SALINAN
! " # $% & & " ' "(% "%$& & & &
) * + " , # - &( % + '
(& %(" , " . % " # + . " . ,& % /$% &
%$,% & # % ( 0
! & ( ( + " . ,& % /$% & %$,% &
& + ,&(+ + . (%(/ + + . % ,
, #, , %- # % ( + " + " %.(
'(&( , # #( " .$. , %- +
. ,( # % ( & 1 % $ - ,# / + . +
#% &" % 0
1 ! %+ & %, " %# & + ,&(+ + .
(%(/ + (%(/ " %.( # ", "(#(& # %
( # # .$. %- ,(
# % ( 0
# + 2 + $ $% 3 ( 456 # # $,$,2"$,$,
" ! ) % % "( . , +$ & ( 456
$ $% 77 % % "( . , +$ &
$ $% 8 6 * & # . + ( + + 2
+ $ $% 68 ( 444 ) % % "( . ,
+$ & ( 444 $ $% 94 % %
"( . , +$ & $ $% 834 *0
+ 2 + $ $% 7 ( 6 # # &#
% 1 ( & $ . ) % %
"( . , +$ & ( 6 $ $% 6
% % "( . , +$ & $ $% 66 *0
8 + 2 + $ $% 5 ( 5 # # 1
( , - & $ . ( 72 7
) % % "( . , +$ & ( 5 $ $% 88
2 2
6 % #(% % # $ $% 3 ( 9 # # . "$%
( %- &# & % # ) % %
"( . , +$ & ( 9 $ $% 7 %
% "( . , +$ & $ $% 69 6*0 7 "(#(& % & + $ $% 79 ( 0
9 % #(% # % ( $ $% 36 # #
% & & # %- # % ( 0
5 "(#(& # % ( $ $% 6 # #
1 #% # & # % ( ( 2 60
3 "(#(& # % ( $ $% 859 3 # #
% , # # ,( " %# (
& # . + ( + "(#(& # % (
$ $% 88 0
# ",
# ", " .$. , %- + . ,( # %
( & &( + +$ .$. %- +
. ,( # % ( & # %1 #( + .
" % ' - + # + , # %" & , + % "(#(&
# % (
.$. , %- & + ,&(+ + . ,#(
# %+ % + %
.$. , %- $% & & 0 + .$. , %- " !
.$. , %- $% & & & + ,&(+ + . ,#( , + . ,& , $. " . (& # . & & +
: % $ & & - , + " .$. , %- " !
& + ,&(+ + . ,#( , + . ,& ,
$. " . ; %$ ( % ' (& ,% # % # + % .
.$. , %- & + ,&(+ + . ,#(
%#(-( ( #(, , #, , %- # % (
. .(
. %- % & & 0 +
282
. , %- $% & & & + ,&(+ + . ,#(
, 1 ,(" & .(%( ( # $% & & + . ,(
# % ( ' . , # #% # + .
1 " + , #$% %- #
. , %- " ! & + ,&(+ + . ,#(
, 1 ,(" & .(%( ! % " . '
, %- + . ,( # % ( + . , " % , #
- # + ,$ "$ " . . "(# < " + , #$% %- # 0 +
. % . ,(
: : & . " . , %- & + ,&(+ + . ,#(
+ ,#( - + 1( + . " #
$% & & + " ! & %# " % #( - ,
%-#( -(, # , & " .$. , %- + ,( # & .$ + # # ", $. " # & .$ ' %& ,(# " . . # 8 )# * (. & # . "(#(& # % (
+ # # ",
; "(#(& " # & .$ & + ,&(+ + .
,#( # ", " . & + , #
# & ! ,#( " + # ,$ #% , , %- - # & .$ & " + - # =( & $ . + . ,& 0
" #( $ $# . < " + , #$% %- # + .
% . ,(0 +
1 " # " " .$. , %- + . ,( ( # & .$
: " # & .$ ! - ' " , . "$% & . " . , %- " ! + . ,( ( # & 2 & , " + ,% # % &
+ % . 1 > " . ; %$ ( % ' (&
; . " % & . " .$. , %- " ! ' # + , + " #
+ & . & , . .( "(#(& # % ( ,
+ & . & , $. $ # %- ! ' % $# , " .
; %$ ( % ' (& " . ; %$ % & & +
# # . ,& + " . (& # . & & + : % $ & &
- , ,% # % # + % .
; " # & .$ ! - ' . % , + & &
PED
DI LING
PEDOMAN PENGELOLAA
GKUNGAN KEMENTERI
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTE
KEUANGAN NOMO
/KMK.01/2011 TENTAN PENGELOLAAN KINERJA LINGKUNGAN KEMENTERIA KEUANGAN
AAN KINERJA
RIAN KEUANGAN
TERI MOR ANG
BAB I PENDAHULUA
A. Pengertian ... B. Latar Belakang ... C. Tujuan Penilaian K
1. Organisasi ... 2. Pegawai... D. Asas Pengelolaan E. Kerangka Umum 1. Organisasi ... 2. Pegawai...
BAB II BALANCED SC A. Konsep
B.
1. Peta Strategi d 2. Indikator Kine 3. Penetapan Tar 4. Inisiatif Strate
C. dan
1. Teknik
2. Sasaran Strate 3. Pengkodean S 4. Konsolidasi Lo D. Cara Menyusun
1. Kemenkeu0 2. Kemenkeu0 3. Kemenkeu0 4. Kemenkeu0 5. Kemenkeu0
BAB III PENGELOLAA A. Kontrak Kinerja ....
1. Mekanisme Pe 2. Format Kontra 3. Perubahan Ko 4. Perubahan Ko
Daftar Isi Pedoma
UAN Pengelolaan Kinerja ... ... ...
SCORECARD KEMENTERIAN KEU (BSC) ... Kementerian Keuangan ... i dan Sasaran Strategis ... inerja Utama ... Target Capaian ... ategis ... ... dan ...
ategis, IKU dan IKU
Sasaran Strategis dan Indikator Kin i Lokasi ...
Kementerian Keu (Direktorat Jenderal Kekayaan N (Direktorat Barang Milik Negara (Sub Direktorat BMN I) ... (Seksi BMN IA)... (Pelaksana pada Seksi BMN IA)
AAN KINERJA ORGANISASI ... Penetapan Kontrak Kinerja ... trak Kinerja ... Kontrak Kinerja Bila Terjadi Pergant Kontrak Kinerja Selain Akibat Terjad
an
Kinerja Utama ... ... ntian Pejabat ... jadi Pergantian Pejabat ...B. Mekanisme Perhit 1. Capaian Indik 2. Nilai Sasaran S 3. Nilai Perspekt 4. Nilai Kinerja O C. Monitoring dan Ev D. Pengelola Kinerja
1. Manajer Kiner 2. Sub Manajer K 3. Mitra Manajer
BAB IV PENGELOLAA A. Ketentuan Umum
1. Ruang Lingku 2. Komponen Pe 3. Perencanaan K 4. Bimbingan da B. Mekanisme Perhit 1. Mekanisme Pe 2. Nilai Perilaku 3. Nilai Kinerja P 4. Pelaporan NK C. Pelaksanaan Penila D. Periode Pelaporan E. Pengelola Kinerja 1. Ketentuan Um
2. Penge
3. Penetapan Pen
BAB V PENUTUP ……
hitungan Nilai Kinerja Organisasi ... dikator Kinerja Utama ... n Strategis (NSS) ... ektif ... a Organisasi (NKO) ... Evaluasi Kinerja Organisasi ... ja Organisasi ... nerja Organisasi ... Kinerja Organisasi ... jer Kinerja Organisasi ...
AAN KINERJA PEGAWAI
m ... kup Pegawai ... Penilaian Kinerja Pegawai ... Kinerja ... dan Konsultasi ... hitungan Nilai Kinerja Pegawai ... Perhitungan Capaian Kinerja Pegaw ku (NP) ... ja Pegawai (NKP)... KP ... nilaian Kinerja Pegawai Lainnya ... an CKP, NP dan NKP ... Pegawai ... Umum Pengelola Kinerja Pegawai .... gelola Kinerja Pegawai ... Pengelola Kinerja Pegawai Kementer
………
... ...
... ... ... ... ... ... ... ...
... ... ... ... ... ... awai ... ... ... ... ... ... ... ... ... terian Keuangan ...
………..
... 40
... 41
... 43
... 44
... 45
... 47
... 48
... 48
... 49
... 50
... 51
... 51
... 51
... 51
... 53
... 54
... 54
... 58
... 70
... 71
.... 72
... 85
... 85
... 85
... 86
.... 88
A.
Pengertian
Dalam Keputusan 1. Kinerja adala periode terten 2. Pengelolaan Kkeberhasilan o 3.
adalah suatu tentang sasar perspektif, me
.
