Bab 24 Tanda Kemunafikan
Teks penuh
(2) 24 Bab 24 Tanda Kemunafikan Penjelasan : Masih berkaitan dengan bab sebelumnya, sekarang disini akan dibahas tantang kemunafikan, dimana para ulama kita membagi Nifak menjadi 2(dua macam) yaitu : 1. Nifak I’tiqod, yaitu nifak besar dimana pelakunya menampakkan Islam dan menyembunyikan kekufurannya. perbuatan ini mengeluarkan pelakunya dari Islam dan di akhirat akan mendapatkan siksa neraka yang paling bawah kekal abadi. Allah berfirman :. ! ' # $
(3) % &
(4) !" . “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka”. (QS. An Nisaa (4) :145). 2. Nifak ‘Amali, yaitu melakukan suatu amalan kemunafikan, namun masih adanya keimanan dalam hatinya, perbuatan ini tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, sekalipun ini dapat menjadi pengantar kepada kemunafikan, jika ia sangat sering melakukan perbuatan ini, maka jadilah ia seorang munafik tulen. Dalilnya akan dibawakan oleh Imam Bukhori dalam bab ini. Demikian penjelasan secara ringkas, yang kami sadur dari bukunya Syaikh Fauzan “Kitabut Tauhid (hal. 16-18)”. Imam Bukhori dalam bab ini, ingin menjelaskan tentang nifak ‘Amali dimana belum sampai mengeluarkan pelakunya dari keimanannya. Sehingga dari penjelasan-penjelasan sebelumnya, menjadi jelas kepada kita bahwa perbuatan-perbuatan yang disebutkan oleh syariat sebagai lawan dari keimanan, tidak serta merta menjadikan pelakunya keluar dari Islam, namun perlu ada perinciannya. Tapi bukan berarti ketika perbuatan tersebut tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, boleh bagi seseorang untuk bermudah-mudahan dalam melakukannya, sebab itu adalah termasuk dosa besar yang pelakunya terancam dengan siksa yang sangat keras..
(5) Berkata Imam Bukhori :. ./
(6) 14 9/
(7) ' 8 ' 0 7 )
(8) !"* 2
(9)
(10) 3 14 $
(11) 5 6 ' #+ , % )
(12) !"* 2
(13)
(14) 3 0 ,!1 ./
(15) + , -
(16) % )
(17) !"* 33 L. J
(18) K
(19) H
(20) !"*
(21) I H G
(22) )
(23) + = F » 2
(24)
(25) 3 C-%D ;,- B 9-A ?9@! ' <
(26) 1 =1 > 9/
(27) ' ; ,/
(28) ' #4 , : % «
(29) N ' OP
(30) ID L M. -
(31) N /
(32) " D
(33) ID. Hadits no. 33 “Haddatsanaa Sulaiman Abur Robii’ ia berkata, haddatsanaa Ismail bin Ja’far ia berkata, haddatsanaa Naafi’ bin Maalik bin Abi Aamir Abu Suhail dari Bapaknya dari Abu Huroiroh dari Nabi Beliau bersabda : “Tanda orang Munafik ada 3 (tiga) : jika berbica berdusta, jika berjanji mengingkari dan jika diamanati berkhianat”.. Penjelasan biografi perowi hadits : 1.. 2.. Nama Kelahiran Negeri tinggal Komentar ulama. Hubungan antar perowi. Abur Robii’ Sulaiman bin Dawud Al ‘Itkiy Wafat tahun 234 H di Bashroh Baghdad Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Mai’in, Imam Abu Hatim, Imam Abu Zur’ah, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Hibban. : Ismail bin Ja’far adalah salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.. Nama Kelahiran Negeri tinggal Komentar ulama. : : : :. Hubungan antar perowi. 3.. Nama Kelahiran. : : : :. Abu Ishaq Ismail bin Ja’far bin Abi Katsir Wafat tahun 180 H di Baghdad Madinah Ditsiqohkan oleh Imam Ibnul Madini, Imam Ahmad, Imam Ibnu Mai’in, Imam Abu Hatim, Imam Abu Zur’ah, Imam Ibnu Sa’ad, Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Hibban. : Naafi’ adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.. : Abu Suhail Naafi’ bin Malik bin Abi Aamir : Wafat lebih dari tahun 140 H.
