• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan rumusan masalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan penelitian yang menekankan pada keluasan informasi sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas, sehingga data atau hasil riset dianggap merupakan representasi dari seluruh populasi (Sugiyono, 2011). Adapun dalam penelitian ini ada 3 variabel yang akan diteliti oleh penulis yaitu, citra merek, kualitas produk, dan harga. Metode kuantitatif menekankan pada pengukuran objektif dan statistik, matematik atau pengumpulan analisa data numerik melalui polling, kuisioner dan survei, atau dengan memanipulasi data statistik sebelumnya menggunakan teknik proses komputasi dengan komputer (Babbie, 2010).

Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena variabel independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen) (Sugiyono, 2011). Masalah deskriptif dalam penelitian ini adalah persepsi konsumen terhadap citra merek, kualitas produk, dan harga di Warung Bebek Kebbut Surabaya.

3.2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011). Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang pernah makan di Warung Bebek Kebbut Surabaya.

Target populasi dapat ditetapkan sebagai berikut:

1.Unit analisis : responden yang merupakan konsumen yang pernah makan di

(2)

2.Usia: 17 tahun ke atas, dalam hal ini responden yang diwawancarai dianggap dewasa.

Menurut Roscoe (1975) yang dikutip Uma Sekaran (2006), dalam penelitian multivariate, ukuran sampel sebaiknya 10 x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian, dalam hal ini terdapat 17 variabel yang terdapat pada lembar kuesioner. Sehingga jumlah sampel minimal yang ada sebanyak 10 x 17 = 170 . Namun, untuk mendapatkan data penelitian yang bervariasi dan lebih akurat, penulis mengambil sampel di atas jumlah sampel minimal. Karena ada keterbatasan waktu dan tenaga, maka penulis mengambil sampel sebanyak ± 200 orang.

Sampel di dalam penelitian ini akan diambil dengan teknik nonprobability sampling. Nonprobability Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang / kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. (Sugiyono, 2011, p.66). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling . Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya, dengan kata lain unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian (Margono, 2004, p.128).

3.3. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2, yaitu data primer

dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini merupakan persepsi

konsumen di Warung Bebek Kebbut terhadap citra merek, kualitas produk dan

harga yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner tentang

pengalaman makan di Warung Bebek Kebbut yang ditujukan kepada konsumen

yang pernah makan di Warung Bebek Kebbut. Data sekunder dalam penelitian ini

merupakan informasi tentang gambaran perusahaan yang digali dari wawancara

informal dengan owner Warung Bebek Kebbut.

(3)

3.4. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Menurut Malhotra (2004, p.280), kuisioner merupakan salah satu teknik terstruktur dalam mengumpulkan data yang terdiri dari sejumlah pertanyaan, baik tertulis maupun lisan, yang dijawab oleh responden. Kuisioner terdiri dari 2 bagian yaitu mengenai profil responden dan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan citra merek, kualitas produk, dan harga dengan menggunakan skala. likert Menurut Malhotra (2004, p.258) skala likert merupakan pengukuran skala dengan 5 kategori mulai dari “sangat tidak setuju” hingga “setuju”, yang mengharuskan reponden untuk menunjukkan ketidaksetujuan atau kesetujuan yang berkaitan dengan serangkaian pertanyaan yang memiliki bobot pernilaian tertentu.

Pengukuran kuisioner ini menggunakan skala likert yang berhubungan dengan penilaian seseorang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pernyataan-pernyataan positif yang dapat dijawab sesuai dengan jawaban yang sudah ditentukan. Bentuk jawaban dari kuisioner ini adalah sebagai berikut : Amat Sangat Tidak Setuju (ASTS) = Skor 1

Sangat Tidak Setuju (ATS) = Skor 2 Tidak Setuju (TS) = Skor 3

Kurang Setuju (KS) = Skor 4 Setuju (S) = Skor 5

Sangat Setuju (SS) = Skor 6

Amat Sangat Setuju (ASS) = Skor 7

Prosedur pengumpulan data yang penulis lakukan adalah dengan personal

survey dimana penulis mendatangi lokasi sampling serta membagikan kuesioner

pada konsumen yang makan di Warung Bebek Kebbut dan melakukan penyebaran

kuesioner online menggunakan google form. Karena penelitian ini menggunakan

metode pengambilan sampel purposive sampling, penulis menentukan dan

(4)

untuk mengisi kuesioner. Adapun isi kuesioner yang ditujukan kepada responden terdiri dari 2 bagian, yaitu mengenai profil pelanggan, dan persepsi terhadap ketiga variabel tersebut.

3.5. Variabel dan Definisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yang diukur, yaitu citra merek, kualitas produk, dan harga.

