• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

A. Setting Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang dipilih adalah SMPN 5 Bandung. Lokasi ini dipilih karena peneliti mengajar sebagai guru PLP di sekolah tersebut. SMPN 5 Bandung termasuk dalam jajaran sekolah favorit di Kota Bandung. Fasilitas sekolah yang lengkap, lingkungan sekolah yang asri dan siswa-siswi yang mempunyai motivasi tinggi dalam belajar membuat proses belajar mengajar sangat kondusif.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014.

3. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMPN 5 Bandung sejumlah 31 siswa. Berdasarkan diskusi dengan guru mata pelajaran yang mengajar sebelumnya, peneliti memutuskan kelas VII-S perlu diberi tindakan lebih sehingga nantinya mereka akan mampu mencapai kriteria ketuntasan dalam kompetensi menulis cerpen. Adapun data siswa kelas VII-A adalah sebagai berikut.

(2)

Tabel 3.1

Data Siswa Kelas VII-A

No. Nama 1. Agi Muhammad R. 2. Al Haidar Rakha Z. P. 3. Aliva Tsabitah 4. Chairunisa Hasna A. 5. Chika Khaerani M. 6. Deandra Atya M. 7. Desi Ramdania K. 8. Fannissa Rizkia H. R. 9. Fauzia Ayu Lestari 10. Ilham Izdihar A. Z. 11. Kayla Rayyan D. 12. Luki Arrisi

13. Moch. Rafi Surya S. 14. M. Fikri Raihan 15. M. Radithya W. 16. M. Rayhan A. 17. Nadya Meisya P. 18. Petty Wiken S. 19. Qariba Zaki S. 20. Radiv Mohammed D. 21. Reggina Salsabila P.G 22. Rizky Amalia K. 23. Salsabilla Zahra K. F.

(3)

24. Tarissa Desyawilona 25. Zeina Salimahumair 26. Salman Faridy F. 27. Aris Putra M.

28. M. Anargya Taffarel 29. Salmaa Pratiwi Abe 30. Saffanah Zahira H.

B. Prosedur Penelitian

1. Gambaran Umum Penelitian

Penggunaan suatu metode dan teknik penelitian akan menentukan keberhasilan suatu kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, dalam penelitian diperlukan suatu metode yang cocok dengan masalah yang diteliti, sehingga diharapkan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti memilih metode ini didasari oleh keinginan peneliti untuk mengadakan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis pantun. Kegiatan pelaksanaan metode pembelajaran ini dilakukan dalam beberapa siklus sesuai dengan karakteristik PTK hingga didapatkan data yang valid dan jenuh. Adapun model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sesusai dengan apa yang dikemukakan oleh Arikunto (2012:16) yaitu terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu (1) peremcanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, dan (4) refleksi.

(4)

Diagram 3.1 Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas (Arikunto, 2012:16)

(5)

2. Rincian Prosedur Penelitian a. Observasi Awal

Observasi awal dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui permasalahan penting dalam pembelajaran menulis cerpen. Hasil dari observasi awal ini digunakan peneliti sebagai acuan dalam menyusun rencana tindakan. Peneliti melakukan beberapa kegiatan dalam pengamatan ini, diantaranya yaitu: 1) wawancara pada siswa dan guru mata pelajaran yang bersangkutan, dan 2) penyebaran angket untuk mengatahui minat, motivasi dan kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen.

b. Perencanaan Tindakan

Persiapan atau perencanaan tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan setelah observasil awal dengan menyusun rencana tindakan yang sesuai untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa. Adapun tahap-tahap yang dilalui penulis dalam mempersiapkan tindakan yaitu:

1) mengidentifikasi dan menentukan alternatif pemecahan masalah; 2) menentukan waktu penelitian;

3) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan metode yang dipilih;

4) membuat instrumen penelitian.

c. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan yaitu implementasi atau penerapan isi rencana tindakan di kelas yang diteliti.

d. Pengamatan Siklus

Adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan beberapa observer pada setiap siklus untuk mengamati aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Observer harus mencatat semua hal yang terjadi dalam lembar observasi yang telah disediakan oleh peneliti.

(6)

e. Refleksi

Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Refleksi yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut.

1) Mengidentifikasi permasalahan yang menyangkut bahan ajar, teknik pembelajaran, media, aktivitas guru dan siswa, kondisi kelas dan minat siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen.