4. Sasaran Strate yang langsung 5. Peta Strategi
kerangka hub strategi organ 6. Indikator Kin
keberhasilan p 7. Inisiatif Strat
digunakan se pencapaian Sa
8. ada
unit orga 9. Target IKU ad
periode terten 10. Realisasi IKU 11. Kontrak Kine bawahan tenta 12. Organisasi ad
yang memilik 13. Pegawai adala
nyata bekerja
BAB I
PENDAHULUAN
an Menteri Keuangan ini yang dima alah suatu hasil pada sebuah fung tentu untuk mencapai tujuan organis n Kinerja adalah suatu proses strat n organisasi melalui pengembangan yang selanjutnya disingkat tu alat manajemen strategis yang saran strategis dan kinerja Keme meliputi perspektif ,
ategis yang selanjutnya disingkat ung berasal dari pernyataan misi org gi adalah suatu yang mem
ubungan sebab akibat yang mengg anisasi.
Kinerja Utama yang selanjutnya d n pencapaian SS.
rategis (IS) merupakan satu atau sebagai cara untuk mencapai targe Sasaran Strategis.
dalah proses penjabaran dan penye ganisasi yang lebih rendah.
adalah suatu ukuran kuantitatif IK tentu.
U adalah capaian IKU yang diperole inerja adalah dokumen kesepakata ntang target kinerja dalam periode 1 adalah satuan kerja atau unit di l liki peta strategi.
alah Pegawai Negeri Sipil yang sela rja di Kementerian Keuangan dan tel
AN
aksud dengan:
ngsi pekerjaan atau aktivitas selam nisasi.
rategis dan terpadu yang menunjan n kinerja sumber daya manusia. at BSC pada Kementerian Keuanga ng secara komprehensif menjelaska menterian Keuangan dari beberap
, , dan
at SS adalah sasaran jangka panjan rganisasi.
emetakan SS organisasi dalam sua nggambarkan keseluruhan perjalana
a disingkat IKU adalah tolok uk
u beberapa langkah kegiatan yan rget IKU sehingga berimplikasi pad
yelarasan SS, IKU, dan target IKU k
IKU yang ingin dicapai dalam sua
oleh dalam periode tertentu.
atan antara atasan langsung denga e 1 (satu) tahun.
i lingkungan Kementerian Keuanga
elanjutnya disingkat PNS yang nyat telah ditetapkan peringkat jabatanny
lama
jang
ngan skan rapa
jang
uatu anan
ukur
yang pada
U ke
uatu
ngan
ngan
14. Pejabat Strukt V di lingkung wewenang, d organisasi di l 15. Pejabat Fung
menunjukkan suatu satuan keahlian dan melaksanakan 16. Pelaksana ada jabatan struk Kementerian 17. Pengelola Kin
keputusan un 18. Pengelola Kin
keputusan un 19. Nilai Kinerja O
capaian IKU perspektif 20. Nilai Kinerja
antara CKP da 21. Capaian Kiner pada Kontrak untuk pimpin yang bersangk 22. Nilai Perilaku
penilaian peri kinerjanya yan kerja dan/atau 23. Kompetensi M seorang peja melibatkan pe terjadi dalam 24. Bimbingan ad atasan kepada kinerja.
25. Konsultasi ad kemajuan targ
ktural adalah Pegawai yang mendu ngan Kementerian Keuangan yang m , dan hak seorang Pegawai dalam
i lingkungan Kementerian Keuanga ungsional adalah pejabat yang an tugas, tanggung jawab, wewenan an organisasi yang dalam pelaks an/atau ketrampilan tertentu sert
an tugas Kementerian Keuangan. dalah PNS pemangku jabatan fungs uktural dan jabatan fungsional d
Keuangan.
inerja Organisasi adalah para peja untuk mengelola kinerja organisasi.
inerja Pegawai adalah para peja untuk mengelola kinerja Pegawai pa ja Organisasi yang selanjutnya disin U suatu organisasi dengan mempe
rja Pegawai yang selanjutnya disin dan NP setelah masing0masing dibo nerja Pegawai yang selanjutnya disin rak Kinerja dari tiap0tiap Pegawai pinan unit yang memiliki peta stra ngkutan.
ku yang selanjutnya disingkat NP erilaku sehari0hari setiap pegawai ya yang diperoleh melalui pengisian ku
tau bawahan.
i Manajemen adalah kemampuan ejabat struktural yang merupaka pemahaman/pengetahuan, tindaka m jangka waktu tertentu dan berulan adalah arahan dalam mengerjakan s ada bawahan untuk penyelesaian p
adalah pertemuan formal antara ata arget kinerja Pegawai berdasarkan la
duduki jabatan Eselon I, II, III, IV, da g mempunyai tugas, tanggung jawa am rangka memimpin suatu satua
gan.
ng mempunyai kedudukan yan ang, dan hak seorang Pegawai dala ksanaan tugasnya didasarkan pad erta bersifat mandiri dalam rangk
gsional umum yang tidak mendudu dalam rangka melaksanakan tug
ejabat yang ditetapkan dalam sua
ejabat yang ditetapkan dalam sua pada unit terkait.
singkat NKO adalah nilai keseluruha perhitungkan bobot IKU dan bob
isingkat NKP adalah nilai gabunga ibobot.
isingkat CKP adalah nilai capaian IK i di Kementerian Keuangan, khusu trategi, CKP sama dengan NKO un
P adalah nilai yang didasarkan pad i yang ditunjukkan untuk mendukun kuesioner oleh atasan langsung, reka
n ( ) atau keahlian ! akan hasil dari pengalaman yan akan nyata, serta proses mental yan
lang0ulang.
n sesuatu yang inisiatifnya datang da pekerjaan dalam rangka pencapaia
atasan dan bawahan untuk mengk laporan berkala.
B.
Latar
Belakang
Reformasi birokra Tahun 2004 tent Instruksi Presiden indikator dan targ pencapaian kinerj birokrasi tersebut terbitnya Undang Undang Nomor 1 Nomor 15 Tahun Keuangan NegaraPerjalanan reform Presiden Republik Birokrasi 2010 – Pemerintah Daera pemerintahan yan dituangkan dalam oleh Menteri Nega
Tujuan reformasi profesional, aman publik melalui pe reformasi birokras bertumpu pada p bisnis (
Untuk memastika dengan
sebagai bagian da Sejak tahun 2007, dalam pengelolaan terukur dan terara di lingkungan K diharapkan sebaga dan akhirnya bagi tantangan dan kes
Maksud ditetapka lingkungan Kemen
1. Menjadi pedo dan pegawai 2. Menjadi alat tingkat kantor 3. Menjadi stand
rasi dimulai secara efektif dengan te ntang Percepatan Pemberantasan en dimaksud, Presiden menginstru target kinerja di seluruh kementeri
erja baik berupa hasil ( ) mau ut diawali dengan reformasi keuan ng0Undang Nomor 17 Tahun 2003 te r 1 Tahun 2004 tentang Perbendahar hun 2004 tentang Pemeriksaan Pe
ra.
rmasi birokrasi menjadi semakin jela lik Indonesia nomor 81 tahun 2010 – 2025. Perpres ini menjadi acu rah dalam melakukan reformasi biro ang baik. Operasionalisasi Grand am Road Map Reformasi Birokrasi ya egara Pendayagunaan Aparatur Neg
si birokrasi adalah mewujudkan anah, dan tepat arah (
peningkatan pelayanan publik. D rasi, agenda reformasi birokrasi di
penataan dan penajaman fungsi ), serta peningkatan kualitas S
ikan keberhasilan pencapaian tujua itu sendiri, maka diperluk dari sistem pengelolaan kinerja di li
7, Kementerian Keuangan telah me aan kinerja Kementerian Keuangan arah. Penilaian kinerja meliputi selur
Kementerian Keuangan. Penilaian
agai # $ bagi pim
agi Kementerian Keuangan untuk ter esempatan yang ada demi mencapa
annya Keputusan Menteri Keuang enterian Keuangan adalah sebagai b doman dalam menyusun perencana
dalam rangka memacu kontribusi at pengendali strategis bagi manaje
tor pusat hingga kantor operasional; ndar metode penilaian kinerja organ
terbitnya Instruksi Presiden Nomor an Korupsi. Pada Diktum KETIG truksikan untuk membuat penetapa erian yang menjelaskan keberhasila aupun manfaat ( ). Reforma angan negara yang ditandai denga 3 tentang Keuangan Negara, Undan haraan Negara, serta Undang0Undan
Pengelolaan Dan Tanggung Jawa
jelas dengan diterbitkannya Peratura 010 tentang Grand Design Reforma acuan bagi Kementerian/Lembaga irokrasi guna mewujudkan tata kelo and Design Reformasi Birokrasi i i yang ditetapkan setiap 5 (lima) tahu
egara dan Reformasi Birokrasi.
n tata kelola keuangan negara yan ) serta membangun kepercayaa Dalam rangka mewujudkan tujua i lingkungan Kementerian Keuanga si organisasi, penyempurnaan pros
Sumber Daya Manusia (SDM).
juan reformasi birokrasi dan sejala lukan suatu sistem penilaian kiner i lingkungan Kementerian Keuanga menetapkan penggunaan metode BS n dengan tujuan agar kinerja menja luruh organisasi dan seluruh pegaw ian kinerja organisasi dan pegaw impinan organisasi, bagi para atasa terus antisipatif dan proaktif terhada
pai tujuan reformasi birokrasi.
angan tentang Pengelolaan Kinerja ai berikut:
naan dan penilaian kinerja organisa si maksimal organisasi dan pegawai ajemen secara berjenjang mulai da al;
anisasi dan pegawai;
4. Sebagai alat pegawai.
C.
