• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Kampanye Tiga Pilar Budaya Kota Cianjur.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Kampanye Tiga Pilar Budaya Kota Cianjur."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha iii ABSTRAK

Perancangan Kampanye Tiga Pilar Budaya Kota Cianjur

Oleh

Pebri Aditia Pratama

0964191

Ditataran tanah Sunda banyak sekali macam budaya yang beranekaragam salah satunya budaya Maos, Mamaos, Maenpo merupakan pilar budaya kota Cianjur yang paripurna, sepanjang sejarah kota Cianjur sering di juluki dengan kota santri karena banyak pesantren,biasanya disebut dengan Maos atau ngaos, selain itu kota Cianjur terkenal dengan seni musik Cianjuran atau biasa disebut dengan Mamaos. ada pula ciri khas lainnya yang berkaitan dengan seni beladiri yaitu disebut dengan Maenpo Cikalong. Ketiga pilar budaya tersebut selalu diterapkan pada pola hidup sehari-hari namun seiring dengan perkembangan jaman budaya ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Dalam perancangan komunikasi tiga pilar budaya Cianjur akan menciptakan sebuah kampanye agar anak muda dari masa kemasa akan selalu teringat dan tergugah untuk menerapkan kembali tiga pilar budaya ini pada kehidupan sehari-hari. Pertama kali akan menciptakan

tagline yang sifatnya mengajak untuk anak remaja daerah Cianjur dengan bahasa sunda

loma. Berkonsepkan moderen namun tidak menghilangkan sisi tradisionalnya, dengan dukungan media pertama poster, brosur, website, workshop, media sosial, x-benner dan

gimmick. Dalam penyebaran media poster akan disebar ke sekolah, tempat makan dan

tempat biasa anak remaja nongkrong dan didukung dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter dan di akhiri dengan acara wokshop dan road show ke setiap sekolah dan kampus di daerah kota Cianjur.

(2)

Universitas Kristen Maranatha iv ABSTRACT

Plan of Campaign the Three Pillar Culture of Cianjur City

Oleh

Pebri Aditia Pratama

09641941

In sundanese there are many varieties of culture, for example Maos, Mamaos and Maenpo. Three of them are the pillar culture of Cianjur. Cianjur often called as a santri--moeslem students city since it has many boarding school there. And Maos or ngaos, is the names of educational system of it. Cianjur also known for its traditional music called Mamaos, and its traditional music called Mamaos, and its martial arts, Maenpo. That three pillar of culture always used in the daily activities but come along with modern era, it started for being forgotten by youth generation. In master plan of communication, the three pillar of Cianjur shall create a campaign which youth from time to time will always remember and moved to applicate that three pillar into daily life activities again. First, the campaign will create a tagline which persuade people, especially youth, in Cianjur with the old sundanese language. The concept is modern but did not erase the traditional side, using poster, brochure, website, workshop, social media, x-banner, and gimmick. The poster will be spread out to the schools, restaurants, and cafetaria which youth usually hanging out, Facebook and Twitter for the promotion in social media and the rally ended with workshop and roadshow to every school and college.

(3)

Universitas Kristen Maranatha x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

ABSTRAK ... iii

PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN ... v

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL ... ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

BAB II : LANDASAN TEORI 2.1 Teori Budaya ... 6

2.1.1Definisi Antropologi ... 7

2.1.2Definisi Kebudayaan ... 8

2.1.3Definisi Masyarakat ... 10

2.2 Teori Kampanye ... 11

2.2.1 Kampanye Public Relations ... 11

2.2.2 Manajemen Kampanye Public Relations ... 12

2.3 Teori Anak Remaja ... 17

(4)

Universitas Kristen Maranatha xi

2.3.2 Tahapan Perkembangan Remaja ... 18

2.3.3 Karakteristik Perkembangan Remaja ... 19

2.4 Teori Desain ... 22

2.4.5.2 Teknik-teknik Ilustrasi ... 26

2.4.6 Tinjauan Layout ... 27

2.4.7 Tinjauan Grid ... 27

BAB III : DATA DAN ANALISIS MASALAH 3.1 Mandatori ... 29

3.1.1 Paguyuban Pasundan ... 29

3.2 Instansi Pemerintah Terkait ... 32

3.2.1 Dinas Kebudayaan dan Parawisata Jawa Barat ... 32

3.2.2 Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kota Cianjur ... 33

3.3 Profil Kota Cianjur ... 38

(5)

Universitas Kristen Maranatha xii

3.7.1 SWOT ... 63

3.7.2 STP ... 64

(6)

Universitas Kristen Maranatha xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : SkemaTahapan proses perencanaan kampanye ... 15

