012-2013 yang tercatat sebesar 27.3%. Karena itu, menurut saya, presiden Jokowi harus memperbaiki infrastruktur dan memacu investasi di tahun 2015 dengan menarik investor untuk berinvestasi dalam bentuk FDI dan DDI. Berbicara tentang investasi dalam bentuk direct investment, pikiran saya langsung tertuju kepada lahan industri dan bisnis konstruksi. Salah satu emiten yang mempunyai unit usaha lahan industri dan kontraktor adalah PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

SSIA memiliki tiga segmentasi bisnis yaitu konstruksi, properti (industrial estate, real estate dan rental property) dan hospitality. Sebagai informasi, anak usaha SSIA di bidang konstruksi adalah PT Nusa Raya Cipta Tbk, yang juga merupakan perusahaan publik dengan kode NRCA. Berdasarkan laporan keuangan 3Q2014, sebesar 74.2% pendapatan SSIA disumbang dari bisnis jasa konstruksi, 14.5% disumbang dari bisnis hotel, 7.5% disumbang bisnis tanah kawasan industri, sedangkan 3.8% nya disumbang dari lain-lain.

Beberapa proyek dari usaha konstruksi NRCA adalah pembangunan Cikampek- Palimanan Toll Road (diperkirakan beroperasi di Juli 2015), Ciputra World 2 Jakarta, dan lain-lain, dengan kontribusi terbesar ke revenue berasal dari pembangunan high rise building.

Untuk bisnis lahan industri, SSIA memiliki 1,400ha lahan di Karawang, Jawa Barat (55km dari Jakarta, 65km dari pelabuhan Tanjung Priok). Dari total lahan tersebut, SSIA hanya menyisakan 110ha untuk dijual. Selama 2014, perusahaan berhasil menjual 22.8ha di Karawang dengan ASP USD135/sqm. Sedangkan untuk tahun 2015, SSIA menargetkan penjualan 60ha lahan industri di Karawang dengan target konservatif ASP USD150/sqm. Selain itu, SSIA juga sudah mempunyai 2,000ha land permits di Subang, Jawa Barat (84km dari Jakarta dan akan mempunyai direct exit dari tol Cikampek-Palimanan). Dari 2,000ha land permit tersebut, SSIA baru mengakuisisi sebesar 100ha sampai awal 2015. SSIA menargetkan akan bisa mengakuisisi 500ha sampai akhir 2015.

Selama tahun 2014, perseroan diestimasikan akan membukukan penjualan sebesar IDR4-4.5tr dengan bottom line di IDR300-350bn. Sedangkan untuk tahun 2015, SSIA menargetkan menggapai pendapatan IDR5–5.5tr (+25% vs 2014F) dengan bottom line IDR500-550bn (+67% vs 2014F), potensi pendapatan berasal dari penjualan lahan industri di Karawang karena permasalahan lahan yang sudah selesai.

Berdasarkan revenue dan net profit yang ditargetkan masing-masing +25%

dan 67% pada 2015F, kami menyarankan investor untuk mulai memperhatikan SSIA. Saat ini SSIA diperdagangkan di 12.6x 2015F P/E, lebih rendah dari industri, dimana property index diperdagangkan di 14.4x 2015F P/E.

Market Index

Last Trade Chg (%) MoM YoY

JCI 5,343.4 0.1 2.3 18.8

MSCI EM 971.2 1.0 0.6 0.8

HANG SENG 24,422.2 0.4 0.4 9.7

KOSPI 1,945.7 -0.2 1.5 1.0

FTSE 6,828.1 0.1 4.9 2.1

DJIA 17,972.4 0.6 1.3 11.9

NASDAQ 4,857.6 1.2 2.9 14.3

Key Rates

Last Trade Chg (bps) MoM YoY

Policy Rate 7.75 0 25 25

3yr 6.98 8 -48 -63

10yr 7.41 22 -44 -141

FX

Last Trade Chg (%) MoM YoY

USD/IDR 12,802.00 0.6 1.0 5.3

USD/KRW 1,097.34 0.7 1.5 3.3

USD/JPY 119.11 -1.1 1.0 16.6

USD/CNY 6.25 0.0 0.6 3.0

Commodities

Last Trade Chg (%) MoM YoY

WTI 51.2 4.9 10.1 -43.9

Gold 1,222.0 0.3 -0.7 -6.2

Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4

Palm Oil 687.5 -1.4 -6.2 -22.3

Rubber 134.2 0.0 7.0 -14.6

Nickel 14,750.0 -0.5 -2.3 2.5

Copper 5,600.0 0.1 -6.9 -21.7

Tin 18,000.0 2.0 -11.3 -21.5

JCI Index VS MSCI Emerging Markets

800 1,000 1,200

3,500 4,500 5,500

(pt) JCI MSCI EM (pt)

