• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risiko Kredit, Stabilitas, dan Kebijakan Pembiayaan Bank Syariah di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Risiko Kredit, Stabilitas, dan Kebijakan Pembiayaan Bank Syariah di Indonesia"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Rasio Keuangan
Gambar 1. Rata-rata Inflasi Nasional per Tahun
Gambar 2. Perubahan BI Rate Sepanjang periode 2011-2016
Tabel 3. Korelasi antar Variabel dengan BI Rate sebagai Variabel Kontrol

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH AKAD BAGI HASIL DAN RISIKO PEMBIAYAAN TERHADAP ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) BANK SYARIAH

Penelitian ini hanya memfokuskan mengenai Bagi hasil, inflasi, suku bunga dan GDP berpengaruh terhadap pembiayaan mudharabah pada bank syariah dan kredit pada

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) risiko pembiayaan mudharabah, risiko pembiayaan musyarkah, dan risiko pembiayaan murabahah secara simultan tidak

Dengan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa apabila semakin tinggi Financing Expansion , maka risiko pembiayaan semakin rendah sehingga hal ini menunjukkan bahwa manjemen bank

yang dikucurkan oleh bank umum syariah maka akan semakin besar pula profitabilitas yang mungkin akan diperoleh bank dari pembiayaan tersebut. Bank tidak akan mengalami

Dalam penelitian ini, ada 5 (lima) rasio indikator yang dipilih dari aspek kesehatan bank yang digunakan untuk mengukur pengaruhnya terhadap volume pembiayaan

Berdasarkan hasil Z’’-Score menunjukkan bahwa bank Indonesia berada dalam keadaan sehat, namun bank syariah lebih stabil dibandingkan bank konvensional, sedangkan dari

Pembiayaan bank syariah pada sektor UMKM, simpanan masyarakat, kinerja keuangan, pertumbuhan ekonomi, suku bunga kebijakan bank sentral, dan kurs rupiah berpengaruh terhadap stabilitas