BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V.B SD Negeri No. 014642 Simpang Empat berjumlah 25 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 17 perempuan. Informasi yang Peneliti peroleh dari rekan sejawat dan beberapa teman guru, siswa kelas V.B yang menjadi subjek penelitian tersebut memiliki kecerdasan hampir rata-rata sama antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Kecuali ada 2 orang siswa yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata temannya dan keduanya adalah siswa yang tinggal kelas pada Tahun Pelajaran yang lalu.
Selain memiliki tingkat kecerdasan yang hampir rata-rata sama antara siswa yang satu dengan lainnya, siswa kelas V.B tersebut juga hampir memiliki latar belakang yang sama. Maksudnya rata-rata mereka bertempat tinggal di lingkungan desa sekitar sekolah dan mempunyai orang tua yang bekerja sebagai Petani atau Buruh. Dan dari pengamatan Peneliti serta dari informasi yang dihimpun, para siswa juga memiliki perkembangan fisik dan psikis yang hampir sama.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V.B SD No.014642 Simpang Empat pada mata pelajaran Matematika dan IPS ini, dimulai pada pertengahan semester I Tahun Pembelajaran 2011/2012 yaitu tanggal 26 Oktober 2011 sampai dengan 12 Nopember 2011 (lihat jadwal pada tabel).
Tabel 3.1. Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
No. PelajaranMata Hari/Tanggal Waktu Perbaikan
1. Matematik a
Sabtu, 29 Oktober 09.30-10.40 Siklus I
Sabtu, 5 Nopember 09.30-10.40 Siklus II
Sabtu, 12 Nopember 09.30-10.40 Siklus III
2.
Ilmu
Pengetahu an
Sosial
Rabu, 26 Oktober 07.30-08.40 Siklus I
Rabu, 2 Nopember 07.30-08.40 Siklus II
Rabu, 9 Nopember 07.30-08.40 Siklus III B. Deskripsi Per Siklus
Langkah-langkah PTK yang Peneliti laksanakan merupakan satu siklus yang terdiri dari empat tahap sesuai dengan langkah-langkah PTK yang dikemukakan oleh Wardhani (2008), yaitu merencanakan perbaikan, melaksanakan tindakan, mengamati (observasi), dan melakukan refleksi.
Sesuai dengan langkah-langkah PTK maka pada tahap awal, Peneliti mempersiapkan materi yang akan disajikan, menyusun perencanaan perbaikan pembelajaran, serta menyiapkan alat dan media pembelajaran yang sesuai. Setelah melalui tahap persiapan, Peneliti masuk ketahap tindakan yang merupakan perbaikan pembelajaran yang dibagi masing-masing dalam tiga siklus. Dan prosedur selanjutnya Peneliti melakukan pengamatan, sedangkan perosedur terakhir dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah melakukan refleksi.
Gambar 3.1 Langkah-langkah PTK
Ada beberapa kegiatan perencanaan sebagai persiapan sebelum Peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran terhadap masalah-masalah yang telah ditemukan. Diantaranya meminta bantuan teman sejawat, supervisor, serta saran dan pendapat dari Kepala Sekolah untuk bersama-sama berdiskusi mencari solusi dari permasalahan pembelajaran yang memerlukan perbaikan.
Peneliti bekerjasama dengan teman sejawat dan supervisor merancang rencana pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran Matematika dan IPS masing-masing
Melakukan Refleksi Pelaksanaan Tindakan
menjadi 3 siklus. siklus pelaksanaan perbaikan pembelajaran Matematika dan IPS tersebut dapat digambarkan seperti bagan di bawah ini:
Gambar 3.2.
