Jus dan Puree Tomat (Solanum lycopersicum) Menurunkan Persentase Spermatozoa Dengan Morfologi Abnormal Pada Mencit Yang Diberi Pajanan Asap Rokok.

32 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

iv

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

JUS DAN PUREE TOMAT (Solanum lycopersicum) MENURUNKAN PERSENTASE SPERMATOZOA DENGAN MORFOLOGI ABNORMAL

PADA MENCIT YANG DIBERI PAJANAN ASAP ROKOK

Fatrika Dewi, 2011. Pembimbing I : Prof. Dr. Susy Tjahjani, dr., M.Kes. Pembimbing II : Teresa Liliana Wargasetia, S.Si., M.Kes.

Infertilitas adalah salah satu masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Salah satu faktor risiko terjadinya infertilitas adalah kebiasaan merokok yang dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas spermatozoa pada pria. Hal ini disebabkan rokok mengandung senyawa radikal bebas yang dapat mengakibatkan kerusakan pada spermatozoa. Senyawa radikal bebas dapat diredam oleh senyawa antioksidan, salah satunya terdapat pada tomat.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jus dan puree tomat dapat menurunkan persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan mengetahui apakah puree tomat lebih berefek dalam menurunkan persentase spermatozoa mencit dengan morfologi abnormal tersebut.

Mencit sebanyak 24 ekor galur Swiss Webster dikelompokkan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap bersifat komparatif. Kelompok kontrol hanya diberi pakan dan akuades, kelompok P1 diberi pajanan asap rokok saja, kelompok P2 diberi pajanan asap rokok dan jus tomat 1,5 mL, kelompok P3 diberi pajanan asap rokok dan puree tomat 1,5 mL selama 53 hari. Pada hari ke-54 mencit diterminasi dan dilakukan pembuatan preparat apus spermatozoa dengan pewarnaan kristal violet. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA satu arah dan Tukey HSD dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan jus maupun puree tomat lebih rendah daripada yang diberi pajanan asap rokok saja. Persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan puree tomat lebih rendah daripada pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan jus tomat.

Dapat disimpulkan bahwa jus maupun puree tomat dapat menurunkan persentase spermatozoa mencit dengan morfologi abnormal, namun puree tomat mempunyai efek yang lebih baik.

(2)

iv

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

TOMATO (Solanum lycopersicum) JUICE and PUREE DECREASE THE PERCENTAGE OF SPERMATOZOA WITH ABNORMAL MORPHOLOGY IN

CIGARETTES SMOKE-EXPOSED MICE

Fatrika Dewi, 2011. 1st Supervisior : Prof. Dr. Susy Tjahjani, dr., M.kes. 2nd Supervisior : Teresa Liliana Wargasetia, S.Si., M.kes.

Infertility is one of the health problems in the world, including Indonesia. One of the risk factors in the occurance of infertility is the smoking habit, which may cause decrease in quality and quantity of spermatozoa in man. This is caused by cigarettes containing free radical compound which can incur damage to spermatozoa. Free radical compound can be pressed down by antioxidant compound, which among others is found in tomatoes.

The purpose of this research is to find out whether tomato juice and puree can decrease the percentage of abnormal sperm morphology in cigarettes smoke-exposed mice and whether tomato puree has greater effect in decreasing the percentage of spermatozoa with abnormal morphology in the mice.

Twenty four Swiss Webster mice were grouped using comparative complete random design. The negative control group was given only food and aquadest, P1 group was exposed to only cigarettes smoke, P2 group was exposed to cigarettes smoke and 1,5 mL tomato juice, and P3 group was exposed to cigarettes smoke and 1,5 mL tomato puree for 53 days. On the 54th day, mice were terminated and spermatozoa smear slides stained with crystal violet were made.The data was analyzed using One way ANOVA and Tukey HSD with level of significance α=0.05.

The result of this research indicates that the percentage of spermatozoa with abnormal morphology in the mice that were exposed to cigarettes smoke and given tomato juice as well as tomato puree is lower than the group that was exposed to cigarettes smoke only. The percentage of spermatozoa with abnormal morphology in the mice that were exposed to cigarettes smoke and tomato puree is lower than the mice given tomato juice.

It can be concluded that tomato juice as well as tomato puree can decrease the percentage of spermatozoa with abnormal morphology in the mice, but tomato puree has better effect.

