Bab III Usulan
III.1 Usulan Arsitektur Standar Pusat Data
Selain untuk memudahkan dalam rangkaian proses pembangunan suatu pusat data, arsitektur pusat data juga dapat menjadi bahan acuan atau bahan pertimbangan ketika pusat data yang sudah ada akan dikembangkan.
Sebelumnya tidak ditemukan arsitektur standar yang dapat dijadikan acuan oleh para pihak pengembang. Kecenderungan yang ditemui hingga saat ini (baca: saat penyusunan tesis ini) masing-masing Biro Konsultan TI (Teknologi Informasi) memiliki arsitektur pusat data tersendiri ketika harus melayani permintaan pembangunan pusat data dari klien.
Secara fisik suatu pusat data dapat segera dibangun dan difungsikan ketika elemen-elemen standar yang menjadi prasyarat pembangunan pusat data terpenuhi (elemen standar: II.1.1 Kebutuhan Pusat Data, halaman 9). Pihak konsultan memilih untuk menjadikan infrastruktur pusat data yang hendak dibangun sebagai bahan pertimbangan utama dalam penetapan arsitektur. Selain itu, ciri khas yang membedakan dari berbagai arsitektur tersebut, masing-masing biro konsultan menetapkan perangkat keras yang berbeda yang merupakan produk dari produsen tertentu dengan spesifikasi tertentu. Beberapa contoh bentuk yang dianggap sebagai arsitektur pusat data dapat dilihat kembali pada Bab II – sub-bab II.1.2.3.
Untuk mendapatkan arsitektur standar usulan, maka yang dilakukan serangkaian kajian, baik itu terhadap kebutuhan pusat data dan arsitektur-arsitektur yang diterapkan oleh Cisco, Fujitsu Siemens, Enterasys, Force 10, HP (Hewlett Packard), TeamQuest, dan Universal Technologies. Hasil kajian tersebut kemudian disarikan tanpa mengabaikan tren saat ini. Gambaran kerangka pemikiran yang diterapkan guna perumusan arsitektur standar pusat data dapat dilihat pada gambar III.1.
Kajian Arsitektur Pusat Data yang Ada
Force 10 Enterasys
Fujitsu Siemens
Universal
Cisco HP TeamQuest Technologies
Elemen Kunci Pusat Data (eksternal/internal)
Arsitektur Standar Pusat Data
Gambar III.1. Kerangka Pemikiram Perumusan Arsitektur Standar
Hasilnya berupa usulan arsitektur standar dari suatu pusat data, yang tergambarkan dalam bentuk diagram blok pada gambar III.2, yang tidak mengabaikan keseluruhan elemen penting pusat data. Masing-masing blok mewakili beberapa bagian/elemen, baik itu yang berada di internal pusat data maupun eksternal pusat data. Arsitektur ini dapat diterapkan dengan syarat ruangan yang akan digunakan telah ditetapkan sebelumnya, dan ruangan tersebut sesuai dengan kriteria minimum.
Users
Gambar III.2. Usulan Arsitektur Pusat Data
Berikut ini merupakan penjelasan gambar III.2: 1. Aplikasi
Aplikasi akan menjadi mediator antara user dengan pusat data. Perusahaan/organisasi ada kalanya menggunakan lebih dari satu aplikasi pada pusat data, disesuaikan dengan kebutuhan.
Aplikasi yang dimaksud di sini adalah: o aplikasi (sistem) utama, o basisdata, dan
o aplikasi-aplikasi pendukung lainnya:
aplikasi penyimpanan (storage fabric applications) • replikasi,
• server-less backup, • point in time copy, • proteksi data kontinu, • manajemen volume
Infrastruktur
Fasilitas Pendukung Data Center
*Ruangan Data Center *Gedung Sistem Komputer Aplikasi D A T A C EN T ER
aplikasi sistem pertahanan (adaptive threat defense) • layanan firewall virtual
• pencegahan gangguan virtual • DoS (Denial of Services) guard • Anti-virus jaringan
• Proteksi Host aplikasi untuk optimasi
• virtual server balancing • web, video & file caching • wide area optimization • SSL offload
• TCP offload
2. Sistem komputer
Adapun yang termasuk dalam kelompok sistem komputer adalah: o Perangkat keras komputasi,
o sistem operasi, dan
o perangkat penyimpanan (storage) .
