• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOSIALISASI SK KMA 076 2009 dan SK KMA No. 144 2007

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SOSIALISASI SK KMA 076 2009 dan SK KMA No. 144 2007"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

1

SK Ketua Mahkamah

Agung RI No.

076/KMA/SK/VI/2009

Tentang

Pedoman Penanganan

Pengaduan di Lingkungan

Lembaga Peradilan

Disampaikan Pada Rapat Koordinasi Sistem

Pengelolaan Pengaduan Dan Penilaian Mandiri

Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

(2)

2

PERMASALAHAN YANG

PERMASALAHAN YANG

MENDORONG DITERBITKANNYA

MENDORONG DITERBITKANNYA

SK 076/2009

SK 076/2009

Kurang

jelasnya

mekanisme

koordinasi

penanganan

pengaduan

antara

pengadilan

tingkat banding dan tingkat pertama dengan

Mahkamah Agung (Bawas).

Tidak

adanya

batas

waktu

penanganan

pengaduan dalam setiap tahapan.

Tidak adanya personil khusus yang mengelola

penanganan pengaduan di pengadilan tingkat

banding dan tingkat pertama.

Tidak jelasnya mekanisme pelaporan pengelolaan

pengaduan, terutama dari pengadilan tingkat

banding dan tingkat pertama dengan MA.

(3)

3

Semua pengaduan yang diterima oleh Mahkamah Agung,

Pengadilan Tingkat Banding, dan Pengadilan Tingkat

Pertama, harus disampaikan kepada dan diketahui oleh

Badan Pengawasan.

1.

PRINSIP PENANGANAN

PRINSIP PENANGANAN

PENGADUAN

PENGADUAN

Penanganan pengaduan dilakukan berdasarkan kriteria

yang telah ditentukan dalam peraturan

perundang-undangan yang ada.

2.

Latar belakang:

Pengaduan yang diterima pengadilan/MA ditujukan kepada

berbagai pejabat/unit kerja sehingga tidak terkoordinasi dengan

baik. Akibatnya menyulitkan dalam proses penanganan serta untuk

mengetahui status terakhir dari penanganan pengaduan.

SK 076/2009 juga mengatur bahwa unit kerja lain di

MA/pengadilan yang menerima pengaduan dalam jangka waktu 1

(satu) hari kerja sejak menerima pengaduan tersebut harus

meneruskannya kepada Meja Pengaduan/Badan Pengawasan.

(4)

4

PRINSIP PENANGANAN

PRINSIP PENANGANAN

PENGADUAN

PENGADUAN

Penanganan pengaduan dilakukan secara tepat sasaran,

hemat dari segi sumber daya, tenaga, biaya dan tepat

waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3.

Efektif,

Efisien dan

Ekonomis

3.

Efektif,

Efisien dan

Ekonomis

Proses penanganan pengaduan dan tindak lanjutnya harus

dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai

dengan ketentuan perundang-undangan dan prosedur yang

berlaku

4.

Akuntabilitas

&Transparans

i

4.

Akuntabilitas

&Transparans

i

(5)

5

PRINSIP PENANGANAN

PRINSIP PENANGANAN

PENGADUAN

PENGADUAN

Penanganan pengaduan dilaksanakan secara

hati-hati dengan menjaga kerahasiaan identitas Pelapor

serta kerahasiaan materi laporan.

5.

Dalam penanganan pengaduan, baik Terlapor

maupun Pelapor memiliki hak dan diberi kesempatan

sama

untuk

didengar

keterangannya,

serta

dilakukan

proses

pencarian

fakta

secara

menyeluruh.

Selain untuk perlindungan terhadap Terlapor, prinsip ini untuk

menghormati asas praduga tidak bersalah terhadap Terlapor. Oleh

karena itu, surat menyurat dalam penanganan pengaduan adalah

bersifat rahasia.

Proses penanganan pengaduan dilakukan dengan

cara-cara

sedemikian

rupa

sehingga

tidak

mengurangi independensi hakim dan wibawa

lembaga peradilan.

7.

Penghargaan

terhadap

Profesi

Hakim &

Wibawa

Pengadilan

7.

Penghargaan

terhadap

Profesi

Hakim &

(6)

6

MATERI PENGADUAN

MATERI PENGADUAN

1.

Pelanggaran terhadap Kode Etik dan/atau pedoman perilaku hakim.

2.

Penyalahgunaan wewenang /jabatan.

3.

Pelanggaran sumpah jabatan.

4.

Pelanggaran terhadap Peraturan Disiplin PNS atau Peraturan Disiplin

Militer.

5.

