• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel Najamuddin LPMP Jateng hotel sunan 2010 final

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Artikel Najamuddin LPMP Jateng hotel sunan 2010 final"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

HEREDITAS

Oleh : Najamuddin

SMA Negeri 1 Andong Boyolali, Jl. Raya Solo-Andong, Km.30 Telp 081393358919 E-mail: [email protected]

HP 08122643749

ABSTRACT

The purpose of this research is to enhance creativity and learning outcomes Biological Materials Basic Concepts and Principles of heredity for students of Class XII IPA 1 Senior high school state of 1 Andong Semester 1 of 2009/2010. This research was conducted through two cycles. The action of the first cycle carried the implementation of modalitas Via Kin technique individually and on the second cycle carried the implementation modalitas via kin technique in group. The method used was the description method. To Analyze the the data, the writer used a comparative description to compare the score of pre-cycle, cycle I and cycle II. The results showed that the creativity of individual learning in pre-cycle increased significantly from 68.3% to 76.9% in the first cycle and increased to 89.8% in cycle II. Besides that, creativity of learning in group increased from 74.33% to 78.50% in the first cycle and increased to 88.29% in cycle II. While the students’ achievement also improved significantly from pre-cyclee 65% (26 people) thoroughly and the average of score 74.5 or 77.5% of students (31 students) could pass and 79.8 in the first cycle increased to 92.5% (37 people) thoroughly and average 90.5 on the second cycle. It means, the hypothesis that the writer proposed in the study of this classroom action research stated that a technique of modalitas Via Kin can enhance the creativity and learning outcomes for the Biological Materials Basic Concepts and Principles of heredity for students of class XII IPA 1 Senior high school state of 1 Andong Semester 1 of 2009/2010 was accepted.

Keywords: Kreativitas, Hasil Belajar, Hereditas, Modalitas Via Kin

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas bagi siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus yaitu, pada siklus I, tindakan yang dilakukan adalah penerapan Teknik Modalitas Via Kin secara individu dan pada siklus II tindakan yang dilakukan adalah penerapan secara kelompok modalitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi. Analisis data yang digunakan adalah deskripsi komparatif yaitu membandingkan nilai pratindakan, dengan nilai siklus I dan nilai siklus II.

(2)

signifikan dari pratindakan 65% (26 orang) tuntas dan nilai rata-rata kelas 74,5 selanjutnya menjadi 77,5% (31 orang) tuntas dan rata-rata kelas 79,8 pada siklus I dan meningkat menjadi 92,5% (37 orang) tuntas dan rata-rata 90,5 pada siklus II. Dengan demikian, hipotesis tindakan yang penulis ajukan adalah Teknik Modalitas Via Kin dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas bagi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010, terbukti; artinya kreativitas dan hasil belajar siswa Materi Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas dapat ditingkatkan melalui penerapan Teknik Modalitas Via Kin.

Keywords: Creativity, Learning Outcomes, heredity, Modalities Via Kin

Dalam pembelajaran biologi, siswa sering dihadapkan pada materi-materi yang bersifat abstrak dan verbal. Selain itu guru hanya menggunakan metode atau teknik tertentu saja, padahal setiap materi dan setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda, untuk itu dibutuhkan metode atau teknik yang berbeda pula. Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan siswa tidak dapat memahami materi secara utuh, sehingga siswa cepat merasa bosan, kurang kreatif, menampakkan sikap kurang bergairah, kurang bersemangat dan kurang siap menerima pelajaran, hal ini menyebabkan interaksi antara guru dan siswa jarang terjadi bahkan cenderung pasif. Berdasarkan catatan dan hasil analisis nilai pada tahap pratindakan bahwa proses dan hasil belajar dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi kelompok, menunjukkan bahwa siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 pada saat mengikuti pembelajaran materi Penyimpangan Semu, tingkat kreativitas individunya sedang yaitu rata-rata hanya 68,3%, sedangkan tingkat kreativitas kelompoknya juga termasuk sedang yaitu rata-rata74,33%. Data hasil kreativitas belajar tersebut berpengaruh pada hasil belajar, terbukti dari hasil ulangan harian sebelum tindakan dilaksanakan siswa yang sudah mencapai KKM hanya 26 siswa atau hanya 65% sedangkan yang belum mencapai batas ketuntasan sebanyak 14 siswa atau 35%.

