1
Estimasi Arus Laut Permukaan Yang Dibangkitkan Oleh Angin Di Perairan Indonesia
Yollanda Pratama Octavia
a, Muh. Ishak Jumarang
a*, Apriansyah
ba
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Tanjungpura,
bJurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura, Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak, Indonesia
*Email : [email protected] Abstrak
Penelitian mengenai kondisi arus laut permukaan di perairan Indonesia telah dilakukan. Perhitungan arus laut permukaan menggunakan data kecepatan angin tahun 2013 s.d. 2015 yang diproses dengan menggunakan software surfer dengan menganalisis kecepatan arus laut permukaan selama empat musim.
Nilai kecepatan arus laut permukaan rata-rata musiman tertinggi terjadi pada musim timur sebesar 0,19 m/s terjadi di Laut Halmahera dan Laut Arafuru. Nilai kecepatan arus laut permukaan rata-rata musiman terendah terjadi pada musim peralihan I dengan nilai 0,05 m/s terjadi di Selat Makasar. Verifikasi penelitian membandingkan data spasial kecepatan angin dan kecepatan arus laut permukaan dari Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika(BMKG) dengan data hasil penelitian.
Kata Kunci: Arus laut permukaan, Software Surfer 1. Latar Belakang
Arus terjadi karena adanya proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan yang menyebabkan perpindahan horizontal dan vertikal massa air. Salah satu arus yang mempengaruhi perairan Indonesia adalah arus laut permukaan. Arus laut permukaan merupakan arus laut yang bergerak di permukaan. Faktor pembangkit arus permukaan disebabkan oleh adanya angin yang bertiup diatasnya. Tenaga angin memberikan pengaruh terhadap arus permukaan (atas) sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri. Kecepatan arus ini akan berkurang sesuai dengan makin bertambahnya kedalaman perairan sampai pada akhirnya angin tidak berpengaruh pada kedalaman 200 meter[1].
Kondisi arus laut permukaan tahun 2002 s.d.
2009 di Perairan Indonesia berdasarkan
perhitungan berkisar 4,5 s.d. 5,5 m/s[8].
Sedangkan tahun 2009 s.d. 2012 selama kurun waktu 4 tahun rata-rata kecepatan arus laut permukaan di Perairan Indonesia berdasarkan perhitungan berkisar 2,00 s.d. 2,50 m/s[4].
Hasil penelitian yang kurang signifikan sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya secara periodik dengan metode inverse distance weighted .
2. Metodologi 2.1 Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kecepatan angin di Perairan Indonesia pada tahun 2013 s.d 2015 dalam format binner GDR (Geophysical Data Record) yang diproduksi oleh NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) yang diakses melalui situs http://data.nodc.noaa.gov/.
Gambar 1. Peta lokasi penelitian [2]
2 2.2 Perhitungan Nilai Kecepatan Arus
Selanjutnya melakukan proses perhitungan kecepatan arus permukaan dengan persamaan sebagai berikut [3]:
U =
𝑇√𝐴𝑧 𝜌𝑎𝑖𝑟2𝑓
(1)
Dengan nilai kecepatan arus laut permukaan dalam arah x dan y dapat diperoleh menggunakan persamaan:
U𝑥 =
𝜌𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 c 𝑊𝑥2√𝐴𝑧 𝜌𝑎𝑖𝑟2𝑓
(2) U𝑦 =
𝜌𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 c 𝑊𝑦2√𝐴𝑧 𝜌𝑎𝑖𝑟2𝑓
(2) dengan ;
T = 𝜌
𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎c 𝑊
2f = 2Ω sin 𝜃 dimana ;
U = Kecepatan arus laut permukaan (m/s) T = Tegangan angin permukaan (m/s) 𝜌
𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎=Densitas Udara (1,25 kg/m
3) 𝜌
𝑎𝑖𝑟= Densitas Air (1000 kg/𝑚
3)
c = Parameter tingkat turbulensi fluida (1,4 x 10
-3)
W
x y= Kecepatan Angin dalam arah x dan y (m/s)
f = Parameter Coriolis
Az =Konstanta viskotas Eddy (1,3 x 10
-4kg/ms)
Ω = Besar kecepatan sudut rotasi bumi yang merupakan sudut yang ditempuh selama sehari atau 2π dibagi hari sideris 23 jam 56 menit atau 86160 detik sehingga, Ω =
2Ω86160