Perbuatan tercela, yaitu berupa perbuatan amoral, asusila, atau

perbuatan-perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan oleh seorang

aparat lembaga peradilan, maupun selaku anggota masyarakat.

6.

Pelanggaran hukum acara.

7.

Mal administrasi, yaitu terjadinya kesalahan, kekeliruan atau

kelalaian yang sifatnya administratif.

(7)

7

HAK-HAK PARA PIHAK

HAK-HAK PARA PIHAK

DALAM PROSES PENANGAN

DALAM PROSES PENANGAN

PENGADUAN

PENGADUAN

Mendapat

perlindungan

kerahasiaan

identitasnya.

Mendapat

kesempatan untuk

dapat memberikan

keterangan secara

bebas tanpa paksaan

dari pihak manapun.

Mendapatkan

informasi mengenai

tahapan laporan

pengaduan yang

disampaikannya.

Mendapatkan

perlakuan yang sama

dan setara dengan

Terlapor dalam

pemeriksaan.

Membuktikan bahwa

ia tidak bersalah

dengan mengajukan

saksi dan alat bukti.

Mendapatkan berita

acara pemeriksaan

dirinya.

Merahasiakan kesimpulan

dan rekomendasi Laporan

Hasil Pemeriksaan kepada

Pihak Terlapor, Pelapor

dan pihak-pihak lain,

selain kepada Pejabat

yang berwenang

mengambil keputusan.

Menentukan jangka waktu

yang memadai untuk

menangani suatu

pengaduan berdasarkan

tingkat kesulitan

penanganan pengaduan

(8)

8

KEWENANGAN DALAM

KEWENANGAN DALAM

PENANGANAN PENGADUAN (1)

PENANGANAN PENGADUAN (1)

Badan Pengawasan Mahkamah Agung

Terlapor telah pindah tugas ke pengadilan

lain yang berada di wilayah hukum Pengadilan Tk. Banding yang lain.

Sedapat mungkin

didelegasikan

kepada Pengadilan

Tk. Banding

setempat.

Pengaduan

bersifat penting

atau menarik

perhatian publik.

Penanganan

pengaduan

berlarut-larut.

Inisiatif

sendiri

Perintah

Pimpinan

MA

Pada

prinsipnya

(9)

9

KEWENANGAN DALAM

KEWENANGAN DALAM

PENANGANAN PENGADUAN (2)

PENANGANAN PENGADUAN (2)

Pengadilan Tk. Banding

Inisiatif

sendiri

Perintah MA

Pengaduan yang melibatkan

unit kerja/aparat di Pengadilan

Tk. Banding atau Pengadilan

Tk. Pertama di bawahnya.

Pengadilan Tk. Pertama

Hanya menerima dan

meneruskan pengaduan

kepada Pengadilan Tk.

Banding atau Mahkamah

Agung.

Hanya menangani

pengaduan yang berkaitan

dengan unit kerja atau

aparat di pengadilan ybs.

Perintah

MA

Perintah

Pengadilan

(10)

10

PELAKSANA

PELAKSANA

Ketua

Wakil

Ketua

Panitera

Muda

Hukum

Staf

Panitera

Muda

Hukum

Ketua

MA

Ketua

Muda

Pengawas

an

Kepala

Badan

Pengawasan

Inspektur

Wilayah

Hakim

Tinggi

Pengawas

Petugas Meja Informasi & Pengaduan, Staf Tata

Usaha/Operator

Ketua

Wakil

Ketua

Panitera

Muda

Hukum

Staf

Panitera

Muda

Hukum

Sekretaris

(11)

11

PERAN & TUGAS

PERAN & TUGAS

PELAKSANA:

PELAKSANA:

MAHKAMAH AGUNG (1)

MAHKAMAH AGUNG (1)

Ketua Muda Pengawasa

n

• Menentukan tindak lanjut terhadap pengaduan berdasarkan rekomendasi dari Kepala Badan Pengawasan.

• Menetapkan penghentian pemeriksaan.

• Meneruskan LHP dari Kepala Badan Pengawasan kepada Ketua MA disertai pendapat mengenai hukuman disiplin atau tindakan yang dapat dijatuhkan.

• Membentuk dan memerintahkan pembentukan Tim Pemeriksa.

• Menetapkan hukuman disiplin tingkat ringan.

• Meneruskan hukuman disiplin yang ditetapkan Ketua MA kepada Kepala Bawas.

Kepala Badan Pengawasa

n

• Meneruskan pengaduan/LHP yang diterima dari Pengadilan Tk. Banding kepada

Inspektorat Wilayah (Irwil) untuk ditelaah.