(3)

sesuai dengan yang diharapkan. Setiap siswa memiliki karakteristik khusus antara lain dari gaya belajar. Gaya belajar adalah modal belajar yang dimiliki siswa, sehingga siswa dapat belajar dengan cara melihat (visual), dengan cara mendengar (auditorial) dan dengan cara bergerak, bekerja, dan menyentuh (kinestetik).

Berdasarkan kenyataan inilah, penulis tertarik untuk menyusun karya tulis ilmiah dengan judul: ”PENERAPAN TEKNIK MODALITASVIA KIN UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI KONSEP DASAR DAN PRINSIP-PRINSIP HEREDITAS BAGI SISWA KELAS XII IPA 1 SMA NEGERI 1 ANDONG BOYOLALI SEMESTER 1 TAHUN 2009/2010”.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dirumuskan masalah sebagai berikut; (1) Apakah penerapan Teknik Modalitas Via Kin dapat meningkatkan kreativitas belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas bagi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010? (2) Apakah penerapan Teknik Modalitas Via Kin dapat meningkatkan hasil belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas bagi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010?

Dari uraian pada rumusan masalah, maka yang menjadi tujuan Penelitian Tindakan Kelas dengan Teknik Modalitas Via Kin ini adalah;(a) untuk meningkatkan kreativitas belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip- Prinsip Hereditas bagi siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010, (b) untuk meningkatkan hasil belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip- Prinsip Hereditas bagi siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010,

Penelitian Tindakan Kelas dengan Teknik Modalitas Via Kin ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Biologi pada siswa SMA dan untuk menemukan cara pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas.

Hakikat Belajar

(4)

belajar yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik (Zainal Aqib, 2007 : 58). Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Dimyati dalam Suyati (2004 : 27), bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, guru sekedar membimbing dan mengarahkan.

Hakikat Kreativitas

Utami Munandar dalam Asrori (2008 : 62) mendefinisikan kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan. Lebih lanjut Utami Munandar menekankan bahwa kreativitas sebagai keseluruhan kepribadian merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya. Lingkungan yang merupakan tempat individu berinteraksi itu dapat mendukung berkembangnya kreativitas, tetapi ada juga yang menghambat berkembangnya kreativitas individu. Kreativitas yang ada pada individu itu digunakan untuk menghadapi berbagai permasalahan yang ada ketika berinteraksi dengan lingkungannya dan mencari berbagai alternatif pemecahannya sehingga dapat tercapai penyesuaian diri secara kuat. Piers dalam Asrori (2008 : 72) mengemukakan bahwa karakteristik kreativitas adalah;(a) Memiliki dorongan yang tinggi; (b) Memiliki keterlibatan yang tinggi; (c) Memiliki rasa ingin tahu yang besar; (d) Memiliki ketekunan yang tinggi; (e) Cenderung tidak puas terhadap kemapanan; (f) Penuh percaya diri; (g) Senang humor; (h) Memiliki intuisi yang tinggi; (i) Cenderung tertarik kepada hal-hal yang kompleks; ( j) Toleran terhadap ambiguitas, dan( k) Bersifat sensitif. Hasil Belajar Biologi

Hasil Belajar menurut Nana Sudjana (2000 : 7), merupakan suatu kompetensi atau kecakapan yang dapat dicapai oleh siswa setelah melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru di suatu sekolah dan kelas tertentu. Menurut Nana Sudjana yang dikutip oleh Rochmad Wahab (2009 : 24) membagi lima kategori hasil belajar yaitu informasi verbal, keterampilan intelektual, kognitif, sikap, dan motorik.

(5)

meningkatkan kualitas pembelajaran. Kualitas dalam arti siswa menjadi pembelajar yang efektif dan guru menjadi motivator yang baik. Dalam kaitan dengan itu, guru dan pembelajar dapat menjadikan informasi hasil penilaian sebagai dasar dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah, sehingga mereka dapat memperbaiki dan meningkatkan belajarnya (Rasyid, 2008 : 67).

