• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu

Penelitian ini direncanakan akan menggunakan waktu selama 2 (dua) bulan, dimulai pada tanggal 01 November 2014 sampai dengan 30 Desember 2014.

2. Tempat Penelitian

Tempat penelitian akan dilakukan terhadap 24 SKPD yang berada dilingkungan Pemerintah Daerah Kota Serang. Dan peneliti hanya akan mewawancarai kepala bagian keuangan atau bendahara program atau pejabat yang berwenang lainnya dari masing-masing SKPD.

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan pada penilitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.

1. Metode Deskriptif

Menurut Whintney (1960), metode deskriptif adalah pencarian fakta

dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajarai masalah-

masalah dalam masyarakat serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat

serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan,

sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang

berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.Dalam metode

deskriptif, peneliti bisa saja membandingkan fenomena-fenomena tertentu

(2)

sehingga merupakan suatu setudi komparatif. Adakalanya peneliti mengadakan klasifikasi, seerta penelitian terhadap fenomena-fenomena dengan menetapkan suatu standar atau suatu norma tertentu sehingga banyak ahli menamakan metode deskriptif ini dengan nama survei normatif (normative survey). Dengan metode deskriptif ini juga diselidiki kedudukan (status) fenomena atau factor dan melihat hubungan antara satu factor dengan factor yang lain. Karenanya, metode deskriptif juga dinamakan studi status (status study).

Metode deskriptif juga ingin mempelajari norma-norma atau setandar- setandar, sehingga penelitian deskriptif ini disebut juga survey normative.Dalam metode deskriptif dapat diteliti masalah normative bersama-sama dengan masalah setatus dan sekaligus membuat perbandingan-perbandingan antar fenomena. Studi demikian dinamakan secara umum sebagai studi atau penelitian deskriptif. Prespektif waktu yang dijangkau dalam penelitian deskriptif, adalah waktu sekarang, atau sekurang-kurangnya jangka waktu yang masih terjangkau dalam ingatan responden.

Menurut Sugiono (2011), metode penelitian deskriptif adalah sebuah

penelitian yang bertujuan untuk memberikan atau menjabarkan suatu

keadaan atau fenomena yang terjadi saat ini dengan menggunakan prosedur

ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual”. Sedangkan, Sukmadinata

(2006) menyatakan bahwa metode penelitian deskriptif adalah sebuah

(3)

metode yang berusaha mendeskripsikan, menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi atau tentang kecenderungan yang sedang berlangsung.

Dari kedua pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa metode penelitian deskriptif adalah sebuah metode yang digunakan untuk mendeskripsikan, menginterpretasikan sesuatu fenomena, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual.

Menurut Sujana danIbrahim (1989:65), penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusahamendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang.Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada pemecahan masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan. Peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatiannya, kemudian menggambarkan atau melukiskannya sebagaimana adanya, sehingga pemanfaatan temuan penelitian ini berlaku pada saat itu pula yang belum tentu relevan bila digunakan untuk waktu yang akan datang, karena itu tidak selalu menuntut adanya hipotesis.

Hal tersebut didukung oleh pernyataan Etna Widodo dan Mukhtar

(2000) bahwa penelitian deskriptif kebanyakan tidak dimaksudkan untuk

menguji hipotesis tertentu, melainkan lebih pada menggambarkan

(4)

apadanya suatu gejala, variabel, atau keadaan. Namun demikian, tidak berarti semua penelitian deskriptif tidak menggunakan hipotesis.

Penggunaan hipotesis dalam penelitian deskriptif bukan dimaksudkan untuk diuji melainkan bagaimana berusaha menemukan sesuatu yang berarti sebagai alternatif dalam mengatasi masalah penelitian melalui prosedur ilmiah.

Penelitian deskriptif tidak hanya terbatas pada masalah pengumpulan dan penyusunan data, tapi juga meliputi analisis dan interpretasi tentang arti data tersebut. Oleh karena itu, penelitian deskriptif mungkin saja mengambil bentuk penelitian komparatif, yaitu suatu penelitian yang membandingkan satu fenomena atau gejala dengan fenomena atau gejala lain, atau dalam bentuk studi kuantitatif dengan mengadakan klasifikasi, penilaian, menetapkan standar, dan hubungan kedudukan satu unsur dengan unsur yang lain.

2. Penelitian Deskriptif Kualitatif

Menurut Sugiyono (2012:13) bahwa : Metode penelitian kualitatif adalah

metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,

digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai

lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument

kunci,teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan),

analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan

makna generalisasi.