(34) Negeri tinggal Komentar ulama Hubungan antar perowi. 4.. 5.. Nama Kelahiran Negeri tinggal Komentar ulama. : Madinah : Tabi’I pertengahan. Ditsiqohkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Hatim, Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Hibban. : Malik bin Abi Aamir adalah Bapaknya dan juga salah seorang gurunya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi. : : : :. Abu Anas Malik bin Abu Aamir Wafat tahun 74 H Madinah Tabi’I besar. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Sa’ad, Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Hibban. Hubungan antar : Abu Huroiroh adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh perowi Imam Al Mizzi. Abu Huroiroh telah berlalu biografinya pada hadits no. 9. (Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar). Berkata Imam Bukhori :. ; - " @ ' V 4 D1W ' <
(35) !1 ' ; - " @ ' S UT ' + ,$ % )
(36) !"* 2
(37)
(38) 3
(39) @ ' + R. ,@3
(40) )
(41) !"* 34 ; , [ 7
(42) K ' D L ZR N Y
(43)
(44) K ; , !'K+ ' 0X /
(45) » 2
(46)
(47) 3 C-%D ;,- B 9-A !9@! /
(48) D41 ' L " ]
(49) " >
(50) ID . J
(51) K
(52) H
(53) !"*
(54) ID
(55) N ' OP
(56) I : " = 9!\* V
(57) $? ' G -
(58) R N ; , [ 7
(59) K !': G -
(60) R N. S UT ' + @ 5 ` ; 5 O . « 1 ^.
(61) C A. N
(62) ID. Hadits no. 34 “Haddatsanaa Qobiishoh bin ‘Uqbah ia berkata, haddatsanaa Sufyan dari Al A’masy dari Abdullah bin Murroh dari Masruuq dari Abdullah bin Amr bahwa Nabi bersabada : “ada 4 (empat) hal barangsiapa terdapat dalam dirinya 4 hal ini, maka ia adalah seorang Munafik tulen. Barangsiapa yang ada pada dirinya salah satu dari 4 hal tersebut, maka pada dirinya terdapat bagian kemunafikan sampai ia meninggalkannya, yaitu : jika diamanati berkhianat, jika berkata berdusta, jika berjanji berkhianat dan jika bermusuhan curang”. Syu’bah memutaba’ahi Sufyan dalam riwayat dari Al A’masy..
(63) Penjelasan biografi perowi hadits : 1.. Nama Kelahiran Negeri tinggal Komentar ulama. Hubungan antar perowi. 2.. Nama Kelahiran Negeri tinggal Komentar ulama. Hubungan antar perowi. : : : :. Abur Aamir Qobiishoh bin ‘Uqbah Wafat tahun 215 H Kufah Ditsiqohkan oleh Imam Ahmad, Imam Ibnu Mai’in dan Imam Ibnu Hibban. Imam Abu Hatim berkata : “ia shoduq, aku tidak pernah melihat ahlu hadits yang ia hapal dan menyampaikan hadits dengan satu lafadz tanpa adanya perubahan selain Qobiishoh”. : Sufyan adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.. : : : :. Abu Abdillah Sufyan bin Sa’id bin Masruuq Ats-Tsauri Lahir 97 H wafat tahun 161 H Kufah Imam Syu’bah, Imam Sufyan bin Uyyainah dan selainnya berkata, bahwa Sufyan Ats-Tsauri adalah Amirul Mukminin fil hadits : Al A’masy adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.. 3.. Al A’masy penjelasannya pada bab sebelumnya hadits no. 32. 4.. Nama Kelahiran Negeri tinggal Komentar ulama. Hubungan antar perowi. 5.. Nama Kelahiran Negeri tinggal. : : : :. Abdullah bin Murroh Wafat sebelumi tahun 100 H Kufah Tabi’I pertengahan. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Abu Zur’ah, Imam Ibnu Sa’ad, Imam Nasa’I, Imam Al’ijli dan Imam Ibnu Hibban. : Masruq adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh Imam Al Mizzi.. : Abu Aisyah Masruuq ibnu Ajda’ : Wafat tahun 74 H : Madinah.
