• Tidak ada hasil yang ditemukan

135137 AKJ 2005 07 08 Diskusi Partisipasi Masyarakat Untuk Mengatur Kebijakan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "135137 AKJ 2005 07 08 Diskusi Partisipasi Masyarakat Untuk Mengatur Kebijakan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH APA KABAR JOGJA

Judul : Diskusi partisipasi masyarakat untuk mengatur kebijakan Lokasi : Hotel Inna garuda Yogyakarta

Reporter & Camerawan : Rina dan Intro Tanggal Liputan : 7 Juni 2005

ACC Redaktur Narator Editor

1 Partisipasi rakyat atau partisipasi public / adalah kosa kata yang sangat popular terdengar di telinga /

seiring dengan lengsernya kekuasaan orde baru / dan terbukanya kran Reformasi // Partisipasi sebagai salah

satu pilar demokrasi dan prasayarat good governance / yang beriringan dengan akuntabilitas dan transparasi

menjadi kata yang sangat mudah diucapkan oleh berbagai pihak //

Yang menjadi pertanyaan sekarang / apakah benar partisipasi public telah terumuskan dengan baik dan

menjadi kesepahaman serta kesadaran bersama / untuk terus menerus didesakkan dan diwujudkan di DIY ? /

karena mengingta bahwa saat ini partisipasi public / masih menjadi kosa kata indah / yang belum dapat

terealisir dengan baik karena adanya beberapa prasyarat yang belum terpenuhi //

Hal tersebut / dibedah dalam Forum LSM DIY Focus Group Discussion “ Partisipasi rakyat dalam

Pengambilan kebijakan public “ / siang kemarin di Hotel Inna garuda Yogyakarta // hadir dalam acara tersebut

Syukri Fadoli(Wakil Walikota Yogyakarta) / H . Idham Samawi ( Bupati bantul ) / A Djunaedi ( Kepala badan

Informasi Daerah Provinsi DIY ) / Bambang Sulistyo ,SH ( Kabag Hukum Kulonprogo ) //

A. Djunaedi ( Kepala badan Informasi daerah Propinsi DIY ) / membacakan sambutan tertulis dari

Gubernur DIY / menyatakan bahwa partisipasi rakyat dalam pengambilan kebijakan / adalah salah satu bagian

penting / dan tidak terpisahkan / dalam suatu proses perumusan kebijakan public modern // Dalam konteks ini /

para pengambil dituntut agar bersikap hati –hati / dan objektivitas dalam mejaring aspirasi yang berkembang

dalam masyarakat / sekaligus senantiasa intens untuk mengevaluasi terhadap hasil kebijakan yang telah

diterapkan //

Sedangkan H. Idham Samawi / pada kesempatan yang berbeda menjelaskan bahwa jika ada kebijakan

yang gagal dilaksanakan / atau tidak berjalan / semestinya harus ada peraturan yang menindak bupati atau

walikota sebagai pihak yang bersalah / karena selama ini / tidak ada peraturan yang mebuat bupati ikut bersalah

// Misalnya saja kalau ada seorang anak putus sekolah / maka bupati dianggap tidak bersalah// Kini harus

sebaliknya / dibuat peraturan agar bupati ikut bersalah karena merupakan tanggung jawabnya // meskipun hanya

satu orang anak / karena itu merupakan salah satu perubahan yang dilakukan agar masyarakat percaya // tanpa

ada kepercaya an dari masyarakat / maka partisipasi rakyat tidak berjalan //

===statement H . Idham Samawi ( Bupati bantul )===

( ” Tanpa partisipasi masyarakat s/d Omong kosong jika masyarakat mau berpartisipasi..)

Referensi

Dokumen terkait