(5)

Adapun dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis data kualitatif. Proses analisis data secara kualitatif dimulai dengan menelaah data yang diperoleh dari berbagai sumber atau informasi,baik melalui wawancara maupun studi dokumentasi. Data tersebut terlebih dahulu dibaca, dipelajari, ditelaah, kemudian dianalisis. Setelah itu menganalisis isi ekspresi baik verbal maupun non verbal sehingga dapat ditemukan temanya, kata kunci dan alur kontekstual yang menjelaskan apa yang terjadi di balik suatu fenomena ataupun ucapan. Untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi berkaitan dengan pengambilan sampel dan teknik wawancara digunakan triangulasi. Teknik ini bertujuan untuk melakukan pengecakan ulang dengan cara mengkombinasikan berbagai jenis metode kualitatif sehingga data yang diperoleh akan lebih konsisten, tuntas dan pasti.

3. Jenis-jenis Penelitian Deskriptif

Ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat dan waktu penelitian yang akan dilakukan, penelitian desekriptif dapat dibagi atas beberapa jenis yaitu:

a.

Metode survey,

b.

Metode deskriptif berkesinanbungan (Continuity deskrptive),

c.

Penelitian Studi kasus,

d.

Penelitian analisis pekerjaan dan aktivitas,

e.

Penelitian tindakan (action research),

f.

Penelitian perpustakaan dan documenter.

(6)

Dari enam jenis penelitian deskriptif ini, peneliti akan mengambil jenis penelitian analisis pekerjaan dan aktivitas untuk menggali gambaran terkait tekanan eksternal dan komitmen manajemen dalam mengoptimalkan transparansi pelaporan keuangan pada Pemerintah Kota Serang.

C.

Instrumen Penelitian 1. Peneliti Sendiri

Menurut Sugiyono (2012:105) peneliti akan menjadi instrument paling dominan,karena dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan key instrument atau instrument utama. Beradasarkan hal tersebut dalam penelitian ini penulislah yang menjadi instrument penelitian. Oleh karena itu,peneliti sebagai instrument juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.Validasi terhadap peneliti sebagai instrument meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif,penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti,kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistik.

2. Kuisioner

Kuisioner merupakan lembaran-lembaran yang berisi beberapa

pertanyaan dan pilihan jawaban. Kuisioner itu sebagai alat bantu peneliti

dalam mewawancarai para responden agar data dengan mudah dan efektif

bisa digali secara utuh dan menyeluruh.

(7)

D.

Data

1. Sumber Data

Sumber data yang akan dikumpulkan oleh peneliti adalah data primer yang diperoleh langsung dari Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan atau Bendahara Program di SKPD-SKPD Pemerintah Kota Serang. Dalam penelitian ini,penulis menggunakan data primer yang berasal dari hasil wawancara dengan seluruh responden.

2. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah berupa wawancara untuk pendekatan kualitatif atau mengisi kuisioner.Kuesioner diantarkan langsung dan ditujukan kepada responden yaitu pejabat kepala bagian keuangan atau bendahara yang terdapat di masing SKPD pada Pemerintah Kota Serang.Wawancara dilakukan dengan bertatap muka (face to face) langsung dengan responden.Wawancara dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang luas dan lebih rinci tentang fenomena isomorfisme yang meliputi tekanan eksternal dan komitmen manajemen yang dapat mempengaruhi terhadap adanya atau belum tumbuhnya penerapan transparansi pelaporan keuangan di SKPD-SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Serang.

3. Metode Analisis Data

Teknik Pengolahan Data disebut juga teknik analisis data.Melalui teknik pengolahan

data maka data mentah yang telah dikumpulkan peneliti menjadi berguna.Analisis

data sangat penting dalam mengolah data yang sudah terkumpul untuk diperoleh arti

dan makna yang berguna dalam pemecahan masalah (problem solving).

(8)

Menurut Bogdan dalam Sugiyono (2012:332) menyatakan bahwa :

Data analysis is the process of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of the to enable you present what you have discovered to others. ( Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, pencatatan lapangan, dan bahan- bahan lain,sehingga dapat mudah dipahami dan semuanya dapat diinformasikan pada orang lain).

Sugiyono (2012 :333) menyatakan bahwa analisis data adalah : Proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, pencatatan lapangan, kategori menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan maupun kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Berdasarkan definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa analisis data merupakan suatu proses mengolah data untuk menjadi informasi yang bermakna dalam pemecahan masalah dan pemahamannya tidak hanya untuk pribadi melainkan untuk orang lain juga.

