FAKTOR RESIKO
Oleh ;
Dr. Edison,MPH
Resiko :
adalah probabilitas terjadinya keadaan yang tidak menyenangkan.
Faktor resiko :
adalah faktor-faktor yang berhubungan dgn peningkatan terjadinya suatu penyakit.
Contoh :
- obat-obatan - lingkungan
Faktor resiko adalah suatu kondisi, sifat,
fisik atau perilaku yang dapat meningkatkan kejadian penyakit pada orang sehat.
( Knap, 1992 ).
* Risk factors are characteristics, signs,
symptoms in disease-free individual which are statistically associated with an increased incidence of subsequent disease.
Macam-macam f. resiko
1. Menurut dapat tidaknya diubah
a. Un-changeable ( umur, genetik dll )
b. Changeable ( merokok, olahraga, dll )
2. Menurut kestabilan peranannya.
a. Suspected ( rokok – Ca-leher rahim ) b. Established ( rokok – Ca-paru )
Sejarah faktor resiko : - Framingham study - Thalidomide study
Faktor resiko pada penyakit kronis sulit menentukannya ok :
1. Masa laten panjang
2. Frekuensi paparan rendah 3. Insidens penyakit rendah 4. Resiko kecil
5. Penyakit umum
Mempelajari faktor resiko perlu utk : 1. Penyakit menular
2. Penyakit tdk menular
Pengembangan f resiko pada PTM perlu krn: - kausanya tdk jelas
- konsep multi-kausal menonjol - adanya interaksi antar f resiko
KEGUNAAN IDENTIFIKASI F. RESIKO :
1. Meramalkan / prediksi kejadian penyakit 2. Membantu menegakkan diagnosis
KRITERIA F. RESIKO
( Austin Bradford Hill, 1965 ) 1. Kekuatan hubungan
2. Temporal
3. Respon terhadap dosis 4. Reversibilitas
5. Konsistensi
6. Kelayakan biologis 7. Spesifisitas
STUDI FAKTOR RESIKO
1. Studi kohort
2. Studi case-control
METODOLOGI
PENELITIAN
METODOLOGI
PENELITIAN
Oleh :
Dr. Edison, MPH
• Defenisi :
Metodologi - method = cara / prosedur
- logos = ilmu
Penelitian = research
re = kembali
to search = mencari
• Pearson ( 1946 )
Penelitian adalah pencarian sesuatu hal
yang dilakukan dengan cara sistematik utk memecahkan masalah.
John ( 1949 )
Penelitian adalah pencarian fakta yang dilakukan dengan metode obyektif yang menghasilkan dalil atau hukum.
Penelitian adlh pencarian atau penyelidikan pengetahuan baru dengan menggunakan
• Ciri-ciri penelitian yang baik :
( Cooper & Emory, 1996 )
1. Masalahnya harus didefinisikan dan dirumuskan dengan jelas.
2. Prosedur harus diuraikan secara rinci 3. Disain penelitian harus jelas dan benar 4. Hasilnya dilaporkan secara jujur
termasuk kelemahannya
6. Kesimpulan berdsrkan data yang telah diuji kebenarannya dan harus sinkron dengan rumusan masalah yang diajukan.
• Syarat berhasilnya penelitian :
1. Kesadaran masy dan pemerintah tentang pentingnya penelitian.
Indikator kemajuan negara ( Menristek 2004 ) yi ; rasio dana penelitian, SDM,
publikasi ilmiah dan perolehan paten.
5. Kualifikasi peneliti memenuhi syarat : a. Mempunyai daya nalar tinggi
b. Mempunyai ide originalitas
c. Mempunyai daya ingat yang kuat d. Mempunyai sifat waspada
e. Mempunyai tkt pengamatan akurat f. Mempunyai daya konsentrasi tinggi g. Dapat bekerjasama
h. Sehat jasmani dan rohani
• Tahap-tahap proses penelitian
1. Identifikasi, pemilihan dan perumusan masalah.
Masalah adalah kesenjangan ( gap ) atr
das sollen
( apa yg seharusnya ) dandas
sein
( kenyataan yg ada ).Sumber masalah dpt diperoleh dari :
Sumber masalah lanjutan….
b. Seminar, semiloka, lokakarya, diaskusi dan pertemuan ilmiah lainnya.
c. Pernyataan pemegang otoritas. d. Pengamatan
Pertimbangan pemilihan masalah :
a. Masalah harus memberi sumbangan kpd pengembangan ilmu atau utk kepentingan praktis.
b. Biaya, waktu, saran dan prasarana yang tersedia.
c. Bekal dan dukungan teoritis cukup
• Perumusan masalah
Penting artinya, krn dipergunakan sebagai penuntun langkah selanjutnya.
a. Biasanya dlm bentuk kalimat pertanyaan. b. Hendaknya informatif dalam artian
padat makna.
c. Memberi petunjuk utk pengumpulan
datanya.