Penerapan Teknik Modalitas Via Kin dalam Pembelajaran Biologi

Proses interaktif belajar mengajar (pembelajaran) melibatkan guru, siswa, dan materi. Ketiga unsur ini terlibat secara langsung agar tujuan pembelajaran tercapai. Menurut Suprayekti dalam Dewantoro (2006 : 20) proses pembelajaran tidak lepas dari keaktifan siswa belajar. Belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku akibat interaksi individu dengan lingkungan yang terjadi tidak dengan sendirinya tetapi direncanakan. Untuk memudahkan interaksi belajar mengajar maka dibutuhkan teknik, seperti teknik Modalitas Via Kin. Teknik Modalitas Via Kin terdiri dari 3 macam yaitu; (a) Kebutuhan Cara Belajar Visual, kebutuhan utama cara belajar visual adalah kemampuan menyerap informasi melalui mata (penglihatan). Siswa sangat membutuhkan kesempatan membaca, mengamati langsung, menonton, atau menyaksikan apa yang sedang dipelajari. Kemampuan guru membuat peta, konsep, grafik, gambar, dan memvisualkan pengajaran akan sangat membantu siswa untuk cepat menangkap maksud pengajaran yang disampaikan guru, (b) Kebutuhan Cara Belajar Auditorial, kebutuhan utama cara belajar auditorial adalah kemampuan menyerap informasi melalui telinga (pendengaran). Daya ingat mereka tergantung pada apa yang didengar. Mereka sangat membutuhkan suara, baik saat membaca, menonton, maupun saat melihat apapun yang sedang mereka pelajari. Kemampuan guru untuk mengajar dengan teknik kelompok kerja, dan penggunaan sesi komunikasi dua arah akan membantu mereka untuk lebih cerdas memahami pelajaran dan (c) Kebutuhan Cara Belajar Kinestetik, kebutuhan utama cara belajar kinestetik adalah kemampuan menyerap informasi melalui rasa (pelibatan emosi). Daya ingat siswa tergantung pada apa yang mereka rasa (tingkat keterlibatan emosi). Mereka sangat membutuhkan emosi, baik saat membaca, melihat, maupun mendengarkan. Kemampuan guru untuk mengajar dengan teknik pelibatan emosi dan praktik secara langsung akan membantu mereka untuk lebih cepat memahami.

(6)

Tindakan pertama yang dilakukan adalah menerapkan Teknik Modalitas Via Kin

dalam proses pembelajaran secara individual. Kelebihan Teknik Modalitas Via Kin karena merupakan suatu teknik yang memperhatikan perbedaan individual dalam proses pembelajaran. Siswa di dalam interaksi belajar mengajar adalah subyek yang akan mencapai tujuan pembelajaran dalam bentuk hasil belajar. Setiap siswa memiliki karakteristik khusus antara lain dari gaya belajar.

Guru diharapkan mampu mengajar sesuai dengan gaya belajar siswa dengan memahami kebutuhan belajar masing-masing siswa (Amir Tengku Ramly 2006 : 55).

Penerapan Teknik ModalitasVia Kin Secara Kelompok Modalitas

Tindakan kedua yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penerapkan Teknik

Modalitas Via Kin dalam proses pembelajaran secara kelompok modalitas. Kelebihan Teknik

Modalitas Via Kin adalah pembelajaran lebih bersifat konstruktivistis oleh karena itu nuansa konstruktivisme dalam pembelajaran dengan Teknik Modalitas Via Kin relatif kuat. Pembelajaran Teknik Modalitas Via Kin berupaya memadukan, menyinergikan dan mengolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan sebagai konteks pembelajaran.

(7)

METODE

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Andong Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah, selama enam bulan yaitu mulai bulan September 2009 sampai bulan Februari 2010.

Subjek Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) adalah siswa kelas XII IPA 1 sebanyak 40 siswa yang terdiri dari 30 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki di SMA Negeri 1 Andong Boyolali Semester 1 Tahun 2009/2010.

Sebagai Action Research, maka penelitian tindakan kelas ini, peneliti fokuskan pada tiga komponen utama, yaitu kreativitas belajar siswa, hasil belajar siswa dan penerapan Teknik

ModalitasVia Kin.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua macam yaitu, data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil belajar siswa sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat dan peneliti.

Diduga melalui Teknik ModalitasVia Kin dapat Meningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi tentang Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas bagi Siswa Kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010

Kondisi Awal

Siklus II

(8)

Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan tes dan nontes dan alat pengumpulan data atau instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen data kondisi awal, siklus I dan siklus II proses dan hasil pembelajaran.

Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan data yang diperoleh dari hasil observasi langsung selama proses pembelajaran dan hasil tes setelah proses belajar berakhir.

Data pengamatan dan nilai perolehan siswa dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif dengan membandingkan antar siklus termasuk pratindakan.

