• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peramalan akan melibatkan pengambilan data historis (penjualan tahun lalu) dan memproyeksi mereka ke masa yang akan datang dengan model matematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peramalan akan melibatkan pengambilan data historis (penjualan tahun lalu) dan memproyeksi mereka ke masa yang akan datang dengan model matematika"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Teori Umum

2.1.1 Pengertian Komputer

Menurut Wimatra, Sunardi, dan Saputro dalam Setyaningrum dan Prabowo (2017:2), “Komputer adalah suatu sistem perangkat elektronik yang memiliki tujuan untuk melakukan proses pengolahan data sehingga menghasilkan informasi yang berguna”.

Sedangkan menurut Krisbiantoro (2019:1), “Komputer merupakan alat yang dipakai untuk mengolah dan memproses data menurut perintah yang telah dirumuskan.”

2.1.2 Pengertian Perangkat Lunak (Software)

Menurut Sudirman dkk (2020:24), “Perangkat Lunak (Software) adalah serangkaian instruksi ke komputer atau perangkat digital lainnya untuk menjalankan setiap dan semua proses, seperti menampilkan teks, memanipulasi angka secara matematis, atau menyalin atau menghapus dokumen”.

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:2), “Perangkat Lunak (Software) adalah program komputer yang terasosiasi dengan dokumentasi perangkat lunak seperti dokumentasi kebutuhan, model desain, dan cara penggunaan (user manual)”.

2.1.3 Pengertian Peramalan (forecasting)

Forecasting (peramalan) adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis permintaan konsumen potensial untuk suatu waktu tertentu dengan berbagai asumsi (E.U:2019). Sedangkan Menurut Heizer dan Render (2015:113) mendefinisikan peramalan (forecasting) adalah suatu seni dan ilmu pengetahuan dalam memprediksi peristiwa pada masa mendatang. Peramalan akan melibatkan pengambilan data historis (penjualan tahun lalu) dan memproyeksi mereka ke masa yang akan datang dengan model matematika. Peramalan penjualan itu sendiri adalah taksiran tentang kegiatan-kegiataan perusahaan dalam jangka waktu

(2)

tertentu yang akan datang, serta berisi taksiran-taksiran tentang keadaan atau posisi keuangan prusahaan pada waktu yang akan datang.

Peramalan (forecasting) adalah suatu prosedur untuk membuat informasi factual tentang situasi sosial masa depan atas dasar informasi yang telah ada tentang masalah kebijakan. Ramalan mempunyai tiga bentuk utama: proyeksi, prediksi, dan perkiraan.

1. Suatu proyeksi adalah ramalan yang didasarkan pada ekstrapolasi atas kecenderungan masa lalu maupun masa kini ke masa depan. Proyeksi membuat pertanyaan yang tegas berdasarkan argument yang diperoleh dari motode tertentu dan kasus yang paralel.

2. Sebuah prediksi adalah ramalan yang didasarkan pada asumsi teoritik yang tegas. Asumsi ini dapat berbentuk hokum teoretis (misalnya hokum berkurangnya nilai uang), proposisi teoritis (misalnya proposisi bahwa pecahnya masyarakat sipil diakibatkan oleh kesenjangan antara harapan dan kemampuan), atau analogi (misalnya analogi antara pertumbuhan organisasi pemerintah dengan pertumbuhan organisme biologis).

3. Suatu perkiraan (conjecture) adalah ramalan yang didasarkan pada penilaian yang informative atau penilaian pakar tentang situasi masyarakat masa depan

2.2 Teori Judul 2.2.1 Penerapan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian penerapan adalah perbuatan menerapkan, sedangkan menurut beberapa ahli, penerapan adalah suatu perbuatan mempraktekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya.

2.2.2 Metode Trend Moment

Menurut Sugiarto dan Dergibson (2002) dalam (Yanto, 2018)peramalan dilakukan dengan menggunakan data-data permintaan atau pemesanan masa

(3)

lalu yang berbentuk numerik sehingga menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model deret berkala yaitu Trend Moment.