• Judul penelitian
- harus informatif, sinkron dgn rumusan mslh.
- tidak boleh terlalu panjang ( 12 kata )
- kalau panjang, tambahkan pada sub-judul - hindari penggunaan kata pendahuluan,
studi dan analisis.
• 2. Penelaahan kepustakaan
Bertujuan untuk mencari landasan teoritik dan empirik utk penelitian yg akan
dikerjakan
Bersumber dari bacaan :
buku teks, jurnal, laporan penelitian,
skripsi, tesis, disertasi, internet dan karya ilmiah lainnya.
3. Penyusunan kerangka konseptual
Kerangka konseptual adalah
kerangka teori yg diperoleh dari
penelaahan studi kepustakaan yang manfaatnya dpt dipergunakan utk memudahkan dalam memahami
hipotesis yg diajukan.
Kerangka konseptual berisi
• 4. Penyusunan hipotesis
Hipotesis penelitian adalah pernyataan atau jawaban sementara thd rumusan masalah, perlu diuji kebenarannya.
Pada penelitian inferensial perlu hipotesa, sedangkan pada penelitian deskriptif
• Ketentuan2 dalam menyusun hipotesa
a. Disusun dalam kalimat pernyataan.
b. Disusun secara padat makna ( informatif ) c. Dapat diuji kebenarannya.
d. Menyatakan pengaruh, hubungan atau perbedaan di antara variabel.
e. Formula penulisannya jangan digunakan Ho dan Ha.
• 5. Identifikasi, klasifikasi dan DO variabel
Variabel adalah suatu konsep yg bisa diukur dan hasil pengukurannya bervariasi. Perlu ditentukan dan kmd diklasifikasikan :
- var sebab ( pengaruh )
- var akibat ( tergantung )
• 6. Pemilihan instrumen pengumpul data
- disesuaikan dengan metoda pengum pulan data yang dipergunakan.
- memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas.
- sebaiknya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas instrumen.
• 7. Jenis dan Rancangan Penelitian
a. Penelitian non eksperimental
- penelitian historikal - penelitian korelasional - penelitian kasus
b. Penelitian Eksperimental
- Rancangan acak lengkap - Rancangan acak kelompok - Rancangan sama subyek
- Rancangan bujur sangkar latin - Rancangan faktorial
• 8. Penentuan Sampel
- Utk generalisasi hsl penelitian perlu ditetapkan besar sampel.
- besar sampel tergantung kpd : * jenis populasinya
* presisi thd nilai populasi * rancangan penelitian
* proporsi fenomena yg terjadi * konfidens interval
• Teknik Sampling
1. Probability sampling
a. Simple random
b. Sistematic random c. Stratified sampling d. Cluster random
e. Multistage random
2. Non Probability sampling
a. Kuota b. Aksidental c. Purposif
• 9. Pengumpulan Data
Macam-macam metode pengumpulan data : a. Wawancara ( interview )
b. Observasi ( pengamatan ) c. Angket
d. Dokumenter e. Pengukuran
• 10. Pengolahan dan analisis data
Data yang telah terkumpul diolah kmd di analisis dengan tujuan apkh hipotesis
dapat diterima atau ditolak.
Untuk ini dipergunakan uji statistik yang sesuai dengan :
- skala data - hipotesis
• 11. Interpretasi hasil penelitian
Dibuat berdasarkan hasil uji statistik dan
hipotesis penelitian.
12. Membuat kesimpulan
Dibuar berdasarkan hasil yg telah diuji kebenarannya, sinkron dgn rumusan
mslh, tujuan dan hipotesis penelitian.
13. Membuat laporan penelitian
PENGANTAR GENETIKA
DASAR HUKUM MENDEL
ISTILAH DALAM GENETIKA
OLEH
1.PENGANTAR GENETIKA
Genetika adalah ilmu yang mempelajari
sifat keturunan yang diwariskan kepada anak cucu dan variasi yang mungkin
timbul didalamnya
Genetika dapat berubah secara beransur
ansur ( evolusi ) atau secara mendadak
Sejak dahulu kala sudah diketahui bahwa seorang anak mirip dengan orang tuanya
Ada pepatah yang mengatakan “like father
like son” atau air cucuran atap jatuhnya
ke pelimbahan juga
Sejak ditemukannya ilmu keturunan pada
Dasar ilmu genetika
Perkembang biakan makhluk hidup ada 2
cara 1. aseksual
Perkembangan aseksual
Terdapat pada tubuhan seperti stek,cangkok
Hewan seperti cacing, bintang laut , cecak
Dimana sifat dari induk dan anaknya sama
Pada manusia perkembangan aseksual
Perkembangan seksual yaitu bertemunya ovum dengan spermatozoa Disini sifat
antara anak dan kedua orang tuanya tidak persis sama
Yang menjadi dasar dari teori pewarisan
sifat ini adalah 1. Teori Mendel 2. Teori tentang pewarisan sifat
2. DASAR HUKUM MENDEL
Gregor Mendel (1822-1884) pendeta Austria. Dia dianggap sebagai BAPAK GENETIKA
Dalam penelitiannya menggunakan ercis dengan kreteria
1. Sifatnya dapat dibedakan
2. Dapat menyilang sendiri atau disilangkan
Mendel memilih tanaman ercis
1. Hidupnya tidak lama,mudah tumbuh dan mudah disilangkan
2. Memiliki bunga sempurna ( punya benang sari dan putik), dapat menyerbuk sendiri atau
disilangkan
3. Mempunyai sifat yang berbeda , batang tinggi dan rendah, buah polong warna hijau dan
kuning, bunga warna unggu dan putih,
Penyilangan monohibrid
Yaitu penyilangan dengan satu tanda
beda.