Tujuan
Penilaian1. Organisasi a. Membangu
perbaikan ( b. Membentuk c. Mengemban d. Menjadi das
2. Pegawai
a. Menjadi das b. Menjadi das c. Mengemban d. Mewujudka
memberikan e. Membangu
dan atasan; f. Tumbuhnya g. Mengemban dan kualitas
D.
Asas
Pengelolaan1. Objektivitas, ya a. tugas yang keseluruhan kerja dan me b. tugas yang
peluang dan 2. Keadilan, yaitu: a. tugas yang dengan jaba b. penilaian te
pegawai terh c. penilaian d
informasi ya 3. Transparansi, y
Indikator, meto dan pegawai ya
at manajemen SDM untuk penge
ian
Kinerja
gun organisasi yang terus mene
n ( );
tuk keselarasan antar unit kerja; bangkan semangat kerja tim (
dasar untuk meningkatkan efektivita
dasar penataan pegawai;
dasar pertimbangan pemberian peng bangkan iklim kerja yang kondusif d kan pegawai yang kompeten da kan kontribusi maksimal kepada uni gun komunikasi efektif dan hubung
;
nya tingkat kepuasan kerja pegawai; bangkan budaya kerja yang efektif, itas pegawai sehingga mampu memb aan
Kinerja
yaitu:
ng diemban oleh setiap pegawa an target unit kerja sehingga saling memiliki ukuran yang jelas%
ng diemban harus realistis, mena an tantangan serta tingkat kesulitan tu:
ng diemban adalah merupakan pe batan setiap pegawai;
terhadap keberhasilan tugas peg terhadap keberhasilan kinerja atasan dilakukan secara objektif dan te
yang diperlukan dan dapat dipertan , yaitu:
tode, dan sumber data penilaian yan yang dinilai.
gembangan kompetensi dan kari
nerus melakukan penyempurnaan
";
itas dan efisiensi organisasi.
nghargaan bagi pegawai; f dan kompetitif;
dan memiliki motivasi tinggi ser nit kerja;
ngan yang harmonis antara bawaha
;
, menghargai kualitas proses bisn mberikan kontribusi optimal.
wai harus merupakan bagian da ng mendukung pencapaian target un
enantang dengan memperhitungka an yang dihadapi.
pembagian tugas yang disesuaika
egawai didasarkan pada kontribu an langsung;
terukur serta didukung data da tanggungjawabkan.
yang digunakan dipahami oleh penil arier
aan/
serta
ahan
isnis
dari unit
gkan
ikan
ibusi
dan
E. Kerangka
Umum
1. OrganisasiPada setiap aw kinerja yang be akan dicapai pa mempunyai IKU
Sepanjang tahu dilaporkan seca evaluasi tersebu kinerja apabila d
Pada awal tahu tahun sebelumn organisasi yang penghargaan ke
K
2. Pegawai Pada setiap aw berisi IKU, real Kontrak kinerja langsung.
Sepanjang tahu berkala atas kin kinerja. Bimbin langsung secara kinerja dan pen semesteran, se penilaian kiner dan konsultasi Period Periode awal
tahun berjalan
Penetapan
um Pengelolaan
Kinerjaawal tahun, masing0masing pimpin berisi IKU, realisasi tahun sebelumn
pada akhir tahun. Kontrak kinerja IKU dengan atasan langsung.
hun berjalan dilaksanakan kegiata ecara berkala dalam jangka waktu ebut memberikan umpan balik unt la diperlukan.
hun berikutnya dilakukan penetapa mnya. Hasil penilaian kinerja ini ber
ng berkinerja tinggi ( & kepada organisasi.
Gambar I.1 Kerangka Umum Pengelolaan Kin
awal tahun, masing0masing pegawa ealisasi tahun sebelumnya dan targ erja ditandatangani oleh pegawai y
hun berjalan dilaksanakan kegiatan kinerja masing0masing pegawai den ingan dan konsultasi tersebut dila ara berjenjang. Pada periode tahun penilaian perilaku. Penilaian kinerja
sedangkan penilaian perilaku dil erja dan perilaku memberikan um
serta perbaikan kinerja dimasa dat iode tahun berjalan hingga akhir tahun
Revisi Kontrak Kinerja: a. Revisi Target b. Perubahan IKU c. Penambahan IKU
baru karena IKU lama sudah tercapai 100% Penilaian dan
Pelaporan Capaian IKU secara berkala
(triwulanan)
inan organisasi menetapkan kontra mnya dan target IKU organisasi yan rja ditandatangani oleh pejabat yan
atan monitoring dan evaluasi untu tu triwulanan. Hasil monitoring da untuk melakukan perubahan kontra
pan hasil penilaian kinerja organisa bermanfaat untuk melihat pencapai
) maupun pemberia
inerja Organisasi
wai menetapkan kontrak kinerja yan arget capaian IKU pada akhir tahu
i yang bersangkutan dengan atasa
tan bimbingan dan konsultasi seca dengan memperhatikan hasil evalua
ilakukan oleh masing0masing atasa un berjalan juga dilakukan penilaia erja dilakukan secara triwulanan da dilakukan secara semesteran. Ha
mpan balik untuk proses bimbinga datang.
Periode awal tahun berikutnya
Pada awal tahu tahunan. Hasil penataan pegaw umum pengelol
K
Periode awal
tahun berjalan Periodtahun
Penetapan Kontrak
Kinerja
hun berikutnya dilakukan penetap sil penilaian kinerja ini akan berman gawai maupun pemberian pengha lolaan kinerja pegawai Kementerian
Gambar I.2 Kerangka Umum Pengelolaan Kin
iode tahun berjalan hingga akhir un
Bimbingan dan Konsultasi Penilaian dan Pelaporan Capaian
Pegawai secara Berkala
Keberatan atas Capaian
Kinerja Pegawai
Penilaian dan Pelaporan Nilai
Perilaku secara Berkala
tapan hasil penilaian kinerja pegaw anfaat untuk melaksanakan kebijaka hargaan kepada pegawai. Kerangk an Keuangan adalah sebagai berikut
Kinerja Pegawai
Periode awal tahun berikutnya
Penetapan Hasil Penilaian
Kinerja
Pegawai Penataan
Pegawai Penghargaan
untuk Pegawai
BALANCE
A.
Konsep
Konsep BSC dikem dari studi tentan kemudian terus d adalah sistem pen strategis. Berawal yang efektif, da berkembang ke or
BSC memiliki pen skor adalah kartu organisasi atau sk organisasi/karyaw Hasil perbanding organisasi/karyaw menunjukkan bah dan non keuangan
Kata berimbang '
aspek keuangan, menggambarkan Perspektif
bersifat internal. keuangan, jangka
Untuk lebih jelasn a. Perspektif &
Perspektif pa dibangun dar oleh organisas
diukur dengan b. Perspektif
Perspektif in mendapatkan Perspektif ini
diukur dengan
BAB II
CED SCORECARD KEMENT
(BSC)
kembangkan oleh Robert S. Kaplan tang pengukuran kinerja pada sek
s disempurnakan sampai dengan engukuran kinerja, kemudian berke al dari sistem pengawasan semata dan yang semula berfokus pa organisasi non bisnis/pemerintahan
engertian yaitu kartu skor (
artu yang digunakan untuk menc skor karyawan. Melalui kartu sko
awan di masa depan dibandingkan ingan tersebut digunakan untuk
awan yang bersangkutan. Sedangk ahwa kinerja organisasi diukur seca an, jangka pendek dan jangka panja
g di atas diwujudkan dalam emp
' ( P
an, jangka pendek, serta bersif n aspek non keuangan, jangka
menggambarkan aspek n al. Dan perspektif
ka panjang, serta bersifat internal.
snya empat perspektif yang dimaks
paling atas ini merupakan sudut ari studi pengukuran kinerja pada isasi sebagai berikut: ”
”. Misalnya mengi
gan ,
ini merupakan sudut pandang an keuntungan karena produk/ ini dibaca oleh organisasi sebaga
”. Misalnya pelanggan mengi gan indeks kepuasan pelanggan.
TERIAN KEUANGAN
n dan David P. Norton yang beraw sektor bisnis pada tahun 1990 da n generasi sekarang. Generasi aw rkembang menjadi sistem manajeme ta menjadi sistem komunikasi strate
pada organisasi bisnis/perusaha an.