Penelitian ini dinyatakan berhasil bila pembelajaran Biologi dengan menggunakan Teknik Modalitas Via Kin dapat meningkatkan jumlah siswa yang menguasai dan memahami konsep-konsep Biologi lebih baik. Target peningkatan yang hendak dicapai sebagaimana ditunjukkan oleh indikator berikut ini, yaitu ; (a) Sekurang-kurangnya nilai ulangan harian Materi Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas 85% siswa kelas XII IPA 1 telah mendapat nilai ≥ 70 (KKM Biologi kelas XII SMA Negeri Andong adalah 70), (b) Persentase rata-rata seluruh aspek pengamatan kreativitas individu adalah 80% atau memiliki kreativitas individu dengan kriteria tinggi, (c) Persentase rata-rata seluruh aspek pengamatan kreativitas kelompok minimal 80% atau memiliki kreativitas kelompok dengan kriteria tinggi dan (d) nilai rata-rata tugas individu dan nilai rata-rata kelompok minimal 80 atau memiliki kriteria tinggi, dan peningkatan aktivitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru minimal 85% atau dengan kriteria sangat baik.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Langkah-langkah dalam tiap siklus terdiri dari Perencanaan (Planning), Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing) dan Refleksi (Reflecting).

HASIL PENELITIAN

(9)

rata 68,3% atau kriteria sedang, sedangkan tingkat kreativitas kelompoknya hanya rata-rata 74,33% atau kriteria sedang. Data nilai tugas individu mencapai rata-rata-rata-rata 78,8, nilai tugas kelompok mencapai rata-rata 79,8 sedangkan aktivitas guru sudah sangat baik yaitu 95,6%, hanya guru kurang dapat memahami karakteristik siswa sehingga belum mampu memotivasi siswa untuk lebih menyenangi pembelajaran Penyimpangan Semu. Rendahnya kreativitas belajar siswa di atas berpengaruh pada hasil belajar siswa, terbukti data hasil ulangan harian sebelum tindakan dilaksanakan yang mencapai KKM hanya 26 siswa atau 65% sedang yang belum mencapai batas ketuntasan sebanyak 14 siswa atau 35%.

(10)

tugas kelompok mencapai rata-rata 83,3. Hasil pengamatan terhadap aktivitas guru menunjukkan bahwa persiapan dan pelaksanaan pembelajaran sudah sangat baik yaitu 100%, hanya guru perlu sesekali melakukan monitoring keliling sehingga siswa merasa lebih diperhatikan dan perlu memotivasi siswa untuk lebih menyenangi pembelajaran Hereditas pada Manusia. Penghitungan hasil belajar menunjukkan bahwa siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 pada siklus I yang sudah mencapai KKM 31 siswa atau 77,5% sedang yang belum mencapai batas ketuntasan sebanyak 9 siswa atau 22,5%. Selanjutnya pada tahap refleksi dilakukan evaluasi hasil pengamatan proses pembelajaran, menilai tugas individu dan kelompok, menganalisis hasil ulangan harian. Berdasarkan hasil observasi kreativitas individu yang dilakukan oleh peneliti dan kolaborator menunjukkan adanya peningkatan dari pratidakan 68,3% menjadi 76,9% pada siklus I dan hasil observasi kreativitas kelompok juga menunjukkan adanya peningkatan dari pratindakan 74,33% menjadi 78,50% pada siklus I. Sedangkan hasil evaluasi ulangan harian menunjukkan adanya peningkatan dari pratindakan dengan nilai rata-rata kelas 74,5 dan jumlah yang sudah tuntas 26 siswa atau 65%, pada siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 79,8, jumlah yang sudah tuntas sebanyak 31 siswa atau 77,5%, tetapi kenaikan tersebut belum mencapai standar indikator kinerja yang telah ditentukan. Melihat hasil tersebut, maka diperlukan tindakan pada siklus II untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran.

Kegiatan yang dilakukan pada siklus II diawali dari tahap perencanaan tindakan yang meliputi;( a) Menentukan kelompok belajar modalitas;(b) Mencermati dan mengembangkan silabus Kompetensi Dasar Prinsip Hereditas dalam Mekanisme Pewarisan Sifat;(c) Menyiapkan papan informasi Biologi terkini materi pembelajaran; (d) Membuat rencana atau skenario pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan Teknik Modalitas Via Kin secara kelompok modalitas yang meliputi kegiatan awal, inti dan penutup; (e) Membuat peta konsep tentang materi peristiwa mutasi;(f) Menyiapkan sumber belajar seperti buku, bahan presentasi, Laptop, LCD, g) Menyiapkan materi pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa.

(11)
(12)

mengoreksi tugas individu, kelompok, LKS, ulangan harian dan melakukan analisis hasil ulangan harian dan tindak lanjutnya;(z) Mendokumentasikan hasil pengamatan, tugas, LKS dan ulangan harian.