Gambar 3.1 : Logo Paguyuban Pasundan ... 29

Gambar 3.2 : Logo Pemerintah Jawa Barat ... 32

Gambar 3.3 : Logo Pemerintah Kota Cianjur ... 33

Gambar 3.4 : Logo Pemerintah Kota Cianjur ... 38

Gambar 3.5 : Foto Padepokan Pancaniti ... 44

Gambar 3.6 : Foto Padepokan Maenpo ... 45

Gambar 3.19 : Foto Bayturrahman ... 60

Gambar 3.20 : Poster Pekan Budaya Jogja ... 61

Gambar 3.21 : Poster Seni Karawitan ... 62

Gambar 3.22 : Poster Seni Karawitan ... 63

Gambar 3.23 : Poster Pasanggiri Pencak Silat ... 64

Gambar 4.1 : Tipografi ... 72

Gambar 4.2 : Logo 3 Pilar Kota Cianjur ... 72

Gambar 4.3 : Foto filosofi logo ... 73

(7)

Universitas Kristen Maranatha xiv

Gambar 4.5 : Warna Logo ... 74

Gambar 4.6 : Poster Awareness ... 79

Gambar 4.7 : Poster Awareness ... 80

Gambar 4.8 : Poster Awareness ... 80

Gambar 4.9 : Poster Awareness ... 81

Gambar 4.10 : Poster Awarenes ... 81

Gambar 4.11 : Poster Informing ... 82

Gambar 4.12 : Poster Informing ... 83

Gambar 4.13 : Stand Poster ... 83

Gambar 4.14 : Note Book ... 84

Gambar 4.15 : Iklan Majalah ... 85

Gambar 4.16 : Gimmick ... 85

Gambar 4.17 : Boot Workshop ... 86

Gambar 4.18 : Website ... 88

(8)

Universitas Kristen Maranatha xv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Variabel Instrumen ... 9

Tabel 2.2 : Variabel Instrumen ... 11

Tabel 2.2 : Variabel Instrumen ... 12

Tabel 4.1 : Manajemen Publikasi Media ... 76

(9)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A : Kuesioner

LAMPIRAN B : Data Penunjang

(10)

Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Indonesia disebut sebagai negara kepulauan. Pulau – pulau di Indonesia

terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan banyaknya pulau – pulau di Indonesia,

maka lahirlah berbagai kebudayaan yang berbeda pula. “BHINEKA TUNGGAL IKA"

sudah menjadi slogan Negara Indonesia, yang artinya berbeda tapi tetap satu. Slogan ini

didasari oleh beragamnya suku dan kebudayaan di Indonesia. Ada puluhan, bahkan

ratusan daerah yang memiliki kebudayaan berbeda tersebar di seluruh Indonesia. Sudah

sepantasnya kita sebagai warga negara Indonesia memelihara kekayaan dan keragaman

budaya di negeri sendiri, karena kalau bukan kita sendiri yang melestarikannya, maka

lama kelamaan kebudayaan itu akan terhapus dan tergantikan dengan budaya globalisasi.

Bila hal itu terjadi, maka tidak ada lagi yang membedakan negara Indonesia dengan

negara-negara lain di dunia.

Jawa Barat merupakan salah satu propinsi di Indonesia. Di dalamnya terdapat

banyak daerah dengan kebudayaan berbeda. Cianjur merupakan salah satu wilayah yang

berada pada kawasan provinsi Jawa Barat. Kebudayaan yang berlandaskan budaya

Sunda, sama seperti kebanyakan daerah di Jawa Barat. Namun ada yang membedakan

budaya Sunda Cianjur dengan budaya Sunda lain di Jawa Barat. Ideologi dan kehidupan

para leluhur di Cianjur sedikit banyak telah melahirkan kebudayaan Sunda yang khas,

yang hanya berlaku di daerah Cianjur. Melalui uraian tiga unsur budaya Cianjur, yaitu

Maos, Mamaos, Maenpo, kita bisa melihat persamaan juga perbedaan budaya Sunda

didaerah Cianjur dengan budaya Sunda pada umumnya.

Sering kali beranggapan bahwa kota Cianjur tidak ada apa-apanya di banding kota

Bogor, Sukabumi, Bandung dan sekitarnya. Padahal kota Cianjur mempunyai banyak

ragam budaya yang sangat bermanfaat bagi pola hidup masyarakat. Hal ini sangat di

(11)

Universitas Kristen Maranatha 2 generasi muda yang mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing. Namun semuanya

kembali kepada pemerintah atau intansi yang terkait yang merancang dan merencanakan

upaya dan tindakan dalam memberlakukan Perda ( Peraturan Daerah ) dan dukungan

untuk mewadahi dan memberi tempat untuk berkumpul, bertukar pikiran dan

menciptakan rutinitas kegiatan dalam mengasah dan meningkatkan budaya Maos,

Mamaos, Maenpo.