3. Infrastruktur
Infrastruktur yang dimaksud di sini adalah: o Infrastruktur jaringan,
o Infrastruktur data, dan o Infrastruktur telekomunikasi.
yang digunakan sebagai mediator antara pusat data dengan pihak luar pusat data, yaitu:
user yang berada dalam lingkungan perusahaan/organisasi, user internal yang mengakses pusat data dari luar area perusahaan, user eksternal yang sekedar membutuhkan informasi umum
4. Fasilitas pendukung Data Center (pusat data)
Perangkat yang dimaksud sebagai fasilitas pendukung pusat data antara lain:
o Power, backup power (power generator), pendukung kualitas power
o UPS (Uninterruptible Power Supplies)
o Sistem pendingin dan HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning)
o Sistem pendeteksi air (kebocoran, banjir) & sistem pelindung air o Sistem pencegahan (termasuk: sistem pendeteksi api dan asap) dan
pemadam kebakaran
o Sistem pemadam api non-konvensional o Sistem perlindungan gempa
o Sistem penangkal petir
o Sistem pengamanan (kamera, petugas keamanan) o Sistem monitoring & control
5. Ruangan Data Center * (opsional)
Ruangan yang dimaksud adalah ruang fisik yang memenuhi persyaratan, atau setidaknya persyaratan minimum dengan kekuatan lantai mampu menahan bobot keseluruhan perangkat di dalam pusat data.
6. Gedung * (opsional)
Untuk beberapa kasus, ruangan yang digunakan sebagai pusat data berada di gedung yang sama dengan lokasi utama perusahaan/organiasi. Ada juga perusahaan yang menempatkan pusat data di gedung yang berbeda (baik dengan atau tanpa pertimbangan), namun masih dalam area yang sama.
III.2 Usulan Siklus Hidup Pusat Data
Untuk mendapatkan siklus hidup (life-cycle) usulan, maka yang dilakukan selain mengkaji kebutuhan pembangunan dan pengelolaan (manajemen) pusat data adalah melakukan kajian terhadap siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan siklus dari suatu sistem Teknologi Informasi (karena pusat data dapat dikatakan sebagai bagian dari suatu sistem TI secara keseluruhan).
Gambar III.3 memperlihatkan kerangka pemikiran dari perumusan usulan siklus pusat data, sekaligus sebagai kerangka pemikiran perumusan yang digunakan untuk mendapatkan panduan standar usulan (untuk pengelolaan suatu pusat data) yang dapat dilihat penjabarannya dalam sub bab III.3.
Kajian
Gambar III.3. Kerangka Pemikiram Perumusan Siklus Hidup dan Panduan
Keterangan:
Pengkategorian poin-poin berdasarkan komponen
Poin-poin kebutuhan manajemen pusat data yang sudah dikelompokkan berdasarkan masing-masing komponen pada masing-masing konsep siklus.
Komponen
merupakan tahapan-tahapan pada masing-masing konsep siklus PDCA & IT System Life-cycle
PDCA Manajemen Pusat Data Life-cycle Sistem TI
Pengkategorian poin-poin berdasarkan komponen Pengkategorian poin-poin berdasarkan komponen komponen komponen Siklus Hidup Pusat Data Panduan Pengelolaan Review poin-poin
Review poin-poin
dibutuhkan untuk melihat kesesuaian antara poin-poin pada guideline usulan dengan masing-masing konsep dan kebutuhan manajemen pusat data
Bergerak dari kerangka pemikiran di atas, maka dibuatlah usulan siklus hidup yang bersesuaian untuk suatu Pusat Data. Perhatikan gambar di bawah ini!
DC Plan DC Development & Deployment DC Operation & Maintenance DC Evaluation
Gambar III.4. Usulan Siklus Hidup Pusat Data
Siklus yang terlihat pada gambar III.4 ini bergerak dari proses perencanaan (DC
Plan). Sebelum membangun pusat data, maka ada baiknya jika mengetahui
terlebih dahulu pusat data seperti apa yang diinginkan oleh perusahaan/organisasi (apakah pusat data yang standar, atau ada kebutuhan lain yang sifatnya spesifik yang diperlukan untuk kelengkapan pusat data tersebut nantinya). Hal ini tentunya dikaitkan dengan strategi TI (Teknologi Informasi) dan bisnis, serta visi teknologi yang selaras dengan kebutuhan bisnis saat ini dan kebutuhan bisnis di masa datang. Dalam proses ini pihak pengelola akan bekerja sama dengan pihak manajemen dan divisi yang berkepentingan.
