• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PENANGANAN PENYAKIT IKAN HIAS LAUT JENIS LETER ENAM (Paracanthusus hepatus) DI PT. AGUNG AQUATIC MARINE DENPASAR-BALI TUGAS AKHIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSES PENANGANAN PENYAKIT IKAN HIAS LAUT JENIS LETER ENAM (Paracanthusus hepatus) DI PT. AGUNG AQUATIC MARINE DENPASAR-BALI TUGAS AKHIR"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

PROSES PENANGANAN PENYAKIT IKAN HIAS LAUT JENIS LETER ENAM (Paracanthusus hepatus)

DI PT. AGUNG AQUATIC MARINE DENPASAR-BALI

TUGAS AKHIR

Oleh:

SULISTIANI 1422050438

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS PERIKANAN JURUSAN AGRIBISNIS

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP 2017

(2)
(3)
(4)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah di tulis atau di terbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Pangkep, 01 September 2017 Yang menyatakan,

Sulistiani

(5)

KATA PENGANTAR

Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dalam waktu telah ditentukan.

Tugas akhir ini dibuat berdasarkan hasil pelaksanaan pengambilan data di PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali. Selain untuk dijadikan sebagai bahan informasi terhadap pembaca juga sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam proses penyelesaian tugas akhir ini.

Untuk kedua orang tua ayahanda tercinta Solle dan ibunda tercinta Sitti Ria dan seluruh keluarga, atas segala keluhuran budi dan kasih sayang yang tak henti diberikan. Pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Ir. H. Darmawan, M.P, selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

2. Bapak Dr. Nur Alam Kasim, S.Pi., M.Si, selaku Ketua Jurusan Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

3. Bapak Yusri Muhammad Yusuf, S.Pd., M.Pd dan Ibu Mariam, S.Kom., M.Si, selaku pembimbing I dan pembimbing II yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam memberikan bimbingan, petunjuk dan dorongan, sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan.

4. Bapak Abdullah, S.Pi., M.Si dan Ibu Hj. Aisyah, SE.Ak., M.Si, selaku penguji I dan penguji II.

(6)

5. Bapak Koko Suryadi selaku manager produksi yang telah meluangkan waktunya dan sangat membantu dalam hal pengambilan data di PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali.

6. Bapak/Ibu Dosen serta Pegawai dan Teknisi Jurusan Agribisnis Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

7. Teman-teman Agribisnis Perikanan terkhususnya kepada angkatan XXVII.

Dalam penyusunan tugas akhir ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan yang dibuat baik sengaja maupun tidak sengaja, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membaca tugas akhir ini yang sifatnya membangun demi perbaikan selanjutnya.

Akhir kata semoga dapat bermanfaat bagi penulis sendiri, institusi pendidikan dan masyarakat luas.

Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pangkep, 01 September 2017

Penulis

(7)

DAFTAR ISI

Hal.

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN...iii

HALAMAN PERYATAAN... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

INTISARI... xi

ABSTRACT ... xii

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan ... 4

1.4 Manfaat ... 4

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi dan Klasifikasi Ikan Leter Enam ... 5

2.2 Morfologi Ikan Leter Enam ... 6

2.3 Habitat dan Penyebaran Ikan Leter Enam ... 8

2.4 Potensi Ikan Leter Enam ... 8

2.5 Jenis Penyakit ... 10

2.6 Proses Penanganan Penyakit ... 14

III. METODE KEGIATAN 3.1 Waktu dan Tempat ... 17

3.2 Sumber Data ... 17

(8)

3.3 Metode Pengumpulan Data ... 17

3.4 Metode Analisis Data... 18

3.5 Defenisi Operasional dan Batasan Variabel ... 18

IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 Sejarah PT. Agung Aquatic Marine ... 20

4.2 Lokasi Perusahaan ... 21

4.3 Fasilitas Perusahaan ... 22

4.4 Struktur Organisasi ... 22

V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Jenis Penyakit yang Menyerang Ikan Leter Enam... 24

5.2 Jenis Obat dan Dosis Obatyang Digunakan Dalam Pengobatan ... 27

5.3 Proses Penanganan Penyakit Pada Ikan Leter Enam ... 28

VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan ... 30

6.2 Saran ... 31

DAFTAR PUSTAKA ... 32

LAMPIRAN ... 33

RIWAYAT HIDUP ... 36

(9)

DAFTAR GAMBAR

Hal.