Ercis tinggi (T T) dengan rendah (tt)
Hasil Filial I (F1) semuanya tinggi (Tt)
TT X tt paren T t gamet
Tt F1
Tt X Tt
T dan t gamet TT Tt Tt tt F2
TT = tinggi Tt = tinggi tt = rendah
perbandingan fenotip = 3 : 1
Pada perkawinan monohibrid dari Mendel hasilnya F1 (Tt) membentuk gamet T
dan t ….. Terjadi pemisahan alel Prinsip
ini dikenal sebagai HUKUM MENDEl I
Kesimpulan dari perkawinan
monohibrid
1. Semua individu F1 sama
2. Bila dominansi nampak sepenuhnya maka F1 genotipnya sama dengan induknya yang
dominan
3. Pada F1 yang heterozigot , pada
pembentukan gamet terjadi pemisahan alel …. Gametnya hanya memiliki salah satu alel saja
4. Jika dominansi nampak sepenuhnya (Tt X Tt) hasilnya perbandingan fenotip 3 : 1 dan
Monohibrid pada manusia
1. Polidaktily
2. Albino
3. Mata biru
4. Rambut ikal
5. Celah bibir dan langit-langit
5. Diabetes militus (DM type I )
Perkawinan dihibrid
Yaitu perkawinan dengan 2 sifat berbeda contoh Ercis
B = gen biji bulat b = gen biji keriput
K = gen biji warna kuming k = gen biji warna hijau
Hasilny 4 macam fenotip dan 16 macam genotip ( perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 )
Kesimpulan
Anggota sepasang gen akan
mengelompok secara bebas waktu meiosis selama pembentukan gamet.
disebut HUKUM MENDEl II
Atau The low of independent of assormen
Ada 4 macam postulat Mendel
1. Gen berupa benda selalu
berpasangan pada individu diploid
2. Pada gametogenesis ke 2 faktor itu
berpisah ---- setiap gamet mempunyai satu faktor
3. Prinsip dominan resesif
4. Bila ada 2 faktor keturunan pada
gametogenesis terjadi pilihan
NON MENDEL (DILUAR
1. Semi dominan ( domnan tidak penuh) Fenotip individ heterozigot terletak
MM bunga merah , pp bunga putih P MM X pp
Gamet M M p p F1 Mp merah muda F2 Mp X Mp
2. Ko dominansi
Fenotip sama dengan genotip contoh golongan darah AB (fenotip) sama
dengan alel A dan alel B (genotip)
Masing masing alel mengekspresikan
3. Pewarisan Poligen
Yaitu banyak gen (lebih dari dua gen ) menentukan satu sifat (karakter)
Contoh pigmentasi kulit
3. ISTILAH DALAM GENETIKA
Alel.Bentuk alternative suatu gen yang terdapat pada lokus gen tertentu.
Autosom . Setiap kromosom yang bukan kromosom seks
Kromatid . Salah satu dari kedua utasan kromosom
Kromatin. Benang yang panjang, tak teratur dan tersebar dalam nukleus selama interfase
Gamet . Sel reproduksi (sel benih)
Heterozigot. Mempunyai dua alel berlainan ( misal A dan a) pada lokus gen yang sesuai
pada kromosom homolog.
Homozigot. Mempunyai alel identik (misal AA atau aa). Dalam lokus gen yang sesuai dengan kromosom homolog.
Hibrid. Organisme yang dihasilkan dari orang tua secara genetik berlainan
Mutasi. Perubahan stabil yang diwariskan dalam suatu gen .
Meiosis Pembelahan sel 1 menjadi 2 tapi
kromosom sel anak jumlahnya separuh dari kromosom induknya . Terjadi hanya pada sel gamet.
Mitosis Pembelahan sel dari 1 menjadi 2
Non disjangsi .Kegagalan dua kromosom homolog untuk berpisah pada saat meiosis
Metabolisme Karbohidrat
Glycolisis
• Glycolysis is the process by which glucose is broken down to pyruvate in order to begin obtaining some of the energy stored in the glucose molecule for use by the body.