Kemudian akan didefinisikan kebutuhan-kebutuhan (spesifikasi ruang, power, perangkat keras, perangkat lunak, dsb) dan batasan-batasan pusat data yang akan
dibangun. Hasil pendefinisian tersebut selanjutnya akan menjadi acuan dalam pembangunan arsitektur pusat data. Spesikasi kebutuhan tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan analisis proses dan perkiraan kemampuan.
Selanjutnya pembangunan dan penempatan Pusat Data (DC Development &
Deployment) dapat dilakukan segera setelah tahapan perencanaan selesai
dilaksanakan. Hasil perencanaan diimplementasikan; Serangkaian proses instalasi peralatan, uji coba, konfigurasi, uji konektivitas dan uji inter-operabilitas dilakukan.
Ketika pusat data telah selesai dibangun, maka tahapan berikutnya yang dilakukan adalah pengoperasian dan perawatan pusat data (DC Operation &
Maintenance). Pusat data digunakan untuk kepentingan sistem
perusahaan/organisasi secara penuh, diuji sekeligus di-monitoring. Nantinya akan diketahui apakah tujuan yang diinginkan sudah tercapati atau belum, apakah pusat data sudah sesuai dengan yang direncanakan atau belum, apakah ada masalah lain yang ditemukan (bug). Hasil dari tahap ini dapat digunakan untuk mengidentifikasikan perubahan sistematis dan kebutuhan training.
Selanjutnya, untuk kepentingan perbaikan/peningkatan kualitas pusat data dan/atau pengembangan pusat data, proses yang akan berperan penting adalah proses evaluasi (DC Evaluation). Hasil evaluasi pusat data ini (apakah dalam bentuk modifikasi parameter tertentu, teridentifikasinya masalah baru, atau adanya perubahan lain) nantinya akan menjadi bahan acuan proses analisis, namun kali ini lebih ke arah pengembangan pusat data yang sudah dibangun (sudah ada sebelumnya).
III.3 Usulan Guideline (Panduan) Manajemen Pusat Data
Usulan siklus hidup yang dihasilkan pada sub bab 3.2 selanjutnya akan digunakan untuk menurunkan poin-poin usulan panduan (guideline) yang dapat digunakan dalam proses manajemen pusat data.
1. DC Plan
a. Identifikasikan tujuan pembangunan pusat data; b. Analisis pilihan ukuran/skala pusat data;
c. Analisis kebutuhan pusat data (disesuaikan dengan kebutuhan organisasi/perusahaan);
d. Analisis kapasitas pusat data (baik untuk penyimpanan dan distribusi data);
e. Analisis biaya kebutuhan pusat data
i. Akuisisi perawatan software dan perawatan; ii. Pengembangan software dan perawatan; iii. Personil (permanen, tidak tetap, kontrak, dll.); iv. Integrasi sistem;
v. Persediaan; vi. Pelatihan; vii. Operasional; viii. Dokumentasi;
ix. Pembelian hardware/fasilitas pendukung, sewa, upgrade, perawatan;
x. Sistem telekomunikasi dan layanan; xi. Layanan professional;
xii. Biaya tak terduga.
f. Analisis hasil evaluasi (dilakukan setelah pembangunan pusat data, siklus pertama selesai);
g. Dokumentasikan hasil identifikasi dan analisis
h. Buat perencanaan pengembangan pusat data; i. Buat penjadwalan pengembangan pusat data;
j. Buat struktur untuk pengendalian pengembangan pusat data; k. Tentukan skala pusat data;
l. Definisikan standar konfigurasi untuk: i. Aplikasi;
ii. Sistem komputer; iii. Infrastruktur;
iv. Fasilitas pendukung;
v. Setting keamanan untuk sistem operasi & aplikasi; vi. Setting keamanan fisik.
