• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA - BAB II SUSI PUJI RAHAYU PGSD'16

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA - BAB II SUSI PUJI RAHAYU PGSD'16"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Multimedia

Multimedia memiliki peranan yang efektif dalam pembelajaran karena dapat digunakan sebagai alat, metode maupun pendekatan yang dapat digunakan untuk menjalin komunikasi antara peserta didik dan guru selama proses belajar mengajar. Thompson (Munir, 2008: 233) mengemukakan bahwa multimedia adalah suatu sistem yang menggabungkan gambar, video, animasi, suara secara interaktif, sedangkan menurut McCornick (Septiana, 2012) multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks.

Sejalan dengan hal tersebut, Azhar (2007: 171) mendefinisikan multimedia merupakan berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video, dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.

(2)

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia adalah suatu sistem gabungan yang terdiri dari suara, gambar, dan teks sehingga dapat menampilkan informasi, pesan maupun isi pelajaran.

Beberapa keuntungan penggunaan multimedia interaktif yaitu Wina sanjaya (2012: 226):

a. Multimedia interaktif sifatnya lebih dinamis, sehingga tidak membosankan.

b. Multimedia interaktif memberikan pilihan menu yang lebih beragam sehingga siswa sebagai pemakai media ini memiliki kesempatan untuk memilih menu pilihan yang disukainya.

c. Kajian materi pelajaran yang lebih lengkap memungkinkan multimedia interaktif lebih memiliki keanekaragaman materi yang dapat dipahami siswa.

d. Umpan balik dapat diberikan secara beragam sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar.

2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

(3)

dapat memperoleh pengetahuan yang sama. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menurut Tianto (2011: 136) adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan ekperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur, dan sebagainya.

IPA menurut Aly dan Eny (2010: 18) adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara khas/khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengait antara cara yang satu dengan cara yang lain. Mulyasa (2009: 110), Ilmu Pengetahuan Alam berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sintesis, sehingga ilmu pengetahuan alam bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa IPA adalah suatu pengetahuan mengenai alam yang tersusun secara sistematis melalui kegiatan observasi, eksperimen, menyimpulkan, dan menyusun teori yang menuntut sikap ilmiah, seperti rasa ingin tahu, jujur, terbuka dan sebagainya.

3. Materi IPA

(4)

hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam. KD : Mendeskripsikan struktur bumi.

Struktur Bumi

Bumi tempat kita tinggal saat ini merupakan

salah satu anggota tata surya dengan matahari sebagai

pusatnya. Jika bumi diiris maka akan tampak

lapisan-lapisan seperti pada gambar di samping. Struktur bumi dari dalam ke luar

adalah lapisan inti bumi dalam, inti bumi luar, selimut bumi, dan kerak bumi.

Lapisan inti bumi dalam merupakan pusat bumi. Lapisan inti dalam memiliki

diameter sebesar 2600 km. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel padat dan

merupakan lapisan yang paling panas.

Lapisan inti bumi luar merupakan lapisan tersusun atas cairan

yang sangat kental. Ketebalan lapisan ini adalah 2200 km. Lapisan inti

bumi luar berbatasan dengan lapisan selimut bumi. Lapisan ini memiliki

ketebalan 2900 km dan terdiri atas cairan silikat kental. Pada bagian atas

lapisan selimut ini berbatasan dengan kerak bumi. Pada bagian inilah

sering terjadi pergerakan yang diakibatkan karena melelehnya kerak

bumi bagian bawah dan menerobosnya cairan silikat kental panas melalui

celah-celah kerak bumi. Cairan ini dikenal dengan sebutan magma.

Pergerakan magma inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Lapisan kerak bumi merupakan lapisan dimana makhluk hidup tinggal.

(5)

Struktur matahari

Matahari merupakan salah satu sumber cahaya yang sangat

dibutuhkan oleh makhluk hidup. Beberapa makhluk hidup menggunakan

cahaya matahari untuk membuat makanan pada proses fotosintesis. Sama

halnya dengan bumi, matahari juga tersusun atas beberapa lapisan.

Perbedaannya adalah pada bahan penyusunnya. Sebagian besar lapisan

yang ada pada matahari tersusun atara beberapa gas.

Penyusun lapisan matahari diantaranya adalah hidrogen, helium,

oksigen, dan beberapa gas lainnya. Suhu di permukaaan matahari sekitar

6000 °C sedangkan suhu di dalah inti matahari mencapai 15.000.000 °C.