• Two key enzymes, hexokinase and
Glycolisis
• The steps of glycolysis. Feedback inhibition of glucose phosphorylation by hexokinase,
inhibition of pyruvate kinase, and the main regulatory, rate-limiting step catalyzed by phosphofructokinase (PFK-1) are indicated.
• Pyruvate formation and substrate-level
phosphorylation are the main outcomes of these reactions.
• 1. The principal enzyme catalyzing this reaction,
hexokinase, is found in all cells and has a high affinity (low
Km) for glucose.
– a. The high affinity of hexokinase for glucose means that even when glucose levels in the body are low, cells can efficiently take up glucose and obtain energy from it.
– b. Glucose 6-phosphate inhibits hexokinase, preventing cells from metabolizing excess glucose and harming other cells by reducing glucose available in the blood for metabolism.
• 2. Glucokinase is found in the liver and is responsible for dealing with the high levels of glucose available after a meal.
– a. Glucokinase has a low affinity (high Km) for glucose but has a high Vmax.
– b. Elevation of blood glucose levels after a meal stimulates the pancreas to secrete insulin, which among its many actions
induces synthesis of glucokinase by the liver.
• 3. The negative charge of glucose 6-phosphate prevents it from diffusing across the plasma membrane and effectively
Key regulatory enzyme
• The key regulatory enzyme phosphofructokinase-1 (PFK-1) catalyzes the synthesis of fructose 1,6-bisphosphate.
• ATP : phosphate donor for this reaction; two high-energy phosphates must be invested at the start of glycolysis.
• PFK-1 catalyzes this irreversible and rate-limiting step in glycolysis and is highly regulated.
• PFK-1: subject to allosteric inhibition by ATP, citrate, and phosphoenolpyruvate, all of which are elevated when the cell has a high level of energy reserves.
– AMP is a very sensitive indicator of the cell’s energy needs
because of rapid interconversion of adenine nucleotides and is an important activator of PFK-1.
• Another key enzyme, pyruvate kinase, catalyzes the conversion of phosphoenolpyruvate to
pyruvate and the formation of a second ATP in glycolysis.
– Pyruvate kinase is inhibited by compounds that are elevated when the cell has high energy reserves or molecules with potential for energy generation.
– High ATP levels inhibit pyruvate kinase.
– High amounts of acetyl CoA that can be converted to ATP through the tricarboxylic acid cycle inhibit
pyruvate kinase.
PYRUVATE KINASE DEFICIENCY
• Inherited deficiency of pyruvate kinase impairs glycolysis in all cells but has the most acute effect on RBCs.
• Anaerobic glycolysis is the only energy source available for maintenance of RBC viability, so the increased rate of
erythrocyte death leads to hemolytic anemia.
• Pyruvate kinase deficiency affects 1 in 10,000 people and is the most common inherited disorder of glycolysis.
• Most cases are due to decreased expression of pyruvate
The glycerol
G6PD DEFICIENCY CAUSES SENSITIVITY TO OXIDANTS
• G6PD deficiency is the most common genetic disease in the world, affecting over 400 million people, most of whom are men, because the gene is located on the X chromosome.
• Persons with G6PD deficiency are normally asymptomatic, but their RBCs are susceptible to oxidative damage because they have
Glycogenesis
• Uridine diphosphate (UDP)-glucose is synthesized
a d serves to do ate glucose to a α-1,4 linkage at the non-reducing ends of a preexisting
glycogen chain, which is covalently attached to the protein glycogenin.
• The asterisk indicates coupling of this reaction to hydrolysis of PPi to Pi in order to drive formation of UDP-glucose.
• Branching enzyme removes terminal residues and
GLYCOGEN STORAGE DISEASES
• Deficiency of the enzymes of glycogen metabolism affects the ability of cells to store or use glycogen; as a result, regulation of blood glucose levels can be severely impaired during short-term fasting.
• Glycogen storage diseases produce severe hypoglycemia, even on an overnight fast, and are frequently diagnosed when the patient goes into
hypoglycemic shock while sleeping.
• Untreated, glycogen storage diseases can lead to mental retardation or even death due to the energy loss in the brain consequent to low blood glucose levels.
• The most common glycogen storage disease, Type I or von Gierke disease, is a deficiency in glucose 6-phosphatase in which glycogen structures are normal; however, the liver is unable to dephosphorylate glucose
6-phosphate, and it remains trapped in the cell.
• Activation of cyclic AMP (cAMP)–dependent protein kinase by the action of glucagon or epinephrine binding to their cell-surface receptors leads to phosphorylation and inactivation of glycogen synthase.
• Reactivation is catalyzed by protein
• The activity of glycogen phosphorylase is
controlled by reversible phosphorylation, in a manner opposite to that of glycogen synthase.
• The effects of glucagon and epinephrine are still mediated by cAMP-dependent protein kinase,
but through phosphorylase kinase, which itself is regulated by a
phosphorylation-dephosphorylation cycle.