(64) Komentar ulama. 5.. : Tabi’I besar. Ditsiqohkan oleh Imam Ibnu Ma’in, Imam Ibnu Sa’ad, Imam Al’Ijil dan Imam Ibnu Hibban. Beliau adalah Imamnya Tabi’in. Hubungan antar : Abdullah bin Amr adalah salah seorang gurunya dan tinggal senegeri dengannya, sebagaimana ditulis oleh perowi Imam Al Mizzi. Abdullah bin Amr telah berlalu biografinya pada hadits no. 10. (Catatan : Semua biografi rowi dirujuk dari kitab tahdzibul kamal Al Mizzi dan Tahdzibut Tahdzib Ibnu Hajar). Kedukan sanad : Sebagian ulama mengkritik haditsnya Qobiishoh bin ‘Uqbah jika berasal dari riwayatnya Sufyan Ats-Tsauri, karena beliau rohimahulloh mendengar Imam Sufyan ketika masih berumul kecil, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Ma’in. namun sebagian ulama membela haditsnya dari Sufyan, seperti Imam Al Fadhl bin Sahl Al A’roj yang berkata : “Qobiishoh. meriwayatkan dari Ats-Tsauri atas perwaliannya satu pelajaran satu pelajaran sampai hapal”. Imam Nawawi juga memastikan hadits beliau dari Imam Ats-Tsauri dengan perkataannya : “Qobiishoh tsiqoh dan shoduq, banyak sekali haditsnya dari Ats-Tsauri”. Disamping itu juga hadits ini memiliki Mutaba’ah yang lain yang menguatkan Sufyan Ats-Tsauri yaitu Imam Syu’bah yang meriwayatkan juga dari Imam Al A’masy. Riwayatnya ditakhrij Imam Bukhori (no. 2459) dari Bisyr bin Khoolid akhbaronaa Muhammad dari Syu’bah dari Al A’masy dan seterusnya. Bisyr dan Muhammad bin Ja’far Ghundar dapat dilihat biografinya pada hadits no. 32. Selain itu juga Imam Bukhori mendatangkan penguat lain pada hadits (no. 3178) dari jalan Qutaibah bin Sa’id haddatsanaa Jariir dari Al A’masy dan seterusnya. Qutaibah biografinya dapat dilihat pada hadits no. 28. Adapaun Jariir bin Haazim (W. 170 H) dinilai oleh Al Hafidz dalam “At Taqriib”, tsiqoh. Sedangkan mutaba’ah untuk Qobiishoh yang mengambil dari AtsTsauri terdapat dalam riwayat Muslim (no. 219) dari jalan Zuhair bin Harb haddatsanaa Wakii’ haddatsanaa Sufyan dari Al A’masy dan seterusnya. Zuhair bin Harb dinilai Al Hafidz (At Taqriib), Tsiqoh tsabat. Sedangkan Waki ibnul Jarooh adalah Imam Ahli hadits yang masyhur..
(65) Penjelasan Hadits : 1. Pendusta adalah sifat yang melekat kepada diri orang munafik, Allah berfirman :. . " : b = ; - D ; +.%1
(66) 8. !7 C -
(67) 5 = ; - D ; - 2+ .%1
(68) 8. !7 " : b 7 .+
(69) 3
(70) .+ aT 6
(71) I
(72) .I
(73) c
(74) “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta”. (QS. Al Munafiquun (63) : 1).. 2.. Orang munafik senantiasa menyebarkan berita-berita bohong ditengahtengah kaum Muslimin, Allah berfirman :. 8. 7 D D ^=
(75) !C)+ C : 8. != 1 f
(76) ="
(77) .+$6 1 D e X 1 C : .+-3+ ' =J D
(78) .+ ; \ = C
(79) ' d
(80) Y-,-3
(81) :, “Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang- orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar”. 3.. (QS. Al Ahzab (22) : 60). Mengingkari janji adalah kebiasan orang-orang munafik, dahulu mereka pernah berjanji kepada Yahudi untuk memerangi Rosulullah dan para sahabatnya , namun ketika melihat kekuatan tentara Islam, mereka pun lari tidak jadi memberikan bantuan kepada Yahudi yang sebelumnya mereka telah janjikan. Demikianlah sifat mereka, Allah berfirman :.