) dan berimbang ( ). Kar ncatat skor hasil kinerja suatu un skor, nilai yang hendak diwujudka an dengan hasil kinerja sesungguhny
k melakukan evaluasi atas kiner gkan berimbang dimaksudkan untu ecara berimbang dari aspek keuanga njang, serta internal dan eksternal.
mpat perspektif BSC yaitu &
Perspektif & menggambarka rsifat internal. Perspektif
a panjang, serta bersifat eksterna non keuangan, jangka panjang, ser
menggambarkan aspek no
ksudkan adalah sebagai berikut:
ut pandang karena BS
da sektor bisnis. Perspektif ini diba
ginginkan tingkat laba tinggi yan
atau & (
g pelanggan). Perusahaa
k/jasanya dibeli oleh pelangga gai berikut: “
c. Perspektif Perspektif ini utama di dala inti yang sali rangka menc shareholder. diukur dengan
d. Perspektif Perspektif ini internal organ melakukan pe menjalankan dalam jangka
Keempat perspek merupakan moda organisasi mampu dengan proses bis dengan baik. Pad organisasi meraih suatu model ( karakteristik suatu ini:
Organisasi seyogi organisasi memil pengambilan kepu pekerjaan yang b ditetapkan, maka Strategi( Peta S
ini adalah sudut pandang organisas alam organisasi. Proses bisnis adalah aling berhubungan satu sama lain, nciptakan produk/jasa untuk mem
. Misalnya perusahaan mengingink gan persentase produk yang gagal d
ini adalah sudut pandang organisas ganisasi. Perspektif ini menggambar
perbaikan dan penguatan sumber d n proses bisnis utama organisasi. ka panjang sangat bergantung pada p
ektif tersebut di atas saling b dal dasar organisasi. Modal dasar
pu menjalankan roda proses bisni bisnis yang baik, organisasi mamp ada akhirnya kepuasan pelanggan aih keuntungan. Keempat perspekti ) yang bersifat fleksibel yang atu organisasi. Logika BSC dapat di
Gambar II.1. Alur Pikir
ianya memiliki visi dan misi, yang iliki gambaran/cita0cita yang sa eputusan dan perencanaan masa dep
berbeda, serta menantang inovas ka selanjutnya dijabarkan ke dalam
Strategi membantu organisasi
Visi
Misi
Sasaran Strategis kator Kinerja
Utama
iatif Strategis
Visi adalah gambaran keada
masa depan. Visi menjawab
Misi adalah tujuan keber
organisasi. Misi menjawa
Sasaran strategis (S
dijalankan, dan dimil
Indikator Kinerj
keberhasilan penc
Inisiatif Stra
dilakukan dal target IKU
sasi yang berfokus pada proses bisn lah serangkaian/sekumpulan aktivit
in, yang dilakukan organisasi dala emenuhi keinginan pelanggan ata inkan proses produksi yang optima l dalam proses produksi.
sasi yang berfokus pada sumber day barkan kemampuan organisasi untu r daya internal organisasi agar mamp si. Kesinambungan suatu organisa
a perspektif ini.
berhubungan. Perspektif terbawa sar yang baik dan kuat menjadika snis utama dengan baik. Selanjutny mpu memenuhi keinginan pelangga an menjadikan pelanggan loyal da ktif di atas harus dipandang sebag
g dapat disesuaikan dengan jenis da digambarkan dalam diagram berik
ng membawa setiap karyawan dala sama, sehingga mampu memban depan, mengkoordinasikan pekerjaa asi ke depan. Setelah visi dan m m SS dan digambarkan ke dalam Pe si mengomunikasikan keseluruha
daan organisasi yang ingin dicapai di
ab pertanyaan “kita ingin menjadi apa?”
eradaan organisasi, atau tugas utama wab pertanyaan “mengapa kita ada?”
(SS) adalah apa yang harus dicapai, iliki organisasi
erja Utama (IKU) adalah tolok ukur encapaian sasaran organisasi
trategis (IS) adalah aktivitas yang dalam waktu tertentu untuk mencapai
strateginya kepad organisasi.
Untuk mengukur memudahkan pen Inisiatif Strategis pendek, melibatk keluaran/
B.
BSC Kementerian Visi, Misi, dan Str Keuangan ke dala dokumen perenca
Visi Kementerian negara yang dip Indonesia yang se
Misi Kementerian 1. Misi Fiskal ad
Hati0hati (Prud 2. Misi Kekayaa
optimal sesuai bertanggung ja 3. Misi Pasar M
modal dan l perekonomian 4. Misi Penguata a. Membang
Karena mengacu yang dibangun d tahun. Namun s perubahan strate Keuangan. Dalam
ada seluruh anggota organisasi d
ur pencapaian SS perlu di susun IK encapaian target IKU perlu disiapk
(IS). IS bukan merupakan kegiat atkan sumber daya (manusia,
tertentu.
Kementerian Keuangan
an Keuangan merupakan alat manaj Strategi yang tertuang dalam Renc alam suatu Peta Strategi. Renstra K canaan jangka menengah 5 (lima) taian Keuangan adalah “Menjadi p dipercaya, akuntabel dan terbaik sejahtera, demokratis, dan berkeadil
an Keuangan terdiri dari:
adalah mengembangkan Kebijakan rudent), dan Bertanggungjawab;
aan Negara adalah mewujudkan p uai dengan asas fungsional, kepasti
jawab;
Modal dan Lembaga Keuangan a lembaga keuangan non bank ian nasional yang tangguh dan berda atan Kelembagaan adalah:
ngun dan mengembangkan organisa engan tuntutan masyarakat;
ngun dan mengembangkan SD ritas tinggi dan bertanggung jawab; ngun dan mengembangkan teknolog ntegrasi serta sarana dan prasarana
cu pada Renstra yang memiliki jan di Kementerian Keuangan juga di setiap akhir tahun dilakukan ategi sesuai dengan kondisi inte
m hal ini, BSC dapat digunakan seba
demi suksesnya pencapaian tujua
IKU beserta targetnya. Dalam rangk apkan aktivitas0aktivitas yang diseb
iatan rutin organisasi, bersifat jangk , peralatan), dan menghasilka
najemen strategi yang menerjemahka ncana Strategi (Renstra) Kementeria Kementerian Keuangan merupaka tahun.
pengelola keuangan dan kekayaa ik di regional untuk mewujudk dilan”.
an Fiskal yang Sehat, Berkelanjuta
pengelolaan kekayaan negara yan stian hukum, transparan, efisien, da
adalah mewujudkan industri pas k sebagai penggerak dan pengu rdaya saing global;
isasi berlandaskan administrasi publ
SDM yang amanah, profesiona ;
logi informasi keuangan yang mode a strategis lainnya.
jangka waktu lima tahun, maka BS dirancang untuk jangka waktu lim
dan & jika terdap nternal dan eksternal Kementeria ebagai alat untuk merevisi Renstra.
Pengelolaan kiner tingkatan, yaitu: a. Kemenkeu0) b. Kemenkeu0
c. Kemenkeu0 d. Kemenkeu0 e. Kemenkeu0 f. Kemenkeu0 Staf Ahli, Tenaga
(
1. Peta Strategi d Pembangunan yang lebih tin membangun P dahulu harus a
Proses penyusu a. Pastikan un b. Peta Strate Sedangkan lain adalah Bea dan C serta Kanto Strategi jug yang mer (Pangsarop Pendidikan c. Tentukan p 1) Sebaga d. Temukan k e. Terjemahka
erja berbasis BSC di Kementerian K
: tingkat Kementerian (
: tingkat Unit Eselon I ( P : tingkat Unit Eselon II (
: tingkat Unit Eselon III ( : tingkat Unit Eselon IV (
: (Pejabat Eselon V/Pela ga Pengkaji dan Pejabat Fungsional d
dan Sasaran Strategis
an suatu Peta Strategi hanya dapat d tinggi ke tingkat yang lebih renda Peta Strategi suatu Unit Eselon I, s ada adalah telah tersedia Peta Stra
usunan Peta Strategi dan Sasaran Str unit organisasi memiliki Visi dan M ategi disusun hingga Unit Eselon an Unit Eselon III yang diperkenan lah Kantor Pelayanan Pajak (KPP),
Cukai (KPPBC), Kantor Pelayanan ntor Pelayanan Kekayaan Negara da juga disusun pada Unit Pelaksana erupakan instansi vertikal, sep ops), Balai Pengujian dan Ident
an dan Pelatihan Keuangan (BDK). n perspektif Peta Strategi dengan me
gai institusi publik yang tidak b angku kepentingan ( ) da
baik internal maupun eksternal ya ntingan atas dari suatu orga kah unit tersebut memiliki ?
ada, perlu dibuat perspektif
ait langsung dengan pelayanan suat luar organisasi.
p unit harus memiliki perspektif * umumnya, perspektif ini menunjuk untuk menciptakan nilai bagi
p unit harus memiliki perspektif
pektif + merupak
nisasi untuk menjalankan proses bis ome organisasi.
n kata kunci sasaran dari Visi dan Mi kan kata kunci tersebut ke dalam SS
Keuangan dibagi ke dalam 6 (enam
Menteri Keuangan);
Pejabat Struktural Eselon I); Pejabat Struktural Eselon II);
Pejabat Struktural Eselon III); Pejabat Struktural Eselon IV); elaksana).
al dikategorikan ke dalam Kemenke
t dilakukan secara runtut dari tingk dah. Dengan demikian, ketika aka I, maka syarat mutlak yang terleb trategi level Kementerian.
trategis adalah sebagai berikut: Misi yang sesuai dengan Renstra un
on II dan Unit Eselon III tertent ankan menyusun peta strategi anta , Kantor Pelayanan dan Pengawasa an Perbendaharaan Negara (KPPN dan Lelang (KPKNL). Selain itu, Pe na Teknis (UPT) setingkat Eselon
eperti Pangkalan Sarana Opera ntifikasi Barang (BPIB), dan Bal
emperhatikan hal0hal berikut. berorientasi pada profit, tentuka dari unit tersebut. adala yang secara tidak langsung memili ganisasi.
