144114 MQFM 2010 02 Fokus Pagi 26 Februari 2010

Teks penuh

(1)

Fokus Pagi MQ 92,3 FM Edisi Jum’at 26 Februari 2010

Tema : Agama

Topik : Refleksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sahabat MQ/ Setiap Rabi'ul Awwal datang menyapa/ masyarakat Muslim Indonesia (bahkan juga dunia) mulai sibuk menyusun acara/ untuk mengenang kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW/ yang kerap disebut Maulid Nabi// Maulid Nabi memang bukan hari besar (raya) Islam/ jika ditilik dari perspektif Al-quran maupun hadis// Karena/ hanya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari rayanya// Nabi sendiri/ tidak pernah menganjurkan hari lahirnya diperingati// Namun juga/ tidak ada larangan secara sharih (eksplisit)// Oleh karenanya/ tidak mengejutkan bila pro-kontra menyangkut hukum memperingatinya/ terus berlanjut meski tidak sederas di era 70-a//

Yang lebih penting untuk diungkap sebagai refleksi dalam Maulid Nabi/ adalah menelisik kembali pesan-pesan profetik yang dikandungnya// Di antara yang relevan untuk diungkap adalah: egalitarianism/ kebebasan/ dan keadilan// Ketiga prinsip tersebut telah ditanamkan secara kuat oleh Nabi kala itu// Karenanya/ sosiolog -Robert N Bellah secara jujur mengatakan/ bahwa sistem politik yang digariskan Muhammad di Madinah dan dikembangkan khalifah-khalifah awal/ khususnya Umar ibn Khattab/ adalah sesuatu yang terlampau maju bagi organisasi politik Arab pada masa itu//

Perenungan kita/ mengapa Indonesia tidak bisa semudah Nabi dalam memajukan bangsa? Tak lain/ karena nilai-nilai profetik yang dibawa Nabi tidak lagi dijalankan// Semua tinggal slogan dan retorika// Ironis/ di negeri yang mengklaim sebagai negara demokratis ini/ nilai-nilai tersebut tidak terwujudkan dengan baik// Buktinya/ tembok besar menjulang tinggi memisahkan antara penguasa dan rakyat/ antara jelata dan berpangkat/ serta antara kaum papa dan konglomerat// Amanat Pancasila/ terutama sila kelima/ pun tidak terjalankan secara sempurna// Ketidakadilan masih mudah kita dapati di sana-sini// Kepongahan kelompok atas dan penindasan (kendati terselubung)/ terhadap kelompok bawah terus berlanjut tanpa menemukan titik akhir//

(2)

Fenomena yang kian merebak saat ini/ adalah yang menjadikan maulid Nabi hanya sekadar rutinitas belaka// Dari ketidaktahuan akan ajaran yang lebih menyentuh ini/ masyarakat banyak yang kurang memberikan apresiasi tinggi// Karena mereka menilai dari apa yang tampak secara empiris/ dalam kehidupan masyarakat// Apalagi dengan budaya pragmatis yang kian menjangkiti umat/ jangan-jangan maulid Nabi pun dihitung ada nilai manfaatnya atau tidak//

Oleh karena itu/ permasalahan seperti diatas yang sebaiknya kita carikan solusinya// Sudah menjadi kewajiban umat muslim/ untuk melestarikan sunnah Nabi// Adalah hal yang menjadi tugas kita untuk kembali menghidupkan maulid Nabi/ tidak hanya dalam perkataan dalam ritual rutin peringatan/ melainkan mengontekstualisasikan ajaran Nabi dalam kehidupan modern ini// Karena/ peringatan yang sebenarnya/ bukan sekadar bicara/ namun perlu bukti//

Nah sahabat MQ// untuk itu dalam program fokus pagi MQ fm kali ini/ kita akan mendiskusikannya bersama dengan sejumlah nara sumber yaitu:

1. Pimpinan Ponpes Daaru Hira Yogyakarta –Ust. Tulus Musthofa, Lc., MA

2. Sejarahwan Islam dari Universitas Negeri Yogyakarta– Ajat Sudrajat, M.Ag

(3)

Narsum 1 6.15

Pimpinan Ponpes Daaru Hira Yogyakarta –Ust. Tulus Musthofa, Lc., MA

1. Komentar anda dengan dirayakannya Maulid Nabi Muhammad pada hari ini/ seperti apa?

2. Hari ini merupakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW/ tanggapan anda mengenai esensi dari peringatan ini seperti apa?