(3)

iv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

(4)

iv

2.8.1 Metabolisme, Absorbsi dan Bioavailabilitas Likopen ... 41

2.8.2 Kadar Likopen dalam Plasma ... 45

2.8.3 Mekanisme Kerja Likopen terhadap Radikal Bebas ... 45

2.8.4 Karakteristik Tomat yang Mengandung Banyak Likopen ... 46

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Alat, Bahan dan Subjek Penelitian ... 47

3.5.1 Hipotesis Statistik ... 54

3.5.2 Kriteria Uji ... 54

(5)

iv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Kriteria Analisis Sperma Normal ... 23

Tabel 2.2 Komposisi Karotenoid yang Terdapat Dalam Tomat ... 39

Tabel 2.3 Kandungan Likopen Buah Segar dan Olahan Tomat ... 40

Tabel 2.4 Kandungan Likopen dalam jaringan Manusia ... 43

Tabel 4.1 Perbandingan Rata-Rata Persentase Spermatozoa Mencit dengan Morfologi Abnormal Kelompok Kontrol dengan Kelompok Perlakuan berdasarkan Uji Tukey HSD ... 56

(6)

iv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Morfologi Fisik Mencit (Mus musculus) ... 8

Gambar 2.2 Sistem Reproduksi Mencit Jantan ... 11

Gambar 2.3 Sistem Reproduksi Pria ... 12

Gambar 2.4 Sawar Darah-Testis ... 15

Gambar 2.5 Tubulus Seminiferous ... 16

Gambar 2.6 Spermatogenesis ... 17

Gambar 2.7 Rotasi spermatozoa ... 20

Gambar 2.8 spermiogenesis ... 21

Gambar 2.9 Epididimis ... 22

Gambar 2.10 Morfologi Spermatozoa Normal Mencit ... 25

Gambar 2.11 Morfologi Spermatozoa Tikus, Mencit, dan Manusia ... 26

Gambar 2.12 Morfologi Spermatozoa Normal Manusia ... 27

Gambar 2.13 Morfologi Spermatozoa Abnormal Mencit ... 28

Gambar 2.14 Hubungan Peninkatan ROS terhadap Infertilitas ... 34

Gambar 2.15 Morfologi Tomat ... 36

Gambar 2.16 Berbagai Struktur Isomet Likopen ... 41

Gambar 2.17 Metabolisme dan Absorbsi Karotenoid ... 42

(7)

iv

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GRAFIK

(8)

iv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 . Perhitungan Dosis ... 68

Lampiran 2. Gambar Alat-Alat, Bahan Penelitian dan Perlakuan ... 69

Lampiran 3. Gambar Pengamatan Morfologi spermatozoa Mencit dengan Kristal Violet ... 72

Lampiran 4. Tabel Pengamatan Hasil Penelitian (%) ... 75

Lampiran 5. Perhitungan Statistik SPSS 13.0 ... 76

(9)

66

Universitas Kristen Maranatha LAMPIRAN

Lampiran 1

Perhitungan Dosis

Menurut Ida Gunawan (2003) anjuran konsumsi tomat per hari adalah 500-600 gram dengan asumsi bahwa dalam 100 gram tomat segar terdapat 8,8 mg likopen.

45 mg likopen terdapat dalam:

Konversi mencit 20 gram :

500 gram x 0.0026 = 1,3 gram per hari

Dosis jus atau puree untuk mencit berat badan 22,6 gram: 22,6 : 20 x 1,3 = 1,5 gram per hari

(10)

67

Lampiran 2

Gambar Alat-Alat, Bahan dan Perlakuan

Rokok Alat pengasapan rokok

(11)

68

Kaca arloji, pipet, alat bedah minor, sonde

Preparat apus

Kandang mencit, botol minuman, pakan

(12)

69

Pemaparan asap rokok Pemberian jus atau puree dengan sonde

Terminasi mencit cara dislokasi leher

Pembedahan untuk pengangkatan epididimis + vas deferens

(13)

70

Lampiran 3

Gambar Pengamatan Morfologi Spermatozoa Mencit dengan Pewarnaan Kristal Violet

(a, b, c) Normal

(a) Kepala pipih ; (b) tanpa kepala ; (c) kepala pipih dan ekor patah

a

b

c

a b

b

(14)

71

(a) Bagian tengah bengkok ; (b) ekor melingkar ; (c) kepala bengkok ; (b) (d) bagian tengah ireguler dan ekor melingkar

