ANALISIS SPASIAL, KORELASI DAN TREN KASUS TB PARU BTA POSITIF MENGGUNAKAN WEB SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA KENDARI TAHUN
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil : Dari total 82 orang anggota keluarga yang tinggal serumah dengan 24 penderita TB paru BTA positif yang berobat di Poliklinik Paru Rumah Sakit Adam Malik dan Dokter
Pola persebaran dengan average nearest neighbor analysis kasus tuberkulosis BTA (+) yang diobati di BBKPM Surakarta tahun 2013 adalah random di 5 kecamatan di Kota Surakarta..
Hipotesis dari penelitian ini adalah Surveilans berbasis masyarakat efektif dalam mendeteksi kasus baru TB Paru BTA (+) / mengukur case detection rate (CDR) TB Paru BTA (+) di
Kasus yang tidak memenuhi definisi pada TB Paru BTA positif. Kriteria diagnostik TB Paru BTA negatif harus meliputi:.. a) Paling tidak 3 spesimen dahak SPS hasilnya
Berdasarkan gambar 1 hasil analisa secara spasial, distribusi kasus TB Paru BTA (+) di Banyumas pada tahun 2015 terlihat pada kecamatan tempat puskesmas berada bahwa yang
Menurun (jumlah angka kejadian tuberkulosis paru BTA positif berkurang maupun yang tetap dari jumlah sebelumnya) Oridinal 2 2 Kepadatan penduduk Jumlah penduduk
Hipotesis dari penelitian ini adalah Surveilans berbasis masyarakat efektif dalam mendeteksi kasus baru TB Paru BTA (+) / mengukur case detection rate (CDR) TB Paru BTA (+) di
Metode: Penelitian ini dengan menggunakan studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 168 orang pasien TB paru BTA positif kategori I tahun 2014 di Puskesmas wilayah