3. Meskipun beberapa menilai bahwa peringatan Maulid Nabi ini bid’ah yang tidak ada tuntunannya/ lantas sebagai umat muslim bagaimana kita menghadapi pro kontra tersebut?

4. Jika dihadapkan dengan kondisi sekarang/ keteladanan seperti apa yang harus kita ambil dari peringatan Maulid nabi ini?

5. Apakah Maulid nabi hanya menjadi seremoni dan slogan saja, tanpa terdapat makna yang benar-benar digali disana?

6. Saat ini/ Maulid Nabi selalu diperingati dengan rangkaian kegiatan yang cukup beragam/ sebenarnya acara seperti apa yang seharusnya kita lakukan untuk mengambil hikmah dari peringatan ini?

7. Menurut pengamatan anda/ apakah umat muslim sekarang ini telah benar-benar menjalankan sunnah rasul/ jika mereka memang mencintai Rasulullah?

8. Lantas/ hal seperti apa yang sebaiknya umat muslim lakukan demi meneladani sifat-sifat Rasulullah?

Narsum 2. 6.45

Sejarahwan Islam dari Universitas Negeri Yogyakarta– Ajat Sudrajat, M.Ag

1. Sebenarnya/ peringatan Maulid nabi itu asal mulanya seperti apa dari sejarah islamnya sendiri?

2. Latar belakang munculnya peringatan Maulid Nabi di Indonesia/ ditinjau dari sisi sejarahnya seperti apa?

3. Maulid Nabi juga dijadikan tradisi dan dimasukkan kedalam kebudayaan Jawa, misalnya Grebegan/ tanggapan anda memandang budaya tersebut seperti apa?

4. Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi di masyarakat/ sikap seperti apa yang harusnya umat muslim lakukan menghadapi peringatan dan budaya yang selama ini sudah mengakar kuat dalam masyarakat Jawa, khususnya?

5. Menurut anda/ adakah perbedaan peringatan Maulid Nabi dari dulu hingga sekarang/ seperti apa perbedaannya?

6. Esensi dan makna dari Maulid Nabi sendiri seperti apa menurut anda? 7. Sejarah/ harusnya menjadi pelajaran hidup bagi manusia/ menurut

(4)

Narsum 3. 7.15

Sosiolog Islam & Rektor IAIN Sunan Ampel–Prof. Nur Syam

1. Ditinjau dari segi sosiologisnya/ peringatan Maulid Nabi ini dampak dimasyarakatnya seperti apa?

2. Jika kita liat di Jawa/ misal di Yogyakarta dan Solo, yang mengadaakan Grebegan jika menyaambut Maulid Nabi dan yang mengikutinya juga tidak hanya dari umat Islam saja/ komentar anda seperti apa?

3. Dalam konteksnya sekarang/ langkah konkret seperti apa yang harusnya kita lakukan untuk meneladani tingkah laku dan sifat-sifat Rasulullah?

4. Saat ini banyak umat muslim yang tidak mengetahui esensi dari Maulid nabi itu sendiri/ kira-kira apa sebabnya mereka menjadi jauh seperti itu?

5. Menurut anda/ apakah masyarakat kita sekarang telah benar-benar meneladani ajaran rasulullah dengan baik?

6. Langkah seperti apa yang harusnya kita/ umat muslim lakukan untuk benar-benar bisa menjadi umat pilihan seperti harapan Rasulullah?

7. Rasulullah adalah pemimpin yang sungguh luar biasa dan sulit rasanya mencari pemimpin yang hampir mirip atau setidaknya tetap istiqomah menjalankan sunnah beliau/ lantas kriteria pemimpin seperti apa yang patut kita teladani seperti halnya Rasulullah?

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...