Gambar 2.1. Leter Enam (Paracanthurus Hepatus) ... 5 Gambar 2.2. Morfologi Ikan Leter Enam... 6 Gambar 4.3. PT. Agung Aquatic Marine ... 21

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Hal.

Lampiran I. Struktur Organisasi ... 33

Lampiran II. 5.4.White Spot ... 34

5.5. Siklus Hidup White Spot ... 34

5.6. Parasit ... 34

5.7. Siklus Hidup Parasit ... 34

Lampiran III. 5.8. Obat Ikan Hias ... 35

5.9. Perendaman ... 35

(11)

INTISARI

Sulistiani, 14 22 050 438. Proses Penanganan Penyakit Ikan Hias Laut Jenis Leter Enam (Paracanthusus hepatus) di PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali.

(Dibimbing oleh Yusri Muhammad Yusuf dan Mariam).

Tugas akhir ini disusun berdasarkan hasil kegiatan pengambilan data yang dilaksanakan mulai 06 Januari sampai dengan 25 Maret 2017, di PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali.

Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit, obat yang digunakan dan proses penanganan penyakit ikan hias laut jenis leter enam.

Metode yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah pengamatan langsung, wawancara dan studi literatur, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.

Jenis penyakit yang menyerang ikan leter enam yaitu white spot dan parasit. Adapun obat yang digunakan dalam penanggulangan penyakit ikan leter enam adalah obat putih/formalin dan metelyn blue. Cara penanganan dari penyakit tersebut yang dilakukan oleh PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali yaitu melakukan perendaman dengan menggunakan air tawar dan air laut kemudian mencampur 2ml obat putih/formalin dan obat metelyn blue masing- masing air tersebut. Perendaman dilakukan 3 sampai dengan 5 menit di air tawar, kemudian proses selanjutnya perendaman di air laut kemudian diberi makan rebon hidup untuk kelangsungan hidup ikan hias tersebut.

Kata Kunci : Jenis penyakit, Obat, Penanganan

(12)

ABSTRACT

Sulistiani, 14 22 050 438. Management Process of Marine Disease Fish Type Leter Six (Paracanthusus hepatus) at PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali.

(Guided by Yusri Muhammad Yusuf and Mariam).

This research was based on the results of data retrieval on 06 January to 25 March 2017, at PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali

This research aims to determine the type of disease, drugs used and the process of handling marine fish disease type six leter. The method of the research was direct observation, interview and literature study, while the data analysis used is descriptive qualitative analysis.

Types of diseases that attack the sixth fish are white spot and parasite.

The drugs used in the prevention of fish diseases leter six was a drug white / formalin and metelyn blue. How to handle the disease was done by PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali was doing soaking by using fresh water and seawater then mixing 2ml of white medicine / formalin and medicinal metelyn blue each water. Immersion was done 3 to 5 minutes in fresh water, then the subsequent process of soaking in sea water then fed live rebon for the survival of the fish.

Keywords: Type of disease, Drugs, Handling

(13)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia terletak dalam kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) dunia yang merupakan pusat keragaman biota laut tertinggi terutama spesies karang dan ikan hias yang sangat tinggi. Tingginya permintaan ikan di Indonesia dan kurangnya pasokan akan ikan hias laut maka budidaya dan pemeliharaan ikan hias laut adalah prospek yang cukup bagus untuk dilakukan (Anonymous, 2011).

Produk perikanan merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia.

Wilayah laut Indonesia yang terdiri atas luas perairan Indonesia kurang lebih 3,1 juta km2 (perairan laut teritorial 0,3 juta km2 dan perairan nusantara 2,8 juta km2) dan perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) seluas lebih kurang 2,7 juta km2 menyimpan banyak jenis ikan dan hasil perairan lainnya yang memiliki nilai ekonomis penting termasuk ikan hias. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika Indonesia merupakan eksportir.

Keragaman hayati yang besar, ekosistem beragam dan wilayah yang demikian luas dengan jumlah pulau-pulau yang banyak menimbulkan kesulitan dalam pengelolaannya yang optimal, termasuk dalam pemanfaatan biota laut hias. Hal ini dapat ditunjukkan oleh sedikitnya minat pengusaha biota laut.

Minat masyarakat dunia dalam aquarium hias laut semakin meningkat sementara minat pengusaha dibidang yang sama masih kurang dan pangsa pasar semakin terbuka, maka pengembangan usaha biota aquarium hias laut perlu ditingkatkan.