Pengamatan dilaksanakan secara intensif dan berkelanjutan. Data yang dikumpulkan meliputi data hasil pengamatan kreativitas belajar individu dan kelompok, data tugas individu dan kelompok, data aktivitas guru dan data hasil belajar. Data kreativitas individu menunjukan bahwa hasilnya sudah tinggi yaitu rata-rata 89,8% dan data kreativitas kelompok juga sudah memenuhi kriteria tinggi yaitu rata-rata 88,29%. Sedangkan data nilai tugas individu sudah mencapai rata-rata 86,9, sedangkan nilai tugas kelompok mencapai rata-rata 90,3. Hasil pengamatan terhadap aktivitas guru menunjukkan bahwa persiapan dan pelaksanaan pembelajaran sudah sangat baik yaitu 100 %, hanya guru perlu memotivasi siswa untuk lebih menyenangi pembelajaran Mutasi. Penghitungan hasil belajar menunjukkan bahwa siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 pada siklus II yang sudah mencapai KKM 37 siswa atau 92,5%, sedangkan yang belum mencapai batas ketuntasan sebanyak 3 siswa atau 7,5%.

Pada tahap refleksi hal-hal yang dilakukan antara lain; (a) Melakukan evaluasi hasil pengamatan proses pembelajaran; (b) Menilai tugas individu dan kelompok;(c) Menganalisa hasil ulangan harian. Berdasarkan hasil observasi kreativitas individu yang dilakukan oleh peneliti dan guru mitra menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I yaitu 76,9% meningkat menjadi 89,8% pada siklus II. Sedangkan hasil observasi kreativitas kelompok juga menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I 78,5% meningkat menjadi 88,29% pada siklus II. Hasil evaluasi ulangan harian juga menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I rata-rata kelas mencapai 77,4 dengan jumlah yang sudah tuntas sebanyak 31 siswa atau 79,8% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 90,5 dengan jumlah yang sudah tuntas sebanyak 37 siswa atau 92,5%. Melihat hasil tersebut di atas maka tidak diperlukan tindakan berikutnya karena indikator kinerja yang telah ditentukan sudah tercapai. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Hasil kreativitas belajar biologi pada pratindakan dan yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Rekapitulasi Kreativitas Individu Pratindakan, Siklus I dan Siklus II

Najamuddin, SMA Negeri 1 Andong Boyolali, Penerapan Teknik Modalitas Via Kin untuk meningkatkan proses dan hasil belajarKREATIVITAS JUMLAH PRA

(13)

Berdasarkan tabel di atas, kreativitas individu mengalami peningkatan dari pratindakan 68,3% menjadi 76,9% pada siklus I dan meningkat menjadi 89,8% pada siklus II serta melampaui target indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu 80%. Sedangkan kreativitas kelompok mengalami peningkatan dari pratindakan 74,33% menjadi 78,5% pada siklus I dan meningkat menjadi 88,29% pada siklus II, berarti melampaui target indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu 80%.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut

Grafik 1. Rekapitulasi Kreativitas Individu dan Kelompok Pra tindakan, Sklus I dan

Siklus II

Nilai tugas individu dan kelompok pada pra tindakan dan yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan dari pratindakan rata-rata 78,8 meningkat menjadi 80,1 pada siklus I dan meningkat menjadi 88,29 pada siklus II, berarti melampaui target indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu rata-rata 80. Sedangkan nilai tugas kelompok mengalami peningkatan dari pratindakan rata-rata 79,0 pada siklus I meningkat menjadi rata-rata 83,3 dan meningkat menjadi 90,3 pada siklus II, berarti melampaui target indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu rata-rata 80.

(14)

100% pada siklus II, berarti melampaui target indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu rata-rata 80%.

Hasil ulangan harian pada pratindakan, siklus I dan sikl II dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2. Rekapitulasi Nilai Ulangan Harian Pratindakan, Siklus I dan Siklus II

ASPEK NILAI KONDISI

AWAL SIKLUS I SIKLUS II

REFLEKSI KONDISI AWAL KE KONDISI

AKHIR

Nilai Tertinggi 93,3 100 100 Terjadi

Nilai Terendah 60 66,7 66,7 peningkatan

Nilai Rata-rata 74,5 79,8 90,5

Nilai ≥ 70

26 31 37

65 % 77,5% 92,5%

Nilai < 70

14 9 3

35% 22,5% 7,5%

Jumlah siswa 40 40 40

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata ulangan harian siswa mengalami peningkatan dari pratindakan rata-rata 74,5, menjadi 79,8 pada siklus I dan meningkat menjadi 90,5 pada siklus II. Untuk jumlah siswa yang telah tuntas juga mengalami peningkatan dari 65% pada pratindakan menjadi 77,5% pada siklus I dan meningkat menjadi 92,5% pada siklus II, berarti sudah melampaui target indikator kinerja yang telah ditetapkan yaitu 85% siswa telah tuntas.