Matahari menyerupai bola besar dengan diameter sekitar 1.400.000 km.

Gas-gas yang menyusun matahari merupakan gas yang aktif sehingga

setiap saat pada permukaan matahari terjadi loncatan-loncatan api.

Matahari terdiri dari beberapa lapisan, diantaranya adalah

fotosfer, kromosfer, korona, dan inti. Fotosfer merupakan lapisan terluar

dari matahari yang menyerupai piringan berwarna emas. Pada lapisan

(6)

gas panas dengan tebal sekitar 320 km. Pada lapisan ini suhu rata-ratanya

adalah 5.700 kelvin.

Karena tersusun atas gas, batas lapisan matahari yang satu dengan

yang lain tidak terlihat yang jelas. Kromosfer merupakan lapisan yang

memiliki ketebalan sekitar 16.000 km. Lapisan ini akan terlihat jelas

apabila terjadi gerhana matahari total. Pada lapisan ini terdapat

partikel-partikel inti seperti proton, neutron, dan elektron. Suhu permukaaan pada

lapisan kromosfer adalah sekitar 6.0000-20.0000 kelvin.

Korona merupakan lapisan terluar matahari yang melingkupi

lapisan fotosfer dan kromosfer. Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar

2.500.000 km dengan suhu rata-rata 1.000.000 kelvin. Pada korona

banyak terkandung besi, nikel, zat kapur, dan argon. Sama halnya seperti

lapisan kromosfer, lapisan ini akan terlihat jelas apabila terjadi gerhana

matahari total. Bagian dalamnya berwarna kuning sedangkan bagian

luarnya bewarna merah.

4. Minat Belajar

Minat merupakan sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Begitu halnya dengan minat belajar, minat belajar merupakan dorogan seseorang untuk belajar. Minat belajar sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. Tanpa adanya minat maka sangat sulit mengharapkan hasil belajar siswa yang memuaskan.

(7)

133) menjelaaskan bahwa minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Safari (2005: 111) mengungkapkan bahwa definisi operasional minat belajar adalah skor siswa yang diperoleh dari tes minat belajar yang mengukur aspek (1) kesukacitaan, (2) ketertarikan, (3) perhatian, dan (4) keterlibatan.

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Belajar menurut Winkel (1999: 53) merupakan suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.

Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah kecenderungan dan gairah yang tinggi pada seseorang untuk melakukan aktivitas demi menghasilkan perubahan. Perubahan tersebut menyakut kognitif, afektif dan psikomotor.

Minat memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan seseorang, terutama pada masa anak-anak. Sebagai orang tua ataupun guru perlu kiranya untuk mengetahui minat anaknya ataupun anak didiknya. Ciri-ciri minta anak menurut Hurlock (1978: 115), sebagai berikut:

1. Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental 2. Minat bergantung pada kesiapan belajar

(8)

4. Perkembangan minat mungkin terbatas 5. Minat dipengaruhi pengaruh budaya 6. Minat berbobot emosional

7. Minat itu egosentris 5. Pemahaman Konsep Siswa

Pemahaman menurut Bloom (Susanto, 2014: 6) diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman memiliki tingkatan yang lebih kompleks dari pada mengingat. Anderson dan Karthwohl (Kuswana, 2014: 115) menjelaskan mengenai tingkatan kognitif sebagai berikut:

a. Mengingat artinya mendapatkan kembali atau pengembalian pengetahuan relevan yang tersimpan dari memori jangka panjang. b. Memahami artinya mendeskripsikan susunan dalam artian pesan

pembelajaran, mencakup oral, tulisan, dan komuniksi grafik. c. Menerapkan, menggunakan prosedur dalam situasi yang dihadapi. d. Menganalisis, memecah materi menjadi bagian-bagian pokok dan

menggambarkan bagaimana bagian-bagian tersebut, dihubungkan satu sama lain maupun menjadi sebuah struktur keseluruhan atau tujuan. e. Mengevaluasi atau menilai, melakukan evaluasi atau penilaian yang

didasarkan pada kriteria dan atau standar.

(9)

Tabel 2.1: Dimensi Proses Kognitif Kategori dan

Proses Kognitif

Nama Lain Definisi

2.Memahami: Membangun pengertian dari pesan pembelajaran, meliputi oral, tulisan dan komunikasi grafik.