• Menentukan prioritas pengaduan yang akan ditangani.

• Meneruskan hasil penelaahan dan rekomendasi tindak lanjut terhadap pengaduan

kepada Ketua Muda Pengawasan MA RI.

• Membentuk Tim Pemeriksa.

• Meneruskan LHP dengan disertai pertimbangan, pendapat dan saran kepada Ketua

Muda Pengawasan.

• Meneruskan hukuman disiplin kepada Sekretaris MA atau Direktur Jenderal yang

berwenang.

• Membuat laporan triwulan dan laporan tahunan.

Ketua

MA

• Menentukan tindak lanjut terhadap pengaduan berdasarkan rekomendasi dari Ketua

Muda Pengawasan.

• Membentuk/memerintahkan pembentukan Tim Pemeriksa.

(12)

12

PERAN & TUGAS

PERAN & TUGAS

PELAKSANA:

PELAKSANA:

MAHKAMAH AGUNG (2)

MAHKAMAH AGUNG (2)

Inspektu

r

Wilayah

Mengkoordinasikan dan mengawasi proses penanganan pengaduan (mulai dari penerimaan s.d. pelaporan) dalam wilayah masing-masing.

Melakukan penelaahan pengaduan/LHP dari Pengadilan Tk. Banding.

Memformulasikan rekomendasi tindak lanjut terhadap pengaduan kepada Kepala Badan Pengawasan.

Melaksanakan pemeriksaan

Menyusun LHP

Hakim Tinggi Pengawas

Melakukan penelaahan.

Memformulasikan rekomendasi tindak lanjut terhadap pengaduan kepada Kepala Badan Pengawasan.

Melaksanakan pemeriksaan

(13)

13

PERAN & TUGAS

PERAN & TUGAS

PELAKSANA:

PELAKSANA:

MAHKAMAH AGUNG (3)

MAHKAMAH AGUNG (3)

Sekretaris Badan Pengawasan

Mengkoordinasikan dan mengawasi proses administrasi dalam penanganan pengaduan.

Menyediakan dukungan administrasi dan operasional untuk penanganna pengaduan pada Badan Pengawasan.

Petugas Meja Informasi & Pengaduan,

Staf Tata Usaha/ Operator

Mencatat pengaduan yang diterima Pengadilan/Badan Pengawasan

Menerima dan memberikan tanda terima pengaduan yang diantarkan secara langsung oleh Pelapor ke Pengadilan.

Meneruskan pengaduan kepada Kepala Badan Pengawasan atau Panitera Muda Hukum.

Memberitahukan status layak atau tidaknya pengaduan ditindaklanjuti kepada Meja Pengaduan.

(14)

14

PERAN & TUGAS PELAKSANA:

PERAN & TUGAS PELAKSANA:

PENGADILAN TINGKAT BANDING &

PENGADILAN TINGKAT BANDING &

PENGADILAN TINGKAT PERTAMA

PENGADILAN TINGKAT PERTAMA

Ketua

Pengadilan

• Meneruskan pengaduan kepada Pengadilan Tingkat

Banding atau kepada Badan Pengawasan

• Menyampaikan pemberitahuan mengenai telah

diterimanya pengaduan dari Badan

Pengawasan/Pengadilan Tingkat Pertama.

• Menyampaikan pemberitahuan mengenai telah

diterimanya pendelegasian penanganan pengaduan dari Badan Pengawasan, dan apabila ada, perkembangan terakhir penanganan pengaduan.

• Menyampaikan laporan bulanan penanganan

pengaduan kepada Ketua Pengadilan Tingkat Banding/Kepala Badan Pengawasan.

• Menentukan prioritas pengaduan yang akan

ditangani.

• Menyampaikan keputusan mengenai tindak lanjut

terhadap pengaduan kepada Panitera Muda Hukum

• Membentuk Tim Pemeriksa

• Meneruskan LHP dengan disertai pertimbangan,

pendapat dan saran kepada Kepala Badan

• Mengkoordinasikan dan mengawasi proses

penanganan pengaduan (mulai dari penerimaan s.d. pelaporan) dalam wilayah masing-masing.

• Melakukan penelaahan.

• Memformulasikan rekomendasi tindak lanjut

terhadap pengaduan kepada Ketua Pengadilan Tk. Banding.

Melaksanakan pemeriksaan.

(15)

15

PERAN & TUGAS PELAKSANA:

PERAN & TUGAS PELAKSANA:

PENGADILAN TINGKAT BANDING &

PENGADILAN TINGKAT BANDING &

PENGADILAN TINGKAT PERTAMA

PENGADILAN TINGKAT PERTAMA

Hakim Tinggi

Pengawas

Daerah

Panitera

Muda Hukum

• Mengkoordinasikan dan

mengawasi proses administrasi dalam penanganan pengaduan.