Pendapat lain mengatakan bahwa Metode peramalan Trend Moment merupakan suatu metode peramalan yang digunakan untuk melihat Trend (Data yang mengalami kenaikan dan penurunan) berdasarkan data History dari suatu variabel menggunakan data deret waktu (Aryanto, 2018). Rumus Metode Trend Moment adalah sebagai berikut:

Y = a + b X

Dimana :

Y : nilai trend ( Peramalan ) a : bilangan konstanta

b : slope atau koefisien kecondongan garis trend X : indeks waktu ( x = 0, 1, 2, 3, …, n )

Metode trend moment berbeda dengan metode lainnya, untuk penentuan data historis X pada penggunaannya tidak harus berjumlah genap atau ganjil karena nilai parameter X selalu dimulai dengan nilai 0 sebagai urutan yang pertama. Sedangkan untuk menghitung nilai a dan b digunakan rumus sebagai berikut (Astuti, 2014) :

� =

�( ��)− ( �)( � )

�( �2)−( �)2

� = � − �( �)

Dimana :

ΣX : Jumlah kumulatif dari periode waktu ΣY : Jumlah kumulatif data penjualan

(4)

Σ XY : Jumlah kumulatif dari jumlah periode dikalikan jumlah penjualan n : Banyaknya periode waktu (bulan)

2.2.3 Aplikasi

Aplikasi adalah suatu program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan sejumlah perintah dari pengguna aplikasi tersebut dengan tujuan memperoleh hasil yang lebih akurat sesuai dengan tujuan pembuatan aplikasi tersebut (Habibi dan karnovi, 2020:14).

Menurut Santoso (2017), Aplikasi adalah suatu kelompok file (form, class, report) yang bertujuan untuk melakukan aktivitas tertentu yang saling terkait, misalnya aplikasi payroll, aplikasi fixed asset, dan lain-lain. Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan lamaran penggunaan.

2.2.4 Prediksi

Prediksi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi di masa depan berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki, agar kesalahannya (selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil perkiraan) dapat diperkecil. Prediksi tidak harus memberikan jawaban secara pasti kejadian yang akan terjadi, melainkan berusaha untuk mencari jawaban sedekat mungkin yang akan terjadi (Herdianto, 2013:8).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia prediksi adalah perkiraan atau arti lainnya ramalan https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/prediksi). Prediksi biasanya digunakan untuk memperkirakan atau forecasting suatu kejadian sebelum kejadian atau peristiwa tertentu terjadi. Contohnya pada bidang Klimatologi dan Geofisika, yaitu bagaimana Badan Meterologi DanGeofisika (BMKG) memperkirakan tanggal tertentu bagaimana Cuacanya,apakah Hujan, Panas dan lain sebagainya.

2.2.5 Penjualan

Menurut Abdullah (2017:23) “Penjualan merupakan kegiatan pelengkap atau suplemen dari pembelian, untuk memungkinkan terjadinya transaksi. Jadi

(5)

kegiatan pembelian dan penjualan merupakan satu kesatuan untuk dapat terlakasananya transfer hak dan transaksi”.

Menurut Mulyadi (2016:160) penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang dan jasa dengan impian akan mendapatkan laba dari terdapatnya transaksitransaksi tersebut dan penjualan bisa diartikan sebagai mengalihkan atau memindahkan hak kepemilikan atas barang atau jasa dari pihak penjual ke pembeli.

2.2.6 Profit

Profit atau disebut juga dengan laba menurut Martono dan Harijito dalam (Tukino, 2019) menjelaskan bahwa konsep laba merupakan konsep yang menghubungkan Antara pendapatan atau penghasilan yang diperoleh oleh perusahaan di satu pihak, dan biaya yang harus ditanggung atau dikeluarkan oleh pihak lain. Jenis-jenis laba / profit adalah sebagai berikut :

1) Laba kotor (gross profit) artinya laba yang diperoleh sebelum dikurangi biaya- biaya yang menjadi beban perusahaan. Artinya laba keseluruhan yang pertama sekali perusahaan peroleh.

2) Laba bersih (net profit) merupakan laba yang telah dikurangi biaya-biaya yang merupakan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu termasuk pajak.