Siklus Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran MM dan IPS
Peneliti akan melaksanakan perbaikan pembelajaran Matematika dan IPS sesuai dengan kompetensi dasar yang memerlukan perbaikan. Pelaksanaan perbaikan yang
SIKLUS I Refleksi
Aksi Perencanaan
Observasi
SIKLUS I Refleksi
Aksi Perencanaan
Observasi
SIKLUS I
Refleksi Aksi
Perencanaan
dilaksanakan disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran yang ada di tempat tugas dimana Peneliti melakukan penelitian ini.
a) Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran Matematika meliputi:
1. Perencanaan
a. Menetapkan masalah yang menjadi fokus perbaikan. b. Menentukan prosedur perbaikan pembelajaran. c. Menentukan tujuan perbaikan pembelajaran.
d. Menyusun Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran. e. Menentukan media pembelajaran yang akan digunakan. f. Mempersiapkan buku panduan.
g. Menyusun lembar observasi teman sejawat.
2. Pelaksanaan Perbaikan.
a. Melaksanakan perbaikan pembelajaran sesuai RPP siklus. b. Melaksanakan proses pembelajaran dengan penggunaan media. c. Melakukan pengamatan oleh teman sejawat.
d. Melaksanakan tes pada akhir pembelajaran. e. Memeriksa serta menilai hasil pekerjaan siswa. f. Menganalisis hasil belajar siswa.
3. Pengamatan
a. Teman sejawat melakukan pengamatan berdasarkam lembar pengamatan yang telah disiapkan.
b. Melakukan pengamatan kegiatan belajar mengajar, kesesuaian materi pelajaran dan hasil kerja siswa.
c. Menemukan kelemahan pembelajaran untuk dijadikan fokus perbaikan pada siklus berikutnya.
4. Refleksi
a. Mendiskusikan temuan kelebihan dan kekurangan yang ada pada saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran Matematika bersama teman sejawat. b. Mencari solusi perbaikan untuk siklus berikutnya dengan bantuan dan
arahan dari supervisor atau teman sejawat.
1. Perencanaan
a. Menentukan tujuan perbaikan berdasarkan hasil temuan. b. Menentukan prosedur perbaikan pembelajaran.
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran dengan fokus memperbaiki hasil belajar setiap siklus.
d. Membuat media pembelajaran yang akan digunakan. e. Menyiapkan materi yang sesuai dan buku panduan. f. Menyusun lembar pengamatan/observasi teman sejawat.
2. Pelaksanaan Perbaikan.
a. Melaksanakan perbaikan pembelajaran sesuai RPP tiap siklus.
b. Melaksanakan proses pembelajaran dengan penggunaan media yang telah ditentukan serta memfokuskan pada peningkatan hasil belajar, dengan memperbaiki kelemahan pembelajaran baik yang disebabkan atau berasal dari siswa maupun guru (Peneliti).
c. Melakukan pengamatan oleh teman sejawat. d. Melaksanakan tes pada akhir pembelajaran. e. Memeriksa serta menilai hasil pekerjaan siswa. f. Menganalisis hasil belajar siswa.
3. Pengamatan
a. Teman sejawat melakukan pengamatan berdasarkam lembar pengamatan yang telah disiapkan untuk menemukan kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran yang dilakukan guru.
b. Melakukan pengamatan kegiatan belajar mengajar, kesesuaian materi pelajaran dan hasil kerja siswa.
4. Refleksi
a. Mendiskusikan temuan, kelebihan dan kekurangan yang ada pada tiap siklus perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPS bersama teman sejawat. b. Mencari solusi perbaikan untuk perbaikan tiap siklus dengan bantuan dan
arahan dari Supervisor atau teman sejawat.
Seperti pada perbaikan pembelajaran Matematik, skenario perbaikan pembelajaran IPS yang dilaksanakan juga harus menunjukkan adanya kesinambungan antara kegiatan pada siklus I, siklus II, dan siklus III.
a) Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran siklus I Matematika dan IPS
Skenario Pembelajaran Matematika Siklus I Materi Pokok : Operasi Hitung Bilangan Bulat
Fokus : Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat
Tabel 3.2. Skenario Pembelajaran Matematika Siklus I
Fase
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Proses Pembelajaran Alokasi Waktu I II III IV Pra Kondisi Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Akhir
1. Memberi salam dan berdoa.
2. Mengabsen siswa dan mengkondisikan kelas.
1. Mengingat kembali tentang konsep bilangan bulat dan contohnya.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 3. Melaksanakan pre-tes.
1. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok 5 orang. 2. Guru menjelaskan cara menggunakan
manik-manik pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
3. Guru memberikan contoh cara menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat dengan manik-manik. 4. Memberi kesempatan kepada siswa
untuk bertanya.
5. Di dalam kelompok siswa diuji kemampuan dan keterampilannya dengan berlatih mengerjakan soal-soal latihan. 6. Masing-masing kelompok
mendemonstrasikan cara menyelesaikan soal dengan bantuan media
1. Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas.
2. Guru melakukan tes akhir.
3. Guru memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
2 menit
8 menit
35 menit
25 menit
Materi Pokok : Kenampakan Alam Indonesia
Fokus : Kenampakan Alam Indonesia: Kenampakan Alami dan Buatan
Tabel 3.3. Skenario Pembelajaran IPS Siklus I
Fase
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Proses Pembelajaran Alokasi Waktu
I
II
III
IV
Pra Kondisi
Kegiatan Awal
Kegiatan Inti
Kegiatan Akhir
1. Do’a dan absensi.
2. Menyiapkan kelas pada suasana belajar yang kondusif
1. Melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang batas-batas wilayah Indonesia.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
1. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan tiap-tiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa.
2. Di bawah bimbingan guru, siswa mengamati model kenampakan alam di Indonesia dan beberapa media gambar yang disediakan guru.
3. Guru mendefenisikan beberapa kenampakan alam di Indonesia, siswa memperhatikan di dalam kelompok. 4. Guru membagikan LKS dan memberikan
petunjuk mengerjakannya
5. Masing-masing kelompok mengumpulkan hasil kerjanya.
6. Bersama-sama membahas LKS yang dikerjakan olen siswa, guru memberikan penguatan.
1. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
2. Guru mengadakan tes akhir secara individual.
3. Guru menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
3 menit
7 menit
35 menit
b) Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran siklus II Matematika dan IPS
Skenario Pembelajaran Matematika Siklus II Materi Pokok : Operasi Hitung Bilangan Bulat
Fokus : Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
Tabel 3.4. Skenario Pembelajaran Matematika Siklus II
Fase
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Proses Pembelajaran Alokasi Waktu
I
II
III
IV
Pra Kondisi
Kegiatan Awal
Kegiatan Inti
Kegiatan Akhir
1. Memberi salam, berdoa, 2. Memeriksa kehadiran siswa.
3. Menyiapkan kelas pada suasana belajar yang kondusif.
1. Mengingat kembali tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran. 3. Melakukan pre-tes.
1. Guru menjelaskan cara menggunakan model anak panah untuk operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan bulat. 2. Guru memberikan contoh operasi
perkalian dan pembagian bilangan bulat dengan menggunakan model anak panah 3. Memberi kesempatan kepada siswa
untuk bertanya dan mempraktekkan operasi hitung perkalian dan pembagian bilangan bulat dengan menggunakan model anak panah pada garis bilangan. 4. Menguji kemampuan siswa dengan
mengerjakan soal-soal.
5. Mengoreksi pekerjaan siswa secara bersama-sama.
6. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang belum dikuasai.
1. Bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dibahas.
2. Guru memberikan tes akhir perorangan. 3. Guru memberikan PR dan
2 menit
8 menit
menginformasikan materi mendatang. 25 menit Skenario Pembelajaran IPS Siklus II
Materi Pokok : Kenampakan Alam Indonesia
Fokus : Keanekaragaman kenampakan alam di Indonesia
Tabel 3.5. Skenario Pembelajaran IPS Siklus II
Fase
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Proses Pembelajaran Alokasi Waktu I II III IV Pra Kondisi Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Akhir
1. Berdoa bersama sebelum pembelajaran. 2. Memeriksa kehadiran siswa.
3. Mengkondisikan kelas ke dalam situasi belajar yang kondusif.
1. Melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang hewan dan tumbuhan yang ada disekitar tempat tinggal siswa.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
1. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan tiap-tiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa.
2. Guru menjelaskan pembagian fauna Indonesia berdasarkan garis wallace dan weber dan letak flora dan fauna endemik di tiap wilayah Indonesia berdasarkan garis Wallace dan weber.
3. Menunjukkan gambar-gambar hewan endemik di tiap daerah Indonesia.
4. Di dalam kelompok, siswa menuliskan hewan-hewan endemik di tiap daerah di Indonesia.
5. Masing-masing kelompok membacakan hasil kerjanya, kelompok yang lain dipersilahlan memberikan masukan 6. Guru bersama siswa membahas cara
menjaga kelestarian flora dan fauna Indonesia dengan bertanya jawab, guru memberikan penguatan.
1. Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
2. Guru mengadakan tes akhir secara individual.
3. Guru memberikan PR dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan mendatang.
2 menit
8 menit
35 menit
c) Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran siklus III Matematika dan IPS
Skenario Pembelajaran Matematika Siklus III Materi Pokok : Operasi Hitung Bilangan Bulat
Fokus : Melakukan Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat
Tabel 3.6. Skenario Pembelajaran Matematika Siklus III
Fase
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Proses Pembelajaran Alokasi Waktu I II III IV Pra Kondisi Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Akhir
1. Memberi salam dan berdoa. 2. Memeriksa kehadiran siswa. 3. Memberi motivasi kepada siswa.
1. Mengingat kembali materi ajar pada pertemuan sebelumnya.
2. Melakukan pre-tes.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
1. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5 orang.
2. Guru menjelaskan tentang cara melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat dengan media belajar. 3. Guru memberikan contoh cara
melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat pada garis bilangan. 4. Memberi kesempatan kepada siswa
untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.
5. Di bawah bimbingan guru, siswa diuji kemampuan dan keterampilannya dengan berlatih mengerjakan soal-soal latihan secara kelompok.
6. Mengoreksi pekerjaan kelompok secara bersama-sama.
1. Guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas.
2. Guru melakukan tes akhir secara mandiri.
3. Guru memberikan pekerjaan rumah dan
2 menit
8 menit
35 menit
menginformasikan materi mendatang.
Skenario Pembelajaran IPS Siklus II
Materi Pokok : Flora dan Fauna di Indonesia.
Fokus : Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia.
Tabel 3.7. Skenario Pembelajaran IPS Siklus III
Fase
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Proses Pembelajaran Alokasi Waktu
I Pra Kondisi 1. Berdoa bersama sebelum pembelajaran. 2. Memeriksa kehadiran siswa.
3. Mengkondisikan kelas ke dalam situasi belajar yang kondusif.
II
III
IV
Kegiatan Awal
Kegiatan Inti
Kegiatan Akhir
1. Apersepsi dengan cara tanya jawab sambil mengukur pengetahuan awal siswa tentang suku bangsa yang ada di dalam kelas, dan di lingkungan tempat tinggal siswa.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
1. Mencari informasi tentang suku bangsa yang ada di Indonesia melalui membaca buku pegangan siswa.
2. Tanya jawab tentang suku bangsa yang ada di Idonesia, kemudian mengamati peta Indonesia.
3. Bersama siswa menemutunjukkan tempat suku-suku bangsa pada peta.
4. Menunjukkan salah satu contoh budaya suku bangsa melalui media gambar. 5. Di dalam kelompok, siswa mengerjakan
LKS menggunakan peta persebaran suku bangsa di Indonesia.