Conversion of mitochondrial
pyruvate to cytosolic phosphoenolpyruvate
to initiate
gluconeogenesis.
Oxaloacetate
cannot pass across the inner mitochondrial
membrane, so it is reduced to malate,
Conversion of phosphoenolpyruvate to glucose during gluconeogenesis.
Reactions of the tricarboxylic acid cycle. Acetyl CoA is converted to CO2 (ovals) and electrons are released to NADH and FADH2 (boxes). Key regulatory points are
Interactions between metabolic pathways and the tricarboxylic acid
cycle (TCA).
Catabolic pathways feed carbon skeletons into the TCA cycle at various
points to complete their metabolism.
Acetyl CoA and several TCA cycle intermediates
THIAMINE DEFICIENCY
• Thiamine pyrophosphate is an essential coenzyme for several critical metabolic enzymes—PDH, α-ketoglutarate dehydrogenase, and transketolase of the pentose phosphate pathway.
• Dietary deficiency of thiamine (vitamin B1) results in an inability to
synthesize thiamine pyrophosphate, and the pathophysiology arises from impaired glucose utilization, especially manifested in the nervous system.
• Thiamine deficiency is often seen as a nutritional disease in populations whose sole food source is polished rice, resulting in beriberi.
– In adults, symptoms include constipation, loss of appetite, nausea, peripheral neuropathy, weakness, muscle atrophy, and fatigue.
THIAMINE DEFICIENCY
• Thiamine deficiencies are determined in the clinical laboratory by measuring the activity of transketolase
in the RBC.
• Thiamine deficiency may also develop in alcoholics due to poor nutrition and poor absorption of thiamine in the gastrointestinal tract.
ARSENIC TOXICITY
• Arsenic can react irreversibly with the critical sulfhydryl groups of the coenzyme lipoic acid, which inactivates the coenzyme and thus inhibits the PDH complex and the α-ketoglutarate dehydrogenase complex.
• Symptoms of poisoning by arsenite (trivalent arsenic) include dermatitis and a variety of neurologic
manifestations, including painful paresthesias (tingling and numbness in the extremities).
• Acute occupational exposures or direct ingestion cause
severe gastrointestinal distress with diarrhea and
PENYAJIAN DATA
STATISTIK
•
PENYAJIAN DATA
:1. TEKSTULAR / NARASI / TULISAN
2. TABULASI
1.
TEKSTULAR / NARASI
Dengan kata-kata dan kalimat
baik
Kalimat tidak panjang sekali
Memakai bahasa yang benar
Statistiknya kurang jelas
Banyak dipakai dalam penel.
kualitatif
•
2. DALAM BENTUK TABEL
Tabel distribusi frekuensi
Tabel silang
Syarat-syarat tabel :
= Nomor tabel
= Judul tabel
3. DALAM BENTUK GRAFIK /
DIAGRAM
Bar diagram / batang
Line diagram
Pie diagram
Scatter diagram
Map diagram
•
Syarat- syarat diagram :
Nomor diagram
Judul diagram
-
Singkat dan jelasHEME
-Degradation of Heme
• At end of their 120 day lifespan, red blood cells are taken up and degraded by the
reticuloendothelial (RE) system (liver and spleen)
• 85% heme for degradation from RBC
N
NH N
HN H3
C-H3
Haemoglobin
Heme Catabolism
Heme Degradation HEME BILIVERDIN O2 Fe+3 NADPHNADP+ (opens the porphyrin ring)
BILIRUBIN
NADPH
NADP+
BILIRUBIN diglucuronide
BILIRUBIN ALBUMIN
Low Albumin Anionic Drugs: Salicylates Sulfonamides
BILIRUBIN ALBUMIN
Unbound Bilirubin Can enter CNS
Cause Kernicterus in Neonate
BILIRUBIN ALBUMIN
LIVER
BILIRUBIN LIGANDIN
CONJUGATION with 2 Molecules
Glucuronic Acid from UDP-glucuronic acid
Bilirubin
Glucuronyltransferase
Bilirubin Diglucuronide Active BILE
BILIRUBIN: Unconjugated (Indirect)
LIVER
CONJUGATION
Bilirubin
Glucuronyltransferase
Bilirubin Diglucuronide:
Conjugated (Direct) Bilirubin
VAN DEN BERGH COLORMETRIC REACTION
TOTAL BILIRUBIN: Soluble in Methanol
Less Soluble in Aqueous Solution, reacts more slowly
Bonkovsky
BLOOD CELLS
LIVER
Bilirubin diglucuronide
(water-soluble)
2 UDP-glucuronic acid
via bile duct to intestines
Stercobilin
excreted in feces
Urobilinogen
formed by bacteria KIDNEY
Urobilin
excreted in urine
CO
Biliverdin IX
Heme oxygenase O2
Bilirubin
(water-insoluble)
NADP+ NADPH Biliverdin reductase Heme Globin Hemoglobin reabsorbed into blood Bilirubin