(14)

Perdagangan ikan hias di dunia menjadi peluang bisnis yang dapat mendatangkan keuntungan yang sangat besar, yaitu sekitar US $7 × 109 pertahun (Andrews, 2006). Kegiatan perikanan aquarium laut bukan hanya menguntungkan bagi pengusaha eksportir, tetapi juga menjadi mata pencaharian bagi ribuan penangkap ikan di kalangan masyarakat pesisir di dunia.

Salah satu jenis ikan hias laut yang banyak diminati pecinta ikan hias adalah jenis ikan Leter Enam (Paracanthurus hepatus). Jenis ikan ini merupakan primadona bagi kolektor pecinta aquarium air laut dan merupakan salah satu komoditas ekspor disektor perikanan. Ikan leter enam adalah rajanya dari semua keluarga surgeon fish, dengan warna dan corak yang menawan. Kelebihan ikan leter enam adalah harga yang mahal dan warna ikan yang cantik sehingga banyaknya peminat yang ingin memelihara ikan leter enam sebagai hiasan (Buku Memelihara Ikan Hias, 2007).

Dengan adanya kesenjangan antara ketersediaan ikan hias air laut ini untuk tujuan ekspor yang semakin meningkat, maka diperlukan adanya penanganan dan pemeliharaan secara terkontrol. Eksportir Bali memperdagangkan sekitar 990.200 ekor ikan hias hidup dari berbagai jenis dan ukuran ke pasaran luar negeri bernilai 1,5 juta dolar AS selama Januari-September 2012. Perolehan devisa tersebut bertambah 13,45 persen jika dibandingkan periode sama 2011 hanya 1,1 juta dolar atas pengapalan 871.174 ekor (Anonim, 2012).

Realisasi ekspor ikan hias laut di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat dan lancar hingga di tangan konsumen tentu berkat profesional pengusaha transportasi udara sehingga mata dagangan yang memiliki resiko tinggi bisa tiba tepat waktu di Negara konsumen.

(15)

PT. Agung Aquatic Marine terletak diperairan Bali merupakan salah satu daerah pengekspor ikan hias laut di Kerobokan Badung Denpasar Bali. Dalam pemeliharaan ikan hias laut memang sangat menguntungkan akan tetapi yang menjadi kendala utama dari pemeliharaan ikan hias laut yaitu mudahnya ikan terserang penyakit. Ikan leter enam di distribusikan dari nelayan tidak semua ikan leter enam sehat maka perlu ditangani terlebih dahulu.

Ikan yang sudah terlanjur berpenyakit sangat sulit di sembuhkan, butuh waktu yang lama dan kesabaran untuk melakukan pengobatan, pengobatan ikan hias laut yang dilakukan PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali yaitu melakukan perendaman, dimana masa pengobatan ini yang dilakukan oleh perusahaan selama delapan hari, jika lewat dari masa pengobatan dan ikan tidak sembuh maka perusahaan membuang ikan tersebut agar penyakit pada ikan hias laut tersebut tidak tertular dengan ikan hias laut lainnya yang masih dalam kondisi sehat.

Dengan adanya kesenjangan antara ketersediaan ikan hias air laut di PT.

Agung Aquatic Marine ini tujuan ekspor yang semakin meningkat dari tahun ketahun, maka diperlukan adanya penanganan yang lebih baik dan pemeliharaan secara terkontrol sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh perusahaan, (PT.

Agung Aquatic Marine, 2017).

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam tugas akhir ini adalah:

1. Jenis penyakit apakah yang menyerang pada ikan leter enam yang dipelihara PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali?

(16)

2. Jenis obat dan dosis obat apakah yang akan digunakan oleh PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali?

3. Bagaimana cara penanganan penyakit ikan leter enam yang dipelihara PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali?

1.3 Tujuan

Tujuan tugas akhir ini adalah:

1. Untuk mengetahui jenis penyakit yang menyerang ikan leter enam yang dipelihara PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali.

2. Untuk mengetahui jenis obat dan dosis obat yang digunakan oleh PT.

Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali.

3. Untuk mengetahui cara penanganan penyakit ikan leter enam yang dipelihara PT. Agung Aquatic Marine Denpasar-Bali.

1.4 Manfaat

Manfaat dari tugas akhir ini adalah sebagai bahan motivasi, pertimbangan dan informasi kepada masyarakat dalam upaya membuka usaha pemeliharaan ekspor ikan hias laut agar dapat mengetahui jenis penyakit yang menyerang ikan leter enam, jenis obat dan dosis obat yang digunakan dan cara menanggulangi penyakit ikan leter enam.