(2)

Local flashes

ANTM: Antam Kaji Pangkas "Rights Issue" Jadi Rp 5,3 Triliun. PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) mengkaji pemangkasan target dana hasil penawaran umum terbatas saham (rights issue) menjadi sekitar Rp 5,3 triliun dari rencana semula Rp 10,7 triliun.

Hal itu seiring penurunan rencana penyertaan modal negara (PMN) menjadi Rp 3,5 triliun dari Rp 7 triliun. Direktur Keuangan Antam Djaja Tambunan mengatakan, kepastian rencana rights issue masih perlu melewati sejumlah tahap. (Berita Satu) BMRI: Bank Mandiri bidik pendanaan US$800 juta tahun ini. PT Bank Mandiri Tbk berencana untuk membidik pendanaan sekitar US$800 juta pada tahun ini setelah DPR menolak usulan suntikan modal pemerintah, ungkap CFO Pahala Mansury. Rencana tersebut telah dimasukkan dalam anggaran Bank Mandiri 2015, tambahnya. (Reuters)

JSMR: Jasa Marga Incar Akuisisi Proyek Tol Solo-Kertosono. Operator jalan tol pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tengah mengincar untuk mengakuisisi proyek pembangunan jalan tol Solo-Kertosono sepanjang 176,7 kilometer. Sekretaris Perusahaan JSMR David Wijayatno mengakui pihaknya memang berencana untuk mengakuisisi proyek tol yang menjadi bagian dari Tol Trans Jawa. (Bisnis Indonesia) ROTI: Nippon Indosari targetkan kenaikan pendapatan 20% di 2015. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) tetap yakin terhadap kelarisan rotinya. Produsen merek Sari Roti ini menargetkan pendapatannya mampu tumbuh 20% di tahun ini. "Target 2015 minimum 20% dari pencapaian di 2014," sebut Stephen Orlando, Public Relations ROTI, Kamis, (12/2). (Kontan)

MPPA: Ekspansi, Matahari siapkan capex Rp 800 miliar. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menganggarkan belanja modal hingga Rp 800 miliar untuk ekspansi tahun ini.

Perseroan akan terus melanjutkan pembangunan baru sejumlah gerai ritelnya. Danny Kojongian, Direktur dan Sekretaris Perusahaan MPPA mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan finalisasi anggaran 2015. (Kontan)

BBRI: BRI incar pertumbuhan bisnis kartu kredit 25%. Sebagaimana kinerja positif di bidang lain di tahun 2014, kinerja bisnis kartu kredit Bank Rakyat Indonesia BRI juga terus menanjak. Sepanjang tahun 2014, BRI telah menerbitkan lebih dari 150 ribu kartu kredit. Adapun Jumlah keseluruhan Kartu Kredit yang telah diterbitkan oleh BRI sampai dengan akhir Desember 2014 sebanyak 841.252 atau meningkat 26% dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan Total Outstanding Kartu Kredit BRI yang diberikan pada tahun 2014 tumbuh 30% menjadi Rp 1,109 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 847 miliar. (Kontan)

BBNI: Investasi cabang BNI di Seoul US$ 2,82 juta. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk terus mematangkan rencana pembukaan kantor cabang baru di Seoul, Korea Selatan. Jika tidak aral melintang, kantor cabang baru BNI sudah beroperasi pada Oktober 2015. Rahmad Hidayat, Head of Financial Institutions Global Payment &

Overseas Network BNI menyebutkan, modal investasi untuk pembukaan kantor cabang baru tersebut mencapai KRW 3 miliar atau sekitar US$ 2,82 juta. (Kontan)

(3)

Technical analysis

Investor sentiment

Investor masih berfokus kepada perkembangan harga komoditas, data ekonomi dari luar negeri serta laporan keuangan emiten yang mulai keluar.

Daily Chart

Seperti yang kami perkirakan saham bergerak mixed dengan kecenderungan menguat kemarin, namun volume perdagangan mulai menyusut serta MACD mulai menurun walaupun PSAR naik dan stochastic golden cross, kami perkirakan indeks hari ini akan naik.