2) Penyusunan komponen pembelajaran.

3) Mendeskripsikan pembelajaran untuk setiap siklusnya.

4) Menilai dan melihat kemajuan hasil menulis cerpen siswa setiap siklusnya. 5) Mengevaluasi setiap pembelajaran yang telah berlangsung untuk perbaikan

pembelajaran berikutnya.

Pada intinya tahap relfeksi adalah kegiatan evaluasi, analisis, penyimpulan dan identifikasi tindak lanjut dalam perencanaan siklus selanjutnya.

C. Indikator Keberhasilan

Fungsi dibuatnya indikator keberhasilan adalah untuk mengetahui apakah sebuat penelitian tindakan berhasil mencapai tujuannya atau tidak. Dengan indikator ini, seorang peneliti dapat mengukur ketepatan tindakan yang ia terapkan. Indikator keberhasilan ini meliputi masalah-masalah dalam pembelajaran yang dialami siswa.

(7)

Tabel 3.2

Indikator Keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas dalam Pembelajaran Menulis Cerpen Melalui Teknik Transformasi dengan Menggunakan Media

Film Animasi

Aspek Target

Capaian

Cara Mengukur

Motivasi siswa dalam belajar

80% Diamati saat proses pembelajaran

berlangsung, melalui lembar observasi siswa yang diisi oleh observer. Dihitung dari jumlah

siswa yang semangat dan

termotivasi untuk belajar per jumlah seluruh siswa dikalikan 100%

Perhatian siswa pada media pembelajaran

80% Diamati saat proses pembelajaran

berlangsung, melalui lembar observasi siswa yang diisi oleh observer. Dihitung dari jumlah

siswa yang memperhatikan

penjelasan serta mengamati media pembelajaran dengan serius per jumlah seluruh siswa dikalikan 100%

Keaktifan siswa dalam

bertanya dan

mengemukakan pendapat

60% Diamati saat proses pembelajaran

berlangsung, melalui lembar observasi siswa yang diisi oleh observer. Dihitung dari jumlah siswa yang aktif bertanya,

(8)

menjawab dan mengemukakan pendapat per jumlah seluruh siswa dikalikan 100%

Pengerjaan tugas yang diberikan

100% Diamati saat proses pembelajaran

berlangsung, melalui lembar observasi siswa yang diisi oleh observer. Dihitung dari jumlah siswa yang mampu mengerjakan tugas dengan baik per jumlah seluruh siswa dikalikan 100% Ketuntasan hasil belajar 95% Dihitung dari nilai rata-rata tes

menulis cerpen. Siswa yang memperoleh nilai Sangat Baik (A) dan baik (B) dinyatakan lulus.

Dirumuskan oleh peneliti dan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

Besarnya presentase pencapaian ditentukan sendiri oleh peneliti berdasarkan pengamatan di kelas dan diskusi dengan guru mata pelajaran. Jika setiap aspek dalam indikator keberhasilan itu tercapai, penelitian bias dihentikan dan dianggap sudah berhasil.

D. Definisi Oprasional

Untuk memudahkan dalam penelitian, maka peneliti memaparkan variabel-variabel dalam penelitian tentan definisi oprasional yang akan menjelaskan secara rinci variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini.

1. Menulis cerita pendek adalah suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif terhadap suatu karya sastra. Menulis cerita pendek juga merupakan cara

(9)

berkomunikasi anatara penulis dan pembaca dengan menggunakan lambang-lambang grafik suatu bahasa yang dapat dimengerti.

2. Teknik transformasi merupakan teknik pembelajaran yang diadaptasi dari teknik dalam dunia sastra. Pada praktiknya siswa diberikan stimulus berupa ide-ide tertentu yang kemudian akan diubah bentuknya menjadi karya lain tanpa mengubah esensi dari ide dasarnya.

3. Film animasi adalah suatu media pendukung yang sekaligus menjadi sumber belajar untuk menerapkan suatu metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan usia siswa SMP.

E. Instrumen Penelitian 1. Perangkat Projek Siswa

Berupa soal uraian bebas yang diberikan sebanyak dua kali. Tes pertama diberikan pada siklus pertama dan tes kedua pada siklus kedua.

SOAL

Buatlah sebuah cerpen dengan merujuk pada ketentuan sebagai berikut.