(17)

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Deskripsi dan Klasifikasi Ikan Leter Enam

Ikan leter enam termasuk dalam famili Acanthuridae, ikan leter enam memiliki ciri-ciri seperti kulit ikan tebal dengan sisik yang halus, duri yang tajam berbentuk tajam seperti pisau pada tiap sisi dasar sirip ekor, bentuk badan bulat dengan bagian depan lebih dari bagian belakang, warna biru mengkilat terang, bagian tubuh depan berwarna putih.

Menurut Muhammad Yusuf (2011) klasifikasi ikan hias laut leter enam sebagai berikut:

Famili : Acanthuridae

Genus : Paracanthurus

Spesies : Paracanthurus hepatus

Group : Surgeon Fishes

Name : Leter Enam

Lokal Name : Leter Enam – Leter Six

Com mon Name : Blue Tang

Scientific Name : Paracanthurus hepatus

Code : 232020

Gambar 2.1 Leter Enam (Paracanthurus hepatus) Sumber : Semuaikan.com (2016)

(18)

2.2 Morfologi Ikan Leter Enam

Ikan leter enam memiliki kulit tebal dengan sisik yang halus, memiliki duri yang tajam berbentuk seperti pisau bedah pada tiap sisi dasar sirip ekor, bentuk badan bulat dengan bagian depan lebih dari bagian belakang, warna secara umum biru mengkilat atau terang, bagian tubuh depan berwarna hitam, daerah sekitar ingsang berwarna putih, warna sirip beragam den berwarna cerah, ukuran maksimal mencapai 20 cm.

Gambar 2.2. Morfologi ikan leter enam (Paracanthurus hepatus) Sumber: Damaruta.blogspot.com dari wandyle (2015)

Leter Enam adalah rajanya dari semua keluarga surgeon fish, dengan warna dan corak yang menawan, ikan ini tergolong sebagai ikan yang cukup mahal dan termasuk dalam golongan ikan musiman yang cukup langka.

Ditemukan di Indo-Pasifik dari Afrika Timur, dan dari utara ke selatan Jepang, leter enam adalah ikan karang yang mendiami kedalaman hingga 20 meter. Ikan

(19)

ini lebih menyukai arus deras pada terumbu ke arah laut di mana bentuk-bentuk rumput yang melayang-layang di atas karang.

Spesies ini harus disimpan dalam aquarium yang cukup besar didirikan dengan banyak batu hidup dan banyak air terbuka untuk berenang. Sebagai seorang remaja, ikan ini akan lebih memilih untuk berenang, tapi karena dewasa, leter enam akan mulai bertengkar dengan ikan lain dari spesies yang sama kecuali aquarium sangat besar.

Blue Tang Fish yang disebut juga dengan ikan leter enam. Ikan jenis ini

merupakan ikan yang cukup populer bagi pecinta aquarium ikan hias laut. Harap dicatat bahwa ini adalah ikan yang sensitif terhadap stres, kualitas air yang buruk. Ikan ini ber temprament damai bagi penghuni lainnya, tetapi disaat dia beranjak dewasa akan menjadi sering bertengkar dengan jenis ikan tang atau botana lainnya.

Leter Enam (Paracanthurus hepatus) dikenal umum ketika munculnya film animasi ‘Finding Nemo’, berperan sebagai sahabat akrabnya Nemo. Ikan ini tergolong dalam kelompok surgeon fish, dan dikenal sebagai ikan pemakan tumbuh – tumbuhan.

Umumnya orang kurang banyak yang mengetahui, bahwa leter enam adalah ikan herbivora, namun hal ini wajar saja, karena sesekali ikan ini pun akan memakan pakan awetan, ataupun udang rebon, meskipun makanan utamanya tetap saja tumbuhan. Untuk memelihara ikan jenis ini sebenarnya tidak begitu sulit, cukup sediakan sawi putih yang bersih dari pestisida.