2.1 Mengartikan Klarifikasi,

menguraikan dengan

Ilustrasi Menemukan contoh

khusus atau ilustrasi konsep atau prinsip 2.3 Mengkalarifikasi Mengategorikan,

menggolongkan

Menentukan sesuatun ke dalam kategori.

2.4 Menyimpulkan Meringkas,

menggeneralisasikan

Meringkas tema umum atau khusus

2.5 Menduga Menyimpulkan, meramalkan,

2.6 Membandingkan Membedakan, memetakan,

2.7 Menjelaskan Menciptakan model Menciptakan sistem model penyebab dan pengaruh.

(10)

B. Penelitian yang Relevan

Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Widayat, K, Kasmui dan Sri (2014, 535-541) menujukkan hasil bahwa multimedia interaktif sangat baik digunakan sebagai media pembelajaran IPA terpadu. Pencapaian hasil belajar siswa meningakat, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan presentase ketuntasan hasil pre-test 80,65% dan meningkat menjadi 100% pada post-test.

Penelitian lain dilakukan oleh Muhamad Ali (2009, 11-18) menunjukkan bahwa media pembelajaran multimedia interaktif sangat membantu mahasiswa dalam mendapatkan materi, memahami materi, meningkatkan semangat dan kompetensi padamata kuliah medan elektromagnetik. Media pembelajaran berupa multimedia interaktif memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri.

Penelitian yang dilakukan Nuraeni (2012, 13-22) mengenai penggunaan multimedia secara tutorial dan presentasi terhadap penguasaan konsep dan keterampilan proses sains pada konsep sistem pertahanan tubuh menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas tutorial. Rata-rata gain yang diperoleh pada kelas presentasi lebih besar dibandingkan kelas rata-rata gain pada kelas kontrol.

(11)

pembelajaran interaktif mata kuliah medan elektromagnetik. Penelitian ketiga dilakukan oleh Nuraeni mengenai penggunaan multimedia interaktif secara tutorial dan presentasi terhadap pemahaman konsep dan sistem pertahanan tubuh. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu mengenai penggunaan multimedia interaktif terhadap minat belajar dan pemahaman konsep siswa pada materi struktur bumi.

C. Kerangka Pikir

Perkembangan teknologi yang semakin maju memudahkan manusia dalam melakukan aktivitasnya terutama dalam hal ini adalah belajar. Seiring perkembangan zaman kita dituntut untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Salah satu cara memanfaatkan teknologi dengan baik yaitu dengan menjadikannya sebagai media belajar. Arsyad (2007: 29) menyatakan bahwa berdasarkan perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio-visual, media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.

Salah satu media dari hasil teknologi komputer yaitu multimedia interaktif. Penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran maka akan tercipta kondisi belajar yang interaktif dan efektif.

(12)

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian

D. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan di atas dengan didukung kajian teori dan kerangka berpikir, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitiannya yaitu:

1. Terdapat pengaruh penggunaan multimedia interaktif terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

2. Terdapat pengaruh penggunaan multimedia interaktif terhadap pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran IPA.

Proses

pembelajaran IPA selama ini dengan cara yang

konvensional

Variasi strategi pembelajaran untuk menjadikan materi yang disampaikan lebih mudah dipahami

Alternatif dengan

menggunakan multimedia interaktif

Gambar

Tabel 2.1: Dimensi Proses Kognitif
Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Steers (1988) mengatakan, komitmen organisasi menjelaskan kekuatan relatif dari sebuah identifikasi individu dengan keterlibatan dalam sebuah organisasi. Komitmen menghadirkan

Meskipun tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dan kejadian demensia namun dari penelitian ini didapatkan bahwa aktifitas fisik, mental, spiritual, dan sosial

Hasil penelitian dapat diketahui bahwa perolehan nilai rata-rata keterampilan siswa dikelas sebelum diterapkannya penggunaan media gambar seri ( pretest ) adalah 65,3

bahwa Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis I (PS PDS I) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya periode Juli 2015 diperuntukkan bagi calon mahasiswa

(3) Bagaimana pengaruh industri kerajinan topeng kayu batik di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul terhadap perubahan kehidupan sosial ekonomi

Penelitian mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas aman

Kami juga akan memberikan dukungan dan pantauan kepada yang bersangkutan dalam mengikuti dan memenuhi tugas-tugas selama pelaksanaan diklat online. Demikian

Menurt Solomon dan Rothblum (Rachmahana, 2001, h.135) individu yang kurang asertif tidak mau mencari bantuan ( seeking for help) kepada orang lain untuk membantu