?
. merupakan pihak yan atu organisasi dan merupakan piha
, (
jukkan rangkaian proses dalam sua
dan ( ).
+ (
akan sumber daya yang dimiliki ole bisnis guna menghasilkan output ata
f. Kelompokk telah ditent g. Susun Peta
SS.
2. Indikator Kine Setelah Peta S untuk setiap SS
IKU , IKU
a. IKU
program ter b. IKU
merupakan dilayani ata internal. c. IKU
kegiatan or dan
atas garis ke Adapun jenis l a. IKU
dan umumn b. IKU
. Um
Istilah IKU berbagai istila masing organis
a. Penentuan I 1) Mengan
kkan SS yang sudah didefinisikan, k entukan pada huruf c.
eta Strategi organisasi dengan mem
inerja Utama
Strategi disusun, maka langkah se SS. IKU adalah alat ukur bagi penca
KU dan IKU (
merupakan ukuran paling sede terkait input. Misalnya, waktu kerja
mengukur hasil atas penggu an ukuran atas aktivitas yang dilaku atau jumlah pelayanan yang diberi
melihat manfaat yang diterima organisasi. Ukuran ini fokus pada
. Misalnya, kepuasan pelangga s kemiskinan.
is lain dibedakan menjadi IKU ' yaitu IKU yang bersifat
mnya di luar kendali unit yang bersa ' yaitu IKU yang bersifat proses, mumnya IKU berada di baw
dan dalam praktikny ilah yang berbeda sesuai dengan p
nisasi penggunanya.
n Indikator Kinerja Utama anut prinsip SMART0C
& , yaitu IKU harus mampu me lam menilai kinerja suatu unit kerja. , yaitu IKU yang dirancang emiliki satuan pengukuran, dan jelas , yaitu IKU yang dipilih har asan(
, yaitu IKU yang dipilih harus , yaitu IKU yang dipi ncapaian.
* ' yaitu dapat me rategi organisasi.
ke dalam perspektif0perspektif yan
embuat hubungan sebab akibat ant
selanjutnya adalah menentukan IK ncapaian SS. Jenis IKU dibedakan at
ederhana yang mengukur program rja atau sumber daya finansial.
gunaan ( Ukuran ini biasany akukan. Misalnya, jumlah orang yan
erikan. IKU dan bersif
ma oleh sebagai hasil da da pihak eksternal seperti pelangga ggan atau jumlah masyarakat yang
dan IKU .
/ atau yang mengukur has rsangkutan.
es, yang mendorong pencapaian IK awah kendali unit organisasi.
nya berkembang dan meluas menja n pengembangan BSC pada masin
menyatakan sesuatu yang khas/un rja.
ang harus dapat diukur dengan jela las pula cara pengukurannya.
arus disepakati antara bawahan da
us dapat dicapai, namun menantang ipilih harus memiliki batas wak
2) Kalimat Yang di konkrit menimb 3) Mencerm 4) Suatu or
dari 25 heteroge 5) Suatu o memilik 6) Dalam
perump
b.Tingkat Val Validitas su dengan SS. A 1) 0!
2) , !
3)
IKU yang d validitas IKU dibedakan b
at yang disusun bersifat definitif bu dimaksud dengan definitif adalah rit dan tidak menimbulkan pengertia mbulkan lebih dari satu interpretasi.
erminkan keseluruhan tugas dan fun organisasi yang memiliki Peta Strat 25 (dua puluh lima) IKU, kecuali m ogen dan menjadi fokus suatu unit.
organisasi/pegawai yang tidak m iliki tidak lebih dari 10 (sepuluh) IKU
penyusunan IKU dimungkinkan pamaan, IKU merupakan induk sed
aliditas IKU
suatu IKU ditentukan berdasarka S. Adapun pembagian tingkat validit
: IKU yang ideal untuk men diharapkan. Pencapaian IKU pencapaian SS secara keseluruh : Indikator yang mengukur hasi
sesuatu yang mewakili hasil te : IKU yang mengukur jumlah,
kegiatan yang berdampak pada
dipilih seyogyanya merupakan IK IKU hanya didasarkan pada keterkai n berdasarkan antara IKU dan SS
Gambar II.2 Tingkat Validitas IK
bukan normatif.
lah kalimat IKU yang disusun haru rtian ganda. IKU yang normatif dap si.
fungsi organisasi/pegawai.
rategi hendaknya memiliki tidak leb memiliki “ ” yang sang
k memiliki Peta Strategi hendakny KU.
kan adanya sub IKU. Jika diamb sedangkan sub IKU merupakan anak
kan tingkat kedekatan IKU terseb ditas IKU adalah sebagai berikut. engukur hasil pencapaian SS yan
U jenis ini telah menggambarka ruhan.
asil tidak secara langsung, tetapi lew tersebut.
ah, biaya, dan waktu dari kegiata ada SS yang bersangkutan.
IKU ! ' dimana penentuan tingk kaitan dengan SS. Validitas IKU dap
SS pada gambar berikut.
s IKU
arus apat
lebih ngat
knya
mbil nak.
ebut
yang rkan
ewat
atan0
c. Tingkat Ken
d.Jenis Konso Menunjukka
endali atas IKU
kkan sejauh mana kemampua ol/mengelola pencapaian target IKU
: Pencapaian target secara domin yang bersangkutan.
: Pencapaian target turut dipengar : Pencapaian target sangat dip
unit/pegawai lain.
solidasi Periode
kkan jenis pola penetapan/perhitun
, dan .
Tabel II.1 Jenis Konsolida
Definisi Q1 (1) Q2 (2) S
Penjumlahan angka capaian per periode pelaporan
1 2
1 U: Jumlah
an Bea dan Cukai riliun Rupiah)
20 30
Angka capaian yang gunakan adalah angka periode terakhir
1 2 3
U: Persentase han dana yang n perusahaan
an
2% 4%
Rata0rata dari penjumlahan angka capaian per periode pelaporan
1 2 (1+
U: Persentase
urasi perencanaan 93% 88% 90
CONTOH u unit organisasi ingin mendapatkan su
sitas yang baik dalam kemampuan bah petensi SDM dalam bahasa Inggris y finisikan adalah:
umlah SDM yang memiliki nilai TOEFL umlah SDM yang dapat berbicara bah
)
umlah SDM yang telah mengikuti pela mlat (IKU "
uan suatu unit/pegawai dala KU:
minan ditentukan oleh unit/pegaw
garuhi unit/pegawai lain.
dipengaruhi secara dominan ole
tungan angka capaian IKU,yaitu
dasi Periode
Sm.I
e. Polarisasi D Menunjukka nilai target: 1) - ! 2
2) - 2
3) 2
Maxim
X < 8
80% ≤ X
X ≥ 10
*) Khusus langsun sebagaim Utama
f. Penyusunan Setiap IKU Pedoman pe adalah seba informasi ten 1) deskrips 2) tingkat k 3) tingkat v 4) pihak ya 5) pihak ya 6) sumber 7) satuan p 8) jenis kon 9) jenis kon 10) polarisa 11) periode
Data
kkan ekspektasi arah nilai aktual dar
2 : Nilai aktual/realisasi/pencapa lebih tinggi dari target.
Contoh: Jumlah pendapatan neg : Nilai aktual/realisasi/pencapa
(
Contoh: Rasio beban utang terh : Nilai aktual/realisasi/pencapa
berada dalam suatu rentang tar Contoh: Persentase rata0rata pos
Tabel II.2 Jenis Polarisasi Da
Polarisasi ximize Minimize
< 80% X > 120%
X < 100% 100% < X ≤ 120% 80%12
100% X ≤ 100% 90
us untuk polarisasi stabilize, penent ung mengacu pada tabel di atas, t aimana terdapat pada Bab III me
an Manual IKU
U yang telah ditetapkan harus pengisian manual IKU, format man
bagaimana tercantum dalam Form tentang IKU seperti:
ipsi IKU;
at kendali atas IKU; at validitas IKU;
yang bertanggung jawab atas IKU; yang menyediakan data IKU; er data;
n pengukuran; konsolidasi periode; konsolidasi lokasi; isasi data; dan de pelaporan.
ari IKU dibandingkan relatif terhada
paian Indikator Kinerja diharapka
negara.
paian Indikator Kinerja diharapka
rhadap rata0rata utang. paian Indikator Kinerja diharapka target tertentu.
posisi kas.