• Menyediakan dukungan

administrasi dan operasional untuk penanganna pengaduan pada Pengadilan ybs.

Staf Panitera

Muda Hukum

• Mencatat pengaduan yang diterima Pengadilan ybs. • Menerima dan memberikan

tanda terima pengaduan yang diantarkan secara langsung oleh Pelapor ke Pengadilan. • Meneruskan pengaduan

kepada Wakil Ketua Pengadilan.

• Memberitahukan status layak atau tidaknya pengaduan ditindaklanjuti kepada Meja Pengaduan.

• Membantu Panitera Muda Hukum menyusun laporan penanganan pengaduan.

• Melakukan penelaahan.

• Memformulasikan rekomendasi

tindak lanjut terhadap pengaduan kepada Ketua Pengadilan Tk. Banding.

Melaksanakan pemeriksaan.

(16)

16

ALUR & JANGKA WAKTU PENERIMAAN PENGADUAN

ALUR & JANGKA WAKTU PENERIMAAN PENGADUAN

OLEH PENGADILAN TK. PERTAMA

OLEH PENGADILAN TK. PERTAMA

Pengaduan

diterima Meja

Pengaduan

Tanda Terima

utk Pelapor

Pengaduan

dicatat

Pengaduan diteruskan

kpd Panmud Hukum

Pengaduan diteruskan

kpd Ketua Pengadilan

Panmud Hukum

menelaah

kewenangan

Kewenangan PT:

Pengaduan diteruskan

kpd Ketua Pengadilan Tk,

Banding (tembusan kpd

Kepala Badan

Pengawasan MA).

1 hari

kerja

Kewenangan MA:

Pengaduan diteruskan

kpd Kepala Bawas MA

(tembusan: Ketua

Pengadilan Tk. Banding)

(17)

17

ALUR & JANGKA WAKTU PEMERIKSAAN PENGADUAN

ALUR & JANGKA WAKTU PEMERIKSAAN PENGADUAN

OLEH PENGADILAN TK. BANDING

OLEH PENGADILAN TK. BANDING

Pengaduan diterima

Meja

Pengaduan Tanda

Terima utk Pelapor Pengadua

n dicatat

Pengaduan diteruskan kpd Panmud Hukum

Pengaduan diteruskan kpd Ketua Pengadilan

Panmud Hukum menelaah kewenangan

Kewenangan PT:

Pengaduan diteruskan kpd Wakil Ketua Pengadilan ditelaah (dapat

didelgasikan kepada Hakim Tinggi Pengawas Daerah).

1 hr kerja

2 hr kerja

Bukan Kewenangan PT:

Pengaduan diteruskan kpd Kepala

Bawas MA (tembusan: Meja

Pengaduan)

5 hr kerja

Penelaahan oleh Hakim

Tinggi Pengawas

Daerah Formulir

Hasil Penelaahan disampaikan

kpd Wakil

Formulir Hasil Penelaahan

diteruskan kpd Ketua Pengadilan

7 hr

kerja Ketua Pengadilan

menyampaikan kep. bentuk tindak lanjut kpd Panmud Hukum

(tembusan: Meja Pengaduan dan Badan

Pengawasan MA)

Bentuk tindak lanjut pemeriksaan: Pejabat yg Berwenang membentuk Tim

Pemeriksa

Pemeriksaan

Penyelesaian Pemeriksaan/ Penyusunan LHP

LHP diterima oleh Pimpinan/Pejabat yg

membentuk Tim Pemeriksa

LHP diteruskan oleh Ketua Pengadilan kpd Kepala

Badan Pengawasan

14 hr

Bentuk tindak lanjut lain: Penghentian penanganan pengaduan/klarifikasi/konfirmas

i/tindakan lain.

Bentuk tindak

lanjut selengka

pnya dibahas

(18)

18

BATASAN WAKTU DALAM

BATASAN WAKTU DALAM

PENANGANAN PENGADUAN (1)

PENANGANAN PENGADUAN (1)

1. Berkaitan dengan koordinasi dalam penanganan

pengaduan

antara

Pengadilan

Tk.