(Kasmir, 2011:303)

2.2.7 Pengertian Penerapan Metode Trend Moment pada Aplikasi Prediksi Penjualan dan Profit pada PT. Eka Pratama Husada Berbasis Website

Penerapan Metode Trend Moment pada Aplikasi Prediksi Penjualan dan Profit pada PT. Eka Pratama Husada Berbasis Website adalah suatu aplikasi yang bertujuan untuk membantu perusahaan dalam memprediksi jumlah penjualan produk di PT Eka Pratama Husada pada periode yang akan datang serta profit yang didapat dari penjualan tersebut. Sehingga dapat memudahkan pihak dari PT Eka Pratama Husada untuk menentukan jumlah stok barang pada bulan yang akan datang dan meminimalisir kekurangan ataupun penumpukan stok pada PT Eka Pratama Husada.

(6)

2.3 Teori Khusus

2.3.1 Pengertian Kamus Data

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2018:73), “Kamus data adalah kumpulan daftar elemen data yang mengalir pada sistem perangkat lunak sehingga masukan (input) dan keluaran (output) dapat dipahami secara umum (memiliki standar cara penulisan)”.

Menurut Kristanto (2019:72) menyatakan bahwa “Kamus data adalah kumpulan elemen-elemen atau simbol-simbol yang digunakan untuk membantu dalam penggambaran atau pengidentifikasian setiap field atau file di dalam sistem”.

Tabel 2.1 Simbol-simbol pada Kamus Data

No Simbol Keterangan

1. = Disusun atau terdiri dari

2. + Dan

3. [|] Baik..atau...

4. {}n n kali diulang/bernilai banyak

5. () Data Operasional

6. *...* Batas Komentar

Sumber : (Sukamto dan Shalahuddin, 2018:74)

2.3.2 Pengertian Data Flow Diagram (DFD)

Menurut Sipayung dan Novichasari (2021:5), “Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Alir Data (DAD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasinotasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem logika, terstruktur dan jelas”.

Menurut Sukamto dan Shalahudin (2018:70) “data flow diagram (DFD) atau Bahasa Indonesia menjadi Diagram Alir Data (DAD) adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi informasi yang

(7)

diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari masukan (input) dan keluaran (output).”

Tabel 2.2 Simbol dalam Data Flow Diagram(DFD)

No. Simbol Keterangan

1.

Proses atau fungsi atau prosedur; pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya menjadi fungsi atau prosedur di dalam kode program Catatan : nama yang diberikan pada sebuah prosesbiasanya berupa kata kerja

2.

File atau basis data atau penyimpanan (storage);

pada pemodelan perangkat lunak yang akan diimplementasikan dengan pemrograman terstruktur, maka pemodelan notasi inilah yang harusnya dibuat menjadi tabel-tabel basis data.

3.

Entitas luar (external entity) atau masukan (input) atau keluaran (output) atau orang yang akan chart berinteraksi dengan perangkat lunak yang dimodelkan atau sistem lain yang terkait dengan aliran data dari sistem yang dimodelkan Catatan:

nama yang digunakan pada (input) atau keluaran (output) biasanya berupa kata benda.

4.

Aliran data; merupakan data yang dikirim antar proses, dari penyimpanan ke proses, atau dari proses ke masukan (input) atau keluaran (output) Catatan: Nama yang digunakan pada aliran data

(8)

biasanya berupa kata benda, dapat diawali dengan kata data misalnya “data siswa” atau tanpa kata data misalnya “siswa”

Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2018:71-72)

Sukamto dan Shalahudin menjelaskan (2018:72) menjelaskan tentang tahapan-tahapan perancangan dengan menggunakan Data Flow Diagram :

1. Membuat DFD Level 0 atau sering disebut juga Context Diagram

DFD level 0 menggambarkan sistem yang akan dibuat sebagai suatu entitas tunggal yang berinteraksi dengan orang maupun sistem lain. DFD level 0 digunakan untuk menggambarkan interaksi antara sistem yang akan dikembangkan dengan entitas luar.

2. Membuat DFD Level 1

DFD level 1 digunakan untuk menggambarkan modul-modul yang ada dalam system yang akan dikembangkan. DFD level 1 merupakan hasil breakdown DFD level 0 yang sudah dibuat sebelumnya.