m. Petakan ruang lokasi pusat data sesuai fungsi;
n. Tentukan area sirkulasi dan area kosong (yang tidak digunakan); o. Definisikan titik-titik komunikasi;
p. Tentukan distribusi kabel dan infrastruktur;
q. Definisikan prosedur-prosedur ( = SOP) yang berlaku dalam pusat data:
i. Prosedur keamanan (fisik/lojik);
ii. Prosedur instalasi dan konfigurasi (aplikasi, sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung);
iii. Prosedur pengoperasian (aplikasi, sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung);
iv. Prosedur kontrol password & sistem keamanan (fisik & lojik);
v. Prosedur distribusi data; vi. Prosedur penyimpanan data; vii. Prosedur disposal data; viii. Prosedur backup data;
ix. Prosedur kebersihan ruang;
x. Prosedur akses ruangan pusat data; xi. Prosedur pengujian (testing); xii. Prosedur maintenance; xiii. Prosedur monitoring;
r. Tetapkan penanggungjawab pusat data dan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap pusat data, tetapkan otoritas dan tugas masing-masing;
s. Tetapkan klasifikasi data/informasi dalam pusat data: i. Public
Data/informasi dapat digunakan bebas oleh umum (internal/eksternal perusahaan).
ii. Proprietary
Data/informasi hanya dapat di-rilis sesuai kebijakan pihak manajer, dengan dukungan ISO dan pihak manajemen senior.
iii. Confidential
Data/informasi tidak berlaku untuk umum.
t. Definisikan rencana ekspansi pusat data untuk beberapa waktu ke depan;
u. Dokumentasikan hasil perencanaan.
Tool yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas yang terangkum dalam poin-poin DC Plan antara lain:
o Observasi langsung;
o PERT, Milestone yang merupakan tool pendukung tahap Perencanaan Proyek (perencanaan, penjadwalan pengembangan); o Pemetaan proses (dengan memanfaatkan diagram blok, diagram
proses, atau flow-chart);
o Analisis Cost-Benefit (digunakan pada saat analisis biaya kebutuhan pusat data dilakukan);
o Analisis grafik;
o Standarisasi kerja dan proses (bisa menggunakan metodologi baku);
o Aplikasi (software) yang dapat digunakan untuk memudahkan proses dokumentasi, baik teks maupun gambar.
2. DC Development & Deployment
a. Implementasikan solusi pusat data yang telah dipilih dan dirancang pada trial basis atau pilot basis;
i. Lakukan instalasi dan konfigurasi (aplikasi, sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung);
ii. Lakukan pengujian konektivitas dan interoperabilitas; b. Dokumentasikan hasil peng-implementasian.
Tool yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas yang terangkum dalam poin-poin DC Development & Deployment antara lain:
o Control chart;
o Indikator kunci untuk performansi;
o Standarisasi kerja dan proses (bisa menggunakan metodologi baku);
o Debugging, tracking atau serangkaian proses pengujian untuk pembuktian terjadinya error;
o Pelaksanaan training formal;
o Aplikasi (software) yang dapat digunakan untuk memudahkan proses dokumentasi, baik teks maupun gambar.
3. DC Operation & Maintenance
a. Lakukan pengoperasian sesuai SOP yang sudah ditetapkan pada tahap “DC Plan”;
b. Lakukan pengujian terhadap pusat data sesuai prosedur; c. Lakukan monitoring terhadap pusat operasi jaringan;
d. Lakukan monitoring terhadap perangkat keras (sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung);
f. Maintenance terhadap sistem komputer, infrastruktur & fasilitas pendukung dilakukan berkala (sesuai jadwal telah yang didefinisikan);
g. Dokumentasikan dalam bentuk log book operation & maintenance.
Tool yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas yang terangkum dalam poin-poin DC Operation & Maintenance antara lain:
o Control chart;
o Indikator kunci untuk performansi;
o Standarisasi kerja dan proses (bisa menggunakan metodologi baku);
o Debugging, tracking atau serangkaian proses pengujian untuk pembuktian terjadinya error;
o Pelaksanaan training formal;
o Aplikasi (software) yang dapat digunakan untuk memudahkan proses dokumentasi, baik teks maupun gambar.
4. DC Evaluation
a. Lakukan evaluasi sesuai prosedur dan menggunakan indikator yang telah ditetapkan pada tahap “DC Plan”
i. Review kondisi dan kemampuan eksisting pusat data;
ii. Review prosedur-prosedur (termasuk prosedur evaluasi dan indikator-indikatornya);
iii. Evaluasi personil pendukung.
b. Definisikan pertimbangan:
i. upgrade Data Center (acuan: kebutuhan, trend); ii. perubahan prosedur-prosedur;
iii. upgrade personil pendukung;
Tool yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas yang terangkum dalam poin-poin Evaluation antara lain:
o Control chart;
o Indikator kunci untuk performansi;
o Standarisasi kerja dan proses (bisa menggunakan metodologi baku);
o Debugging, tracking atau serangkaian proses pengujian untuk pembuktian terjadinya error;
o Aplikasi (software) yang dapat digunakan untuk memudahkan proses dokumentasi, baik teks maupun gambar.