(82) D C c+ 5 !'6 1 h
(83) C \6 1 N /+ ' d
(84) \c # > /
(85) ' D1$
(86) K
(87) ' =J C : 7 .N g
(88) .+.+= .+
(89) 7 ' =J 9
(90) 1 O C
(91) /
(92)
(93) .61 h =
(94) .61 N /+ ' d
(95) (11)
(96) .I
(97) c
(98) C : !7 " : b = ; - D C c+ !71 R
(99) C \- O.+3 D Z" /
(100) Z"* /
(101) C c+ , 0 ,i7 (12)
(102) D1R. =
(103) !C)+ n &
(104) !'m. ,
(105) C > D1R. 7 ' d
(106) D C : 7 D1R =
(107) .+-O.+3 ' d
(108) D C : 5 . “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudarasaudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu." Dan Allah menyaksikan bahwa Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta..
(109) Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tidak akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang; kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan”. (QS. Al Hasyr (59) : 11-12). 4.. Orang-orang munafik suka menipu Allah dan kaum Mukminin, namun tipu daya mereka akan berbalik untuk diri-diri mereka sendiri, bahkan Allah akan membalas tipu daya mereka, sedangkan kaum Mukminin tidak dirugikan sama sekali dengan tipu daya mereka. Allah berfirman:.
(110) D15 b = D C : W. $+ 7/
(111)
(112) ." h = D . FT ' =J D ; -
(113) .n h= “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya. menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar”. (QS. Al Baqoroh (2) : 9)..
(114) D p. !
(115) Doa 1= 9
(116) WK+ .
(117) 3 <
(118) -!R 9
(119) .
(120) 3
(121) ID C : n N . > D ; -
(122) .n h= . Y-,-3
(123) ; -
(124) D1K+ J =. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah 5.. kecuali sedikit sekali”. (QS. An Nisaa (4) : 142). Orang-orang munafik kebiasan mereka suka berkhianat. Allah berfirman :. e 1 &
(125)
(126)
(127) .\?,@ = u \c = ; - D 2+ .+O tJ 1 , ]
(128) C : G $
(129) s
(130) q [. !, " ' Dr1
(131) Ig
(132) G
(133) q
(134) .+.+= D. Y-,KD ; - 9
(135) $K
(136) D ; - 9
(137) - # K. O D C : . “Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat." Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung”. (QS. An Nisaa (4) : 6.. 81). Orang-orang Munafik senang berteman dengan orang Kafir, padahal Allah dan Rosul-Nya memerintahkan mereka untuk berteman dengan kaum Mukminin serta tidak menjadikan orang kafir teman setia. Allah berfirman :.
(138)
(139) .f\ @ = /
(140) . w Dn ' aT ,D /
(141) ' =1
(142) c
(143) D+Jh !\= ' =J (138) Z,/
(144) Z
(145) J C :
(146) &
(147) . 1 ?b. (139) Z5,6 ; - <
(148) !x5 g
(149) <
(150) !x5 C > " “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah”. (QS. An 7.. Nisaa (4) : 138-139). Kebiasan berkhianat adalah sifat yang melekat kepada diri-diri orang kafir. Allah berfirman :. D1KI+ ! ~* .W7 D ; 5 } . ' C - c
(151)
(152) .+?1|. = Y , %
(153) 3 C : .+-3+ - 5 6 D C > !5
(154) C : 3
(155)
(156) {, C : z 7 @
(157) C : Y-,-3
(158) C : s N 9
(159) - 0 - iO 2+ xO
(160) D ; “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka 8.. kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat)”. (QS. Al Maidah (5) : 13). Allah sangat membenci seseorang yang senang bermusuhan. Nabi bersabda :. C R h. "
(161) UT ; - 9
(162) 2 6?1 . f /
(163) “Sesungguhnya manusia yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang suka 9.. bermusuhan”. (HR. Bukhori no. 2457 dari Aisyah ). Sifat berdusta adalah bukan sifatnya orang Mukmin. Allah berfirman :.