Pertama,

Pengadilan Tk. Banding dan Badan Pengawasan MA

diatur pada Bagian IX Huruf B angka 4, Huruf C angka

1 dan angka 2, Huruf D, dan Huruf E angka 1 SK KMA

076/2009

2. Berkaitan dengan penerimaan dan pendaftaran

pengaduan di Pengadilan Tk. Pertama, Pengadilan

Tk. Banding dan Badan Pengawasan MA, diatur dalam

Bagian X Huruf A angka 5, angka 6, angka 7 dan

angka 8; serta Huruf B angka 4, angka 5 dan angka 6

SK KMA 076/2009

3. Berkaitan dengan dengan penelaahan pengaduan

oleh Hakim Tinggi Pengawas dan Hakim Tinggi

Pengawas Daerah, diatur dalam Bagian X Huruf C

angka 4, angka 6 dan angka 7 SK KMA 076/2009

(19)

19

BATASAN WAKTU DALAM

BATASAN WAKTU DALAM

PENANGANAN PENGADUAN (2)

PENANGANAN PENGADUAN (2)

5. Berkaitan dengan pembentukan Tim Pemeriksa di

Pengadilan Tk. Banding dan Badan Pengawasan MA,

diatur dalam Bagian X Huruf E angka 1 huruf I; serta

angka 2 huruf e SK KMA 076/2009

6. Berkaitan dengan dengan pelaksanaan tugas

pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa, diatur dalam

Bagian X Huruf F angka 3; Huruf I angka 4 huruf a

dan huruf b; serta angka 5 huruf g SK KMA 076/2009

7. Berkaitan dengan penentuan tindak lanjut terhadap

LHP, diatur dalam Bagian XI Huruf A angka 1 dan

angka 2 SK KMA 076/2009

8. Berkaitan dengan proses penjatuhan hukuman

(20)

20

KEWENANGAN PEMBENTUKAN

KEWENANGAN PEMBENTUKAN

TIM PEMERIKSA (1)

TIM PEMERIKSA (1)

Mahkam

ah

Agung

RI

Rapat

Pimpinan MA

Ketua MA

Ketua Muda

Pengawasan MA

Kepala Badan

Pengawasan berdasarkan

perintah Ketua

(21)

21

KEWENANGAN PEMBENTUKAN

KEWENANGAN PEMBENTUKAN

TIM PEMERIKSA (2)

TIM PEMERIKSA (2)

Pengadil

an

Tk.

Banding

Ketua

Pengadilan Tk.

Banding

Pimpinan Pengadilan Tk.

Pertama

Hakim/Hakim Ad Hoc pada

Pengadilan Tk. Pertama

(22)

22

MEKANISME PELAPORAN & ISI

MEKANISME PELAPORAN & ISI

LAPORAN

LAPORAN

Laporan Triwulan

Laporan Tahunan

Laporan Triwulan

Laporan Tahunan

Laporan Triwulan

Laporan Tahunan

1. Jumlah pengaduan masuk dalam 3 bulan terakhir.

2. Jumlah pengaduan yang sedang

ditangani & status penanganannya. 3. Jumlah pengaduan

yang sudah selesai ditangani.

4. Jumlah sisa pengaduan.

1. Rekapitulasi jumlah pengaduan yang masuk dalam 1 tahun terakhir. 2. Rekapitulasi jumlah

tindak lanjut yang dilakukan untuk setiap pengaduan.

3. Rekapitulasi jumlah Hakim dan Pegawai Non Hakim yang dijatuhi hukuman disiplin.

Badan

(23)

23

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan peraturan hukum yang diterapkan tidak sebagaimana mestinya oleh pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding dapat dilihat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor :

Oleh karena itu sesuai thema rakernas, Ketua MA berharap agar pengadilan tingkat banding benar-benar berperan sebagai kawal depan mahkamah agung dalam

Pengadilan harus mengaburkan informasi yang memuat identitas para pihak yang berperkara, saksi dan pihak terkait sebelum memasukkan salinan putusan atau penetapan Pengadilan

Selain itu, Keputusan Ketua Mahkamah Agung diatas juga mengatur prosedur penanganan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Pengadilan Tingkat Banding (Pasal 9) dan Pengadilan

Pengadilan wajib mengirimkan salinan putusan Mahkamah Agung, dalam hal perkara telah diputus oleh Mahkamah Agung, kepada Pengadilan Tingkat Pertama untuk

Penolakan gugatan penggugat oleh Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah tersebut, diajukan kasasi ke Mahkamah Agung RI yang teregister dalam perkara No 724 K / PDT / 2009

Badan Pengawasan pada tahun 2011 telah menyusun dokumen Pedoman Evaluasi LAKIP di Lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan Tingkat Banding yang ditetapkan dengan

Mengingat dalam hal ini sambo vonis hukumannya telah dianulir oleh pengadilan tingkat kasasi mahkamah agung dari yang semula pada tingkat pertama dan banding pengadilan tinggi pidana