6. Masing-masing kelompok membacakan hasil kerjanya sedangkan kelompok lain dipersilahkan memberi masukan atau tanggapan.
7. Guru memberikan penguatan.
1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
2. Guru memberikan tes akhir siswa secara perorangan.
3. Menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
8 menit
35 menit
25 menit
3. Pengamatan dan Pengumpulan Data
a) Mata Pelajaran Matematika
Selanjutnya observasi dilakukan oleh teman sejawat untuk mengamati proses perbaikan pembelajaran pada siklus II pada mata pelajaran Matematika. Adapun saran-saran yang diberikan adalah guru harus menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata pada saat melakukan apersepsi. Guru hendaknya membuat kesimpulan materi yang telah disampaikan secara bersama-sama dengan siswa seperti yang tercantum pada RPP perbaikan. Keberanian siswa dalam mengeluarkan pendapat perlu dimotivasi guru.
Observasi juga dilakukan oleh teman sejawat pada siklus III dengan mencatat berbagai kekuatan dan kelemahan yang dilakukan guru pada proses pembelajaran. Secara umum proses pelaksanaan perbaikan yang dilaksanakan guru cukup baik. Saran dari rekan sejawat adalah kondisi pembelajaran seperti pada siklus III ini hendaknya dipertahankan pada setiap proses pembelajaran di kelas.
Semua data tentang kekuatan dan kelemahan perbaikan pembelajaran pada penelitian ini ditemukan melalui pengamatan/observasi yang dilakukan oleh teman sejawat. Data tersebut dicatat pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelum perbaikan pembelajaran persiklus dimulai. Data tentang keberhasilan dan kegagalan siswa dikumpulkan melalui pengamatan/observasi yang dilakukan oleh guru dan teman sejawat kemudian didiskusikan bersama untuk memperoleh persentasinya. Untuk mengetahui daya serap siswa dilakukan evaluasi pada akhir kegiatan pembelajaran (tes akhir). Data yang diperoleh kemudian dituangkan dalam daftar nilai untuk dianalisis.
b) Mata Pelajaran IPS
Dalam pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran siklus I pada Mata Pelajaran IPS, rekan sejawat juga melakukan dan mencatat temuan pembelajaran pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Adapun saran yang diberikan adalah guru hendaknya senantiasa mengontrol kelas pada saat berdiskusi agar tidak ada kesempatan bagi siswa untuk bermain-main. Guru juga hendaknya menghubungkan materi yang akan disampaikan dengan kehidupan nyata dengan contoh-contoh yang jelas pada saat melakukan apersepsi.
yang diberikan adalah motivasi hendaknya diberikan oleh guru kepada siswa secara terus menerus, sehingga aktifitas belajar tidak menurun. Kesimpulan yang dibuat hendaknya disusun dalam bentuk poin-poin agar mempermudah siswa dalam mencatat dan mengingat.
Siklus III juga tak lepas dari pengamatan teman sejawat melalui observasi yang dilakukannya. Kali ini teman sejawat mengatakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan guru cukup baik, dan hasil belajar siswapun dikategorikan tuntas dengan perolehan nilai rata-rata di atas KKM. Dan saran dari rekan sejawat adalah secara umum proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPS yang dilakukan guru cukup baik. Guru telah berhasil melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP perbaikan.
Sebagaimana proses perbaikan pembelajaran Matematika, maka semua data tentang kekuatan dan kelemahan perbaikan pembelajaran IPS pada penelitian ini juga ditemukan melalui pengamatan/observasi yang dilakukan oleh teman sejawat. Data tersebut dicatat pada lembar observasi yang telah disiapkan sebelum perbaikan pembelajaran persiklus dimulai. Keberhasilan dan kegagalan siswa teridentifikasi dikumpulkan melalui pengamatan/observasi yang dilakukan oleh guru dan teman sejawat kemudian didiskusikan bersama untuk memperoleh persentasinya. Untuk mengetahui daya serap siswa pada pelajaran IPS ini dilakukan evaluasi pada setiap akhir kegiatan pembelajaran (tes akhir). Data yang diperoleh kemudian dituangkan dalam daftar nilai untuk dianalisis.