Dalam aquarium pun ikan ini tidak terlalu menimbulkan kesulitan, kecuali dengan tingkat stresnya yang cukup tinggi, ikan ini membutuhkan ruang yang

(20)

cukup luas, karena umumnya leter enam senang berenang hilir mudik dengan lincah dan beratraksi diantara celah-celah karang. Meskipun ikan ini dikenal sebagai ikan pemakan tumbuhan, jangan pernah berharap bahwa ikan ini dapat membersihkan aquarium dari lumut, karena ikan ini hanya memakan daun dan bukan lumut, terlebih lagi dengan lumut merah keunguan, sedikit pun ikan ini takkan menyentuhnya.

2.3 Habitat dan Penyebaran Ikan Leter Enam

Leter enem (Paracanthurus hepatus) merupakan ikan karang tropis yang hidup di perairan pada daerah terumbu karang. Ditemukan di Indonesia Pasifik dari Afrika Timur dan dari utara ke selatan Jepang, leter enam hidupnya yang bergerobolan didaerah karang yang dangkal, hidup pada kedalam air 0 sampai 25 meter. Ikan ini lebih menyukai arus deras pada terumbu ke arah laut di mana bentuk-bentuk rumput yang melayang-layang di atas karang. Spesies ini harus disimpan dalam aquarium, cukup besar didirikan dengan banyak batu hidup dan banyak air terbuka untuk berenang. Sebagai seorang remaja, ikan ini akan lebih memilih untuk berenang, tapi setelah ikan ini sudah besar ikan leter enam akan mulai bertengkar dengan ikan lain dari spesies yang sama kecuali jika aquarium sangat besar atau dipisah tempat dengan ikan lain.

2.4 Potensi Ikan Leter Enam

Bisnis.com. Jakarta, 2016. Pemerintah berambisi memproduksi ikan hias 2,1 miliar ekor tahun depan untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor yang terus meningkat. Target itu naik 61% dari produksi 2015.

Meskipun meningkat rata-rata 9% per tahun, produksi ikan hias tahun lalu masih

(21)

1,3 miliar ekor. Sekalipun begitu, Indonesia merupakan eksportir terbesar kelima ikan hias dunia, setelah Singapura, Spanyol, Jepang ,dan Republik Ceko.

Nilai pengapalan ikan hias Indonesia pada 2014 mencapai US$20,9 juta. “Ikan hias khususnya ikan hias laut jenis leter enam Indonesia cukup banyak diminati oleh pemilik hobi (ikan hias) lokal maupun internasional,"

kata Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto dalam siaran pers, Senin (19/12/2016). Untuk mendukung ketersediaan ikan hias air laut, KKP telah menugaskan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkup Ditjen Perikanan Budidaya untuk melakukan produksi dan perekayasaan teknologi budidaya ikan hias laut sebagaimana dilakukan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, BPBL Lombok, dan BPBL Batam. “Ikan hias air laut jenis leter enam seperti telah berhasil dikembangkan dan dikuasai teknologinya.

Saat ini bahkan, BPBL Ambon telah menghasilkan teknologi budidaya ikan hias laut yang murah dan sederhana sehingga bisa dikerjakan di belakang rumah oleh ibu rumah tangga. Ikan itu mencakup salah satunya yaitu leter enam. BPBL Ambon juga tengah melakukan domestikasi untuk ikan hias leter enam atau dori. Usaha pembesaran atau pendederan leter enam dengan teknologi resirkulasi terapan misalnya, hanya membutuhkan modal sekitar Rp3,5 juta dan dapat dipanen setelah empat bulan dengan nilai penjualan Rp10 juta. Berdasarkan sensus ekonomi 2013, usaha budidaya ikan hias menempati urutan pertama sebagai pendapatan tertinggi rumah tangga sektor pertanian dengan nilai Rp50,8 juta per tahun.

(22)

2.5 Jenis Penyakit

Jenis- jenis penyakit yang menyerang ikan leter enam sebagai berikut:

1. White Spot

Penyakit bintik putih atau White Spot merupakan salah satu jenis penyakit yang sering menyerang ikan dan tergolong sulit diberantas.

Penyebab penyakit ini adalah sejenis protozoa yang diberi nama Ichtyopthirius multifilis sehingga sering pula disebut penyakit Ich.

Protozoa tersebut bersarang dan menyerang lapisan lendir di kulit, sirip, dan insang ikan. Penyerangan white spot pada ikan dengan melalui lendir, sirip dan insang yang disebabkan kebersihan air tidak stabil. Binatang yang sangat kecil tersebut hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop.