3.5.1. Variabel Citra Merek

Definisi operasional dari variabel citra merek merupakan hasil persepsi dan pemahaman konsumen mengenai merek Bebek Kebbut yang dilihat, dipikirkan atau dibayangkan. Dengan terbentuknya citra merek dari suatu produk tentu akan sangat mempengaruhi persepsi konsumen dan penilaian konsumen terhadap alternatif merek yang dihadapinya. Indikator yang digunakan untuk mengukur citra merek Warung Bebek Kebbut antara lain:

a. Warung Bebek Kebbut terkenal akan bebeknya b. Merek Warung Bebek Kebbut disukai konsumen

c. Warung Bebek Kebbut memiliki keunikan yang membedakan dengan restoran bebek lainnya.

3.5.2. Variabel Kualitas Produk

Definisi operasional dari variabel kualitas produk, dalam hal ini kualitas makanan adalah karakteristik, keistimewaan dan kekhasan dari makanan yang dikonsumsi oleh konsumen di Warung Bebek Kebbut. Indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas makanan di Warung Bebek Kebbut adalah sebagai berikut:

a. Kombinasi warna makanan yang ditampilkan menggugah selera b. Penampilan makanan yang terlihat segar

c. Penampilan makanan yang terlihat bersih

d. Item dalam tiap porsi makanan yang disajikan sesuai dengan di menu

(5)

e. Variasi pemotongan bahan makanan yang ditampilkan menarik f. Suhu bebek yang disajikan hangat

g. Daging bebek yang empuk

h. Aroma yang menggugah selera makan i. Bebek yang disajikan tidak mentah j. Rasa makanan yang enak

3.5.3. Variabel Harga

Definisi operasional dari variabel harga adalah cara berpikir konsumen mengenai harga yang didapatkan oleh konsumen setelah mengkonsumsi makanan di Warung Bebek Kebbut. Indikator yang digunakan untuk mengukur harga di Warung Bebek Kebbut adalah sebagai berikut:

a. Harga yang terjangkau

b. Kesesuaian antara harga dengan kualitas / rasa

c. Persaingan harga dengan harga produk rumah makan lain d. Kesesuaian antara harga dengan porsi

3.6. Teknik Analisa Data

3.6.1. Uji Validitas dan Reliabilitas

Pengujian validitas dan reliabilitas adalah proses menguji butir-butir pertanyaan yang ada dalam suatu angket, apakah isi dari butir pertanyaan tersebut sudah valid dan reliabel. Jika butir-butir sudah valid dan reliabel, berarti butir- butir tersebut sudah bisa mengukur apa yang ingin diukur. Analisis dimulai dengan menguji validitasnya terlebih dahulu, baru diikuti oleh uji reliabilitas.

Apabila sebuah butir pertanyaan tidak valid, maka otomatis butir tersebut dibuang.

3.6.1.1 Uji Validitas

Uji validitas harus dilakukan untuk menjamin bahwa instrumen yang digunakan benar-benar telah mengukur apa yang hendak diukur (Babbie, 2010).

Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila memiliki validitas yang tinggi,

sebaliknya instrumen dikatakan kurang valid apabila memiliki validitas yang

(6)

Pearson product moment yang menyatakan bahwa jika nilai signifikansi lebih kecil dari tingkat kesalahan yang ditoleransi (yaitu α = 0,05), maka dapat disebut valid (Santoso, 2004).

Uji validitas penelitian ini berdasarkan pada penyebaran pre-test kuesioner kepada 30 responden untuk menguji apakah butir pertanyaan dari kuisioner sudah valid dan reliabel untuk diteliti. Penulis menyebarkan kuisioner pre-test selama 4 hari, yaitu dari tanggal 25 hingga 28 April 2016. Hasil yang didapatkan penulis melalui pre-test tersebut adalah:

Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas Kepentingan Pre-Test

No Pertanyaan Korelasi

Sig (2- tailed)

Tingkat

error Keterangan

Persepsi Konsumen terhadap Citra Merek:

1 Merek Warung Bebek Kebbut terkenal

bebeknya 0,881 0,000 0,05 Valid

2 Merek Warung Bebek Kebbut disukai

konsumen 0,854 0,000 0,05 Valid

3

Warung Bebek Kebbut memiliki keunikan yang membedakan dengan restoran bebek lainnya.

0,869 0,000 0,05 Valid Persepsi Konsumen terhadap Kualitas

Produk :

4 Produk makanan yang disajikan menggugah

selera 0,775 0,000 0,05 Valid

5 Produk makanan yang disajikan terlihat

segar 0,852 0,000 0,05 Valid

6 Produk makanan yang disajikan bersih 0,900 0,000 0,05 Valid 7 Produk makanan sesuai dengan di menu 0,695 0,000 0,05 Valid 8 Produk bebek memiliki bentuk yang menarik 0,769 0,000 0,05 Valid 9 Produk makanan yang disajikan hangat 0,835 0,000 0,05 Valid 10 Daging empuk saat dikonsumsi 0,712 0,000 0,05 Valid 11 Aroma bebek yang lezat dan menggugah

selera makan 0,791 0,000 0,05 Valid

12 Bebek yang disajikan tidak mentah 0,826 0,000 0,05 Valid 13 Produk makanan memiliki rasa yang enak 0,759 0,000 0,05 Valid

Persepsi Konsumen terhadap Harga

14 Harga makanan terjangkau 0,856 0,000 0,05 Valid

15 Harga sebanding dengan kualitas makanan 0,870 0,000 0,05 Valid 16 Harga bersaing dengan rumah makan bebek

yang lain 0,887 0,000 0,05 Valid

17 Harga sesuai dengan porsi makanan 0,902 0,000 0,05 Valid

(7)

Sesuai dengan hasil yang terlihat dari table 3.1 di atas, dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan memiliki nilai korelasi yang tinggi serta hasil sig 2 tailed juga di bawah tingkat eror (0,05), maka kuesioner tersebut dikatakan valid.