Sebelum panduan (guideline) yang diusulkan mencapai status “direkomentasikan” untuk dipublikasikan, maka hal terpenting berikutnya yang harus dilakukan adalah menguji panduan tersebut untuk menentukan status “valid” atau “belum-valid”-nya panduan tersebut, “cukup” atau “belum-cukup”-“belum-valid”-nya panduan tersebut. Hal ini berkaitan dengan layak atau tidaknya suatu panduan diajukan/dipublikasikan sebagai panduan yang standar untuk digunakan. Idealnya kualitas dari suatu panduan dapat diukur berdasarkan evaluasi prospektif dari efektivitasnya dalam mencapai hasil yang diinginkan.
Metode terbaik yang dapat dilakukan untuk menguji suatu usulan panduan baru adalah dengan cara:
a. Mengimplementasikan panduan baru pada beberapa kasus yang ruang lingkupnya bersesuaian (catatan: ruang lingkup dalam penelitian ini adalah Pusat Data, bertujuan untuk mengelola Pusat Data).
Hasil implementasi panduan baru kemudian dapat dibandingkan dengan hasil implementasi panduan standar yang sudah ada sebelumnya (jika ada). Panduan dapat dikatakan telah teruji apabila telah diujicobakan pada satu/lebih kasus (untuk hasil terbaik, minimal sampel berjumlah tiga kasus pusat data)
Namun, apabila belum ada panduan standar yang setara (baca: memiliki kepentingan yang sama dalam pengimplementasiannya), maka cara ke-2 dapat dijadikan alternatif.
b. Menentukan apakah panduan tersebut masih memiliki kekurangan atau justru terlalu berlebihan dalam menyediakan kebutuhan minimumnya (dalam hal ini berkaitan dengan kepentingan manajemen Pusat Data).
Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk menguji panduan yang diusulkan adalah metode ke-2. Hal ini dikarenakan belum adanya panduan standar yang setara yang nantinya akan dijadikan pembanding pada saat uji implementasi panduan pada suatu kasus tertentu.
Adapun kriteria-kriteria yang ditetapkan untuk menyatakan baik/tidaknya usulan panduan yang ditujukan sebagai pendukung proses manajemen pusat data ini adalah sebagai berikut:
a. Poin-poin pada panduan tersebut tidak keluar dari siklus yang menjadi konsep utama yang digunakan.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, panduan ini diturunkan dari usulan siklus hidup yang telah dibahas pada sub bab III.2. Konsep utama yang digunakan untuk membuat siklus hidup usulan adalah siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act). Maka, sudah seharusnya jika rangkaian proses yang ada pada panduan ini tidak keluar atau tidak melenceng jauh dari konsep PDCA itu sendiri.
b. Poin-poin pada panduan tidak keluar dari siklus sistem TI (Teknologi Informasi) secara umum (sub bab II.3).
Suatu pusat data dapat dipandang sebagai sistem TI skala kecil yang melengkapi sistem TI besar. Sehingga dapat dikatakan, pusat data pun tidak dengan serta merta keluar dari konsep siklus sistem TI secara umum.
c. Poin-poin pada panduan tidak keluar dari kebutuhan/kepentingan utama manajemen Pusat Data, yaitu untuk menjaga dan meningkatkan kualitas Pusat Data tersebut.
d. Panduan diterjemahkan dalam poin-poin sederhana yang diperkirakan tidak menyulitkan untuk dipahami calon pengguna. Hal ini berkaitan dengan sosialisasi panduan baru terhadap user.
e. Panduan bersifat fleksibel, diperkirakan dapat diterapkan pada pusat data dalam jenis skala apapun (kecil/sedang/besar).
Selanjutnya hasil pengujian panduan baru yang diusulkan disajikan dalam:
- Tabel III.1 yang ditujukan untuk melihat kesesuaian antara proses-proses pada siklus PDCA (sub bab II.2) dengan rangkaian proses pada panduan yang diusulkan;
- Tabel III.2 yang ditujukan untuk melihat kesesuaian antara proses-proses pada siklus TI secara umum (sub bab II.3) dengan rangkaian proses pada panduan yan diusulkan; dan
- Tabel III.3 yang ditujukan untuk melihat kesesuaian antara proses-proses pada siklus TI secara umum (sub bab II.1.4) dengan kepentingan utama manajemen pusat data.