Namun, karena jumlahnya yang sangat besar dan bergerombol maka akan tampak terlihat bintik-bintik putih yang dalam bahasa inggris disebut White Spot (Yuli Astuti, 2009). Gejala-gejala yang ditimbulkan white spot sebagai berikut:

1. Bintik putih pada tubuh dan insang ikan. Bintik-bintik putih mungkin berkelompok untuk membentuk satu gumpalan putih. Kadang-kadang, Ich hanya ditemukan pada insang ikan.

2. Ikan bergerak dengan cepat dan berlebihan. Ikan mungkin akan menggosokkan tubuhnya pada tanaman atau bebatuan di dalam aquarium secara berlebihan untuk melepaskan parasit dari tubuhnya, atau bisa juga karena penyakit menyebabkan iritasi pada ikan.

(23)

3. Sirip yang menyusut. Hal yang dimaksudkan adalah ikan sering menyusutkan siripnya, bukan membiarkannya terbuka lebar dan bebas di sisinya.

4. Kesulitan dalam bernapas. Jika ikan megap-megap pada permukaan air atau menambang di dekat filter aquarium, mungkin saja ikan kekurangan oksigen. Ich yang menempel pada insang menyulitkan ikan untuk menyerap oksigen dari air.

5. Kehilangan nafsu makan. Jika ikan tidak mau makan atau memuntahkan makanannya, hal tersebut mungkin pertanda bahwa ikan stres dan sakit.

6. Ikan menyendiri. Hewan biasanya bersembunyi ketika merasa sakit, dan perubahan perilaku biasanya merupakan tanda-tanda stres atau sakit pada hewan. Ikan mungkin akan bersembunyi di balik hiasan akuarium atau tidak beraktivitas dengan semangat seperti biasa.

2. Parasit

Parasit adalah organisme yang hidup pada organisme lain dan umumnya menyebabkan efek serius pada organisme yang ditempatinya.

Parasit memiliki habitat tertentu di dalam tubuh inang. Berdasarkan habitatnya, parasit dapat digolongkan menjadi dua yaitu, ektoparasit dan endoparasit. Ektoparasit yaitu parasit yang hidup di permukaan tubuh dan mendapatkan makanan dengan mengirimkan hausetorium masuk ke dalam sel-sel tubuh inang, sedangkan endoparasit yaitu, parasit yang terdapat pada organ-organ dalam. Parasit merupakan masalah besar bagi ikan-ikan aquarium air laut. Hampir semua ikan laut memiliki parasit sampai

(24)

beberapa tingkat keparahan. Protozoa, binatang mikroskopik kecil yang umumnya tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, merupakan jenis parasit yang paling berbahaya. Umumnya penyerangan parasit ini karena kondisi tempat pemelihaan ikan tidak bersih yang bisa menimbulkan ikan tidak aktif bergerak dan kondisi tubuh ikan yang semakin melemah (Agus Rimayanto, 2012). Gejala-gejala yang ditimbulkan parasit sebagai berikut:

1. Ikan terlihat pasif, lemah dan kehilangan keseimbangan.

2. Nafsu makan mulai berkurang

3. Malas berenang dan cenderung mengapung di permukaan air.

4. Adakalanya ikan bergerak secara cepat dan tiba-tiba.

5. Selaput lendirnya berangsur-angsur berkurang atau habis, sehingga tubuh ikan tidak licin lagi (kesat).

6. Pada permukaan tubuh ikan terjadi pendarahan, terutama dibagian dada, perut atau pangkal ekor.

7. Di beberapa bagian tubuh ikan, sisiknya tampak rusak bahkan terlepas.

Sering pula terlihat kulit ikan mengelupas.

8. Sirip dada, punggung maupun ekor sering di jumpai rusak dan pecah- pecah, pada serangan yang lebih hebat kadang-kadang hanya tinggal jari-jari siripnya saja.

9. Insang terjadi rusak sehingga ikan sulit untuk bernafas, wama insang menjadi keputih-putihan atau kebiru-biruan.

(25)

3. Jamur

Jamur Achlya dan Saprolegnia adalah penyebab penyakit ini yang yang menyerang hampir seluruh jenis ikan. Kedua jamur tersebut berbentuk benang-benang halus yang berwarna putih kecoklatan pada bagian mulut ikan dan warna ikan pucat. Tumbuh pada lingkungan yang kotor dan mempunyai kandungan bahan organik tinggi. Jamur ini sering tumbuh disekitar luka pada tubuh ikan. Serangan awal jamur ini tidak terlalu membahayakan namun apabila dibiarkan maka akan tumbuh semakin banyak yang dapat menyebabkan ikan kekurangan nutrisi. Gejala- gejala yang ditimbulkan jamur sebagai berikut:

1. Tubuh ikan kurus

2. Tumbuh benang-benang halus disekitar luka yang terdapat pada tubuh ikan.

4. Virus

Virus adalah patogen yang paling kecil, dan ikan sangat rawan serangan virus. Virus menyerang ikan dan berkembang biak di dalam organisme inang, sehingga menyebabkan kerusakan pada organisme inang.