1. Tuliskan nama, nomor absen dan kelas pada pekerjaan Anda! 2. Tulislah sebuah cerita berdasarkan film yang baru saja Anda

tonton.

3. Waktu pengerjaan yang diberikan adalah 60 menit.

4. Dikerjakan pada lembar pengerjaan yang telah disediakan.

(10)

2. Perangkat Penilaian Projek Siswa a. Format Penilaian

Tabel 3.3

Format Penilaian Cerpen Berdasarkan Film Animasi

No. Aspek Skor

1. Kelengkapan aspek formal cerita pendek 2. Kelengkapan unsur intrinsic

3. Kepaduan unsur/struktur cerpen 4. Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen

Jumlah Skor

b. Pedoman Penilaian

Tabel 3.4

Pedoman Penilaian Cerpen Berdasarkan Film Animasi

No Aspek Kriteria 1 Kelengkapan aspek formal cerita pendek Memuat: 1)judul 2)nama penulis 3)dialog 4)narasi Hanya memuat tiga sub- aspek Hanya memuat dua sub- aspek Hanya memuat satu sub-aspek Skor Maksimal 20 15 10 5

(11)

2 Kelengkapan unsur intrinsik Memuat: 1) fakta cerita (plot, tokoh, dan latar) 2) sarana cerita (sudut pandang, penceritaan, gaya bahasa, simbol, dan ironi) 3) pengembangan cerita yang sesuai dengan film animasi Memuat ketiga sub- aspek, namun tidak lengkap (misal-nya, fakta cerita tidak lengkap) Hanya memuat dua sub- aspek Hanya memuat satu sub- aspek Skor Maksimal 30 25 20 15 Kepaduan unsur/ struktur cerpen Struktur disusun dengan memperhatikan: 1) kaidah plot (kelogisan, rasa ingin tahu, kejutan, dan keutuhan) 2) penahapan (orientasi, komplikasi dan resolusi) 3) dimensi latar Memuat ketiga sub- aspek, namun tidak lengkap Hanya memuat dua sub- aspek Hanya memuat satu sub- Aspek

(12)

(tempat, waktu, dan sosial. Skor Maksimal 30 25 20 15 4 Kesesuaian penggunaan bahasa cerpen Menggunakan: 1) kaidah EYD 2) keajekan penulisan 3) ragam bahasa yang disesuaikan dengan dimensi tokoh dan latar Memuat ketiga sub- aspek, namun tidak lengkap Hanya memuat dua sub- aspek Hanya memuat satu sub- Aspek Skor Maksimal 20 15 10 5

(13)

Untuk menilai hasil pekerjaan siswa secara keseluruhan digunakan penilaian yang berlaku di SMP Negeri 5 Bandung, yaitu:

Tabel 3.5

Skala Penilaian Cerpen Siswa

Skala Nilai Angka Skala Nilai Predikat Predikat

90-100 3,67 – 4.00 A 80-89 3,34 – 3,66 A -70-79 3,01 – 3,33 B+ 60-69 2,67 – 3,00 B 50-59 2,34 – 2,66 B -40-49 2,01 – 2,33 C+ 30-39 1,67 – 2,00 C 20-29 1,34 – 1,66 C -10-19 1,01 – 1,33 D+ 0-9 < 1,00 D

3. Lembar Observasi Guru dan Siswa

Pedoman observasi yang dibuat sebanyak dua jenis, masing-masing digunakan untuk mengukur aktivitas guru dan aktivitas siswa. Pengamatan dilakukan oleh peneliti dan observer.

(14)

a. Pedoman Observasi guru

Pedoman Observasi Guru

Siklus :

Hari/Tanggal :

Pengamat :

Guru yang diamati :

Petunjuk :

Berilah skor pada butir-butir pelaksanaan pembelajaran dengan cara memberikan tanda centang (√) pada kolom sesuai criteria sebagai berikut. 1= Kurang

2= Cukup 3= Baik

4= Sangat Baik

Tabel 3.6

Lembar Observasi Guru N

o. Hal yang Diamati

Skor 1 2 3 4 1. Kemampuan Membuka Pelajaran

a. Menarik perhatian siswa

b. Memotivasi siswa berkaitan dengan materi yang akan diajarkan

c. Membuat kaitan materi ajar sebelumnya dengan yang akan diajarkan

(15)