(water-insoluble)
via blood to the liver
[image:109.720.78.714.31.491.2]INTESTINE
A. Hemolytic anemia
excess hemolysis
unconjugated bilirubin (in blood)
conjugated bilirubin (released to bile duct)
B. Hepatitis
unconjugated bilirubin (in blood)
conjugated bilirubin (in blood)
C. Biliary duct stone
unconjugated bilirubin (in blood)
[image:110.720.36.686.56.537.2] conjugated bilirubin (in blood)
KROMATIN DAN
KROMOSOM
MUTASI DAN MUTAGEN
Oleh
KROMATIN DAN
Kromatin
Yaitu benang halus yang terdapat pada plasma inti
Bila sel dalam keadaan istirahat, dengan mikroskop biasa tidak terlihat
Pada saat pembelahan sel benang ini menjadi tebal dan memendek sehingga dapat dilihat dibawah mikroskop dan
1. Prokariota 2. Eukariota
Sitoplasma Inti Sel
Kromatin Dinding Sel
Flemming 1882 kromatin adalah benang halus dalam plasma inti
Berdasarkan letak sentromer
kromosom dibedakan atas :
1. Metasentrik
2. Sub metasentrik 3. Akrosentrik
4. Telosentrik
Pemeriksaan kromosom dan
kariotip
Caranya :
1. 5cc darah + pha
2. Leukosit dikultur 72 jam + colchisin Dibuat slide diperiksa
3. Direk
4. Indirek dengan membuat kariotip
Kromosom manusia
Terdiri dari
22 pasang kromosom autosom 1 pasang kromosom seks
Kromosom --- garis vertikal
Gen --- horizontal terputus-putus Dominan --- huruf besar
Resesif --- huruf kecil
Homozigot--- dominan atau resesif Heterozigot --- pasangan gen tidak sama
A A A a a a
Letak gen pada
MUTASI
Perubahan yang terjadi pada susunan biokimia gen (DNA) atau kromosom Mutasi somatis
Mutasi germinal
Mutasi gen = point mutation = mutasi noktah
MUTAGEN
Apa saja yang dapat menimbulkan mutasi
Berdasarkan timbulnya : Spontan
Induksi
Berdasarkan penyebabnya : 1 Fisika --- radioaktif
2. Kimia --- zat pengawet, penyedap, zat warna, pestisida, obat2 an
MUTASI GEN
Mutasi gen
Terjadi akibat perubahan susunan basa dari DNA.
Mutasi gen pada hemoglobin
2. Talasemia umur eritrositnya pendek yaitu kurang dari 120 hari
3. Hemoglobin lepore , terjadi pindah silang antara gen yang menentukan
MUTASI KROMOSOM
Dapat terjadi berupa
Kelainan jumlah kromosom
1. Poliploidi (euploidi) terjadi perubahan pada seluruh kromosom , diberi akhiran ploidi
Mis; monoploidi (haploid) n, diploidi (2n), triploidi (3n), tetraploidi (4n)
2. Aneuploidi, terjadi perubahan pada sebagian (pasangan) kromosom saja , diberi akhiran somi Mis: monosomi (2n-1), disomi (2n), trisomi
Kelainan jumlah kromosom
autosom
1. Sindroma Patau (1960) Genotip 47
XX/XY +13 umurnya kurang dari 3 bulan
2. Sindroma Edward (1960) Genotip 47
XX/XY +18 umurnya kurang dari 6 bulan
3. Sindroma Down 1844 diketahui oleh
Sequin 1866 tanda klinisnya ditemukan oleh J.Longdown Down Dulu disebut
Kelainan kromosom gonosom
1. Sindroma Turner 45 XO, wanita .Has Webb neck tinggi badan 120 cm untuk orang dewasa steril terjadi karena non dysjunction gamet ibu
2. Sindroma Kline felter 47 XXY fenotip pria steril karena azoospermia Akibat non dysjunction gamet ibu atau ayah
Kelainan struktur kromosom
1. Delesi .Lengan kromosomnya hilang
sebagian
2. Duplikasi . Lengan kromosomnya
bertambah panjang
3. Inversi. Terjadi pindah tempat dari susunan gen dalam kromosom
PEWARISAN SIFAT
Dasarnya
• Hukum Mendel I & II
• Gen itu diwariskan dari generasi ke generasi
• Prinsip dominan resesif
• Tidak semua pewarisan sesuai dengan Mendel . Ini yang dikenal dengan
• 1. Pewarisan autosomal
• Dominan
• resesif
• 2. Pewarisan terangkai seks Pewarisan terangkai X
Dominan Resesif
PEWARISAN GEN SECARA
AUTOSOMAL DOMINAN
Penyakitnya baru akan timbul
1. Bila Ke-2 orang tuanya mempunyai gen sakit yang sama baik
homozigot atau heterozigot
Penyakit Yang Diwariskan
Secara Autosomal Dominan
1. Polidaktili
2. Kemampuan mengecap Phenil Thio Carbamad (PTC)
3. Dentinogenesis 4. Retinal aplasia 5. Katarak
Pola Pewarisan Gen
Autosomal Dominan
Pewarisan Gen Autosomal
Resesif
Kelainan dari penyakit ini baru akan terlihat bila :
1. Kedua orang tuanya heterozigot (karier)
2. Salah satu orang tuanya heterozigot
dan yang satu lagi homozigot sakit
Penyakit Yang Diwariskan
Secara Gen Autosomal
Resesif
1. Mata biru