4. Refleksi
a) Mata Pelajaran Matematika
pembelajaran dengan fokus memperbaiki kelemahan pembelajaran yang ditemukan pada siklus I dan proses perbaikan tersebut akan dilakukan pada siklus II.
Pada siklus II guru memberikan materi yang efisien serta pemberian diskusi tanya jawab antara siswa dengan guru sehingga terjadi komunikasi yang baik antara siswa dan guru. Guru juga memanfaatkan media sederhana secara maksimal yaitu model anak panah yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pada proses pembelajaran. Hasil belajar siswa meningkat dan lebih baik dari sebelumnya. Namun masih ditemukan adanya beberapa kelemahan pembelajaran yang dilakukan yaitu guru masih kurang dalam menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata pada saat melakukan apersepsi, kurang memotivasi siswa untuk mengeluarkan pendapat. Siswa pula belum seluruhnya aktif dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media yang disajikan guru, sehingga ada beberapa orang belum mendapat hasil belajar yang memuaskan. Dan kelemahan pembelajaran yang dilakukan pada siklus II ini akan menjadi fokus perbaikan pembelajaran pada siklus III
Pada siklus III pembelajaran Matematika, guru telah memberikan materi yang efisien serta pemberian diskusi tanya jawab antara siswa dengan guru yang dilengkapi dengan penguatan dari guru sehingga terjadi komunikasi yang baik antara siswa dan guru. Dengan demikian proses pembelajaran pada siklus III ini dapat dikatakan berhasil. Guru telah berhasil melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP perbaikan. Hal ini terlihat dari hasil hasil belajar siswa yang telah berada di atas KKM.
b) Mata Pelajaran IPS
Sesuai dengan analisis hasil belajar yang diperoleh, ternyata masih ada siswa yang belum mampu mamahami materi sehingga dalam menjawab soal masih ada yang salah, hal ini disebabkan saat berdiskusi ada siswa yang bermain-main dan guru kurang dalam mengontrol kelas. Kelemahan perbaikan pembelajaran pada siklus I yang telah diidentifikasi tersebut akan menjadi fokus perbaikan pembelajaran pada siklus II.
kembali. Temuan kelemahan tersebut akan menjadi fokus perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya.
Menurut teman sejawat, perbaikan pembelajaran IPS di siklus III telah menunjukkan hasil yang memuaskan. Proses pembelajaran yang dilakukan guru telah mampu membuat siswa aktif dan termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar yang diperoleh siswa juga memuaskan dengan nilai rata-rata di atas KKM. Dengan demikian proses pembelajaran pada siklus III ini dapat dikatakan cukup baik dan berhasil.
C. Hal-hal Unik Yang Muncul Ketika Proses Perbaikan Pembelajaran
Ketika perbaikan pembelajaran Matematika dan IPS dilaksanakan ditemukan beberapa kejadian yang merupakan hal unik akibat dari proses pembelajaran menggunakan media, yaitu:
1. Rasa senang siswa muncul ketika mengikuti proses belajar dengan menggunakan media pembelajaran.
2. Siswa termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran terlihat dari aktivitas siswa sewaktu berlatih mengerjakan tugas yang diberikan guru.
3. Saat mempraktekkan operasi hitung bilangan bulat siswa berebut menggunakan media yang tersedia di meja kelompoknya.
4. Guru hampir kewalahan mengatasi siswa yang ingin melihat lebih dekat dan memegang media yang disajikan.
5. Siswa menjadi lebih berani mengeluarkan pendapat dan mengajukan pertanyaan untuk hal-hal yang belum diketahuinya kepada sesama siswa maupun kepada guru.