3. Membuat DFD Level 2

Modul-modul pada DFD level 1 dapat di breakdown menjadi level 2. Modul mana saja yang dapat di breakdown lebih detail tergantung pada kedetailan modul tersebut. Apa bila modul tersebut sudah cukup detail dan rinci maka modul tersebut tidak perlu di breakdown lagi. untuk sebuah system, jumlah DFD level 2 sama dengan jumlah modul pada DFD 1 yang di breakdown.

4. Membuat DFD Level 3 dan Seterusnya

DFD level 3, 4, 5, dan seterusnya merupakan breakdown dari modul pada DFD level di atasnya. Breakdown pada level 3,4,5 dan seterusnya aturannya sama persis dengan DFD level 1 tau 2

(9)

2.3.3 Pengertian Blockchart

Kristanto (2012:75), “Blockchart berfungsi untuk memodelkan masukan, keluaran, proses maupun transaksi dengan menggunakan simbol-simbol tertentu.”

Kristanto (2012:75-77), adapun simbol-simbol yang sering digunakan dalam blockchart dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.3 Simbol dalam Blockchart

No Simbol Keterangan

1.

Menandakan dokumen, bias dalam bentuk surat, formulir, buku/berkas atau cetakan.

2.

Multi dokumen.

3.

Proses manual.

4.

Menandakan dokumen yang diarsipkan (arsip manual).

5.

Data penyimpanan (data storage).

6.

Proses apa saja yang tidak terdefinisi termasuk aktivitas fisik.

(10)

Tabel 2.3 Simbol dalam Blockchart

No Simbol Keterangan

7.

Proses yang dilakukan oleh komputer

8.

Terminasi yang mewakili simbol tertentu untuk digunakan pada aliran lain pada halaman yang sama.

10.

Terminasi yang menandakan awal dan akhir dari suatu aliran.

11.

Terminasi yang mewakili simbol tertentu untuk digunakan pada aliran lain pada halaman yang lain.

12. Pengambilan keputusan (decision).

13.

Layar peraga (monitor).

14.

Pemasukan data secara manual.

(Sumber: Kristanto (2008:75)

(11)

2.3.4 Pengertian Flowchart

Menurut Pahlevy dalam Rusmawan (2019:48) “Flowchart (bagan alir) merupakan sebuah gambaran dalam bentuk diagram alir dari algoritma-algoritma dalam suatu program yang menyatakan arah alur program tersebut”. Adapun simbol-simbol yang sering digunakan dalam Flowchart dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.4 Simbol Flowchart

No. Simbol Nama Simbol Keterangan

1. Terminal Menyatakan permulaan atau

akhir suatu program.

2. Input/Output Menyatakan proses input atau

output tanpa tergantung jenis peralatannya.

3. Proses Menyatakan suatu tindakan

(proses) yang dilakukan oleh komputer.

4. Decision Menunjukkan suatu kondisi

tertentu yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban, ya/tidak.

5. Connector Menyatakan sambungan dari

proses ke proses lainnya alam halaman yang sama.

6. Offline

Connector

Menyatakan sambungan dari proses ke proses lainnya dalam halaman yang berbeda.

(12)

Tabel 2.4 Simbol Flowchart

No Simbol Nama Simbol Keterangan

7. Predefined

Process

Menyatakan penyediaan tempat penyimpanan suatu pengolahan untuk memberi harga awal.

8. Punched Card Menyatakan input berasal dari

kartu atau output ditulis ke kartu.

9. Document Mencetak keluaran dalam

bentuk dokumen (melalui printer)

10. Flow Menyatakan jalannya arus

suatu proses

Sumber : Indrajani (2015-36)

2.3.5 Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Simarmata dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:132), “Entity Relation Ship Diagram (ERD) adalah alat pemodelan data utama dan akan mambantu mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas”. Berikut simbol-simbol dari Entity Relationship Diagram (ERD) :

(13)

Tabel 2.5 Simbol pada Entity Relationship Diagram (ERD)

No. Simbol Keterangan

1.

Entitas / Entity

Entitas merupakan data inti yang akan disimpan;

2.

Atribut

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas

3.

Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan; biasanya berupa id;

kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama)

4.

Atribut multinilai / multivalue

Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu

5.

Relasi

Relasi yang menghubungkan antar entitas; biasanya diawali dengan kata kerja

6.

Asosiasi / association N

Penghubung antara relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian.

Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2018:50-51) nama_atribut

Nama_entitas

nama_kunci primer

nama_atribut

nama_relasi

(14)

2.4 Teori Program

2.4.1 Hyper-text Markup Language (HTML)

HTML atau sering disebut dengan Hyper-text Markup Language, awalnya dulu pernah disebut sebagai pemrograman. Dari kepanjangannya, bisa kita simpukan bahwa HTML adalah sebuah penkita atau mark. Jadi, kita luruskan mindset kita dahulu bahwa HTML bukan Bahasa pemrograman, tetapi sebuah penkita( Yudhanto & Prasetyo ,2018:3). Sedangkan Menurut Wardana (2016:3) Hypertext markup language (HTML) merupakan bahasa pemrograman dasar untuk mengelola website. Akan tetapi, HTML hanya terbatas pada pembuatan website statis (website yang tidak dapat berinteraksi aktif dengan user). Maka dari itu, HTML biasa dikombinasikan dengan bahasa pemrograman web lainnya.

2.4.1.1 Struktur Penulisan HTML ( Hyper-text Markup Language)

Dokumen HTML merupakan file yang pada umumnya berekstensi ,htm atau .html. Adapun aturan penulisan HTML adalah sebagai berikut:

1. Dalam penulisannya, tag HTML diapit dengan dua karakter “<” dan “>”.

2. Tag HTML selalu berpasangan.

3. Jika dalam suatu tag terdapat tag lagi maka penulisan tag akhir tidak boleh bersilang dan harus lurus.

4. Tag html tidak case sensitive, dimana tag huruf kecil dan dengan tag huruf bersilang dan harus lurus.

5. Penulisan script HTML selalu diawali dengan <html> dan diakhiri </html>.

2.4.2 Hypertext Processor (PHP)

Gambar 2.1 Logo PHP

(15)

Menurut Yudhanto & Prasetyo (2018:7), “PHP atau Hypertext Processor adalah bahasa pemrograman script server side yang sengaja dirancang lebih cenderung untuk membuat dan mengembangkan web. Bahasa pemrograman ini memang dirancang untuk para pengembang web agar dapat menciptakan suatu halaman web yang bersifat dinamis”. “Hypertext preprocessor (PHP) merupakan bahasa pemrograman untuk pembuatan website dinamis, yang mampu berinteraksi dengan pengunjung atau penggunanya” (Wardana, 2016:1).

2.4.2.1 Penggunaan PHP

Menurut Bunafit Nugroho (2019:201), “Hypertext Prepocessor (PHP) adalah sebuah bahasa pemrograman yang berbentuk scripting, sistem kerja program ini adalah sebagai Interpreter bukan sebagai Compiler”. Untuk menuliskan dan memulai kode PHP dengan tanda<?php dan diakhiri dengan ?>.

Berikut contoh penulisan skrip PHP di dalam skrip HTML.

<!DOCTYPE HTML>

<html>

<head>

<title>Hello World! </title>

</head>

<body>

<?php

Echo “Hello World!”;

?>

</body>

</html>

2.4.3 Cascading Style Sheet (CSS)

Menurut Ardhana dalam Sa’ad (2020:28), “Cascading Style Sheets (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan menjadi lebih terstruktur dan seragam”. Sedangkan, menurut Sulistiono (2018:2). ”CSS (Cascading Style Sheet) merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam.” .

(16)

2.4.4 Bootsrap

Gambar 2.2 Logo Bootstap

Menurut Abdulloh dalam Sa’ad (2020:30), “Bootstrap adalah sebuah framework CSS yang menyediakan kumpulan komponen-komponen antar muka dasar pada web yang telah dirancang sedemikian rupa untuk digunakan bersama- sama”. Sedangkan Menurut Menurut (Nugroho & Setiyawati, 2019), “Bootstrap adalah framework css untuk membuat tampilan web. Bootstrap menyediakan class dan komponen yang sudah siap dipakai”.

2.4.5 JavaScript

Gambar 2.3 Logo JavaScript

Menurut Abdulloh (2018:193), “Javascript adalah bahasa pemrograman web yang pemrosesannya dilakukan di sisi client”. Sedangkan menurut Suryana dan Koeheryatin (2014:181) “JavaScript adalah bahasa script berdasar pada objek yang memperbolehkan pemakai untuk mengendalikan banyak aspek interaksi pemakai pada suatu dokumen HTML”.