Data
Status Stabilize *)
X < 80% atau
X > 120% Merah
0% ≤ X < 90% atau
120% ≥ X > 110% Kuning
90% ≤ X ≤ 110% Hijau
entuan status capaiannya tidak seca , tetapi terdapat perhitungan khusu mengenai capaian Indikator Kiner
s dilengkapi dengan Manual IK anual IKU, serta contoh manual IK rmulir I. Manual IKU berisi berbag
adap
pkan
pkan
pkan
ecara usus nerja
g.Penentuan I Jenis dan ju memenuhi k 1) dalam sa 2) IKU yang 3) apabila d
! , da 4) dalam sa
h.Pembobotan Mengingat diperlukan obyektivitas Sistem pem validitas ( nilai bobot a
E P A
IKU yang ataupun dilakukan ad 1) menggan 2) memperb
Dengan mel untuk setiap
IKU dalam Sasaran Strategis jumlah IKU dalam satu SS (tidak i kriteria berikut ini:
satu SS maksimum terdapat 3 (tiga) ang dipilih seyogyanya merupakan I dalam satu SS hanya terdapat 1 (sa dapat ditambahkan IKU lainnya;
satu SS tidak diperkenankan hanya
tan Indikator Kinerja Utama
at masing0masing unit/pegawai me n suatu sistem pembobotan atas m tas dan memenuhi unsur keadilan. embobotan yang digunakan oleh K
& ) dan tingkat kenda t awal IKU didasarkan pada tabel be
Tabel II.3 Bobot Awal IKU
Tingkat Validitas Tingk Exact (E) 0,5 Low (L) Proxy (P) 0,3 Moderate Activity (A) 0,2 High (H)
g digunakan tidak diperkenanka . Apabila terdapat IKU adalah:
anti dengan IKU lain;
erbaiki kualitas SS baik definisi mau
elakukan kombinasi antara tingkat iap IKU menjadi sebagai berikut:
Tabel II.4 Bobot IKU
E P A
H 11% 9
M 17% 13% 11
L 22% 17%
ak termasuk Kemenkeu0) ) haru
a) IKU; n IKU ! %
(satu) IKU ! saja atau 1 (satu) IK
ya terdiri dari satu buah IKU
memiliki lebih dari satu IKU, mak masing0masing IKU untuk menjag
Kemenkeu didasarkan atas tingk
dali ( & ). Adapu
berikut.
gkat Kendali 0,5 te (M) 0,3 0,2
kan memiliki kombinasi ! KU demikian, langkah yang har
aupun ruang lingkup.
kat validitas dan kendali, maka bob
A
9%
11%
arus
IKU
aka jaga
gkat apun
arus
3. Penetapan Tar Definisi target tertentu. Berka (satu) tahun diperhatikan d
a. Target IKU
-dicapai, na (di b. Penentuan pencapaian internal da c. Penetapan
atasan, dan d. Penetapan
perundang Pendapata perundang e. Adapun ilu
, target tahu f. IKU yang
tersebut. g. Angka tar
mentahnya h. Penetapan
dengan jen
arget Capaian
get adalah suatu ukuran yang in rkaitan dengan penerapan BSC, targ n atau disebut dengan perencana n dalam menyusun target adalah seb
KU harus memenuhi beberapa hal, (dapat diukur), (dapat
namun menantang), (me
diupayakan terus meningkat). an besaran target dapat didasar ian tahun lalu, keinginan
dan eksternal organisasi.
an target sebaiknya melalui pembah dan Manajer Kinerja di setiap level.
an target IKU disesuaikan dengan ang0undangan terkait, misalnya Un
atan dan Belanja Negara. Target y ang0undangan merupakan target min ilustrasi penetapan besarnya target
Gambar II Ilustrasi Besaran Ta
: besarnya target ditetapkan : besarnya target ditambah a lalu sesuai dengan dinamik : besarnya target ditingkatk
tahun lalu.
: besarnya target ditingkatka hun sebelumnya.
ng berbentuk indeks, perlu diber
target yang berupa persentase he nya.
an target untuk setiap periode p jenis konsolidasi periode datanya.
ingin dicapai dalam jangka wak rget ditetapkan untuk jangka waktu anaan tahunan. Hal0hal yang per
ebagai berikut.
al, yaitu SMART0C; & (spesifik pat disetujui), . (realistis, dap (memiliki jangka waktu),
sarkan pada beberapa hal seper ' atau melihat kepada kond bahasan bersama antara pemilik IKU
an peraturan formal dan peratura Undang0Undang mengenai Anggara t yang ditetapkan dengan peratura
inimal.
et adalah sebagai berikut:
.3
Target IKU
an berdasarkan target tahun lalu. h atau dikurangi 10% dari target tahu
ika eksternal dan internal.
tkan sampai dengan 50% dari targ
tkan sampai dengan di atas 100% da
eri penjelasan makna angka ska
hendaknya disertakan dengan da
pelaporan ( 3 ) harus sesu aktu ktu 1 erlu
ifik), apat
erti: ndisi
IKU,
uran aran uran
ahun
arget
dari
skala
data
i. Penetapan
4. Inisiatif Strate Inisiatif Strate digunakan seb pencapaian Sas a. Karakterist
1) Bukan m 2) Memiliki 3) Membutu 4) Ada deliv b.Penyusunan
IS disusun pada memilih IS
&& sebaga
an target untuk semua IKU hasil emperhatikan jenis konsolidasi lokas
t IKU harus diuraikan menjadi targ 3 didasarkan pada periode tersebut. Hal ini menjadi lampira gaimana tercantum dalam Formulir I
3 target IKU:
merupakan IKU yang dilaporkan tiap
4 5 (
ategis
ategis (IS) merupakan satu atau sebagai cara untuk mencapai targe Sasaran Strategis.
istik Inisiatif Strategis merupakan kegiatan rutin; liki periode waktu penyelesaian;
utuhkan sumberdaya yang besar (SD eliverables / "yang disa
an Inisiatif Strategis
n pada unit yang memiliki peta str dan
IS dapat menggunakan kuadran ya agai berikut:
Priority I Priority
Priority II Priority High
Low Complexity of effort
Cost, Cross functionality, time efforts
il pada tingkat di atasny kasi datanya.
arget bulanan/triwulanan ( 3 de pelaporan serta jenis konsolida iran Kontrak Kinerja yang formatny ir IV.
iap triwulanan dengan jenis konsolida
u beberapa langkah kegiatan yan rget IKU sehingga berimplikasi pad
(SDM, anggaran, waktu, dll); isampaikan.
strategi dan pada IKU yang terdap ( Priorit yang mengkombinasikan da
No SS
1. Peningkatan kompetensi SDM
C. dan
merupak tingkatannya lebi
. Sement merupakan proses dengan unit yang
Secara umum pros secara bersamaan
1. Teknik
Setelah SS dan SS beserta IKU sampai dengan IKU tersebut da
Proses c
Kemenkeu
Kemenkeu
Tabel II.5 Contoh Inisiatif Strate
IKU Target StIn
Persentase pejabat yang telah
memenuhi standar kompetensi
jabatannya
90% 0!
, (Mare Agust
pakan proses menurunkan SS dan I ebih rendah. Dalam beberapa li
entara itu, 2 (ya
ses untuk menjamin bahwa SS dan g setingkat.
roses dan dapat d
n (simultan) dan secara berurutan (s
dan
n IKU dibangun pada tingkat unit o KU tersebut dapat diturunkan ( an tingkat unit organisasi/pegawai dapat dilaksanakan oleh semua piha
dan dapat digambarkan
Gambar II.4 dan
Kemenkeu4 !
keu4" Kemenkeu4"
keu4 Kemenkeu4
#$%&'%
#$%&'% #%$
#%$
#%$ #%$
ategis Inisiatif Strategis
Penanggung Jawab
Perkiraa Pendanaa
aret0 ustus)
Sekretariat DJKN
1 M
n IKU ke tingkat unit organisasi yan literatur, disebut
yang selanjutnya disebut
an IKU yang dibangun telah selar
at dilakukan dengan 2 (dua) cara yai (sekuensial).
it organisasi yang paling tinggi, mak ) dan diselaraskan ( yang lebih rendah. Sehingga SS da ihak yang terkait dalam organisasi.
kan sebagai berikut.
Kemenkeu4"
Kemenkeu4
#$%&'%
#$%&'% #%$
#%$
raan naan
yang
), laras
yaitu
Beberapa hal ya
a. m
organisasi d didesain un dan tingkat b. Pada unit y rendah haru perspektif d Gambar II.5
c. Unit yang m dibawahnya tersebut. Seb Pusat dan K tingkat Unit disetujui ole d. Unit yang
sasaran strat
Secara umum, la a. pelajari Peta b. identifikasi
atasnya; c. tandai dan
dengan tuga d. berdasarkan
Kemenkeu
One
Kem
Tw
yang perlu diperhatikan dalam mela menggunakan metode 6 , ya i di bawahnya merupakan suatu untuk menghubungkan SS dan IKU
at di bawahnya hingga tingkat pegaw t yang memiliki Peta Strategi, SS ya
arus diletakkan pada perspektif y f dimana SS tersebut berasal (unit
5.
Gambar II.5
Gambaran SS pada P
g memiliki Peta Strategi dapat me ya dan IKU yang digunakan tetap ebaiknya tidak terdapat SS pada t Kantor Wilayah (Kanwil). Untuk k nit Eselon IV tetap dimungkinkan s oleh Manajer Kinerja Unit Eselon I.
g berada dibawah unit yang mem
rategis .