Adapun kegiatan-kegiatan tersebut menggunakan analisis dengan model interaktif sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2012 : 334) terdiri dari 3 (tiga) tahap yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.

Adapun penjelasan ketiga tahap tersebut sebagai berikut :

(9)

1. Data Reduction

(Reduksi data) Tahap ini merupakan proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang berlangsung terus menerus selama penelitian berlangsung melalui tahapan pembuatan ringkasan, memberi kode, menelusuri tema dan menyusun ringkasan. Tahap reduksi data yang dilakukan penulis adalah menelaah secara keseluruhan data yang dihimpun dari lapangan mengenai Analisis Tekanan Eksternal dan Komitmen Manajemen dalam Mengoptimalkan Transparansi Pelaporan Keuangan pada Pemerintah Kota Serang, kemudian memilah-milahnya dalam kategori tertentu.

2. Data Display (Penyajian Data)

Setelah data direduksi,tahap selanjutnya adalah penyajian data. Pada tahap ini data yang telah dipilah-pilah diorganisasikan dalam kategori tertentu dalam bentuk tabel (display data) agar memperoleh gambaran secara utuh.

Penyajian data dilakukan dengan cara penyampaian informasi berdasarka data yang dimiliki dan disusun secara runtut dan baik dalam bentuk naratif, sehingga mudah dipahami. Adapun dalam tahap ini peneliti membuat rangkuman secara deskriptif dan sistematis mengenai transparansi pelaporan keuangan di Kota Serang dapat diketahui dengan mudah.

3. Conclusion Drawing (Verifikasi Data)

Setelah dilakukan penyajian data, tahap selanjutnya adalah verifikasi data.Melalui

tahap ini peneliti ingin melihat kebenaran hasil analisis untuk melahirkan

(10)

kesimpulan yang dapat dipercaya dengan caramembandingkannya dengan bukti- bukti yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.

Secara keseluruhan, metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan

konten analisis (content analysis) atas transkrip wawancara maupun kuisioner

yang telah dibuat.Konten analisis (content analysis) adalah sebuah metode

penelitan yang berkaitan dengan pengamatan yang digunakan untuk mengevaluasi

konten-konten simbolis secara sistematis atas semua bentuk komunikasi yang

direkam (Kolbe dan Burnett, 1991). Analisis konten (content analysis) dapat

digunakan untuk menganalisis surat kabar, website, iklan, rekaman wawancara,

dan sebagainya. Untuk melakukan analisis konten pada teks transkrip wawancara,

teks pada transkrip dikodifikasi kedalam kategori-kategori yang sudah ditentukan,

yaitu tekanan eksternal dan komitmen manajemen. Berdasarkan kategori tersebut,

peneliti akan meninjau transkrip wawancara kata demi kata secara terus menerus

sampai peneliti dapat menjelaskan fenomena yang terjadi. Langkah selanjutnya,

peneliti mencatat dan menjelaskan hasil analisis data wawancara secara

sederhana.

Referensi

Dokumen terkait

Sampel pada penelitian ini adalah sebagian pasien yang terdiagnosa skizofrenia Poli Psikiatri di RSUD RA Kartini Jepara yang datanya dapat digunakan dalam penelitian

Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disumpulkan mengenai bentuk konflik sosial oleh Coser yang dialami oleh

Dokumen ini dan informasi yang dimilikinya adalah milik Jurusan Teknik Komputer- Diploma IPB dan bersifat rahasia. Dilarang untuk me-reproduksi dokumen ini tanpa diketahui oleh

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh disiplin kerja, kompensasi, dan stres kerja terhadap kepuasan kerja, hal ini mendukung hipotesis pertama,

TULISKAN “K" DI KOLOM 1 PADA KALENDER BULAN TERAKHIR UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN KEGUGURAN, "A" UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN DIGUGURKAN,

tidak berpengaruh signifikan pada cost of equity capital. Hal ini menunjukkan bahwa asimetri informasi belum mampu memediasi hubungan antara pengungkapan

Auditee Audit Internal Mutu, yaitu Audit sistem dan kepatuhan terkait implementasi capaian visi, misi, tujuan dan sasaran (VMTS) untuk Unit auditee dan sub auditee UPT

Pada Foto hasil Elektroforesis polyacrilamide terlihat bahwa jarak antara Band – Band DNA sangat dekat.Hal tersebut dapat disebabkan karena waktu yang digunakan untuk