3.6.1.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas ditujukan untuk menjamin tingkat konsistensi instrumen tersebut bila digunakan pada waktu yang berbeda (Babbie, 2010).

Instrumen dan data yang diperoleh dikatakan reliabel bila nilai Cronbach Alpha > 0.60

(Kuncoro, 2009). Dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 3.2 Hasil Uji Reliabilitas Kepentingan Pre-Test

No Dimensi

Nilai Cronbach’s

Alpha

Keterangan

1 Persepsi Konsumen

terhadapCitra Merek 0,833 Reliabel

2 Persepsi Konsumen

terhadapKualitas Produk 0,930 Reliabel 3 Persepsi Konsumen terhadap

Harga 0,898 Reliabel

Berdasarkan data pada tabel 3.2 diatas, dapat dilihat bahwa semua variabel yang diuji menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6, yaitu menunjukkan semua hasil reliabel, sehingga layak untuk digunakan pada penyebaran kuisioner selanjutnya.

3.6.2 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah metode analisis yang digunakan dengan tujuan

untuk memperoleh gambaran obyektif mengenai obyek penelitian serta untuk

mengetahui seberapa banyak responden menyatakan hal yang sama terhadap suatu

obyek pertanyaan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan statistik deskriptif,

yaitu mean. Mean merupakan rata-rata hitung. Mean didapat dari menjumlahkan

seluruh data dibagi dengan banyaknya data yang ada. Dalam penelitian ini akan

dicari mean atau rata-rata dari semua variabel yang ada. Untuk menentukan

klasifikasi penilaian terhadap variabel-variabel penelitian, baik ditinjau dari

(8)

indikator pengukuran maupun sampel penelitian menggunakan klasifikasi interval kelas sebagai berikut (Kuncoro, 2009):

Interval Kelas = Nilai Tertinggi – Nilai Terendah (3.1) Jumlah Kelas

Karena jumlah kelas dari nilai skala penelitian adalah 7, maka interval kelasnya adalah sebesar 0,86. Sehingga nilai intervalnya diklasifikasikan sebagai berikut:

Tabel 3.3 Kategori Rata-Rata dari Skor Interval

3.6.3. Analisa Tabulasi Silang

Analisis tabulasi silang (crosstabs) merupakan salah satu analisis korelasional yang digunakan untuk melihat hubungan antarvariabel (minimal 2 variabel) kategori nominal atau ordinal. Dimungkinkan pula adanya penambahan variabel control.( C. Trihendradi, 2011). Definisi lain mengenai metode Crosstab juga diungkapkan oleh Santoso (2000), dimana metode tabulasi silang (crosstab) merupakan metode untuk menganalisis keterkaitan beberapa faktor yang disusun menjadi kolom dan baris.

Interval Kategori

1,0 ≤ X < 1,86 Amat Sangat Tidak Setuju 1,87 ≤ X < 2,72 Sangat Tidak Setuju 2,73 ≤ X < 3,59 Tidak Setuju 3,60 ≤ X < 4,46 Kurang Setuju 4,47 ≤ X < 5,33 Setuju

5,34 ≤ X < 6,2 Sangat Setuju 6,21 ≤ X < 7,07 Amat Sangat Setuju

Referensi

Dokumen terkait

Namun terkait dengan unsur pokok putusan untuk dapat dikatakan sebagai yurisprudensi tetap, Paulus Effendi Lotulung tidak sepakat terkait masalah putusan tersebut

Hasil: Parameter standardisasi kulit buah kakao meliputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, nilai kadar abu, kadar zat terlarut dalam pelarut, penapisan fitokimia, dan

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

Berdasarkan data hujan radar tanggal 30 november 2016, kedalaman hujan yang memiliki nilai precipitation terbesar terjadi pada jam 18:30, sehingga sumbangan

kepada mahasiswa lain yang melaksanakan praktik pembelajaran. 10) Memberikan masukan kepada pengelola terkait dengan pelaksanaan Microteaching dalam evaluasi proses

(3) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pasal ini dilampaui dan Kepala Daerah atau Pejabat tidak memberikan keputusan, permohonan pengembalian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses komunikasi terapeutik antara konselor dengan klien, bagaimana teknik komunikasi terapeutik digunakan dalam

Ba- han dasar yang digunakan untuk gel pada teknik marbling cukup beragam, namun pada eksperimen kali ini, penulis menggu- nakan dua macam bahan, yaitu tepung mai- zena