Virus tahan terhdap jenis obat-obatan. karena itu, pemberantasan penyakit yang disebabkan virus lebih ditekankan pada upaya pencegahan dan upaya pemberantasan penularannya. Penyerangan virus ini melalui kulit ikan yang sudah terluka, salah satu virus yang menyerang ikan pada pameliharaan di laut adalah penyakit Lymphocystis (Afrianto dan Li v i a w a t y , 1 9 9 2 ) . Gejala-gejala yang ditimbulkan virus sebagai berikut:

(26)

1 . Gerakan ikan yang tidak terkontrol, kadang aktif dan kadang diam 2 . Gejala lain ikan leter enam yang terkena Herpes adalah megap-megap

dan selalu cenderung di permukaan air

3 . Terdapat bercak atau binti-bintik warna merah dan putih pada insang, bercak atau bintik putih muncul atau kematian jaringan insang. Insang tersebut akan tampak lebih pucat kemudian terjadi pembusukan

4 . Nafsu makan menurun

5 . Mata ikan menjadi besar dan terjadi lecet pada kulit ikan dan kulit melepuh

2.6 Proses Penanganan Penyakit

Proses penanganan penyakit pada ikan leter enam sebagai berikut:

1. White Spot

Untuk mengobati dan memberantas jenis penyakit ini, lakukan tindakan-tindakan berikut :

1. Ikan dipindahkan ke wadah yang terpisah dari ikan-ikan lain (dikarantina)

2. Teteskan Blitz Ich (cairan obat warna biru) sebanyak 1 tetes untuk setiap liter atau Anda juga bisa menggunakan obat lainnya

3. Campurkan Gold 100 sebanyak 5-10 gram untuk setiap 500 liter air.

2. Parasit

Untuk mengobati dan berantas jenis penyakit ini, dilakukan tindakan-tindakan berikut:

(27)

1. Perendaman dengan bahan kimia tertentu dapat dilakukan untuk memusnahkan larva parasit. Trichlorfon dan senyawa organofosgat diketahui efektif pada dosis 0.2 - 0.3 mg/liter. Perlakuan diulang setiap 7 hari selama 4 - 6 minggu.

2. Pencabutan parasit dianjurkan dilakukan setelah parasit mati. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengoleskan kapas yang telah direndam PK pekat atau anti parasit pada tubuh parasit tersebut.

3. Perendaman pada larutan garam atau bahan kimia pencegah parasit komersial juga diketahui efektif. Perendaman jangka panjang dapat pula dilakukan dengan dichlofention (Bromex) pada konsentrasi 0.12 ppm/liter air. Lakukan setiap minggu sekali hinggga parasit hilang, atau lakukan perendaman dengan waktu singkat, 5 - 10 menit, dalam larutan dengan konsentrasi 25 mg/liter; disertai dengan aerasi kuat.

3. Jamur

Untuk mengobati dan memberantas jenis penyakit ini, lakukan tindakan-tindakan berikut :

1. Menjaga kebersihan lingkungan 2. Mengganti air

3. Menjaga kualitas air

4. Rendam Ikan dalam larutan PK, sedikit PK (kurang lebih seujung korek api) dalam 2 liter air selama 10 menit

5. Pengobatan diulang selama 3 hari berturut-turut.

(28)

4. Virus

Penanganan dan pengobatan pada penyakit ikan leter enam yang terserang virus yaitu dengan sistem panas dapat dilakukan dengan mengeluarkan ikan dari aquarium ke kontainer tempat pengobatan, air yang digunakan harus memiliki suhu sama dengan air diaquarium.

Kemudian secara perlahan-lahan air dipanaskan hingga 30°C dan ikan dibiarkan di kontainer selama 7 hari. Hindari pemberian makan selama proses pengobatan karena akan membuat ikan stress. Setelah perlakuan panas 7 hari selesai, secara perlahan-lahan di dinginkan air hingga 27°C dan setelah itu dapat dimulai pengobatan antibiotik.