, langkah0langkah melakukan eta Strategi/ pada satu unit
si kontribusi unit/pegawai terhada
n ambil SS pada Peta Strategi organ ugas dan fungsi unit yang bersangku kan butir (c), turunkan SS dan IKU (
nkeu-
Kemenkeu-
Two
Kemenkeu-
Two
elakukan adalah:
, yaitu c SS dan IKU ke tingk u proses ( Metode
KU antara tingkat organisasi terting gawai.
yang diturunkan ke unit yang leb f yang sama atau lebih tinggi da nit yang lebih tinggi). Contoh, lih
a Peta Strategi
meng0 SS hingga satu tingk tap merujuk kepada SS hasil a tingkat Unit Eselon IV pada Kant k kedua jenis kantor tersebut, SS pad n sepanjang ada alasan yang kuat da
emiliki peta strategi tidak memili
adalah sebagai berikut: nit yang lebih tinggi;
adap Peta Strategi organisasi/unit
ganisasi/unit di atasnya yang releva kutan;
dan );
Kemenkeu-
Two
gkat
inggi
lebih dari ihat
gkat
ntor pada dan
iliki
it di
e. jika masih t
Metode ini sebagai SS penyebutan Dengan dem periode pela
b. *
-Penyusunan dan IKU pa fungsi dan pada tingka bawahnya s
2. Sasaran Strateg Setelah melakuk
hasil . K
h terdapat tugas dan fungsi unit ya
yang baru ( ) baik yang
n khusus.
telah diturunkan perlu diuji ke an beberapa hal berikut:
man parameter (jenis validitas IKU i data, periode pelaporan, dan satuan
U yang menggunakan skala penguk ) yang sama.
U pada unit yang lebih tinggi h a yang bertanggung jawab atas IKU
dapat dilakukan dalam dua meto
ni dilakukan dengan langsung men dan IKU unit tersebut. Sehingg tan (penamaan) SS dan IKU adalah demikian, target capaian IKU haru
elaporan, maupun satuan pengukur
nan SS dan IKU pada suatu unit dila pada tingkat organisasi yang lebih t n ruang lingkup unit yang bersang gkat organisasi yang lebih tinggi di a sesuai dengan proporsi masing0ma
enamaan SS dan IKU dalam
maan IKU sama jika ruang lingkup (misalnya, IKU “Jumlah Penerimaa t maupun Kanwil Jawa Barat). maan IKU berbeda jika ruang asarkan sektor, contoh:
KU "Jumlah pendapatan negara" enjadi IKU "Jumlah penerimaan paj an Cukai" (DJBC), dan "Jumlah PNB KU pada Eselon II “Persentase jumla sian Pelaksanaan Anggaran (DIPA
ada Eselon III “Persentase jumlah sa aktu pada Sub Direktorat (Subdit) A
tegis, IKU dan IKU (
kukan proses di atas, suatu . Kemudian, unit tersebut dapat me
yang belum terakomodasi, buatlah S ng berasal dari uraian jabatan maupu
keselarasannya ( ), denga
IKU, jenis konsolidasi periode, jen uan pengukuran).
ukuran, harus menggunakan rentan
harus dibagi habis ke unit0unit U tersebut.
etode berikut:
enjadikan SS dan IKU unit di atasny gga, baik makna (definisi) maupu alah sama pada kedua unit tersebu rus sama baik dalam besaran targe urannya.
ilakukan dengan mengembangkan S ih tinggi dengan mengacu pada tuga ngkutan. Seluruh target capaian IK diturunkan (dibagi habis) ke unit masing unit.
adalah sebagai berikut: upnya hanya dibedakan atas wilaya
aan Pajak” baik pada Kanwil Jakar
ang lingkupnya dapat dibedaka
" pada Kemenkeu0) diturunka pajak " (DJP), "Jumlah Penerimaan B
BP Nasional "(DJA).
lah satuan kerja (satker) yang Daft A)0nya disahkan tepat waktu” IK satker yang DIPA0nya disahkan tep
A”
atu unit akan memperoleh SS dan IK menambahkan SS dan/atau IKU yan
berasal dari ura berasal dari ura pegawai yang b Selain itu, karen bawahan deng mendukung IKU IKU
dan Kanwil.
Bagan
Pada unit di K hingga level Ke
Kemenkeu0 '
Kemenkeu0 Kemenkeu0 atau penugasa Kemenkeu0 karena tidak di IKU hasil IKU
dan IKU Kemenkeu0
raian jabatan atau penugasan khusu raian jabatan dan penugasan khusus g bersangkutan, karena belum tera rena terdapat perbedaan tugas dan ngan atasan, bawahan perlu me IKU atasan. Berikut ini adalah contoh pada level Kemenkeu0 hing
Gambar II.6 dari Kemenkeu4 hi pada Unit Pusat dan Kan
Kantor Pusat dan Kanwil, penyus Kemenkeu0 ( Pada unit Eselon
' namun tidak diperbolehkan terdiri atas IKU yang
dan IKU yaitu IKU
san khusus. Validitas IKU . Sedangkan validitas IKU dibutuhkan dalam pembobotan IK
dari Kemenkeu0 yang be yang merupakan penurunan U baru yang dibangun di Kemen
. Penentuan validitas sama den
usus dari atasannya. SS dan IKU yan sus berfungsi untuk mengukur kiner
rakomodasi dari IKU hasil
an fungsi level tanggung jawab anta
membuat IKU untu
toh penyusunan SS, IKU da ingga Kemenkeu pada Unit Pus
ingga Kemenkeu4)
anwil
usunan SS Non0Cascading dilakuka n III, terdapat SS hasil da an menambahkan SS baru. IK ang merupakan penurunan dari IK IKU baru berdasarkan uraian jabata
sama dengan validitas IK tidak perlu diidentifika IKU. IKU Kemenkeu0 terdiri at
berasal dari IKU Kemenkeu0 da
dari IKU Kemenke
enkeu0 . Tidak terdapat SS pad dengan pada level Kemenkeu0
yang nerja . ntara ntuk dan usat
ukan dari IKU IKU atan IKU ikasi atas dan keu0 pada
Proses penyus Kemenkeu0
Bagan
Pada unit di Ka , penyusun unit Eselon IV diperbolehkan
yang yaitu Validitas IKU validitas IKU pembobotan IK Kemenkeu0
yang beras penurunan dari Kemenkeu0
3. Pengkodean Sa Pengkodean SS dilakukan berd SS dan IKU dil Untuk memuda
usunan IKU Kemenkeu0 sam (
Gambar II.7 dari Kemenkeu4 * h
pada Unit Vertikal
Kantor Vertikal dimana peta strateg
sunan SS dilakukan h
IV, terdapat SS hasil da n menambahkan SS baru. IKU ng merupakan penurunan dari IK itu IKU baru berdasarkan uraian U sama dengan validitas
tidak perlu diidentifik IKU. Setelah menyusun IKU Kemen
. IKU Kemenkeu0 terdiri atas rasal dari IKU Kemenkeu0 dan
ari IKU Kemenkeu0
. Penentuan validitas sama dengan
Sasaran Strategis dan Indikator Kin SS dan IKU untuk tingkat Kemen rdasarkan pada peraturan mengena dilakukan berdasarkan pada peratu dahkan proses pembobotan IKU, m
ama dengan yang dilakukan pad
hingga Kemenkeu4)
al
tegi disusun hingga level Kemenke n hingga level Kemenkeu0 ( Pad
dari Kemenkeu0 ' namun tida U Kemenkeu0 terdiri atas IK
IKU Kemenkeu0 dan IKU an jabatan atau penugasan khusu tas IKU Kemenkeu0 . Sedangka
ifikasi karena tidak dibutuhkan dala enkeu 'dapat dilanjutkan ke lev as IKU hasil dari Kemenke
an IKU yang merupaka
dan IKU baru yang dibangun gan pada level Kemenkeu0 (
Kinerja Utama
enkeu0) hingga Kemenkeu0 enai Tata Naskah Dinas. Pengkodea aturan mengenai Tata Naskah Dina , maka bagi unit yang tidak memili
pada
keu0 Pada tidak IKU
usus. gkan alam level keu0 akan
n di
peta strategi, m dari Peta Strateg kode C di belak
Sistem Pengkod
A
Kode Uni berdasarkan KPersuratan (dalam huruf
dan/atau ang
Nama Unit
Ditjen Kekayaan Negara
(Kemenkeu0 ) Direktorat BMN (Kemenkeu0 ) Subdit BMN I (Kemenkeu0 Seksi BMN IA (Kemenkeu0
Pelaksana A pad Seksi BMN IA (Kemenkeu0 Catatan:
1. Pengkodean dengan peng 2. Tabel di atas Unit Vertikal
4. Konsolidasi Lo Menunjukkan p hasil
Parameter ini d
a.
b.
, maka aturan pengkodean perlu m
tegi dan IKU . Bagi IKU
lakang kode IKU.
odean yang saat ini berlaku adalah s
4
B
.
4 Kode Penomoran Sasaran Strategis (dalam angka) .
K
Tabel II.6 Contoh Pengkodean SS, IKU
+ Subdit BMN pada ngkodean pada Unit Eselon III0nya. tas adalah contoh bagi unit Kantor kal, penambahan huruf C dimulai pa
Lokasi
pola akumulasi perhitungan target untuk mendapatkan nilai targ i diisi hanya pada IKU hasil
: Jika konsolidasi target atau rea penjumlahan dari seluruh target : Jika konsolidasi target atau rea
hasil rata0rata dari seluruh targe
mengidentifikasi IKU hasil
IKU hasil perlu ditambahka
h sebagai berikut.