(a) Bagian tengah patah ; (b) ekor patah

a

b

c

d

a

(15)

72

(a) Ekor patah dan melingkar ; (b) tanpa kepala

(a, b, c) kepala pecah ; (d) tanpa kepala ; (e) Normal ; (f) kepala pipih

a

b

a

b

c

d e

(16)

73

Lampiran 4

Tabel Pengamatan Hasil Penelitian (%)

NO KONTROL ROKOK ROKOK+JUS ROKOK+PUREE

N ABN N ABN N ABN N ABN

1 64 36 24,5 75,5 43,5 56,5 59,5 40,5

2 58,5 41,5 17,5 82,5 45,5 54,5 66,5 33,5

3 66 34 36,5 63,5 45 55 60,5 39,5

4 62,5 37,5 28 72 53 47 56,5 43,5

5 53,5 46,5 30,5 69,5 49,5 50,5 63,5 36,5

6 57,5 42,5 28,5 71,5 42,5 57,5 67,5 32,5

Rata- Rata

60,33 39,65 27,55 72,4 46,5 53,5 62,33 37,66

(17)

74

Lampiran 5

Perhitungan Statistik SPSS 13.0.

Descriptive

95% Confidence Interval for Mean

(18)

75

Multiple Comparison

Dependent Variable: hasil

(I)perlakuan (J) perlakuan

(19)

76

(20)

77

RIWAYAT HIDUP

Nama : Fatrika Dewi

NRP : 0810171

Tempat dan Tanggal Lahir : Sumedang, 2 Mei 1990

Alamat : Babakan hurip RT 01/RW 13 Kelurahan Kota

Kaler Kec. Sumedang Utara Kab. Sumedang 45322

Riwayat Pendidikan :

TK Widuri Sumedang

SD Negeri Sukaraja I Sumedang SMP Negeri 2 Sumedang SMA Negeri 1 Sumedang

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

(21)

1

Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Angka kejadian infertilitas masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Infertilitas adalah ketidakmampuan terjadinya konsepsi atau memiliki anak pada pasangan suami istri usia subur yang telah berhubungan intim secara teratur (2-3 kali per minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi setelah 12 bulan (WHO, 2011). Secara global diperkirakan adanya kasus infertilitas pada 8-12% pasangan di dunia dengan wanita yang masih berusia subur, yaitu antara 50 juta hingga 80 juta pasangan (WHO, 2011). Pria merupakan faktor utama dari sejumlah kasus infertilitas (Choudhary et al., 2010). Cukup tingginya infertilitas pada pria ini disebabkan oleh gangguan yang berhubungan dengan kondisi spermatozoa yang menurun secara kualitas dan kuantitas. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas sperma ini adalah rokok.

(22)

2

sehingga menghasilkan spermatozoa yang abnormal. Jika ROS ini melebihi kadar antioksidan dalam tubuh, kelebihannya akan menyerang komponen lipid, protein, maupun DNA sehingga mengakibatkan kerusakan–kerusakan sel yang disebut stres oksidatif. Tingginya ROS dapat menyebabkan kerusakan pada sperma dan merupakan salah satu mekanisme utama yang menyebabkan infertilitas. Telah dilaporkan bahwa terdapat peningkatan kadar ROS pada 25% sampai 40% pria infertil (Choudhary et al., 2010). Membran plasma pada sperma mengandung Poly Unsaturated Fatty Acids (PUFA) yang mudah dirusak oleh ROS. Kadar ROS yang sangat berlebihan menyebabkan disfungsi spermatozoa karena terjadinya peroksidasi lipid dan perubahan fungsi membran yang berakibat terhadap penurunan metabolisme sperma, morfologi sperma, motilitas sperma dan fertilitas (Pryor, 2001). ROS menyebabkan gangguan spermiogenesis sehingga dapat menghasilkan morfologi spermatozoa yang abnormal (Srivastava, 2005). Kelainan-kelainan pada spermatozoa yang diakibatkan oleh radikal bebas ini dapat menjadi faktor risiko infertilitas.

Radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh perlu diredam dengan mengkonsumsi antioksidan dari luar tubuh. Dewasa ini, banyak sekali produk makanan dan minuman yang berlabel antioksidan dan dikatakan dapat melawan radikal bebas, padahal sebenarnya antioksidan bisa kita dapatkan pada bahan alami, baik dari sayuran maupun buah-buahan yang tersedia di alam, salah satu contohnya adalah tomat (Solanum lycopersicum). Antioksidan yang terdapat dalam tomat antara lain adalah

likopen, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan β-karoten. Kemampuan likopen dalam

meredam radikal bebas dua kali lebih baik dibandingkan dengan beta karoten dan sepuluh kali lebih baik dibandingkan dengan vitamin E (Dewi Maulida dan Naufal Zulkarnaen, 2010).

(23)

3

pasta dan puree. Namun, karena masyarakat Indonesia lebih banyak mengkonsumsi jus maka dalam penelitian ini akan digunakan puree dan jus tomat sebagai pembanding puree yang bertujuan untuk mengetahui apakah puree dan jus dapat menurunkan persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan mengetahui apakah puree memiliki efek yang lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai manfaat tomat dalam mempertahankan kualitas spermatozoa akibat pajanan asap rokok.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah yang diuraikan di atas maka dapat dilakukan identifikasi masalah sebagai berikut:

1. Apakah persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan jus tomat lebih rendah daripada yang diberi pajanan asap rokok saja.

2. Apakah persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan puree tomat lebih rendah daripada yang diberi pajanan asap rokok saja.

3. Apakah persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan puree tomat lebih rendah daripada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan jus tomat.

1.3Tujuan Penelitian

(24)

4

telah diberi asap rokok dan mengetahui apakah efek puree tomat lebih baik dalam menurunkan persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal tersebut.

1.4Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan farmakologi tanaman obat mengenai buah-buahan yang bermanfaat untuk memperbaiki kualitas spermatozoa terutama dalam menurunkan persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal yang meningkat akibat dampak buruk asap rokok. 1.4.2 Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai manfaat yang dimiliki buah tomat terutama bentuk sediaan jus atau puree dalam mencegah terjadinya infertilitas terutama akibat dampak buruk asap rokok.

1.5Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 1.5.1 Kerangka Pemikiran

(25)

5

membran plasma spermatozoa menyebabkan spermatozoa kehilangan motilitas, viabilitas, dan mengalami kerusakan morfologi (Hery Winarsi, 2007).

Tingginya kadar ROS tersebut perlu diredam dengan antioksidan agar tidak terjadi stres oksidatif. Antioksidan adalah senyawa yang dapat mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Hal ini karena, antioksidan bersifat sebagai pemberi elektron atau reduktan. Untuk itu, dengan mengkonsumsi antioksidan yang cukup diharapkan dapat menurunkan kadar ROS dalam tubuh sehingga kerusakan sel dapat dicegah (Hery Winarsi, 2007).

Antioksidan banyak terdapat dalam sayur-sayuran dan buah-buahan, salah satunya adalah tomat. Tomat memiliki berbagai antioksidan antara lain adalah likopen, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan β-karoten. Senyawa likopen diketahui memiliki potensi antioksidan paling besar, yaitu dua kali lebih besar

dibandingkan β-karoten dan sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan

vitamin E. Berdasarkan atas tingginya kadar likopen dalam tomat yang diketahui berperan sebagai antioksidan, diharapkan tomat dapat meredam efek radikal bebas asap rokok. Kadar likopen dalam setiap sediaan tomat berbeda-beda. Kadar likopen pada puree tomat lebih tinggi dan mudah diserap oleh tubuh dibandingkan dengan jus tomat. Akan tetapi, jus tomat memiliki kadar likopen yang lebih tinggi daripada tomat mentah yang dikonsumsi secara langsung tanpa proses penghancuran (Kun Tanti dan Sunarmani, 2008).

1.5.2 Hipotesis

(26)

6

1. Persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan jus tomat lebih rendah daripada yang diberi pajanan asap rokok saja.

2. Persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan puree tomat lebih rendah daripada yang diberi pajanan asap rokok saja.

3. Persentase spermatozoa dengan morfologi abnormal pada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan puree tomat lebih rendah daripada mencit yang diberi pajanan asap rokok dan jus tomat.

1.6Metodologi Penelitian

Penelitian ini bersifat prospektif eksperimental laboratorium sungguhan dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang bersifat komparatif dengan hewan percobaan mencit jantan galur Swiss Webster, berat badan antara 20-30 gram/ekor, dan usia 8-12 minggu tanpa kelainan anatomi yang tampak. Penyeragaman ini dilakukan untuk menghilangkan adanya variabel pengganggu.