Intraday Chart

Indeks dibuka langsung menguat namun setelahnya mulai melemah sampai pada sesi kedua indeks mulai stabil dan naik yang disertai juga dengan kenaikan volume perdagangan. MACD akan golden cross mengikuti stochastic dan PSAR yang telah terlebih dulu.

Chart 1. Daily chart Chart 2. Intraday chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Trading Buy

Resistance 5.386

Support 5.309/5296

Close 5.343

Indicator

Stoch UP

MACD DN

PSAR UP

Volume DN

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

(4)

Stocks on our focus list

PT. Dyandra Media International Tbk (DYAN)

Pada perdagangan kemarin Saham DYAN naik 8.77% yang disertai dengan lonjakan volume perdagangan, indicator MACD masih naik sementara indicator stochastic golden cross walaupun PSAR masih memberikan signal bearish. Namun kenaikan kemarin menguaji level resistance channel turunnya di level 127. Kami perkirakan hari ini DYAN akan menguji kembali level tersebut. Strategi yang dipakai trading buy namun tetap jaga level stop loss di 122.

Recommendation Trading Buy/ Sell On Strength

Target price 127/132

Stop loss 122

Buying price 124

Close 124

Indikator

Stoch GC

MACD UP

PSAR DN

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 3. DYAN

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(5)

Saham BMTR berhasil rebound dengan tail yang cukup panjang yang disertai dengan peningkatan volume, melihat chart hourly terlihat peningkatan volume terjadi pada 2 jam terakhir perdagangan. bila melihat indicator hourly terlihat pada hari ini saham ini dapat melanjutkan rebound dengan target 1820. Trading buy namun tetap jaga stop loss di level 1735.

Recommendation Trading Buy

Target price 1820

Stop loss 1735

Buying Price 1790

Close 1790

Indikator

Stoch DN

MACD DN

PSAR DN

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 4. BMTR

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(6)

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Saham PWON mengalami penurunan namun tertahan di level supportnya. Pola yang terjadi mirip dengan pola sebelumnya dimana kemungkinan saham PWON akan rebound pada hari ini dengan target 505. Strategi yang dilakukan spekulasi buy pada harga support di 496, namun tetap jaga stop loss di level 485.

Recommendation Speculate Buy

Target price 510

Stop loss 485

Buying Price 496

Close 496

Indikator

Stoch DC

MACD DN

PSAR UP

Volume UP

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution

UP = Up OB = Overbought

DN = Down OS = Oversold

NM = Normal

Chart 5. PWON

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(7)

Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price

Note: The latest figure for India is February, 11th

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,300

11,500 11,700 11,900 12,100 12,300 12,500 12,700 12,900

4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300 5,400

11/13 11/27 12/11 12/25 1/8 1/22 2/5

(IDR)

(pt) JCI Composite Index (L)

USD/IDR (R)

0.1 1.2

2.5

19.0

-0.9

2.3

0.8

17.1

-4 0 4 8 12 16 20

1D 1W 1M 1Y

Absolute Relative (%, %p)

-76

265

74 55 22

-60 120

849

265

110 80

-280 -400

-200 0 200 400 600 800 1,000

Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India

1 Day 5 Days

(USDmn)

1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400 2,500

40 50 60 70 80 90

11/14 11/14 12/14 12/14 1/15 1/15 2/15

(USD/b) Brent (L) CPO(R) (USD)

70 75 80 85 90 95 100 105 110 115

11/14 12/14 1/15 2/15

(D-3M=100) Copper Nickel Tin

85 90 95 100 105 110 115 120 125

11/14 12/14 1/15 2/15

Silver Gold Platinum

(8)

Table. Key valuation metrics

Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*

(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14

BANKING

Bank Central Asia Tbk PT BBCA 13,900 342,705 -0.2 1.5 6.9 35.6 20.7 18.1 4.5 3.7 23.4 22.3

Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 11,775 274,750 0.2 4.7 9.5 30.8 12.7 12.3 2.4 2.3 20.9 20.3

Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 11,875 292,946 1.5 1.5 0.4 36.5 11.9 11.0 2.9 2.5 27.4 24.7 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 6,725 125,412 0.0 4.3 9.3 55.9 10.6 10.7 1.9 1.9 20.2 19.0

Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,600 44,089 -0.1 -5.7 -1.3 0.0 16.7 12.3 1.3 1.2 8.1 10.3

Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,005 23,390 0.1 0.1 0.5 -11.8 11.6 9.7 2.0 1.7 18.7 19.1 PROPERTY

Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 1,225 5,764 -2.8 5.2 14.0 58.1 17.2 12.5 2.3 1.9 15.9 18.8

Ciputra Property Tbk PT CTRP 770 4,736 -1.3 -4.9 -9.9 3.4 11.2 9.0 N/A N/A 10.2 13.9

Pakuwon Jati Tbk PT PWON 496 23,887 -2.7 -1.8 3.5 52.1 12.6 11.7 4.4 3.4 39.8 32.5

Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 635 12,477 -0.8 5.8 7.6 13.4 9.8 9.1 1.9 1.7 21.6 19.8

Bumi Serpong Damai PT BSDE 2,095 38,489 0.5 3.2 6.3 34.7 12.6 14.9 2.8 2.5 25.0 16.8

CONSTRUCTION

Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 1,105 3,768 -1.3 2.3 -3.1 54.5 23.7 19.5 4.7 4.1 21.5 20.5

Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 3,470 6,251 -0.9 -1.7 -2.9 79.8 20.8 17.0 3.6 3.0 19.8 19.5

Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 3,530 21,707 -0.7 -3.0 -2.5 77.8 33.7 26.8 5.8 5.0 18.8 19.4

Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 3,930 19,031 -0.8 -1.5 4.9 187.9 36.6 27.6 8.0 6.2 23.7 25.2

Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,790 17,412 -0.6 0.3 25.2 193.4 41.0 32.0 6.3 5.5 17.0 17.4

RETAIL & CONSUMER

Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 7,350 64,536 0.0 0.7 -1.0 5.4 15.5 13.6 2.5 2.2 15.1 15.8

Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,850 86,719 -0.3 1.4 2.2 33.1 40.9 33.9 9.2 7.9 23.5 24.3

Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,625 9,338 -1.3 -3.8 4.2 -5.9 50.9 29.3 3.6 3.3 6.9 11.7

Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 35,675 272,200 0.0 1.2 8.1 26.8 49.5 44.4 60.0 53.2 125.1 124.7

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 14,225 82,945 1.1 1.1 11.8 30.2 31.1 26.8 5.8 5.1 19.4 20.0

Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 760 5,393 -3.2 -7.3 -1.3 -44.7 13.7 12.8 1.6 1.5 12.0 11.9

Mayora Indah Tbk PT MYOR 24,300 21,733 -1.3 -2.8 13.6 -14.4 46.1 26.7 5.2 4.4 11.8 18.3

Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 765 13,120 0.7 3.4 0.7 -5.6 23.8 20.7 5.7 4.7 25.7 24.4

Gudang Garam Tbk PT GGRM 54,950 105,729 -0.6 -2.7 -8.4 23.9 20.1 17.7 3.2 2.9 17.0 16.9

Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,295 6,555 0.0 -2.6 -1.1 13.6 33.7 26.3 6.8 5.6 21.9 22.8

AUTOMOTIVE

Astra International Tbk PT ASII 7,925 320,832 0.6 5.0 10.5 19.2 16.1 14.7 3.4 3.0 21.4 20.6

Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 4,100 11,338 0.0 2.5 7.9 -20.8 42.4 19.7 2.0 1.8 1.8 6.7

Astra Otoparts Tbk PT AUTO 3,900 18,797 1.2 5.1 3.9 17.3 22.5 17.0 2.1 1.9 9.6 11.9

TELECOMMUNICATION

Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,895 291,816 1.2 2.8 1.9 29.0 18.6 17.1 4.2 3.8 23.2 22.4

XL Axiata Tbk PT EXCL 5,200 44,379 1.0 8.8 18.2 15.4 N/A 40.2 3.0 2.9 -6.1 7.0

Indosat Tbk PT ISAT 3,885 21,111 0.9 -3.5 -13.1 -3.4 20.2 28.0 1.4 1.3 -2.2 4.2

INFRASTRUCTURE

Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 7,000 47,600 -0.4 -2.4 0.0 29.6 34.2 27.1 4.9 4.3 14.9 16.1

Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 9,250 44,368 3.1 1.1 -1.9 49.2 31.1 23.6 8.4 5.4 30.7 27.1 MINING

Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 1,055 10,063 -1.4 1.9 -2.8 3.9 N/A 34.4 0.8 0.8 0.1 2.6