2. Sikap Peneliti dalam Proses Pembelajaran

a. Kejelasan suara dalam komunikasi dengan siswa b. Tidak melakukan gerakan dan/atau ungkapan yang

mengganggu perhatian siswa

c. Antusiasme mimik dalam penampilan d. Mobilitas posisi tempat dalam kelas

3. Penguasaan Materi Pembelajaran

a. Kejelasan memosisikan materi ajar yang

disampaikan dengan materi lainnya yang terkait b. Kejelasan menerangkan berdasarkan tuntutan

aspek kompetensi (kognitif, psikomotor, afektif) c. Kejelasan dalam memberikan contoh/ilustrasi

sesuai dengan tuntutan aspek kompetensi d. Mencerminkan penguasaan materi ajar secara

proporsional

4. Implementasi Langkah-langkah Pembelajaran

a. Penyajian materi ajar sesuai dengan langkah-langkah yang tertuang dalam RPP

b. Proses pembelajaran mencerminkan komunikasi guru-siswa, dengan berpusat pada siswa

c. Antusias dalam menanggapi dan menggunakan respon dari siswa

d. Cermat dalam memanfaatkan waktu, sesuai dengan alokasi yang direncanakan

5. Penggunaan Media Pembelajaran

a. Mempraktikkan prinsip penggunaan jenis media b. Tepat saat penggunaan

(16)

d. Membantu kelancaran proses pembelajaran

6. Evaluasi

a. Melakukan evaluasi berdasarkan tuntutan aspek kompetensi

b. Melakukan evaluasi sesuai dengan butir soal yang telah direncanakan dalam RPP

c. Melakukan evaluasi sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan

d. Melakukan evaluasi sesuai dengan bentuk dan jenis yang dirancang

7. Kemampuan Menutup Pelajaran

a. Meninjau kembali/menyimpulkan materi kompetensi yang diajarkan

b. Member kesempatan bertanya c. Menugaskan kegiatan ko-kurikuler d. Menginformasikan materi ajar berikutnya

Skor Total

Bandung,………

Pengamat,

(17)

b. Pedoman Observasi Siswa

Pedoman Observasi Siswa

Siklus :

Hari/Tanggal :

Pengamat :

Jumlah siswa yang diamati :

Petunjuk :

Berilah skor pada setiap nomer di bawah ini sesuai dengan criteria sebagai berikut. A= Sangat baik B= Baik C= Cukup Baik D= Kurang Tabel 3.7

Daftar Nama Siswa Kelas VII-A

No. Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 1. Agi Muhammad R. 2. Al Haidar Rakha Z. P. 3. Aliva Tsabitah 4. Chairunisa Hasna A. 5. Chika Khaerani M. 6. Deandra Atya M.

(18)

7. Desi Ramdania K. 8. Fannissa Rizkia H. R. 9. Fauzia Ayu Lestari 10. Ilham Izdihar A. Z. 11. Kayla Rayyan D. 12. Luki Arrisi

13. Moch. Rafi Surya S. 14. M. Fikri Raihan 15. M. Radithya W. 16. M. Rayhan A. 17. Nadya Meisya P. 18. Petty Wiken S. 19. Qariba Zaki S. 20. Radiv Mohammed D. 21. Reggina Salsabila P.G 22. Rizky Amalia K. 23. Salsabilla Zahra K. F. 24. Tarissa Desyawilona 25. Wiguna Raharja 26. Zeina Salimahumair 27. Salman Faridy F. 28. Aris Putra M. 29. M. Anargya Taffarel 30. Saffanah Zahira H.

(19)

Setelah itu, hitunglah persentase setiap nomer dan masukkan hasil perhitungannya ke dalam tabel di bawah ini.

Tabel 3.8

Persentase Kegiatan Siswa

No. Hal yang Diamati Persentase

1. Siswa menunjukkan semangat belajar

2. Siswa memerhatikan penjelasan guru

3. Siswa merespon media pembelajaran dengan baik

4. Siswa mengemukakan pendapat

5. Siswa mengerjakan projek yang diberikan oleh guru

6. Siswa mengajukan pertanyaan

7. Siswa mengikuti pembelajaran sampai selesai

8. Siswa menyimpulkan pembelajaran

Bandung,……… Pengamat,

(20)

4. Catatan Lapangan

Digunakan untuk memperoleh data yang lebih lengkap mengenai apa yang terjadi di dalam kelas pada saat pelaksanaan tindakan berlangsung. Dalam lembar ini dicatat hal-hal yang tidak terdapat dalam kedua pedoman observasi dan kelebihan serta kekurangan dalam proses pelaksanaan tindakan. Pencatatan ini dilakukan oleh observer yang mengamati proses pembelajaran.

