• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SPASIAL, KORELASI DAN TREN KASUS TB PARU BTA POSITIF MENGGUNAKAN WEB SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA KENDARI TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS SPASIAL, KORELASI DAN TREN KASUS TB PARU BTA POSITIF MENGGUNAKAN WEB SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA KENDARI TAHUN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  1.  Peta  persebaran  Kasus  TB  Paru  BTA  Positif di Kota Kendari  Tahun 2013-2015
Gambar 4. Peta Jumlah Keluarga Miskin dengan jumlah  kasus TB Paru BTA Positif di Kota Kendari Tahun 2013-2015
Tabel 2. Analisis  Korelasi Jumlah Keluarga Miskin  Dengan Jumlah Kasus TB Paru BTA Positif Di Kota  Kendari Tahun 2013-2015
Grafik  6.  Tren  jumlah  penderita  TB  Paru  BTA      Positif   menurut umur Tahun 2013-2015
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil : Dari total 82 orang anggota keluarga yang tinggal serumah dengan 24 penderita TB paru BTA positif yang berobat di Poliklinik Paru Rumah Sakit Adam Malik dan Dokter

Pola persebaran dengan average nearest neighbor analysis kasus tuberkulosis BTA (+) yang diobati di BBKPM Surakarta tahun 2013 adalah random di 5 kecamatan di Kota Surakarta..

Hipotesis dari penelitian ini adalah Surveilans berbasis masyarakat efektif dalam mendeteksi kasus baru TB Paru BTA (+) / mengukur case detection rate (CDR) TB Paru BTA (+) di

Kasus yang tidak memenuhi definisi pada TB Paru BTA positif. Kriteria diagnostik TB Paru BTA negatif harus meliputi:.. a) Paling tidak 3 spesimen dahak SPS hasilnya

Berdasarkan gambar 1 hasil analisa secara spasial, distribusi kasus TB Paru BTA (+) di Banyumas pada tahun 2015 terlihat pada kecamatan tempat puskesmas berada bahwa yang

Menurun (jumlah angka kejadian tuberkulosis paru BTA positif berkurang maupun yang tetap dari jumlah sebelumnya) Oridinal 2 2 Kepadatan penduduk Jumlah penduduk

Hipotesis dari penelitian ini adalah Surveilans berbasis masyarakat efektif dalam mendeteksi kasus baru TB Paru BTA (+) / mengukur case detection rate (CDR) TB Paru BTA (+) di

Metode: Penelitian ini dengan menggunakan studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 168 orang pasien TB paru BTA positif kategori I tahun 2014 di Puskesmas wilayah