Tabel III.1. Kesesuaian Usulan dengan Siklus PDCA Checklist-1 : Kesesuaian dengan siklus PDCA
Plan Do Check Act
DC Plan
Identifikasikan tujuan pembangunan pusat data 3
Analisis pilihan ukuran/skala pusat data 3
Analisis kebutuhan pusat data (disesuaikan dengan kebutuhan organisasi/perusahaan)
3
Analisis kapasitas pusat data (baik untuk penyimpanan dan distribusi data);
3
Analisis biaya kebutuhan pusat data 3
Analisis hasil evaluasi (dilakukan setelah pembangunan pusat data, siklus pertama selesai)
3
Dokumentasikan hasil identifikasi dan analisis 3
Buat perencanaan pengembangan pusat data 3
Buat penjadwalan pengembangan pusat data 3
Buat struktur untuk pengendalian pengembangan pusat data
3
Tentukan skala pusat data 3
Definisikan standar konfigurasi untuk: aplikasi, sistem lomputer, infrastruktur, fasilitas
pendukung, setting keamanan sistem operasi & aplikasi, setting keamanan fisik
3
Petakan ruang lokasi pusat data sesuai fungsi 3
Tentukan area sirkulasi dan area kosong (yang tidak digunakan
3
Definisikan titik-titik komunikasi 3
Tentukan distribusi kabel dan infrastruktur 3
Definisikan prosedur-prosedur ( = SOP) yang berlaku dalam pusat data: prosedur keamanan (fisk/lojik), prosedur instalasi dan konfigurasi, prosedur pengoperasian, prosedur kontrol password & sistem keamanan, prosedur distribusi data, prosedur penyimpanan data, prosedur disposal data, prosedur backup data, prosedur kebersihan ruang, prosedur akses ruangan pusat data, prosedur pengujian, prosedur maintenance, prosedur monitoring, prosedur dan indikator evaluasi,
3
Tetapkan penanggungjawab pusat data dan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap pusat data, tetapkan otoritas dan tugas masing-masing
3
Tetapkan klasifikasi data/informasi dalam pusat data (public, propietary, confidential)
3
Definisikan rencana ekspansi pusat data untuk beberapa waktu ke depan
3
Checklist-1 : Kesesuaian dengan siklus PDCA .. lanjutan
Plan Do Check Act
DC Development & Deployment
Implementasikan solusi pusat data yang telah dipilih dan dirancang pada trial basis atau pilot
basis
Lakukan instalasi dan konfigurasi
(aplikasi, sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung);
Lakukan pengujian konektivitas dan interoperabilitas;
3
Dokumentasikan hasil peng-implementasian 3
DC Operation & Maintenance Lakukan pengoperasian sesuai SOP yang
sudah ditetapkan pada tahap “DC Plan”
3
Lakukan pengujian terhadap pusat data sesuai prosedur
3
Lakukan monitoring terhadap pusat operasi jaringan
3
Lakukan monitoring terhadap perangkat keras (sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung)
3
Lakukan monitoring terkait dengan kebersihan internal pusat data
3 Maintenance terhadap sistem komputer,
infrastruktur & fasilitas pendukung dilakukan berkala (sesuai jadwal telah yang didefinisikan)
3
Dokumentasikan dalam bentuk log book
operation & maintenance
3
DC Evaluation Lakukan evaluasi sesuai prosedur dan
menggunakan indikator yang telah ditetapkan pada tahap “DC Plan”
Review kondisi dan kemampuan eksisting pusat data;
Review prosedur-prosedur (termasuk prosedur evaluasi dan indikator-indikatornya);
Evaluasi personil pendukung.