5. Jurnal Siswa

Digunakan untuk memperoleh data mengenai respons siswa terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Terdapat lima pertanyaan yang tercantum dalam jurnal siswa ini, yang intinya berisi kesan dan pesan mereka selama PBM menulis cerpen melalui teknik transformasi dengan media film animasi dilaksanakan. Adapun rincian pertanyaannya adalah sebagai berikut: a. Apakah kamu senang melakukan pembelajaran menulis cerpen berdasarkan

film animasi?

b. Apakah kamu mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis cerpen berdasarlan film animasi?

c. Berilah kesan tentang pembelajaran menulis cerpen berdasarkan film animasi!

6. Pedoman Wawancara Guru dan Siswa

Wawancara dilakukan pada guru dan siswa untuk mengetahui informasi lebih akurat mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan menulis cerpen. Adapun pertanyaan yang diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut.

(21)

Tabel 3.9

Pedoman Wawancara terhadap Guru

Wawancara Narasumber :

Pewawancara: Hari/Tanggal :

No. Pertanyaan Jawaban

1. Bagaimana kemampuan siswa kelas VII-A dalam pembelajaran menulis cerpen? 2. Hambatan apa yang dihadapi dalam

pembelajaran menulis cerpen?

3. Kebutuhan apa yang diperlukan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen?

Tabel 3.10

Pedoman Wawancara terhadap Siswa

Wawancara Narasumber :

Pewawancara: Hari/Tanggal :

No. Pertanyaan Jawaban

1. Pernahkan kamu menulis cerpen?

(22)

3. Apakah kesulitan yang kmu rasakan ketika menulis sebuah cerpen? 4. Bagaimana kesanmu terhadap

pembelajaran menulis cerpen di sekolah?

7. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Penelitian tindakan ini dilakukan dengan berpedoman pada dua RPP. RPP pertama digunakan untuk siklus I pertemuan ke-1 dan ke-2, sedangkan RPP kedua diunakan untuk siklus II pertemuan ke-1, ke-2 dan ke-3. RPP pertama disusun berdasarkan hasil dari studi pendahuluan, RPP kedua disusun berdasarkam refleksi dari siklus I.

F. Prosedur Pengumpulan Data 1. Sumber Data

Sumber data penelitian ini adalah cerpen siswa yang dianalisis kemudian dinilai. Data tersebut diperoleh dari subjek penelitian, yaitu siswa kelasVII-A SMP Negeri 5 Bandung.

2. Jenis Data

Jenis data yan diperoleh dari penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri atas:

a. hasil angket siswa; b. cerpen siswa; c. data nilai;

d. catatan lapangan; e. jurnal siswa;

(23)

3. Teknik Pengambilan Data

Peneliti menggunakan beberapa teknik pengambilan data dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut.

a. Data hasil belajar 1) Projek Siswa

Data ini diambil dengan menugaskan siswa untuk menulis sebuah cerpen berdasarkan film animasi yang sudah diputarkan sebelumnya. Tes dilakukan setiap akhir pelaksanaan siklus.

b. Data proses pembelajaran 1) Catatan Lapangan

Catatan lapangan digunakan untuk mencatat data kualitatif selama pembelajaran berlangsung. Semua kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran dicatat oleh observer dalam lembar ini.

2) Lembar Observasi Guru dan Siswa

Diambil dari pengamatan langsung yang dilakukan oleh observer. Ada tiga observer yang dilibatkan dalam penelitian ini, yaitu:

a) Ibu Erni Kustiani, S.Pd. M. M. selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 5 Bandung

b) Rani Rismasari, guru PLP Bahasa Indonesia c) Rio Reza Ristiadi, guru PLP Bahasa Indonesia.

c. Data tentang tanggapan siswa dan guru 1) Wawancara

Wawancara dilakukan sebagai studi pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah yang terdapat di SMP Negeri 5 Bandung. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dan beberapa siswa yang dipilih secara acak.

(24)

2) Angket

Angket ini bertujuan untuk mengetahui respon atau sikap siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen.