(27)

7

1.7Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian: Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung

(28)

61

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Adiatma T.Y. 2002. Smoking problem Indonesia. Med J Indonesia.11, 56-65.

Agarwal S., Rao A.V. 2000. Role of lycopene as antioxidant carotenoid in the prevention of chronic diseases: a review. Nutr Res;19:305-23.

---.2000. Tomato lycopene and its role in human health and chronic disease: a review. Departement of Nutritional Sciences, Faculty of Medecine Toronto. 163(6):739-44.

Agarwal A. 2005. Role of oxidative stress in male infertility and antioxidant supplementation. Departement of obstetrics-Gynecology, The Gleveland clinic foundation.

Anonim. http://www.medicalook.com/human_anatomy/organs/Spermatozoa.html

---. https://steinbachs.org/download/attachments/4686455/Fig16-7.jpg

---. http://www.medimanage.com/Images/tomatoes.jpg

Basu A., Imrhan V.2006. Tomatoes versus lycopene in oksidative stress and carcinogenesis: conclution from clinical trials.European jurnal of clinical nutrition.1-9.

Bohm V., Frohlich K.2008. Ingestion of tomato products and lycopene isomers in plasma.In V.R.Preedy and R.R.Watson: Tomatoes and tomato product:nutritional, medicinal and therapeutic properties.USA: Science Publishers.

Bramley P.M.(2000). Is lycopene beneficial to human health?. Phytochemistry.54, 223-236.

Choudhary R., et al.2010. Oxidative stress and role of antioksidants in male infertility. Department of physiology, Dr.S.N.Medical Collage, India.

Clinton S.K.1998. Lycopene:chemistry, biology and implication for human health and disease. Nutr Rev. 56: 35-51.

(29)

62

Universitas Kristen Maranatha Deming D.M., Erdman J.W.1999. Mammalian carotenoid absorption and

metabolism. Puree appl.Chem.,12(71):2213-2223.

Dewi Maulida, Naufal Zulkarnaen.2010. Ekstraksi antioksidan ( likopen) dari buah tomat dengan menggunakan solven campuran, n–heksana, aseton, dan etanol. Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro.

Fitriani, Kartini Eriani, Widya Sari.2010. The effect of cigarettes smoke exposure causes fertility of male mice (Mus muluscus). J. Natural.2(10). http://www.fmipa.unsyiah.ac.id/jurnalnatural/images/pdf/hal_12_17_2_2010. pdf . 5th July 2011.

Gartner C.,et al.1997. Lycopene is more bioaviable from tomato paste than from fresh tomatoes. Am j Clin Nutr 66:116-122.

Gartner L.P., Hiatt J.L.2007. Color textbook of histology.3th ed. Philadelphia: Saunder Elsevier.p.498-504.

Guyton A.C., Hall J.E.2008. Buku ajar fisiologi kedokteran. Edisi 11.Jakarta: EGC.

Hardi Darmawan.2007. Production of ROS and its effect on mitochondrial and nuclear DNA, human spermatozoa, and sperm finction. Med J Indones,2(16):127-33.

Hery Winarsi.2007. Antioksidan alami dan radikal bebas. Yogyakarta: Kaninus Hess, R.A.1999. Spermatogenesis, overview. Encyclopedia of reproduction. volume

4:542.

Hesti Diah Palupi.2006. Pengaruh pemberian jus buah tomat (Lycopersicum esculentum MILL) terhadap viabilitas spermatozoa mencit Balb/C jantan yang diberi paparan asap rokok. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Hitchman S.C., Fong G.T.2010. Women’s empowerment and smoking Gender empowerment and female-to-male smoking prevalence ratios. Department of Psychology, University of Waterloo, Canada.

(30)

63

Universitas Kristen Maranatha Inbaraj B.S., Chen B.H.2008. Carotenoid in tomato plants. In V.R.Preedy and R.R.Watson: Tomatoes and tomato product:nutritional, medicinal and therapeutic properties. USA: Science Publishers.

Ida Gunawan.2003. Tesis: Pengaruh jus tomat pada kadar likopen plasma dan 8-hidroksi-deoksiguanosin DNA lekosit pekerja laki-laki perokok ringan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Jaffar Siddiq.2010. Rahasia, khasiat dan manfaat:bumbu dapur, rempah-rempah dan sayur-sayuran. Jakarta: Surya Media.