Sekilas tentang Maos, Maos, Maenpo merupakan icon kota Cianjur yang

paripurna icon atau tiga pilar ini merupakan budaya tradisi pola hidup yang turun

temurun dari generasi ke generasi. Oleh karena itu budaya ini harus tetap di lestarikan

dan dikembangkan lagi. Maos atau bahasa sunda ngaos merupakan tradisi membaca,

Mamaos adalah kesenian khas orang Cianjur orang luar cianjur biasa menyebutnya

kesenian Cianjuran identik dengan seni pantun yang diiringi oleh alat musik kacapi,

rebab dan suling, Maenpo merupakan seni bela diri untuk menangkis atau menahan

serangan tanpa mencederakan lawan dan alangkah sempurna bagi setiap orang terutama

masyarakat kota Cianjur bisa menguasai seluruh budaya yang menjadi pola hidup

sehari-hari.

Kiranya hal ini akan menciptakan anggapan masyarakat luas terhadap kota

Cianjur yang mempunyai image budaya Maos, Mamaos, Maenpo yang Paripurna

(Sempurna) dan secara otomatis akan banyak orang luar kota cianjur yang ingin

berkunjung ke kota Cianjur.

1.2Permasalahan dan Ruang Lingkup 1.2.1 Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi berikut ini akan merumuskan

masalah yang akan dibahas dan dipecahkan.

a. Bagaimana menarik minat masyarakat luas kota Cianjur dan sekitarnya

untuk lebih mengenal dan memahami budaya Maos, Mamaos, Maenpo

lewat perancangan DKV ?

b. Bagaimana merancang komunikasi yang tepat tentang kebudayaan Maos,

Mamaos, Maenpo untuk target audience ?

(12)

Universitas Kristen Maranatha 3 Penelitian dan wawancara langsung kepada pihak terkait, dan survey.

Merencanakan sebuah identitas untuk mengenalkan kota Cianjur dengan

kebudayaan Maos, Mamaos, Maenpo kepada masyarakat luar dan dalam kota

Cianjur. Dan terciptanya rasa bangga kepada masyarakat Cianjur tentang budaya

Maos, Mamaos, Maenpo.

1.3Tujuan Perancangan

Berdasarkan pokok permasalahan yang telah dirumuskan berikut ini adalah

paparan hasil yang ingin diperoleh.

a. Masyarakat kota Cianjur dan sekitanya lebih mengenal dan memahami budaya

Maos, Mamaos, Maenpo.

b. Merancang komunikasi yang tepat tentang kebudayaan Maos, Mamaos,

Maenpo untuk target audience?

1.4Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Dalam penyusunan laporan, teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa

metode, antara lain sebagai berikut.

a. Observasi

Melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis dan

mengumpulkan data dengan meninjau dan pengambilan gambar langsung.

b. Wawancara

Wawancara dilakukan agar mendapatkan data yang relevan dan dapat

menambah informasi yang dibutuhkan secara nyata melalui sumber yang

sesuai di bidangnya dan mendapatkan tanggapan yang berguna atas masalah

yang terjadi.

c. Studi Pustaka

Mengumpulkan data dengan mempelajari buku-buku ilmiah untuk

mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang berhubungan dengan

topik yang dibahas.

d. Kuesioner

Pengumpulan data dengan menyebar serangkaian pertanyan tersusun

yang kemudian disebarkan kepada koresponden baik yang sudah tau atau

(13)
(14)

Universitas Kristen Maranatha 5 1.6Sistematik Penulisan

BAB I : PENDAHULIUAN

Berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan perancangan, cara

pengumpulan data, kerangka perancangan dan pembabakan penulisan mengenai

topik yang dibahas.

BAB II LANDASAN TEORITIS

Menjelaskan teori atau dasar pemikiran yang akan dipakai untuk

menguraikan suatu permasalahan yaitu definisi teori dan prinsip teori yang

dipakai.

BAB III DATA DAN ANALISIS DATA MASALAH

Menguraikan hasil pengumpulan data di lapangan secara tersetuktur dan

dapat dianalisi sehingga menghasilkan kesimpulan dari hasil survey dan

wawancara yang telah dilakukan.

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

Berisi tentang strategi komunikasi, kreatif, dan visual, yang dihasilkan

untuk menjawab semua permasalahan yang terjadi serta hasil perancangan dan

media promosi dalam Desain Komunikasi Visual.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(15)

Universitas Kristen Maranatha 91

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Setelah melakukan riset dan pendalaman masalah, dapat disimpulkan bahwa

banyak orang yang tidak mengetahui dan mengenal pilar budaya Cianjur. Padahal tilu m

ini sudah menjadi perda kota cianjur . Untuk itu penulis ingin memperkenalkan Tilu M,

khususnya kota Cianjur yang memiliki potensi wisata dari bidang seni budaya.