Timah Persero Tbk PT TINS 1,080 8,044 -2.3 -3.6 -8.9 18.8 14.6 12.2 1.5 1.4 11.0 13.3

Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 11,225 25,864 1.8 -1.3 0.2 20.1 12.3 13.0 2.9 2.6 25.1 22.1 CEMENT

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 23,400 86,141 -1.7 0.8 -5.1 4.7 16.5 15.5 3.4 3.0 21.7 20.5

Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 1,960 15,019 -0.8 1.0 -9.3 -11.7 16.6 15.3 1.6 1.5 10.1 10.2

Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 14,400 85,414 -2.2 -1.5 -10.8 -4.6 15.1 14.2 3.6 3.1 25.1 23.7 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates

(9)

Sector performance Top 10 market cap performance

Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)

Agricultural 2,283.4 0.5 BCAP IJ 1270 5,084 6.28

Mining 1,348.3 0.1 AISA IJ 2135 6,872 3.89

Basic-Industry 518.4 -0.8 SUPR IJ 8200 9,328 3.80

Miscellaneous Industry 1,374.9 0.5 TBIG IJ 9250 44,368 3.1

Consumer Goods 2,257.0 -0.1 SCMA IJ 3565 52,126 2.15

Property & Construction 558.5 -0.9 SRTG IJ 5000 13,565 2.04

Infrastructure 1,128.2 0.7 AKRA IJ 4855 19,001 2.00

Finance 762.5 0.3 PTBA IJ 11225 25,864 1.8

Trade 925.5 0.2 ITMG IJ 17400 19,661 1.75

Composite 5,343.4 0.1 CPIN IJ 3850 63,132 1.72

Source: Bloomberg

Top 5 leading movers Top 5 lagging movers

Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close

BBRI IJ 1.5 11,875 SMGR IJ -2.2 14,400

TLKM IJ 1.2 2,895 INTP IJ -1.7 23,400

ASII IJ 0.6 7,925 JRPT IJ -4.8 1,190

TBIG IJ 3.1 9,250 PWON IJ -2.8 496

SCMA IJ 2.2 3,565 GGRM IJ -0.6 54,950

Source: Bloomberg

Economic Calendar

Time Currency Detail Forecast Previous

1:30am EUR French Prelim GDP q/q 0.1% 0.3%

2:00am EUR German Prelim GDP q/q 0.3% 0.1%

2:00am EUR German WPI m/m 0.4% -1.0%

2:45am EUR French Prelim Non-Farm Payrolls q/q -0.1% -0.2%

13th-15th CNY New Loans 1355B 697B

13th-15th CNY M2 Money Supply y/y 12.1% 12.2%

4:00am EUR Italian Prelim GDP q/q 0.0% -0.1%

5:00am EUR Flash GDP q/q 0.2% 0.2%

5:00am EUR Trade Balance 21.3B 20.0B

8:30am USD Import Prices m/m -3.1% -2.5%

10:00am USD Prelim UoM Consumer Sentiment 98.2 98.1

10:00am USD Prelim UoM Inflation Expectations 2.5%

Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory

Disclaimers

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Daewoo Securities Indonesia 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Demikian juga bagi guru Sosiologi, penguasaan materi tersebut semestinya mendorong guru Sosiologi melakukan langkah-langkah pembelajaran yang inovatif yang

Menurut Brady dan Loonam (2010), Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh

(6) Apabila pagu jalur Perpindahan Tugas Orang tua tidak memenuhi ketentuan, maka sisa pagu jalur Perpindahan Tugas Orang tua akan digunakan bagi anak Guru yang

Penurunan nilai indeks plastisitas disebabkan pori-pori pada tanah telah diisi oleh abu sekam padi, yang menyebabkan sensitivitas tanah terhadap air menjadi

 Konsep rumah tangga pertanian mengalami perluasan dibanding Sensus Pertanian 1983, yaitu untuk konsep rumah tangga pertanian pengguna lahan ditambah dengan usaha

Wijayanto (2001) menyebutkan bahwa kontribusi tersebut sebesar 52 %. Selanjutnya, disebutkan bahwa dari nilai kontribusi tersebut, kontribusi terbesar diberikan oleh pendapatan

Data pelaksanaan tindakan kelas penerapan Numbered Heads Together untuk meningkatkan motivasi dan komunikasi belajar matematika pada siswa kelas VII A SMP Negeri

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa: 75% pengurus Rohis SMA Labschool Jakarta berpandangan radikalisme agama Islam adalah