3
Definisikan pertimbangan
upgrade Data Center (acuan:
kebutuhan, trend);
perubahan prosedur-prosedur;
upgrade personil pendukung;
3
Tabel III.2. Kesesuaian Usulan dengan Siklus Sistem TI Checklist-2 : Kesesuaian dengan siklus sistem TI
Req. analy s is &spe sifica tion Design Dev e lopmen t Testing Deploy me nt Opera tion Evolution DC Plan
Identifikasikan tujuan pembangunan pusat data 3
Analisis pilihan ukuran/skala pusat data 3
Analisis kebutuhan pusat data (disesuaikan dengan kebutuhan organisasi/perusahaan)
3
Analisis kapasitas pusat data (baik untuk penyimpanan dan distribusi data);
3
Analisis biaya kebutuhan pusat data 3
Analisis hasil evaluasi (dilakukan setelah pembangunan pusat data, siklus pertama selesai)
3
Dokumentasikan hasil identifikasi dan analisis 3
Buat perencanaan pengembangan pusat data 3
Buat penjadwalan pengembangan pusat data 3
Buat struktur untuk pengendalian pengembangan pusat data
3
Tentukan skala pusat data 3
Definisikan standar konfigurasi untuk: aplikasi, sistem lomputer, infrastruktur, fasilitas
pendukung, setting keamanan sistem operasi & aplikasi, setting keamanan fisik
3
Petakan ruang lokasi pusat data sesuai fungsi 3
Tentukan area sirkulasi dan area kosong (yang tidak digunakan
3
Definisikan titik-titik komunikasi 3
Tentukan distribusi kabel dan infrastruktur 3
Definisikan prosedur-prosedur ( = SOP) yang berlaku dalam pusat data: prosedur keamanan (fisk/lojik), prosedur instalasi dan konfigurasi, prosedur pengoperasian, prosedur kontrol password & sistem keamanan, prosedur distribusi data, prosedur penyimpanan data, prosedur disposal data, prosedur backup data, prosedur kebersihan ruang, prosedur akses ruangan pusat data, prosedur pengujian, prosedur maintenance, prosedur monitoring, prosedur dan indikator evaluasi
3
Tetapkan penanggungjawab pusat data dan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap pusat data, tetapkan otoritas dan tugas masing-masing
Checklist-2 : Kesesuaian dengan siklus sistem TI ..lanjutan Req. analy s is &spe sifica tion Design Dev e lopmen t Testing Deploy me nt Opera tion Evolution DC Plan
Tetapkan klasifikasi data/informasi dalam pusat data (public, propietary, confidential)
3
Definisikan rencana ekspansi pusat data untuk beberapa waktu ke depan
3
Dokumentasikan hasil perencanaan 3
DC Development & Deployment
Implementasikan solusi pusat data yang telah dipilih dan dirancang pada trial basis atau pilot
basis
Lakukan instalasi dan konfigurasi (aplikasi, sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung);
Lakukan pengujian konektivitas dan interoperabilitas;
3 3 3
Dokumentasikan hasil peng-implementasian 3 3 3
DC Operation & Maintenance
Lakukan pengoperasian sesuai SOP yang sudah ditetapkan pada tahap “DC Plan”
3
Lakukan pengujian terhadap pusat data sesuai prosedur
3 3
Lakukan monitoring terhadap pusat operasi jaringan
3
Lakukan monitoring terhadap perangkat keras (sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung)
3
Lakukan monitoring terkait dengan kebersihan internal pusat data
3
Maintenance terhadap sistem komputer,
infrastruktur & fasilitas pendukung dilakukan berkala (sesuai jadwal telah yang didefinisikan)
3
Dokumentasikan dalam bentuk log book
operation & maintenance
Checklist-2 : Kesesuaian dengan siklus sistem TI ..lanjutan Req. analy s is &spe sifica tion Design Dev e lopmen t Testing Deploy me nt Opera tion Evolution DC Evaluation
Lakukan evaluasi sesuai prosedur dan menggunakan indikator yang telah ditetapkan pada tahap “DC Plan”
Review kondisi dan kemampuan eksisting pusat data;
Review prosedur-prosedur (termasuk prosedur evaluasi dan indikator-indikatornya);
Evaluasi personil pendukung.