3) Jurnal Siswa

Siswa juga diberikan kebebasan untuk menuangkan aspirasi atau pandangan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Jurnal siswa ini akan membantu peneliti untuk melakukan perbaikan dan menyusun rencana pembelajaran berikutnya.

4. Analisis Data

Analisis data dimulai dengan menelaah semua data tersedia dari berbagai sumber, yaitu cerpen siswa, hasil wawancara, lembar observasi, hasil angket dan catatan lapangan. Data-data yang didapat akan dianalisis dan kemudian dideskripsikan dengan menampilkan hasil data dalam tabel, setelah itu direfleksikan untuk menarik kesimpulan.

a. Cerpen Siswa

Cerpen yang telah ditulis siswa dinilai dan dianalisis sesuai dengan pedoman penilaian yang telah ditentukan.

b. Wawancara

Hasil wawancara langsung dideskripsikan sesuai dengan kenyataan. c. Jurnal dan Angket Siswa

Peneliti menganalisis jurnal dan angket siswa dengan

mengelompokkan jawaban siswa ke dalam kelompok positif dan negatif kemudian mempersentasekannya dengan rumus:

(25)

Keterangan:

F: Jumlah persentase setiap pertanyaan E: Jumlah siswa yang memilih jawaban N: Jumlah seluruh subjek penelitian

d. Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Setelah dianalisis data yang diperoleh kemudian ditafsirkan. Caranya yaitu dengan menjumlahkan penilaian dalam bentuk persentase yang diberikan oleh setiap observer kemudian dibagi dua.

∑ ∑

Keterangan:

∑O1: penilaian yang diberikan observer pertama untuk setiap aspek yang diamati

∑O2: penilaian yang diberikan observer kedua untuk setiap aspek yang diamati

Untuk meninterpretasikan perhitungan persentase setiap kategori, menurut Kunjaraningrat dalam Istiqomah (2009), bisa dikelompokkan dalam tujuh rentang interpretasi sebagai berikut:

(26)

Tabel 3.11

Rentang Interpretasi Aktivitas Siswa Besar Presentase Interpretasi

0% Tidak ada 1%-25% Sebagian kecil 26%-49% Hampir setengahnya 50% Setengahnya 51%-75% Sebagian besar 76%-99% Pada umumnya 100% Seluruhnya

e. Lembar Observasi Aktivitas Guru

Setelah dianalisis data yang diperoleh kemudian ditafsirkan. Caranya yaitu dengan menjumlahkan penilaian dalam bentuk angka yang diberikan oleh setiap observer kemudian dibagi dua.

∑ ∑

Untuk menginterpretasikan rata-rata nilai dari tiga observer pada setiap aspeknya menggunakan rentang berikut:

(27)

Tabel 3.12

Rentang Interpretasi Aktivitas Guru

Rentang Jumlah Komentar Interpretasi

3,6 – 4,0 Sangat Baik

2,6 – 3,5 Baik

1,6 – 2,5 Cukup

Gambar

Diagram 3.1 Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas

Referensi

Dokumen terkait

Untuk fluida di dalam tabung, jika fluida masuk kedalam penukar kalor melalui salah satu ujung (front head) lalu mengalir ke dalam tabung dan langsung keluar dari ujung tabung

Melalui Program Indonesia Pintar, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) sejak tahun 2020 sebagai salah satu bentuk bantuan pendidikan

Berdasarkan hasil pengujian disimpulkan bahwa secara parsial kebijakan hutang tidak berpengaruh negatif terhadap agency cost, ukuran perusahaan tidak berpengaruh

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah penambahan ubi jalar ungu ( Ipomoea batatas L) sampai dengan 20% dalam es krim dapat meningkatkan nilai kadar lemak,

pengaruh antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan pada kelompok I, yaitu berupa IR dengan TENS dengan nilai p= 0,026, yang berarti bahwa IR dengan TENS

Soekarno Tahun 2019, diperoleh tingkat pelayanan atau level of service (LOS) F, tahun 2024 tanpa adanya relayasa lalu lintas diperoleh tingkat pelayanan atau level

Dari Tabel 2 diketahui bahwa didapatkan konsentrasi garam dan lama fermentasi tidak berbeda nyata terhadap total padatan terlarut yang ada didalam kimchi

Dari proses pembentukan suara pada teknik bernyanyi lagu daerah di SMP Negeri 12 Yogyakarta mendapat tanggapan yang positif karena pengajar merasa memperoleh ilmu pengetahuan