• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU PENDAPATAN PER KAPITA SEBAGAI UPAYA MENGHINDARI MIDDLE INCOME TRAP (STUDI KASUS INDONESIA) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU PENDAPATAN PER KAPITA SEBAGAI UPAYA MENGHINDARI MIDDLE INCOME TRAP (STUDI KASUS INDONESIA) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Yugo Febtiyanto
  • Pengajar:
    • Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si.
  • Sekolah: Universitas Diponegoro
  • Mata Pelajaran: Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
  • Topik: Analisis Faktor-Faktor Penentu Pendapatan Per Kapita Sebagai Upaya Menghindari Middle Income Trap (Studi Kasus Indonesia)
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah yang dihadapi oleh Indonesia terkait pendapatan per kapita dan potensi terjebak dalam middle income trap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan per kapita, dengan harapan dapat memberikan rekomendasi untuk menghindari jebakan tersebut. Latar belakang ini penting untuk memahami konteks dan urgensi dari penelitian yang dilakukan.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang menyatakan bahwa Indonesia berada dalam kategori middle income dan berisiko terjebak dalam middle income trap jika tidak ada upaya untuk meningkatkan pendapatan per kapita. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pendapatan per kapita, termasuk nilai tambah pertanian, pembentukan modal tetap bruto, investasi asing, nilai tukar, dan inflasi.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah merinci pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan pengaruh berbagai faktor terhadap pendapatan per kapita Indonesia. Ini mencakup analisis dampak dari nilai tambah pertanian, PMTB, FDI, kurs, dan inflasi terhadap pendapatan per kapita, yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari masing-masing faktor yang telah diidentifikasi terhadap pendapatan per kapita di Indonesia. Dengan memahami hubungan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan untuk kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

1.4 Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini tidak hanya untuk penulis sebagai mahasiswa, tetapi juga bagi pemerintah dan dunia pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan yang bertujuan untuk menghindari middle income trap dan menambah literatur tentang masalah ini.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi lima bab, dimulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, serta penutup. Struktur ini memudahkan pemahaman alur penelitian dan hasil yang diperoleh.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini menyajikan landasan teori yang mendasari penelitian, termasuk konsep middle income trap dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan per kapita. Tinjauan pustaka ini penting untuk memberikan konteks akademis bagi penelitian yang dilakukan.

2.1 Landasan Teori

Landasan teori menjelaskan konsep-konsep utama yang terkait dengan middle income trap, termasuk definisi dan karakteristiknya. Ini juga membahas bagaimana negara-negara dapat terjebak dalam kondisi stagnasi pertumbuhan ekonomi dan pentingnya inovasi serta investasi untuk menghindarinya.

2.1.1 Middle Income Trap

Middle income trap didefinisikan sebagai kondisi di mana negara berpendapatan menengah tidak mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil untuk bertransisi menjadi negara berpendapatan tinggi. Penjelasan ini mencakup faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi ini dan dampaknya terhadap ekonomi.

2.1.2 Kegagalan Koordinasi

Kegagalan koordinasi merupakan masalah yang sering dihadapi negara-negara dalam transisi dari pendapatan menengah ke tinggi. Teori ini menjelaskan bagaimana ketidakmampuan untuk mengkoordinasikan kebijakan dan inovasi dapat menghambat pertumbuhan.

2.1.3 Model Dorongan Besar Pembangunan Ekonomi

Model ini menjelaskan bagaimana kebijakan pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengatasi kegagalan pasar. Contoh dari negara yang berhasil menggunakan model ini, seperti China, memberikan wawasan bagi negara lain yang ingin menghindari middle income trap.

2.1.4 Teori Cincin O Michael Kremer

Teori ini menjelaskan bahwa negara yang terjebak dalam middle income trap sering kali memiliki kualitas produksi yang rendah. Hal ini menunjukkan pentingnya investasi dalam sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas.

2.1.5 Teori Pendapatan Nasional

Teori pendapatan nasional menjelaskan bagaimana nilai produksi barang dan jasa dihitung. Memahami metode ini penting untuk menganalisis kontribusi masing-masing sektor terhadap pendapatan nasional dan, pada gilirannya, pendapatan per kapita.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian menjelaskan pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data dan variabel yang terlibat dalam penelitian ini. Ini penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

Bagian ini mendefinisikan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, termasuk nilai tambah pertanian, PMTB, FDI, kurs, dan inflasi. Definisi yang jelas membantu dalam pemahaman dan analisis data.