3
Definisikan pertimbangan
upgrade Data Center (acuan: kebutuhan,
trend);
perubahan prosedur-prosedur;
upgrade personil pendukung;
3
Tabel III.3. Kesesuaian Usulan dengan Kepentingan Manajemen Pusat Data Checklist-3 : Kesesuaian dengan Kepentingan Manajemen Pusat Data
[Peningkatan Kualitas & Minimalisasi Downtime]
Atribu t QoS Kea m a nan Monitoring p usat operasi jarin gan Monitoring P e rangk at Kera s Kebe rsihan Pusat Dat a Doku me nta s i DC Plan
Identifikasikan tujuan pembangunan pusat data 3
Analisis pilihan ukuran/skala pusat data 3
Analisis kebutuhan pusat data (disesuaikan dengan kebutuhan organisasi/perusahaan)
3
Analisis kapasitas pusat data (baik untuk penyimpanan dan distribusi data);
3
Analisis biaya kebutuhan pusat data 3
Analisis hasil evaluasi (dilakukan setelah
pembangunan pusat data, siklus pertama selesai)
3
Dokumentasikan hasil identifikasi dan analisis 3
Buat perencanaan pengembangan pusat data 3
Buat penjadwalan pengembangan pusat data 3
Buat struktur untuk pengendalian pengembangan pusat data
3
Tentukan skala pusat data 3
Definisikan standar konfigurasi untuk: aplikasi, sistem lomputer, infrastruktur, fasilitas pendukung, setting keamanan sistem operasi & aplikasi, setting keamanan fisik
3 3
Petakan ruang lokasi pusat data sesuai fungsi 3
Tentukan area sirkulasi dan area kosong (yang tidak digunakan
3
Definisikan titik-titik komunikasi 3
Tentukan distribusi kabel dan infrastruktur 3
Definisikan prosedur-prosedur ( = SOP) yang berlaku dalam pusat data: prosedur keamanan (fisk/lojik), prosedur instalasi dan konfigurasi, prosedur
pengoperasian, prosedur kontrol password & sistem keamanan, prosedur distribusi data, prosedur penyimpanan data, prosedur disposal data, prosedur
backup data, prosedur kebersihan ruang, prosedur
akses ruangan pusat data, prosedur pengujian, prosedur maintenance, prosedur monitoring, prosedur dan indikator evaluasi
Checklist-3 : Kesesuaian dengan Kepentingan Manajemen Pusat Data [Peningkatan Kualitas & Minimalisasi Downtime]
Atribu t QoS K e am an a n Monitoring p usat operasi jarin gan Monitoring P e rangk at Kera s Kebe rsihan Pusat Dat a D o k u m e n tasi DC Plan
Tetapkan penanggungjawab pusat data dan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap pusat data, tetapkan otoritas dan tugas masing-masing
3 3
Tetapkan klasifikasi data/informasi dalam pusat data (public, propietary, confidential)
3 3
Definisikan rencana ekspansi pusat data untuk beberapa waktu ke depan
3
Dokumentasikan hasil perencanaan 3
DC Development & Deployment
Implementasikan solusi pusat data yang telah dipilih dan dirancang pada trial basis atau pilot basis
Lakukan instalasi dan konfigurasi (aplikasi, sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung);
Lakukan pengujian konektivitas dan interoperabilitas;
3
Dokumentasikan hasil peng-implementasian 3
DC Operation & Maintenance Lakukan pengoperasian sesuai SOP yang sudah
ditetapkan pada tahap “DC Plan”
3 3
Lakukan pengujian terhadap pusat data sesuai prosedur
3
Lakukan monitoring terhadap pusat operasi jaringan 3 3
Lakukan monitoring terhadap perangkat keras (sistem komputer, infrastruktur, fasilitas pendukung)
3 3
Lakukan monitoring terkait dengan kebersihan internal pusat data
3 3
Maintenance terhadap sistem komputer, infrastruktur
& fasilitas pendukung dilakukan berkala (sesuai jadwal telah yang didefinisikan)
3
Dokumentasikan dalam bentuk log book operation &
maintenance
Checklist-3 : Kesesuaian dengan Kepentingan Manajemen Pusat Data [Peningkatan Kualitas & Minimalisasi Downtime]
Atribu t QoS K e am an a n Monitoring p usat operasi jarin gan Monitoring P e rangk at Kera s Kebe rsihan Pusat Dat a D o k u m e n tasi DC Evaluation Lakukan evaluasi sesuai prosedur dan menggunakan indikator yang telah ditetapkan pada tahap “DC Plan” Review kondisi dan kemampuan eksisting pusat
data;
Review prosedur-prosedur (termasuk prosedur evaluasi dan indikator-indikatornya);
Evaluasi personil pendukung.
3
Definisikan pertimbangan
upgrade Data Center (acuan: kebutuhan, trend); perubahan prosedur-prosedur;
upgrade personil pendukung;
3