2. Cystic fibrosis 3. Anemia sel sabit 4. Talasemia
• Pola pewarisan autosomal resesif
Skema kromosom gonosom
• Non homolog
• Homolog
Kromosom Gonosom --- ada 3
macam
1. Bagian homolog
Gen Holandrik Semuanya Bersifat
Resesif
1. Gen resesif wt --- tumbuhnya kulit diantara jari kaki
2. Gen hg --- tumbuhnya rambut yang panjang dan kaku pada tubuh seperti landak
Gen Terangkai X ( X linked)
Bersifat resesif
1. Buta warna merah- hijau 2. Anonychia
3. Hemofili
4. Hidrosefali
Pola Pewarisan Terangkai
X Resesif
Pewarisan Terangkai X Dominan
1. Penyakit Rachitis yang resisten terhadap vitamin D
Vitamin
• Non-caloric organic nutrients
• Needed in very small amounts
• Facilitators – help body processes proceed; digestion, absorption, metabolism, growth etc.
Fat soluble vitamins
–
Found in the fats and oils of food.
–
Absorbed into the lymph and carried in
blood with protein transporters =
chylomicrons.
–
Stored in liver and body fat and can
become toxic if large amounts are
Vitamine A
• Vitamin A (precursor – beta carotene)
– 3 forms: retinol (stored in liver), retinal, retinoic acid
– Roles in body:
• Regulation of gene expression
• Part of the visual pigment rhodopsin, maintains
clarity of cornea (yes eating carrots is good for your eyesight)
• Required for cell growth and division - epithelial cells, bones and teeth
• Promotes development of immune cells, especially
Natural Killer Cells
• Vitamin A
– Deficiencies cause:
• Night blindness, xerophthalmia (keratin deposits in cornea), macular degeneration.
• Skin and mucous membrane dryness and infection, keratin deposits.
• Anemia
Vitamin A
Deficiencies cause:
Night blindness, xerophthalmia (keratin deposits in cornea),
macular degeneration.
Skin and mucous membrane dryness and infection, keratin deposits.
Anemia
Vitamin D
• Vitamin D – precursor is cholesterol,
converted by UV from sunlight exposure,
therefore is a o -esse tial vita i .
– Roles:
• Increases calcium absorption in bone, intestines, kidney. Promotes bone growth and maintenance.
Vitamin E
• Vitamin E – tocopherol, *alpha-, beta -, gamma-, and
delta-– Roles:
• Antioxidant (protects polyunsaturated fats)
• Prevention of damage to lungs, RBCs, WBCs (immunity), heart
Vitamin K
• Vitamin K – produced by bacteria in large intestine
– Roles
• Promotes synthesis of blood clotting proteins
• Bone formation
– Deficiencies are rare but seen in infants, after
prolonged antibiotic therapy, and in patients with decreased bile production.
Water soluble vitamins
–
Found in vegetables, fruit and grains,
meat.
–
Absorbed directly into the blood
stream
–
Not stored in the body and toxicity is
rare. Alcohol can increase elimination,
Vitamin B
• (Thiamin, Riboflavin, Niacin, Folate, B6, B12, Biotin, and Pantothenic acid)
– Aid in metabolism of and energy release from carbohydrates, lipids, amino acids.
– Mode of action – coenzymes or parts of
Thiamin and Riboflavin
Roles – energy metabolism in cells, part of nerve cell membranes.
Deficiencies
Beri beri, edema &/or muscle weakness
Alcohol abuse – Wernicke-Korsakoff syndrome
DRI thiamin:1.1(women) – 1.2(men) mg/day; riboflavin 1.1(women) – 1.3(men) mg/day
Niacin – can be produced from the amino acid tryptophan.
Roles: energy metabolism
Deficiencies: Pellagra – dermatitis, diarrhea, dementia, death
Toxicities (2 - 3X DRI): prevents blood clotting,
Folate
Role: required for synthesis of DNA - ***pregnancy Deficiencies (drug interactions, smoking)
Anemia
Decreased immunity
Decreased digestive and cardiovascular function Colon and cervical cancers
Vitamin B12 (requires intrinsic factor for absorption)
Roles: works with folate, part of insulating sheath around nerves. Deficiencies:
Pernicious anemia Paralysis
Vitamin B6
Roles:
Conversion of amino acids to other amino acids
Ex.: Tryptophan to niacin Synthesis of hemoglobin and neurotransmitters
Release of glucose from glycogen Immune function
Biotin and Pantothenic acid
Roles:
Metabolism of carbohydrates, fats and proteins Synthesis of lipids, neurotransmitters, steroid hormones, hemoglobin.