C
.
D
Kode Penomoran IKU
KN01.2, dst. KN01.1.1 KN01.1.2, ds
KN201.1 KN201.2, dst.
KN201.1.1 KN201.1.2, d
st.
KN2.141.1C KN2.101.2, dst.
KN2.141.1C KN2.1202, dst.
KN2.1241C.
selon V, dan pelaksana disesuaika
or Pusat dan Kanwil. Sedangkan ba pada level Kemenkeu0 .
get ataupun realisasi dari seluruh IK rget atau realisasi IKU di atasny
secara .
realisasi IKU di atasnya merupaka et atau capaian IKU hasil . realisasi IKU di atasnya merupaka get atau capaian IKU hasil .
D. Cara Menyusun Untuk lebih mema suatu studi kasus Direktorat Jendera Tugas dan fungsi u BMN pada Kemen Berikut ini adalah
Kemenkeu0 pa
alur proses Strategis dan Indi jawab dan wewen tanda bintang yan
Suatu unit ” d yang diturun Konsolidasi d unit di bawah
Unit A Indeks kepu
atas layan perizina (target: 8
Suatu unit org memiliki latar b
ke 4 un unit tersebut ad
Konsolidasi da keempat unit d
Unit A (target: 20 org)
Kementerian K mahami proses pembangunan BSC, sus pembangunan BSC pada Direk eral Kekayaan Negara (DJKN) tahun si utama Direktorat BMN adalah per
enterian Negara/Lembaga (K/L) da ah cara menyusun
pada Direktorat Jenderal Kekayaan . Langkah pertama adalah dikator Kinerja Utama pada Keme enang DJKN. Berikut ini adalah Pe ang menunjukkan SS yang menjadi t
Contoh Konsolidasi Lokasi:
it organisasi publik tingkat pusat m ” dengan target capaian 88. Unit ini
unkan pada 3 unit di bawahnya, sehing si data target pada Unit Pusat merupaka
ahnya.
Unit Pusat (target: 88)
Unit A s kepuasan
layanan rizinan rget: 80)
Unit B Indeks kepuasan atas
layanan pengadaan barang dan jasa secara
elektronik (target: 90) Contoh Konsolidasi Lok
organisasi publik tingkat pusat memi ar belakang pendidikan S3” dengan tar unit di bawahnya dengan nama IKU y t adalah:
data target pada Unit Pusat merupak t di bawahnya.
Unit Pusat (target: 100 org)
org)
Unit B (target: 15 org)
Unit C (target: 32 org)
n Keuangan
C, dalam pedoman ini akan dijelaska ektorat Barang Milik Negara (BMN un 2011.
perumusan kebijakan dan pengelolaa dan Badan Layanan Umum (BLU).
dari level Kemenkeu0) ke lev an Negara (DJKN) tahun 2011 melal
h dengan mengidentifikasi Sasara menkeu0) yang menjadi tanggun Peta Strategi Kemenkeu0) denga
i tanggung jawab DJKN.
asi: ', $'
memiliki IKU “Indeks kepuasan i memiliki 3 fungsi layanan utama ingga IKU ini di0 menjadi:
akan rata0rata dari data target ketiga
Unit A Indeks kepuasan
atas layanan pemberian informasi
(target: 94) okasi: -&
miliki IKU “Jumlah pegawai yang target capaian 100 orang. IKU ini di0 U yang sama. Rincian target pada 4
akan penjumlahan dari data target
rg)
Unit A (target: 33 org)
skan MN)
laan
Setelah mengid dengan bintang membantu pela matrik tersebu pencapaian IKU
Keme SS Utilisasi Kekaya Negara Yang Optimal
Tingkat Kepuasa pengguna layana yang tinggi Pengelolaan keuangan dan kekayaan negara yang efektif dan efisien
Peningkatan edukasi
masyarakat dan
Gambar II.8 Peta Strategi Kemenkeu4
gidentifikasi SS dan IKU pada Kem ng, maka daftar SS dan IKU terseb elaksanaan proses cascading baik s but dapat ditambahkan PIC ya KU dan target.
menkeu4! Ke
IKU SS
yaan Nilai kekayaan negara yang diutilisasi
Utilisasi kekayaan ne yang optima asan
anan Indeks Kepuasan Pengguna Layanan Kepuasan pengguna la yang tinggi
ara an
Rata0rata
persentase realisasi janji layanan unggulan
Pengelolaan Kekayaan Ne pengurusan piutang Neg pelayanan le yang optima
n
Tingkat efektivitas edukasi dan komunikasi
Peningkatan edukasi mas dan pelaku
4!
emenkeu0) sebagaimana ditand sebut dibuat matrik cascading untu k secara maupun . Pad yang bertanggung jawab terhada
Kemenkeu4" Jenis
IKU IKU
negara mal
Nilai kekayaan negara yang diutilisasi
6
layanan Indeks Kepuasan Pengguna Layanan
*
an Negara, an
egara dan lelang mal
Rata0rata persentase realisasi janji layanan unggulan
*
an
asyarakat
Tingkat efektivitas edukasi dan
*
ndai ntuk Pada adap
Keme SS pelaku ekonomi Pengawasan dan penegakan huku yang efektif
1. Kemenkeu4 Peta Strateg Kementerian dan IKU yan dengan mas berdasarkan
Pada conto tempatkan p gambar II. pembiayaan penyusunan dari Kemen fungsi DJKN
Pe
menkeu4! Ke
IKU SS
mi ekonomi
an kum
Rata0rata persen tase kepatuhan dan penegakan hukum
Sub0IKU:
Persentase kepatuh an pelaporan BMN oleh K/L
Monitoring d evaluasi kep dan layanan yang efektif
4" (Direktorat Jenderal Kekaya
tegi DJKN (Kemenkeu0 ) hanya d ian (Kemenkeu0) ) telah selesai d yang diturunkan ke DJKN, maka tem asing0masing perspektif. Kemudia an tugas dan fungsi DJKN serta prio toh cascading ini, SS dan IKU yan n pada KN.1, KN.6, KN.8, KN.9 dan II.8. Pada perspektif stakeholder aan dari aset recovery yang menjad nan Peta Strategi DJKN menggamba
enkeu0) dan SS dan IKU yang JKN.
Gambar II.8 Peta Strategi Direktorat Jenderal Ke
Kemenkeu4" Jenis
IKU IKU
komunikasi g dan
epatuhan an hukum
Persentase kepatuhan pelaporan BMN oleh K/L
*
yaan Negara)
a dapat disusun apabila Peta Strate ai dibuat. Setelah mengidentifikasi S
tempatkan SS dan IKU tersebut sesu dian ditambahkan SS dan IKU la rioritas kerja unit.
ang diturunkan pada DJKN telah an KN.10 sebagaimana terdapat pad er ditambahkan KN.2 Penerimaa adi prioritas DJKN. Begitu seterusny barkan SS dan IKU yang diturunka ng merupakan pilihan dan tugas da
Kekayaan Negara
is
ategi si SS esuai lain
Perspektif Sasa Hasil lela
Kepuasan
Daftar SS dan IKU Kemenkeu
asaran Strategis si Kekayaan Negara
ptimal
Nilai kekayaan n
maan Pembiayaan set Recovery
Jumlah penerima pengeluaran APB nan pengelolaan
an negara yang Persentase persepengelolaan kek Persentase perse negara dipisahka Indeks Opini BP engurusan piutang
yang optimal Jumlah piutang n lelang yang optimal Jumlah pokok le
Jumlah frekuens san Pengguna
an yang Tinggi Indeks kepuasan dan perumusan
an yang berkualitas
Persentase penyu harmonisasi pera lolaan kekayaan
, pengurusan g negara dan nan lelang yang
Rata0Rata persen
katan edukasi rakat dan pelaku mi
Tingkat efektivit
oring dan evaluasi han dan layanan
yang efektif
Persentase kepat Persentase satke Persentase penye pendapat hukum ntukan SDM yang
petensi tinggi
Persentase pejab kompetensi jabat Persentase jam p
an organisasi yang Persentase penye Rata0rata persen risiko
judan TIK yang
grasi Persentase sistem lolaan anggaran
ptimal Persentase penye
eu4" DJKN
Indikator Kinerja Utama n negara yang diutilisasi
imaan kembali ( ) yang berasal da PBN
rsetujuan/penolakan permohonan ekayaan negara tepat waktu
rsetujuan/penolakan pengelolaan kekay hkan
BPK atas BA 999.03
g negara yang dapat diselesaikan
lelang nsi lelang
san pengguna layanan
nyusunan, penyempur naan dan eraturan
sentase realisasi janji layanan unggulan nyelesaian permohonan penilaian aset
laksanaan inventarisasi dan penilaian BM
ntifikasi BMN yang belum bersertifikat
mbangunan kinerja
vitas edukasi dan komunikasi
patuhan pelaporan BMN oleh K/L ker yang telah melakukan koreksi nerac nyelesaian permohonan bantuan hukum
um
jabat yang telah meme nuhi standar batannya
pelatihan pegawai terhadap jam kerja
nyelesaian modernisasi organisasi entase UPR yang menerapkan manajem
tem aplikasi yang terimplementasi