3.2 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari sumber terpercaya seperti World Bank. Pemilihan sumber data yang tepat sangat penting untuk validitas penelitian.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data meliputi teknik pengumpulan data yang sistematis dan terstruktur. Ini mencakup langkah-langkah yang diambil untuk memastikan data yang diperoleh relevan dan akurat.

3.4 Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Error Correction Model (ECM), yang memungkinkan analisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara variabel-variabel yang diteliti.

3.5 Tahapan Estimasi dan Analisis

Tahapan estimasi mencakup uji stasioneritas, kointegrasi, dan pengujian asumsi klasik. Proses ini penting untuk memastikan bahwa model yang digunakan dalam analisis adalah valid dan dapat diandalkan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan hasil analisis data dan diskusi mengenai temuan yang diperoleh. Ini merupakan bagian inti dari penelitian yang menunjukkan kontribusi penelitian terhadap pemahaman tentang pendapatan per kapita.

4.1 Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi variabel memberikan gambaran tentang karakteristik masing-masing variabel yang diteliti, termasuk nilai tambah pertanian, PMTB, FDI, kurs, dan inflasi. Informasi ini penting untuk konteks analisis.

4.2 Uji Unit Root/Stasioneritas Data

Uji stasioneritas dilakukan untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam analisis tidak memiliki pola tren yang dapat mempengaruhi hasil. Ini adalah langkah penting dalam analisis ekonometrika.

4.3 Uji Kointegrasi

Uji kointegrasi digunakan untuk menentukan apakah ada hubungan jangka panjang antara variabel-variabel yang diteliti. Hasil dari uji ini memberikan wawasan tentang stabilitas hubungan antar variabel.

4.4 Pengujian Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik mencakup uji normalitas, autokorelasi, dan multikolinearitas. Pengujian ini memastikan bahwa model yang digunakan dalam analisis memenuhi asumsi dasar yang diperlukan.

4.5 Pengujian Statistik dan Analisis Hasil

Analisis hasil mencakup interpretasi dari uji goodness of fit, uji F, dan uji t. Hasil ini memberikan bukti empiris tentang pengaruh variabel-variabel yang diteliti terhadap pendapatan per kapita.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyajikan kesimpulan dan rekomendasi berdasarkan temuan penelitian. Ini penting untuk merangkum hasil dan memberikan arahan untuk penelitian selanjutnya.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan merangkum temuan utama dari penelitian dan menegaskan pentingnya faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan per kapita. Ini memberikan gambaran jelas tentang hasil penelitian.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian diidentifikasi untuk memberikan konteks pada hasil yang diperoleh. Ini mencakup faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi generalisasi temuan.

5.3 Saran

Saran mencakup rekomendasi untuk kebijakan dan penelitian di masa depan. Ini memberikan arahan bagi pemangku kepentingan dalam upaya menghindari middle income trap.

5.3.1 Implikasi Kebijakan

Implikasi kebijakan memberikan panduan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan pendapatan per kapita dan mencegah terjebaknya negara dalam middle income trap.

5.3.2 Saran Penelitian yang Akan Datang

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup area yang perlu dieksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan per kapita.

Referensi Dokumen

  • MacKinnon (1996) one-sided p-values ( MacKinnon )

Gambar

Tabel 1.1 Klasifikasi Pendapatan per Kapita
Grafik 1.1 Perbandingan Pendapatan per Kapita Indonesia dengan Beberapa Negara
Grafik 1.2 Perbandingan Pendapatan per Kapita dan  Pertumbuhan Ekonomi
Grafik 1.3 Rasio Pembentukan Modal Tetap Bruto Indonesia Terhadap GDP
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah dianggap sah berpengaruh secara signifikan positif terhadap peningkatan pendapatan per kapita

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah dianggap sah berpengaruh secara signifikan positif terhadap peningkatan pendapatan per kapita

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah dianggap sah berpengaruh secara signifikan positif terhadap peningkatan pendapatan per kapita

Artinya variabel independen dalam model (Utang Luar Negeri, Foreign Direct Investment , Net Ekspor, Pengeluaran Pemerintah, dan Jumlah Uang Beredar) mampu menjelaskan

Faktor yang berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangga contoh, terutama pendapatan yang bersumber dari pertanian adalah kesempatan kerja pertanian di

Estimasi faktor-faktor yang mempengaruhi disparitas pendapatan antar wilayah antar provinsi di Indonesia pendekatan PDRB per kapita maupun pengeluaran rumah tangga secara

Secara simultan PDRB per kapita, investasi dan indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah di Provinsi Daerah Istimewa

Pendapatan per kapita dan jumlah penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap konsumsi di Provinsi Aceh, dimana dari uji F diperoleh nilai F sig.. Dari uji koefisien