(164) .I
(165) c C > 8. d
(166) D+/D ; - = T
(167) . w =
(168) ' =J . J c
(169) t1\ $ = !7 “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta”. (QS. An Nahl (16) : 105). 10. Ada suatu hal yang terkadang akhirnya membuat seseorang berdusta dan mengingkari janji, yaitu banyak berhutang. Aisyah berkata :. 1 @
(170)
(171) J ' 8. I+ ./
(172) 9?7 !C: - » <
(173) !R 9 ." =
(174)
(175) K C-%D ;,- B 9-A ; - 2
(176) .% /T 8. I+ ./
(177) 9?7 !C: - L \ D ,| \ ' 8. I+ ./
(178) D L 2 !6!" ,W \ ' 8. I+ ./
(179) D.
(180) H
(181) !"* 1 ]
(182)
(183) I #
(184) 6 !1 » 2
(185)
(186)
(187) 1 f ' J+ ,5\ W O 1 {
(188) K /
(189) #G s
(190) 3 ;
(191) 2
(192)
(193)
(194) . « 1 f D C )
(195) & ' «M. -
(196) N &
(197)
(198) " D D L . J
(199) c
(200)
(201) “Rosulullah sering berdoa dalam sholatnya : Allahumma, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, fitnah Al Masih Dajal, fitnah kehidupan dan kematian dan aku berlindung dari perbuatan dosa dan hutang. Ada yang bertanya kepada Beliau , kenapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang? Jawab Nabi : seseorang jika berhutang ia akan berbicara (ketika ingin berhutang) dengan dusta dan ia berjanji (ketika akan mengembalikan) namun mengingkarinya”. (Muttafaqun alaih)..
(202)
Dokumen terkait
Konsep yang diterapkan pada rumah sakit unggul karsa medika ini ialah seperti rumah sakit pada umumnya, namun pada pembagian zona akan sedikit berbeda dimana rumah sakit
Penelitian terhadap ROA sesuai dengan hipotesis yang diajukan yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan ROA (Return on Assets) bank sebelum dengan setelah
Manusia adalah termasuk makhluq yang berkembang, dalam perkembangan bentuknya mungkin banyak kesamaan dengan makhluq lain, seperti dimulai kecil,lalu tumbuh jadi
“Terdapat pengaruh bimbingan kelompok terhadap tingkat percaya diri siswa yang mengalami masalah pendidikan dan pelajaran di kelas XI IPS SMAN 2 Pekanbaru” Dari hasil
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi karakter nasionalisme pada film Soegija, Analisis Isi untuk Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan
Imam Ahmad, Imam Ibnu Ma’in, Imam Ibnu Sa’ad dan selainnya mensifati Umar bin Ali sebagai rowi yang Mudallis.. : Ma’na bin Muhammad adalah salah seorang gurunya, sebagaimana
Ditsiqohkan oleh Imam Ahmad, Imam Ibnu Ma’in, Imam Nasa’I, Imam Abu Hatim, Imam Al’ijli dan Imam Ibnu Hibban : Abu Sholih Dzakwan adalah gurunya, sebagaimana dinukil oleh Imam
Ditakhrij haditsnya oleh Imam Daruquthni, Imam Baihaqi dan Imam Abu Said ibnul ‘Arobi dalam Mu’jamnya 2/94 serta Imam Uqoili dalam Ad Dhuafa 460 semuanya dari jalan Ibnu