Junqueira L.C., Carneiro J.2007. Histologi dasar.Edisi 10. Jakarta:EGC.

Kaur C., Kapoor H.C.2008. Antioksidant activity in tomato: a function of genotype. In V.R.Preedy and R.R.Watson:Tomatoes and tomato product:nutritional, medicinal and therapeutic properties.USA: Science Publishers.

Kemas Ali Hanafiah.2005. Rancangan Percobaan Aplikatif. Edisi 1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kun Tanti., Sunarmani.2008. Prosiding: Parameter likopen dalam standardisasi konsentrat buah tomat. Pusllitbang.

Kong K.W., et al. 2010. Revealing the power of the natural red pigment lycopene: review molecules 2010, 15,959-987.

Made Astawan.2008. Sehat dengan sayuran. Bogor: Dian Rakyat.

Margono B.P.1996. Usaha penghentian rokok. J respirologi Indo.16, 118-120.

McCance K.L., Huether S.E.2006. Pathophysiology:the biologic basic for disease in adult and children.5th ed. Missouri: Elsevier Mosby.

Moore D.M.2000. The laboratory animal medicine and science-series II. Rats and Mice: Biology Health sciences center for educational resources: University of Washington. http://ehs.uc.edu/lams/data/pdfs/9041.pdf.June 3th, 2011.

(31)

64

Universitas Kristen Maranatha Moreno C.S., et al.2008. Nutritional characterization of tomato juices. In V.R.Preedy and R.R.Watson: Tomatoes and tomato product:nutritional, medicinal and therapeutic properties.USA: Science Publishers.

Muhammad Jaya.2009. Pembunuh berbahaya itu bernama rokok. Kalimantan Timur: Riz’ma.

Nova A.2006. Perubahan sebaran stadia epitel seminiferous, penurunan jumlah sel-sel spermatogenik dan kadar hormon testosteron total mencit (Mus muluskus) galur DDY yang diberi asap rokok kretek.

Porrini M.,et al.1998. Absorption of lycopene from single or daily portions of raw and processed tomato. Br J Nutr 80, 353-361.

Pryor W.A.2001. Bio-assay Oxidative Stress Status (BOSS). Amsterdam: Elsevier.

Rugh, Roberts.1994. The mouse:its reproduction and development. Oxford science publication.

Sadler T.W.2000. Embriologi kedokteran langman. Edisi 7. Jakarta: EGC.

Schoenwolf G.C.,et al.2009. Larsen’s human embryology. 4th ed. Philadelphia: Churchil livingstone Elsevier.p.25-28.

Serrano M., et al.2008. Post-harvest ripening of tomato. In V.R.Preedy and R.R.Watson: Tomatoes and tomato product:nutritional, medicinal and therapeutic properties. USA: Science Publishers.

Silva D.J.H., et al. 2008. Tomatoes: Origin, cultivation techniques and germplasm resources. In V.R.Preedy and R.R.Watson: Tomatoes and tomato product:nutritional, medicinal and therapeutic properties.USA: Science Publishers.

Srivastava S.2005. Cancers Biomarker. vol 1. Amsterdam.

WHO.2002. Smoking Statistics Fact Sheet. http://www.wpro.who.int/media_ centre/fact_sheets/fs_20020528.html. 15 Januari 2011

---.2002. SmokingStatistic. http://www.wpro.who.int/media_centre/fact_sheets/fs_ 20020528.htm. 16 januari 2011

(32)

65

Universitas Kristen Maranatha ---.2011. Assisted Reproductive Technologies (ARTs). http://www.who.int/

genomics/gender/en/index6.html . 12 Januari 2011

Yatim, W.1988. Tesis: Efek antifertilitas dan gula berkhlor terhadap tikus wistar (Rattus norvegicus) dan implikasi prospeknya sebagai kontrasepsi pria. Universitas Padjajaran Bandung.

Figur

Gambar Alat-Alat, Bahan dan Perlakuan
Gambar Alat Alat Bahan dan Perlakuan . View in document p.10
Gambar Pengamatan Morfologi Spermatozoa Mencit dengan Pewarnaan
Gambar Pengamatan Morfologi Spermatozoa Mencit dengan Pewarnaan . View in document p.13
Tabel Pengamatan Hasil Penelitian (%)
Tabel Pengamatan Hasil Penelitian . View in document p.16

Referensi

Memperbarui...