(17)

2.4.6 MYSQL

Gambar 2.4 Logo MySQL

Menurut Arief dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:131), “MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dari pengelolaan datanya”. Sedangkan menurut Madcoms (dalam Ayu dan Permatasari, 2018:21), “MySQL adalah sistem manajemen Database SQL yang bersifat open source dan paling popular saat ini. Sistem Database MySQL mendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multiuser dan SQL Database managemen system (DBMS)”.

2.4.7 XAMPP

Gambar 2.5 Logo XAMPP

Menurut Yudhanto & Prasetyo (2018:14), “XAMPP adalah kompilasi program aplikasi gratis terfavorit di kalangan developer/programmer yang berguna untuk pengembangan website berbasis PHP dan MySQL”.

Sedangkan menurut Iqbal (2019) menyatakan “XAMPP merupakan software server apache dimana dalam XAMPP yang telah tersedia database server seperti MySQL dan PHP programming”.

(18)

2.4.8 Sublime Text

Gambar 2.6 Logo Sublime Text

Menurut Supono & Putratama (2019:14) mengemukakan bahwa “sublime text merupakan perangkat lunak web editor yang digunakan untuk membuat mengedit suatu aplikasi”. “Sublime Text adalah aplikasi editor untuk kode dan teks yang dapat berjalan diberbagai platform operating system dengan menggunakan teknologi Phyton API. Terciptanya aplikasi ini terinspirasi dari aplikasi Vim, Aplikasi ini sangatlah fleksibel dan powerful. Fungsionalitas dari aplikasi ini dapat dikembangkan dengan menggunakan sublime- packages”.(Syifani dan Dores, 2018:25).

Referensi Jurnal

Bebarapa jurnal yang digunakan penulis sebagai referensi, antara lain :

1. Penelitian yang telah dilakukan oleh M. Fahrur Rizal, dan Danang Wahyu Widodo (2021), Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Trend Moment dalam menentukan produk penjualan Healhty di CV. Surya Wilis 2. Penelitian yang telah dilakukan oleh Icha Yulian, Dini Sri Anggraeni, dan

Qurrotul Aini (2020), Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Trend Moment dalam menentukan produk penjualan di CV. Rabbani Asyisa

3. Penelitian yang telah dilakukan oleh Ulia Ulfa, Sumijan, dan Gunadi Widi Nurcahyo (2019), Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Trend Moment dalam menentukan produk penjualan pupuk pada UD. Aneka Tani Mandiri

4. Penelitian yang telah dilakukan oleh Nurlaili dan Reni Umilasari (2017), Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Trend Moment dalam menentukan stok persediaan penjualan di Apotek Prima Farma

(19)

5. Penelitian yang telah dilakukan oleh Dwi Agus Mulyanto (2019), Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Trend Moment dalam menentukan target pengeluaran barang di PT Telkom Akses

Referensi

Dokumen terkait

Dalam studi manajemen, kehadiran konflik pendidikan tidak bisa terlepas dari permasalahan keseharian yang dirasakan oleh pengelola lembaga pendidikan. Konflik tersebut

Dosen memiliki tugas ganda; pertama sebagai DPL (tupoksi dikjar), kedua sebagai pelaksana pengabdian (tupoksi PkM). Dan, jumlah hari pelaksanaannya mengikuti jumlah hari

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Citra Tubindo Tbk dan

menggambarkan I tem pekerjaan ”Pengecatan dengan cat minyak” ; 2).Skema pengerahan tenaga tidak sinkron dengan jadwal waktu pelaksanaan dimana I tem pekerjaan Mobilisasi

Pada foto Rontgen kepala polos lateral, tampak kepala yang membesar dengan disproporsi kraniofasial, tulang yang menipis dan sutura melebar 5 , yang menjadi alat

Sebagai radio milik negara yang berperan sebagai pemersatu antar wilayah perlu menyesuaikan diri dan mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju membuat

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun petai cina (Leucaena glauca (L.) Benth.) memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas dengan

peneliti melihat adanya beberapa frame besar dalam analisis level teks ini yaitu Pemerintah kabupaten-kabupaten di pulau Flores yang termasuk kelompok pro atau yang