Vitamin C, ascorbic acid – history of controversy
Roles:
Connective tissue development, collagen
Antioxidant
Promotes iron absorption, immunity?
UNSUR-UNSUR
PENELITIAN
Oleh :
1. KONSEP
Sejumlah pengertian atau ciri yang berkaitan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi, dan hal lain yang sejenis.
Diciptakan dengan menggolongkan objek-objek atau peristiwa-peristiwa dengan ciri yang sama.
Pendapat abstrak yang digeneralisir dari fakta tertentu (Davis & Cosenza,1993)
Sukses riset tergantung dari:
2. PROPOSISI
Pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara konsep-konsep yang ada.
Pernyataan hubungan universal antara kejadian-kejadian yang mempunyai karakteristik tertentu.
=> kepuasan pelanggan merupakan fungsi dari kinerja petugas.
Contoh :Kepuasan pelanggan => meningkatkan loyalitas konsumen.
3. Teori
Paling besar peranannya dalam penelitian
Merupakan serangkain asumsi, konsep,
Teori mengandung 3 hal :
1. Teori adalah serangkaian proposisi antar
konsep-konsep yang saling berhubungan
2. Teori menerangkan secara sistematis suatu
fenomena dengan cara menentukan hubungan antar konsep
3. Teori menerangkan fenomena tertentu dengan
cara menentukan konsep mana yang
4. VARIABEL
Adalah sesuatu yang dapat membedakan atau
mengubah nilai (konsep yang mempunyai variasi nilai).
Bentuk variabel:
1. Kategorikal variabel : membagi responden menjadi dua kategori atau lebih.
Dikotomi : jenis kelamin, status perkawinan, dll Politomi : tingkat pendidikan, jenis pekerjaan 2. Kontinu variabel : nilai-nilainya merupakan
suatu skala (ordinal atau rasio).
SECARA KONSEPTUAL
1. Variabel Dependen (terpengaruh) a. Menjadi perhatian utama
b. Mengalami perubahan
2. Variabel Independen (pengaruh)
a. Mempengaruhi perubahan variabel dependen b. Mempunyai hubungan dengan var. dependen
3. Moderating Variable : mempunyai dampak kontingensi yang kuat pada hubungan VI dan VD
SINONIM
VAR.INDEP VAR.DEP
Penyebab yang diduga
Stimulus
Diprediksi dari …..
Yang terjadi sebelumnya
Dimanipulasi
Dampak yang diduga
Respon
Diprediksi menjadi…
Konsekuensi
5. HIPOTESA
PENJELASAN SEMENTARA TENTANG PERILAKU, FENOMENA, ATAU KEADAAN TERTENTU YANG TELAH TERJADI ATAU AKAN TERJADI.
PERNYATAAN PENELITI TTG HUB. ANTARA VAR-VAR DALAM PENEL. PALING SPESIFIK.
PERLU DIUJI KEBENARANNYA MELALUI PENELITIAN
KARAKTERISTIK HIPOTESA
1. KONSISTENS DGN PENELITIAN SEBELUMNYA.
2. PENJELASAN YANG MASUK AKAL
3. PERKIRAAN YANG TEPAT DAN TERUKUR
HIPOTESIS DESKRIPTIF
Proposisi yang menyatakan keberadaan besar,bentuk, atau distribusi suatu variabel.
Contoh: tingkat kekurangan gizi anak balita di kota A lebih dari 15%.
HIPOTESIS HUBUNGAN
Merupakan pernyataan yang menggambarkan suatu hub. antara dua variabel, berkaitan dengan kasus tertentu.
a. Hipotesis Korelasi
Contoh: Perawat muda ( < 30 tahun) kurang terampil dibandingkan dgn perawat tua ( > dari 30 th).
b. Hipotesis Sebab-akibat
PERANAN HIPOTESIS
Mengarahkan penelitian (penting)
Memberi batasan yang diteliti
Menentukan desain penelitian
Memberikan kerangka dalam menyusun kesimpulan
CIRI-CIRI HIPOTESIS YANG BAIK
Sesuai dengan tujuannya
Harus dapat diuji
Harus lebih baik dari yang lain
a. menjelaskan lebih banyak fakta b. diterima para penilai
6. DEFINISI OPERASIONAL
Suatu definisi yang dinyatakan dalam kriteria atau operasi yang dapat diuji secara khusus.
Mempunyai rujukan empiris (dihitung, diukur, dan diobservasi)
Merinci ciri-ciri yang dipelajari dan bagaimana mengamatinya.