(15)

Grafik 2. Rekapitulasi Nilai Ulangan Harian Pra tindakan, Siklus I dan Siklus II

Kesimpulan

Berdasarkan data hasil penelitian pada pembelajaran siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa Teknik Modalitas Via Kin dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar Biologi Materi Konsep Dasar dan Prinsip-Prinsip Hereditas bagi siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Andong Semester 1 Tahun 2009/2010.

Implikasi

Hasil penelitian ini dapat berimplikasi pada beberapa hal, yaitu; (a) Teknik Modalitas Via Kin dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar secara signifikan; (b) Merupakan sarana untuk menumbuhkembangkan kreativitas siswa, karena siswa dapat belajar sesuai dengan modalitasnya, dan (c) Bagi seorang pendidik Teknik ModalitasVia Kin dapat menjadi alternatif di dalam mengatasi permasalahan pembelajaran. Hal ini mengingat tugas seorang guru diharapkan mampu menemukan metode pembelajaran yang tepat agar indikator pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Saran

Seorang guru hendaknya mampu memilih dan menerapkan metode atau teknik pembelajaran yang paling tepat sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dan

(16)

Aqib, Zaenal dan Elham Rohmanto, 2007. Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Bandung: CV. Yrama Widya

Asrori, Mohammad.2008.Psikologi Pembelajaran. Bandung: CV. Wacana Prima Darsono. 2001. Belajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Press

Dewantoro, Ibnu Hajar, 2006. Jurnal Pendidikan. Penggunaan Dakon Elektron dalam Meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA Kelas I Kecantikan Kulit pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2004/2005 SMK Negeri 1 kota Tegal, Semarang: LPMP Jawa Tengah

Purwanto, Ngalim. 1997. Psikologi Pendidikan: Bandung: Remaja Rosdakarya

Ramly, Amir Tengku dan Trisyulianti, 2006. Memompa Teknik Pengajaran Menjadi Guru Kaya. Bogor: Kawan Pustaka

Sudjana, Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algasindo

Sugiyanto, 2008. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13

Sumiati dan Asra, 2008. Metode Pembelajaran. Bandung: CV. Wacana Prima

Suprayekti, 2003. Interaksi Belajar Mengajar. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta Wahab, Rochmat, 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional,

Universitas Negeri Yogyakarta

Biodata Penulis

Gambar

Grafik 1.  Rekapitulasi Kreativitas Individu dan Kelompok  Pra tindakan, Sklus I dan
Tabel 2. Rekapitulasi Nilai Ulangan Harian Pratindakan, Siklus I dan Siklus II
Grafik 2. Rekapitulasi Nilai Ulangan Harian Pra tindakan, Siklus I dan Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

Kontribusi pesantren sangat penting untuk menunjang proses penelitian selanjutnya melalui pendalaman tentang nilai-nilai, keberadaan dan tujuan pesantren dalam

Perbedaan hasil tersebut ditandai dengan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan komunikasi terapeutik ( pemberian informasi ) pada pasien pra bedah

Bahwa sesuai dengan Hasil Evaluasi Penawaran yang meliputi Evaluasi Admistrasi, Evaluasi Teknis dan Evaluasi Biaya serta sesuai dengan Hasil Evaluasi Kualifikasi yang telah

Sedangkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada lansia di keluarga yaitu di Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan bahwa lansia yang memiliki kualitas

Sebaliknya, ketidaknyamanan dari lingkungan kerja yang dialami oleh pegawai bisa berakibat fatal yaitu menurunnya kinerja dari pegawai itu sendiri (Susilaningsih,

Penelitian ini menelaah unsur-unsur intrinsik cerpen “Pangeran Bahagia” yang meliputi tokoh, latar, alur, dan tema.. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan setiap

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga

53 Ezt igazolja, hogy amikor a cseh- szlovák hatóságok Podkarpatszka Rusz területén elkezdték megszervezni az állami közigazgatást és az oktatást, szembe kellett nézniük