Diharapkan dapat memberikan dampak yang baik pada kelestarian budaya Indonesia.

Berangkat dari masalah diatas, maka dibentuk sebuah perancangan kampanye

yang berfungsi untuk memberikan sosialisasi tentang kesenian Tilu M, membagikan

identitas yang akan diingat oleh target audience.Perancangan yang dibuat harus menarik

terutama bagi para kaum muda. Disadari bahwa kampanye tidak hanya dapat dilakukan

dengan sekali tahapan, untuk itu kampanye dibuat berdasarkan tahapan yang tepat. Dari

tahapan awareness hingga reminding.

Demikian kesimpulan yang diperoleh penulis selama melakukan penelitian dan

perancangan. Semoga hasil penulisan serta perancangan dapat berguna di masa yang akan

datang. Terima kasih.

5.2 Saran

Di masyarakat khususnya masyarakat Jawa Barat, 3 pilar budaya yaitu Maos,

Mamaos, Maenpo merupakan warisan kebudayaan yang turun temurun diwariskan oleh

(16)

Universitas Kristen Maranatha 92 mengacu pada kebudayaan dan eksistensi suku Sunda. Perancangan kampanye ini

diharapkan dapat membuka paradigma dan pembelajaran sehingga kebudayaan Indonesia

tidak menghilang keberadaannya. Penguji memberi masukan terhadap Tugas Akhir ini

agar memperbaiki cara berfikir kedepannya untuk selalu mendengarkan, mencerna dan

meresapi dalam mengolah dan mengerjakan segala sesuatu jangan langsung diterima

(17)

Universitas Kristen Maranatha 93

DAFTAR PUSTAKA

Anny Gregory, 2004. Perencanaan dan Manajemen Kampanye Public Relations (

Edisi Kedua )

Denny Rusyandi Natamihardja.2009. Ngaguar Mamaos Cianjur. Cianjur :

Lembaga Kebudayaan Cianjur.

R.H, Azis. Asy’arie 2013. Silat Tradisional Maenpo Cikalong Gan Uweh Kaidah

Madi, Sabandar, dan kari. Bandung: Kaifa.

R.H. Azis Asy’arie 2010. Silat Tradisional Maenpo Cikalong R.H.O Soleh.

Malang : Buih Leba.

Rita L. Atkinson; Richard C. Atkinson, Edward E. Smith, Daryl J. Bem dan Susan

Nolen-Hoeksema. 2010. AtkinsonPengantar Pisikolog. Jilid Satu. Tangerang:

Interaksara

Adi Kusrianto. 2004. Tipografi Komputer Untuk Desainer Grafis. Tangerang:

Wahana Buku

Anonmus, 2005 Designing Communications for a Poster Fair,

(18)

Universitas Kristen Maranatha 94

http://smkpas-sbg.blogspot.com

https://tangtungan.com/elmu-penca-cimande-bag-1-sekilas-cimande/

Http://personal. psu.edu/drs18/postershow

Referensi

Dokumen terkait

Status gizi yang tidak baik memiliki hubungan kejadian campak, dan status gizi bukan merupakan faktor risiko terjadinya kejadian campak pada bayi dan balita., Ibu yang

Data menggambarkan suatu kejadian yang sedang berjalan, dimana data tersebut akan diolah dan diterapkan dalam sistem menjadi input yang lebih berguna dalam suatu

PT.DJOYOKUSUMO MARGO UTOMO 86.42 LULUS Hadir Lengkap dan Benar LULUS.. PT CIPTA MARGA MANDIRI 88.31 LULUS Hadir Lengkap dan

Menurunnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik yang ada di perkotaan, baik berupa ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka non-hijau telah mengakibatkan menurunnya

Pembahasan tentang Perencanaan Wilayah Perkotaan perlu terlebih dahulu dimulai dengan tinjauan terhadap pengertian dasar, konsep atau terminologi yang menjadi unsur-unsur

“Ini juga penting untuk mengurangi sampah plastik, Kek,” kata Dino lagi. Memilih produk dengan kemasan kaca atau kardus,” balas

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya hasil belajar fisika pada peserta didik kelas VII SMP DH PEPABRI Makassar Tahun Ajaran 2012/2013 sebelum diajar

Ahl, lateral hypothalamic area; Amg, amygdala; bic, brachium of the inferior colliculus; BL, basolateral nucleus of the amygdala; Bm, basomedial nucleus of the amygdala; BNST,