(29)

III. METODE KEGIATAN

3.1 Waktu dan Tempat

Waktu pelaksanaan dilakukan mulai tanggal 05 Januari sampai dengan 25 Maret 2017 dimulai dari pukul 08.00-16.00 WITA yang terdapat jam istirahat pukul 12.00-13.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di PT. Agung Aquatic Marine yang terletak di Jln. Perumahan Kesambi Baru Blok D No. 1 Kerobokan Badung Denpasar-Bali.

3.2 Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam tugas akhir ini, sebagai berikut:

1. Data primer merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan dengan mengadakan observasi langsung pada perusahaan PT. Agung Aquatic Marine. Adapun data primer yang dibutuhkan untuk mencari data primer yaitu observasi serta mengadakan wawancara dengan pihak – pihak yang menangani tentang penanganan penyakit ikan Leter Enam (Paracanthurus hepatus).

2. Data sekunder disebut juga sebagai data penunjang yang merupakan data yang diperoleh atau di kumpulkan dari berbagai sumber misalnya literatur yang berhubungan dengan tugas akhir dan informasi tertulis (internet, jejaring social, buku), yang di peroleh dari pihak lain yang ada kaitannya dengan perusahaan.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini, sebagai berikut:

(30)

1. Pengamatan langsung yaitu teknik pengamatan terhadap objek penelitian yang dibarengi dengan pencatatan terhadap objek tersebut beberapa asumsi diajukan.

2. Wawancara yaitu teknik pengumpulan data yang langung dalam bentuk tanya-jawab dengan pihak atau staff PT. Agung Aquatic Marine Denpasar- Bali.

3. Studi Literatur yaitu pengumpulan data dengan mempelajari beberapa literatur yang berkaitan dengan tugas akhir yang dimaksud.

3.4 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penulis tugas akhir ini yaitu, analisis deskriptif kualitatif yaitu cara mengetahui penyakit yang menyerang ikan leter enam dengan melihat kasat mata (sirip keropos, badan luka, berlendir terdapat bintik putih ditubuh ikan), teknik penanganan penyakit dengan cara perendaman menggunakan air tawar dan air laut dengan pencampuran formalin dan metelyn blue dengan dosis 2 ml.

3.5 Defenisi Operasional dan Batasan Variabel

1. Leter enam adalah ikan yang memiliki kulit tebal dengan sisik yang halus, memiliki duri yang tajam berbentuk seperti pisau bedah pada tiap sisi dasar sirip ekor, bentuk badan bulat dengan bagian depan lebih dari bagian belakang, warna secara umum biru mengkilat atau terang, bagian tubuh depan berwarna hitam, daerah sekitar ingsang berwarna putih, warna sirip beragam den berwarna cerah, ukuran maksimal mencapai 20 cm.

(31)

2. Jenis penyakit yang menyerang ikan leter enam adalah white spot dan parasit.

3. White spot adalah penyakit bintik putih yang menyerang ikan dan tergolong sulit diberantas.

4. Parasit adalah organisme yang hidup pada organisme lain dan umumnya menyebabkan efek serius pada organisme yang ditempatinya.

5. Obat adalah suatu bahan atau panduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit.

6. Penanganan ikan hias adalah rangkaian kegiatan penanganan ikan untuk mendapatkan yang baik dan mempunyai jaminan mutu.

7. Penyakit adalah di defenisikan sebagai suatu keadaan fisik, morfologi atau fungsi yang mengalami perubahan kondisi normal karena beberapa penyebab dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).

8. Achyla dan saprolegnia adalah berbentuk benang-benang halus yang berwarna putih kecoklatan pada bagian mulut ikan dan warna ikan pucat dan tumbuh pada lingkungan yang kotor.

9. Herpes adalah virus yang menyerang mulut ikan dan alat kelamin.

10. Protozoa adalah hewan kecil berbentuk sel yang terdapat pada tubuh ikan sakit.

Gambar

Gambar 2.1 Leter Enam (Paracanthurus hepatus)   Sumber : Semuaikan.com (2016)
Gambar 2.2. Morfologi ikan leter enam (Paracanthurus hepatus)  Sumber: Damaruta.blogspot.com dari wandyle (2015)

Referensi

Dokumen terkait